Anda di halaman 1dari 48

C

a
s
e
R
e
p
o
r
t

Complicated Chronic
Hepatitis B Infection
Achmad Risaryo Maruto
Putro
1102011003

Pembimbing:
Dr. Didiet Pratignyo, SpPD-FINASIM

Identitas Pasien
Nama
: Tn. R
Gender
: Laki-Laki
Usia
: 52 tahun
Alamat
: Lingkungan Telu
Pekerjaan
: Buruh
Agama
: Islam
Status
: Menikah
Tanggal Masuk : 5 Juni 2015

Perjalanan pasien di rumah


sakit

5 Juni 2015

6-11 Juni 2015

11 Juni 2015

IGD

NUSA INDAH

PULANG

Anamnesis
Dilakukan auto-anamnesis pada Jumat, 5 Juni
2015 pukul 12.00 WIB di Ruang IGD RSUD
Cilegon

Anamnesis
Keluhan

Riwayat Penyakit
Sekarang

Riwayat Penyakit Dahulu

Hipertensi (-)
Diabetes Mellitus
(-)

Riwayat Penyakit Keluarga


Pasien mengatakan tidak ada anggota
keluarganya yang pernah atau sedang
mengalami keluhan atau gejala yang sama.

Vital Sign
Keadaan

Status Generalis

Status Generalis

Status Generalis

Status Generalis

Status Generalis

Status Generalis

Pemeriksaan Penunjang:
Laboratorium

IGD (5/6/15):
Hb : 4,5 g/dl
Ht : 16,2 %
Leukosit : 8.300 /uL
Trombosit : 160.000 /uL
SGOT : 38 u/l
SGPT : 26 u/l
Ureum : 25 mg/dl
Creatinin : 1,0
GDS : 103
mg/dl
Natrium: 140,0 mmol/l
Kalium : 2,39 mmol/l
Chlorida : 106,3 mmol/l

Pemeriksaan Penunjang:
Laboratorium

IGD (5/6/15):
Hitung Leukosit:

Basofil
Eosinofil
Batang
Segmen
Limfosit
Monosit

:
:
:
:
:
:

1%
8%
0%
50 %
29 %
12 %

Diagnosis

Congestive Heart Failure (CHF)


Anemia Gravis
Hipokalemia

Tatalaksana

Instruksi dr. SpJP :

Bed rest
02
3 lpm
IVFD NaCl 500 cc/hr
Furosemide 1x1 amp
Candesartan 1x8 mg
Concor
1x2,5 mg
Spironolakton 1x25 mg
ISDN
2x5 mg
Simvastatin 1x10 mg
Co. dr. SpPD

Prognosis
Qua ad vitam

FOLLOW UP
(NUSA INDAH)

Senin, 8 Juni 2015

S/ Pasien mengeluhkan keringat dingin dan lemas. Keluhan lain BAB berwarna hitam.
O/KU: TSS
KS: CM
TD:110/70 N: 80
RR: 20
S: 36,4 oC

Kepala: Normocephal
-Dada
: Simetris
Mata: CA +/+, SI -/-Cor : BJ 1-11 reg, M(-) G(-)
THT: lidah kotor (-), sekret (-)
-Pulmo : Sonor (+), Ves +/+, Rh -/-, Wh -/Wajah: deformitas (-)
-ABD
: Supel, BU (+), Hepar (-), Per. Lien(+), Ascites(+)
Leher: KGB (-)
-Eksremitas: edema (-/-) (+/+)

A/CHF, Anemia, Hipokalemia, Melena


P/ Oral Candesartan 1x16 mg

-LAB/ Hb: 5,8


Ht: 19,8

Bisoprolol 1x2,5 gr
Leu: 4.240
Spironolakton 1x25mg
Trm: 107.000
ISDN 2x5 mg
-Transf PRC 1 kolf/hari (post 3 kolf)
Simvastatin 1x10 mg
-IVFD Nacl asnet
Furosemide 1x40 mg
KSR 3x1
-Rencana/- Cek HBsAg
Hemafort 1x1

- Cek Albumin, Globulin, Protein Total


- Rontgen Thorax

Selasa, 9 Juni 2015

S/

O/KU: TSS

Pasien mengatakan BAB sudah tidak hitam namun kaki masih bengkak. Lemas(-),
mual(-), muntah(-), demam(-), sesak(-), nyeri dada(-), nyeri perut(-)

KS: CM

TD:130/80 N: 88

A/Hepatitis B Kronis,
P/

S: 36,2 oC

Kepala: Normocephal
-Dada
: Simetris
Mata: CA +/+, SI -/-Cor : BJ 1-11 reg, M(-) G(-)
THT: lidah kotor (-), sekret (-)
-Pulmo : Sonor (+), Ves +/+, Rh -/-, Wh -/Wajah: deformitas (-)
-ABD
: Supel, BU (+), Hepar (-), Per. Lien(+), Ascites (+)
Leher: KGB (-)
-Eksremitas: edema (-/-) (+/+)
CHF, Anemia -LAB/ Hb: 7,2

Hipokalemia, Hipoalbuminemia, Melena

RR: 20

Oral Candesartan 1x16 mg

HBsAg: (+)

Ht: 24,4 Prot.Tot: 5,9


Leu: 5.260

Alb: 2,4

Bisoprolol 1x2,5 mg
Trm: 119.000 Glb: 3,5
Spironolakton 1x25mg
Na: 142,2
K: 2,43
Cl: 106,1
ISDN 2x5 mg
-post PRC 4 kolf
Simvastatin 1x10 mg -Rontgen: Cardiomegali
Furosemide 1x40 mg
Hemafort 1x1, KSR 3x1-Rencana: USG Abdomen hari ini, EKG

Rabu, 10 Juni 2015

S/

O/KU: TSS

Pasien mengatakan sudah tidak ada keluhan. BAB hitam(-), lemas(-), mual(-),
muntah(-), demam(-), sesak(-), nyeri dada(-), nyeri perut(-)

KS: CM

TD:100/70 N: 82

A/Hepatitis B Kronis, CHF, Melena ec CH,


P/

S: 36,5 oC

Kepala: Normocephal
-Dada
: Simetris
Mata: CA +/+, SI -/-Cor : BJ 1-11 reg, M(-) G(-)
THT: lidah kotor (-), sekret (-)
-Pulmo : Sonor (+), Ves +/+, Rh -/-, Wh -/Wajah: deformitas (-)
-ABD
: Supel, BU (+), Hepar (-), Per. Lien(+), Ascites(+)
Leher: KGB (-)
-Eksremitas: edema (-/-) (+/+)

Hipokalemia, Hipoalbuminemia, Anemia

RR: 22

Oral Candesartan 1x16 mg


Bisoprolol 1x2,5 mg
Spironolakton 1x25 mg
ISDN 2x5 mg
Simvastatin 1x 10 mg
Furosemide 1x40 mg
Hemafort 1x1, KSR 3x1

-EKG: Sinus Rhythm, 70 bpm reg,


Normoaxis.

-Rontgen: Cardiomegali
- Post PRC 5 kolf + Alb 100cc
-USG ABD: -Cirrhosis Hepatis dengan
Splenomegali.

-Contracted kandung empedu.


-Pankreas dan ginjal baik.
-Ukuran hepar normal.

Kamis, 11 Juni 2015

S/

O/KU: TSS

Pasien mengatakan badan panas dingin dan demam sejak tadi malam. BAB normal
dan tidak berwarna hitam. BAK normal. Nyeri perut (-)

KS: CM

TD:120/80 N: 80

A/CHF, Anemia, Hipokalemia, Melena ec CH


P/

S: 38,2 oC

Kepala: Normocephal
-Dada
: Simetris
Mata: CA +/+, SI -/-Cor : BJ 1-11 reg, M(-) G(-)
THT: lidah kotor (-), sekret (-)
-Pulmo : Sonor (+), Ves +/+, Rh -/-, Wh -/Wajah: deformitas (-)
-ABD
: Supel, BU (+), Hepar (-), Per. Lien(+), Ascites (+)
Leher: KGB (-)
-Eksremitas: edema (-/-) (+/+)

Hipoalbuminemia

RR: 21

Oral Candesartan 1x16 mg


Bisoprolol 1x2,5 mg
Spironolakton 1x25 mg
ISDN 2x5 mg
Simvastatin 1x10 mg
Furosemide 1x40 mg
Hemafort 1x1, KSR 3x1

Resume Medis
Dianosis

Analisa Kasus

1. Apakah penegakan diagnosis


pada pasien ini sudah benar?

Sudah. Menurut WHO tahun 2015, diagnosis


infeksi Hepatitis B difokuskan kepada hasil
pemeriksaan laboratorium imunoserologi, yaitu
dengan terdeteksinya Hepatitis B surface antigen
atau HBsAg pada pasien. Pada pasien ini HBsAg
sudah
terdeteksi
pada
pemeriksaan
imunoserologi tanggal 8 Juni 2015.
Pemeriksaan

Hb

Ht

Leu

Trombosit

Alb

Glb

8 Juni 2015

7,2

24,4

5.260

119.000

2,4

3,5

Protein
total

5,9

Na

Cl

HBsAg

142,2

2,43

106,1

(+)

1. Apakah penegakan diagnosis


pada pasien ini sudah benar?

Diagnosis anemia pada pasien ini juga sudah


tepat karena didapatkan kadar hemoglobin yang
rendah pada pemeriksaan laboratorium darah
perifer rutin.
Pemeriksaan\tanggal

5 Juni 2015

7 Juni 2015

8 Juni 2015

10 Juni 2015

Hemoglobin

4,5

5,8

7,2

8,3

Apakah penegakan diagnosis


pada pasien ini sudah benar?

Diagnosis Sirosis Hepatis (SH) pada pasien ini


didasarkan
kepada
hasil
pemeriksaan
Ultrasonografi (USG) pada tanggal 9 Juni 2015.

Apakah penatalaksanaan pada


pasien ini sudah adekuat?

Tidak
dapat
diketahui.
Karena
menurut
kepustakaan yang saya dapat, pemilihan regimen
terapi untuk pasien dengan Hepatitis B Kronis
tidak cukup hanya dengan melihat HBsAg saja,
pemilihan regimen terapi harus didasarkan
kepada hasil pemeriksaan HBeAg, HBV-DNA,
kadar ALT, dan pertimbangan-pertimbangan
lainnya seperti pada pasien ini terdapat Sirosis.

Apakah prognosis pada pasien


ini?
Qua ad vitam

Kapan pasien dikatakan


Hepatitis B Kronis?

Menurut WHO tahun 2015, seseorang


dikatakan Hepatitis B Kronis apabila virus
hepatitis b tersebut menetap didalam tubuh
selama lebih dari 6 bulan atau dapat
dikatakan titer HBsAg yang positif (+)
persisten selama 6 bulan.

Bagaimana pathogenesis
terjadinya Hepatitis B?
Virus Hepatitis B

Apa yang menyebabkan


trombositopenia pada pasien ini?

Penyebab utama trombositopenia pada


penyakit hati dipercaya disebabkan oleh
penurunan protein trombopoietin yang
berfungsi
meregulasi
pembentukan
trombosit.

Penyebab
lain
trombosit
di
hipersplenisme.

adanya
penumpukan
limpa
karena
ada

Bagaimana hubungan Hepatitis


dengan Anemia pada pasien ini?

Pada Hepatitis sering dijumpai penurunan


kadar hemoglobin. Hal ini disebabkan oleh
destruksi eritrosit berlebihan di limpa
karena pada penyakit hati seperti Hepatitis
sering dijumpai hipersplenisme, khususnya
pada penyakit hati kronis seperti pada
pasien ini.

Bagaimana hubungan Hepatitis


dengan Melena pada pasien ini?

Melena diakibatkan oleh pecahnya varises


esophagus yang menyebabkan perdarahan
pada esophagus yang kemudian berakhir
menjadi melena.

Bagaimana hubungan Hepatitis


dengan Melena pada pasien ini?

Varises esophagus dapat pecah diawali


dengan adanya penurunan aliran darah ke
hati sehingga terjadi peningkatan tekanan
pembuluh darah besar di hati (vena porta)
yang kemudian tekanan ini memaksa darah
untuk mengalir ke dalam pembuluh darah
kecil disekitarnya, dalam hal ini pembuluh
darah kerongkongan atau esophagus.

Bagaimana hubungan Anemia dengan


Congestive Heart Failure pada pasien
ini?

Kondisi dimana keadaan anemia menyebabkan gangguan


fungsi jantung disebut dengan Anemia Heart Disease.

Merupakan kondisi yang disebabkan oleh penurunan jumlah


hemoglobin dibawah normal yang menyebabkan transport
oksigen ke jaringan perifer tidak cukup yang membuat
jantung bekerja lebih keras (kompensasi).

Kompensasi jantung terus menerus pada kondisi anemia


kronis dapat mengakibatkan munculnya penyakit gagal
jantung

Kapan pasien dengan Hepatitis B


diberikan terapi antivirus?

HBeAg

HBV DNA
(> 105
copies/ml)

ALT
Strategi

Pengobatan
Efikasi terhadap terapi rendah

2 x BANN

Observasi, terapi bila ALT meningkat

Mulai terapi dengan : interferon alfa, lamivudin atau adefovir


End point terapi : Serokonversi HBeAg dan timbulnya anti HBe
Durasi terapi :

> 2 x BANN

Interferon selama 16 minggu

Lamivudin minimal 1 tahun, lanjutkan 3-6 bulan setelah terjadi


serokonversi HBeAg

Adefovir minimal 1 tahun

Bila tidak memberikan respon/ada kontraindikasi, interferon diganti


lamivudin / adefovir
Bila resisten terhadap lamivudin, berikan adefovir

Mulai terapi dengan : interferon alfa, lamivudin atau


adefovir. Interferon atau adefovir, dipilih mengingat
kebutuhan perlunya terapi jangka panjang.
End point terapi : normalisasi kadar ALT dan HBV
DNA (pemeriksaan PCR) tidak terdeteksi.

Durasi terapi :

> 2 x BANN

Interferon selama satu tahun

Lamivudin selama > 1 tahun

Adefovir selama > 1 tahun

Bila tidak memberikan respon/ada kontraindikasi


interferon diganti lamivudin / adefovir.
Bila resisten terhadap lamivudin, berikan adefovir.

+
+

+
-

Terkompensasi : lamivudin atau adefovir


Sirosis hati Dekompensasi : lamivudin (atau adefovir),
interferon kontraindikasi, transplantasi hati
Sirosis hati

Terkompensasi : observasi
Dekompensasi : rujuk ke pusat transplantasi hati

Kapan dikatakan Hepatitis B


Karier?
Carrier VHB / inaktif
HbsAg (+), titer DNA VHB kurang dari 105 kopi/ml.
Konsentrasi ALT normal
Keluhan tidak ada.
Kelainan kerusakan jaringan hati minimal.

Apa terapi yang diberikan pada


pasien ketika sudah
diperbolehkan pulang?

Terapi simptomatis
Antasida diberikan untuk mengurangi distress
lambung dan meminimalkan kemungkinan
pendarahan gastrointestinal.
Asites: spironolacton/furosemide
Ensefalopati hepatic: laktulosa untuk
mengeluarkan ammonia (Neomisin)
Varises esofagus: propanolol, waktu perdarahan
akut bisa diberikan somatostatin atau oktreotid
Lactulax : untuk melancarkan BAB agar kuman
tidak menetap di sal.cerna

Edukasi yang disampaikan


kepada pasien?

Istirahat yang cukup


Atur pola makan
Hindari mengkonsumsi alkohol dan merokok
Aktivitas fisik untuk mencegah inaktivitas dan atrofi
otot
Kontrol Jika BAB berwarna hitam (melena)
Kontrol jika badan atau mata berwarna kuning (ikterik)
Kontrol jika terjadi bengkak (edema)
Kontrol jika perut terasa kembung (asites)
Pasien diharapkan segara datang kembali apabila ada
penurunan kesadaran (koma hepatikum)

DAFTAR PUSTAKA
1.

2.

3.

4.
5.

6.
7.

8.
9.

10.

11.

Anonim. Hepatitis B. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs204/en/ (Diakses pada


tanggal 2 Juli 2015)
Anonim. Hepatitis B. Diakses darihttp://www.totalkesehatananda.com (Diakses pada
tanggal 2 Juli 2015)
Anonim. Komplikasi Hepatitis B. http://www.alodokter.com/hepatitis-b/komplikasi/
(Diakses pada tanggal 3 Juli 2015)
Cahyono SB. Hepatitis B. Yogyakarta: Kanisius, 2010; 20-33
Cahyono
SB.
2006.
Diagnosis
dan
Manajemen
Hepatitis
B
Kronis.
http://www.budilukmanto.org/index.php/seputar-hepatitis/80-seputar-hepatitis
(Diakses
pada tanggal 30 Juni 2015)
Diktat Anatomi, Situs Abdominis, ed. 2011, Laboratorium Anatomi FK UNISSULA
Pyrsopoulos
NT.
2015.
Hepatitis
B.
http://emedicine.medscape.com/article/177632-overview (Diakses pada tanggal 3 Juli
2015)
R. Putz, dan R. Pabst. 2006. Atlas Anatomi Manusia Sobotta, edisi 22, jilid 2. Jakarta. EGC.
Soemohardjo S, Gunawan S. Hepatitis B Kronik. Dalam : Siti Setiati dkk, editor. Buku Ajar
Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 6 Jilid II. Jakarta. Internal Publishing, 2014; 1963-1971.
Suharjo, JB, dkk. 2006. Diagnosis dan Manajemen Hepatitis B Kronik. Dalam jurnal :
Cermin Dunia Kedokteran, No. 150.
Wolf DC. 2014. Cirrhosis. http://emedicine.medscape.com/article/185856-overview
(Diakses pada tanggal 1 Juli 2015)

TERIMA KASIH