Anda di halaman 1dari 43

Obstruksi Usus

Mekanik

Alvin Wijaya
112014141
KOAS FK UKRIDA
Departemen Bedah Ortopedi RSUD Tarakan,
Jakarta
Periode 18 Mei 2015 25 Juli 2015

Definisi
Ileus
Hambatan pasase isi usus
Usus halus (letak tinggi), usus besar (letak

rendah), atau keduanya


2 jenis: obstruktif & paralitik

Ileus Paralitik
Adynamic & pseudo-obstruction
Fisiologis, 2-3 hari setelah operasi
Etiologi: trauma, toksemia, peritonitis,

kekurangan elektrolit (hipokalemia),


pemakaian obat obatan tertentu seperti
ganglionic blockers & antikolinergik, atau
trombosis & emboli pada vaskularisasi di usus
halus

Obstruksi Usus
Sederhana, pembuluh darah tidak terjepit
Strangulasi, pembuluh darah terjepit

iskemia, nekrosis, gangren


Gejala strangulasi: nyeri terus menerus,
takikardia, leukositosis, tanda peritonitis,
demam, hilangnya BU pastikan dengan
laparotomi

Etiologi
Adhesi
Hernia inkarserata
Intususepsi
Volvulus
Striktur
Ileus batu empedu
Kompresi eksternal
Benda asing
Metastasis kanker
Peradangan

Epidemiologi
Kasus kegawatdaruratan bedah
80% letak tinggi
Laki = Perempuan

Klasifikasi
Waktu: akut & kronik
Besaran obstruksi: parsial & total
Jenis obstruksi: sederhana, closed-loop,

strangulata

Patofisiologi

Gejala Klinis
Nyeri kolik
Mual & muntah
Konstipasi obstipasi
Distensi abdomen
Tanda dehidrasi: pusing, haus berlebih, malaise,

mukosa mulut yang kering


Usus halus: spasme setiap 3-5 menit dengan
intensitas 1 menit, nyeri epigastrik dan periumbilikal
persisten
Usus besar: lambat, konstipasi, nyeri cepat hilang,
spasme setiap beberapa menit dengan intensitas <1
menit, nyeri hipogastrium, muntah jarang di awal

Diagnosis
Anamnesis:
Intususepsi: nyeri perut, gelisah sewaktu kolik,

biasanya keluar cairan lendir campur darah (red


currant jelly) dari anus, muntah
Volvulus: nyeri akut, tidak berlangsung lama,
menetap, muntah hebat, penderita jatuh dalam
keadaan syok
Ileus obstruktif letak rendah: nyeri kolik
intensitas sedang, distensi jelas, tidak bisa
defekasi/flatus

Diagnosis
Anamnesis:
Tidak ada riwayat trauma, ada riwayat operasi,

ada riwayat meminum obat cacing


Penurunan BB drastis dalam beberapa bulan
keganasan
Nyeri di inguinal/tempat lain, dengan benjolan,
yang mungkin tidak dapat dimasukkan saat
berbaring

Pemeriksaan Fisik
Inspeksi: distensi, darm kontur, darm steifung.

Intususepsi massa sosis. Hernia inkarserata


benjolan. Adhesi bekas operasi
Palpasi: teraba massa (tumor, invaginasi,
hernia), volvulus massa nyeri bertambah
besar. RT darah strangulasi/neoplasma,
feses keras skibala. Nyeri tekan lokal atau
general peritonitis
Perkusi: hipertimpani
Auskultasi: hiperperistaltik, BU nada tinggi,
borborhygmi. Fase lanjut, BU dan peristaltik
melemah tidak ada

Diferensial Diagnosis

Pemeriksaan Penunjang
Hipovolemia & kelainan metabolik Darah

lengkap, elektrolit, BUN, kreatinin


Alkalosis metabolik muntah yang berat
Asidosis metabolik usus iskemik
Hipokalemia hipoperfusi organ
Gejala sistemik (demam, takikardia, hipotensi,
gangguan status mental) AGD, serum
laktat, kultur darah

Pemeriksaan Penunjang
X-Foto Polos Abdomen BNO 3 Posisi
CT Scan Abdomen
Tambahan: USG abdomen, MRI, kontras pada

usus halus

Obstruksi Usus Halus

Obstruksi Usus Besar

Tatalaksana
Koreksi keseimbangan elektrolit & cairan
Dekompresi menurunkan peregangan &

muntah
Atasi peritonitis dan syok yang ada
Hilangkan obstruksi

Tatalaksana
Persiapan penderita:
Dekompresi usus suction + NGT
Kateter urine output
Koreksi elektrolit + asam basa
Atasi dehidrasi

Tatalaksana
Operasi dekompresi tidak ada perbaikan

atau diduga ada kematian jaringan


Tindakan bedah:
Koreksi sederhana membebaskan usus dari

jepitan (hernia non inkarserata, jepitan oleh


adhesi, volvulus ringan)
By-pass membuat saluran baru (tumor
intralumen, Crohns disease)
Fistula enterocutaneous di bagian proksimal
obstruksi (CA stadium lanjut)
Reseksi + anastomosis Ca colon, invaginasi,
strangulata

Tatalaksana
Adhesi perlengketan dilepas, pita dipotong

pasase usus pulih


Hernia inkarserata trendelenburg 8 jam
herniotomi
Neoplasma angkat tumor (ganas: reseksi
radikal)
Askariasis enterotomi
Ca colon reseksi luas
Divertikel sembuhkan dahulu, reseksi,
kolostomi
Volvulus dekompresi dengan sekostomi

Komplikasi
Perforasi
Peritonitis
Septikemia
Infeksi sekunder
Alkalosis atau asidosis metabolik
Syok septik atau hipovolemia
Malabsorpsi/malnutrisi akibat abses usus
Pneumonia
Gangguan elektrolit
Kematian

Prognosis
Baik

Daftar Isi
Norton JA, et al. Surgery: basic science and clinical evidence. New York:

Springer; 2001. P. 622-8.


Kligensmith ME, Chen LE, Glasgow SC, Goers TA, Melby SJ. The
washington manual of surgery. 5 th edition. Philadelphia: Lippincott
Williams & Wilkins; 2008. P. 184-6.
Mucha PJ. Small intestinal obstruction. Surg Clin North Am 1987; 67:
597.
Miller G, Boman J, Shrier I, Gordon PH. Natural history of patients with
adhesive small bowel obstruction. Br J Surg 2000; 87: 1240.
Wright HK, OBrien JJ, Tilson MD. Water absorption in experimental
closed segment obstruction of the ileum in man. Am J Surg 1971; 121:
96.
Ray NF, et al. Abdominal adhesioloysis: inpatient care and
expenditures in the united states in 1994. J Am Coll Surg 1998; 186: 1.
Scott FI, Osterman MT, Mahmoud NN, Lewis JD. Secular tredns in smallbowel obstruction and adhesiolysis in the united states: 1998-2007.
Am J Surg 2012; 204: 315.

Daftar Isi
Markogiannakis H, et al. Acute mechanical bowel obstruction:

clinical presentation, etiology, management and outcome. World J


Gastroenterol 2007; 13: 432.
Drozdz W, Budzynski P. Change in mechanical bowel obstruction
demographic and etiological patterns during the past century:
observations from one health care institution. Arch Surg 2012; 147:
175.
Lippincott. Professional guide to pathophysiology. 3 rd edition.
Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2011. P. 347-50.
Murray MJ, Gonze MD, Nowalk LR, Cobb CF. Serum D (-)-lactate
levels as an aid to diagnosing acute intestinal ischemia. Am J Surg
1994; 167: 575.
Lange H, Jackel R. Usefulness of plasma lactate concentration in the
diagnosis of acute abdominal disease. Eur J Surg 1994; 160: 381.

Daftar Isi
Catena F, et al. Bologna guidelines for diagnosis and management of

adhesive small bowel obstruction (ASBO): 2010 evidence-based


guidelines of the world society of emergency surgery. World J Emerg
Surg 2011; 6: 5.
Mullan CP, Siewert B, Eisenberg RL. Small bowel obstruction. AJR Am J
Roentgenol 2012; 198: W 105.
Maglinte DD, et al. Reliability and role of plain film radiography and
CT in the diagnosis of small-bowel obstruction. AJR Am J Roentgenol
2007; 188: 233.
Suri S, et al. Comparative evaluation of plain films, ultrasound and CT
in the diagnosis of intestinal obstruction. Acta Radiol 1999; 40: 422
Balthazar EJ, George W. Holmes lecture. CT of small-bowel
obstruction. AJR Am J Roentgenol 1994; 162: 255.
Brunicardi FC, et al. Schwartzs principles of surgery. 8th edition. New
York: McGraw-Hill; 2005. P. 1031-2.

Terima Kasih