Anda di halaman 1dari 3

Deskripsi tugas masing-masing anggota jejaring internal TB/DOTS:

1. Unit/Poli TB/DOTS:
a) Monitoring dan surveilance suspek/terduga TB dari masing-masing poliklinik
(TB/DOTS, Penyakit Dalam, Paru, Bedah [umum, orthopedi, digestif, abdomen,
thoraks & kardiovaskuler, saraf], Obgyn, Anak, Saraf), IGD, dan rawat inap
(rujukan dokter praktik swasta/DPS) dengan melakukan rekapitulasi form
TB.06.
b) Melaporkan hasil rekapitulasi pasien TB (seluruh form) ke Dinkes kota Surabaya
setiap tiga bulan sekali.
c) Berkoordinasi dengan wasor Dinkes kota Surabaya terkait pelaporan pasien
terduga TB (form TB.06), pasien terdiagnosis TB yang sedang menjalani
pengobatan (form TB.01 dan TB.09), dan pasien terdiagnosis TB yang akan
menjalani terapi di Puskesmas atau Fasyankes lain/rujukan diagnosis (Form
TB.10).
2. Rawat inap:
a) Monitoring dan surveilance suspek/tersangka TB maupun TB yang sudah tegak
secara diagnostik (TB paru maupun TB ekstra paru) yang masuk dari poli
TB/DOTS, IGD, dan administrasi (rujukan DPS).
b) Melaporkan pasien terduga TB yang masuk dari rujukan DPS ke poli TB/DOTS.
c) Membantu penatalaksanaan pasien terduga TB yang sedang menjalani proses
diagnostik TB, meliputi:
i. Menempatkan pasien terduga TB di ruang isolasi khusus dan melakukan
prosedur kontaminasi sesuai standar WHO.
ii. Memastikan pasien suspek TB telah dikonsultasikan ke dokter spesialis
paru1 dan/atau spesialis anak1,2 (1apabila pasien belum dikonsultasikan oleh
DPJP atau IGD, 2apabila pasien adalah kelompok usia pediatri).
iii. Memastikan alur diagnostik yang dijalankan oleh DPJP adalah benar dan
sesuai standar TB/DOTS.
iv. Memfasilitasi pasien untuk KIE dan mobilisasi dalam rangka pemeriksaan
dahak SPS di sputum booth.
v. Mengkoordinasikan hasil pemeriksaan dahak SPS dan pemeriksaan
penujang lainnya (Rontgen thoraks, PCR TB, IGRA) kepada DPJP dan
dokter spesialis paru yang menangani pasien terduga TB.
d) Membantu penatalaksanaan pasien yang terdiagnosis TB paru/ekstra paru:
i. Memfasilitasi inisiasi terapi TB paru/ekstra paru sesuai program dari DPJP
dan dokter spesialis lain yang menangani pasien.
ii. Membantu pengisian form TB.01 (apabila dokter spesialis berhalangan).
iii. Membantu pasien menemukan PMO dan mempersiapkan terapi lanjutan
pasien saat KRS:
1. Bila pengobatan dilanjutkan di poliklinik TB/DOTS NH: transfer form
TB.05 bagian bawah dan TB.01 ke poli TB/DOTS, pengobatan dan
evaluasi selanjutkan dilakukan oleh poli TB/DOTS.
2. Bila pengobatan dilanjutkan di Puskesmas/Fasyankes lain: melengkapi

form TB.09, mengirim ke poli TB/DOTS dengan menginformasikan


scara lisan bahwa pasien yang bersangkutan hendak pindah pengobatan.
3. IGD dan Poliklinis lainnya (Penyakit Dalam, Paru, Bedah [umum, orthopedi,
digestif, abdomen, thoraks & kardiovaskuler, saraf], Obgyn, Anak, Saraf):
a) Menjaring pasien terduga TB (paru maupun ekstra paru) melalui temuan klinis
dan pemeriksaan penunjang (mikroskopis dahak/SPS) dan/atau rontgen thoraks
dan merujuk pasien ke rawat inap atau unit TB/DOTS untuk terapi OAT.
b) Menjaring pasien terdiagnosis TB (paru maupun ekstra paru) yang gagal terapi
(default) dan merujuk pasien ke rawat inap atau unit TB/DOTS untuk terapi
OAT.
c) Melaporkan kasus terduga TB atau yang telah didiagnosis TB paru/ekstra paru
kepada unit/poli TB/DOTS.
4. Laboratorium:
a) Menerima rujukan untuk pemeriksaan mikroskopis dahak untuk diagnosis
maupun pemantauan hasil dengan surat pengantar TB.05, dan mencatatnya di
dalam TB.04.
b) Menuliskan hasil pemeriksaan laboratorium dahak pada bagian bawah lembar
TB.05 dan dikembalikan ke unit yang mengirim.
c) Mengingatkan jadwal pemeriksaan SPS pada pasien terduga TB.
d) Mengingatkan jadwal pemeriksaan PS pada pasien TB yang dievaluasi status
pengobatannya.
e) Melakukan stock opname paket diagnostik TB (pemeriksaan dahak mikroskopis)
per bulan dan merencanakan logistik OAT untuk bulan depan.
f) Meminta logisitik paket diagnostik TB (pemeriksaan dahak mikroskopis) untuk
bulan depan kepada Dinkes kota Surabaya.
5. Radiologi:
a) Mengerjakan rontgen thoraks, baik di lab radiologi maupun cross table apabila
diminta oleh DPJP dan/atau dokter spesialis lain yang menangani pasien. Hasil
ekspertise oleh dokter spesialis radiologi, kemudian dikembalikan kepada unit
yang mengirim.
b) Mengerjakan prosedur radiologi lainnya (e.g. CT scan) apabila diminta oleh
DPJP dan/atau dokter spesialis lain yang menangani pasien. Hasil ekspertise oleh
dokter spesialis radiologi, kemudian dikembalikan kepada unit yang mengirim.
6. Farmasi:
a) Mempersiapkan dan memberikan OAT sesuai permintaan regimen DPJP atau
dokter spesialis lain yang menangani pasien.
b) Melakukan stock opname OAT per bulan dan merencanakan logistik OAT untuk
bulan depan.
c) Meminta logisitik OAT untuk bulan depan kepada Dinkes kota Surabaya
menggunakan formulir LPLPO (Laporan Penggunaan dan Lembar Permintaan
Obat).

d) Berkoordinasi dengan unit TB/DOTS untuk menjamin pasien yang diterapi di


RS NH telah mengambil obat sesuai jadwal.