Anda di halaman 1dari 22

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

PLANT SURVEY
Laporan Praktikum Kedokteran Okupasi
Di PT Kalbe Farma, 24 Oktober 2012
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl.Arjuna Utara No.6 Jakarta 11510

BAB I. PENDAHULUAN
1.1.

Pengantar

Angka kecelakaan atau penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan yang tinggi dapat
menimbulkan beban yang tidak perlu dalam bidang kesehatan. Selain itu juga menyebabkan
terjadinya penurunan efisiensi dan efektivitas pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja
tersebut. Pada akhirnya hal ini akan menimbulkan kerugian pada sektor industri dan
berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi suatu negara. Di Amerika, kerugian yang terjadi
mencapai 4-5 % dari Gross National Product negara tersebut. Oleh karena itu, saat ini di
seluruh dunia sedang dilakukan upaya untuk menurunkan angka kecelakaan kerja dan
gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh pekerjaan.
Menurut laporan World Competitiveness Year Book ILO, kualitas tenaga kerja maupun
keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia pada tahun 2001 berada di posisi ke-110 dari
173 negara di dunia. Sementara itu, ditinjau dari tingkat kecelakaan kerja, Indonesia berada
pada peringkat 26 dari 27 negara di dunia. Peringkat ini jauh di bawah Malaysia dan Thailand
yang berada di posisi 16 dan 22, dan tentunya akan mempengaruhi daya saing di pasar
Internasional. Standar keselamatan kerja di Indonesia paling buruk dibandingkan dengan
negara di kawasan Asia Tenggara lainnya.
Penyebab terjadinya kecelakaan kerja dibagi menjadi 2 faktor, yaitu faktor lingkungan (15%)
dan faktor manusia (85%). Kecelakaan kerja yang terjadi tergantung dari jenis industrinya,
dan semua yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja disebut bahaya
potensial yang dapat berupa bahaya fisik, kimia, biologi, ergonomis, dan psikososial. Pada
1
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

industri farmasi para pekerja seringkali harus bersentuhan dengan bermacam jenis zat-zat
kimia yang mudah terbakar hingga yang dapat mengganggu kesehatan dan menimbulkan
kematian para pekerja. Beberapa gangguan yang sering dijumpai adalah seperti ISPA,
dermatitis, dan keganasan.
Pada plant survey ini dilakukan kunjungan ke sebuah pabrik farmasi, yaitu PT Kalbe Farma
TBK. Kunjungan dimaksudkan untuk melatih kemampuan mahasiswa untuk mengenali
faktor risiko terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK) serta mengidentifikasikan
kemungkinan adanya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. PT Kalbe Farma adalah salah
satu industri yang memproduksi berbagai macam obat, suplemen, dan farmasi lain. Industri
ini mempekerjakan ribuan tenaga kerja yang memiliki ketekunan dan disiplin yang tinggi
demi mencapai kualitas produk yang sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan dalam
alur produksi.
Dalam makalah laporan plant survey ini akan dibahas lebih lanjut tentang penyakit akibat
kerja, faktor penyebab penyakit akibat kerja, pentingnya upaya pencegahan yang sistematis,
upaya pencegahan yang dapat dilakukan di perusahaan yang telah kami kunjungi, dalam
konteks ilmu kedokteran okupasi yang berhubungan dengan keselamatan kerja. Hal ini sangat
penting, mengingat faktor-faktor tersebut mempengaruhi sebagian besar pekerja pabrik
sehingga memiliki implikasi yang cukup besar bagi perusahaan.

1.2.

Profile Singkat

Nama : PT Kalbe Farma Tbk


Alamat: Kawasan Industri Delta Silicon
Jln. MH Thamrin Blok A3-1
Lippo Cikarang;
Bekasi; West Java; 17550
Berdiri

: 10 September 1966

Jumlah karyawan

: > 15.000 orang

Misi

: melayani masyarakat akan

kesehatan yang lebih baik


Visi

: menjadi perusahaan makanan

kesehatan terkemuka di Indonesia yang


didukung oleh brand-brand terpercaya,
pengembangan produk yang intensif dan
layanan konsumen yang unggul
Moto : The Scientific Pursuit of Health
for a Better Life

Bidang/ jenis usaha : Farmasi


2
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

Kalbe didirikan pada tahun 1966. Pada tahun 1991, Kalbe terdaftar di Bursa Efek Indonesia
sebagai perusahaan publik. Kalbe telah jauh berkembang dari awal mulanya sebagai usaha
farmasi yang dikelola di garasi rumah pendirinya di wilayah Jakarta Utara. Saat ini Kalbe
telah menjadi perusahaan produk kesehatan publik terbesar di Asia Tenggara yang memiliki
nilai kapitalisasi pasar sebesar USD 3,9 miliar dan omset penjualan Rp 10,91 triliun pada
akhir tahun 2011.
Kalbe memiliki fokus bisnis pada 4 divisi, yaitu divisi obat resep, divisi produk kesehatan,
divisi nutrisi, serta divisi distribusi dan logistik. Saat ini Kalbe didukung lebih dari 15.000
karyawan termasuk 4.000 tenaga pemasaran dan penjualan yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia, sehingga Kalbe mampu menjangkau 70% dokter umum, 90% dokter spesialis,
100% rumah sakit, 100% apotek untuk pasar obat-obat resep serta 80% untuk pasar produk
kesehatan dan nutrisi.
Inovasi adalah semangat yang menjiwai setiap tahap pertumbuhan Kalbe menjadi perusahaan
farmasi terbesar di Indonesia. Riset dan pengembangan produk-produk baru yang inovatif,
bernilai tinggi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan prospek yang baik di masa
mendatang terus dilakukan. Menyadari kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan
yang sangat luas, Kalbe terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan distribusinya.
Perbaikan berkesinambungan dalam integrasi rantai pasokan menjadi salah satu perhatian
utama Kalbe untuk meningkatkan efisiensi dan arus kas Perseroan.
Setelah melampaui 4 dasawarsa pertumbuhan, Kalbe telah bertransformasi dari produsen
obat-obatan menjadi penyedia solusi layanan kesehatan yang menyeluruh melalui
penyediaan solusi kesehatan yang lengkap mulai dari produk obat-obatan, nutrisi, suplemen,
makanan dan minuman kesehatan hingga alat-alat kesehatan termasuk pelayanan kesehatan
primer. Bentuk pelayanan komprehensif atau holistik kepada konsumen yang telah dirintis,
Kalbe diyakini dapat mempertahankan dan meningkatkan daya saing Kalbe di tengah
kompetisi yang semakin ketat dalam rangka memperkuat keunggulan kompetitif Kalbe di
masa depan. Adalah menjadi target kami untuk membangun Global Brand yang memiliki
potensi penjualan yang tinggi di setiap unit bisnis untuk mendorong pertumbuhan kinerja.
Misi Kalbe adalah melayani masyarakat akan kesehatan yang lebih baik. Misi itu
mencerminkan motivasi keberadaan kami. Satu hal penting yang membedakan sejak awal,
3
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

yaitu bahwa Kalbe Nutritionals dibangun di atas keyakinan dasar, bahwa setiap manusia
berhak untuk menikmati betapa indah dan mulianya hidup ini. Hal itu hanya mungkin dicapai
jika manusia memiliki kesehatan yang baik.
Visi Kalbe adalah menjadi perusahaan makanan kesehatan terkemuka di Indonesia yang
didukung oleh brand-brand terpercaya, pengembangan produk yang intensif dan layanan
konsumen yang unggul. Untuk mencapainya, secara berkesinambungan kami terus
meningkatkan pemahaman kebutuhan dan aspirasi pelanggan, pengembangan produk dan
meningkatkan efektivitas jalur distribusi dan marketing.
Kalbe mengembangkan corporate values untuk memperkuat motivasi dan memperkaya
inspirasi mereka:
1. Melayani pelanggan dengan segenap hati
2. Bergandengan Tangan Bekerjasama
3. Senantiasa berinovasi
4. Bersemangat untuk tetap unggul
5. Menyentuh Kehidupan
6. Selalu berusaha menjadi yang terbaik di bidangnya
7. Hasrat untuk hidup sehat & seimbang
Mampu terus tumbuh secara berkesinambungan melalui sinergi antar unit bisnis menjadi
harapan Kalbe dalam rangka mendukung terwujudnya misi Perseroan yaitu meningkatkan
kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik. Dengan dukungan sumber daya manusia yang
berkualitas serta upaya perbaikan dalam berbagai proses bisnis secara berkesinambungan,
Kalbe optimis akan mampu mencapai visi Perseroan menjadi perusahaan produk kesehatan
Indonesia terbaik yang didukung oleh inovasi, merek yang kuat dan manajemen yang prima.

4
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

BAB II. PEMBAHASAN


2.1. Materi Observasi
Pada kunjungan PT kalbe farma ini, para mahasiswa diperkenalkan dengan 3 bagian dari
produksi farmasi. Mahasiswa dapat memantau dan mendapat penjelasan mengenai:
1. Proses produksi obat maag (promag)
2. Melihat ruangan QA/QC
3. Ruangan R&D.
Pada materi observasi ini, lebih akan dijelaskan proses produksi obat promag.
2.1.1. Proses Produksi Promag
Promag merupakan obat untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan
kelebihan asam lambung, gastritis, tukak lambung, dan tukak usus dua belas jari dengan
gejala-gejala seperti mual, nyeri lambung, nyeri ulu hati, kembung, dan perasaan penuh pada
lambung. Merupakan obat maag kategori antasida (penetralisir kelebihan asam lambung)
yang pertama di Indonesia.

Komposisi tiap tablet yang dicantumkan pada kotak obat antara lain: Hydrotalcite
200 mg; Magesium Hidroksida 150 mg; Simethicone 50 mg

Dosis penggunaan:

Dewasa

: 1 2 tablet setiap sebelum atau sesudah makan, dan sebelum tidur.

Anak-anak

: - 1 tablet setiap sebelum atau sesudah makan, dan sebelum tidur.

Bahan Baku : Dimetilpolysiloxane, hidrotalcite grade B, magnesium hidroksida,


FDC yellow Np. 5, methal pip oil, mainstrake, patent blue V, sacchain, talcum, sugar
granulated halus

Hasil Akhir

Alur Proses Produksi :

: Promag

Material gudang penyimpanan (gudang karantina QC ) gudang timbang (ditimbang


sesuai resep dan dibungkus menjadi kantong kantong) Produksi campur pelarut
5
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

terbentuk sirup keringkan jadi butiran halus dicetak membentuk tablet kemas primer
kemas sekunder valet gudang produk pengiriman.

Diagram alir proses produksi :

(lihat lampiran 1. Diagram Alur Proses Produksi Promag)

Pajanan potensial dan faktor resiko kesehatan pada pekerja :

(dapat dilihat pada bagian 2.4.)

Lingkungan di dalam pabrik :

Terdapat ventilasi yang baik, kebersihan lingkungan dan lantai juga baik, tata letak barang
baik, sudah terdapat kotak P3K, terdapat alat pemadam kebakaran yang terjangkau tangan
pekerja, higiene industri juga baik. Secara keseluruhan, lingkungan didalam pabrik sudah
amat baik, juga disertai taman-taman yang hijau.

2.1.2. Quality Control/ Quality Assurance (QC/ QA)


Bagian QC (quality control) juga terbagi menjadi sub-bagian:
a. Raw Material : Memeriksa bahan baku yang dipakai untuk produksi obat diawal.
Dilakukan sampling pada awal masuk materi untuk menilai kemurnian.
b. Packaging Material : memeriksa kemasan yang sudah dan akan dipakai untuk
mengetahui sudah memenuhi standar atau belum.
c. Semi Finish Product : disetiap tahapan krisis pembuatan obat, akan dibuat sampling
untuk menjamin mutu obat tak berubah.
d. Mikrobiologi : biasa dilakukan untuk obat-obat steril seperti injeksi, liquid, atau krim.
Bagian QA (quality assurance) juga dibagi menjadi beberapa sub bagian:
a. Validasi Proses : untuk membuktikan proses yang ada sudah baik dan memenuhi
kualitas.

6
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

b. Validasi Pembersihan : menjamin pembersihan mesin-mesin dilakukan dengan baik


(dikerjakan bagian produksi namun dipantau oleh QA)
c. Validasi Infrastruktur : memeriksa keadaan air, saluran udara, tata udara, dan limbah
pabrik.
d. Kalibrasi kualifikasi : memeriksa apakah segala timbangan yang dipakai sudah
dikalibrasi/ ditera dengan baik.
e. Audit proses : untuk memantau segala proses dalam produksi agar berjalan sesuai
target.
Kecelakaan kerja yang terjadi pada bagian ini yang paling sering adalah tertumpah bahan
kimia. Selain itu bagian ini memerlukan ketelitian lebih sehingga gangguan visus juga
mungkin terjadi. Pengendalian yang dilakukan oleh PT Kalbe Farma untuk pekerja yang
tertumpah bahan kimia berupa shower air bersih dan wastafel air bersih yang berada di dekat
lokasi pekerja dilengkapi dengan kotak first aid yang setiap penggunaanya didata sehingga
terkontrol dan selalu tersedia.
Dari hasil observasi, MCU yang dilakukan setiap tahunnya oleh PT Kalbe Farma meliputi
pemeriksaan radiologi, spirometri, audiologi, SGPT, lab GGT, kultur feses. Untuk bagian QC/
QA ini, MCU berkala berupa radiologi, spirometri telah dilakukan. Namun sebaiknya
ditambah dengan pemeriksaan visus.

2.1.3. Research & Development (R&D)


Sub-bagian ini terdiri dari:
a. Formulasi : membuat formulasi produk yang akan dipasarkan. Pada bagian ini pekerja
berkerja pada ruang laboratorium sendiri dengan berbagai peralatan berskala kecil
yang terdapat pada bagian produksi sehingga mendapat hasil produk yang sesuai dan
dapat diuji kerjanya. Pada bagian ini terdapat hazard berupa debu hasil bahan kimia
dan bahan kimia yang dapat menjadi potensi mengganggu kesehatan
b. Analysis development : untuk memeriksa kembali apakah hasil pengembangan bagian
formulasi memiliki fungsi seperti seharusnya dan memeriksan kembali isi, interaksi
dan ketahanan atau waktu kadaluarsa pada produk hasil bagian formulasi. Paparan
7
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

yang terdapat pada bagian ini adalah paparan bahan kimia dan bahaya iritasi dari
bahan kimia itu sendiri. Bahaya tersebut antara lain adanya kontak dengan reagenreagen, ekstraksi dan bahan aktif produk (obat) yang diuji.
c. Packaging development : bertugas untuk merancang kemasan dan mempertahanan
kualitasn dan jaminan kemasan.
Pada bagian ini kecelakaan kerja yang mungkin terjadi serupa dengan bagian QC/ QA.
Sebagai tambahan, ada beberapa alat yang mengeluarkan bising dan getaran pada bagian
R&D. APD sudah disediakan oleh pihak pabrik.

2.2. Materi Pengukuran


Pada plant survey di PT Kalbe Farma ini, tidak dilakukan pengukuran secara langsung karena
kami tidak dapat menggunakan alat pengukur pada bagian pabrik yang kami kunjungi.
Sehingga tidak ada data spesifik yang dapat kami paparkan dalam laporan ini. Namun,
berdasarkan informasi yang kami peroleh dari pihak pabrik, maka didapati bahwa seluruh
area produksi menggunakan AC sentral yang suhunya dapat diatur di masing-masing area.
Ketiga area yang kami kunjungi (area produksi PROMAG, Quality Assurance/ Quality
Control, dan Research & Development) semuanya berada pada suhu dibawah 250 C.
Terutama pada area produksi PROMAG, suhu ruangan dibuat lebih sejuk karena pakaian
pekerja yang berlapis dapat meningkatkan suhu tubuh pekerja di area tersebut.
Untuk kelembaban, pihak pabrik menyatakan tiap area pembuatan obat memiliki kelembaban
yang berbeda, tergantung dari reaktivitas bahan dasar obat-obat yang diproses di masingmasing area. Namun untuk proses produksi PROMAG, pihak pabrik menyatakan kelembaban
udara yang dipertahankan adalah kelembaban normal, di angka 75 RH. Kelembaban normal
juga dipertahankan di dalam ruang QA/ QC dan R&D, untuk kenyamanan pekerjanya.

2.3. Data Sekunder


Data sekunder tidak kami dapatkan dikarenakan banyak karyawan yang cuti. Namun dari
hasil wawancara, dapat kami ketahui bahwa ada angka kesakitan dugaan PAK, angka
kecelakaan kerja, dan absensi karyawan. Namun tak kami ketahui angka pastinya.
8
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

Setelah melakukan peninjauan pada pabrik dari PT.Kalbe Farma dan mendapatkan informasi
yang diperlukan, dari hasil kunjungan didapatkan bahwa pada PT.Kalbe Farma angka
kecelakaan kerja dikontribusi paling dominan dari bagian produksi, hal ini disebabkan
banyaknya keterlibatan mesin-mesin yang berpotensial menimbulkan kecelakaan kerja
apabila pekerja ditidak dilengkapi dengan pengetahuan dan alat pelindung diri yang sesuai.
Dari hasil wawancara juga, SMK3 dilakukan pada PT kalbe Farma. Minimal didalam satu
bagian, ada satu orang yang dilatih khusus memahami semua tindakan pertolongan pertama
pada kasus-kasus kecelakaan kerja.
Penyuluhan, pelatihan, dan seminar bidang K3 (keselamatan kecelakaan kerja) pasti akan
dilakukan bagi seluruh pekerja baru yang akan masuk, serta akan dilakukan pengulangan
minimal 1x dalam 1 tahun.

2.4. Pajanan Potensial dan Faktor Resiko Kesehatan Pada Pekerja


Akan dibahas pajanan secara fisika, kimia, biologi, ergonomi, dan psikososial. Serta
gangguan kesehatan keselamatan/ kecelakaan kerja juga gizi pekerja.
2.4.1. Pajanan Fisika
Ruangan
Formulasi
Analitik
Packaging
Quality

Penerangan
Terang
Terang
Terang
Terang

Suhu
Dingin
Dingin
Dingin
Dingin

Kelembaban
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup

Kebisingan Radiasi
Bising +
Tidak ada
Bising normal Tidak ada
Bising normal Tidak ada
Bising normal Tidak ada

control
Produksi

Terang

Panas

Cukup

Bising ++

Getaran
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

Tidak ada ++

Nama
mesin
Senjong

Fungsi

Kapasitas

Ruang

Faktor resiko

Pencentakan tablet

Gray area

Kebisingan

Granulasi
Diosna

Alat mixing
Alat mixing

200-250000
tablet/jam
60 Kg
40 liter

Gray area
Gray area

Granulasi
UPS
Cartoning
Over
warpping

Alat drying
Blister tablet
Blister ke doos
Membungkus doos
dengan plastik

250 Kg
600-700 blister
200-230 doos
50 buah @4
doss/menit

Gray area
Black area
Black area
Black area

Kebisingan
kebisingan dan
vibrasi
Kebisingan
Kebisingan
Kebisingan
Kebisingan
9

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

Keterangan

: Gray area: tempat pengukuran bahan, sampai proses pembentukan obat


Black area: tempat pengemasan hasil jadi obat

Pajanan fisik ini, bila ditinjau secara garis besar pada PT Kalbe Farma:
a) Pencahayaan :
Sudah baik dan adekuat
b) Suhu

Mengikut standard yang ditetapkan dan juga dipantau secara periodik.


Namun pada alur produksi, diobservasi bahwa pada beberapa stage produksi,
pekerja akan mengalami kontak dengan vapour dan boiling liquids.
Terdapat juga pekerja yang tidak memakai APD yang diwajibkan.
c) Kelembaban :
Mengikut standard yang ditetapkan dan dipantau secara periodik.
d) Bising

Mengikut standard yang ditetapkan dan juga dipantau secara periodik.


Namun pada laboratorium R&D diobservasi bahwa tidak ada sekat atau
divider untuk meredam bunyi bising yang terus menerus dipaparkan kepada
pekerja.
Pada alur produksi juga dilihat bahwa sebagian pekerja memakai APD (ear
muffs) ketika menggunakan mesin.
e) Vibrasi:
Pekerja terpapar dengan vibrasi di alur produksi ketika kontak dengan mesin.
2.4.2. Pajanan Kimia
Bahaya akibat berinteraksi dengan bahan kimia di industri farmasi antara lain:
10
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

Bahaya terkena bahan iritasi atau korosif.


Misalnya di laboratorium QA/ QC atau R&D atau personal produksi, sering
menggunakan asam kuat seperti HCL, H2SO4, HNO3, dsb yang jika terpercik bisa
menimbulkan luka iritasi atau korosif. Untuk itu perlu langkah pengamanan yang
meliputi training operator agar mengetahui cara bekerja yang aman serta APD yang
memadai mulai dari pakaian (jas lab), sarung tangan, sendal khusus serta kaca mata
khusus. Serta dilengkapi shower pembasuh mata untuk mengantisipasi jika ada
percikan yang mengenai mata.

Bahaya zat zat oksidator kuat


Bahan oksidator kuat sangat berbahaya, karena selain bahan ini bersifat korosif juga
bisa berpotensi menimbulan ledakan atau kebakaran. Asam kuat seperti peroksida
pekat jika menetes di meja kayu palet atau tissue bisa menumbulkan terjadinya
kebakaran. Penempatan bahan-bahan ini harus dipastikan aman dan tidak terjadi
kebocoran. Semua personal yang terlibat harus diberitahukan cara bekerja yang aman
dengan bahan ini.

Bahaya terpapar bahan berbahaya.


Personal produksi atau QA/ QC dapat beresiko terpapar bahan bahan yang berbahaya.
Bahan bahan yang digunakan dalam industri farmasi jika terpapar bisa menimbulkan
gangguan mulai dari yang paling ringan misalnya alergi dan gatal-gatal, sampai bahan
yang paling berbahaya misalnya bersifat karsinogenik. Untuk itu ketersediaan MSDS
(material saftey data sheet) dari bahan-bahan yang digunakan dalam industri farmasi
baik bahan baku, reagen, bahan penolong, pelarut maupun desinfektan wajib
hukumnya, karena ini akan menjadi dasar dalam menyusunan prosedur kerja serta
tindakan penanganan jika terjadi kondisi darurat.

Bahaya menghirup atau menelan bahan berbahaya.


Selama melakukan kegiatannya baik personal produksi maupun laboratorium
mempunyai resiko menelan atau menghirup bahan berbahaya. Sistem di produksi
harus dikembangkan agar meminimalkan terjadinya debu misalnya dengan cara
menerapkan produksi closed system, tata udara juga harus dirancang agar jika
dihasilkan debu bisa segera dihilangkan misalnya dilengkapi dust collector pada area
11

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

berdebu atau system udara laminar sehingga debu yang dihasilkan tidak mengarah ke
operator.
Masker kain bukanlah alat proteksi yang sempurna terhadap resiko menghisap bahan
kimia, masker kain hanya melindungi produk terhadap percikan ludah pada saat
operator bernafas atau berbicara. Jika diperlukan APD yang memadai harus
digunakan respirator yang dilengkapi dengan filter udara sesuai dengan kelas
bahayanya.

Zat-zat kimia yang digunakan dalam pembuatan PROMAG:


1. Magnesium Hidroksida
Jika berlebihan (terakumulasi dalam tubuh) dapat mempengaruhi sistem syaraf.
2. Polydimethylsiloxane (PDMS)
Polydimethylsiloxane (PDMS) tergolong dalam sekelompok polimer organosilicon
senyawa yang sering disebut sebagai silikon. PDMS adalah yang paling banyak
digunakan silikon berbasis organik polimer. PDMS merupakan optik jelas, dan, secara
umum, dianggap inert, tidak beracun dan tidak mudah terbakar. Hal ini kadangkadang disebut dimethicone dan merupakan salah satu dari beberapa jenis
minyakHYPERLINK "http://translate.googleusercontent.com/translate_c?
depth=1&hl=id&prev=/search%3Fq%3DPolydimethylsiloxane%26hl%3Did%26client
%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26biw%3D1366%26bih
%3D639%26prmd
%3Dimvnsb&rurl=translate.google.co.id&sl=en&twu=1&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Silic
one_oil&usg=ALkJrhjGEeI80QkKA9cMGZeckOAvZNMTiw" HYPERLINK
"http://translate.googleusercontent.com/translate_c?depth=1&hl=id&prev=/search%3Fq
%3DPolydimethylsiloxane%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:enUS:official%26biw%3D1366%26bih%3D639%26prmd
%3Dimvnsb&rurl=translate.google.co.id&sl=en&twu=1&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Silic
one_oil&usg=ALkJrhjGEeI80QkKA9cMGZeckOAvZNMTiw"silikon (terpolimerisasi
siloksan). Aplikasi berkisar dari lensa kontak dan perangkat medis untuk elastomer,

juga dalam shampoo (sebagai dimethicone membuat rambut mengkilap dan licin),
makanan (antifoaming agen), minyak pelumas, dan tahan panas ubin.
12
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

3. FDC Yellow 5
Gejala akut / tanda-tanda telah tereksposur:
Mata: kemerahan, gatal, rasa terbakar, konjungtivitis.
Kulit: kemerahan, gatal.
Tertelan: iritasi dan sensasi terbakar muntah mulut dan tenggorokan, mual dan
sakit perut.
Terhirup: iritasi membran mukosa, batuk, mengi, sesak napas.
4. Patent Blue V
Mata: dapat menyebabkan iritasi mata.
Kulit: bahaya jika terkena kulit, dapat menyebabkan iritasi kulit.
Tertelan: berbahaya jika tertelan, dapat menyebabkan iritasi pada saluran
pencernaan.
Terhirup: membahayakan bila terhirup, dapat menyebabkan iritasi saluran
pernapasan.
5. Saccharin
Kulit: materi ini dapat menyebabkan perasaan tak nyaman pada kulit. Luka
terbuka, terabrasi atau kulit yang teriritasi tidak boleh terkena bahan ini.
Terhirup: dapat menyebabkan batuk, bersin, dan gangguan pada saluran pernapasan
atas.
Mata: tidak ada efek samping yang terlalu berarti tapi debu dapat menyebabkan
iritasi mekanis.
Tertelan: menelan 5 g telah dilaporkan menyebabkan mual, muntah dan diare.
6. Talcim
Terhirup: paparan bubuk atau debu bisa mengiritasi hidung mata dan tenggorokan.
13
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

Mata: dapat mengiritasi jaringan mata, menggosok dapat menyebabkan abrasi


kornea.
Tertelan: dalam jumlah besar produk ini dapat mengiritasi sistem pencernaan.
Kulit: dapat mengiritasi kulit, pada kulit yang sedang luka dapat menyebabkan
reaksi granulomatosa parah.
7. Zat-zat lain
Menthae Piroil, Maistarke, sugar granulated halus, Hydrotalcite grade B tidak
ditemukan data yang spesifik tentang bahaya dari penggunaan zat tersebut.

2.4.3. Pajanan Biologi


Pada ruang QA/ QC, pekerja melakukan tes untuk mendeteksi adanya mikrobiologi tertentu
dari sample obat yang sudah diberikan. Tidak disebutkan mikrobiologi apa saja yang sering
ditemukan, tetapi mereka menggunakan media spesifik untuk mengkultur bakteri maupun
jamur dari dalam sampel obat yang sedang mereka produksi. Semua mahluk mikron yang
mungkin tumbuh pada media spesifik tersebut bisa terpapar pada pekerja lab dan bisa
menyebabkan penyakit. Namun, karena tidak diperoleh informasi yang spesifik mengenai
jenis-jenis bakteri ataupun jamur yang sering diperhatikan, maka tidak dapat dibuat ulasan
kondisi patologis apa yang mungkin dapat terjadi pada pekerja. Kondisi yang sama juga kami
temukan pada ruang research and development. Pihak perusahaan tidak memberikan
informasi yang spesifik mengenai bakteri apa saja yang mereka gunakan.
Akan tetapi, melalu informasi yang kami peroleh, kami menyimpulkan bahwa terdapat faktor
resiko biologi pada bagian dari proses produksi obat PT Kalbe Farma.

2.4.4. Pajanan Ergonomi


Bagian Produksi
14
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

Bagian Mixing Tank, pada saat membersihkan atau mengaduknya posisinya


membungkuk sampai 90 derajat lebih, bisa menyebabkan dislokasi sendi atau
gangguan muskuloskeletal.

Cara membersihkannya menggunakan kape, sudut tangan sampai membentuk sudut


deviasi yang sangat besar, sehingga dapat menyebabkan dislokasi sendi atau
gangguan muskuloskeletal.

Bagian Research & Development (R&D)

Pada pekerja yang mau melakukan titrasi tetapi tidak ada injakan kaki supaya bisa
sampai ke tabungnya.

2.4.5. Pajanan Psikososial


Faktor psikologis kerja meliputi antara lain hubungan interpersonal, kepuasan kerja, beban
kerja (mental), dan monotoni. Faktor rekreasi bagi para pekerja hanya dirasakan pada hari
ulang tahun PT Kalbe Farma yang dilakukan dengan berdarmawisata bersama-sama. Faktor
stress pekerja mungkin dirasakan saat mengejar target produksi di mana para pekerja
terkadang harus lembur dan diforsir untuk mencapainya. Dari hasil data yang kami dapat dari
kunjungan ke PT Kalbe Farma, dikatakan bahwa semuanya baik dan kembali tergantung pada
setiap pribadi para pekerja. Karena kami tidak sempat dan tidak diberi waktu untuk
wawancara dengan pekerja, kami tidak tahu apa yang dirasakan dan dipikirkan para pekerja
di sana.

2.4.6. Gangguan Kesehatan/ Kecelakaan Kerja


Faktor resiko gangguan kesehatan/ kecelakaan kerja PT Kalbe Farma:
15
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

Pada bagian produksi terdapat sub-bagian yaitu:

Bagian pencampuran dengan pelarut


Bising yang diakibatkan oleh mesin pencampuran dapat menyebabkan pekerja pada
sub-bagian ini mengalami ketulian (Noise Induce Hearing Lose/ NIHL). Ketulian
tersebut dapat berupa sementara atau permanen. Untuk mengurangi angka ketulian
tersebut, PT Kalbe Farma membuat 3 shift untuk pekerja. Selain itu, pekerja di subbagian ini juga sudah dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Tetapi
kekurangannya adalah pekerja tersebut masih ada yang tidak menggunakan APD.
Namun, pihak PT Kalbe Farma memberikan teguran langsung jika melihat pekerjanya
tidak patuh.
PT Kalbe Farma sudah mempunyai klinik kesehatan yang menyediakan Medical
Check-Up (MCU) yang dilakukan secara berkala setiap 1 tahun sekali. Pemeriksaan
MCU pada bagian ini khususnya adalah audiometri. MCU dilakukan juga pada awal
pertama kali pekerja melamar di PT Kalbe Farma. Angka audiometri saat sebelum
bekerja dan setelah bekerja pada sub-bagian ini tidak mengalami fluktuasi karena
pengendalian dari pihak PT Kalbe Farma yang baik.

Bagian mesin pencetakan


K3 yang sering terjadi disini adalah berupa kelalaian dari pihak pekerja sendiri berupa
jari terjepit oleh mesin cetak. Ini perlu pengawasan dari pihak PT Kalbe Farma agar
pekerja di sub-bagian ini bekerja ditemani oleh pekerja lain.

Bagian pengemasan
Untuk bagian ini K3 yang sering dialami adalah Low Back Pain. Sub-bagian ini
melakukan pengemasan dengan duduk di kursi yang tidak ada sandarannya.

Faktor resiko K3 yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:

16
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

SUB-BAGIAN PRODUKSI

RESIKO

PENGENDALIAN

Pencampuran dengan pelarut

Noise Induce Hearing Lose

MCU setiap 1 tahun sekali


yang mencakup pemeriksaan
audiometric

Pencetakan

Jari terjepit mesin

Perlu konsentrasi penuh dari


pekerja sendiri serta
pengawasan dari orang lain

Pengemasan

Low Back Pain

Kursi yang disediakan lebih


baik diberi sandaran punggung.

Pada bagian QA/QC, serta R&D; Kecelakaan kerja yang terjadi pada bagian ini yang paling
sering adalah tertumpah bahan kimia. Selain itu bagian ini memerlukan ketelitian lebih
sehingga gangguan visus juga mungkin terjadi. Pengendalian yang dilakukan oleh PT Kalbe
Farma untuk pekerja yang tertumpah bahan kimia berupa shower air bersih dan wastafel air
bersih yang berada di dekat lokasi pekerja dilengkapi dengan kotak first aid yang setiap
penggunaanya didata sehingga terkontrol dan selalu tersedia.
Dari hasil observasi, MCU yang dilakukan setiap tahunnya oleh PT Kalbe Farma meliputi
pemeriksaan radiologi, spirometri, audiologi, SGPT, lab GGT, kultur feses. Untuk bagian QC/
QA ini, MCU berkala berupa radiologi, spirometri telah dilakukan. Namun sebaiknya
ditambah dengan pemeriksaan visus.
Program keselamatan kerja yang diterapkan oleh PT Kalbe Farma di antaranya:

Penyediaan APD bagi para pekerja. APD tersebut diantaranya ear plug, masker, apron,
sarung tangan, sandal khusus.

Tersedianya alat pemadam kebakaran dan juga kotak P3K yang terjangkau.

Terdapat sistem tanggap bencana, dan simulasi real case setiap tahun sekali. Pelatihan
berupa latihan emergensi pada kebakaran, evakuasi, first aid, occupational safety
training.

Pemasangan papan K3 seperti utamakan keselamatan dan kesehatan kerja, area


berbahaya kebisingan, hati-hati tersandung.
17

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

Pemakaian ear plug pada ruangan dengan bising lebih dari 85 dB.

Pemeriksaan kesehatan para pekerja secara berkala.

Mengadakan presentasi singkat mengenai hal-hal yang perlu diketahui para pengunjung
jika ada pengunjung dari luar pabrik.

Hampir semua tempat terdapat kotak P3K, sampah-sampah hasil kerja pada tiap bagian
dipisahkan menjadi golongan B3 (bahan beracun dan berbahaya) dan yang non-B3, setiap
ruangan telah difasilitasi dengan adanya gambaran poster perlindungan diri dan keselamatan
diri.
Setiap pekerja diwajibkan mengikuti pelatiahan yang dilakukan pada 3 hari pertama pekerja
masuk atau diterima dalam perusahaan, tiap bagian menerima pelatihan safety seperti
evakuasi keadaan darutat dan sesuai dengan bagian pekerjaannya akan menerima pelatihan
tentang penggunaan alat pelindung dan peraturan kerja.
Tiap pekerja menerima asuransi kesehatan dan keselamatan, serta menerima pemeriksaan
berkala setiap 1 tahun 1 kali yang dilaksanankan serentak. Dengan diadakannya tes spesifik
yang sesuai dengan paparan bahaya yang diterima.
Perusahaan juga menyediakan klinik yang siap melayani dengan dokter yang bekerja pada
hari kerja atau pekerja klinik yang telah dilatih untuk menangani kasus darurat.
Bagi pekerja laboraturium bagian reseach and development serta QC dan QA tersedia pantri
untuk minum, di daerah yang strategis dikarenakan tidak diperbolehkan makan dan minum
diruangan karena adaknya paparan dari bahan kimia yang terdapat di sekitar ruang kerja.

2.4.7. Gizi Kerja

18
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

Dari Plant Survey yang kami lakukan di PT Kalbe di bidang gizi, kami membagi menjadi
beberapa hal yang penting, yaitu:
Jam kerja dan istirahat
Jam masuk kerja dibedakan antara dua kelompok pekerja, plant dan non-plant. Pekerja plant
masuk pukul 07.00-15.30 dan non-plant (office) pukul 07.30-16.00. Selama bekerja, pekerja
diberikan waktu untuk makan siang dalam setengah jam secara bergantian di setiap
bagiannya. Pekerja di sela-sela waktu kerjanya dapat ke pantri untuk minum sambil sedikit
melepas lelah.
Penyediaan makanan
PT Kalbe menjamin gizi para karyawannya dengan menyediakan menu catering makan siang
yang cukup variatif, yaitu:
o Menu utama :Adalah menu yang berlaku kepada semua pekerja: nasi, sayur,
buah, tahu, tempe.
o Menu pilihan: Adalah yang dapat dipilih salah satu oleh pekerja dari 4 menu:
ayam, daging, telur, ikan.
Menu pilihan ini dibuat untuk memenuhi selera karyawan yang berbeda-beda. PT Kalbe
menyediakan menu utama yang berbeda-beda setiap harinya untuk mencegah kebosanan
karyawan. PT Kalbe menyediakan susu setiap pagi untuk karyawan yang bekerja di-lab dan
air dispenser yang mudah dijangkau
Fasilitas pantry
Kalbe sangat sigap dalam mengurangi faktor hazard yang mungkin terjadi, terbukti dimana
ruangan yang berhubungan langsung dengan zat kimia dilarang makan dan minum. Kalbe
menyediakan pantri bahkan kantin sendiri pada bagian-bagian yang membutuhkan, yaitu:
QC dan R&D
Dua ruangan ini berada dalam satu lantai yang sama, dimana QC bekerja
untuk menilai kualitas bahan kimia yang akan masuk produksi dan R&D
bekerja untuk meneliti bahan kimia dalam produk baru. Dilihat dari faktor
resiko yang cukup tinggi, maka pekerja dilarang keras untuk minum, terlebih
19
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

makan di dalam ruangan tersebut. PT Kalbe memberikan solusi dengan


menyediakan pantry di lantai tersebut untuk minum. Di lantai itu dilarang
untuk makan, karena mencegah terjadinya kontaminasi bakteri/ kuman yang
akan mempengaruhi kualitas dari bahan kimia itu sendiri. Karyawan
diwajibkan ke kantin untuk makan.
Dalam pantry terdapat 2 dispenser air yang selalu terisi penuh dan gelas yang
bertuliskan nama masing-masing karyawan.
Produksi
Ruangan produksi berada lumayan jauh dari jangkauan karyawan lain. Bagian
ini adalah bagian yang paling tinggi faktor hazardnya, baik kimia, fisika,
ergonomi, dan lainnya. Oleh karena itu maka PT Kalbe menyediakan kantin
khusus untuk pekerja pada bagian produksi. Fasilitas tersebut jelas
menguntungkan pekerja karena lebih mudah untuk makan siang daripada
harus ke kantin karyawan biasa yang cukup jauh.
Fasilitas kantin
Kalbe menyediakan kantin cukup besar dan mampu menampung semua karyawan. Kantin
tersebut sangat bersih, tertata rapi dan menarik. Tersedia beberapa meja panjang yang
dikelilingi bangku warna-warni. Ini membuktikan bahwa PT Kalbe peduli akan kenyamanan
karyawannya saat makan siang sekaligus jam istirahat mereka.

BAB III. PENUTUP


20
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

3.1. Kesimpulan
Masalah yang ditemukan Saran penyelesaian
1. Pembuatan
produk

1. Noise Induced

1. Mengenakan ear muff dan

Hearing Lose pada

melakukan pemeriksaan

sub-bagian

audiometri secara berkala.

pencampuran
dengan pelarut
2. Jari terjepit pada
sub-bagian
pencetakan

2. Adanya pengawasan saat


pelaksanaan. Disarankan
ditemani oleh pekerja lain.
3. Menggunakan kursi yang ada
sandarannya.

3. Low Back Pain


pada sub-bagian
pengemasan

2. Ruang QA/QC

1. Terkena tumpahan
bahan kimia pada
pekerja QC
2. Gangguan visus

1. Diberikan sekat antara ruang


kerja.
2. Dilakukan pemeriksaan visus
secara berkala.

pada pekerja QA
3. Ruang R&D

1. Terkena tumpahan
bahan kimia
2. Gangguan visus

1. Diberikan sekat antara ruang


kerja.
2. Dilakukan pemeriksaan visus
secara berkala.

4. Lain-lain

1. Pekerja tidak

1. APD yang sudah rusak

menggunakan

sebaiknya diganti dan pekerja

APD sebagaimana

yang tidak menggunakan APD

semestinya dan

ditegur serta diberi pengertian

kualitas APD yang

lebih tentang pentingnya K3.

kurang baik

21
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Plant Survey PT Kalbe Farma Tbk; 24 Oktober 2012

3.3. Saran umum


o Secara garis besar, PT Kalbe Farma sudah amat baik.
o Para pekerja yang meremehkan peraturan K3 perlu diberi pengertian lebih lanjut
dengan penyuluhan/seminar khusus para pekerja yang tidak taat.
o Diberikan snack/cemilan pada para pekerja agar mengoptimalkan hasil kerja.
o Pemeriksaan visus mata menurut wawancara belum dimasukkan pada MCU rutin.
Sebaiknya ditambahkan bagi pekerja yang sering bekerja didepan layar komputer dan
pekerja yang memerlukan ketelitian dalam pekerjaannya

22
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana