Anda di halaman 1dari 3

Permasalahan Pencetakan / Dalam Mencetak

Publish: 24 Maret 2009 | Author & Copyright: Ervyn | Status: FREE tutorial
Artikel ini menjelaskan sedikit permasalahan yang kita alami dalam pencetakan atau print
file pada Corel DRAW , mungkin artikel berikut ini bisa menjadi sedikit referensi untuk
memaksimalkan hasil print dari CorelDRAW, semoga bermanfaat.
Jika menggunakan effect Drop Shadow pada corelDRAW Drop Shadow atau object dengan
transparansi, mungkin akan ditemukan problem dalam hal pencetakan dengan printer komposit
(laser printer, inkjet dan sebagainya) meskipun semuanya terlihat baik di monitor, akan tetapi
masih saja tidak dapat menghasilkan cetakan yg tepat.

Mengapa hal ini dapat terjadi ... ;-(


Cara CorelDRAW memperlakukan transparansi
Di dalam mereproduksi sebuah object yang transparan, CorelDRAW akan membuat gambar
bitmap dari object aslinya yang diberi effect Drop Shadow, seperti pada gambar dibawah ini

Sehingga hasil yg didapatkan adalah bahwa Drop Shadow Bitmap akan mempunyai batas pada
vektor object.
Color Space Mapping
Pada saat melihat Drop Shadow pada Corel DRAW akan terlihat sempurna apabila dilihat pada

monitor, akan tetapi bila dicetak akan menghasilkan hasil yang tidak sesuai dengan apa yang
ditampilkan pada monitor. Jawaban dari pertanyaan tersebut akan kita coba membahasnya di
bawah ini
Perbedaan alat Output atau Output Device untuk menampilkan reproduksi warna adalah jawaban
yang tepat. Monitor mempunyai tiga unsur warna fosfor yang mempunyai tiga warna, yaitu red,
green dan blue sering disebut RGB. Sedangkan pada peralatan cetak atau printing device
mempunyai teknologi yang berbeda, yaitu mempunyai substraksi warna tinta Cyan, Magenta,
Yellow dan Black yang sering disebut CMYK. Karena mempunyai teknik yang betul-betul
berlainan dalam mereproduksi warna maka bukan hal yang tidak mungkin bahwa kedua teknik
tersebut akan mempunyai cara pandang yang berlainan di dalam mereproduksi suatu warna alam
yang ditangkap oleh mata manusia. Pada monitor RGB yang modern mempunyai jangkauan
warna yang sangat beragam daripada teknologi printer CMYK, hal inilah yang sering menjadi
masalah sangat serius didalam problem pencetakan. Designer harus selalu memakai cara
pandang CMYK didalam melakukan kombinasi warnanya, bukan dengan standard RGB yang
selalu dilihat dalam layar monitor
Terdapat dua cara untuk menterjemahkan permasalahan warna satu dengan warna yang lain :
1. Gantilah warna yang dekat dengan Output Device daripada yang terlihat pada layar monitor.
2. Berilah skala warna pada object asli untuk menentukan range warna Outputnya. Akan tetapi
perbedaan secara relatif pada warna akan selalu ada.

3. Dua transfer warna secara algoritma dapat dijelaskan pada grafik dibawah ini :
Pada gambar tersebut: S warna sumber asli, D warna tujuan, B range warna yang dapat
ditampilkan output device, E warna output device yang di skalakan dengan warna sumbernya
Saat menggunakan metode 1 (grafik kiri), warna pada daerah B dapat tercetak tanpa ada
perubahan. Sedangkan range A dan C dapat diwakili dengan range warna yang mendekati
dengan range B. sedangkan apabila menggunakan metode 2 (grafik kanan), semua warna yang
ditampilkan akan mempunyai hasil yang khas walaupun tidak sesuai dengan warna aslinya
Metode 1 adalah metode yang paling tepat apabila menggunakan ilustrasi-ilustrasi berbasis
vektor yang tidak menurut range warna yang sangat bervariasi. Pada gambar fotografi distorsi
warna akan terjadi

Saat CorelDRAW mencetak documment tersebut pada printer komposit, akan menerapkan
alogaritma yang kita bahas diatas. Secara defaultnya metode 1 diterapkan pada gambar dengan
basis vektor, sedangkan metode 2 banyak digunakan untuk gambar-gambar bitmap
Untuk menanggulangi bencana diatas, dapat diikuti petunjuk dibawah ini :
Convertkan object ke bitmap, dari sini dapat dibuat Drop Shadow lebih bagus, atau cetaklah pada
object yang berlainan. Hal penting yang harus diperhatikan adalah, jangan menggabungkan
vektor dengan bitmap pada kotak warna yang sama.
Dalam CorelDRAW, aturlah pada menu Tools, pilih Option, Global, Color Management,
General dan dapat dilihat pada menu Drop Down dengan nama Mapping Mode
(Rendering Intent). Dan atur pada Illustration atau Pjotographic (Saturation dan
Perceptual), pastikan jangan memilih Automatic.
Pada driver printer, sebagai contoh Canon iP1800 Series gunakan automatic color secara
defaultnya pastikan mengatur pada dua metode dari pada type digunakan yang otomatis. Metode
1 sering disebut Vivid Colors dan metode 2 disebut Match Colors On Screen.