Anda di halaman 1dari 58

Perkembangan Embryology

Organ Endokrin dan


Diferensiasi Seks
Siti Hildani Thaib, dr,M.Kes
Bagian Biologi Kedokteran dan Andrologi
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
SHT

TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Memastikan bahwa mahasiswa

memahami perkembangan embrologi


normal dan abnormal Organ organ
endokrin,
2. Memungkinkan mahasiswwa berpikir

secara kritis tentang penyakit endokrin


berdasarkan perkembangan embriologi
normal dan abnormal
SHT

TUJUAN PEMBELAJARAN :
3. Memastikan bahwa mahasiswa tahu
perkembangan organ pria dan wanita
dan kelainannya
4. Memberi mahasiswa pengetahuan dan
pemahaman tentang abnormalitas organ
genital berdasarkan abnormalitas
perkembangan
SHT

MATERI PEMBELAJARAN :
1. Pendahuluan
2. Perkembangan Organ endokrin
3. Perkembangan Organ Kelamin Pria
4. Perkembangan Organ Kelamin wanita
5. Gangguan Diferensiasi Seks

SHT

1. Fertilisasi dan Perkembangan Embryo


2. Diferensiasi Jaringan tubuh manusia
SHT

SHT

SHT

Diferensiasi jaringan tubuh manusia

1.
2.
3.

Kelenjar PITUITARY (HYPOPHYSIS)


Kelenjar THYROID dan PARATHYROID
Kelenjar ADRENAL

NORMAL DAN ABNORMAL

SHT

SHT

Perkembangan Kelenjar Pituitary

SHT

10

DASAR EMBRYOLOGY KELENJAR PITUITARY


Neurohypophysis dibentuk oleh infundibulum
Infundibulum berevaginasi dari dasar diencephalon dibagian posterior

chiasma opticus
Adenohypophysis dibentuk oleh kantong Rathke,(3 minggu)
Infundibulum tumbuh dan meluas ke distal,
Terbentuk tangkai infundibular stalk dan pars nervosa
Kantong Rathke hilang hubungan ke pharynx, membentuk epithelial
vesicle, dan tumbuh mrngrlilingi tangkai infundibular (8 minggu)
Dinding Anterior vesicle tumbuh cepat membentuk pars distalis
Dinding Posterior tumbuh hanya sedikitdan menyatu dengan pars
nervosa, membentuk pars intermedia
Bagian yang tumbuh mengelilingi tangkai infundibular menjadi pars
tuberalis,
Sisa lumen vesicular lumen celah normal anatomik yang
menyebabkan kelenjar pituitary terbagi dua lobus anterior dan
posterior
Selesai 15 minggu ( 3 5 bulan).

SHT

11

SHT

12

Anomali Klinik & fungsi fetal Kelenjar pituitary


Pharyngeal hypophysis

adalah sejenis ectopic adenohypophysis terletak didasar


pharynx-menyebabkan dasar proximal kantong Rathke tetap
ada (gagal berdegenerasi)
Craniopharyngiomas adalah struktur yang juga berasal dari sisa
distal kantong Rathke. Ada 2 variasi:
Jarang terjadi, lesi intrasellar yang menyebabkan disfungsi
pituitary, contoh. diabetes insipidus [defisiensi ADH] atau
gagal tumbuh [pada anank anak] (didalam sellaturcica
dimana ada lobang untuk kelenjar
Sering terjadi, lesi suprasella menyebabkan gangguan
penglihatan karena dampak pada chiasma n opticus

SHT

13

Perkembangan Kelenjar THYROID

SHT

14

Dasar embryology Kelenjar thyroid


Berasal dari proliferasi di dasar lidah, pada foramen

cecum, berasal dari endoderm.


Turun sebagai diverticulum bilobus didepan pharynx,
dihubungkan dengan lidah oleh ductus thyroglossus.
Kadang kadang melewati larynx,
2 lobus lateralis dan isthmus (sisa dari ductus
thyroglossus)
Thyroid follicular epithelial cells dari endoderm dan
C-cells dari sel sel crista neuralis masuk ke kantong
caudal pharyngeal keempat (ultimobranchial body),
yang kemudian menjadi satu dan menyebar diseluruh
thyroid
5 7 minggu, selesai 3 bulan .
SHT
15

KELENJAR THYROID

SHT

16

Anomali Klinik & Fungsi fetal Kelenjar Thyroid


Ectopic thyroid tissue

dapat dijumpai disepanjang jalan turun kelenjar dan menjadi


penyakit yang sama sebagai jaringan normal thyroid (jaringan
thryoid di area abnormal, dimana saja jalan turun dapat
diketahui lokasinya dengan pemakaian radioactive iodine untuk
menemukan adanya proses penyakit yang lain yang mirip
kelenjar thyroid)
Catatan:
Potongan Midsagital dari embryo pada bagian kiri, foramen
cecum tetap terlihat dimana ductus thyroglossus berasal, di
dasar dimana kelenjar thyroid muncul kadang menetap
dibagian terbawah larynx. Jalan ini adalah letak dari sisa thyroid
yang menetap membentuk sepotong jaringan thyroid.
Cysta Thyroglassus
Dijumpai beradadigaris tengah biasanya diatas os hyoid.

SHT

17

PERKEMBANGAN KELENJAR PARATHYROID

SHT

18

Dasar embryology Kelenjar parathyroid


Berasal dari endoderm pada bagian cranial

kantong pharyngeal ketiga dan keempat.


Kantong kantong adalah bilateral,
menghasilan empat parathyroid
Bagian Cranial kantong ketiga membentuk
parathyroid inferior dan bagian cranial
kantong keempat membentuk parathyroid
superior
5 8 minggu
SHT

19

KELENJAR PARATHYROID

SHT

20

Anomali klinik & fungsi fetal


kelenjar parathyroid
Karena kompleksnya proses perpindahan, posisi dan

bahkan jumlah (khususnya yang inferior) kelenjar


parathyroid amat bervariasi
Pasien dengan parathyroid adenoma, yang
mensekresikan parathormone, akan menderita
hyperparathyroidism, dan dokter bedah harus hati2
menentukan lokasi jaringan malignan parathyroid
Catatan: Jumlah atau lokasi kelenjar parathyroid
glands dapat bervariasi tapi seharusnya
mempunyai sepasang superior dan sepasang
inferior. Anomali kelenjar parathyroids menyebabkan
moans (sakit otot), batu (batu ginjal), dan groins
(nyeri sendi, fractures). Dapat diobati dengan
mengangkat bagian malignan jaringan parathyroid
SHT
21

KELENJAR ADRENAL ( GLD


SUPRA RENALIS )

SHT

22

KELENJAR ADRENAL (CORTEX)

SHT

23

Dasar embryology kelenjar adrenal


Berasal dari dua rudiment :

Adrenal cortex ( sel mesothelial) Fetal Cortex ke


dalam badan mesenchyme dalam dua gelombang
Adrenal medulla (sel neural crest ) bersama sama
dengan gelombang pertama fetal cortex

Fetal cortex sebagian menelan sel medulla ( sel crista neuralis)


Gelombang kedua ( mesothelium) membentuk kantong tipis

disekeliling fetal cortex yang tebal,


Pubertas - fetal cortex menipis keluar, membentuk zona
reticularis definitif

- sel sel gelombang kedua membentuk lebih tebal


lapisan superficial cortex definitif (zona fasciculata dan zona
glomerulosa)
Cortex menutupi sempurna medulla selama 5 minggu 3-5 bln

SHT

24

Fungsi fetal adrenal dan perkembangan postnatal


kelenjar adrenal
Placenta dan fetal adrenal bekerja sama memenuhi

kebutuhan fetal steroidogenesis


Placenta membuat progesterone cortisol oleh fetal
cortex untuk berbagai keperluan
- memacu perkembangan sel type II
- produksi surfactant di dalam paru paru,
Fetal adrenal mensupplai bahan untuk sintesis
estrogen oleh placenta
Setelah lahir, hubungan placenta hilang, dan adrenal
anak anak menjadi seperti adrenal dewasa
SHT

25

1.
2.
3.

Gonad Indifferent
Perkembangan Organ Pria
Perkembangan Organ Wanita
SHT

SH
26
T

GONAD INDIFFERENT

3 weeks

SHT

27

GONAD INDIFFERENT

SHT

28

GONAD INDIFFERENT

SHT

29

GONAD INDIFFERENT

SHT

30

SHT

31

SHT

32

PERKEMBANGANTESTIS

SHT

33

PERKEMBANGAN TESTIS DAN DUCTUS

SHT

34

SHT

SH
35
T

SH
T

SHT

36

PERKEMBANGAN OVARIUM

SHT

37

PERKEMBANGAN UTERUS DAN ADNEXA

SHT

38

PERKEMBANGAN UTERUS DAN VAGINA

SHT

39

PERKEMBANGAN UTERUS DAN VAGINA

SHT

40

PERKEMBANGAN GENITALIA EXTERNA

SHT

41

SHT

SH
42
T

SH
T
Syndroma Dysgenesis semasa perkembangan Urogenital Ridge

SHT

43

SHT Hormones
Abnormalitas fungsional sintesis dan kerja

SH
T

44

SHT

SH
45
T

SHT

46

SHT

47

Perkembangan Pancreas
Pancreas berasal dari 2 kuntum pancreas
Kuntum Dorsal pancreast ada di dorsal mesenterium
Kuntum Ventral pancreas dekat duktus biliaris.
Rotasi duodenum bagian ventral kuntum bergerak ke arah

dorsal. terletak caudal dan posterior terhadap kuntum


dorsal. proc. uncinatus berada inferior caput pancreas.
Kuntum Dorsal melengkapi bagian dari pancreas.
Duktus pancreaticus utama dibentuk dari bagian dorsal dan ventral

duktus pancreaticus

SHT

48

Perkembangan Pancreas

Langman p. 302

SHT

49

Perkembangan Pancreas

Langman p. 303

SHT

50

Perkembangan abnormal Pancreas

SHT

51

Perkembangan Pancreas

Langman p. 299

SHT

52

Perkembangan Pancreas

Ventral Pancreatic Bud

Dorsal Pancreatic Bud

Bile Duct

SHT

53

Perkembangan Pancreas
Ventral Pancreatic bud
Dorsal Pancreatic Bud
Bile Duct

SHT

54

Perkembangan Pancreas

Bile Duct

Main Pancreatic Duct

Accessory Pancreatic Duct


SHT

55

Perkembangan Pancreas
FGF and Activin
Disekresikan oleh
notochord
Menekan SHH
didalam endoderm
untuk menjadi
pancreas
Gene Pancreatice and

doudenal homeobox 1
(PDX) diregulasikan.

Langman p. 299 & 288

SHT

56

Perkembangan Pancreas
Pulau2 Langerhans berkembang dari jaringan

parenchym pada bulan ke 3 gestasi.

PAX 4 dan Pax6 merubah sel sele menjadi:

(insulin) cells
(somatostatin) cells
(pancreatic polypeptide ) cells

PAX4 only:

(glucagon) cells

Sekresi Insulin mulai pada bulan ke 5 gestasi.

SHT

57

RUJUKAN :
1.

2.
3.
4.

LANGMANS MEDICAL EMBRYOLOGY, 5TH


EDITION, TW SADLER, 1985, WILLIAMS &
WILKINS,BALTIMORE,USA
EMBRYOLOGY, FIX,JD.,DUDEK,RW,1995,
WILLIAMS & WILKINS, BALTIMORE,USA
GENETICS IN MEDICINE, 2004,THOMSOM &
THOMSOM, SAUNDERS, PHILADELPHIA, USA.
BASIC AND CLINICAL ENDOCRINOLOGY, 3RD
EDITION, GREENSPAN,F.S.,1991 APPLETON &
LANGE,CALIFORNIA,USA

SHT

58