Anda di halaman 1dari 23

Proses peningkatan kadar

1. Pemilahan (Sorting)
2. Konsentrasi Gravitasi (Gravity Concentration)
3. Konsentrasi dengan Media Berat (Dense/Heavy Medium
Separation)
4. Konsentrasi Elektrostatik (Electrostatic Concentration)
5. Konsentrasi Magnetik (Magnetic Concentration)
6. Konsentrasi Secara Flotasi (Flotation Concentration)
Pemilahan (Sorting)
Bila ukuran bongkahnya cukup besar, maka pemisahan dilakukan dengan
tangan (manual), artinya yang terlihat bukan mineral berharga dipisahkan
untuk dibuang.

Konsentrasi Gravitasi
(Gravity Concentration)
Yaitu pemisahan mineral berdasarkan perbedaan berat jenis dalam
suatu media fluida, jadi sebenarnya juga memanfaatkan perbedaan
kecepatan pengendapan mineral-mineral yang ada.
Ada 3 (tiga) cara pemisahan secara gravitasi bila dilihat dari segi
gerakan fluidanya, yaitu :
1. Fluida tenang, contoh dense medium separation (DMS) atau heavy
medium separation (HMS).
2. Aliran fluida horisontal, contoh sluice box, shaking table dan spiral
concentration.
3. Aliran fluida vertikal, contoh jengkek (jig).
Produk dari proses konsentrasi gravitasi ada 3 (tiga)

1. Konsentrat (concentrate) yang terdiri dari kumpulan mineral berharga


dengan kadar tinggi.
2. Amang (middling) yaitu konsentrat yang masih kotor.
3. Ampas (tailing) yang terdiri dari mineral-mineral pengotor yang harus
dibuang.
Peralatan konsentrasi gravitasi yang banyak dipakai
a) Jengkek (jig) dengan bermacam-macam rekacipta (design).
b) Meja goyang (shaking table).
c) Konsentrator spiral (Humprey spiral concentrator).
d) Palong / sakan (sluice box).
Konsentrasi dengan Media Berat (Dense/Heavy Medium Separation)
Merupakan proses konsentrasi yang bertujuan untuk memisahkan
mineral-mineral berharga yang lebih berat dari pengotornya yang

terdiri dari mineral-mineral ringan dengan menggunakan medium


pemisah yang berat jenisnya lebih besar dari air (berat jenisnya > 1).
Produk dari proses konsentrasi ini adalah :
1. Endapan (sink) yang terdiri dari mineral-mineral berharga yang berat.
2. Apungan (float) yang terdiri dari mineral-mineral pengotor yang ringan.
Media pemisah yang digunakan
Air + magnetit halus dengan kerapatan 1,25 2,20 ton/m 3.
Air + ferrosilikon dengan kerapatan 2,90 3,40 ton/m 3.
Air + magnetit + ferrosilikon dengan kerapatan 2,20 2,90.
Larutan berat seperti tetra bromo ethana (b.j. = 2,96), bromoform (b.j.
= 2,85) dan methylene jodida (b.j. = 3,32). Tetapi larutan berat ini
harganya mahal, oleh sebab itu hanya dipakai untuk percobaanpercobaan di laboratorium.

Peralatan yang biasa dipakai adalah gravity dense/heavy medium separators


yang berdasarkan bentuknya ada 2 (dua) macam, yaitu :
1. Drum separator karena bentuknya silindris.
2. Cone separator karena bentuknya seperti corongan.
Konsentrasi Elektrostatik (Electrostatic Concentration)
Merupakan proses konsentrasi dengan memanfaatkan perbedaan sifat
konduktor (mudah menghantarkan arus listrik) dan non-konduktor (nir
konduktor) dari mineral.
Kendala proses konsentrasi ini adalah :
1. Hanya sesuai untuk proses konsentrasi dengan jumlah umpan yang
tidak terlalu besar.
2. Karena prosesnya harus kering, maka timbul masalah dengan debu
yang berterbangan.
Mineral-mineral yang bersifat konduktor

Magnetit (Fe3 O4)


Kasiterit (Sn O2)
Ilmenit (Fe Ti O3)
Molibdenit (Mo S2)
Wolframit [(Fe, M) WO4]
Galena (Pb S)
Pirit (Fe S2)
Produk dari proses konsentrasi ini adalah :
Mineral-mineral konduktor sebagai konsentrat.
Mineral-mineral non-konduktor sebagai ampas (tailing).
Peralatan
1. Electrodynamic separator (high tension separator).

2. Electrostatic separator yang terdiri dari :


plate electrostatic separator
screen electrostatic separator

Konsentrasi Magnetik
(Magnetic Concentration)
Adalah proses konsentrasi yang memanfaatkan perbedaan sifat
kemagnetan (magnetic susceptibility) yang dimiliki mineral. Sifat
kemagnetan bahan galian ada 3 (tiga) macam, yaitu :
1. Ferromagnetic, yaitu bahan galian (mineral) yang sangat kuat untuk
ditarik oleh medan magnet. Misalnya magnetit (Fe 3 O4).
2. Paramagnetic, yaitu bahan galian yang dapat tertarik oleh medan
magnet. Contohnya hematit (Fe2 O3), ilmenit (Se Ti O3) dan pyrhotit (Fe
S).

3. Diamagnetic, yaitu bahan galian yang tak tertarik oleh medan magnet.
Misalnya : kwarsa (Si O2) dan feldspar [(Na, K, Al) Si3 O8].
produk dari proses konsentrasi yang berlangsung basah ini adalah :
Mineral-mineral magnetik sebagai konsentrat.
Mineral-mineral non-magnetik sebagai ampas (tailing).
Peralatan yang dipakai disebut magnetic separator yang terdiri dari :
Induced roll dry magnetic separator.
Wet drum low intensity magnetic separator yang arah aliran dapat :
concurrent
countercurrent
counter rotation
Konsentrasi Secara Flotasi
(Flotation Concentration)

Merupakan proses konsentrasi berdasarkan sifat senang terhadap


udara atau takut terhadap air (hydrophobic). Pada umumnya
mineral-mineral oksida dan sulfida akan tenggelam bila dicelupkan ke
dalam air, karena permukaan mineral-mineral itu bersifat suka akan
air (hydrophilic). Tetapi beberapa mineral sulfida, antara lain kalkopirit
(Cu Fe S2), galena (Pb S), dan sfalerit (Zn S) mudah diubah sifat
permukaannya dari suka air menjadi suka udara dengan
menambahkan reagen yang terdiri dari senyawa hidrokarbon

Sejumlah reagen kimia yang sering digunakan dalam proses flotasi


Pembuih (frother) yang berfungsi sebagai pen-stabil gelembunggelembung udara. Misalnya : methyl isobuthyl carbinol (MIBC), minyak
pinus, dan terpentin.
Kolektor / pengumpul (collector) yang bisa mengubah sifat permukaan
mineral yang semula suka air menjadi suka udara. Contohnya :
xanthate, thiocarbonilid, asam oleik, dll.

Penekan / pencegah (depresant) yang berguna untuk mencegah agar


mineral pengotor tidak ikut menempel pada udara dan ikut terapung.
Misalnya : Zn SO4 untuk menekan Zn S.
Pengatur keasaman (pH regulator) yang berfungsi untuk mengatur
tingkat keasaman proses flotasi. Misalnya : HCl, HNO 3, Ca (OH)3, NH4
OH, dll.
Produk flotasi
1. Konsentrat (concentrate) yang berupa mineral-mineral yang ikut
terapung (mineral-mineral apungan) dengan gelembung-gelembung
udara.
2. Amang (middling) yang merupakan mineral-mineral apungan yang
masih mengandung banyak mineral-mineral pengotor.
3. Ampas (tailing) yang tenggelam terdiri dari mineral-mineral pengotor.

Peralatan
Mechanical flotation yang terdiri dari berbagai variasi antara lain :
Agitair cell
Denver cell
Krupp cell
Outokumpu cell
Wemco-Fagregren cell
Pneumatic flotation yang terdiri dari variasi :
Column cell
Cyclo cell
Davcra cell
Flotaire cell

PENANGANAN MATERIAL
(MATERIAL HANDLING)
Bahan galian (mineral/bijih) yang mengalami PBG harus ditangani
dengan cepat dan seksama, baik yang berupa konsentrat basah dan
kering maupun yang berbentuk ampas (tailing).
Penanganan Material Padat Kering (Dry Solid Handling)
Bila masih berupa bahan galian hasil penambangan (ROM), maka harus
ditumpuk di tempat yang sudah ditentukan yang di sekelilingnya telah
dilengkapi dengan saluran penyaliran (drainage system). Tetapi jika
sudah berupa konsentrat, maka harus disimpan di dalam gudang yang
tertutup sebelum sempat diproses lebih lanjut.
PENANGANAN MATERIAL
(MATERIAL HANDLING)
Penanganan Lumpur (Slurry Handling)
Bila lumpur itu sudah mengandung mineral berharga yang kadarnya
tinggi, maka dapat segera dimasukkan ke pemekat (thickener) atau penapis

(filter). Jika masih agak kotor (middling), maka harus diproses dengan alat
khusus yang sesuai.
Penanganan / Pembuangan Ampas (Tailing Disposal)
Kegiatan ini yang paling sulit penanganannya karena :
Jumlahnya (volumenya) sangat banyak, antara 70% 90% dari
material yang ditambang.
Kadang-kadang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B-3).
Sulit mencarikan lahan yang cocok untuk menimbun ampas bila
metode penambangan timbun-balik (back fill mining method) tak dapat
segera dilakukan, sehingga kadang-kadang harus dibuatkan kolam
pengendap. Oleh sebab itu pembuangan ampas ini seringkali menjadi
komponen kegiatan penambangan yang meminta pemikiran khusus
sepanjang umur tambang.

METALURGI EKSTRAKTIF (EXTRACTIVE METALLURGY) DAN


PEMURNIAN (REFINING)
Tahapan proses (process aims) pada metalurgi ekstraktif adalah :
1. Pemisahan (separation), yaitu pembuangan unsur, campuran
(compounds) atau material yang tidak diinginkan dari bijih (sumber
metal = source of metal).
2. Pembentukan campuran (compound foramtion), yaitu cara
memproduksi material yang secara struktur dan sifat-sifat kimianya
berbeda dari bijihnya (sumbernya).
3. Pengambilan/produksi metal (metal production), yaitu cara-cara
memperoleh metal yang belum murni.
4. Pemurnian metal (metal purification), yaitu pembersihan, metal yang
belum murni (membuang unsur-unsur pengotor dari metal yang belum
murni), sehingga diperoleh metal murni.

Alur Metalurgy

Metalurgi ekstraktif
1. Pirometalurgi (pyrometallurgy), menggunakan energi panas sampai
2.000o C.
2. Hidrometalurgi (hydrometallurgy), menggunakan larutan dan reagen
organik.
3. Elektrometalurgi (electrometallurgy), memanfaatkan teknik elektrokimia.

PIROMETALURGI (PYROMETALLURGY)
Suatu proses ekstraksi metal dengan memakai energi panas. Suhu
yang dicapai ada yang hanya 50o 250o C (proses Mond untuk
pemurnian nikel), tetapi ada yang mencapai 2.000 o C (proses
pembuatan paduan baja).
Yang umum dipakai hanya berkisar 500o

1.600o C ; pada suhu tersebut kebanyakan metal atau paduan metal


sudah dalam fase cair bahkan kadang-kadang dalam fase gas.
Umpan yang baik adalah konsentrat dengan kadar metal yang tinggi
agar dapat mengurangi pemakaian energi panas. Penghematan energi
panas dapat juga dilakukan dengan memilih dan memanfaatkan reaksi
kimia eksotermik (exothermic).
Sumber energi panas dapat berasal dari :
1. Energi kimia (chemical energy = reaksi kimia eksotermik).
2. Bahan bakar (hydrocarbon fuels) : kokas, gas dan minyak bumi.
3. Energi listrik.
4. Energi terselubung/tersembunyi (conserved energy = sensible heat),
panas buangan dipakai untuk pemanasan awal (preheating process).
Peralatan yang umumnya dipakai adalah :
1. Tanur tiup (blast furnace).

2. Reverberatory furnace.
Sedangkan untuk pemurniannya dipakai :
1. Pierce-Smith converter.
2. Bessemer converter.
3. Kaldo cenverter.
4. Linz-Donawitz (L-D) converter.
5. Open hearth furnace.
HIDROMETALURGI (HYDROMETALLURGY)
Yaitu proses ekstraksi metal dengan larutan reagen encer (< 1 gramol)
dan pada suhu < 100o C. Reaksi kimia yang dipilih biasanya yang
sangat selektif;
artinya hanya metal yang diinginkan saja yang akan bereaksi (larut)
dan kemudian dipisahkan dari material yang tak diinginkan.

Kondisi yang baik untuk hidrometalurgi


1. Metal yang diinginkan harus mudah larut dalam reagen yang murah.
2. Metal yang larut tersebut harus dapat diambil dari larutannya
dengan mudah dan murah.
3. Unsur atau metal lain yang ikut larut harus mudah dipisahkan pada
proses berikutnya.
4. Mineral-mineral pengganggu (gangue minerals) jangan terlalu banyak
menyerap (bereaksi) dengan zat pelarut yang dipakai.
5. Zat pelarutnya harus dapat diperoleh kembali untuk didaur ulang.
6. Zat yang diumpankan (yang dilarutkan) jangan banyak mengandung
lempung (clay minerals), karena akan sulit memisahkannya.
7. Zat yang diumpankan harus porous atau punya permukaan kontak
yang luas agar mudah (cepat) bereaksi pada suhu rendah.

8. Zat pelarutnya sebaiknya tidak korosif dan tidak beracun (noncorrosive and non-toxic), jadi tidak membahayakan alat dan operator.
Peralatan
Electrolysis / electrolytic cell.
Bejana pelindian (leaching box).

ELEKTROMETALURGI (ELECTROMETALLURGY)
Suatu proses ekstraksi logam yang memakai teknik elektro-kimia,
misalnya : baterai dan elektrolisa (electrolysis = electrorefining). Pada
proses ini kecuali diperlukan arus listrik sebagai sumber energi juga
diperlukan elektroda (electrodes) dan cairan elektrolit (electrolyte).

Elektroda harus memiliki sifat-sifat


Konduktor listrik yang baik.

Potensial yang terbentuk di sekitar elektroda harus rendah.


Tidak mudah bereaksi dengan metal yang lain dan tidak membentuk
campuran yang dapat mengganggu proses elektrolisa.
Bila elektroda itu padat, ada syarat tambahan agar proses elektrolisa
berlangsung memuaskan, yaitu harus :
Mudah diperoleh atau disiapkan dengan murah.
Tahan korosi dalam zat larut.
Stabil, kuat dan tidak mudah terkikis (resistance to abrasion).
Harus murah harganya.

Elektrolit harus memiliki sifat-sifat :


Memiliki daya hantar ion yang tinggi.
Tidak mudah terurai atau bereaksi (high chemical stability).

Memiliki daya larut yang tinggi bagi metal yang diinginkan.


Peralatan yang biasa dipakai electric arc furnace.