Anda di halaman 1dari 5

Klaim COKLAT

Cokelat terkenal sebagai makanan lezat yang dicintai banyak orang. Di balik kenikmatan
yang diberikan dan sensasi unik yang ditimbulkan setelah kita mengonsumsi cokelat, ternyata
cokelat sarat dengan berbagai macam khasiat. Salah satunya adalah sebagai antioksidan.
Cokelat termasuk salah satu sumber antioksidan eksogen berkemampuan andal yang patut
kita pilih. Jika dibanding sumber antioksidan lain, cokelat memiliki kemampuan antioksidan
(ORAC) yang lebih unggul dibanding sumber antioksidan lainnya. Berikut perbandingan
GRAC cokelat dan beberapa sumber antioksidan lainnya.

Cokelat kaya bioaktif antioksidan


Zat aktif yang berperan sebagai antioksidan pada cokelat adalah flavonoid. Flavonoid
tersebut terdiri atas epicathecin, gallocathecin, epigallocatechin, epicathecin gallat, quersetin,
procyanidin, dan glikosida quersetin. Selain itu, biji cokelat juga mengandung caffeic acid,
ferulic, dan 4-caumaric yang juga memiliki efektivitas sebagai antioksidan yang kuat. Dari
berderet nama senyawa berkhasiat tersebut, yang menjadi antioksidan utama pada cokelat
adalah catechin. Coklat mengandung flavonoid yang bertindak sebagai antioksidan yang
mampu melindungi tubuh dari penuaan yang disebabkan oleh radikal bebas. Coklat
mengandung antioksidan dalam jumlah besar, bahkan hampir 8 kali jumlah yang ditemukan
di buah strawberry. Flavonoid juga membantu tekanan darah menjadi lebih rileks melalui
produksi oksida nitrat, serta menjaga keseimbangan hormon tertentu dalam tubuh.

Pelindung arteri yang andal


Dalam melakukan aktivitasnya, polifenol (procyanidin) yang terkandung di dalam cokelat
bermanfaat untuk menangkap senyawa radikal bebas serta menghambat reaksi enzimatis
lipoksigenase, yakni menghambat oksidasi lipid secara enzimatis. Dengan cara ini
pembentukan LDL teroksidasi menurun. LDL yang teroksidasi merupakan penyebab
aterosklerosis. Tanpa adanya oksidasi, LDL tidak menjadi malapetaka yang menyumbat
pembuluh arteri.
Studi yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari universitas California di Amerika Serikat
menyatakan bahwa antioksidan cokelat hitam (dark chocolate) mampu mencegah oksidasi
LDL sebesar 75%, sedangkan anggur merah hanya sebesar 36- 37% saja. Manfaat bioaktif
cokelat tidak hanya sampai di sini. Epicathecin yang dikandungnya juga memiliki
kemampuan sangat baik untuk menghambat agregasi platelet. Dengan cara ini, pembuluh
arteri akan bersih dari sumbatan platelet sehingga aliran darah yang membawa oksigen
menjadi lancar.

Bantu turunkan tekanan darah


Sekelompok peneliti dari Italia menyatakan bahwa kebiasaan mengonsumsi cokelat hitam
memberi pengaruh positif dalam mengendalikan tekanan darah. Konsumsi cokelat hitam
yang tinggi flavonoid selama 15 hari berturut-turut terbukti secara signifikan dalam
menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Partisipan yang menderita hipertensi

mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebesar 12 mg Hg dan tekanan darah diastolik
sebesar 9 mm Hg tanpa efek negatif yang perlu dikhawatirkan.
Peneliti dari Universitas California menyebutkan bahwa epicathecin yang terdapat pada biji
cokelat sangat berarti dalam meningkatkan relaksasi pembuluh arteri. Efek relaksasi tersebut
semakin nyata pengaruhnya karena flavanol pada cokelat mampu memproses nitrit oksida,
mencegah penggumpalan platelet, serta mencegah oksidasi koleterol LDL yang tentu sangat
bermakna untuk mencegah terjadinya lonjakan tekanan darah.

Cegah hiperkolesterol dengan cokelat hitam


Biji cokelat kaya lemak, namun kenyataannya justru menurunkan kadar lemak darah.
Demikian pernyataan puluhan ahli yang telah mengadakan penelitian tentang efek cokelat
terhadap penderita hiperlipidemia. Mengapa bisa begitu? Yang pertama karena asam lemak
utama mentega cokelat bersifat netral terhadap lemak darah. Asam lemak tersebut berupa
stearat, plamitat, dan linoleat. Bahkan omega-9 yang terdapat pada cokelat cenderung
memiliki efek hipokolesterolemik. Sedangkan yang kedua disebabkan adanya senyawa
antioksidan yang bermanfaat sebagai penurun kolesterol yang terdapat pada cokelat.
Efektivitas sejumlah antioksidan yang dimiliki cokelat ternyata ampuh untuk mengendalikan
kadar kolesterol darah. Senyawa yang paling menonjol efektivitasnya untuk menurunkan
kadar kolesterol darah adalah cathechin. Peneliti dari Belanda menyatakan bahwa cathecin
cokelat lebih efektif sebagai hipokolesterolemik dibanding cathecin pada teh hijau yang
selama ini dianggap unggul sebagai sumber cathecin.
Efektivitas cathecin dalam menurunkan kadar kolesterol sangat terarah. Polifcnol ini tidak
saja menurunkan kadar kolesterol total, namun yang lebih penting adalah meningkatkan
kadar HDL. Konsumsi cokelat hitam secara rutin terbukti mampu menurunkan rasio
kolesterol total/HDL yang menjadi indikator kesehatan pembuluh darah. Demikian
kesimpulan dari studi klinis yang dilakukan di Universitas Penn State Amerika Serikat.

Arteri sehat berkat cokelat hitam


Kadar kolesterol yang terkendali normal merupakan salah satu syarat untuk memperoleh
arteri sehat. Syarat tersebut mampu dipenuhi oleh bioaktif yang terkandung pada cokelat
hitam.
Selain menjaga level kolesterol, pembuluh darah kita pun harus terlindung dari molekul
perusak. Untuk itu diperlukan antioksidan yang memadai sebagai pelindungnya. Anda tidak
usah bingung mencari pelindung pembuluh darah karena cokelat mampu menjalankan tugas
tersebut.
Penelitian yang dilakukan di Universitas California oleh Marv Egler, Ph.D., mengungkap
bahwa konsumsi cokelat hitam secara rutin dapat memperbaiki sel endotel. Perbaikan
jaringan endotel merupakan pertanda baik kesehatan arteri. Proses perbaikan tersebut tak lain
karena peran serta protosianidin dan flavonoid cokelat yang berfungsi sebagai penghalang
oksidasi lipid. Oksidasi lipid menghasilkan peroksida lipid yang berdampak buruk bagi arteri.
Dinding arteri menjadi terluka atau bahkan bocor saat radikal bebas tersebut berhasil
menyusup ke dinding arteri.

Konsumsi cokelat yang kaya flavonoid seperti cokelat hitam juga mencegah platelet saling
lengket. Efektivitas ini berlangsung melalui kinerja flavanol sebagai pengencer darah.
Sejumlah penelitian menyatakan bahwa efek pengencer darah cokelat hitam tidak kalah
dengan aspirin.
Efek positif lain yang kita peroleh dari cokelat adalah sebagai agen pelancar peredaran darah.
Sebuah jurnal hasil riset peneliti dari Universitas California menyatakan bahwa kebiasaan
mengonsumsi cokelat sanggup meningkatkan kinerja nitrit oksida yang dalam jangka panjang
sangat membantu untuk merelaksasi pembuluh darah. Relaksasi pembuluh darah merupakan
hal positif untuk memacu kesehatan pembuluh darah.

Gemar cokelat hitam dapat mengatasi resistensi insulin


Kekebalan (resistensi) terhadap insulin merupakan persoalan yang memicu pradiabetes
hingga mengarah pada DM. Untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan, sel yang
mengelola gula harus diupayakan agar sensitif terhadap insulin. Salah satu senyawa yang
mampu melakukan tugas tersebut adalah flavonoid cokelat.
Dalam sebuah studi yang dimuat di American Journal of Nutrition disebutkan bahwa
konsumsi cokelat hitam kaya flavonoid sebanyak 100 gram per hari jika dilakukan secara
rutin, maka beberapa saat kemudian sel menjadi peka terhadap insulin. Kepekaan terhadap
insulin sangat dibutuhkan oleh penderita DM tipe-2.
Peningkatan sensitivitas terhadap insulin oleh flavonoid cokelat juga merupakan hasil kerja
bioaktif tersebut sebagai antioksidan. Kita tahu bahwa radikal bebas merupakan molekul
buruk yang menyebabkan stres oksidatif hingga memicu peradangan dan kekacauan
hormonal yang di antaranya juga kekacauan dalam merespons insulin.

Cegah pikun dengan rutin mengonsumsi cokelat


Penyebab pikun dini adalah kerusakan neuron akibat paparan radikal bebas yang sanggup
menembus dinding pelindung otak. Untuk mengatasinya diperlukan antioksidan
berkemampuan unggul, terutama yang mampu mereduksi radikal bebas larut lemak karena
komponen otak kita dominan lemak.
Dengan efeknya yang sangat baik dalam melancarkan sirkulasi darah, bioaktif cokelat
mampu memasok oksigen yang memadai ke otak. Pasokan oksigen yang memadai sangat
diharapkan untuk mendukung kinerja saraf otak. Penelitian yang dilakukan di Universitas
Wheelingiesuit di Virginia bahkan berani menyatakan bahwa konsumsi cokelat hitam dapat
menurunkan risiko alzheimer. Peneliti lain dari Inggris menyatakan bahwa konsumsi cokelat
hitam sangat membantu untuk meningkatkan kinerja otak, terutama yang menyangkut fungsi
memori dan kognitif.

Dapatkan kulit cantik dengan masker cokelat


Kini banyak salon kecantikan kulit menawarkan perawatan kulit menggunakan produk
berbasis cokelat hitam. Rupanya khasiat cokelat sebagai antioksidan telah diadopsi untuk
menjaga kesehatan kulit dari bahaya radikal bebas yang merusak keindahan kulit.

Benar sekali, flavonoid cokelat merupakan pelindung kulit yang sangat efektif.
Kemampuannya dapat mencegah reaksi berantai radikal bebas dari sinar UV yang berasal
dari matahari telah teruji. Tidak berlebihan jika cokelat kemudian digunakan sebagai salah
satu campuran dalam produk kosmetik yang berfungsi sebagai tabir surya.
Ternyata untuk mendapatkan kulit indah Anda tidak harus melakukan perawatan mahal di
salon. Anda dapat membuat sendiri masker cokelat dengan cara sederhana. Cukup Anda
tambahkan bubuk cokelat berkadar flavonoid tinggi (cokelat hitam bubuk) ke dalam cream
masker dasar.
Jika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan perawatan tersebut, minum
secangkir cokelat hitam pahit dapat pula menjadi solusi untuk mendapatkan kulit yang kuat
dalam menghadapi radikal bebas UV. Sebuah studi oleh sekelompok peneliti yang dimuat di
Jurnal of Nutrition Amerika menyebutkan bahwa kerusakan kulit pada responden yang
mengonsumsi cokelat hitam terbukti lebih rendah dibanding placebo. Dalam penelitian
tersebut terungkap bahwa konsumsi cokelat hitam yang mengandung 329 mg flavanol setiap
hari dapat menurunkan risiko kulit kemerahan sebesar 15% setelah dilakukan selama 6
minggu berturut-turut. Jika kebiasaan tersebut dilanjutkan hingga 12 minggu, maka kulit
yang kemerahan menurun lagi hingga 25% dari semula.

Apa benar cokelat bisa mencegah kanker?


Para ahli di bidang cocoa terus mencari celah kemungkinan adanya bioaktif dari biji cokelat
yang berkhasiat sebagai anti-kanker. Para ahli menduga bahwa cokelat juga memiliki
kesanggupan untuk mencegah kanker. Adanya kandungan sejumlah flavonoid dan mineral
antikanker diduga kuat dapat digunakan sebagai properti antikanker. Namun, hingga kini
belum ada kata sepakat di kalangan ahli yang menyimpulkan adanya antikanker pada cokelat.
Seperti kebanyakan antioksidan lain yang berkhasiat sebagai antikanker, cokelat yang kaya
dengan bioaktif antioksidan diduga kuat juga berperan sebagai antikanker. Keberadaan
flavonoid penting dalam biji cokelat erat kaitannya dengan fungsinya sebagai
imunomodulator. Peningkatan sistem imun merupakan benteng pertahanan yang penting
untuk mencegah kanker.
Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa flavonoid cokelat mampu menghalangi reaksi
radikal molekul oksigen (ROS: Reactive Oxygen Species) dan nitrit yang memicu terjadinya
kanker. Penelitian lain menjelaskan bahwa polifenol cokelat mampu meningkatkan aktivitas
limfosit dan sel pembunuh (NK cell) pada binatang percobaan yang terdeteksi terkena kanker.
Hal ini menjadi indikator bahwa tubuh yang kaya polifenol cokelat siap menghadapi risiko
kanker dengan cara menyerangnya.
Beberapa ahli menduga bahwa cokelat memiliki kekuatan sebagai antikanker karena
tingginya potensi antioksidan yang dimilikinya serta didukung oleh kemampuannya sebagai
antiinflamasi. Beberapa jenis kanker didahului oleh inflamasi karena itu, pencegahan
inflamasi merupakan upaya yang baik untuk mendukung pencegahan kariker.

Pilih cokelat hitam agar berkhasiat


Di pasaran ada berbagai jenis produk berbasis cokelat. Cokelat hitam (dark chocolate)
memiliki kemampuan sebagai antioksidan yang lebih baik dibanding jenis cokelat lainnya.

Tingginya efek antioksidan dari setiap jenis cokelat ditentukan oleh kandungan flavonoid
yang dimilikinya.
Kualitas cokelat tentu saja ditentukan oleh kadar cokelat yang terkandung dalam suatu
produk. Kadar cokelat yang terkandung dalam suatu bahan makanan juga turut menentukan
efektivitas antioksidan yang dimilikinya.
Untuk mendapatkan antioksidan unggul dari cokelat, sangat dianjurkan agar Anda
mengonsumsi cokelat hitam yang tidak dicampur susu dan sedikit mengandung gula atau jika
Anda suka sebaiknya pilihlah cokelat hitam yang tidak manis sama sekali.
Cokelat hitam lebih unggul dibanding cokelat lainnya karena memiliki kandungan polifenol
yang lebih tinggi. Polifenol merupakan antioksidan utama yang dimiliki cokelat.