Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS KECELAKAAN DENGAN METODE ROOT

CAUSE ANALYSIS ( RCA )


STUDI KASUS : TANGKI KIMIA MELEDAK DI
TANGGERANG

Disusun oleh :
Nama : Luffy Arvionita
Nrp : 6512040026
Kelas : K3 - VI A

PROGRAM STUDI
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
2014/2015

LANGKAH - LANGKAH ANALISA


1. Mendefinisikan masalah
Pada Sabtu, 1 Februari 2014 , Pukul 15.40 di PT Alux Indah Pratama
terjadi kecelakaan satu tangki kimia meledak yang mengakibatkan dua
karyawan kritis akibat terkena luberan tangki kimia yang bocor. Kedua
korban dibawa ke RS Arya Medika Jatake dan selanjutnya di rujuk ke RS
Usaha Insani Cipondoh.
2. Pengumpula data
Tempat kejadia

: Tangki kimia di bagian Produksi

Alumunium PT Alux Indah Pratama


Tanggal kejadian
: Sabtu , 1 Februari 2014
Akibat kecelakaan
: 2 orang kritis
Identitas korban
: Sumarno (35) dan Sardi (39)
Fakta yang didapat :
1) Kondisi Yang Berbahaya
a) Tidak ada pengaman pada tangki berupa level
indikator untuk mengetahui level ketinggian cairan
dalam tangki.
2) Tindakan Yang Berbahaya
a) Pekerja tidak menggunakan APD berupa sarung
tangan atau safety shoes.
b) Standart keamanan yang tidak bisa pertanggung
jawabkan
3) Uraian Kejadian Kecelakaan
Dua orang pekerja sedang melakukan pekerjaan yaitu
memasak bahan alumunium di bagian produksi alumunium.
Saat pekerja melakukan pekerjaannya tiba-tiba tutup
cetakan alumunium tersebut jebol sehingga alumunium
yang sedang di masak meluber dan mengenai dua orang
pekerja tersebut.
4) Penyebab kecelakaan
Tangki kimia penampung cairan meledak akibat tak dapat
menampung cairan berlebih.
3. Identifikasi Faktor Penyebab
Untuk melakukan identifikasi kecelakaan tredapat beberapa tool yang
dapat digunakan. Untuk kasus kecelakaan ini dipilih tool FMEA. Karena

pada kasus kecelakaan ini disebabkan oleh alat atau machine. Berdasarkan
fakta , keterangan saksi dan analisis kejadian maka dapat disusun sebuah
metode identifikasi bahaya Failure Mode and effect Analysis ( FMEA)

Tabel FMEA tangki kimia alumunium

No
1

Equitment

Function

Level
indikator

Untuk
mengetahui
tingkat ketinggian B
cairan pada air

Relief valve

Alat pengaman
jika cairan
mengalami
overflow

Descriptive Failure

Functional
Failure

Gagal
mendeteksi

Kaca pada
level
indikator
kotoe
Gagal
membuka
pada saat
terjadi
overflow

Kebororan
pada relief
valve

Detection of
Failure mode
Failure mechanism
failure
Sensor cairan
Life time sensor
Visual : angka
kimia tidak
cairan kimia sudah
pada level
bekerja
habis sehingga
indikator tidak
hasilnya tidak akurat berubah
Hasil pada level Kaca level indikator Visual : angka
indikator tidak
kotor akibat debu
pada kaca level
dapat terbaca
dan kaca buram
indikator tidak
terbaca
Pegas tidak
Pegas (spring)
Visual :
dapat
berkarat/ kotor
ketinggian
membuka/macet
pada relief
valve akan
naik secara
dratis
Skep (klep)
Skep (klep) aus
Visual :
rusak
merembesnya
cairan pada
relief valve

Effect of
failure
Tangki dapat
meledak
Cairan pada
tangki dapat
tumpah
Overflow
dapat
membuat
ledakan pada
tangki
Terjadi
kebocoran
dan
tumpahan
cairan

4. Identifikasi Akar Penyebab ( ROOT CAUSE)


Dari tabel FMEA diatas dapat disimpulkan akar penyebab kecelakaan
tersebut antara lain sebagai berikut :
1) Pengaman paada tangki mengalami kerusakan sehingga
terjadi kecelakaan
2) Peralatan pada pengaman tidak di inspeksi secara berlaka.
Manajemen perawatan kurang berperan sehingga inspeksi
pada alat tidak berjalan.
3) Perawatan atau maintenance yang tidak teratur. Sehingga
banyak alat yang life time sudah habis dan rusak butuh
penggantian.
5. Rekomendasi dan Implementasi
Untuk rekomendasi agar kecelakaan seperti ini tidak terulang kembali
maka :
1. Melakukan inspeksi secara teratur dan berkala pada setiap
peralatan baik yang memiliki resiko bahaya tinggi atau tidak.
2. Membuat checklist inspeksi untuk mempermudah
pengawasan.
3. Melakukan perbaikan segera saat ada laporan atau temuan
inspeksi pada alat yang sudah tidak layak atau rusak.
4. Melakukan seluruh prosedur pengecekan alat sebelum
melakukan pengerjakan.

STUDI KASUS

Tangki kimia meledak di Tangerang, 2 orang kritis


Merdeka.com - Satu tangki kimia meledak di PT Alux Indah Pratama.
Perusahaan yang memproduksi alumunium terletak di Jalan Palem Manis Raya,
RT 02/03 Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.40 WIB,l Sabtu (1/2). Akibatnya, dua
orang karyawan kritis akibat terkena luberan tangki kimia yang bocor tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun merdeka.com, diduga meledaknya
tangki lantaran tangki kimia sudah tak dapat menampung cairan. Pekerja yang
menjadi korban saat itu diketahui sedang memasak bahan alumunium. Tiba-tiba
tutup cetakan alumunium tersebut jebol sehingga alumunium yang sedang
dimasak meluber dan mengenai dua orang.
"Ada dua orang karyawan setempat yang menjadi korban kecelakaan kerja
tersebut," ujar Deri, seorang saksi mata.
Kedua korban naas itu adalah Sumarno (35) dan Sardi (39). Sumarno
mengalami luka di bagian tangan kanan dan kiri serta tubuh bagian dada terkena
percikan alumunium panas. Sedangkan Sardi menderita luka serius pada tangan
kanan dan bahu kiri serta mata kiri terkena percikan alumunium panas.
"Selanjutnya korban untuk pertolongan pertama di bawa ke RS Arya Medika
Jatake dan selanjutnya dirujuk ke RS Usada Insani Cipondoh," terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Jatiuwung Kota Tangerang, Alamsyah Pelupessy
ketika dikonfirmasi mengaku hingga saat ini masih mencari informasi. "Masih
diselidiki," pungkasnya.
DAFTAR PUSTAKA
Mobley, R. Keith, 1943. Root cause failure analysis. 225 Wildwood
Avenue.Newnes
Latino,Robert J.and Kenneth C. Latino Root cause analysis : improving
performance for bottom line results . 2nd edition. Florida. CRC Press LLC