Anda di halaman 1dari 9

Mumifikasi atau Perawatan Saluran Akar

Drg. Anastasia Elsa Prahasti, SpKG


Pada gigi dengan keluhan sakit spontan, terasa berdenyut, pilihan perawatan yang mungkin
dikerjakan oleh dokter gigi adalah perawatan mumifikasi dan perawatan saluran akar. Walaupun
dilakukan pada kondisi gigi yang serupa, tetapi kedua perawatan ini memiliki perbedaan, baik
secara tahapan pekerjaan maupun hasil yang dituju.

Dalam perawatan mumifikasi dilakukan devitalisasi gigi (gigi dimatikan) dengan memasukkan
bahan tertentu ke dalam ruang pulpa, kemudian disertai dengan sterilisasi pulpa. Minimal
dilakukan 2 kali penggantian obat untuk sterilisasi, kemudian bila pada kunjungan berikut sudah
tidak ada rasa sakit pada tes ketuk, maka ruang pulpa diberi obat mumifikasi dan pada kunjungan
berikutnya lagi bisa ditumpat permanen.

Keterangan gambar :
Pada mumifikasi, saluran akar (warna kuning) tidak disentuh. Perawatan hanya pada ruang pulpa
(warna putih)

Dalam perawatan saluran akar (atau dalam hal ini dinamakan pulpektomi), maka mula-mula
pasien akan dianestesi untuk menghindari rasa sakit yang mungkin timbul saat perawatan,
kemudian dibuka atap pulpa dan pengangkatan jaringan pulpa sampai ke foramen. Kemudian
dilakukan pembersihan dan pembentukan saluran akar (saluran dari dasar pulpa sampai foramen)
dan pada akhir kunjungan saluran akar akan diberi pasta untuk mensterilkan seluruh sistem
saluran akar. Pada kunjungan berikutnya, saluran akar (saluran dari dasar pulpa sampai foramen)
akan diisi dengan suatu bahan yang dinamakan gutaperca, dan disesuaikan dengan keadaan gigi
dapat langsung ditumpat atau diperlukan perencanaan pembuatan pasak dan mahkota selubung.

Kesimpulannya, perawatan mumifikasi dilakukan setelah gigi dimatikan dan hanya terbatas pada
ruang pulpa; sementara pulpektomi menyeluruh hingga mencapai foramen apikal. Pada banyak
literatur didapatkan bahwa perawatan kedokteran gigi modern sudah tidak mengacu pada
perawatan mumifikasi melainkan pada pulpektomi. Perawatan pulpektomi mungkin memerlukan
proses lebih panjang karena perawatannya lebih kompleks, tetapi dengan tujuan hasil akhir yang
lebih memuaskan dan tanpa menggunakan bahan untuk mematikan saraf gigi.

ALAT-ALAT PERIODONTAL

Alat yang digunakan dalam bidang Periodonsia terdiri atas beberapa jenis dengan
tujuan penggunaan yang berbeda satu dengan lainnya. Ada juga jenis alat yang
dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Pengenalan alat periodontal sangat
diperlukan dalam memilih alat yang sesuai dengan prosedur yang hendak dilakukan
dan kebiasaan atau cara kerja klinisi yang menggunakannya. Dengan pengalaman,
seorang klinisi dapat memilih set alat dalam jumlah minimal tetapi telah cukup
memenuhi kebutuhan.

A. PROB PERIODONTAL
1. Indikasi Pemakaian
Prob periodontal (periodontal probe) adalah alat yang digunakan untuk
melokalisir, mengukur dan menandai saku serta untuk memperkirakan konfigurasi
saku pada setiap sisi gigi.
2. Jenis-jenis Prob Periodontal
Bentuk umum prob adalah seperti batang yang mengecil ke arah ujung,
mempunyai kalibrasi dalam milimeter, dengan ujung yang membulat dan tumpul.
Prob yang baik adalah yang tipis dengan leher membentuk sudut sehingga mudah
diselipkan ke dalah saku.

Berbagai desain prob telah diproduksi dan dipasarkan. Penampang


melintangnya bervariasi, yaitu pipih dan bujur telur (oval) serta kalibrasinya pun
bervariasi.
Jenis-jenis prob periodontal adalah sebagai berikut:
1.

Prob Marquis
Mempunyai kalibrasi 3, 6, 9 dan 12 mm, dimana untuk setiap 3 mm-nya diberi
warna yang berbeda sehingga mempermudah pembacaan. Tetapi kelemahannya
adalah sukar untuk membaca ukuran diantara kelipatan 3.

2.

Prob UNC-15
Bagian ujungnya mempunyai panjang 15 mm yang diberi kalibrasi 1 mm dan pada
5, 10 dan 15 mm diberi kode warna.

3.

Prob Williams
Kalibrasi pada prob Williams adalah 1, 2, 3, 5, 7, 8, 9 dan 10 mm. Adanya interval 2
mm antara 3 dengan 5 dan 5 dengan 7 sengaja dibuat untuk menghindari
kesalahan pembacaan.

4.

Prob O Michigan
Mempunyai kalibrasi pada 3, 6 dan 8 mm.

5.

Prob WHO
Prob WHO (World Health Organization) mempunyai desain unik dimana bagian
ujungnya berupa bola kecil seperti jarum pentol berdiameter 0,5 mm, kalibrasi 3, 5,
8.5 dan 11.5 dengan kode warna antara 3,5 5,5 mm.

6.

Prob Nabers
Untuk pemeriksaan daerah furkasi sebaiknya digunakan prob Nabers yang ujungnya
melengkungdan tumpul.

B. EKSPLORER (SONDE)
Eksplorer (explorer) atau sonde adalah alat untuk melokalisir deposit pada
permukaan akar gigi dan karies di daerah subgingival serta memeriksa kehalusan
permukaan akar gigi setelah penyerutan akar, cacat antomis pada permukaan dan
tepi restorasi.

Eksplorer didesain dengan berbagai bentuk dan sudut sesuai dengan


penggunaannya. Eksplorer yang paling tepat untuk mendeteksi kalkulus subgingival
dan kelicinan akar adalah eksplorer Hu-Friedy No.3.

C. SKELER (SCALER) DAN KURET (CURETTE)


1. Perbedaan Tampak Fisik
a)

Penampang melintang pada skeler berbentuk segitiga sedangkan penampang


melintang pada kuret berbentuk seperti sendok.

b)

Permukaan skeler adalah datar dengan dua sisi pemotong (cutting edge) yang
akan menyatu membentuk ujung yang runcing sedangkan pada kuret ujungnya
membulat atau tumpul.

2. Perbedaan Indikasi Penggunaan


Skeler digunakan untuk menyingkirkan kalkulus dari permukaan mahkota dan
akar gigi. Sedangkan kuret digunakan untuk menyingkirkan kalkulus serta
sementum yang tercemar toksin dan nekrosis pada permukaan subgingiva dari akar
gigi. Kuret juga digunakan untuk menyingkirkan inding jaringan lunak saku.
3. Jenis-jenis Skeler (Scaler)
Ada 5 bentuk dasar skeler manual, yaitu kuret, skeler sabit, skeler pahat,
skeler pacul dan kikir.
a.

Skeler sabit
Permukaan skeler sabit (sickle scaler) adalah datar dengan dua sisi pemotong
(cutting edge) yang akan menyatu membentuk ujung yang runcing. Penampang
melintangnya berbentuk segitiga dan sisi pemotong pada kedua sisi. Karena
desainnya, alat ini hanya digunakan untuk menyingkirkan kalkulus supragingival.
Apabila digunakan untuk instrumentasi subgingival maka akan mencederai jaringan
gingival.

b. Skeler pahat
Skeler pahat (chisel scaler) didesain khusus untuk penskeleran pada permukaan
proksimal gigi anterior yang terlalu rapat ruang interproksimalnya. Lehernya bisa
lurus atau membengkok dengan kedua sisi pemotong membentuk sudut 45 o.
c.

Skeler Pacul
Mata pisau skeler pacul (hoe scaler) membengkok membentuk sudut 90o-100o
terhadap leher alat. Alat ini didesain untuk setiap permukaan gigi, artinya pada
setiap permukaan gigi digunakan satu jenis skeler pacul.

d. Kikir
Sekarang ini kikir (file) sudah tidak digunakan lagi untuk penskeleran dan
penyerutan akar karena penggunaannya menimbulkan guratan-guratan pada
permukaan akar gigi.
4. Jenis-jenis Kuret (Curette)
Kuret dibedakan atas dua tipe, yaitu kuret universal dan kuret khusus (areaspecified Gracey curette). Ciri khas kuret berbentuk penampang melintang seperti
sendok dan ujungnya membulat/tumpul.
Sisi pemotong pada kuret universal adalah ganda sedangkan kuret khusus
adalah tunggal. Ukurannya lebih halus dibandingkan dengan skeler sabit. Oleh
sebab itu alat ini mudah dimasukkan dan diadaptasikan pada saku yang dalam
tanpa menimbulkan cedera pada jaringan.
Kuret yang dipasarkan ada yang bermata pisau tunggal (pada salah satu
ujung gagang saja) tetapi ada yang bermata pisau ganda (mata pisau pada masingmasing ujung gagang).

D. SKELER POWER DRIVEN


Alat ini digunakan untuk penskeleran, pengkuretan dan penyingkiran stein.
Aksi kerjanya adalah berupa vibrasi pada ujung tip (mata pisau) dengan frekuensi
yang bervariasi.
Tip alat sonik dan ultrasonik tersedia dalam beberapa bentuk sesuai dengan
tujuan pemakaian, yaitu untuk penskeleran, pengkuretan, penyerutan akar dan
debridemen dalam rangka bedah periodontal. Dahulu tip yang tersedia umumnya

kasar namun belakangan ini sudah tersedia tip yang halus sehingga dapat
digunakan untuk instrument di daerah subgingival.
Semua jenis alat didesain untuk bekerja dalam keadaan basah. Semprotan air
diarahkan ke ujung tip untuk mendinginkan panas yang timbul akibat vibrasi serta
membilas kalkulus, plak dan debris yang sudah lepas dari permukaan gigi akibat
vibrasi alat tersebut.

1. Skeler Sonik
Skeler sonik terdiri dari handpiece yang dihubungkan ke sistem turbin angin.
Vibrasi pada skeler sonik bervariasi antara 2.000 6.500 siklus per detik (Hertz/Hz).
2. Skeler Ultrasonik
Skeler ultrasonik bekerja dengan frekuensi tip antara 20.000 45.000 siklus
per detik (Hertz/Hz), sehingga kemampuannya menyingkirkan kalkulus lebih tinggi
dibandingkan alat sonik. Sumber energinya ada dua, yaitu listrik magnetostriktif
atau piezoelektrik.
Pada alat yang digerakkan oleh listrik magnetostriktif pola vibrasi tip nya
adalah elips, yang berarti semua sisi adalah aktif dan berfungsi bila diadaptasikan
ke permukaan gigi. Pada alat yang digerakkan oleh piezoelektrik pola vibrasi tip-nya
adalah linear atau maju mundur, yang berarti hanya kedua sisi dari tip yang aktif
dan bekerja pada waktu di adaptasikan ke permukaan gigi.

E. ALAT PEMBERSIH DAN PEMOLES


Alat pembnersih dan pemoles yang biasanya digunakan adalah rubber cup,
brush dan dental tape. Belakangan ini telah pula alat pemoles berupa semprotan
udara serbuk (air powder polishing).
1. Rubber Cup
Rubber cup terdiri dari karet berbentuk mangkuk dengan atau tanpa bentuk
jaring-jaring pada bagian dalamnya yang berongga. Alat ini dipasang pada
handpiece dan dipakai dengan meletekkan pasta pembersih pada bagian yang
berongga.

2. Brush
Brush yang digunakan juga berbentuk mangkuk dan digunakan bersamasama dengan pasta pembersih.
3. Dental Tape
Dental tape adalah alat pembersih yang berbentuk seperti selotip. Dental
tape yang diberi pasta pemoles digunakan untuk memoles sisi proksimal gigi yang
tidak dapat dicapai dengan alat pemoles lainnya.
4. Air Powder Polishing
Sejak tahun 1980 telah dipasarkan alat pembersih yang menggunakan alat
elektrik dengan handpiece yang menyemprotkan campuran udara bubuk natrium
karbonat. Salah satu contoh alat ini adalah Prophy-Jet yang efektif untuk
menyingkirkan stein pada permukaan gigi.

F. ALAT BEDAH MANUAL


1. Pisau Gingivektomi
Salah satu contoh pisau gingivektomi adalah pisau Kirkland. Pisau ini
berbentuk seperti ginjal. Sisi pemotongnya adalah keseluruhan tepi dari bentuk
ginjal tersebut.
2. Pisau Interdental
Salah satu contoh pisau interdental yang digunakan pada gingivektomi adalah
pisau Orban. Pisau ini berbentuk seperti lembing. Sisi pemotongnya adalah pada
kedua sisi pisau.

G. ALAT BEDAH ELEKTRO/DIATERMI


Alat bedah elektro/diatermi (electro surgery/surgical diathermy)
menggunakan arus listrik 1,5 7,5 juta Hz. Ada tiga macam elektroda yang
digunakan, yaitu:
1.

Elektroda berbentuk kawat tunggal untuk insisi atau eksisi.

2.

Elektroda berbentuk lingkaran untuk penyerutan.

3.

Elektroda berbentuk batang atau guli untuk koagulasi darah.


Alat bedah elektro yang digunakan mempunyai daya kerja:

1.

Elektroseksi (elektrotomi atau eksekusi) yaitu untuk insisi, eksisi dan penyerutan.

2.

Elektrokoagulasi untuk menghentikan pendarahan.

0000000000000 http://ika-ramadhani.blogspot.com/2010/10/alat-alatperiodontal.html