Anda di halaman 1dari 12

TEORI STRES DAN ADAPTASI

Stres dapat dijadikakan sebagai stimulus untuk perubahan dan


perkembangansehingga dalam hal ini dapat gianggap positif atau bahkan perluh.
meskipun demikian stres yang terlalu berat dapat menyebabkan sakit penilaian
yang buruk dan ketidak mampuan untuk bertahan.
Stres adalah sebagai respon adaptif yaitu akibat tindakan,situasi,kejadian
eksternal yg menyebabkan tuntutan fisik dan atau spikologis terhadap seseorang
(Invancevich dan Matteson 1980).
Claude Bernard,1867 stres adalah seorang psikolog yg pertama yg
mengakui adanya dampak positif yg ditimbulkan stres,menurutnya perubahan
dalam lingkungan internal dan eksternaal dapat menggangu fungsi organisme
sehingga penting bagi organisme untuk beradaptasi.terhadap stesor untuk dapat
bertahan. stesor adalah stimulus yg mewakili atau memicuh perubahan yg
menimbulkan stres.
Hans seyle ,1976,menyatakan stres merupakan situasi dimana suatu
tuntutan yg sifatnya tdk spesifik dan mengharuskan seseorang memberikan
respon atau mengambil tindakan.
Walter cannon 1920 mempelajari respon fisiologis terhadap naiknya
emosi dan menekankan fungsi adaptasi dan reasifight or flight(menghadapi
atau lari dari stres.
1. Sumber stress
Stresor faktor yg menimbulkan stres;berasal dari dalam diri sendiri (internal
dan beralas dari luar (ekstenal).
a. Internal
Stres bersumber dari diri sendiri misalnya, tuntutan pekerjaan,atau beban
terlalu berat, kondisi keuangan, ketidakpuasan dgn fisik tubuh,penyakit
yg dialami,masa pubertas,karakteristikatau sifat yg dimiliki.
b. Eksterna
Dari keluarga, masarakat dan lingkungan. Stres yg berasal dari keluarga
disebabkan oleh perselisihan dalam keluarga,berpisahan orang
tua,adanya anggota keluarga yg mengalami kecanduan narkoba dll.
Sumber stresor masarakat dan lingkungan pekerjaan, lingkungan sosial,
lingkungan fisik,contoh adanya atasan yg tdk pernah puas di tempat
kerja,irih terhadap teman yg status sosialnya lebih tinggi.polusi
udara,dan sampah dilingkungan tempat tinggal.
2. Jenis jenis stress
Ditinjau dari penyebabnya stres dapat dibedakan kedalam beberapa jenis:
a. Stres fisik merupakan stres yg disebabkan oleh keadan fisik,seperti suhu
yg terlalu tinggi,atau terlalu rendah,suara bising,siinar matahari yg

3.

terlalu menyengat.
b. Stres kimiawi merupakan stres yg disebabkan oleh pengaruh senyawa
kimia yg terdapat dalam obat,zat beracun asam,basa,faktor hormon atau
gas dll.
c. Stres mikrobiologi:merupahkan stres yg disebabkan oleh kuman,seperti
virus,bakteri dan parasit.
d. Stres fisiologis:stres yg disebabkan oleh gangguan fungsi organ tubuh,
antara lain gangguan srtuktur tubuh, fungsi jaringan organ lain.
e. Stres proses tumbuh kembang:stres yg disebabkan proses tumbuh
kembang seperti masa pubertas,pernikahan,dan pertambahan usia.
f. Stres psikologis atau emosi:stres yg disebabkan gangguan situasi
spikologis atau ketidak mampuan kondisi psikologis unk menyesuaikan
diri,misalnya dalam hubungan interpesonal,sosial budaya dan
keagamaan.
Model stress
Stres dapat di pelajari dari sisi medis,dan dimodel teori dan perilaku,model
stres ini dapat digunakan untuk membantu pasien respon yg tidak sehat dan
tidak produktif terhadap stresor.
a. Model berdasarkan respon
Model ini menjelaskan respon atau pola respon tertentu yang dapat
mengidentifikasikan .Model stres dikemukakan oleh Selye,1976,
menguraikan stres sebagai respon yang tidak spesifik dari tubuh
terhadap tuntutan yang dihadapinya.Stres ditunjukan oleh reaksi
fisiologis tertentu yang disebut sindrom adaptasi umum(general
adaptation syndrom GAS).
b. Model berdasarkan adaptasi
Model ini menyebutkan 4 faktor yang menemukan apakah suatu situasi
menimbulkan stres atau tidak (Mechanic,1962) yaitu:
Kemampuan untuk menghadapi stres,tergantung pada pengelaman
seseorang dalam menghadapi stres serupa,sistimpendukung,dan
presepsi keseluruhan terhadap stres.
Praktek dan normal dari kelompok atau rekan-rekan pasien yang
mengalami stres.Jika kelompoknya menganggap wajar untuk
membicarakan stresor maka pasien dapat mengeluhkan atau
mendiskusiksan hal tersebut,respon ini dapat membantu proses
adaptasi terhadap stres.
Pengaruh
lingkungan,sosial
dalam
membantu
seseorang
menghadapi stres.Seorang mahasiswa resah menghadapi hasil ujian
akirnya yang pertama dapat mencari pertolongan dosennya,dosen
dapat memberi penilaian dan selanjut dapat memberikan

c.

d.

referensiterhadap asisten dosen tertentu yang menurutnya mampu


membantu kegiatan belajar mahasiswa tersebut.dosen dan asisten
dosen tersebut dalam contoh ini merupahkan sumber penurun
tingginya stresor yang dialami mahasiswa tersebut.
Sumber daya yang dapat digunakan untuk mengatasi
stresor.Misalnya seorang penderita sakit yang kurangmampu dalam
hal Keuangan dapat memperoleh bantuan tunjangan ASKES.ini
contoh untuk membantu stres secara fisiologis.
Model berdasarkan stimulus
Model ini berdasarkan kakakteristik yang bersiwat mengganggu atau
merusak dalam lingkungan.Riset klasik yang mengungkapkan stres
sebagai stimulus telah menghasilkans skala penyesuain ulang sosial
yang mengukur dampak dari peristiwa-peristiwa besar dalam kehidupan
seseorang terhadap penyakit yang dideritanya(Holmes dan
rahe,1976).asumsi yang akan mendasari model ini adalah peristiwaperistiwa yang mengubah hidup seseorang merupahkan hal normal yang
membutuhkan jenis dan waktu penyesuaian yang sama.
Orang adalah penerimah stres yang pasif,persepsi mereka terhadap sustu
peristiwa tidaklah relewan. Semua orang memiliki ambang batas
stimulus yang sama dan sakit akan timbul setelah ambang batas tersebut
terlampaui.
Model berdasarkan transaksi
Model ini memandang orang dan lingkungannya dalam hubungan yang
dinamis,resiprokal,dan interaktif,Model yang dikembangkan oleh
Lazarus dan flokman ini menganggap stresor sebagai respon perseptual
seseorang yang berakar dari proses psikologis dan kognitif.stres berasal
dari hubungan antara orang dan lingkungannya.

PROSES TERJADINYA STRES SECARA FISIOLOGI


Stres sebagai respons biologis
Pada tahun 1956,hans Selye mempubliksikan hasil penelitiannya
mengenai respon fisiologis dalam suatu system biologi terhadap perubahan yang
diinginkan.Sejak pertama publikasinya,ia telah merevisi ulang definisi tentang
stress menjadi keadaan yang dimanifestasikan oleh sindrom khusus yang
terdiri dari semua perubahan yang penyebabnya tidak spesifik dalam biologi
(Selye ,1976).Sindrom ini telah dikenal sebagai fight or flight syndrome.
Dalam tahun 1936,Selye merumuskan stress sebagai generasi adaptation
syndrome (GAS) atau syndrome penyesuaiain umum. Selye membagi reaksi
umum tubuh terhadap stress dalam tiga tahap yaitu reaksi waspada, reaksi

melawan , dan reaksi kelelahan.


General Adaptation syndrome
Bila factor penyebab stress tidak dapat diatasi dan factor penyebab
tersebut terlalu besar maka reaksi tubuh yaitu GAS mulai bekerja untuk
melindungi individu agar dapat bertahan hidup. GAS pada dasarnya merupakan
reaksi fisiologis akibat rangsangan fisik dan fsikososial.Bila individu terancam
oleh stress,isyaratnya akan dikirim keotak dan otak mengirim informasi ini ke
hipotalamus sehingga system saraf otonom dan endokrin terstimulasi. Akibatnya
terjadi suatu perubahan fisiologis berupa gejala dari system saraf otonom dan
system endokrin.
1. Tahap reksi waspada
Pada tahap ini dapat terlihat reksi psikologis fight or flight syndrome dan
reaksi fisiologis. Pada tahap ini individu mengadakan reaksi pertahanan
terekspos pada stressor. Tanda fisik yang akan muncul adalah curah jantung
yang meningkat, peredaran darah cepat, darah diferifer dan gastrointestinal
mengalir ke kepala yang terpengaruh, maka gejala stress akan
mempengaruhi denyut nadi, ketegangan otot. Pada saat yang sama,daya
tahan tubuh berkurang, bahkan bila stressor sangat besar atau kuat (mis.luka
bakar hebat, suhu yang terlalu panas/dingin) dapat menimbulkan kematian.
2. Tahap melawan
Pada tahap ini individu mencoba berbagai macam mekanisme
penanggulangan psikologis dan pemecahan masalah serta mengatur strategi
untuk mengatasi stressor ini. Tubuh berusaha menyeimbangkan proses
fisiologis yang telah dipengaruhi selama reaksi waspada untuk sedapat
mungkin kembali kekeadaan normal dan pada waktu yang sama pula tubuh
mencoba mengatasi factor-faktor penyebab stress. Apabila proses fisiologis
telah teratasi maka gejala-gejala stress akan menurun,tubuh akan secepat
mungkin berusaha normal kembali karena ketahanan tubuh ada batasnya
dalam beradaptasi.jika stressor berjalan terus dan tidak dapat diatasi/
terkontrol maka ketahanan tubuh untuk beradaptasi akan habis dan individu
tidak akan sembuh.
3. Tahap Kelelahan
Tahap ini terjadi karena ada suatu perpanjangan tahap awal stress yang tubuh
individu telah terbiasa. Energi penyesuaian terkuras, dan individu tersebut
tidak dapat mengambil dari berbagai sumber untuk penyesuaian yang
digambarkan pada tahap kedua. Akan timbul gejala penyesuain diri terhadap
lingkungan seperti sakit kepala, gangguan mental, penyakit arteri colonel,
bisul, kolistis. Tanpa ada usaha melawan, kelelehan bahkan kematian dapat
terjadi (sel ye,1956,1974).
Bila tubuh terekspos pada stressor yang sama dalam waktu yang sangat lama

secara terus menerus, maka tubuh yang semula telah biasa menyesuaikan
diri, akan kehabisan energy untuk beradaptasi. Pada keadaan ini timbul
kembali tanda-tanda, namun pada tahap ini bersifat irreversible, individu
akan meningkat. Daya tahan yubuh terhadap suatustresor tidak dapat
dianggap bertahan selamanya,karena pada suatu saat energy untuk adaptasi
itu akan habis.
Selye menunjukkan penelitian yang ekstensif pada suatu tempat
percobaan buatan yang terkontrol dengan binatang percobaan sebagai subyek.
Dia menemukan akibat fsikologis dengan stimulasi (rangsangan) fisik, seperti
menghadapkan subyek terhadap temperature panas atau dingin, kejutan listrik,
injeksi zat beracun, isolasi fisik dan luka beda. Sejak penerbitan hasil
penelitiannya ,studi-studi lain telah mengungkapkan bahwa syndrome fight or
flight gejalanya. Nampak pada efek fsikologis atau rangsangan emosi seperti
juga pada rangsangan fisik, dan karenanya tubuh mungkin kehabisan energy
penyesuaiannya lebih cepat pada stress fisikologis dari pada penyakit fisik.
Mekanisme stress-Adaptasi fisiologis.
Tanda peringatan pertama dari rasa takut, marah, frustasi, trauma atau
penyakit pada tubuh pertama diterima oleh saraf sensoris yang disebut dengan
organ sensoris seperti mata, telinga, lidah dan kulit yang terletak dibagian luar
tubuh.Tanda-tanda peringatan ini diteruskan oleh saraf ke hipotalamus dan
korteks serebral. Hipotalamus terlibat karena organ ini mengontrol fungsi
otomatis seperti pemgatur suhu tubuh,keseimbangan cairan dan sekresi hormone
yang perannya sangat penting dalam memelihara homeostatis tubuh. Korteks
serebral terlibat dalam fungsi ini untuk meningkatkan kesadaran seseorang
terhadap stress yang dihadapinya agar individu dapat segera mengatasi stress .
Kedua pusat dalam otak ini harus terlibat untuk dapat mengadakan
reaksi adaptasi terhadap stress baik secara fisiologis maupun psikologis.
Kombinasi kedua reaksi ini merupakan usaha tubuh untuk melindungi diri
terhadap stress dengan cara mengeluarkan tenaga cadangan yang diperlukan
dalam beradaptasi.
Dalam tahap ini, semua sytem dalam organ dalam keadaan siaga dan
siap untuk bertempur atau melarika diri dari stress. Jantung bekerja lebih keras
untuk meningkatakan curah jantung dan meningkatkan kadar oksigen serta gizi
yang diperlukan untuk pengeluaran energi. Detak jantung bertambah cepat agar
dapat meningkatkan jumlah oksigen yang diperlukan.Pembuluh darah
meningkatkan kontraksi untuk membantu kerja peredaran darah. Otot-otot
berkontraksi sehingga kaki tangan dan punggung siap untuk bertindak jika perlu
untuk melindungi tubuh terhadap ancaman. Produksi keringat meningkat,sebagai
hasil peningkatan suhu tubuh yang dikeluarkan melalui mulut.

Hipotalamus merangsang system endokrin yang mengontrol kerja


kelenjar hipopisis.Reaksi ini menyebabkan peningkatan produksi hormon yang
mempengaruhi sebagian besar organ tubuh.Lobus posterior dari hipofisis
mengeluarakan ADH (antidiuretik hormone) yang dibawa melalui aliran darah
keginjal, yang merangsang ginjal mengeluarkan urine. Dengan cara ini volume
darah meningkat untuk membantu sirkulasi oksigen dan zat-zat makanan lain
umtuk menghasilkan energi. Sebagai akibat kerja ini tekanan darah meningkat.
Lobus anterior hipofisis juga menghasilkan beberapa macam hormone, salah
satunya hormone tiroksin yang merangsang tiroid untuk meningkatkan
metabolism tubuh supaya lebih banyak memproduksi energi yang langsung dapat
dipakai.
Hormon lain adalah genetropin yang dapat merangsang pancreas
memproduksi glukogen yang merangsang hepar, otak, jaringan lemak untuk
mengeluarkan energi yang tersimpan disana. Dengan cara ini memungkunkan
produksi energy lebih banyak yang diperlukan selama reaksi stress. Kelenjar
hipofisis duga menyekresi hormone ACHT (adrenocorticotropic hormone ) yang
merangsang kelenjar adrenalin yang terletak diatas ginjal untuk menghasilkan
hormone tambahan yang menahan air keginjal dan meningkatkan volume darah,
pengeluaran energy yang tersimpan dalam hepar, otot, dan jaringan lemak .
Kelenjar adrenalin mengeluarkan hormone tambahan yang disebut
adrenalin. Adrenalin ini langsung bekerja ke berbagai organ tubuh, misalnya
meningkatkan kerja jantung, melebarkan pupil, meningkatkan pengeluaran
keringat dan menurunkan aktivitas gastrointestinal dan menyempitkan pembuluh
darah. Efek fsikologis adrenalin misalnya rasa marah dan rasa takut. Jika individu
ini dapat mengatasi stress, maka fungsi tubuh akan normal kembali tetapi bila
gagal maka stress akan berlangsung terus menerus sehingga persediaan tenaga
didalam tubuh akan habis dan individu tersebut menjadi kepayahan. Seorang
individu sering mengalami stress ,hingga terdapat perubahab fisiologis dalam
jangka waktu lama maka akan terjadi kerusakan yang menetap dalam tubuh .
Stres Sebagai Suatu Peristiwa Lingkungan
Konsep kedua mengidentifikasikan stress sebagai sesuatuatau
peristiwa yang memicu respons fisiologis dan psikologis yang adaptif pada
individu. Peristiwa ini adalah salah satu yang menimbulkan perubahan dalam
pola hidup individu, yang memerlukan penyesuaian gaya hidup,dan menguras
kemampuan seseorang. Perubahan itu bisa berakibat positif seperti seseorang
yang berprestasi tinggi,atau negative misalnya dipecat dari pekerjaanya.
Penekanan disini adalah perubahan dari pola hidup individu yang telah mantap.
Stres sebagai Transaksi Antara Individu dan Lingkungan

Stres sebagai proses yang meliputi stressor dan strain dengan


menambahkan dimensi hubungan antara individu da lingkungan. Interaksi antara
manusia dan lingkungan yang saling mempengaruhi disebut sebagai hubungan
transaksional. Stres bukan hanya suatu proses ketika stimulus atau sebuah
respons saja,tetapi juga suatu proses ketika seseorang adalah perantara (agent)
yang aktif yang dapat mempengaruhi stressor melalui strategi perilaku, kognitif
dan emosional.
Individu akan memberikan reaksi stress yang berbeda pada stressor yang
sama. Sebagai contoh, bila mengamati prilaku orang dijalur lalu lintas. Orangorang yang terjebak dijalur lalu lintas dan terlambat datng dipertemuan penting,
terus-menerus akan melihat jam tangannya, sementara orang lain terlihat santai
saja sambil menikmati music.
Dalam hal ini jelas terlihat bahwa terdapat perbedaan dalam mengartikan
bahwa timbulnya kesadaran stress merupakan proses yang kompleks dan dinamis.
Peristiwa pencetus stress
Lazarus dan folkman (1984) mengidentifikasikan stress sebagai suatu
hubungan antara seseorang dan lingkungannya yang dianggapnya melampaui
kemampuan dirinya dan mengancam kesejataraan hidupnya .peristiwa yang
mencetuskan stress yaitu timbulnya suatu rangsangan dari lingkungan eksternal
dan internal yang dirasakan oleh individu melalui sikap tertentu.hal yang
menentukan apakah suatu hubungan dengan seseorang atau lingkungan tertentu
menimbulkan stress bergantung pada penilaian kognitif individu tentang situasi.
Penilaian kognitif (cognitippe raisal) adalah suatu evaluasi individu terhadap
kepentingan pribadinya pada peristiwa atau kejadian. Suatu peristiwa
mencetuskan suatu respons pada individu dan respons tersebut dipengaruhi oleh
resepsi individu terhadap peristiwa tersebut.
Terdapat beberapa penilai stres adalah; skala Holmes dan Rahe 1967,
beserta skla Miller dan Smith,1985.
1. Skala Holmes dan Rahe
Skala ini menghitung jumlah stres yang dialami seseorang dengan cara
menambahkan nilai relatif stres,yang disebut unit perubahan hidup (life
change units-LCU) untuk berbagai peristiwa yang dialami seseorang.skala
ini berdasarkan premis bahwa peristifa baik maupun buruk dalam kehidupan
seseorangdapat meningkatkan tingkat stres dan membuat orang tersebut lebih
rentang terhadap penyakit dan masalah kesehatan mental.
2. Skala Miller dan Smith
Beberapa aspek tertentu dari kebiasaan ,gaya hidup,dan lingkungan
seseorang dapat menjadikannya lebih kebal atau lebih rentan terhadap
dampak negatif stres.

ADAPTASI TERHADAP STRES


Ketika mengalami stres,orang menggunakan energi fisiologis,
psikologis, sosFial budaya dan spiritual untuk beradaptasi.jumlah energi yang
dibutuhkan dan efektifitasnya upaya adaptasi tersebut bergantung pada intensitas,
lingkup, dan jangka waktu stresor,serta jumlah stresor lainya.
1. Fisiologis
Riset klasik yang dilakukan Selye 1976(dalam potter dan Perry,1997 )
membagi adaptasi fisiologi menjadi sindrom adaptasi local (lokal adaptasi
sindrom,LAS) dan sindrom adaptasi umum (general adaptation syndromGAS). Adaptasi fisiologis dapat berupa:
a. LAS (local Adaptation Syndroma) merupahkan proses adaptasi yang
bersifat. Misalnya:
Manifestasi dari proses infectic
Merah
Nyeri
Bengkak
Panas
Fungsiolaesa
Ciri-ciri LAS yaitu:
bersifat lokal yaitu tidak melibatkan seluruh sistim tubuh.
bersifat adaptif yaitu diperluhkan stresor untuk menstimulasikan.
bersifat jangka pendek yaitu tidak berlangsung selamanya.
bersifat restoratif yaitu membantu memperbaiki homeostatis daerah
atau bagian tubuh.
b. GAS
Adalah proses adaptasi bersifat umum atau sistemik.misalnya apabila
reaki lokal tidak dapat diatasi,maka timbul gangguan sistim atau seluruh
tubuh lainya berupa panas diseluruh tubuh,berkeringat,dll. Gas terdiri 3
tahap yaitu:
Tahap reaksi merupakan tahap awal dari proses adaptasi,yaitu tahap
dimana individu siap menghadapi stresor yang akan masuk kedalam
tubuh.tahap ini ditandai dengan kesiagaan yang ditandai dengan
perubahan fisiologis pengeluaran hormon oleh hipotalamus yang
menyebabkan kelenjar adrenal mengeluarkan adrenalin ,yang
selanjutnya memacu denyut jantung dan menyebabkan pernapasan
menjadi cepat dan dangkal,kemudian hipotalamus melepaskan
hormon ACTH (hormon adrenokortikotropik) yang dapat

2.

merangsang adrenal untuk mengeluarkan kortikoid yang akan


mempengaruhi berbagai fungsi tubuh.aktifitas hormonal yang
ekstensif tersebut mempersiapkan seseorang untuk fight or flight
Tahap resistensi dimana pada tahap ini tubuh mulai stabil, tingkat
hormon tekanan darah dan output jantung kembali
kenormal.individu berupaya beradaptasi dengan stres.jika stres
dapat diselesaikan tubuh akan memperbaiki kerusakan yang
mungkin telah tejadi,namun jika stresor tidak hilang ia akan
memasuki tingkat ke 3.
tahap kelelahan dimana tahap ini ditandai dengan terjadinya
kelelahan karena tubuh tidak mampu lagi menanggung stres dan
habisnya energi yang diperluhkan untuk beradaptasi, tubuh tidak
mampu melindungi dirinya sendiri menghadap stresor, regulasi
fisiologis menurun, dan jika stres terus berkelanjut dapat
menyebabkan kematian.
Adaptasi psikologis
Adapatasi adalah proses penyesuaian secara psikologis dengan cara
melakukan mekanisme pertahanan diri yang bertujuan untuk melindungi atau
bertahan dari serangan atau hal yang tidak menyenangkan. Adaptasi
psikologis bisa bersifat konstruktif dan destruktif. Perilaku yang konstruktif
membantu individu menerima tantangan untuk memecahkan konflik.perilaku
destruktif ,tidak membantu individu mengatasi stresor. Perilaku adaptasi juga
mengacu pada mekanisme koping (coping mechanism) yang berorientasi
pada tugas (task oriented) dan mekanisme pertahanan diri (ego oriented).
Reaksi yang berorientasi pada tugas.
Reaksi ini melibatkan penggunaan kognitif untuk mengurangi stres dan
memecahkan masalah. Terdapat 3 jenis perilaku yang umum:
Menyerang yaitu, bertindak menghilangkan, mengatasi stresor, atau
memenuhi kebutuhan, misalnya berkonsultasi dengan orang yang
ahli.
Menarik diri dari strsor secara fisik maupun emosi.
Berkomromi,
yaitu
mengubah
metode
yang
biasa
digunakan,mengganti tujuan.
Reaksi berorientasi pada ego
Reaksi ini dikenal sebagai mekanisme pertahanan diri secara psikologis
untuk mencegah gangguan psikologis yang lebih dalam. Mekanisme
pertahanan diri tersebut adalah:
Rasionalisasi: berusaha memberikan alasan yang rasional sehingga
masalah yang dihadapinya dapat teratasi.

3.

4.

Pengalihan: upaya untuk mengatasi masalah psikologis dengan


melakukan pengalihan tingka laku pada obiek lain, contohnya jika
seseorang terganggu akibat situasi gaduh yang disebabkan oleh
temannya, maka ia berupaya mengalahkan temannya itu.
Kompensasi;mengatasi masalah dengan mencari kepuasan pada
keadaan lain.misalnya seseorang memiliki masalah karena
menurunnya daya ingat ,maka disisi lain ia berusaha menonjolkan
bakat melukis yang dimilikinya.
Identifikasi: meniru perilaku orang lain dan berusaha mengikuti
sifat,karakteristik dan tindakan orang tersebut.
Represi: mencoba menghilangkan pikiran masa lalu yang buruk
dengan melupakan atau menahannya di alam bawah sadar dan
sengaja melupakannya.
Supresi: berusaha menekan masalah yang secara sadar tidak
diterima dan tidak memikirkan hal-hal yang kurang menyenangkan.
Penyangkalan: upaya pertahanan diri dengan cara menyangkal
masalah yang dihadapi atau tidak mau menerimah kenyataan yang
dihadapinya. Misalnya menolak kenyataan pasangan sudah
meninggal dunia dengan cara tetap melakukan rutinitas seolah-olah
pasangan masih ada.
Adaptasi sosial budaya
Merupakan cara untuk mengadakan perubahan dengan melakukan proses
penyesuaian perilaku yang sesuai dengan normal yang berlaku
dimasanyarakat.misalnya seseorang yang tinggal dalam lingkungan
masnyarakat dengan budaya gotong royong akan berupaya beradaptasi
dengan lingkungannya tersebut
Adaptasi spiritual
Proses penyesuaian diri dengan melakukan perubahan perilaku yang
didasarkan pada keyakinan atau kepercayaan yang dimiliki sesuai dengan
agama yang dianutnya.misalnya apabila mengalami stres, seseorang akan
giat melakukan ibadah, seperti rajin sembayang, puasa dan sebagainya.

PENANGAN STRES
Merupakan upaya mengelolah stres dengan baik,bertujuan mencegah
dan mengatasi stres agar tidak sampai ketahap yang lebih berat.
Beberapa manajemen stres yang dapat dilakukan adalah:
1. Mengatur diet dan nutrisi;merupahkan cara yang efektif dalam mengurangi
atau mengatasi stres.ini dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan
yang bergizi sesuai porsi dan jadwual yang teratur, menu juga sebaiknya

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

bervariasi agar tidak timbul kebosanan.


Istirahat dan tidur;merupahkan obat yang baik dalam mengatasi stres karena
istirahat dan tidur yang cukup akan memulihkan keletihan fisik dan
kebugaran tubuh,tidur yang cukup juga akan memperbaiki sel-sel yang telah
rusak.
Olaraga teratur:salah satu cara meningkatkan daya tahan dan kekebalan fisik
maupun mental.olaraga yang dilakukan tidak harus sulit olaraga yang
dianjurkan seperti jalan pagi,lari pagi dilakukan 2 mg sekali,tidak harus
sampai berjam-jam,diamkan biarkan badan berkeringat sejenak lalu mandi
untuk memulihkan kesegarannya.
Berhenti merokok;bagian dari car menanggulangi stres karena dapat
meningkatkan status kesehatan serta menjaga ketahanan dan kekebalan
tubuh.
Menghindari minuman keras:merupahkan faktor pencetus terjadinya
stres.dengan menghindari minuman keras,individu dapat terhindari dari
berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh pengaruh minuman keras
yang mengandung alkohol.
Mengatur berat badan:BB yang tidak seimbang(terlalu gemuk atau terlalu
kurus)merupahkan faktor dapat menyebabkan timbulnya stres.keadaan tubuh
yang tidak seimbang akan menurunkan ketahanan dan kekebalan tubuh
terhadap stres.
Mengatur waktu;merupahkan cara yang tepat dalam mengurangi dan
menanggulangi stres.dengan mengatur waktu yang sebaik-baiknya pekerjaan
yang ddapat menimbulkan kelelahan fisik dapat dihindari,hal ini dapat
dilakukan dengan cara menggunakan waktu secara efektif dan
efisien,misalnya tidak membiarkan waktu berlalu tanpa menghasilkan hal
yang bermanfaat.
Terapi psikofarmaka:terapi menggunakan obat-obatan,dalam mengatasi stres
yang dialami melalui pemutusan jaringan antara psiko, neuro,dan imonologi
sehingga stresor psikososial yang dialami tidak mempengaruhi fungsi
koknitif efektif atau psikomotor yang dapat mengganggu organ tubuh yang
lain. Obat yang sering digunakan adalah obat anti cemas dan antidepresi.
Terapi somatik;terapi ini hanya dilakukan pada gejalah yang ditimbulkan
akibat stres yang dialami sehingga diharapkan tidak mengganggu sistim
tubuh yang lain.contohnya jika seorang mengalami diare akibat stres ,maka
terapinya adalah dengan mengobati diarenya. Psikoterapi:terapi ini
mengguakan teknik psiko yang disesuaikan dengan kebutuhan
seseorang.terapi ini meliputi psikoterapi suportif dan psikoterapi
reedukatif.psikoterapi suportif memberikan motifasi dan dukungan agar
pasien memiliki rasa percaya diri,sedangkan psikoterapi reedukatif dilakukan

dengan memberikan pendidikan secara berulang,selain itu psikoterapi


rekonstruksi dengan cara memperbaiki kembali kepribadian yang mengalami
goncangan dan psikoterapi kognitif dengan memulihkan fungsi koknitif
pasien (berpikir rasional).
10. Terapi psikoreligius:menggunakan pendekatan agamadalam mengatasi
permasalahan psikologis.terapi ini diperlukan karna dalam mengatasi atau
mempertahankan kehidupan seseorang harus sehat secara fisik,psikis,sosial
maupun spiritual.