Anda di halaman 1dari 19

Pendidikan

Anti Korupsi
L/O/G/O
SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA

Group 1
Member of Group
ADE RABBANI SETIAWAN

144060006320

AGUS TUBELS NAINGGOLAN

144060006321

D. FIRMANSASTRIYAWAN

144060006329

MANDALA ULUL AMRI

144060006337

RETNO WULAN SARI

144060006346

RIZKA JANNATI ASTARI N.

144060006347

NAMA

NPM

Dasar Pemikiran

1. Hasil Penilaian Transparency International tahun


2013
menempatkan
Indonesia
pada
peringkat
2.
Maraknya
kasus
praktik
korupsi
di
3.
Belum
optimalnya
pendidikan
anti korupsi
4.
Membentuk
perandan
aktif
masyarakat
dalam
114pencegahan
dari 177
negara
dengan
Corruption
Indonesia
pada
segmen
sehingga
secara
preventif
pada
tingkat
pendidikan
danberbagai
pemberantasan
tindak
Perception
Index
sebesar
(skala
0-100,
penanganan
secara
represif
(penegakan
dasar dan
menengah
di32
Indonesia
pidana
korupsi
dimana
0 menunjukkan
tingkat terkorupsi dan
hukum)
saja tidak cukup
100 menunjukkan tingkat terbersih)

Latar Belakang
2.1.Secara
faktual
persoalantelah
korupsi
di Indonesia
Pemikiran
masyarakat
dihegemoni
oleh
dapat
telah
pada
titik
kulminasi
pemerintah
Orde
Barusampai
sehingga
terbentuk
budaya
3.dikatakan
Korupsi
adalah
extra
ordinary
crime
dan
yang
akut,
tidak
hanyamusuh
mewabah
di membuat
kultur
dan
politik
bisu
(Culture
Silent)
yang
upaya
menjadikan
bersama
belum
struktur
birokrasi
pemerintah
juga
menjadi
masyarakat
terkesan
diamtetapi
dan
acuh
akibat
menjadi
bagian
dari
gerakan
moral
bangsa.
Oleh
fenomena
dimensional
yang
ketakutan-ketakutan
masyarakat
yangtelah
sengaja
karena itumulti
pemberantasan
korupsi
harus
menggerogoti
senditujuan
kehidupan
sosial dan
dibuatsendioleh
pemerintah
saat
itu.
dijadikan
sebagai
bersama.
kultural

Signifikansi Pendidikan Anti Korupsi

Rendahnya tingkat pemahaman


terhadap korupsi di Indonesia.

Prosedur dan mekanisme yang ada


di pemerintahan yang bisa menjadi
celah terjadinya korupsi.
Kebijakan dan peraturan yang ada
di pemerintahan yang bisa
menjadi celah terjadinya korupsi.

Pengertian Korupsi
a. Kata korupsi berasal dari bahasa Latin

corruptio (Fockema Andrea : 1951) atau


corruptus (Webster Student Dictionary :
1960). Selanjutnya dikatakan bahwa
corruptio berasal dari kata corrumpere,
suatu bahasa Latin yang lebih tua yang
bermakna busuk, rusak, menggoyahkan,
memutarbalik, menyogok.

Pengertian Korupsi
Lanjutan.....
Lanjutan.....

b. Menurut Subekti dan Tjitrosoedibio dalam

kamus hukum, yang dimaksud corruptie


adalah korupsi, perbuatan curang, tindak
pidana yang merugikan keuangan negara
(Subekti dan Tjitrosoedibio : 1973).

Pengertian Korupsi
Lanjutan.....
Lanjutan.....

c. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Edisi III korupsi diartikan sebagai


penyelewengan atau penyalahgunaan uang
negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan
pribadi atau orang lain.

Pengertian Korupsi
Lanjutan.....
Lanjutan.....

d. Menurut SECO, sebuah organisasi pemerintah

federal Swiss yang berfokus pada bidang


kebijakan ekonomi, Corruption means any
abuse of a position of trust in order to gain an
undue advantage. This involves the conduct of
both sides: that of the person who abuses his
position of trust as well as that of the person
who seeks to gain an undue advantage by this
abuse.

Pengertian Korupsi
Lanjutan.....
Lanjutan.....

e. Menurut Undang-undang No. 31 tahun 1999,

pasal 2 ayat 1, bahwa Tindak Pidana Korupsi


adalah setiap orang yang secara melawan
hukum melakukan perbuatan memperkaya diri
sendiri atau orang lain atau suatu korporasi
yang dapat merugikan keuangan negara atau
perekonomian Negara.

Jenis-jenis Korupsi
NGO

Sebuah NGO (Non-Governmental Organization)


International ternama yang aktif dalam kegiatan
pemberantasan korupsi, Transparency International,
membagi jenis Korupsi menjadi tiga bagian:

Korupsi Besar

Korupsi Politik

Korupsi Kecil

Jenis-jenis Korupsi

(lanjutan...)
(lanjutan...)

Dalam buku Memahami Untuk Membasmi, buku


saku untuk Memahami Tindak Pidana Korupsi yang
dikeluarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK: 2006), jenis Tindak Pidana Korupsi dapat
dikelompokkan menjadi 7, yaitu:

Jenis-jenis Korupsi

(lanjutan...)
(lanjutan...)

1. Kerugian keuangan Negara

Pasal 2
Pasal 3

2. Suap-menyuap

Pasal
Pasal
Pasal
Pasal
Pasal
Pasal
Pasal
Pasal

5 ayat 1 huruf a dan huruf b


5 ayat 2
6 ayat 1 huruf a dan huruf b
6 ayat 2
11
12 huruf a dan huruf b
12 huruf c dan huruf d
13

Pasal
Pasal
Pasal
Pasal
Pasal

8
9
10 huruf a
10 huruf b
10 huruf c

3. Penggelapan dalam Jabatan

4. Pemerasan

Pasal 12 huruf e
Pasal 12 huruf f
Pasal 12 huruf g

Jenis-jenis Korupsi
5. Perbuatan Curang

Pasal
Pasal
Pasal
Pasal
Pasal
Pasal

(lanjutan...)
(lanjutan...)

7 ayat 1 huruf
7 ayat 1 huruf
7 ayat 1 huruf
7 ayat 1 huruf
7 ayat 2
12 huruf h

a
b
c
d

6. Benturan Kepentingan
dalam Pengadaan

Pasal 12 huruf i

7. Gratifikasi

Pasal 12 huruf b jo. Pasal 12 huruf c

Simpulan
1. Diperlukan optimalisasi pendidikan anti korupsi pada tingkat pendidikan dasar
dan menengah di Indonesia

2. Budaya politik bisu mengakibatkan tindak pidana korupsi menjadi sesuatu


yang lumrah dan wajar

3. Tingkat pemahaman korupsi di Indonesia masih rendah dan


prosedur dan mekanisme yang ada di pemerintahan masih banyak celah

Saran
1. Mengoptimalkan pendidikan anti korupsi pada tingkat pendidikan dasar dan menengah
Melalui peningkatan kesadaran dan implementasi anti korupsi

2. Mengupayakan korupsi menjadi musuh bersama bangsa

3. Meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya budaya anti korupsi

Thank You!
L/O/G/O
SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA

Sesi Tanya Jawab