Anda di halaman 1dari 31

GESA SYAUQI H.

2. GRACE HARDIANA P.
3. GRENATA NANDA USTRIYANA
4. GUSTAMAS INDRA MAULANA
5. HANA ANANDA IRIVANI
6. HASNANIA RILANTY MUNAF
7. HEIKE ESFANDARI
8. HERU DIMAS PRAKOSO
9. HESTI KURNIA
10. ICA ULFA SAUSAN
1.

(03013082)
(03013083)
(03013085)
(03013086)
(03013088)
(03013090)
(03013091)
(03013092)
(03013093)
(03013095)

KELOMPOK 8

Mengapa kelopak mataku


merah dan bengkak?

Rosi, seorang wanita ibu rumah tangga berusia 50 tahun merasa


kedua kelopak matanya gatal sejak 1 minggu yang lalu,
kelopak mata merah, bengkak, timbul kulit kering atau sisik,
dan bila ditekan terasa nyeri. Penglihatan tidak buram, bagian
putih matanya tidak merah, dan tidak ada kotoran pada bola
mata. Keluhan semakin mengganggu karena bertambah gatal. Pasien
jarang membersihkan wajah. Pasien belum berobat ke dokter dan
belum memberikan obat apapun.

Keluhan serupa pernah muncul 1 bulan yang lalu, membaik


dengan sendirinya dan tidak separah saat ini

Keyword: Kelopak gatal, keopak merah, kelopak bengkak, kulit


kelopak kering dan bersisik, nyeri bila ditekan.

Klarifikasi Istilah

Kelopak Mata Gatal: rasa tidak nyaman pada kulit


kelopak mata akibat rangsangan serabut
mekanoreseptor sehingga menyebabkan seseorang
menggaruk

Kelopak Mata Merah (Hiperemi): keadaan kelopak


mata berwarna merah akibat bertambahnya volume
darah karena adanya vasodilatasi p. darah di kelopak
mata

Kelopak mata bengkak: pengumpulan cairan di


jaringan kelopak mata

Sisik: stratum korneum yang terlepas

ANALISIS MASALAH
Kelopak mata
merah, bengkak,
nyeri tekan, sisik

Tanda inflamasi

Palpebra

Curiga Blefaritis

Penyakit infeksi
pada palpebra

Anatomi
Histologi
Fisiologi
Etiologi dan
Faktor Resiko
Klasifikasi
Patofisiologi
Gejala klinis
Penegakan
diagnosis
Komplikasi

Penglihatan
tidak buram
Bagian putih
mata tidak
merah
Tidak ada
kotoran pada
bola mata
Tidak ada
kelainan pada
media refraksi

Learning objective
Memahami anatomi dan histologi Palpebra
Memahami fisiologi Palpebra
Mengetahui penyakit infeksi pada palpebra
Mengetahui etiologi blefaritis
Mengetahui klasifikasi blefaritis
Mengetahui patofisiologi blefaritis
Mengetahui gejala klinis blefaritis
Mengetahui penegakan diagnosis blefaritis
Mengetahui tatalaksana blefaritis
Mengetahui komplikasi blefaritis
Mengetahui prognosis blefaritis
5

Learning Issue
Mengetahui patofisiologi blefaritis
Mengetahui penegakan diagnosis blefaritis
Mengetahui komplikasi blefaritis

Anatomi Palpebr

Histologi
Palpebra
Dari luar ke dalam :
Kulit (epitel epidermis, halus, paling tipis pada tubuh)
Jar. Subkutaneus areolar
Sangat elastis, tidak mengandung lemak, mudah
membesar saat ada oedem atau darah
Lapisan otot (M. Orbikularis Okuli, M. Levator Palpebra
Superior
Jar. Submuskular areolar
Jar. Longgar, banyak pembuluh darah dan saraf
Jaringan Fibrosa
Jaringan Otot polos : terdapat otot palpebra Muller
Konjungtiva

Kelopak mata mengandung


sejumlah rambut-rambut kasar (bulu mata)
Kelenjar sebasea yg bermodifikasi (Kelenjar
Meibom) mempengaruhi tegangan permukaan
cairan shg memperlambat penguapan air mata
Kelenjar sebasea yang lebih kecil (Kelenjar Zeis)
Kelenjar keringat (Kelenjar Moll)

Fisiologi
Palpebra
Melindungi bola mata terhadap
trauma, trauma sinar, dan keringnya
bola mata.
Kelenjar Meibom berperan dlm
mempengaruhi tegangan permukaan
cairan memperlambat penguapan
air mata mata tidak kering

refleks
kedip
fungsional
Britannica, 2007):

(Encyclopdia

1.Stimulasi terhadap nervus trigeminus di


kornea, palpebra dan konjungtiva yang disebut
refleks kedip sensoris atau refleks kornea.
Refleks ini berlangsung cepat yaitu 0,1 detik.
2.Stimulus
yang
berupa
cahaya
yang
menyilaukan yang disebut refleks kedip
optikus. Refleks ini lebih lambat dibandingkan
refleks kornea.

Etiologi
Blefaritis
Infeksi
Bakteri: stafilococcus aureus, stafilococcus
epidermidis, pneumococcus, pseudomonas
aeruginosa, streptococcus alfa/beta
hemoliticus
Virus: herpes zoster, herpes simplex
Jamur: pitirusponem ovald

Non infeksi
Alergen/iritan:

Debu
Asap
Bahan kimia
Kosmetik

Patofisiologi Blefaritis

Blefaritis Anterior
Infeksi bakteri
Streptococcus sp.

Kolonisasi bakteri

toksin

Pembentukan
krusta dan sisik

Klasifikasi Blefaritis

GAMBARAN
KLINIK

Blefaritis

Gejala
Blefaritis menyebabkan kemerahan dan penebalan, bisa
juga terbentuk sisik dan keropeng atau luka terbuka yang
dangkal pada kelopak mata.

Blefaritis bisa menyebabkan penderita merasa adasesuatu


di matanya. Mata dan kelopak mata terasa gatal, panas dan
menjadi merah. Bisa terjadi pembengkakan kelopak mata
dan beberapa helai bulu mata rontok

Mata menjadi merah, berair dan peka terhadap cahaya


terang. Bisa terbentuk keropeng yang melekat erat pada
tepi kelopak mata; jika keropeng dilepaskan, bisa terjadi
perdarahan. Selama tidur, sekresi mata mengering
sehingga ketika bangun kelopak mata sukar dibuka.

Tanda
Skuama pada tepi kelopak
Jumlah bulu mata berkurang
Obstruksi dan sumbatan duktus meibom
Sekresi Meibom keruh
Injeksi pada tepi kelopak
Abnormalitas film air mata

DIAGNOSIS BANDING
Cellulitis
Chalazion
Conjunctivitis
Dermatitis
Hordeolum
Keratitis
Keratoconjunctivitis
Trichiasis

Pemeriksaan Fisik &


Penunjang
Pemeriksaan fisik:
Inspeksi : - palpebra hiperemi
- terdapat sisik kering halus
Palpasi

: - oedem palpebra
- nyeri tekan palpebra

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan dengan slit lamp

Tatalaksana
Blefaritis Anterior:
penggunaa natibiotik antistafilokokus atau
salep mata sulfonamid
Menjaga kebersihan kelopak mata,
granulasi atau sisik pada bulu mata harus
dibersihkan

Blefaritis Posterior:
Terapi antibiotik sistemik dosis rendah yang
memiliki efek jangka panjang seperti
doksisiklin atau eritromisin
Dapat juga diberikan terapi kortikosteroid
dengan prednisolon

Komplikasi Blefaritis
Dry eye syndrome
Konjungtivitis
Kista meibom

Prognosis
Ad Vitam : Ad Bonam
Ad Functionam : Ad Bonam
Ad Sanationam : dubia Ad bonam

Referensi
Jackson WB. Blepharitis: current strategies for
diagnosis and management. Can J Ophthalmol.
2008 Apr;43(2):170-9
Eva PR, Witcher JP. Vaughan and Asbury
Oftalmologi Umum. Jakarta: EGC, 2012;17:78-80
American Optometric Association. Care of the
Patient of Blepharitis. St. Louis: AOA, 2011.
Cited on 2015, 6th Jul available from
http://www.aoa.org