Anda di halaman 1dari 20

i

ANALISA LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI


DASAR PENILAIAN KINERJA PADA
PT BPR ARTANAWA DOLOPO
PROPOSAL
TUGAS AKHIR

OLEH:

FAISOL WAZA AL AYUBI


NIM : 1233054

PROGRAM DIPLOMA III


JURUSAN KOMPUTERISASI AKUNTASI
POLITEKNIK NEGERI MADIUN
2015

ii

iii

Daftar Isi

HALAMAN JUDUL

DAFTAR ISI.

ii

A. Judul .....

ii

B. Latar Belakang Masalah

ii

C. Rumusan Masalah .

ii

D. Batasan Masalah ...

ii

E. Tujuan Penelitian ..

ii

F. Manfaat Penelitian .

ii

G. Kajian Pustaka ..

.......

ii
H. Metodologi Penelitian Dan Sistematika Penulisan ........................

ii

Datfar Pustaka ...........

ii

Rencana Kegiatan .......

ii

A. Judul
ANALISA LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI DASAR PENILAIAN
KINERJA PADA PT BPR ARTANAWA DOLOPO
B. Latar Belakang Masalah
Dalam perekonomian Indonesia, salah satu tujuan pembangunan di
Indonesia adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui
pembangunan ekonomi. Hal ini dinyatakan dengan jelas dalam GBHN bahwa
peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan yang adil dan merata, itu hanya
dapat dicapai jika ada peningkatan pembangunan ekonomi.
Bank Perkreditan Rakyat sebagai salah satu bentuk lembaga/perbankan
di Indonesia yang tidak luput dari masalah-masalah yang ditimbulkan dari
adanya kirisis ekonomi. BPR dituntut untuk tetap bertahan hidup dan
berkembang

di

dalam

mencapai

tujuannya.

Untuk

mencapai

hasil

operasionalnya yang memuaskan, salah satu cara untuk mengukur apakah


dalam pengelolaan usaha BPR telah melakukan sesuai dengan asas-asas
perbankan yang sehat dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku,
dapat dilihat dari tingkat kesehatan keuangan bank BPR yang bersangkutan.
Penilaian kinerja suatu perusahaan dalam hal ini adalah Bank Perkreditan
Rakyat (BPR) yang dapat dilakukan dengan menggunakan data keuangan yang
dimiliki, yaitu dengan melakukan analisis laporan keuangan. Analisis ini
dilakukan karena nantinya dapat memberikan informasi tentang tingkat
keberhasilan usaha yang telah dicapai.

Dalam penilaian kinerjanya ini digunakan beberapa indikator, salah satu


indikator utamanya adalah dengan menggunakan laporan keuangan. Dari
laporan keuangan yang ada, kita dapat memperoleh berbagai informasi yang
nantinya digunakan untuk melakukan perhitungan rasio likuiditas, rasio
solvabilitas dan rasio profitabilitas. Dimana rasio likuiditas akan menunjukkan
tentang kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, rasio
solvabilitas akan menunjukkan kemampuan bank memenuhi kewajiban jangka
panjangnya, dan rasio profitabilitas akan menunjukkan sejauh mana
kemampuan sebuah bank dalam menghasilkan laba (Kasmir, 2010: 275). Hasil
dari perhitungan ketiga rasio inilah yang akan diperingkat menurut Peraturan
Bank Indonesia Nomor : 6/10/PBI/2004, dari situlah kita dapat mengetahui
gambaran kinerja keuangan bank.
Keberhasilan suatu usaha Bank Perkreditan Rakyat dapat dicerminkan
dari peranannya terhadap kebijakan ekonomi rakyat. Untuk mengetahui
keberhasilan Bank Perkreditan Rakyat perlu diadakannya penilaian terhadap
tingkat kesehatan keuangan bank Bank Perkreditan Rakyat secara menyeluruh.
Hasil dari rasio keuangan digunakan untuk menilai tingkat kesehatan keuangan
bank dalam suatu periode apakah mencapai target seperti yang telah ditetapkan.
Dari penilaian tingkat kesehatan keuangan bank bank yang dihasilkan dapat
dijadikan sebagai evaluasi hal-hal yang perlu dilakukan ke depan agar kinerja
manajemen dapat ditingkatkan atau dipertahankan sesuai target perbankan.
Tidak hanya itu, di dalam pengelolaan perbankan dibutuhkan tenaga-tenaga
terdidik, terampil dan cakap, sehingga BPR akan mampu menjadi pelaku

ekonomi yang kuat dan akan mampu memberikan pelayanan kepada para
nasabahnya. Untuk mengetahui kondisi keuangan bank di BPR Artanawa
Dolopo dipergunakan suatu analisis laporan keuangan yang dimaksud untuk
menyajikan indikator-indikator yang penting dari keadaan yang ada sebagai
alat untuk pengambilan keputusan manajemen agar tercapai tujuan yang
diharapkan.
Eksistensi BPR dimaksudkan secara khusus untuk menjangkau
masyarakat dari golongan ekonomi lemah dan pengusaha kecil baik di
pedesaan maupun di perkotaan. Dalam hal lainnya, BPR cenderung
menerapkan mekanisme pelayanan jasa yang lebih sederhana, tingkat suku
bunga yang lebih tinggi, dan lebih bersikap proaktif dalam mencari nasabah
dibandingkan dengan bank umum. Dengan perbedaan karakteristik tersebut
BPR perlu ditinjau secara khusus, dimana tinjauan terhadap bank umum belum
tentu sesuai dengan kondisi BPR.
BPR Artanawa Dolopo merupakan salah satu Bank Perkreditan Rakyat
yang sudah lama beroperasi di wilayah Dolopo. BPR Artanawa Dolopo ini
masih aktif dan tetap bertahan walaupun banyak BPR sejenis yang tutup.
Banyaknya BPR yang ditutup karena tidak memenuhi syarat termasuk tingkat
kesehatan yang rendah di samping banyak juga BPR baru yang didirikan.
Penulis tertarik untuk membahas analisis keuaangan pada Bank
Perkreditan Rakyat dengan judul Analisa Laporan Keuangan Sebagai Dasar
Penilaian Kinerja Pada PT BPR Artanawa Dolopo.

C. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini berdasarkan latar belakang
masalah adalah Bagaimana analisis rasio likuiditas, solvabilitas dan
profitabilitas pada laporan keuangan sebagai dasar penilaian kinerja pada PT
BPR Artanawa Dolopo tahun 2012-2014?
D. Batasan Masalah
Untuk menghindari keluasaan masalah, maka peneliti membatasi
permasalahan pada laporan keuangan sebagai dasar penilaian kinerja di BPR
Artanawa Dolopo tahun 2012-2014.
E. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis rasio
likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas pada laporan keuangan sebagai dasar
penilaian kinerja pada PT BPR Artanawa Dolopo tahun 2012-2014.
F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini, penulis berharap dapat bermanfaat antara
lain:
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memperkaya
khasanah ilmu pengetahuan dalam bidang akuntansi, terutama dalam hal
analisis laporan keuangan untuk menilai kinerja Bank.

2. Manfaat Praktis
a. Bagi BPR
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada
manajemen dalam pengambilan keputusan dan kebijakan yang akan di
ambil.
b. Bagi Penulis
Untuk menerapkan teori yang telah di ambil di bangku kuliah ke dalam
praktik yang sesungguhnya kususnya pada obyek yang diteliti.
c. Bagi Pihak Luar
Sebagai bahan masukan dalam rangka membuat karya ilmiah berikutnya.
d. Bagi Ilmu Pengetahuan
Untuk menambah kepustakaan di bidang akuntasi berdasarkan penerapan
yang ada dalam kenyataan
G. Kajian Pustaka
1. Laporan Keuangan
a. Pengertian Laporan Keuangan
Laporan Keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses
akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara data
keuangan atau aktiva suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang
berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut. (Munawir
,2004:2)
Menurut penggunaanya, laporan keuangan bank dibedakan menjadi
tiga yaitu laporan keuangan untuk masyarakat, laporan keuangan untuk

keperluan manajemen bank, dan laporan keuangan untuk keperluan


pengawasan Bank Indonesia. Untuk kepentingan masyarakat, laporan
keuangan bank harus mengikuti pedoman dalam Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK No. 31 Revisi 2000) tentang akuntansi
perbankan. Dalam PSAK tersebut laporan keuangan untuk masyarakat
terdiri atas neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan
ekuitas dan catatan atas laporan keuangan. Untuk kepentingan
pengawasanBank Indonesia, jenis dan cara penyajian laporan keuangan
bank harus disajikan sesuai ketentuan tentang pelaporan bank umum
yang telah ditetapkan Bank Indonesia. Sedangkan untuk keperluan
manajemen, laporan keuangan bank disusun sesuai dengan kepentingan
internal perusahaan. (Indra Bastian dan Suhardjono, 2006:236)
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi
keuangan atau dikenal dengan neraca adalah aktiva, kewajiban, dan
ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja
dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi
keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan
perubahan dalam berbagai unsur neraca.
b. Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh
Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah menyediakan
informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan

posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar


pemakai dalam pengambilan keputusan.
Tujuan umum laporan keuangan yang diatur dalam PAI yaitu:
1) Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercayai mengenai
aktiva dan kewajiban serta ekuitas suatu bank.
2) Memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan
dalam aktiva netto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu bank yang
timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.
3) Memberikan informasi keuangan yang membantu para pengguna
laporan di dalam menaksir potensi perubahan dalam menghasilkan
laba.
4) Memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam
aktiva dan kewajiban suatu bank, seperti informasi mengenai aktivitas
pembayaran dan investasi.
5) Memberikan informasi tentang sejauh mana pengungkapan informasi
lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk
kebutuhan pengguna laporan, seperti informasi mengenai kebijakan
akuntansi yang dianut bank.
c. Karakteristik Laporan Keuangan
Karakteristik kualitatif laporan keuangan menurut PSAK (2007)
merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan
berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok
yaitu:

1) Dapat dipahami
2) Relevan
3) Keandalan
4) Dapat dibandingkan
d. Analisis Laporan Keuangan Bank
Analisis laporan keuangan perbankan bertujuan antara lain untuk
mengetahui tingkat pencapaian kinerja perusahaan bank, untuk
mengetahui perkembangan perbankan dari suatu periode ke periode
berikutnya, sebagai bahan pertimbangan bagi manajemen dalam
melaksanakan kegiatan operasional dan penyususnan rencana kerja
anggaran bank, untuk memonitor pelaksanaan dari suatu kebijakan
perusahaan

yang

telah

diterapkan,

sehingga

dapat

diadakan

perbaikan/penyempurnaan dimasa yang akan datang dan sebagainya.


(Indra Bastian dan Suhardjono, 2006:284)
Metode analisis laporan keuangan yang lazim dipergunakan dalam
praktik perbankan anatara lain:
1. Analisis varians (variance analysis), yaitu metode analisis yang
dipergunakan untuk mengetahui pencapaian kinerja dibandingkan
dengan rencana kerja yang telah ditetapkan, serta mengidentifikasikan
terjadinya deviasi.
2. Analisis komparatif (comparative analysis), yaitu metode analisis yang
dilakukan dengan cara membandingkan keragaman usaha bank pada

suatu periode dengan periode lainnya, baik secara absolut maupun


relatif atas total/bagian tertentu.
3. Analisis lingkungan (environment analysis), yaitu metode analisis yang
dilakukan dengan cara membandingkan hasil usaha yang telah dicapai
suatu unit kerja terhadap industri usaha yang sama di wilayah
kerjanya.
4. Analisis rasio (ratio analysis), yaitu metode analisis yang dilakukan
dengan cara membandingkan pos-pos tertentu dalam neraca maupun
laba rugi.
2. Penilaian Kinerja
a. Pengertian
Pengertian kinerja menurut Indra Bastian (2006:274) adalah
gambaran

pencapaian

pelaksanaan/program/kebijaksanaan

dalam

mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi suatu organisasi. Konsep


kinerja keuangan menurut Indriyo Gitosudarmo dan Basri (2006:275)
adalah rangkaian aktivitas keuangan pada suatu periode tertentu yang
dilaporkan dalam laporan keuangan diantaranya laporan laba rugi dan
neraca.
Menurut Irhan Fahmi (2011:2) kinerja keuangan adalah suatu
analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan
telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan
keuangan secara baik dan benar. Kinerja perusahaan merupakan suatu
gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis

10

dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui mengenai


baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan
prestasi kerja dalam periode tertentu. Hal ini sangat penting agar sumber
daya

digunakan

secara

optimal

dalam

menghadapi

perubahan

lingkungan.
Penilaian kinerja keuangan merupakan salah satu cara yang dapat
dilakukan oleh pihak manajemen agar dapat memenuhi kewajibannya
terhadap para penyandang dana dan juga untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan oleh perusahaan.
b. Manfaat Penilaian Kinerja
Adapun manfaat dari penilaian kinerja adalah sebagai berikut:
1) Untuk mengukur prestasi yang dicapai oleh suatu organisasi dalam
suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat keberhasilan
pelaksanaan kegiatannya.
2) Selain digunakan untuk melihat kinerja organisasi secara keseluruhan,
maka pengukuran kinerja juga dapat digunakan untuk menilai
kontribusi suatu bagian dalam pencapaian tujuan perusahaan secara
keseluruhan.
3) Dapat digunakan sebagai dasar penentuan strategi perusahaan untuk
masa yang akan datang.
4) Memberi petunjuk dalam pembuatan keputusan dan kegiatan
organisasi pada umumnya dan divisi atau bagian organisasi pada
khususnya.

11

5) Sebagai dasar penentuan kebijaksanaan penanaman modal agar dapat


meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan.
c. Tujuan Penilaian Kinerja
Tujuan penilaian kinerja perusahaan menurut Munawir (2004:31)
adalah sebagai berikut:
1) Untuk mengetahui tingkat likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan
untuk memperoleh kewajiban keuangannya yang harus segera
dipenuhi atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi keuangannya
pada saat ditagih.
2) Untuk mengetahui tingkat solvabilitas, yaitu kemampuan perusahaan
untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut
dilikuidasi baik kewajiban keuangan jangka pendek maupun jangka
panjang.
3) Untuk mengetahui tingkat rentabilitas atau profitabilitas, yaitu
menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba
selama periode tertentu.
4) Untuk mengetahui tingkat stabilitas usaha, yaitu kemampuan
perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil, yang diukur
dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar
beban bunga atas hutang-hutangnya termasuk membayar kembali
pokok hutangnya tepat pada waktunya serta kemampuan membayar
deviden secara teratur kepada para pemegang saham tanpa mengalami
hambatan atau krisis keuangan.

12

3. Bank Perkreditan Rakyat


a. Pengertian BPR
BPR adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan
hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk
lainnya yang dipersamakan dengan itu dan menyalurkan dana sebagai
usaha BPR. Berdasarkan Undang-Undang No.10 Tahun 1998 Bank
Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan secara
konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya
tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayarannya. Kegiatan usaha
BPR terutama ditujukan untuk melayani usaha-usaha kecil dan
masyarakat di daerah pedesaan.Bentuk hukum BPR dapat berupa
Perseroan Terbatas, Perusahaan Daerah, atau Koperasi. Bank Perkreditan
Rakyat (BPR) merupakan bank desa yang khusus melayani masyarakat
kecil di kecamatandan pedesaan (Kasmir,2010:8)
b. Usaha-Usaha BPR
Usaha-usaha Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah :
1) Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa
deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang
dipersamakan dengan itu.
2) Memberikan kredit.
3) Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI),
deposito berjangka, sertifikat deposito, dan/atau tabungan pada bank

13

lain. SBI adalah sertifikat yang ditawarkan Bank Indonesia kepada


BPR apabila BPR mengalami over likuiditas.
H. Metodologi Penelitian Dan Sistematika Penulisan
1. Jenis Data Menurut Sumbernya
a. Data Primer
Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber dan
diperoleh dari pengamatan dan wawancara dengan direktur utama
PT.BPR Artanawa Dolopo yaitu Drs.Purnomo, dan direktur PT.BPR
Artanawa Dolopo yaitu Siwi Pudjiati, SH. Dengan topik laporan
keuangan tahun 2012-2014 di PT.BPR Artanawa Dolopo.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan

sendiri

pengumpulannya oleh peneliti, sehingga data sekunder telah melewati


satu atau lebih pihak yang bukan peneliti untuk melengkapi data
primer yang relevan diperoleh dari dokumen yang ada pada PT.BPR
Artanawa Dolopo.
2. Cara Pengumpulan Data
a. Wawancara
Menurut Arikunto (2006:104) bahwa : Wawancara adalah dialog
yang dilakukan pewawancara untuk memperoleh informasi dari
terwawancara. Jadi wawancara adalah teknik pengumpul data yang
dilakukan dengan berdialog secara langsung. Wawancara adalah
penelitian yang dilakukan secara langsung dengan proses tanya jawab
yang berkaitan dengan topik yang dibahas oleh penulis, Wawancara di
lakukan pada direktur dan kaeryawan PT.BPR Artanawa Dolopo dengan
menggunakan pedoman wawancara.
b. Dokumentasi

14

Menurut

Sugiyono

(2011:329-330)

Dokumentasi

merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen


bisa

berbentuk

tulisan,

gambar,

atau

karya-karya

monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk


tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, ceritera,
biografi,

peraturan,

kebijakan.

Teknik

dokumentasi

digunakan untuk mengumpulkan data yang berupa laporan


keuangan PT.BPR Artanawa Dolopo tahun 2012-2014

3. Teknik Analisis Data


Teknik yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pembahasan
deskriptif dengan membuat gambaran sistematis dan urut dari data faktual
yang berkaitan dengan penelitian ini. Data yang digunakan adalah
laporan keuangan pada PT.BPR Artanawa Dolopo.

4. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan terdiri dari bab bab sebagai berikut :
1. BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika
penulisan.

2.

BAB II LANDASAN TEORI


Berisi tentang pengertian-pengertian yang berkaitan dengan judul
yang di dalamnya terdapat Laporan keuangan, Penilaian Kinerja, dan

Bank Perkreditan Rakyat (BPR).


3. BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Berisi tentang rencana penelitian, teknik pengumpulan data, data-data

15

yang dibutuhkan, identifikasi masalah, analisis masalah, kerangka


4.
5.

pemecahan masalah.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Berisi hasil penelitian, kasus dan penyelesaian.
BAB V PENUTUP
Berisikan kesimpulan dan beberapa saran yang diharapkan menjadi
bahan pertimbangan agar dapat dikembangkan sesuai kebutuhan

16

Datfar Pustaka
Kasmir. 2010. Pengantar Manajemen Keuangan, Edisi 1, Kencana Prenad Media
Group, Jakarta
Munawir. 2004. Analisis Laporan Keuangan, Edisi ke 4, Liberty, Yogyakarta,
Bastian Suhardjono, Indra. 2006. Akuntansi Perbankan, Salemba Empat, Jakarta
Fahmi, Irham.2012. Analisis Laporan Keuangan. Cetakan Ke-2. Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono.2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R& D. Alfatabeta :
Bandung.
Suharsimi Arikunto.2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta : Rineka Cipta.
Indriyo Gitosudarmo dan Basri. 2002. Manajemen Keuangan. BPFE: Yogyakarta

17

Rencana Kegiatan