Anda di halaman 1dari 97

1

Buat sejawat yang pernah bertempur bersama di


XVII i (dr. Rizal, dr. MeiVita, dr. Miranti, dr.
Rahma, dr. Ridzqie, dr. Septi)
Hehehe. Ini bukti bahwa aku nggak ngelupain
kalian. Buktinya, nama kalian nongkrong paling
depan di buku ini
..

Happy with EKG


Hoek! tutur salah seorang teman, menceritakan
pengalamannya ketika otaknya pertama kali dijejali
gambaran EKG. Rumput-rumput berjejer panjang tak
jelas. Kepala pun pusing mual-mual dan muntah!
Saya nggak begitu yakin dengan cerita itu, kayaknya
agak dilebay-lebaykan. Tapi sedikit banyak, ada
benarnya. Mayoritas mahasiswa mengaku pusing saat
harus belajar EKG. Ini ditambah dengan teori-teori
dalam berbagai buku yang begitu njelimet, mutar-mutar
nggak jelas. Efeknya, bahkan banyak kawan-kawan
sejawat saya, yang sampai bergelar dokter tak paham
bagaimana cara membaca EKG. Tragis.
Saya, bukannya sok pinter. Tapi beranjak dari rasa
prihatin tersebut, saya mencoba meramu buku cara
belajar EKG yang enak, yang asyik, dan nggak bikin
pusing. Harapannya, dengan buku ini setidaknya para
pembacanya akan menyenangi EKG dan punya alur
pemahaman tentang bagaimana cara membaca EKG
tersebut. Sampai disitu saja? Yep, buku ini jelas tidak
dibuat dengan lengkap sehingga menyebabkan kalian
bisa berbangga setelah membacanya dan bilang: saya
ahli EKG.

Ya enggak lah.. buku ini tidak ditujukan untuk itu.


Buku ini tujuannya sekedar:
1. Kalian menyenangi EKG
2. Kalian senang banget dengan EKG
3. Kalian sangat senang dengan EKG
4. Dan karena senang tersebut kalian
terangsang untuk membaca buku-buku lain
yang lebih serius tentang EKG dan betul-betul
menjadikan kalian ahli membacanya.
Dan selayaknya gambaran EKG yang sebenarnya
tak sempurna dalam menjelaskan keberadaan jantung,
maka seperti itu pula buku mungil ini. Ianya penuh
dengan kesalahan di sana-sini. Maka hinalah dan
tanggalkanlah buku ini, bila memang di dalamnya
diliputi dengan keburukan. Namun, tetap doakan
penulisnya yang berupaya dengan segenap usahanya
untuk menghadirkannya
. Hanya untuk kalian
Banjarmasin, Oktober 2010

dr. Fauzan Muttaqien


4

DAFTAR ISI
Bila jantung bisa nyetrum
Tu wa ga pat.. Dan EKG-ku terpasang
Orang buta, gajah, dan EKG
Legenda di balik 12 sadapan
Menatap jantung dengan EKG
aVR dan ratapan anak tiri
Anak emas: sadapan II
Rerumputan yang bermakna
Sebelum lebih jauh melangkah
Metode DISBI
Ting! Denyut jantungnya sekian
Nada dasar melodi EKG
Ketika irama tak lagi merdu
Pemimpin yang tidak amanah
Usaha kudeta
Sabotase!!
Ke arah mana perginya sang jantung?
Duduk-duduk di serambi
Di bilik dia meraksasa
Gara-gara paru
Saat jantungku terluka
Mencari lukanya
Obat dan elektrolit turut mencampuri
Epilog

7
11
17
20
24
27
30
32
39
41
43
47
50
52
54
63
72
80
84
88
90
94
96
101

BILA JANTUNG BISA


NYETRUM
Yap, apa jadinya bila jantung yang menjadi organ
vital sumber kehidupan kita malah menyetrum?
Tapi
memang seperti
itu kenyataannya
sobat.
Jantung
memang
menyetrum,
setidaknya dalam
bentuk yang lebih
mikro.
Jantung
memiliki
kelistrikan yang dengan kelistrikan itulah otot-ototnya
dapat bekerja memompa darah. Kalau mau dilebihlebihkan, bila jantung dikatakan sumber kehidupan,
maka aktivitas listrik jantung adalah sumber kehidupan
jantung dan sumber kehidupan dari sang tubuh.
Kelistrikan otot jantung memiliki keunikan tersendiri
dibandingkan otot-otot lainnya dalam tubuh, yakni
kemampuannya untuk menghasilkan listrik secara

mandiri. Jantung memiliki sumber listrik sendiri. di


kemudian hari kita akan menyebutnya sebagai
pacemaker (atau terserah kalian saja mau menamainya
apa toh saya tak pernah memaksa kalian mengikuti
istilah-istilah yang ada di buku ini).
Berbicara kelistrikan jantung, maka kita akan
meninggalkan pemahaman kalian sebelumnya bahwa
jantung dibagi menjadi 4 bagian. Atrium kiri kanan,
ventrikel kiri kanan lupakan sementara! Bicara jalur
kelistrikan jantung, kita hanya akan membagi organ
sekepal tangan ini menjadi 2 bagian, yakni bagian
atrium dan ventrikel. Perhatikan gambar berikut ini:

Sekali lagi, jangan terlampau terpaku pada anatomi


baku
yang
kalian
pelajari.
Biarkan
saya
menyederhanakan organ kelistrikan jantung dalam
bentuk bagan berikut ini:

Nodus SA
Nodus AV
Berkas His
Left Bundle
Branch (LBB)

Right Bundle
Branch (RBB)
Fasikulus
anterior

Fasikulus
posterior kiri

Serabut Purkinje

Nodus SA yang paling atas adalah sumber listrik


utama. Sebenarnya, yang lain juga bisa jadi gardu
listrik. Namun, ya itu tadi. SA terlampau memonopoli
sehingga yang lain kelistrikannya malah nggak nampak.
Namun, kelak ada suatu waktu, yang lain, misal AV
memberontak maka kelistrikan SA dapat saingan.
Bayangkan ada dua pimpinan dalam jantung. Bisa jadi
AV malah mendominasi.. dan di saat itu terjadilah
kekacauan di dalam irama jantung (kelak kita akan
menamainya dengan aritmia).
AV adalah ibarat terminal perhentian. Sementara
yang lain serta panah-panah yang tampak di gambar atas
layaknya jalan-jalan. Lalu lintas biasanya terjadi secara
normal lewat jalan-jalan itu. Tapi ya tadi, kekacauan

bisa saja terjadi diakibatkan dua hal, gara-gara


kekacauan di sumber listrik atau gara-gara jalanannya
yang terganggu. (Kita akan membahas hal ini lebih jauh
di bab ketika irama tak lagi merdu)

(nodus AV layaknya sebuah terminal perhentian)


Jalanan yang mulus itu juga bisa sewaktu-waktu
terganggu akibat gangguan di bangunan jantung sendiri.
Bisa akibat jantung yang otot-ototnya membesar,
jantung yang terluka di beberapa bagiannya, atau
pengaruh dari organ-organ sekitar dan lain sebagainya.
Saat itu, setrum dari jantung dapat terganggu seketika.
Menarik, aktivitas setrum ini ternyata tak berhenti
di jantung saja. Dia memancar jauh ke segala arah,
menembus selaput yang menyelimutinya, melaju
bahkan sampai mencapai bagian kulit. Dan di kulit itu
setruman dari sang jantung hakikatnya masih berasa.
Terilhami dari aktivitas kelistrikan jantung yang
sampai ke kulit itu, maka nenek moyang kita kemudian
coba-coba menyadapnya. Dan jadilah EKG! Tapi apa
pentingnya? Mungkin itu pertanyaan pertama yang
muncul di benak mereka dan benak orang-orang yang
pertama kali melihat temuan itu. Namun, Ahhaa! Justru
di kemudian hari perekaman itu sangat berguna. Banyak

informasi penting mengenai jantung yang dapat


diketahui hanya dengan melihat gambaran yang dibuat
dari sadapan listrik ini. Bahkan, alat ini menjadi alat
penunjang utama dalam mendiagnosis berbagai
penyakit jantung!

Mesin EKG yang pertama


Hmmm.. tak percaya? Jangan beranjak jauh-jauh.
Kita akan segera membahasnya di halaman-halaman
selanjutnya.
Cekidot

10

TU WA GA PAT.. DAN EKG-KU


TERPASANG
Oya, jadi pertanyaannya sekarang: apa pentingnya
belajar EKG? Ngapain repot-repot membaca gambargambar yang kacau, lebih kacau daripada gambaran
seorang anak TeKa ini.
Jawabannya sederhana sobat. Karena mata kita
tidak bisa menembus kulit, otot hingga bisa melihat
jantung secara utuh. Kita juga tidak mungkin merobekrobek dinding dada pasien kita hanya untuk sekedar
mendiagnosa dia sakit apa. Karena itu kita perlu alat
untuk mendeteksinya. Nah, karena stetoskop kita
kemampuannya terbatas. Terlebih telinga anda yang
nggak jauh beda dengan telinga saya tak peka
membedakan yang mana suara sistol diastole yang mana
murmur, lebih parah lagi sering ketukar dengan suara
bising usus, hihihi Maka sudahlah sobat, karena itu
kita perlu EKG!

11

Tapi tahan dulu luapan semangat anda untuk


belajar mendiagnosa gambaran EKG itu. Kita akan
terlebih dahulu memulainya dari hal-hal yang teramat
sederhana. Yakni cara memasangnya!

Sekarang, di hadapan anda ada seperangkat EKG.


Pastikan ada mesinnya! Kita tak akan membahas
tentang mesinnya. Kenapa? Sederhana, karena anda,
bukan insinyur mesin.
Mari perhatikan kabelnya. Ada 10 buah kabel yang
sekarang anda pegang, bersama ke 10 elektrodanya.
Ada 4 elektroda untuk sadapan ekstremitas, 6
elektroda untuk sadapan dada. Jadi, mari memasangnya
sekarang.

12

Pertama, pastikan si pasien melepaskan barangbarang besi atau listrik yang bisa mengganggu
penyadapan, baru pasang elektrodanya setelah
menyapukan jelli di kulit yang akan dipasang.
Ingat petunjuk untuk sadapan ekstremitas:
Kabel Merah pergelangan tangan kanan (Red
for Right)
Kabel Kuning pergelangan tangan kiri (yeLlow
for Left)
Kabel Hijau pergelangan kaki kiri (apa ya kode
pengingatnya pikirkan sendiri!)
Kabel hitam pergelangan kaki kanan (fungsinya
buat penetral ke tanah. Hitam adalah warna tanah)
Beres, sekarang saatnya memasang sadapan di
dada.

13

- Sadapan V1
: ICS IV garis sternal kanan. Caranya
cari tonjolan di tengah dada tarik ke kanan, berarti anda
mendapatkan ICS II, turun 2 sela di bawah, berarti dapat
ICS IV. Kemudian cari batas pinggir tulang dada.
Disitulah tempat meletakkan V1
- Sadapan V2
: persis sebelahnya, yakni di ICS IV
garis sternal kiri
- Sadapan V3
: antara V2 dan V4, jadi pasang dulu
V4 baru pasang V3
- Sadapan V4
: ICS V, midklavikular kiri, di lakilaki persis bawah puting susunya
- Sadapan V5
: tarik dari V4 sejajarnya di garis
aksillaris anterior kiri
- Sadapan V6
: tarik lagi ke garis aksillaris media
kiri.
Sekarang hubungkan kabel-kabelnya. Supaya
mudah menghapalnya, mari kita menyanyikannya
seperti menyanyikan lagu pelangi-pelangi

14

merah kuning hijau .. di langit yang biru.


Tapi untuk sadapan dada lagunya sedikit
berubah..
merah kuning hijau. coklat hitam ungu.
(V1=merah, V2=kuning, V3=hijau, V4=coklat,
V5=hitam, V6=ungu)
Nah demikian urutannya untuk kabel sadapan
dada. Jadi, selamat memasang.

15

ORANG BUTA GAJAH, DAN


EKG
Interupsi! salah seorang di antara kalian
mengangkat tangan.
silakan..
Kenapa diperlukan sampai 10 buah elektroda?
Maksud saya begini.. bukankah kelistrikan jantung itu
satu saja. Jadi logikanya, satu elektroda saja sebenarnya
sudah cukup. Kita pasang di dada beres tanyanya
***
Hmmm
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya akan
mengajak anda menyimak sebuah cerita.
Diceritakan ada lima orang buta, mereka sedang
meraba seekor hewan.

16

Orang buta 1: hewan ini bentuknya panjang dan kecil


menurut saya ini adalah ular kecil
Orang buta 2: bukan. Menurut saya ini belut. Panjang
dan besar.
Orang buta 3: kalian salah, ini adalah ikan pare
bentuknya lebar
Orang buta 4: bodoh semuanya, yang kita pegang ini
adalah batang pohon, bukan hewan!
Orang buta 5: dasar orang-orang buta hewan ini
gemuk tak salah lagi. Yang kita pegang adalah sapi!
Andai mereka betul-betul berdiskusi, dan
menganalisa dengan baik. Maka mereka akan
mendapatkan bahwa mereka sebenarnya sedang
memegang seekor GAJAH.
Orang 1 memegang ekor, orang 2 memegang
belalai, orang 3 memegang telinga, orang 4 memegang
kaki, dan orang 5 memegang perutnya. Tidak ada yang
salah. Yang salah adalah bila menyimpulkan hanya dari
memegang satu tempat.
Kita, adalah orang buta itu. Kita tak melihat
jantungnya, tapi kita mencoba menebak bagaimana si
jantung. Bagaimana bisa? Kalau orang buta dengan
meraba, maka kita memegangnya dengan cara melihat
sadapannya.
Kita tak akan mencapai kebenaran hanya mengandalkan satu sadapan. Maka agar mendekati kebenaran
tersebut. kita perbanyak jumlah sadapannya. Kita sadap
dari berbagai sisi kemudian menyimpulkannya dan
tararaaaaa kira-kira beginilah jantung anda..

17

LEGENDA
SADAPAN

DI

BALIK

12

Para orang buta kemudian berembuk. Supaya


salahnya nggak banyak dan bisa dipakai oleh orangorang buta selanjutnya, Maka diciptakanlah sadapansadapan tersebut.
Sadapan rutin yang umum digunakan ada 12
sadapan
Golongan yang pertama adalah sadapan yang
diletakkan di dekat dada. Meraba kulit yang
membungkus jantung. Mereka kemudian menyebutnya
sebagai sadapan prekordial. Yang biasa digunakan ada
6 biji, dari V1 sampai V6.
Tidak cukup sampai di situ. Kayaknya harus ada
sadapan yang menyadap dari tempat-tempat terjauh dari
tubuh. Dibuatlah sadapan untuk ekstremitas. Sadapan
ini terbagi 2:
- Sadapan bipolar ekstremitas: Inilah jenis
sadapan pertama. Einthoven menemukannya.
Menjadikan bagian satu positif, bagian yang
lain negatif. Sadapan itu adalah sadapan I, II,
III
- Sadapan unipolar ekstremitas: aVR, aVL,
dan aVF. a disini artinya adalah augmented,
dimana dilakukan pembesaran kelistrikannya
supaya bisa disadap.

18

Einthoven, bisa jadi awalnya sekedar ngitungngitung biasa dari sadapan I, II, dan III yang dibuatnya.
Kemudian dia membuat sumbu jantung sebagai berikut:

0o

120o
Lahirlah segitiga Einthoven seperti di atas.

19

60o

Apa pentingnya?
Penting sob, malah anda harus betul-betul
menghapalkannya sebagai kunci sukses membaca EKG.
Menghapalkannya mudah saja. Sudut 0o dimulai
dari kiri dan mutar sesuai arah jarum jam.
Sadapan I berada di 00. Kemudian sadapan II dan
III tinggal menambahkan masing-masing 60o. jadi
sadapan II di sudut 60o dan sadapan III di sudut 120o.
Di kemudian hari,
pembuat aVR, aVL,
aVR
aVL
aVF
ikut-ikutan
membuat
sudut.
Penciptanya, bisa jadi
terinspirasi dari mobil
Mercedes
benz,
akhirnya
membentuk
aVF
segitiga
seperti
di
samping
aVR sesuai namanya terletak di sudut kanan
dengan sudut 210o. aVL terletak di sudut kiri dengan
sudut -30o. sementara aVF yang di kaki terletak di
bawah. Tepat di sudut 90o
Apabila kedua sumbu digabung, terjadilah seperti
berikut:

20

Pesan bijak dari saya, Jangan coba-coba beranjak


dahulu. Karena anda harus benar-benar hapal letak
sudut-sudut di atas.

21

MENATAP JANTUNG
DENGAN EKG

Perhatikan sekarang gambar di atas. Itu adalah


potongan dada dilihat dari atas. Diceritakan di dada
tersebut sudah dipasang 6 sadapan prekordial.
6 sadapan itu ibarat mata. Maka dengan sadapan
itu, kita layaknya menatap jantung dari arah-arah
tertentu seperti yang digambarkan di atas.
Kemudian masih ingat dengan 6 buah sadapan
ekstremitas? 6 mata ini juga melihat jantung sesuai arah
sudutnya.

22

Dengan mata yang dimiliki aVR, kita, dengan


EKG seakan-akan melihat atrium kanan dari bagian atas
tembus menuju ruangan di ventrikel kiri. Sementara dari
sadapan III, aVF, dan II kita melihat dari bagian bawah
jantung. Sedangkan dengan mata I dan aVL, kita sedang
mengamati bagian samping kiri jantung. Gampang kan?
Sekarang mari kita gabungkan sadapan precordial
dan sadapan ekstremitas. Berdasarkan mata yang
dipunyai
EKG
tersebut,
maka
kita
bisa
mengelompokkan sadapan itu ke dalam kelompok
berikut. Perhatikan, pembagian kelompok ini menjadi
penting karena seringkali kita akan berbicara
berdasarkan kelompok sadapan tersebut:

23

- Sadapan inferior: II, III, aVF


- Sadapan septum: V1, V2
- Sadapan anterior: V2, V3, V4
- Sadapan lateral: V4, V5, V6, I, aVL
Mereka yang dalam kelompok-kelompok tersebut
telah mengikat saudara satu sama lain. Sehingga jangan
heran bila antara mereka memiliki kemiripan satu sama
lain.

24

aVR dan RATAPAN


ANAK TIRI
Kalau kalian jeli, di kelompok sadapan tadi ada
sadapan yang tidak ada.
Tepat! Kalian tidak menemukan sadapan aVR.
Kenapa? Kenapa? (muncul bisik-bisik dari
berbagai sudut).
Maafkan saya, bukan saya lupa meletakkan.
Tapi. Ah, ini memang menyedihkan bila harus
diceritakan. aVR itu sesungguhnya adalah sadapan anak
tiri!! Bahkan di antara saudara-saudaranya yang lain dia
seringkali dikucilkan. Perhatikan, tempatnya saja
terpencil sendirian. Bentuk gambarnya pun paling
berbeda sendiri dengan yang lain. Ketika saudarasaudaranya menggambarkan gelombang P dalam bentuk
gunung, dia malah berbentuk lembah. Ketika yang lain
positif, dia satu-satunya yang negatif. Eh pas semuanya
negatif. Dia malah positif sendiri.
Mengingat
hal
itu,
maka aVR
betul-betul
dianaktirik
an, bukan
hanya di
kalangan
sesama
sadapan.
Bahkan di
kalangan

25

pembaca EKG! Tepat, meskipun ini terkesan


menyakitkan, tapi kalian juga disarankan tidak perlu
menatap gambaran di sadapan aVR.
Tapi tetap ada pengecualiannya. Seperti halnya
cerita di dongeng-dongeng, anak tiri yang tidak
diindahkan seringkali malah menjadi pahlawan dan
tokoh utama. Ya, seburuk-buruknya aVR, dia tetap
bermanfaat.
Ketika suatu waktu kalian menduga pasien
menderita dekstrocardia, dimana jantungnya terletak di
kanan, bukan di kiri. Maka ingatlah aVR. Saat
semuanya memiliki gambaran negatif beda dari
biasanya, maka lihatlah aVR. Dia bak pahlawan,
muncul menjadi positif sendiri. Saat itu, kalian boleh
berpikir dextrocardia.
Tapi jangan gegabah. Ingat, kasus dextrocardia
adalah kasus yang jarang sekali. Maka jangan buru-buru
menyimpulkan. Auskultasi dada pasien, benarkah ada
suara jantung di kanan?
Kalau tidak, lebih aman menduga ini adalah kasus
lead reversal alias salah pasang sadapan..
Ingat, dugaan kuat ke dextrocardia hanyalah bila
disertai progresi gelombang R yang terbalik di sadapan
V1-V6, yang seharusnya semakin meningkat, malah
semakin menurun.

26

ANAK EMAS:
SADAPAN II
Dan di antara semua sadapan, terdapat sadapan
yang paling diistimewakan. Dirinya selalu menjadi
patokan. Selalu jadi yang pertama diperhatikan.
Dianggap mewakili saudara-saudaranya yang lain.
Perkenalkan, dialah sang Sadapan II.

Kenapa sadapan II begitu dianakemaskan?


Jawabannya sederhana. Masih ingat posisi di sumbu
sadapan ekstremitas? Sadapan II menempati sudut 60o.
Posisi ini merupakan sudut yang istimewa karena sesuai
dengan arah kelistrikan jantung yang normal. Akibatnya
II dapat dikatakan mewakili arah kelistrikan jantung,
meskipun hanya melihat sadapan II jelas tidak akan
cukup dalam menyimpulkan EKG.
Jadi ingat. Dalam kondisi apapun, ketika anda
melihat lembaran kertas EKG. Jangan bingung. Anda
harus menentukan sikap. Dan sikap anda, langsung
arahkan pandangan anda kepada si anak emas: sadapan
II.

27

RERUMPUTAN YANG
BERMAKNA
Tak lama, sesudah kalian menekan tombol on atau
start, maka muncullah gambaran unik seperti berikut:

Yaah yang keluar malah gambar rerumputan


tapi jangan kecewa dengan yang didapatkan. Justru
inilah gambaran EKG. Inilah gambaran aktivitas
jantungnya!
Kenapa gambaran EKG jadi seperti ini? Begini
kawan Ini terjadi semata karena aktivitas depolarisasi
dan repolarisasi dari otot jantung. Ketika si otot
beraktivitas depolarisasi (sebenarnya cerita depolarisasi
ini lebih jauh lagi, kita bicara tentang kelistrikan di luar
dan di dalam sel. Tapi saya putuskan untuk nggak
dibahas di sini. Baca buku lain aja ya..) maka akan
terjadi gambaran defleksi, bisa ke bawah, bisa ke atas.
Begitu juga bila yang dilakukan adalah sebaliknya,
yakni repolarisasi. Akan terjadi defleksi juga.
Sedangkan apabila tidak ada aktivitas kelistrikan sama
sekali, maka gambarannya akan berupa garis mendatar
(isoelektris)

28

Setiap gundukan, gelombang dan rerumputan di


gambar yang anda dapat, memiliki makna tersendiri.
Mari kita kenal lebih jauh gambaran ini.

29

Seraya memperhatikan gambar rumput EKG di


atas, perhatikan pula gambar perjalanan listrik jantung
di bawahnya.
Semuanya berawal dari gelombang P. nodus SA
kan letaknya di atrium kanan. Maka ketika nodus SA
beraktivitas,
atrium
kanan
beraktivitas
juga,
terbentuklah gelombang kecil: kita namakan dia sebagai
gelombang P. karena otot atrium tergolong kecil,
kelistrikannya juga kecil aja. Otomatis gelombangnya
pun tak besar-besar amat.
Meskipun atrium ada dua, namun sekali lagi saya
ingatkan di EKG kita bicara atrium kiri dan kanan
adalah satu kesatuan. Gelombang P pokoknya adalah
representasi dari atrium.
Ada depolarisasi, mestinya ada repolarisasi.
Gelombang P hanya menunjukkan depolarisasi. Jadi
dimana letak repolarisasinya? Nah, karena repolarisasi
atrium terlampau kecil dan keburu tertutup oleh

30

depolarisasi ventrikel. Maka, kita tidak


menyaksikan repolarisasi dari atrium.
Berikut adalah gambar dari gelombang P.

akan

Oh, iya. Saya hampir lupa mengenalkan kepada


anda dua buah kosakata lagi. Yakni interval dan
segmen. Interval ini adalah daerah yang mengandung
gelombang. Jadi misalnya dikatakan interval PR maka
disana pasti terlibat gelombang P. sebaliknya segmen
tidak akan melibatkan gelombang. Bila dikatakan
segmen PR, berarti tidak ada gelombang P di sana, yang
ada
hanya
sebuah
garis
isoelektris
yang
menghubungkan gelombang P ke gelombang Q atau R.
Lihat gambar di bawah:

31

Pertanyaannya sekarang, kok ada garis isoelektris


setelah gelombang P? ingat, isoelektris menggambarkan
bahwa saat itu tidak ada aktivitas kelistrikan. Berarti
selama masa itu jantung istirahat menyetrum.
Jadi bila gelombang P menceritakan atrium, berarti
penghentian listrik itu dimana?
Tepat. Selama masa segmen PR, perjalanan listrik
ibaratnya singgah sebentar di sebuah terminal: yakni
nodus AV.
Jadi interval PR adalah gabungan waktu dari
depolarisasi atria dan perlambatan di nodus AV.
Lho kok bukan interval PQ atau segmen PQ
namanya? Hehehe nurut aja laah. Lagipula,
gelombang Q memang jarang-jarang kelihatan. Tapi
kalau memang kelihatan, batas ngukurnya tetap ke
gelombang Q, bukan ke gelombang R.
Segera sesudah itu, muncullah depolarisasi dari
ventrikel.
Muncullah rumput yang tinggi menjulang.
Perkenalkan, inilah komplek QRS
Komplek QRS ini meski paling ngejreng
dibandingkan yang lain, tapi sebenarnya adalah yang
pling tidak konsisten. Dia memiliki rupa yang berlainan
di masing-masing sadapan dan waktu. Dia ibarat
bunglon yang bisa berubah-ubah kapan saja dia suka.
Perhatikan..

32

Tapi anehnya, mereka tetap ingin dibilang sebagai


komplek QRS. Dasar tidak konsisten!
Kejadian depolarisasi di ventrikel memang bersifat
cepat dengan tegangan yang tinggi. Maka wajar bila
dari depolarisasi ventrikel ini menghasilkan gelombang
yang lebih menyerupai rumput yang tinggi.
Tidak semua sadapan memiliki gelombang Q.
Biasanya sadapan yang melihat jantung dari arah
laterallah yang sanggup menggambarkannya dengan
jelas. Gelombang Q menggambarkan awal dari
depolarisasi ventrikel yang bermula dari daerah septal.
Tak lama muncullah defleksi positif pertama,
yakni gelombang R yang kemudian disusul defleksi
negatif pertama, yakni gelombang S. apabila ada dua
defleksi positif berarti Rnya ada 2. RR. Apabila tidak
ada defleksi negatif, ya sudah berarti tidak ada
gelombang S. Bila yang pertama kecil habis itu besar
kita bilang rR, dan seterusnya. lebih jelasnya perhatikan
lagi gambaran di atas.

33

Depolarisasi dari ventrikel akan berakhir di sebuah


titik. Kita namakan titik ini sebagai titik J. sesudah itu
akan muncul satu masa jeda lagi, yakni yang
digambarkan oleh segmen ST. Segmen ST ini
menggambarkan waktu jeda antara depolarisasi dan
repolarisasi ventrikel.

Hup, segera sesudahnya muncullah gelombang T


yang bercerita bahwa saat ini sedang terjadi repolarisasi
dari ventrikel.
Dari awal gelombang Q atau R sampai akhir dari
gelombang T kita sebut sebagai interval QT. interval
QT ini berarti menggambarkan lamanya aktivitas
ventrikel. Dari awal dia terangsang sampai berhenti.
Kadang-kadang ada muncul penampakan
gelombang U yang nggak jelas asal-usulnya. Tapi kalian
tak perlu takut, kadang ini tak bermakna apa-apa.

34

SEBELUM LEBIH JAUH


MELANGKAH
Namun ada satu hal yang harus dimengerti oleh
para pembaca EKG. Bahwa tak ada sesuatu yang
sempurna. Dan kalimat ini pun berlaku untuk EKG
kita. EKG itu bersifat terbatas, dan tidak bisa
menjangkau seluruh kelainan jantung. Jadi saya tidak
ingin memberikan harapan yang terlalu tinggi kepada
kalian. Maka biarlah kalian mengetahui keterbatasan
EKG berikut.
EKG hanya bisa mengetahui:
- Kelainan irama jantung (yang berhubungan
dengan beberapa penyakit)
- Kelainan yang berhubungan dengan sumbu
jantung
- Pembesaran jantung. Itupun tidak semua
pembesaran bisa diketahui dengan tepat
- Iskemia dan Infark
- Perikarditis
- Beberapa penyakit paru-paru
- Kelainan elektrolit

35

Sedangkan berbagai kelainan yang lain seperti


kelainan kongenital, kelainan katup jantung, dan lainnya
EKG tidak terlalu berdaya.
Patut diingat
pula, bahwa
EKG
hanyalah alat
diagnosis
bantu. Anda
tidak dapat
memvonis
seseorang
hanya
dengan
melihat
gambar
rumput!
Terlalu
menyederhanakan masalah. Tetap, anamnesis dan
pemeriksaan fisik yang paling diutamakan. Sehingga
anda pasti bakal diketawakan, bila misalnya bilang
gagal jantung kongestif hanya dengan melihat EKG.
Sekali lagi, dia hanyalah alat bantu.
Selain itu juga patut dicamkan, bahwa gambaran
EKG itu bervariasi. Gambaran abnormal di orangtua
bisa jadi maknanya normal saja pada anak-anak. Selain
itu, banyak faktor juga yang mempengaruhi. Aktivitas
fisik dan posisi harus dipertimbangkan sebagai faktor
yang berpengaruh terhadap gambaran EKG. Dan yang
lebih penting juga, periksa selalu ketepatan penempatan
sadapan. Tidak jarang kesalahan justru terjadi pada hal
ini.

36

metode DISBI
Oke, Anda sudah mengenal secara umum tentang
gambaran EKG dan tentang sadapannya. Sekarang mari
masuk ke dalam tingkatan yang jauh lebih serius:
Membaca dan menganalisa gambaran EKG.
Saya tidak ingin anda terjebak dalam berbagai
teori njelimet seperti di banyak buku. EKG itu pada
dasarnya sederhana. Nggak usah dirumit-rumitin. Buku
ini, seperti judulnya, pengen membuat anda enjoy dalam
belajar EKG, bukan membuat anda makin puyeng.
Pada dasarnya anda cukup mengingat 5 langkah
praktis ini. Jangan terkecoh sehingga keluar dari urutan
langkah. Lakukan secara berurutan. Ingat kodenya:
DISBI
D : Denyut
I : Irama
S : Sumbu
B : Besar
I : Infark

37

Lalu perhatikan 10 petunjuk berikut ini:


1. Ingat, sebaiknya catat apa saja temuan tidak
wajar yang anda temukan.
2. Bila yakin aVR pada posisi yang aman
(gelombang P terbalik dan segalanya terbalik)
segera abaikan dia. Kan enak, sekarang berarti
anda cukup melihat 11 sadapan
3. Segera lihat sadapan II. Perhatikan normal
tidak gambarannya. Teratur tidaknya iramanya
4. Hitung DENYUTnya dari sadapan II.
5. Nilai IRAMA 11 sadapan. Apakah ada yang
tidak normal. Hal-hal yang penting adalah
apakah terdapat gelombang P di sana? Apakah
gelombang P disertai gelombang QRS?
Apakah letaknya positif? Apakah terdapat
pemanjangan interval PR, QRS, QT? bila ada
kira-kira di gelombang mana yang bermasalah?
6. Hitung
SUMBU
frontal
dengan
memperhatikan sadapan I dan aVF
7. Hitung SUMBU horizontal dengan memperhati
kan perubahan tinggi R dan S sadapan V1-V6.
8. Lihat BESARnya. Besar ventrikel dengan
memperhatikan V1, V2, V5, V6, aVL. Besar
atrium dengan memperhatikan gelombang P di
sadapan inferior dan sadapan lateral.
9. Lihat apakah ada tanda-tanda iskemi dan infark
dengan memperhatikan apakah terdapat
gelombang Q yang dalam, bentuk QRS yang
tidak wajar, segmen ST yang tidak wajar, dan
gelombang T yang terbalik.
10. Hip-hip huraa. Dan pembacaan EKG
sementara bisa dianggap selesai.

38

DI

TING! DENYUT
JANTUNGNYA SEKIAN
Sekarang, perhatikan si anak emas sadapan II. Apa
yang kita pandangi pertama kali disana?
Tak perlu berpikir yang rumit-rumit dahulu. Anda
cukup memperhatikan apakah jarak antar puncak R ke R
cukup teratur? Bila iya, mari menghitung frekuensi atau
denyut jantungnya terlebih dahulu.

39

Yuk terlebih dahulu memperhatikan kertas EKG


yang kita punyai. Disana ada kotak besar dan kotak
kecil. Setiap kotak besar terdiri dari 5 kotak kecil.
Normalnya kecepatan perekaman EKG diatur 25
mm/detik. Anggap aja selalu begitu. Bila suatu saat ada
yang iseng merubah, berarti nasib anda lagi apes.
Konsekuensinya, maka setiap 5 kotak besar berarti
memerlukan waktu 1 detik. Setiap 1 kotak besar berarti
0,2 detik dan setiap 1 kotak kecil berarti 0,04 detik.
Sekarang mari kita hitung denyut jantungnya
(HR= Heart Rate). Hitunglah jarak dari puncak R yang
satu ke puncak R yang lain.
Sudah ketemu? Sekarang masukkan ke dalam
rumus berikut:
- Bila patokan yang anda hitung adalah kotak
besar. Maka rumusnya adalah 300/jarak R-R
- Bila patokan yang anda hitung adalah kotak
kecil. Maka rumusnya berubah jadi adalah
1500/jarak R-R
Tapi tenang dulu, saya memaklumi kelemahan
anda dalam ilmu matematika. Maka buku ini ngasih

40

solusi praktis, dimana anda dapat menghitung praktis


denyut jantungnya dalam hitungan detik.
Perhatikan gambar di bawah.

Untuk cepatnya, cukup perhatikan kotak besarnya


saja. Maka bila jarak R ke R adalah
- 1 kotak besar, maka HRnya sekitar 300
- 2 kotak besar, maka HRnya sekitar 150
- 3 kotak besar, maka HRnya sekitar 100
- 4 kotak besar, maka HRnya sekitar 75
- 5 kotak besar, maka HRnya sekitar 60
- 6 kotak besar, maka HRnya sekitar 50
Gampang kan? Cukup hafal angka berikut: 300150-100-75-60-50
Lalu tinggal anda terjemahkan. Ingat patokannya:
- Denyut jantung normal adalah 60 100
- Berarti apabila denyutnya di bawah 60 kita
namakan bradikardi

41

Sedangkan bila denyut jantungnya di atas 100


maka namanya adalah takikardi
Jadi nanti, saat anda pertama memegang kertas
EKG, segera perhatikan sadapan II. Lihat teratur
tidaknya jarak R ke R. bila teratur langsung hitung
kotak besarnya dan kedipkan mata. Ting! Denyut
jantungnya adalah sekian.

42

I
NADA DASAR MELODI
EKG
Sekarang, saatnya mengenali irama jantung yang
normal. Jantung yang normal sebenarnya memiliki
irama yang merdu yang terekam dengan gambaran
indah di EKG. Seorang seniman EKG seperti anda
harus
dapat
mengenalinya
dalam sekejap
mata. Caranya
sangat
sederhana,
cukup
ikuti
pedomanpedoman
berikut.

43

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Irama gelombang EKG yang normal nadanya


cuma P-QRS-T. irama yang normal ini kita
sebut sebagai irama sinus.
Irama sinus pasti diawali dengan gelombang P
yang tingginya tidak lebih dari 2,5 kotak kecil
dan panjangnya tidak lebih dari 3 kotak kecil
(0,12 detik). Dirinya selalu positif di sadapan
anak emas (II) dan selalu negatif di sadapan
anak tiri (aVR).
Setelah itu muncul segmen PR yang
menjembatani gelombang P dan QRS. Dari
awal gelombang P sampai ujung segmen PR
ini kita sebut sebagai interval PR.
Gambarannya harus datar, panjangnya 3 5
kotak kecil (0,12 0,2 detik).
Setelah gelombang P harus ada kompleks
QRS. Gelombang Q boleh saja tidak ada,
asalkan ada gelombang R (defleksi positif
pertama) dan gelombang S (defleksi negatif
setelah gelombang R). kita tak perlu berlamalama di kompleks ini. Paling lama boleh cuma
2,5 kotak kecil atau setengah kotak besar.
Setelah kompleks QRS akan ada jembatan
yang kita namakan segmen ST. normalnya
panjang sekitar 3 4 kotak kecil dan
isoelektris. Tapi bolehlah naik turun sedikit
setengah kotak ke bawah atau dua kotak ke
atas masih boleh kita anggap normal.
Gundukan terakhir, gelombang T. gelombang
ini boleh positif boleh negatif, asalkan
menyesuaikan dengan gelombang P dan

44

kompleks QRS sebelumnya. Artinya bila P


negatif dan QRS kelihatan negatif.. ya nggak
papa bila T juga ikut-ikutan negatif. Tingginya
untuk sadapan prekordial mestinya kurang dari
10 kotak kecil dan di sadapan ekstremitas
kurang dari 5 kotak kecil. Nggak boleh juga
kecil-kecil amat. Paling minim banget 1 kotak
kecil lah tingginya.
Sederhana bukan, bila anda sudah menemukan
gambaran di atas anda dapat bernafas lega. Setidaknya
anda sudah boleh beranjak dari D-I menuju S-B-I.
karena anda sudah berhasil menyimpulkan, bahwa
irama jantungnya = NORMAL.
Waduh, susah juga ya ngapalin angkaangkanya?
Cup cup. Cup.. jangan sedih dulu sobat. Anda
gak mesti menghapalnya secara kilat. Pelan-pelan
saja. Ntar sambil jalan di bab-bab selanjutnya, sambil
belajar terus lama kelamaan hapal juga kok. Ingat anda
tidak diajak menjadi tukang hapal angka. Layaknya
seorang seniman musik yang tidak perlu detail
menghapalkan teori not balok, anda adalah seniman
EKG! Dengan intuisi yang anda punyai anda dapat
melihat irama musik dari gambaran EKG yang anda
terima.
Jadi, selamat bermusik..

45

KETIKA IRAMA TAK LAGI


MERDU
Hingga suatu saat, anda
akan menemui bahwa tak
semua gambaran EKG
berirama merdu. Saat
itu, waspada! Bisa jadi
anda menemui yang
dinamakan ARITMIA.
Ketidakmerduan ini pada dasarnya dapat
disebabkan oleh:
A. Gangguan pembentukan impuls
B. Gangguan penghantaran impuls
Kita akan beranjak lebih jauh menelusuri jenisjenis irama yang mengganggu ini.

46

PEMIMPIN YANG TIDAK


AMANAH
Saya ingin mengajak anda kembali mengingat
perjalanan kelistrikan jantung.

Nodus SA

Jantung yang normal dipimpin oleh nodus SA


selaku pemberi impuls listrik utama. Dialah yang

47

mengomando seluruh kelistrikan jantung. Saat sang


pemimpin dalam keadaan baik dan semua rakyatnya
patuh dan taat keadaan jantung akan aman sentosa.
Tapi kedamaian tak selamanya terjadi. Akan tiba
masanya gangguan, dari riak kecil yang tidak terlalu
mengganggu hingga yang menyebabkan kerusakan
hingga kehancuran sang jantung.

Sang pemimpin yang tidak amanah


Kendali kepemimpinan tetap di tangan nodus SA,
namun dirinya mulai tidak menjalankan irama
kepemimpinan yang seharusnya
1.

Sinus Takikardia.
Memang, irama masih irama sinus. Tetap PQRS-T. Cuma, nodus SA menjalankannya

48

2.

terlampau cepat. Denyutnya di atas


100x/menit.
Sinus Bradikardia
Sebagaimana terlalu cepat nggak bagus, terlalu
lamban
dalam
menjalankan
roda
kepemimpinan juga salah. Di sini irama tetap
sinus, namun denyutnya di bawah 60x/ menit.

3.

Sinus Aritmia
Nodus SA mulai labil dan tidak konsisten
dalam memimpin. Kadang dia cepat, kadang
dia lambat. Perhatikan, jarak R ke R nya
berubah-ubah.

4.

Henti sinus (arrest)


Lebih parah lagi, bila sang pemimpin mulai
malas. Ada saatnya dia absen dalam
memimpin. Anda bisa melihat, ada masanya
dimana tidak ada gelombang P-QRS-T di sana.

49

USAHA KUDETA
Selama kelistrikan jantung masih dipimpin oleh
nodus SA sebenarnya semua masih tidak terlampau
kacau.
Separah-parahnya,
iramanya masih irama sinus.
Namun iri dan dengki
atau ketidakpuasan tetap
potensial
muncul
di
kerajaan jantung. Pada
dasarnya,
di
semua
tempat di jantung punya
potensi
untuk
melakukan
pemberontakan. Ya,
semuanya mampu
membuat
impuls
listrik sendiri dengan
kapasitasnya
masing-masing.
Ketika semuanya menurut saja pada nodus SA
tidak masalah. Namun apa yang terjadi bila mereka
mulai berusaha menyaingi kepemimpinan nodus SA?
Atau lebih parah lagi sampai melakukan kudeta?
Disinilah kekacauan bermula.

50

A. Kudeta dari Atrium


1. Supraventrikular Takikardi
Suatu daerah di atrium melancarkan
kudeta dengan gerakan cepat. HRnya
sekitar
150-250/
menit.
Cirinya,
gelombang P tersembunyi di balik
komplek QRS dan kompleks QRS pun
terlihat amat sempit. Kejadian ini bisa
diakibatkan oleh kafein, nikotin, dyspnea,
gagal jantung kongestif.

(perhatikan, kalian tidak bisa menemukan gelombang P


di gambar di atas)
2.

Flutter atrium
Sudah terjadi dualisme kepemimpinan,
meski keduanya tetap memimpin secara
regular. Cuma atrium yang digambarkan
dengan gelombang P nyatanya memimpin
dengan lebih cepat. HRnya 300x/ menit.
Akibatnya, muncul gambaran gelombang
P seperti gergaji. Kelainan ini diakibatkan
oleh arteri koroner dan jantung rematik.

51

(persis, kayak gergaji kan gelombang P nya?)


3. Fibrilasi Atrium
Kali ini kudeta atrium kelewat batas. Dia
melakukan serangan-serangan dengan
sangat cepat (HR = 400-700x/menit),
selain itu dia melupakan etika bahwa
memimpin itu harus dengan irama yang
teratur. Perhatikan betapa kacaunya
gelombang P yang dibuatnya. Kompleks
QRS pun jadi kacau dibuatnya. Kelainan
ini dapat terjadi setelah post bedah jantung
atau kelainan jantung congenital

(lihat, gelombang P jadi begitu banyak kelihatannya)


B. Kudeta Nodus AV
Biarpun hanya berupa titik kecil, nodus AV
bisa
saja
sewaktu-waktu
melakukan
pemberontakan.
Usaha
mengambilalih
kepemimpinan yang dilakukannya disebut
dengan ekstrasistol AV junctional. Nodus AV

52

tidak mengganggu pemerintahan di daerah


ventrikel.
Akibatnya,
kompleks
QRS
gambarannya tetap normal. Hanya saja
aktivitas atrium menjadi tidak normal. Dia
bekerja semaunya. Kadang depolarisasinya
tidak ada, kadang munculnya terbalik. Kita
bisa melihatnya dengan gelombang P yang bisa
tidak ada, bisa terbalik atau bisa munculnya
setelah kompleks QRS.

(parah ya, sudah tidak beraturan, gelombang P


munculnya malah setelah kompleks QRS)
C. Kudeta dari Ventrikel
1. Ventrikel takikardi
Atrium
dihentikan
sama
sekali
aktivitasnya, sementara ventrikel menjadi
berkuasa semaunya, dengan kekuasaan
yang absolut. Dia memimpin dengan
sewenang-wenang dan membuat gambaran
kelistrikan semaunya. Perhatikan, disini
anda tidak akan menemui lagi gelombang
P, sementara kompleks QRS menjadi
sangat lebar, ukuran dan bentuk sama
namun bentuknya aneh. HR > 150x/
menit. Biasanya kejadian ini akibat dari
infark dan dapat mengancam jiwa.

53

(QRS mutlak berkuasa!, gambarnya betul-betul beda)


2.

Fibrilasi ventrikel
Ventrikel memang tidak pantas berkuasa.
Akibat kekuasaannya yang sewenangwenang maka muncul kekacauan yang
mengancam kehancuran jantung. Terlihat,
irama kelistrikan yang sama sekali tidak
teratur, menyebar dengan cepat dengan
berbagai ukuran dan aturan. Saat ini, anda
bahkan tidak bisa lagi menghitung berapa
denyut jantungnya.

(sekacau gambarnya sekacau itu pula keadaan


jantungnya)
D. Kudeta dari daerah antah berantah (ekstra
sistol)
Daerah yang berada di luar struktur
kerajaan menginvasi. Terjadilah kejadian
ekstrasistol.

54

1.

Ekstra sistol Atrial


Tiba-tiba saja ada invasi mendadak berupa
depolarisasi atrium yang abnormal. Dapat
terjadi pada penyakit jantung rematik,
Iskemik, hipertiroid, dan Gagal jantung
kongestif.

(perhatikan anak panah)


2.

Ekstra sistol Atrial bigemini


Setiap 1 irama sinus normal diselingi 1
irama ekstra sistol atrial.

55

3.

Ekstra sistol Ventrikel


Di ventrikel terjadi invasi mendadak yang
dicirikan kompleks QRS yang lebar tanpa
ada gelombang P sebelumnya.

4.

Ekstra sistol Ventrikel bigemini


Setiap 1 irama sinus normal diselingi 1
gelombang ekstra sistol ventrikel.

5.

Ekstra sistol Ventrikel trigemini


Setiap 2 irama sinus normal diselingi 1
gelombang ekstra sistol ventrikel.

6.

Ekstra sistol Ventrikel multifocal


Di
dalam
ventrikel
terjadi
2
pemberontakan sekaligus. Akibatnya,
terdapat 2 bentuk ekstra sistol yang
berbeda.

56

7.

Ekstra sistol Ventrikel couplet


Kerjasama pemberontak di ventrikel
menyebabkan terjadi 2 ekstra sistol
ventrikel secara berturu-turut.

8.

Ekstra sistol Ventrikel R on T


Sebelum repolarisasi terjadi, pemberontak
telah menyusup. Sehingga terjadi sebuah
gelombang ekstra sistol antara kompleks
QRS dan gelombang T.

(lihat, gelombangnya menjadi P-QRS-ekstra sistol-T)

57

SABOTASE!!

Selain usaha kudeta perebutan kekuasaan, ada lagi


usaha lain yang dilakukan oleh rakyat atau oknum
tertentu yang tidak puas dengan kepemimpinan nodus
SA dan sengaja ingin mengacaukan kekuasaan. Usaha
itu adalah sabotase, dengan cara menutup jalan-jalan
dimana arus listrik seharusnya melewati tempat
tersebut. akibatnya gangguan hantaran listrik terganggu
sampai macet total.
Ada banyak jenis sabotase yang dilakukan. Namun
yang akan kita bahas disini adalah jenis sabotase yang

58

paling potensial terjadi, yakni sabotase di daerah nodus


AV dan Bundle Branch. Untuk memahami bab ini saya
sarankan anda kembali membuka bab-bab awal yang
membahas tentang jalan-jalan di jantung.
Nodus SA
Nodus AV
Berkas His
Right Bundle
Branch (RBB)
Fasikulus
anterior

Left Bundle
Branch (LBB)
Fasikulus
posterior kiri

Serabut Purkinje

A. Sabotase di nodus AV
Sejak lama, nodus AV memang ingin
berkuasa. Kenapa? Kan sama-sama nodus?
Kalau nodus SA berhak memimpin kenapa
nodus AV nggak? Maka nodus AV
melancarkan beberapa usaha sabotase, dari
yang ringan sampai sabotase total. Nodus AV
memanfaatkan kesempatan karena dirinya
adalah jalur utama, satu-satunya akses jalan
yang menghubungkan antara atrium dan
ventrikel. Serangan sabotase tersebut dikenal
dengan blok AV.

59

1.

Blok AV derajat 1
Semestinya persinggahan di nodus AV
berlangsung hanya sebentar. Kini dengan
berbagai
alasan,
persinggahannya
diperlama. Akibatnya bisa kita lihat
segmen PR menjadi lebih panjang. Bila
dihirung-hitung interval PR panjangnya
lebih dari 5 kotak kecil atau 1 kotak besar
(>0,2 detik).

2.

Blok AV derajat 2 tipe 1 (Wenckenbach)


Yang ini lebih unik lagi, nodus AV bikin
ulah dengan semakin lama semakin
memperlama hantaran melalui tempatnya.
Hingga nanti ada waktunya impuls listrik
sama sekali tidak berjalan. Tapi tak lama
kemudian suasana pulih kembali, melama
lagi, berhenti lagi begitu terus..

60

(lihat, jarak PR semakin mengecil, sampai pada


akhirnya ada di suatu gelombang, komplek QRS tidak
ada sama sekali)
3.

Blok AV derajat 2 tipe 2 (konstan)


Kadang yang terjadi malah tipe ini.
Memang lama perhentian di nodus AV
konstan. Terlihat dari interval PR yang
tetap panjangnya. Tapi tiba-tiba ada
mereka
menutup
jalan
seketika.
Akibatnya, saat itu arus ke ventrikel benarbenar terputus. Hanya ada gelombang P
tanpa ada kompleks QRS.

4.

Blok AV derajat 3 (lengkap)


Nodus AV menutup total jalan. Akibatnya
atrium dan ventrikel hilang koordinasi.
Atrium berdenyut semaunya sendiri,
ventrikel berdenyut semaunya sendiri.

61

(tidak ada lagi komunikasi antar mereka. P dan QRS


jalan masing-masing)
B. Sabotase di Bundle Branch
Setelah melalui berkas his, perjalanan listrik
jantung akan melalui percabangan, yakni
bundle branch yang terdiri atas Right Bundle
Branch dan Left Bundle Branch. Daerah ini
adalah daerah rawan. Oknum-oknum di daerah
ini sering melakukan usaha penutupan jalan
sehingga mengakibatkan terjadinya Right
Bundle Branch Block (RBBB) di daerah kanan
dan Left Bundle Branch Block (LBBB) di
daerah kiri.
Akibat dari sabotase ini, maka arus listrik akan
terlebih dahulu melalui jalan yang tanpa
hambatan, baru kemudian melalui serabut otot
ventrikel mengaktifkan sisi ventrikel yang di
blok. Konsekuensinya, aktivitas ventrikel
menjadi lebih lama dan kompleks QRS
menjadi lebih lebar (> 0,12 detik).
Jadi, bila suatu waktu anda menemukan
panjang kompleks QRS lebih dari 3 kotak
kecil, jangan lupa ingat BBB.

62

1.

Right Bundle Branch Block (RBBB)


Yang disabotase daerah di kanan, jadi
ventrikel kiri aman-aman saja. Jadi
ceritanya setelah arus selesai di ventrikel
kiri, ventrikel kanan baru mulai
akibatnya waktu kerja di ventrikel jadi
kelihatan lebih lama. Gambarannya akan
terlihat di sadapan prekordial sebelah
kanan (V1dan V2) terlihat ada 2 buah
gelombang R (RSR) karena disana
merekam aktivitas kedua ventrikel.
Sementara di sadapan sebelah kiri (I, V5,
dan V6) tidak mau tahu, dia kan cuma
tahunya ventrikel kiri beres. Namun
selesainya tetap menunggu ventrikel kanan
selesai
berdepolarisasi.
Akibatnya
gambaran di sadapan yang menyadap
sebelah kiri ini gambaran gelombang Snya melebar.
Akibat kekacauan ini, segmen ST dan
gelombang T di daerah sadapan prekordial
kanan pun mengalami perubahan. Segmen
ST menjadi depresi dan gelombang T
menjadi inversi.

63

64

2.

Left Bundle Branch Block (LBBB)


Lalu apa yang terjadi bila sabotase
dilakukan di bundle branch bagian kiri?
Sama, akibat blok ini akan terjadi
perpanjangan waktu aktivitas ventrikel
dimana kompleks QRS durasinya akan
lebih dari 0,12 detik. Lalu pada sadapan
yang merekam di daerah kiri (I, V5, dan
V6) tampak gambaran gelombang R
menyendiri dalam bentuk yang lebar
atau dapat juga dalam bentuk RR.
Selain itu juga terjadi progresi R
yang tidak begitu jelas pada sadapan
prekordial. Kejadian ini sering ditemui
pada penyakit jantung koroner, penyakit
jantung hipertensif dan kardiomiopati.

65

66

S
KE ARAH MANA PERGINYA
SANG JANTUNG?

A. Sumbu Frontal
Perhatikan kembali sumbu jantung di atas. Sumbu
jantung frontal dimulai dari 0o yang terletak tepat di
sebelah kiri yang dikuasai oleh sadapan I, kemudian
memutar searah putaran jam. Untuk gampangnya
mengingat, selalu hapalkan 0 dimulai dari I

67

Sumbu frontal ini gampang. Cukup ingat, bahwa


untuk kepentingan penghitungan sumbu frontal anda
hanya perlu memperhatikan 2 sadapan saja, yakni
sadapan I di 0o dan sadapan aVF di 90o.

Rumusnya adalah :
sin = tinggi total sadapan aVF
Tinggi total sadapan I
Tuing! Ahha sekali lagi saya paham, anda
pemalas menghitung. Apalagi sudah berhubungan
dengan trigonometri.
Jadi mengapa susah-susah? Buku ini ngasih solusi
praktis. Pada dasarnya kita tidak memerlukan angka
pasti dalam derajat. Gak penting! Semuanya cukup
dibagi dalam 4 kategori.

270o
Indeterminate

LAD

180o

I (0o)
RAD

Normal

o
Langkah pertama.
Jumlahkan
komplek QRS pada
aVF (90
)
sadapan I dan aVF (caranya jumlahkan tinggi
gelombang Q (bila ada) + gelombang R + tinggi

68

gelombang S. bila posisinya negatif, tetap tulis negatif,


berarti kurangkan!).
Sekali lagi, anda tak perlu terlalu serius
menghitungnya. Cukup kira-kira saja, bila dijumlahkan
positif atau negatif?
Bila sudah, langsung proyeksikan ke sumbu di
atas. Misal seperti gambar di bawah ini:

Kompleks QRS sadapan I hasilnya positif, sadapan


aVF juga positif, maka berdasarkan sumbu:

270o
Indeterminate

LAD

180o

I (0o)
RAD

Normal

aVF (90o)
Maka hasilnya sumbu frontal berada di daerah
NORMAL.

69

Sementara bila misalnya sadapan I positif, aVF


negatif, maka berdasarkan sumbu:

270o
Indeterminate

LAD

180o

I (0o)
Normal

RAD

aVF (90 )
Maka hasilnya adalah Left Axis Deviation (LAD)
Bila misalnya sadapan I negatif, aVF positif, maka
berdasarkan sumbu:
o

270

Indeterminate

LAD

180o

I (0o)
Normal

RAD

aVF (90o)
Maka hasilnya adalah Right Axis Deviation (LAD)

70

Dan bila misalnya sadapan I negatif, aVF negatif,


maka berdasarkan sumbu:

270o
Indeterminate

LAD

180o

I (0o)
RAD

Normal

aVF (90o)
Maka hasilnya adalah Indeterminate.
Gampang sekali. Asalkan anda ingat sumbunya,
cukup lihat sadapan I dan aVF.. pejamkan mata ting!
Sumbunya adalah.
Pertanyaannya sekarang adalah ngapain kita
capek-capek mengetahui sumbu? Oh, penting sobat.
Dengan mengetahui ke arah mana perginya sang
jantung anda dapat memperkirakan ada apa yang terjadi
sebenarnya dengan sang jantung. Misalnya saja,
berdasarkan sumbu jantung kita dapat mendiagnosis
apakah terjadi RBBB atau LBBB pada jantung.

71

LAD dan RAD patologis


Tidak semua LAD dianggap abnormal. Apabila
suatu waktu anda menemukan LAD, maka jangan buruburu memvonis bahwa jantung anda terkena penyakit.
Sabaaar
Bila anda ketemu LAD, maka INGAT.. segera
alihkan perhatian anda ke sadapan II. Bila sadapan II
jumlah kompleks QRS nya positif maka tenanglah,
LAD anda aman terkendali. Sebaliknya bila hasilnya
negatif.. awas, inilah yang dinamakan LAD patologis.
Berarti kira-kira sumbunya kurang dari -30o. waspada,
ini adalah salah satu tanda dari LBBB (Left Bundle
Branch Block)!
Lalu kapan kita curiga menemukan RBBB (Right
Bundle Branch Block)? Jawabannya adalah bila kita
menemukan RAD yang patologis. Yakni, bila anda
menemukan sadapan I yang negatif dimana gelombang
S nya kelihatan begitu negatif. Terus perhatikan sadapan
II, justru yang terlihat adalah sebaliknya, yakni
gambaran positif dengan tinggi seperti kebalikan dari
sadapan I. ..Yes.. anda menemukan RBBB!

B. Sumbu Horizontal
Tinggalkan sumbu frontal. Sekarang saatnya
menuju sumbu horizontal.

72

Fokuskan perhatian anda ke sadapan V1 V6.


Perhatikan di sadapan mana, terdapat rasio tinggi R
dan S hampir sebanding atau mendekati 1? Ingat,
sumbu horizontal dikatakan normal bila rasio mendekati
1 itu berada di antara sadapan V2, V3 atau V4. Bila
letaknya pada V1 berarti dikatakan jantung berputar
sesuai arah jarum jam (clock wise rotation= CWR).
Sedangkan bila berada di V5 atau V6 jantung dikatakan
berputar berlawanan arah jarum jam (counter clock wise
rotation= CCWR).
Pada gambar di atas, yang mendekati rasio 1
adalah V4 dimana R dan S tingginya hampir sebanding,
artinya = sumbu horizontal NORMAL.

73

B
DUDUK-DUDUK DI
SERAMBI

Serambi biasanya dipakai sebagai tempat yang


nyaman untuk duduk-duduk bersantai sebelum atau
sesudah beraktivitas. Hal yang sama sesungguhnya
dapat dianalogikan ke jantung kita. Bila jantung
diibaratkan sebagai rumah, maka rumah di jantung

74

terbagi menjadi empat ruangan. Yakni bilik (ventrikel)


dan serambi (atrium). Aktivitas utama jantung berada di
bilik-biliknya. Sementara di serambi atau atrium
anggaplah ini mirip sebagai ruangan serambi rumah,
tempat melepas lelah setelah darah beredar dari paru
atau dari seluruh tubuh dan tempat menyiapkan tenaga
sebelum nantinya di bilik dipompa untuk bekerja keras
beredar kembali.
Serambi semestinya tempat duduk-duduk yang
menyenangkan. Tapi apa jadinya, bila tempat duduk di
serambi itu malah menyakitkan? Inilah yang terjadi
pada gambaran EKG yang memperlihatkan kelainan
pada serambi/atrium jantung.
Aktivitas atrium sepenuhnya direkam oleh
gelombang P. gelombang P yang nyaman terlihat
sebagai tempat duduk yang empuk seperti berikut:

Tempat duduk P ini mestinya tingginya tidak lebih


dari 2,5 kolom (0,25 mV) dan waktu tempuhnya tidak
melebihi 3 kotak kecil (0,12 detik). Bentuk yang positif
ini harus terlihat di sadapan II. Di sadapan aVR jelas
gambarannya terbalik. Di sadapan V1, gambarannya tak
menentu. Kadang positif kadang negatif (terbalik),

75

kadang gabungan keduanya. Wajar, karena dia


merekamnya di daerah yang membingungkan, yakni di
septum.
Nah, suatu ketika kalian akan menemukan tempat
duduk yang tidak nyaman. Yakni tempat duduk yang
begitu lancip seperti ini.

Perhatikan, semua tempat duduk yang tidak


nyaman itu (dimana tingginya melebihi 2,5 kotak kecil)
ada di sadapan inferior yakni di II, III, dan aVF. Bila
anda melihat ketidaknyamanan ini, maka percayalah
bahwa teleh terjadi pembesaran atrium kanan
Lalu atrium kiri? Kapan dikatakan terjadi
keabnormalan di sana? Kali ini perhatikan sadapan I, II,
dan aVL. Bila anda menemukan tempat duduk yang
lebih lebar (> 0,12 detik atau 3 kotak kecil) dengan
gambaran yang tidak biasanya, seringkali berupa
gunduk-gundukan yang tidak nyaman, seperti huruf

76

m maka inilah abnormalitas di atrium kiri, bisa


berupa pembesaran bisa juga berupa dilatasi.

(perhatikan, nggak enak juga kan duduk dengan posisi


bangku seperti di atas?)

77

DI BILIK DIA
MERAKSASA
Dari serambi kita segera menuju bilik. Bilik punya
potensi untuk meraksasa karena aktivitasnya yang berat,
atau karena pengaruh dari organ lainnya. Kita sebut
kejadian itu sebagai Hipertrofi Ventrikel.
Untuk hipertrofi ventrikel kiri, sangat mudah untuk
meramalkannya. Cukup dengan menghapalkan angka
ajaib =

12 dan 35
1. Pasien yang diperiksa umurnya harus > 35
tahun
2. Terdapat gelombang S yang dalam sekali dan
R yang tinggi sekali.
3. S yang dalam di V1 atau di V2 bila
ditambahkan dengan R yang tinggi di V5 atau
V6 jumlahnya > 35 kotak kecil
4. Terdapat R yang tinggi di aVL harus > 12
kotak kecil
5. Lebih afdol kalau terdapat gambaran strain
atau segmen ST yang depresi kawin dengan
gelombang T yang terbalik.

78

(perhatikan jumlah V1 danV5. Lebih dari 35.


Berarti hipertrofi ventrikel kiri dong!)

79

(jembatan segmen ST menurun ke bawah. Kawin


dengan gelombang T yang menukik ke bawah. Bentukan
ini kita namakan sebagai strain)

Dari gambar di atas, jelas keyakinan kita telah


terjadi ventrikel kiri yang meraksasa melihat dalamnya
S dan tingginya R di V1 dan V5. Kita semakin haqqul
yaqin, ketika mata kita tertuju kepada V4, V5, dan V6.
Dimana disana tergambar dengan jelas penampakan
strain: segmen ST yang melandai ke bawah yang kawin
dengan T yang terbalik.
Berbeda dengan ventrikel kiri, ventrikel kanan
pada dasarnya tidak ingin sombong. Dia tidak mau
begitu kelihatan kalau dia sedang membesar diri. Maka
paling-paling kita hanya bisa melihat gejala-gejala yang
dihasilkan oleh pembesarannya. Di antaranya adalah
sebagai berikut:

80

1.

2.
3.
4.

5.

Dari sumbu terdapat RAD atau indeterminate.


Masih ingat kan dengan cara mengukur
sumbu?
Terdapat tanda-tanda pembesaran di atrium
kanan, biasanya seeh mereka satu paket gitu
R yang tinggi di sadapan V1 (lebih dari 7 kotak
kecil)
S yang dalam di sadapan lateral (I, aVL, V5
atau V6) (perhatikan, kebalik dari hipertrofi
ventrikel kiri ya?)
Progresi gelombang S di sadapan precordial
yang cenderung menetap. Seharusnya kan
kalau normal berubah dari dalam menjadi
kurang dalam.

Perhatikan
gambar
berikut,
memperlihatkan ke 5 kriteria di atas:

81

gambar

ini

GARA-GARA PARU
Begitu eratnya persaudaraan antara jantung dan
paru, maka sampai hal-hal yang berkaitan dengan paru
dapat diketahui dengan gambaran jantung. Kita akan
membahas dua diantaranya.
1.

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)


PPOK membuat paru memanjang ke bawah
dan menyebabkan tekanan diafragma ke
bawah. Akibatnya jantung akan berputar
horizontal searah jarum jam menjadi CWR
(Clock Wise Rotation) dimana rasio R banding
S yang mendekati 1 justru berada di V5 atau
V6. Selain itu, gangguan di paru ini akan
menyebabkan gangguan di jantung terutama di
ventrikel kanan yang bertugas memompa darah
ke paru. Akibatnya terjadi hipertrofi ventrikel
kanan. Jadi, diingat-ingat dan dibuka lagi
tanda-tanda khas dari hipertrofi ventrikel kanan
yang dibahas di bab sebelumnya.

2.

Emboli Paru
Emboli tidak terlalu spesifik tergambar di
EKG. Sangat tergantung dari besarnya emboli
yang ada. Biasanya sih kejadian ini
berhubungan dengan gambaran sinus takikardi
atau perubahan yang tidak terlalu spesifik di
segmen ST dan gelombang T. kadang-kadang,
emboli juga dapat menyebabkan fibrilasi
atrium.

82

I
SAAT JANTUNGKU
TERLUKA
Saat
dirinya
terluka, dia memiliki
teriakan yang khas.
Teriakan ini terekam
dengan baik lewat
EKG. Yap, infark
miokard! Inilah salah
satu kelebihan EKG
sebagai alat diagnostik
untuk
mengetahui
kejadian
infark
miokard.

83

Zona infark
Zona
perlukaan
Zona iskemik

Perhatikan gambar di atas. Pada satu daerah di


jantung apabila terjadi infark, akan terjadi 3 daerah di
atas. Daerah hitam merupakan daerah di jantung yang
sel-selnya mati atau nekrosis. Kemudian daerah abuabu, dimana selnya memang tidak mati namun terjadi
perlukaan di sana. Lalu daerah yang terluar yang
digambarkan putih yakni daerah iskemik.
Zona ini memiliki gambaran yang khas. Anda bisa
menghapalkannya sebagai berikut:
1.

Zona neQrosis terjadi gelombang Q patologis

(perhatikan, seharusnya gelombang Q tak sedalam itu.


Melebihi 1/3 dari gelombang R)

84

2.

Zona perlukaan Mudahnya anda ingat saja,


saat terluka muka akan meringis cemberut.
gambaran cemberut ini dibentuk oleh segmen
ST yang meninggi (elevasi) dan membentuk
kurva cembung ke atas.

(perhatikan 3 wajah di atas yang begitu cemberut.


Wajar, karena mereka sedang terluka!)
3.

Zona iskemik iskemik akibat tertusuk anak


panah. Gambaran yang terbantuk adalah T
yang terbalik ke bawah seperti anak panah.

85

Kejadian infark ini tidak terjadi serta merta.


Mereka terjadi secara bertahap lewat fase-fase berikut:
Hiperakut berkembang penuh sembuh.
1.

2.

3.

Masa hiperakut terjadi di awal-awal. Gambaran


ini terjadi sebentar saja, akibatnya seringkali
tidak sempat terekam oleh EKG. Saat ini
belum ada sel yang mati. Yang terjadi adalah
perlukaan. Maka seperti yang kita hapalkan
sebelumnya, gambaran yang terjadi adalah
gambaran luka yaitu meringis cemberut
(elevasi dari segmen ST). Gambaran iskemik
akan segera muncul, namun masih berupa
kebalikannya yakni gelombang T tinggi dan
lebar.
Masa Berkembang penuh Pada masa ini
semua gambaran 3 zona sudah lengkap. Sudah
terjadi infarQ atau neQrosis. Maka perhatikan,
telah terdapat gelombang Q yang dalam. Ada
ST yang cemberut ke atas, dan anak panah
yang menembus gelombang T ke bawah.
Masa Penyembuhan Yang tersisa ujungujungnya hanyalah zona neQrosis, diwakili
gelombang Q yang tetap dalam. Zona-zona lain
perlahan menghilang. Diawali dengan zona
luka. Maka ST tak terlihat cemberut lagi.
Disusul zona iskemi dimana anak panah telah
tercabut gelombang T kembali normal.

86

MENCARI LUKANYA
Bahasan infark belum selesai
Infark, tentunya terjadi tidak di semua daerah
jantung. Hanya di sebagian daerah jantung, tergantung
daerah perdarahan arteri koronaria yang mana.
Konsekuensinya, berarti tidak semua sadapan akan
menggambarkan gambaran infark seperti yang kita
bahas di halaman sebelumnya.
Nah, lalu bagaimana kita mengetahui daerah infark
tersebut?
Gampang, kalau kalian ingat bahasan di awal.
Bahwa tiap sadapan sebenarnya menggambarkan suatu
daerah di jantung.

Inferior
anterior
lateral

: II, III, aVF


: V1 V6
: I, aVL, V5 V6

87

Lebih spesifik adalah sebagai berikut:

antero septal

: V1 V4

antero apikal

: V4 V5

antero lateral

: I, aVL, V3 V6

lateral tinggi

: I, AVL

anterior luas

: I, aVL, V1 V6

Jadi, kalau suatu saat, ketemu gambaran khas


nekrosis-luka-iskemik di kelompok sadapan di atas, ente
sudah bisa bilang: telah terjadi infark fase .. di
daerah .

Catatan: Sayangnya, sadapan rutin yang digunakan


tidak bisa melihat secara keseluruhan. Misalnya untuk
infark di daerah posterior tidak begitu jelas terlihat di
gambaran EKG rutin. Ada cara lain untuk melihatnya,
yakni mirror test. Namun, karena buku ini ditujukan
untuk hal-hal mendasar saja dan supaya pembaca
nggak kelewat pusing maka saya memutuskan untuk
tidak mambahasnya di sini.

88

OBAT DAN ELEKTROLIT


TURUT MENCAMPURI
Awas, tak cuma bagian-bagian di jantung yang
mengganggu gambaran EKG. Banyak tukang ganggu
dari luar yang bisa ikut-ikutan turut campur dan
merusak kedamaian gambaran jantung kita. Beberapa
tukang ganggu yang kita bahas disini adalah obat
digitalis, quinidine, efek hiperkalemi dan efek
hipokalemi.
1.

Efek digitalis
Golongan digitalis kayak digoksin dan
kawan-kawan selain jadi obat jantung, bisa
juga
berbahaya
bila
dosis
dan
penggunaannya tidak tepat. Bahaya
intoksikasi tak jarang dijumpai. Untungnya
EKG cukup peka untuk meramalkan
kejadian ini.
Pada kejadian di awal-awal biasanya yang
terjadi adalah:
- Depresi segmen ST yang khas
- Gelombang T terbalik

89

Bila ketemu kejadian ini, tak usah panik


duluan. Ini cuma sekedar efek obat digitalis
kok. Namun yang harus diwaspadai adalah
apabila ketemu tanda-tanda berikut:
-

Sinus bradikardi
Blok AV derajat 1, derajat 2 atau 3
Ekstrasistol ventrikel bigemini
Ekstrasistol Atrial
Ventrikel takikardi
Fibrilasi ventrikel

(Salah satu bentuk keracunan digitalis)


Maka, hati-hati. Saat itu telah terjadi
KERACUNAN DIGITALIS!
2.

Efek Quinidine
Quinidine merupakan obat antiartimia. Tapi
sekali lagi hati-hati, obat ini seperti obat-obat
jantung lainnya, memiliki rentang dosis yang
sangat sempit. Sehingga mudah sekali
keracunan. Efek obat ini adalah:

perubahan gelombang P berupa


pelebaran, cekung, datar sampai
terbalik
perpanjangan interval QRS
perpanjangan interval QT
Depresi segmen ST

90

gelombang U yang nyata

Sedangkan tanda-tanda intoksikasinya adalah:


- Blok AV dari derajat satu hingga derajat
tiga
- Kompleks QRS memanjang
- Ekstrasistol
ventrikel
ventrikel
takikardi hingga fibrilasi ventrikel.
3.

Kejadian hiperkalemia
Kalium ini memang elektrolit yang suka
mendramatisir kejadian. Gara-gara kelebihan
dirinya di dalam tubuh, maka terjadi efek yang
begitu dramatis di gambaran EKG.

91

Perhatikan gambar di atas. Urutan gambar


di atas berubah seiring semakin tingginya
kadar kalium dalam tubuh.
Diawali dengan gelombang T yang menjadi
sombong, meninggi dan melancip. Berikutnya
gelombang R menjadi rendah diri, sehingga
tingginya menjadi berkurang. Gelombang P?
gelombang R saja yang biasanya hebat menjadi
mengecil maka, apalah artinya gelombang

92

P maka perlahan gelombang P pun menjadi


menghilang. Semakin tinggi kalium gelombang
T semakin menjadi-jadi. Dia bahkan kini
mencaplok
kompleks
QRS
dan
menggabungkan kompleks QRS tersebut ke
dalam dirinya. Akibatnya, kita tidak melihat
dengan jelas lagi segmen ST. yang ada adalah
kesatuan gelombang QRST.
Kekacauan ini bila dibiarkan, betul-betul
akan merusak kedamaian jantung. Maka - yang
dikhawatirkan- bisa saja sewaktu-waktu
akhirnya terjadi. Yakni fibrilasi ventrikel
hingga kejadian asistol!
4.

Kejadian hipokalemia
Agak berbeda dengan hiperkalemia yang
terlihat begitu mendramatisir kejadian.
Hipokalemia tidak memiliki gambaran yang
cukup konsisten. Bentuk gambaran EKGnya
bisa bermacam-macam, mulai dari gelombang
Tyang mengecil hingga mendatar bahkan
terbalik. Munculnya gelombang U yang nyata,
interval QT yang memanjang, depresi segmen
ST dan interval PR yang memanjang.

93

epilog..
Sudah terasa fun dalam seratusan halaman
perjalanan kita?
Harapan saya sederhana. Dalam kebersamaan
begitu singkat ini, anda sudah mulai jatuh cinta dengan
EKG. Dan justru karena kecintaan tersebut, anda
berminat untuk membaca lebih lanjut buku-buku yang
lain. Saran saya, anda juga membaca buku-buku yang
saya baca, yang telah mengilhami saya dalam menyusun
buku ini. Di antaranya adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

ABC of Clinical Electrocardiography karya


Francis Morris dan kawan-kawan
12 lead ECGs a palm brain for easy
interpretation karya Ken Grauer
Satu-satunya buku EKG yang anda perlukan
EKG Praktis
Guyton and Hall di bab khusus yang
membahas masalah EKG.
Dan lain-lain.

Satu lagi, Pengalaman tetap dimana-mana


merupakan guru yang terbaik. Jadi kata-kata bijaknya,
selain membaca, banyak-banyaklah berlatih langsung.
Dari situ anda baru akan merasakan FUN EKG yang
sebenarnya.

Wassalam

94

95

Kalau biasanya Mario Teguh dan Andrie Wongso bicara


motivasi dengan kata-kata menggugah dan penuh inspiratif
Maka Akin, di buku ini justru menulisnya dengan cara yang
berbeda sama sekali. Akin tak bicara dengan bahasa yang
mendayu-dayu atau membuat semangat pembacanya menjadi
berkobar-kobar. Tidak! Justru di buku ini dia memilih
memotivasi orang dengan cara ngawur bin konyol bin kocak,
bahkan tak jarang dengan cara mengolok-olok. Tapi meski
begitu dijamin buku ini nggak kalah memanaskan dari bukubuku motivasi yang lain. Dan sengawur-ngawurnya Akin, dia
masih nyadar kalau dia muslim, sehingga dia selalu
mempertahankan warna islam dalam setiap remah
motivasinya. Jamin deh, anda akan merasakan taste yang
betul-betul berbeda di buku ini..
Akin di buku ini tak sendiri. Dia mengajak serta juga
pemain yang lain, mulai dari sohib teman ngutangnya, guru
ngajinya, editor, sampai rombongan syaitan, Abraham
Lincoln, Chow Yun Fat, Katak, Keledai, Bruce Wayne,
SonGoku njumplek nangkring di buku ini.
Bayangin. Bagaimana ngawur dan hebohnya buku ini
diaduk-aduk oleh tokoh-tokoh di atas.

Pemesanan di Kal-Sel Hubungi: Fajar 0852 4857 6258

96

Tentang Penulis
dr. Fauzan Muttaqien, atau yang memiliki nama pena Akin ini
merupakan dokter lulusan Alumni Fakultas Kedokteran
Universitas Lambung Mangkurat. Pria kelahiran Banjarmasin,
2 Desember 1984 ini selain berprofesi sebagai dokter umum,
juga sebagai dosen di almamaternya, dan fasilitator desa siaga
Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru.
Selain itu dia juga menggeluti bidang kepenulisan. Buku yang
ada di jemari anda ini adalah salah satu buah karyanya. Di
bidang medis, dia juga banyak membuat buku-buku untuk
panduan Koass yang bisa gratis anda download di blognya
www.doktermudaliar.wordpress.com. Tak hanya, di bidang
medis, dia juga menulis buku fiksi seperti Novel Betty Ta Iye,
buku motivasi lewat Trias Motivatica yang terdiri atas 3 jilid.
Seri pertamanya sudah beredar di pasaran, yakni AlQandas
AlKamiil: Kegagalan yang Sempurna. Buku keislaman:
Dakwah Asam Manis.
Kritik, saran, dan pertanyaan kepada Fauzan dapat anda
kirimkan ke emailnya di akin_alfaruq@yahoo.com

www.doktermudaliar.wordpress.com

97