Anda di halaman 1dari 31

BAB III

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM


Pada bab analisa dan perancangan ini akan mengulas tentang tahap yang
digunakan dalam penelitian pembuatan aplikasi perhitungan area daun bayam
menggunakan Algoritma Chain Code.
3.1 Analisa Desain Sistem
Pada subbab ini pembahasan akan dititik beratkan pada unsur-unsur yang
berkaitan dengan penelitian pembuatan aplikasi perhitungan area daun bayam
menggunakan Algoritma Chain Code.
3.1.1 Deskripsi umum sistem
Aplikasi perhitungan area daun bayam menggunakan Algoritma Chain
Code yang akan dibuat merupakan sistem untuk mendeteksi area dari objek
daun bayam meliputi panjang, lebar, luas, dan keliling dalam suatu image
dengan menggunakan algoritma Chain Code.
Proses penentuan perhitungan area

dari objek daun bayam meliputi

panjang, lebar, luas, dan keliling menggunakan Chain Code dimulai dari proses
scanning image, pemberian brightness image agar warna gelap yang mewakili
background dan terang yang mewakili benda tiap objek, kemudian dilakukan
proses grayscale dan deteksi tepi baru kemudian tiap objek yang terdeteksi
sebagai objek dipisahkan untuk dihitung area dari objek daun bayam meliputi
panjang, lebar, luas, dan keliling menggunakan Algoritma Chain Code.
Selanjutnya dari hasil perhitungan area dari objek daun bayam meliputi
panjang, lebar, luas, dan keliling akan ditampilkan kedalam table hasil yang

49

50

bisa dilihat oleh pengguna.


Berikut merupakan gambar proses dari sistem perhitungan area daun
bayam menggunakan Algoritma Chain Code.

Sistemmenscan
melakukan
proses
brightness,grayscale
dan edgeproses
detection.untuk
pemisahan
tiap
objek
Sistem
menampilkan
hasilcode.
perhitungan
Pengguna
image
daun
dalam
scanner
Sistem
melakukan
penentuan
area
dengan
metode chain

Gambar 3.1 Gambar proses Aplikasi secara umum

Proses Aplikasi perhitungan area daun bayam menggunakan Chain Code


dibagi menjadi 4 proses utama yaitu proses untuk mendapatkan image hasil
scanning objek daun bayam, kemudian sistem melakukan proses pemisahan
warna gelap dan terang (brightness), grayscale dan jika hasil piksel warna
objek gambar telah terdeteksi sebagai 2 piksel utama hitam dan putih maka
proses deteksi tepi akan diproses agar tepi dari setiap objek yang terdeteksi
dapat terpisah dan dijadikan beberapa objek.
Proses berikutnya yaitu sistem melakukan proses penentuan area objek
yang meliputi panjang, lebar, luas, dan keliling dengan metode Chain Code
dan terakhir sistem menampilkan hasil perhitungan kedalam table hasil agar
user dapat melihat hasil objek yang terdeteksi dan perhitungan area yang
meliputi panjang, lebar, luas, dan keliling.
Berikut akan dijelaskan proses yang dilakukan sistem pada Aplikasi

51

perhitungan area daun bayam menggunakan Chain Code.


a. Rancangan Proses Scanning Image
Pada tahap ini sistem melakukan scanning image daun dari scanner
yang telah disediakan. Pada proses inilah image daun akan didapatkan dan
akan diproses ke tahap selanjutnya yaitu tahap sistem melakukan proses
pemisahan warna gelap dan terang(brightness),grayscale dan edge
detection.
Berikut adalah diagram dari proses mendapatkan image dari hasil
scanning image.

hasil proses scanning daun dalam scanner


Sistem aplikasi scanner dihungkan
Daun
kedimasukkan
laptop
ke scanner Proses scanning

Gambar 3.2 Gambar proses mendapatkan image hasil scanning scanner

Pada saat aplikasi dijalankan maka pilih scan image, kemudian


masukkan sample daun yang akan di hitung kedalam scanner agar scanner
dapat menscan image daun tersebut. Setelah itu dilakukan proses scanning
image dengan mengklik tombol scan. Terakhir sistem otomatis menyimpan
hasil scanning dan menampilkan hasilnya ke layar monitor.
b.

Rancangan Proses Pemisahan Warna Dan Pemisahan


Tiap Objek.

52

Pada tahap ini sistem mengambil image hasil scanning, kemudian


image itu di olah dengan memberi kadar brightness agar dalam proses
pemilahan warna akan terdiri dari buah jenis pixel warna yaitu 0 (hitam)
dan 255(putih) dilanjutkan dengan proses grayscale agar pixel image lebih
halus barulah dilakukan deteksi tepi dan system memisah tiap objek yang
terdeteksi menjadi beberapa image.
Berikut adalah diagram dari proses pemisahan warna dan
pemisahan tiap objek.

hasil
prosesbeberapa
simpan dalam
Baca Image
Lakukan
Hasilproses
Capture
kalkulasi
denganRGB
bufferedimage
ke brightness
Pisahkan
value
objekRGB,grayscale
yang terdeteksi
dan
menjadi
deteksi
tepi
imagefolder gambar_ola

Gambar 3.3 Gambar proses pemisahan warna dan pemisahan


tiap objek.
Setelah proses scanning image, hasil scanning dibaca oleh aplikasi
dengan memakai buffered image. Hasil pembacaan image lalu diproses
agar didapat hasil pixel yang terdiri dari 2 pixel utama yaitu gelap dan
terang menggunakan brightness, grayscale dan deteksi tepi.
Pixel hasil brightness diolah agar terdeteksi warna gelap yang
mewakili background analisa dan terang yang mewakili objek analisa dan
akan disimpan dalam folder temporary image hasil olah, agar dapat di
proses dalam proses selanjutnya.

53

c. Rancangan Proses Penentuan Area Image Dengan Metode Chain Code


Pada tahap ini sistem mengambil pixel image pada folder
gambar_olah, dan mulai menghitung area image yang meliputi panjang,
lebar, luas, dan keliling dengan Chain Code. Setelah area image yang
meliputi panjang, lebar, luas, dan keliling dengan metode Chain Code
sudah dideteksi dan dihitung, maka hasil analisa akan ditampikan di table
hasil dalam aplikasi.
Berikut ini adalah rumus kode rantai dan rumus pencarian luas yang
dipakai dalam pembuatan aplikasi ini.

Gambar 3.4 Gambar Algoritma Chain Code direction aplikasi.

54

Rumus perhitungan Algoritma 8 Chain Code direction yang dipakai dalam


pembuatan aplikasi ini adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Tabel Kalkulasi luas objek menggunakan Chain Code

3
2
1
8
7
6

4
5

Berikut adalah diagram dari proses penentuan area image dengan


metode Chain Code.

55

hasil
proseshitung
perhitungan
tampilkan
di table
Baca tiap objek image
Lakukan
dari
perhitungan
folder
Hitunggambar_olah
area
persen
dengan
area
mencari
daun terhadap
chain code
sample
objekdaun
dan mulai
luas dan
keliling image

Gambar 3.5 Gambar proses penentuan area image


dengan metode Chain Code
Proses penentuan area image dengan metode Chain Code dimulai
dengan system membuka semua gambar hasil olah pemisahan tiap objek
dengan metode brightnes, grayscale dan deteksi tepi yang dilakukan
sebelumnya.
Pada tiap image sistem mulai melakukan perhitungan persentase
kebenaran bahwa yang dideteksi adalah objek daun dengan sample image
daun yang telah disiapkan. Kemudian setelah didapat persen kebenaran
system melakukan pencarian kode rantai(chain code) dari tiap image dan
mulai menghitung luas dan keliling image Dari Chain code yang telah
didapat.
d. Rancangan proses sistem menampilkan hasil perhitungan
Pada tahap ini sistem akan menampilkan hasil analisa dari tiap objek
yang terdeteksi dan dianalisa pada proses sebelumnya apakah objek itu
termasuk daun atau tidak dan akan ditampilkan pada class tampil.
Berikut adalah diagram dari proses sistem menampilkan hasil
perhitungan.

56

Buka
Tampilkan
Form Tampil
hasil analisa dan objek yang terdeteksi
Tampilkan
ke tabel
Tabel

Gambar 3.6 Gambar proses sistem menampilkan hasil perhitungan


3.1.2

Perancangan Sistem
Tujuan dari tahap perancangan adalah untuk menghasilkan rencana kerja

untuk pengembangan sistem. Rencana kerja adalah sekumpulan dokumen yang


digunakan untuk menuntun dan mengevaluasi proses perancangan, pembuatan
dan pengembangan sistem.
3.1.2. a. Rancangan Kerja Sistem
Rancangan Kerja Sistem adalah Model representasi aliran proses
perangkat lunak yang akan dirancang akan disajikan dalam Use Case
Diagram. Use Case Diagram digunakan untuk menjelaskan cara kerja dari
aplikasi perhitungan area daun bayam menggunakan Chain Code.
a. Use Case Diagram
Use case diagram menggambarkan batasan akses user di dalam
sistem. Dimana user diberi hak akses scan image, jalankan proses
pemisahan image, jalankan proses analisa chain code dan lihat analisa
hasil. Diagram use case ditunjukkan pada Gambar 3.5 dibawah ini.

57

scan image

pemisahan warna dan objek image


user

jalankan proses analisa chain


code

lihat analisa hasil

Gambar 3.7 Use Case Diagram

Scanning Image
Use case ini menjelaskan tentang kerja sistem dalam melakukan

scanning image daun dari scanner yang telah disediakan. Pada proses
inilah image daun akan didapatkan dan akan diproses ke tahap selanjutnya
yaitu tahap sistem melakukan proses pemisahan warna dan objek image.

Jalankan Proses Pemisahan Warna Dan Objek Image


Use case ini menjelaskan tentang kerja sistem dalam melakukan

proses pengaturan pemilahan warna akan terdiri dari buah jenis pixel
warna yaitu 0 (hitam) dan 255(putih) dengan brightness image, grayscale
dan deteksi tepi gambar.
Setelah terpilah warna image, maka akan dideteksi oleh sistem piksel
mana saja dari image yang merupakan objek benda dan pixel mana saja

58

yang merupakan background image maka system melakukan proses


selanjutnya yaitu analisa Chain Code.

Jalankan Proses Analisa Chain Code


Use case ini menjelaskan tentang kerja sistem dalam mengambil

tiap image di folder gambar_olah dan mulai menghitung area yang


meliputi panjang, lebar, luas, dan keliling dengan chain code. Setelah area
yang meliputi panjang, lebar, luas, dan keliling image sudah dideteksi dan
dihitung, maka hasil analisa akan ditampikan di table hasil dalam aplikasi.

Lihat Analisa Hasil

Use case ini menjelaskan tentang kerja sistem dalam hal user dapat
melihat hasil dari perhitungan area yang meliputi panjang, lebar, luas, dan
keliling dengan chain code image yang dianalisa serta persentase
kebenaran apakah objek itu termasuk daun atau tidak.
b. Activity Diagram
Activity diagram menggambarkan proses-proses yang terjadi saat
aktifitas dimulai sampai dengan aplikasi dihentikan.

Activity Diagram Scanning Image


Activity diagram scanning image ini menjelaskan proses saat user

melakukan scanning image daun dari scanner yang telah disediakan. Pada
proses inilah image daun akan didapatkan dan akan diproses ke tahap
selanjutnya yaitu tahap sistem melakukan proses pemisahan warna dan

59

objek image. Activity diagram proses scanning image ditunjukkan pada


gambar dibawah ini :
user

sistem

mainkan
aplikasi

tampil form
aplikasi

klik tombol
scan image
start scanner

klik scan

scanning
object

save image capture


to folder uji

Gambar 3.8 Activity Diagram Scanning image

Pada saat aplikasi dimainkan sistem menampilkan form aplikasi.


Kemudian user mengklik tombol scan image seketika itu sistem
menjalankan device scanner. Pada saat inilah user diperintah menekan
tombol scan dan setelah di tekan maka sistem akan melakukan scanning
image dan otomatis menyimpan buffer gambar yang ada saat itu untuk

60

disimpan di folder uji.

Activity Diagram Jalankan proses pemisahan warna dan objek


image
Pada activity diagram Jalankan proses pemisahan warna dan objek

image merupakan alur aktivitas user dalam melakukan proses pengaturan


pemilahan warna akan terdiri dari buah jenis pixel warna yaitu 0 (hitam)
dan 255(putih) dengan brightness image, grayscale dan deteksi tepi
gambar.
Setelah terpilah warna image, maka akan dideteksi oleh sistem
piksel mana saja dari image yang merupakan objek benda dan pixel mana
saja yang merupakan background image maka system melakukan proses
selanjutnya yaitu analisa chain code. Activity diagram Jalankan proses
pemisahan warna dan objek image ditunjukkan pada gambar dibawah ini :

61

Gambar 3.9 Activity Diagram Jalankan proses proses pemisahan


warna dan objek image

Aktifitas proses pemisahan warna dan objek image dimulai ketika


system mengambil gambar hasil scanning di folder uji, kemudian
dilakukan pengelompokkan warna RGB gambar ke bentuk gelap dan
terang menggunakan 3 kali proses yaitu brightness gambar, grayscale
gambar dan deteksi tepi gambar. Hasil pengelompokkan piksel
gambarakan diproses agar didapat mana saja yang dianggap objek dan
mana saja yang dianggap background dan menjadikan tiap objek yang
terdeteksi menjadi gambar tersendiri kemudian disimpan di folder
gambar_olah agar dapat di proses dalam proses selanjutnya.

62

Activity Diagram Jalankan proses analisa chain code


Pada activity diagram Jalankan proses analisa chain code merupakan

alur aktivitas kerja sistem dalam mengambil tiap image di folder


gambar_olah dan mulai menghitung area yang meliputi panjang, lebar,
luas, dan keliling dengan chain code. Setelah area yang meliputi panjang,
lebar, luas, dan keliling image sudah dideteksi dan dihitung, maka hasil
analisa akan ditampikan di table hasil dalam aplikasi.
Activity diagram Jalankan proses analisa chain code ditunjukkan
pada gambar dibawah ini :
sistem

ambil gambar tiap objek


hasil pemisahan
tentukan persentase
kesamaan objek dg sample
lakukan pembuatan kode
rantai pada tiap gambar
eof

tidak

ya
konversi kode rantai dengan
rumus luas kode rantai
selesai konversi

tidak

ya
hitung luas
dan keliling

luas dan keliling


objek terdeteksi

Gambar 3.10 Activity Diagram Jalankan proses analisa chain code


Setelah gambar tiap objek tersimpan di folder gambar_olah, maka
selanjutnya sistem melanjutkan proses menjalankan pembuatan kode
rantai dari tiap gambar dengan menggunakan algoritma Chain Code agar

63

luas dan keliling objek dapat terdeteksi.


Setelah kode rantai terdeteksi, maka konversi kode ke nilai luas yang
sesuai dengan kode yang didapat. Total nilai merupakan luas dari objek
gambar yang diteliti.
Untuk keliling didapat dari banyaknya kode rantai yang dihitung,
kode rantai didapat dengan mengonversi alur garis tepi objek pada tiap
gambar objek dari titik awal menuju titik awal lagi.

Activity Diagram Lihat analisa hasil


Pada activity diagram Lihat analisa hasil merupakan alur aktivitas

kerja sistem dalam hal user dapat melihat hasil dari image yang dihitung
menggunakan Algoritma Chain Code, maka setelah itu muncul form
tampil jika user menekan tombol hasil.
Activity diagram Lihat analisa hasil ditunjukkan pada gambar
dibawah ini :

64

user

tekan tombo
hasil

sistem

tampil form tampil

tampilkan hasil di
tabel aplikasi

lihat data hasil


analisa

Gambar 3.11 Activity Diagram Lihat analisa hasil


Setelah perhitungan selesai maka user diperintah menekan tombol
hasil, kemudian system menampilkan form tampil

dan nilai hasil

perhitungan akan ditampilkan di tabel oleh system pada form tampil.


Kemudian user dapat melihat hasil perhitungan area mulai dari panjang,
lebar, luas dan keliling serta gambar objek hasil deteksi dan perhitungan.
c. Sequence Diagram
Melalui tahapan analisis kebutuhan yang dilakukan sebelumnya
maka dapat dibentuk beberapa sequence diagram untuk menunjukkan
urutan-urutan

proses dari masing-masing usecase. Pada aplikasi

perhitungan area daun bayam menggunakan Chain Code ini terdapat


beberapa Sequence Diagram, yaitu:

65

Sequence Diagram Scanning Image


Sequence diagram capture image adalah sequence diagram yang
menjelaskan proses saat user melakukan scanning image daun dari
scanner yang telah disediakan. Pada proses inilah image daun akan
didapatkan dan akan diproses ke tahap selanjutnya yaitu tahap sistem
melakukan proses pemisahan warna dan objek image. Sequence diagram
scanning image ditunjukkan pada gambar dibawah ini :

user

sistem
1: start aplikasi
2: load form aplikasi
3: start device scanner
4: run device scanner
5: display scanning capture
6: klik scan
7: save scan result to hard drive
8: display image save

9: end

Gambar 3.12 Sequence Diagram scanning image

Sequence Diagram Jalankan Proses Pemisahan Warna Dan Objek


Image

66

Sequence diagram Jalankan proses pemisahan warna dan objek


image adalah sequence diagram yang menjelaskan proses proses
pengaturan pemilahan warna akan terdiri dari buah jenis pixel warna yaitu
0 (hitam) dan 255(putih) dengan brightness image, grayscale dan deteksi
tepi gambar.
Setelah terpilah warna image, maka akan dideteksi oleh sistem piksel
mana saja dari image yang merupakan objek benda dan pixel mana saja
yang merupakan background image maka system melakukan proses
selanjutnya yaitu analisa chain code. Sequence diagram proses pemisahan
warna dan objek image ditunjukkan pada gambar dibawah ini :

sistem

harddrive

1: load image from hard drive


2: set R*0.241,G*0.59,B*0.3
3: hasil piksel brightness
4: set R*0.11,G*0.59,B*0.3
5: hasil piksel grayscale
6: run cannyedgedetector
7: hasil piksel edge detection
8: split tiap object yang terdeteksi
9: simpan tiap objek ke hard drive
10: end

Gambar 3.13 Sequence Diagram Jalankan proses pemisahan warna dan objek
image.

67

Sequence Diagram Jalankan proses analisa chain code


Sequence diagram Jalankan proses analisa Chain Code adalah

sequence diagram yang menjelaskan proses saat sistem mengambil tiap


image di folder gambar_olah dan mulai menghitung area yang meliputi
panjang, lebar, luas, dan keliling dengan chain code. Setelah area yang
meliputi panjang, lebar, luas, dan keliling image sudah dideteksi dan
dihitung, maka hasil analisa akan ditampikan di table hasil dalam aplikasi.
Sequence diagram Jalankan proses analisa chain code ditunjukkan pada
gambar dibawah ini :

sistem

harddrive

1: run proses analisa


2: get image
3: image
4: cek persen equals object
5: create chain code
6: konvert code to value
7: hasil perhitungan area
8: end

Gambar 3.14 Sequence Diagram Jalankan proses analisa chain code

68

Sequence Diagram Lihat analisa hasil


Sequence diagram Lihat analisa hasil adalah sequence diagram

yang menjelaskan proses saat user dapat melihat hasil dari image yang
dihitung menggunakan algoritma chain code, maka setelah itu muncul
form tampil jika user menekan tombol hasil. Sequence diagram Lihat
analisa hasil ditunjukkan pada gambar dibawah ini :
user

sistem
1: klik hasil
2: load form tampil
3: set hasil to tabel
4: display

5: end

Gambar 3.15 Sequence Diagram Jalankan proses analisa Chain Code


d. Class Diagram
Berikut ini merupakan gambar dari class diagram aplikasi perhitungan area
daun bayam menggunakan Algoritma Chain Code. yang mana class diagram ini
menampilkan beberapa kelas serta atribut dan operasi yang terjadi di dalam kelas
dan interaksi terhadap kelas yang lain dalam aplikasi perhitungan area daun
bayam Menggunakan Algoritma Chain Code .

69

Aplikasi deteksi Objek

intro
aplikasi
about
keluar

tampil
icon
Tmodel
kembali
DATA()

ImageRenderer
lbl
getTableCellRendererComponent()
...

Aplikasi
byk
bi
bg
image
outputfile
img
clr[]
merah
hijau
biru
rgb
detector
white[]
black[]
raster
Kolor
TRGB
RATA
xket
yket
Xmin
Yteng
IC
akar
parameter
INPUT
paths
Y
L
SET
benar
salah
tots
kombo()
imageToBufferedImage()
jalan()
grayscale()
edge()
process()
RGB()

Gambar 3.16 Class Diagram

about
teks
kembali

Scan_
scanner
App
image
getDevice()
selectDevice()
getScan()
update()

70

Class diagram pada Gambar 3.10 diatas menunjukkan halaman halaman yang berperan pada sistem aplikasi perhitungan area daun bayam
menggunakan Algoritma Chain Code.
3.1.2. b. Rancangan Desain Interface
Graphical User Interface atau yang sering disebut sebagai GUI adalah
tampilan dari program yang bisa dinikmati oleh user. Perancangan User
Interface harus dibuat semenarik dan seindah mungkin dengan tetap
mengutamakan kenyamanan dalam mengoperasikan program (user friendly).
Tampilan User Interface pada aplikasi perhitungan area daun bayam
menggunakan algoritma Chain Code ini meliputi tampilan form aplikasi yang
ditampilkan menggunakan bahasa pemrograman java menggunakan editor
Netbeans 7.0. Berikut merupakan rancangan tampilan desain interface dari
aplikasi.
a. Perancangan Tampilan Awal Aplikasi
Perancangan Tampilan Awal Aplikasi yang merupakan form utama
pada saat user mengakses aplikasi perhitungan area daun bayam
menggunakan Algoritma Chain Code. Form ini akan otomatis muncul
ketika

user

membuka

aplikasi

perhitungan

area

daun

bayam

menggunakan algoritma Chain Code.


Halaman ini dimaksudkan untuk memberi form perkenalan
aplikasi keada user melalui interface program. Berikut adalah gambar
dari perancangan tampilan awal aplikasi perhitungan area daun bayam

71

menggunakan algoritma Chain Code.

Nama Aplikasi

Logo UIN

Masuk

Gambar 3.17 Interface Halaman Awal Aplikasi


b. Perancangan Tampilan Menu Utama Aplikasi
Perancangan Tampilan Menu Utama Aplikasi merupakan form
yang berisi semua link menuju semua halaman yang ada dalam aplikasi
perhitungan area daun bayam menggunakan Algoritma Chain Code pada
saat user telah membuka aplikasi perhitungan area daun bayam
menggunakan algoritma Chain Code. Form ini akan otomatis muncul
ketika

user

membuka

aplikasi

perhitungan

area

daun

bayam

menggunakan algoritma Chain Code dan menekan tombol masuk.


Halaman ini dimaksudkan untuk memberi form penghubung
antar form yang ada dalam aplikasi perhitungan area daun bayam
menggunakan algoritma Chain Code. Berikut adalah gambar dari
perancangan tampilan menu utama aplikasi perhitungan area daun bayam
menggunakan algoritma Chain Code.

72

Nama Aplikasi

Logo UIN

Aplikasi

About

Keluar

Gambar 3.18 Interface Halaman Menu Utama Aplikasi


c. Perancangan Tampilan Aplikasi
Perancangan Halaman Menu Aplikasi merupakan form dimana
semua fungsi pengenalan objek daun bayam ada. Di form inilah semua
proses yang telah dipaparkan diatas ada disini mulai dari proses scanning
program, proses penggrayscalean image dan edge detection image,
pemisahan objek yang terdeteksi serta proses penghitungan luas dan
keliling image dengan chain
Tampilan
code. Image Capture
Berikut adalah gambar dari perancangan tampilan dari aplikasi
perhitungan area daun bayam menggunakan algoritma Chain Code

73

Scan Image

Proses

Hasil

Kembali

Gambar 3.19 Interface Halaman Aplikasi


d. Perancangan Tampilan Scan
Perancangan Halaman Menu Scan merupakan form dimana semua
fungsi scanning objek melalui device scanner berada. Pada form inilah
gambar yang akan diproses dalam aplikasi perhitungan area daun bayam
menggunakan algoritma Chain Code berada..
Berikut adalah gambar dari perancangan tampilan scan dari aplikasi
perhitungan area daun bayam menggunakan algoritma Chain Code.

Select Device
ScanHalaman Scan
Gambar 3.20 Interface
Gambar 3.20 Interface Halaman scan

Keluar

74

e. Perancangan Tampilan Tampil Hasil


Perancangan Halaman Menu Scan merupakan form dimana semua
hasil perhitungan menggunakan algoritma Chain Code lengkap dengan
gambar objek yang terdeteksi akan ditampilkan di table dalam form ini.
Berikut adalah gambar dari perancangan tampilan tampil hasil dari
aplikasi perhitungan area daun bayam menggunakan algoritma Chain
Code.

No

Panjang

Lebar

Luas

Keliling

Persen Chaincode

Image

Kembali

Gambar 3.21 Interface Halaman Tampil Hasil


f. Perancangan Tampilan Halaman About
Perancangan Halaman about aplikasi merupakan form dimana user
dapat melihat tentang info aplikasi baik mengenai info aplikasi dan pembuat
aplikasi.
Berikut adalah gambar dari perancangan tampilan dari halaman about

75

aplikasi.

Teks About

Teks

Kembali

Gambar 3.22 Interface Halaman About


Gambar 3.22 Interface Halaman About

3.1.3 Implementasi Manual Algoritma Chain Code


Seperti dijelaskan sebelumnya Algoritma Chain Code adalah
urutan nomor yang merepresentasikan arah dengan menggunakan simbol-simbol
tertentu yang sebenarnya sama dengan sistem arah mata angin (utara, selatan,
timur, barat).

76

Gambar 3.23 Algoritma Chain Code 4 arah mata angina

Algoritma Chain Code yang dipakai dan hasil analisa yang lebih akurat
adalah dengan menggunakan algoritma 8 chain code direction. hampir sama
dengan metode 4 arah, hanya saja metode ini menggunakan metode 8 mata arah
angin.

1
2

6
4 8 arah mata angina
Gambar 2.24
Algoritma Chain Code
5

Pada aplikasi ini Algoritma yang dipakai adalah 8 arah mata dengan
menggunakan algoritma 8 chain code direction. hampir sama dengan metode 4

77

arah, hanya saja metode ini menggunakan metode 8 mata arah angin.
Berikut cara menghitung luas dari image menggunakan chain
code dengan 8 arah.
Table 3.2 Tabel rumus Algoritma 8 Chain Code

Dari

table diatas
dapat
diketahui
bahwa :

L = Luas yang dicari.


Y

koordinat

maksimal

image

atau

tinggi

image(sebenarnya 0 tapi karena pada laptop nilai


koordinat 0 ada di atas sebelah kiri bukan dibawah
sebelah kiri seperti koordinat Cartesian pada umumnya.
Berikut perhitungan jika titik yang dideteksi pada image adalah
seperti dibawah ini
a
o p
n

b
c d
e
f
g

m
l
k
j

h
i

78

Gambar 2.25 Gambar objek yang akan di hitung


Panjang gambar diatas = 8 piksel (x)
Tinggi gambar diatas = 8 piksel(y)
Sebelum memulai perhitungan kita tentukan titik 0 adalah adalah
huruf sebelum a dengan nilai Y adalah tinggi gambar yang
dideteksi atau = 8.
Table 3.4 Table hasil perhitungan
Huruf
Kode
Perhitungan
Update Angka
Update Keliling
0
0
Y=8
Y=8
0
L=0
L=0
a
3
Y=8
Y=8
1
L = 0+8
L=8
b
4
Y = 8-1
Y=7
2
L = 8 0.5+7
L = 14.5
c
4
Y = 7-1
Y=6
3
L = 14.5 0.5+6 L = 20
d
3
Y=6
Y=6
4
L = 20+6
L = 26
e
5
Y = 6-1
Y=5
5
L = 26
L = 26
f
6
Y = 5-1
Y=4
6
L = 26 0.5 - 4
L = 21.5
g
5
Y = 4-1
Y=3
7
L = 21.5
L = 21.5
h
6
Y = 3-1
Y=2
8
L = 21.5-0.5-2
L = 19
i
6
Y = 2-1
Y=1
9
L = 19-0.5-1
L = 17.5
j
8
Y = 1+1
Y=2
10
L = 17.5 + 0.5 L = 16
2
k
8
Y = 2+1
Y=3
11
L = 16 + 0.5 - 3
L = 13.5
l
1
Y = 3+1
Y=4
12
L = 13.5
L = 13.5
m
8
Y = 4+1
Y=5
13
L = 13.5+0.5-5
L=9
n
2
Y = 5+1
Y=6
14
L = 9 0.5+6
L = 14.5
o
1
Y = 6+1
Y=7
15
L = 14.5
L = 14.5
p
3
Y=7
Y=7
16
L = 14.5 + 7
L = 21.5

79

Dari perhitungan diatas dapat diketahui bahwa luas yang


didapat adalah sebesar 21.5 Pixel, kemudian untuk keliling
adalah banyaknya chain code yang terbentuk, karena chain code
sendiri terbentuk dari pengelilingan titik terhadap objek yang
dihitung. Jadi keliling yang didapat adalah 16 pixel. Untuk chain
code yang terbentuk adalah :
0-3-4-4-3-5-6-5-6-6-8-8-1-8-21-3