Anda di halaman 1dari 14

ETIKA BERGAUL

Oleh
Ustadz Fariq bin Gasim Anuz

SIKAP-SIKAP YANG DISUKAI MANUSIA


[a]. Manusia Suka Kepada Orang Yang Memberi Perhatian Kepada Orang Lain.

Diantara bentuk perhatian kepada orang lain, ialah mengucapkan salam, menanyakan
kabarnya, menengoknya ketika sakit, memberi hadiah dan sebagainya. Manusia itu
membutuhkan perhatian orang lain. Maka, selama tidak melewati batas-batas syari,
hendaknya kita menampakkan perhatian kepada orang lain. seorang anak kecil bisa
berprilaku nakal, karena mau mendapat perhatian orang dewasa. orang tua kadang lupa
bahwa anak itu tidak cukup hanya diberi materi saja. Merekapun membutuhkan untuk
diperhatikan, ditanya dan mendapat kasih sayang dari orang tuanya. Apabila kasih sayang
tidak didapatkan dari orang tuanya, maka anak akan mencarinya dari orang lain.

. Manusia Suka Kepada Orang Yang Mau Mendengar Ucapan Mereka.

Kita jangan ingin hanya ucapan kita saja yang didengar tanpa bersedia mendengar
ucapan orang lain. kita harus memberi waktu kepada orang lain untuk berbicara.
Seorang suami misalnya-ketika pulang ke rumah dan bertemu istrinya, walaupun
masih terasa lelah, harus mencoba menyediakan waktu untuk mendengar istrinya
bercerita. Istrinya yang ditinggal sendiri di rumah tentu tak bisa berbicara dengan
orang lain. Sehingga ketika sang suami pulang, ia merasa senang karena ada teman
untuk berbincang-bincang. Oleh karena itu, suami harus mendengarkan dahulu
perkataan istri. Jika belum siap untuk mendengarkannya, jelaskanlah dengan baik
kepadanya, bahwa dia perlu istirahat dulu dan nanti ceritanya dilanjutkan lagi.

Contoh lain, yaitu ketika teman kita berbicara dan salah dalam bicaranya itu, maka
seharusnya kita tidak memotong langsung, apalagi membantahnya dengan kasar.
kita dengarkan dulu pembicaraannya hingga selesai, kemudian kita jelaskan
kesalahannya dengan baik.

[c]. Manusia Suka Kepada Orang Yang Menjauhi Debat Kusir.

Allah berfirman. "Artinya: Serulah kepada jalan Rabbmu dengan hikmah, dan
nasehat yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang baik, Syaikh Muhammad
Nashiruddin Al-Albani rahimahullah dalam kasetnya, menerangkan tentang ayat :
"Serulah kepada jalan Rabbmu dengan hikmah". Beliau berkata, manusia tidak

suka kepada orang yang berdiskusi dengan hararah (dengan panas). Karena
umumnya orang hidup dengan latar belakang..dan pemahaman yang berbeda
dengan kita dan itu sudah mendarah daging..sehinnga para penuntut ilmu, jika
akan berdiskusi dengan orang yang fanatik terhadap madzhabnya, (maka) sebelum
berdiskusi dia harus mengadakan pendahuluan untuk menciptakan suasana kondusif
antara dia dengan dirinya. target pertama yang kita inginkan ialah agar orang itu
mengikuti apa yang kita yakini kebenarannya, tetapi hal itu tidaklah mudah.
Umumnya disebabkan fanatik madzhab, mereka tidak siap mengikuti kebenaran.
target kedua, minimalnya dia tidak menjadi musuh bagi kita. Karena sebelumnya
tercipta suasana yang kondusif antara kita dengan dirinya. Sehingga ketika kita
menyampaikan yang haq, dia tidak akan memusuhi kita disebabkan ucapan yang
haq tersebut. Sedangkan apabila ada orang lain yang ada yang berdiskusi dalam
permasalahan yang sama, namun belum tercipta suasana kondusif antara dia
dengan dirinya, tentu akan berbeda tanggapannya.

[d]. Manusia Suka Kepada Orang Yang Memberikan Penghargaan Dan Penghormatan
Kepada Orang Lain.

Nabi mengatakan, bahwa orang yang lebih muda harus menghormati orang yang
lebih tua, dan yang lebih tua harus menyayangi yang lebih muda. Permasalahan ini
kelihatannya sepele. Ketika kita shalat di masjidnamun menjadikan seseorang
tersinggung karena dibelakangi. Hal ini kadang tidak sengaja kita lakukan. Oleh
karena itu, dari pengalaman kita dan orang lain, kita harus belajar dan mengambil
faidah. Sehingga bisa memperbaiki diri dalam hal menghormati orang lain. Hal-hal
yang membuat diri kita tersinggung, jangan kita lakukan kepada orang lain. Bentukbentuk sikap tidak hormat dan pelecehan, harus kita kenali dan hindarkan.

Misalnya, ketika berjabat tangan tanpa melihat wajah yang diajaknya. Hal seperti
itu jarang kita lakukan kepada orang lain. Apabila kita diperlakukan kurang hormat,
maka kita sebisa mungkin memakluminya. Karena-mungkin-orang lain belum
mengerti atau tidak menyadarinya. Ketika kita memberi salam kepada orang lain,
namun orang tersebut tidak menjawab, maka kita jangan langsung menuduh orang
itu menganggap kita ahli bidah atau kafir. Bisa jadi, ketika itu dia sedang
menghadapi banyak persoalan sehingga tidak sadar ada yang memberi salam
kepadanya, dan ada kemungkinan-kemungkinan lainnya. Kalau perlu didatangi
dengan baik dan ditanyakan,agar persoalannya jelas. Dalam hal ini kita dianjurkan
untuk banyak memaafkan orang lain.

Allah berfirman.
"Artinya: Terimalah apa yang mudah dari akhlaq mereka dan perintahkanlah orang
lain mengerjakan yang maruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh. [Al-

Araaf : 199]

[e]. Manusia Suka Kepada Orang Yang Memberi Kesempatan Kepada Orang Lain
Untuk Maju.

Sebagai seorang muslim, seharusnya senang jika saudara kita maju, berhasil atau
mendapatkan kenikmatan, walaupun secara naluri manusia itu tidak suka, jika ada
orang lain yang melebihi dirinya. Naluri seperti ini harus kita kekang dan dikikis
sedikit demi sedikit. Misalnya, bagi mahasiswa. Jika di kampus ada teman muslim
yang lebih pandai daripada kita. Maka kita harus senang. Jika kita ingin seperti dia,
maka harus berikhtiar dengan rajin belajar dan tidak bermalas-malasan. Berbeda
dengan orang yang dengki, tidak suka jika temannya lebih pandai dari dirinya.
Malahan karena dengkinya itu dia bisa-bisa memboikot temannya dengan mencuri
catatan pelajarannya dan sebagainya.

[f]. Manusia Suka Kepada Orang Yang Tahu Berterima Kasih Atau Suka Membalas
Kebaikan.

Hal ini bukan berarti dibolehkan mengharapkan ucapan terima kasih atau balasan
dari manusia jika kita berbuat kebaikan terhadap mereka. Akan tetapi hendaklah
tidak segan-segan untuk mengucapkan terima kasih dan membalas kebaikan yang
diberikan orang lain kepada kita.

[g]. Manusia Suka Kepada Orang Yang Memperbaiki Kesalahan Orang Lain Tanpa
Melukai Perasaannya.

Kita perlu melatih diri untuk menyampaikan ungkapan kata-kata yamg tidak
menyakiti perasaan orang lain dan tetapSampai kepada tujuan yang diinginkan.
Dalam sebuah buku diceritakan, ada seorang suami yang memberikan ceramah
dalam suatu majelis dengan bahasa yang cukup tinggi, sehingga tidak bisa dipahami
oleh yang mengikuti majelis tersebut. Ketika pulang, dia menanyakan pendapat
istrinya tentang ceramahnya. Istrinya menjawab dengan mengatakan, bahwa jika
ceramah tersebut disampaikan di hadapan para dosen, maka tentunya akan tepat
sekali.

Ucapan itu merupakan sindiran halus, bahwa ceramah itu tidak tepat disampaikan di
hadapan hadirin saat itu, dengan tanpa mengucapkan perkataan demikian. Hal ini
bukan berarti kita harus banyak berbasa-basi atau bahkan membohongi orang lain.
Namun hal ini agar tidak melukai perasaan orang, tanpa kehilangan maksud untuk
memperbaikinya.

SIKAP-SIKAP YANG TIDAK DISUKAI MANUSIA


Kita mempelajari sikap-sikap yang tidak disukai manusia agar terhindar dari sikap
seperti itu. Maksud dari sikap yang tidak disukai manusia, ialah sikap yang
menyelisihi syariat. berkaitan dengan sikap-sikap yang tidak disukai manusia, tetapi
Allah ridho, maka harus kita utamakan. Dan sebaliknya, terhadap sikap-sikap yang
dibenci oleh Allah, maka harus kita jauhi.

Adapun perbuatan-perbuatan yang tidak disukai manusia ialah sebagai berikut.

Pertama.
Memberi Nasehat Kepadanya Di Hadapan Orang Lain.

Al Imam Asy Syafii berkata dalam syairnya yang berbunyi.

Sengajalah engkau memberi nasehat kepadaku ketika aku sendirian


Jauhkanlah memberi nasehat kepadaku dihadapan orang banyak
Karena sesungguhnya nasehat yang dilakukan dihadapan manusia
Adalah salah satu bentuk menjelek jelekkan
Aku tidak ridho mendengarnya
Apabila engkau menyelisihiku dan tidak mengikuti ucapanku
Maka janganlah jengkel apabila nasehatmu tidak ditaati

Kata nasehat itu sendiri berasal dari kata nashala, yang memiliki arti khalasa, yaitu
murni. Maksudnya, hendaklah jika ingin memberikan nasehat itu memurnikan
niatnya semata mata karena Allah. Selain itu, kata nasehat juga bermakna
khaththa, yang artinya menjahit. Maksudnya, ingin memperbaiki kekurangan orang
lain. maka secara istilah, nasehat itu artinya keinginan seseorang yang memberi
nasehat agar orang yang diberi nasehat itu menjadi baik.

Kedua.
Manusia Tidak Suka Diberi Nasehat Secara Langsung.

Hal ini dijelaskan Al Imam Ibn Hazm dalam kitab Al Akhlaq Was Siyar Fi Mudawatin
Nufus, hendaklah nasehat yang kita berikan itu disampaikan secara tidak langsung.
Tetapi, jika orang yang diberi nasehat itu tidak mengerti juga, maka dapatlah
diberikan secara langsung.

Ada suatu metoda dalam pendidikan, yang dinamakan metoda bimbingan secara
tidak langsung. Misalnya sebuah buku yang ditulis oleh Syaikh Shalih bin Humaid,
imam masjidil Haram, berjudul At Taujihu Ghairul Mubasyir (bimbingan secara tidak
langsung).

Metoda ini perlu dipraktekkan, walaupun tidak mutlak. Misalnya, ketika melihat
banyak kebidahan yang dilakukan oleh seorang ustadz di suatu pengajian, maka
kita tanyakan pendapatnya dengan menyodorkan buku yang menerangkan
kebidahan-kebidahan yang dilakukannya.

Ketiga.
Manusia Tidak Suka Kepada Orang Yang Selalu Memojokkannya Dengan Kesalahan
Kesalahannya.

Yang dimaksud dengan kesalahan-kesalahan disini, yaitu kesalahan yang tidak fatal;
bukan kesalahan yang besar semisal penyimpangan dalam aqidah. Karena manusia
adalah makhluk yang banyak memiliki kekurangan-kekurangan pada dirinya.

Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alus Syaikh menjelaskan dalam ceramahnya, bahwa
ada empat fenomena yang mengotori dakwah Ahlu Sunnah Wal Jamaah.

[1]. Memandang sesuatu hanya dari satu sisi, yaitu hanya dalam masalah-masalah
ijtihadiyah.
[2]. Istijal atau terburu-buru.
[3]. Taashub atau fanatik.
[4]. Thalabul kamal atau menuntut kesempurnaan.

Syaikh Shalih menjelaskan, selama seseorang berada di atas aqidah yang benar,
maka kita seharusnya saling nasehat-menasehati, saling mengingati antara satu
dengan yang lain. bukan saling memusuhi. Rasulullah bersabda yang artinya,
janganlah seorang mukmin membenci istrinya, karena jika dia tidak suka dengan
satu akhlaknya yang buruk, dia akan suka dengan akhlaqnya yang baik.

Imam Ibn Qudamah menjelaskan dalam kitabMukhtasar Minhajul Qashidin, bahwa


ada empat kriteria yang patut menjadi pedoman dalam memilih teman.

[1]. Aqidahnya benar.


[2]. Akhlaqnya baik.
[3]. Bukan dengan orang yang tolol atau bodoh dalam hal berprilaku. Karena dapat
menimbulkan mudharat.
[4]. Bukan dengan orang yang ambisius terhadap dunia atau bukan orang yang
materialistis.

Keempat.
Manusia Tidak Suka Kepada Orang Yang Tidak Pernah Melupakan Kesalahan Orang

Lain.

Sebagai seorang muslim, kita harus bisa memafkan dan melupakan kesalahan orang
lain atas diri kita. tidak secara terus-menerus mengungkit-ungkit, apalagi
menyebut-nyebutnya di depan orang lain. terkadang pada kondisi tertentu,
membalas kejahatan itu bisa menjadi suatu keharusan atau lebih utama. Syaikh
Utsaimin dalam kitab Syarh Riyadush Shalihin menjelaskan, bahwa memaafkan
dilakukan bila terjadi perbaikan atau ishlah dengan pemberian maaf itu. Jika tidak
demikian, maka tidak memberi maaf lalu membalas kejahatannya.

Kelima.
Manusia Tidak Suka Kepada Orang Yang Sombong.

Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda, Tidak akan masuk surga, barang siapa
yang di dalam hatinya ada sifat sombong, walau sedikit saja.. " sombong itu
adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. ada beberapa faktor yang
bisa menyebabkan manusia menjadi sombong.

[1]. Harta atau uang .


[2]. Ilmu.
[3]. Nasab atau keturunan.

Keenam
Manusia Tidak Suka Kepada Orang Yang Terburu-Buru Memvonis Orang Lain.

Dr. Abdullah Al Khatir rahimahullah menjelaskan, bahwa di masyarakat ada


fenomena yang tidak baik. Yaitu sebagian manusia menyangka, jika menemukan
orang yang melakukan kesalahan, mereka menganggap, bahwa cara yang benar
untuk memperbaikinya, ialah dengan mencela atau menegur dengan keras. Padahal
para ulama memilik kaedah, bahwa hukum seseorang atas sesuatu, merupakan
cabang persepsinya atas sesuatu tersebut.

Ketujuh.
Manusia Tidak Suka Kepada Orang Yang Mempertahankan Kesalahannya, Atau Orang
Yang Berat Untuk Rujuk Kepada Kebenaran Setelah Dia Meyakini Kebenaran
Tersebut.

Syaikh Abdurrahman bin Yahya Al Muallimi rahimahullah berkata, pintu hawa


nafsu itu tidak terhitung banyaknya. oleh karena itu, kita harus berusaha menahan
hawa nafsu dan menundukkannya kepada kebenaran. Sehingga lebih mencintai
kebenaran daripada hawa nafsu kita sendiri.

Kedelapan.
Manusia Tidak Suka Kepada Orang Yang Menisbatkan Kebaikan Kepada Dirinya Dan
Menisbatkan Kejelekan Kepada Orang Lain.

Syaikh Utsaimin rahimahullah dalam kasetnya yang menjelaskan syarh Hilyatul ilm,
tentang adab ilmu. Beliau menjelaskan, bahwa jika kita mendapati atsar dari salaf
yang menisbatkan kebaikan kepada dirinya, maka kita harus husnudzan. Bahwa hal
itu diungkapkan bukan karena kesombongan, tetapi untuk memberikan nasehat
kepada kita.

Dalam kitab Ighasatul Lahfan, Al Imam Ibn Qayyim menjelaskan, bahwa manusia
diberi naluri untuk mencintai dirinya sendiri. Sehingga apabila terjadi perselisihan
dengan orang lain, maka akan menganggap dirinya yang berada di pihak yang
benar, tidak punya kesalahan sama sekali. sedangkan lawannya, berada di pihak
yang salah. Dia merasa dirinya yang didhalimi dan lawannyalah yang berbuat dhalim
kepadanya. Tetapi, jika dia memperhatikan secara mendalam, kenyataannya
tidaklah demikian.

Oleh karena itu, kita harus terus introspeksi diri dan hati-hati dalam berbuat. Agar
bisa menilai apakah langkah kita sudah benar. Wallahu alam.

[Sumber : Majalah As-Sunnah edisi 03 04/ V11/ 1424/ 2003 M. Diterbitkan oleh
Yayasan Lajnah Istiqomah, Jl Solo Purwodadi Km 8 Selokaton Gondangrejo Solo
57183]
Logged

"Aku hanyalah insan biasa yang menyatakan sesuatu hari ini, mungkin esok ku ubah
kembali, dan mungkin lusa ku ubah lagi.." -Imam Abu Hanifah.
alhaudhie

o
Reply #1 08 October, 2007, 07:11:15 AM

Publish

Virus-Virus UkhuwwahOleh: mujahid_iman

Seorang sahabat adalah manusia, dia itu dirimu, hanya saja ia adalah orang lain

sekilas lalu,virus2 ukhuwah ini adalah seperti berikut:

1) tamak akan kenikmatan dunia (20:131)

seseorang di antara kamu tidak beriman dengan sempurna kecuali setelah mencintai
saudaranya seperti mencintai dirinya. (hadis Nabi)

2) lalai menjalankan ibadah dan melanggar tuntutan agama

tidaklah dua orang yang saling berkasih sayang kerana Allah berpisah, kecuali disebabkan
oleh dosa yang dilakukan oleh salah seorang di antara keduanya.(hadis Nabi)tidakkah kau
tahu; kadang air itu busuk baunya walau warnanya tetap jernih

hadis Nabi: ..agar mencintai seseorang, ia tidak mencintainya kecuali kerana Allah.

3) tidak santun dalam berbicara-suara tinggi/kata-kata kasar(31:19)


-tidak mendengar sarannya, enggan menatapnya ketika bicara atau mberi salam, tidak
menghargai keberadaannya
-bergurau secara berlebihankelembutan adalah anugerah, ucapan paling baik adalah
kejujuran
sedang bergurau secara berlebihan merupakan kunci segala permusuhan

-sering mendebat dan membantah

sesungguhnya orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang sangat keras kepala dan
selalu membantah. (hadis nabi)

-kritikan keras yang melukai perasaan

4) sikap acuh(59:9)

rindu, kedekatan, dan kehangatan perasaan adalah ibarat bahan bakar yang menyalakan
ukhuwah abadi, menambah gelora semangat, dan meringankan segala beban yang
ditanggung.aku hairan, mengapa selalu merindukan mereka
menanyakan keadaannya kepada setiap orang yang ku temui
padahal mereka di sini bersamaku
mataku mencari mereka ke sana kemari
padahal mereka ada di dekat pelupuknya

hatiku bergejolak merindukan mereka


padahal mereka ada di antara tulang rusukku

sekalipun wajahku tak dapat menatapmu lagi


namun cinta dan ukhuwah tidak akan pernah sirna
aku tidak akan berhenti memujimu
dari kejauhan, bersama untaian doa
jiwaku akan selalu merindukanmu
bersua bersama penuh ketulusan dan cinta

jiwaku adalah jiwaku,jiwaku adalah jiwanya


hasratnya adalah hasratku, hasratku adalah hasratnya

5) mengadakan perbicaraan rahsia (58:10)

jika kamu bertiga, maka janganlah dua di antara kamu membuat perbicaraan rahsia tanpa
melibatkan yg lain, kerana perbuatan itu dapat membuatnya sedih.(hadis Nabi)

6) keras kepala, enggan menerima nasihat dan saran

cukuplah seseorang dinyatakan buruk, jika ia mengejek saudaranya sesama Muslim.( hadis
Nabi)

7) sering membantah, berbeza sikap dan hobi, bersikap sombong dan kasar

ruh ruh itu bagaikan bala tentera, jika mereka saling kenal, maka akan bersatu. Namun jika
tidak saling kenal, maka akan berselisih. (hadis Nabi)

8) memberi teguran di depan orang lain

penyebab cepat pudarnya rasa cinta dan mudah menanam bibit-bibit permusuhan

9) sering menegur, tidak toleran, cenderung negative thinking, enggan memaafkan

terimalah sahabatmu dengan segala kekurangannya


sebagaimana kebaikan mesti diterima walau kecil wujudnya
terimalah sahabatmu kerana jika ia menyakiti
lain kali ia membahagiakansiapa mencari sahabat tanpa cacat, nescaya sepanjang hidupnya
tidak mendapat sahabat

seorang suami yang Mukmin tidak akan memarahi isterinya yang Mukminah, apabila ia tidak

suka terhadap sebagian perangai isterinya, maka ia akan menyukai perangainya yang
lain.(hadis Nabi)

jika tak menegur bererti tiada cinta


cinta tetap bertahan selama ada teguran*

banyak yang tinggal jauh namun ia dekat dihati


banyak orang yang tinggal berdekatan namun hatimu tak mampu menyukai
apalah erti jauh dan dekat melainkan hanya permasalahan nurani

10) mudah percaya terhadap orang yang-orang yang mengadu domba dan memendam dengki

orang2 yang dipertemukan oleh Allah dalam sebuah jalinan ukhuwah harus yakin bahawa
satu sama lainnya saling mencintai dengan penuh ketulusan yang muncul dari nurani yang
paling dalam. Hubungan yang telus seperti itu tidak mungkin dapat tersentuh oleh tangan
tangan dengki, apalagi sampai dapat dihancurkan(8:63)

11) membuka rahsia

jadikanlah semua yang anda ketahui tentang dirinya sebagai amanat yang tidak boleh
dibuka kecuali jika ia mengizinkan

12) mengikuti prasangka(49:12)

orang Mukmin selalu mencari alasan agar boleh memaafkan, sementara orang munafik selalu
mencari cari kesalahan.

13) mencampuri masalah peribadi

diantara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna
baginya. (hadis Nabi)

14) egois, sombong, tidak empati

siapa yang mencukupi keperluan saudaranya, nescaya Allah mencukupi keperluannya. Siapa
yang menolong seorang Mukmin dari suatu kesusahan, nescaya Allah akan menolongnya dari
salah satu kesusahan pada hari kiamat. Siapa yang menutupi aib seorang Muslim, nescaya
Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat. (hadis Nabi)setiap sahabat selalu dekat dikala
senang
namun sahabat sejati adalah yang tetap menemani
ketika penderitaan menimpa

15) menutup diri, berlebihan, membebani, dan menghitung hitung kebaikannya kepadamu

carilah sahabat yang akan kau beri ketulusan dan hak hak ukhuwah, bukannya yang kau
harapkan menerima sesuatu darinya

16) enggan mengungkapkan perasaan cinta,

jika seseorang mencintai saudaranya, maka kabarkanlah bahawa ia mencintainya.(hadis


Nabi)

17) melupakannya kerana sibuk mengurusi orang lain dan kurang setia

orang yang tidak boleh membuktikan cintanya kepada sahabat lama tidak akan mampu
membangun cinta dengan sahabat baru

18) suka menonjolkan kelebihan peribadi,

jika seorang daie mendermakan dakwahnya hanya untuk Allah semata, bukan untuk
kepentingan peribadi, masalah2 biasa tidak akan berubah menjadi problema besar atau
malapetaka

19) mengingkari janji dan kesepakatan tanpa alasan yang kuat

tanda tanda munafik ada tiga; jika berkata ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika
dipercaya, ia berkhianat.(hadis Nabi)

20) selalu menceritakan perkara yang membangkitkan kesedihannya dan suka menyampaikan
berita yang membuatnya resah.

21) terlalu cinta

cintailah kekasihmu sesederhana mungkin, siapa tahu ia menjadi musuhmu pada suatu saat
nanti. Dan bencilah musuhmu sesederhana mungkin, siapa tahu ia menjadi sahabat dekatmu
pada suatu saat nanti.(hadis Nabi)

insya Allah, seizinnya..mari reflek diri..kerana sesungguhnya, tahap terendah adalah untuk
berlapang dada sesama kita..n tingkat tertinggi pula, adalah untuk melebihkan mereka, lebih
dari diri kita sendiri

http://dakwah.info/?p=130

Logged

ISLAM untuk semua

- Pentadbiran
- Pondok Tahfiz

husnulkhatimah

hitam putih kehidpan..sendiri yg menentukan....

o
Reply #2 03 July, 2008, 11:54:42 AM

Publish
Berikut adalah 5 tips bagaimana berurusan dgn ajnabi. Tips2 ni telah dikongsi oleh
seorang sahabat yg amat disenangi oleh kaum wanita dan disegani oleh kaum lelaki.
Semoga dgn mengamalkan perbatasan perhubungan ini, akan lebih suci bagi hati
kita dan bagi hati mereka. Sama2 lah kita menjaga hati.

1. Elakkan berurusan dgn sahabat yg berlainan jantina. Kalau ada peluang utk minta
tolong dgn sahabat sejantina, mintalah tolong dari mereka. Disebabkan limitation
kemampuan perempuan seperti repair kereta, repair laptop dan lain2, maka
terpaksalah minta tolong dari org lelaki.

2. Kalau terpaksa contact sahabat yg berlainan jantina, gunakanlah medium


perantaraan dalam bentuk tulisan, seperti SMS, email, atau nota kecil. Gunakan
perkataan2 formal, bukan bahasa pasar. Contoh: Maaf, (bukan sorrie..), Terima
kasih (bukan time kaceh). Lagi satu takyah la buat smiley face ke (^_^), gelak2 ke
(hihihih), dan lain2 yg kurang berfaedah. Elakkan bercakap melalui telefon kalau
belum desperate. Ini kerana suara wanita amat lunak dan boleh menggetarkan jiwa
lelaki. Sampai Allah pun kena sound kat org pempuan supaya keraskan suara. Rujuk
qur'an surah Al-Ahzab ayat 32:

"Wahai isteri2 nabi, kamu bukanlah seperti perempuan2 lain jika kamu bertaqwa.

Maka jgn lah lemah lembutkan suara dlm berbicara, sehingga bangkit nafsu org yg
ada penyakit dlm hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan yg baik"

Kalau rasa ayat ni ditujukan kepada isteri2 nabi je, lembut2kanlah suaramu dan
lihatlah kesannya. Apabila arahan ni diberi kepada isteri2 nabi, sepatutnya wanita
juga patut menyahut seruan tu utk mencapai darjat yg sama seperti mereka, darjat
wanita2 yg bertaqwa, dan darjat wanita2 yg terpilih. Best kan?

3. Tundukkan hati : Apabila wanita terpaksa berurusan dgn lelaki,mereka


sepatutnya merasa bulu roma mereka meremang, kerana takut pada Allah. Wanita
perlu takut sekiranya disebabkan mereka, lelaki ni tertarik kepada mereka. Waktu
berdepan dgn lelaki2 tu, wanita perlu byk2 lah berdoa, "Ya Allah, jgnlah Kau
buatkan lelaki ini tertarik kepadaku. Jauhkan pandangannya dari panahan syaitan."

4. Tundukkan pandangan. Jangan tertipu dgn matapelajaran communication skills yg


kita belajar kat uni dulu; "make eye contact with the person you're talking to".
bende tu applicable kalau kita becakap dgn org yg sama jantina sahaja. Kalau ada
eye contact dgn org yg berlainan jantina, kita akan mendapati theory "dari mata
turun ke hati" tu betul. so, be careful dgn pandangan mata.

Para sahabat dulu pun, Allah perintahkan supaya tahan pandangan apabila mereka
berurusan dgn isteri2 nabi. Cuba rujuk surah al-ahzab ayat 53; "....Apabila kamu
meminta sesuatu dari isteri2 nabi, mintalah dari belakang tabir. Itu lebih suci bagi
hatimu dan hati mereka.." Kita bukan disuruh membawa tabir ke mana2 kita pergi.
kalau susah sgt nk jaga mata, tutuplah pandangan dgn buku ke, ngan file ke. Kita
lihat betapa Allah sgt ambil berat masalah hati para sahabat n isteri2 nabi supaya
mereka tak tewas ke dalam kemungkaran. Kalau kita pun nk jadi sehebat diorang,
kenalah buat apa yg diorang buat. Takkan nk tunggu Allah sebut nama kita dlm
Qur'an baru nk buat kot. Cth: "Wahai Cik Ain.. taatilah suamimu..." Isk2. tak layak
nye..

5. Cepatkan urusan. Ni mungkin applicable kepada students/ org yg dah kerja yg


terpaksa berurusan dgn team mate yg berlainan jantina. Dah tak boleh elak, dia je
team mate kita. So, apa2 kerja yg nk dibuat bersama, buat je la keje tu. takyah nak
borak2, tanya hal peribadilah, gelak2 lah, buat lawaklah.. tak perlu tak perlu.
Siapkan keje cepat2, then pergi. Perbincangan buatlah di tempat yg proper dan
berurusanlah secara professional.

Semoga bermanfaat dan semoga kita dikenali sebagai lelaki soleh dan wanita
solehah yg ada identity, yg taat pada perintah Allah dan takutkan hari
pembalasan.Semoga tidak melalaikan diri kita dan org yg menerimanya. Jaga diri,

hiasi peribadi. (",)

wassalam...