Anda di halaman 1dari 1

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa:

1. Format yang dipakai baik dalam kontrak kontruksi di Indonesia maupun kontrak
konstruksi
Internasional adalah sama yang berisi kurang lebih sebagai berikut: Perjanjian/K
ontrak, Syarat-syarat
kontrak (Umum dan Khusus), Lampiran-lampiran, Spesifikasi Teknis dan gambar-gamb
ar kontrak
2. Dalam penyelesaian perselisihan/sengketa, standar kontrak konstruksi internas
ional tak ada yang
memilih Pengadilan, semuanya diselesaikan melalui Badan Arbitrase, sedangkan dal
am standar
kontrak di Indonesia perselisihan kadang-kadang masih diselesaikan melalui penga
dilan.
3. Istilah Masa Pemeliharaan yang biasa kita kenal diganti dengan Masa Tanggung
Jawab atas Cacat
(Defect Liability Period)
4. Istilah Denda yang lazim kita ketahui tidak lagi digunakan diganti dengan Gan
ti Rugi Kelambatan
(Liquidity Damages for Delay).
Dalam kontrak konstruksi internasional pekerjaan dapat diserah kan secara prakti
s/substansial (tidak mutlak 100% tercapai) karena pekerjaan sangat kompleks akan
sulit mencapai penyelesaian mutlak.
Pada umumnya Besaran-besaran yang menyangkut besarnya jaminan ganti rugi, waktu
pelaksanaan, waktu penyerahan lahan, masa jaminan atas cacat, besarnya retensi d
alam kontrak konstruksi internasional, semuanya dicantumkan dalam suatu daftar y
ang disebut Lampiran (Appendix) sehingga memudahkan mencarinya. Sedangkan pada k
ontrak konstruksi di indonesia hanya di letakkan pada pasal-pasal kontrak.
Kontrak konstruksi internasional ditulis secara singkathanya mengandung sebayak
4 sampai 9 butir pasal sedangkan kontrak konstruksi nasional memiliki pasal bela
san hingga puluhan
Sistim Kontrak Nasional Lebih mudah dipahami karena sudah sangat sering digunaka
n sedangkan sistim kontrak internasional lebih rumit pengerjaannya sebab jarang
dalam penggunaannya.