Anda di halaman 1dari 62

HIPOTESIS,

VARIABEL
& KERANGKA
KONSEP
Rahmat Bakhtiar

1. Pernyataan terdiri atas unsur2 yang


dinyatakan dalam sistem yang teratur
mengenai relasi yang dicari untuk
menerangkan suatu kejadian yang
belum dikukuhkan oleh fakta2
(V. Dalen, 1962)
2. Penjelasan sementara yang diajukan
untuk menerangkan fenomena yang
diobservasi
(Trelease, 1960)

3. Penjelasan tentatif untuk perilaku, fenomena


atau kejadian yang telah atau akan terjadi
(R. Gay, 1962)
4. Pernyataan bersifat dugaan mengenai
hubungan antara 2/> variabel
(F. Kerlinger, 1973)
5. Dugaan/referensi/acuan yang dirumuskan
dan diterima untuk sementara yang dapat
menerangkan fakta2 /keadaan yang diamati
dan digunakan sebagai petunjuk langkah2
penelitian selanjutnya
(Good & Scates, 1954)

FUNGSI HPT
MENGARAHKAN PENELITIAN
Menunjukkan adanya masalah
Menentukan relevansi fakta
Menentukan rancangan penelitian
Memberikan penjelasan
Memberikan kerangka konklusi
Memacu/memicu penelitian lebih lanjut

MACAM HPT
HIPOTESIS
HPT KERJA
(WORKING HPT)
Menyatakan macam
hubungan antarvar.
statistis
secara operasional
(Jika , maka )

HPT STATISTIS
(STATISTICAL HPT)
Menyatakan cara
pengujian
yang akan ditempuh

HPT ALTERNATIF (H1)


HPT NIHIL (H0)
(Ada hubungan/perbedaan/
(Tidak ada hubungan/
pengaruh antara dengan ) perbedaan/pengaruh
antara
dengan)

HPT KERJA
DIREKSIONAL
NONDIREKSIONAL
(1 TAIL/EKOR)
(2 TAILS/EKOR)
Arah hubungan/
Arah
hubungan/
perbedaan sudah
perbedaan tidak jelas
tertentu
(Ada hubungan/
(A >B ;A< B)
perbedaan antara
A dan B)

PERLU HPT?
RELASI
(+)
ANALITIK
EKSPLORATIF
EKSPERIMENTAL
OBSERVASIONAL
HISTORIS/MANUSKRIP
HPT PERLU
TIDAK ADA

(-)

DESKRIPTIF

HPT

CIRI2 HPT :
Sebagai dasar penalaran
Penjelasan sementara
Perlu pengujian secara empiris
Dapat dikaitkan dengan teori
Menggambarkan relasi antara 2/> var.

KRITERIA HPT YANG BAIK :


1. KONSISTEN DENGAN PENELITIAN SEBELUMNYA
2. MEMBERIKAN REASONABLE EXPLANATION
3. MENYATAKAN DENGAN JELAS & LENGKAP
HUBUNGAN/PERBEDAAN/PENGARUH ANTARVAR.
4. MENDEFINISIKAN VAR.2 SECARA OPERASIONAL
DAN TERUKUR
5. DAPAT DIUJI SECARA EMPIRIK

1. FAKTA2 YANG
DIKETAHUI
OBSERVASI
UNSUR2
HPT
2. KONSEPTUAL
IMAJINASI/SEREBRASI

RANGKUMAN
H
I
P
O
T
E
S
I
S

* DASAR PENALARAN
* DIRUMUSKAN SECARA SISTEMATIK
+ PENALARAN INDUKTIF
* MENGGAMBARKAN RELASI ANTARVAR.
YANG DAPAT DIUKUR
& DIPERBANDINGKAN
* PENJELASAN SEMENTARA
* MEMERLUKAN PENGUJIAN EMPIRIS

MERUMUSKAN HPT
KRITERIA HPT YANG BAIK
(Well stated and defined)
Bentuk pernyataan/deklaratif
Menyatakan hubungan/perbedaan
antarvariabel
Memberikan penjelasan logis
Operasional
Dapat/potensial diukur
Berhubungan dengan kerangka teori yang
ada (wabah cacar gerhana bulan)
Dapat diuji secara empiris
Sederhana & terbatas

PERSIAPAN PENGUJIAN
HPT
1. MERUMUSKAN VAR.2 DALAM HPT
DEFINISI OPERASIONAL VAR.
MEASURED OD EXPERIMENTAL OD
(bagaimana var. (kriteria manipulasi
diukur)
yang akan dilakukan)
Anemia
(Hb), (Fe) Pemberian hormon steroid
Sehat TB, BB, status
Per oral/sistemik,
gizi, (Hb), (Prot.)
dosis, frekuensi,
bentuk,
Kecerdasan IQ
waktu (kapan, lama)

PERSIAPAN PENGUJIAN HPT


(lanj.)
2. MENDEDUKSI HPT
KONSEKUENSI DEDUKTIF (KD)
(CONSTRUCT
OPERASIONAL)
HPT: Dorongan meningkatkan prestasi
KD : Memberikan hadiah meningkatkan
nilai matematika
HPT: Pengobatan Manihot sp. memperbaiki
prognosis penyakit kanker
KD : Pemberian ekstrak Manihot sp. peroral
memperpanjang umur penderita kanker

RAMALAN ILMIAH/PREDIKSI
(KONSEKUENSI LOGIS)
HPT
DIUJI LANGSUNG DIUJI TIDAK LANGSUNG
(dijabarkan)
KONSEKUENSI LOGIS
(dapat diuji langsung)
PENGUJIAN HPT
Deduksi seluruh konsekuensiya
Kembangkan cara2 menguji melalui eksperimen/
observasi empiris
Kumpulkan fakta2 yang memperkuat/menolak HPT

PENGUJIAN
HPT
1.

2.
3.
4.

BUAT/PILIH/TENTUKAN
ALAT & METODE
5. SAMPEL &
SAMPLING
PENGUKURAN
6. PENGUMPULAN DATA
(valid & reliabel)
7. PENGOLAHAN DATA
RANCANGAN PENELITIAN
SUBJEK/OBJEK PENELITIAN
PENJELASAN:
- Definisi var. - Cara observasi
- Cara mencatat
- Alat yang dipakai
(administrasi)

UNCONFIRMED HPT
PENELITIAN GAGAL?

Berhubungan?
CUKUP BERARTI: VAR.
Tidak berhubungan?
KONTRIBUSI BERHARGA
REVISI TEORI
HPT BARU
REVISED HPT

Einstein: HPT hanya guesses dan


sebagian besar salah

RANGKUMAN HPT
PENJELASAN SEMENTARA MENGENAI
FENOMENA YANG DITELITI
PROPOSISI YANG DIAJUKAN SEBAGAI DASAR
PENALARAN
SUPOSISI YANG DIRUMUSKAN
BERDASARKAN FAKTA YANG SUDAH
DIKETAHUI
PEGANGAN/ACUAN DALAM
MENGIDENTIFIKASI & MENETAPKAN
MASALAH
MEMBANTU MEMILIH PROSEDUR
PENELITIAN, MENYUSUN SERTA MENYAJIKAN
HASIL PENELITIAN
SARANA PENTING UNTUK MENGEMBANGKAN
ILMU PENGETAHUAN

VARIABEL
SESUATU/GEJALA ALAM/FENOMENA:
* Bervariasi * Mempunyai nama
* Mempunyai nilai * Dapat dikategorisasikan
* Mempunyai definisi
(verbal, operasional)
VARIABLE:- something that varies
- property that takes on
different values
- a symbol to which numerals or
values are assigned

Jenis variabel:
dasar klasifikasi pengukuran
beberapa > informatif
beberapa mempunyai
dari pada
kekuatan statistik
yang lain

VARIABEL
Konstruk/ciri/sifat yang dikaji/diteliti
- Suatu sifat yang dapat memiliki bermacam- macam nilai
(sesuatu yang bervariasi)
- Lambang/simbol, padanya melekat nilai2 berupa angka
(numbers)
NOMINAL DIKOTOMIS (2 nilai)
VARIABEL
(Jenis kel.: L/P, Profesi: PNS/NONPNS,
Kehidupan: hidup/mati)
POLITOMIS (>2 nilai)
(Agama: Islam, Kristen, Katolik, Budha,

Hindu dll.)
ORDINAL
Menurut urutan/order (Kelas SMP: Kl.1, Kl.2, Kl.3)
KONTINU (BERKESINAMBUNGAN): INTERVAL, RASIO)
INTERVAL: Temperatur dlm. derajat Celsius
RASIO: Umur, BB, TB, konsentrasi/kadar

MACAM2 VARIABEL
1. SIFAT/SKALA (level of measurement)

DESKRIT
Nominal/ Interval
Kategorik
Ordinal

KONTINUM
Rasio

2. URUTAN WAKTU (time order)


V. Bebas/Independen (A); V. Terikat/dependen (B) V.
Penghubung (C); V.Pendahulu/Anteseden (D)
A B
A
C
B
D
A
B

Jenis dan sifat variabel


Jenis variabel
kategorikal

kontinyus/

nominal

ordinal

ordered discrete

Sifat
variabel

unordered
categories

ordered,
categories,
interval, bukan
jumiah

rangking,interval
dapat dihitung

Contoh

sex, gol. darah status


vital

derajat sakit

BB, rokok/hari

Statistik
sesuai

, rates,proporsi, RR,
chi-square, MantelHaentzel, regresi

same dengan
kategorikal,
median, rank
correlation

sama dengan
kategorikal, mean
SD, t-test, analisis
varian, regresi

rendah

sedang

tinggi

lnformasi &
kekuatan

3. PENELITIAN EKSPERIMENTAL
E2
E1
X
Y
E3
E4
X dan Y: var. sistematik
X: var.
bebas/perlakuan/eksperimental
Y: var. terikat/tergantung terkendali
E: var. luar (extraneous)
tak
terkendali

HUBUNGAN ANTARVARIABEL
(A)
VAR. LUAR
VAR.
VAR.
BEBAS
BEBAS

(B)
VAR. LUAR
VAR.
ANTARA
VAR. PERANCU
PERANCU
VAR.

VAR. LUAR
(D)

(C)
VAR. LUAR
VAR.
VAR.
TERIKAT
TERIKAT

HUB. ANTARVAR. (lanj.)


Var. bebas
(independen/prediktor/risiko/
kausa)
Var. terikat
(tergantung/dependen/efek/
respon/event/outcome)
VAR. YANG INGIN DIKETAHUI HUBUNGANNYA
OLEH PENELITI
Var. perancu (confounding): var. yang tidak diteliti
tetapi dapat mempengaruhi hasil penelitian
berhubungan dengan var. bebas dan terikat dan
bukan var. antara)
Var. luar: var. yang tidak diteliti, tetapi
berhubungan dengan var. bebas dan/atau var.
terikat

VAR. PERANCU (confounding variable)


MINUM KOPI
(+)

(?)

PENY. JANTUNG
KORONER (PJK)
(+)

MEROKOK
Peran var. perancu (kebiasaan merokok) dalam
hubungan
antara var. bebas (kebiasaan minum kopi) dan var.
terikat
(PJK)
Bila kebiasaan merokok memp. hubungan positif dengan
kebiasaan minum kopi dan dengan PJK
Dapat ditemukan hubungan semu antara
kebiasaan minum kopi dengan PJK

(+)

MAKAN PERMEN CARIES DENTIS


(+)
(-)
ORAL HYGIENE
Hubungan antara kebiasaan makan
permen (var. bebas) dengan caries dentis
(var. terikat) dapat terselubung oleh
pengaruh oral hygiene (var. perancu)
Oral hygiene berhubungan positif dengan
kebiasaan makan permen dan
berhubungan negatif dengan caries
dentis

CONFOUNDING BY INDICATION
PEMBERIAN PLASMA
PROGNOSIS
(var. bebas) (var. terikat)
INDIKASI
(var. perancu)
Konvulsi berat/berulang/lama/+ perdarahan
Hub. antara pemberian plasma (var. bebas)
dengan prognosis (var. terikat) dirancukan
oleh INDIKASI (var. perancu) pemberian
plasma (selain berhub. dengan var. bebas
juga berhub. dengan var. terikat)

KERANGKA TEORETIS
(THEORETICAL FRAMEWORK)
I. PERLU DIPAHAMI:
* Science
* Var./faktor
* Sci. meth.
* Hub. antarvar.
KERANGKA
(Penalaran):
TEORETIS
* Induktif

2. PENDEKATAN
* Deduktif
* Empiris

3. PERLU DIPAHAMI:
* Asumsi * Premis * Postulat

* Rasionalisme

MASALAH
(Pertanyaan)

HIPOTESIS
(Jawaban sementara)

KERANGKA TEORETIS
(Pejelasan sementara)
ANALISIS TEORI2
(KAJIAN TEORETIS)
(mapan, relevan)
DIARE

KEMATIAN BAYI

KERANGKA TEORETIS
MEYAKINKAN
ARGUMENTASI
1. TEORI
SELEKTIF
MAPAN
PENGUASAAN:
RELEVAN - Teknis
REPRESENTATIF
- Filosofis
2. ALUR PIKIRAN LOGIS
Teori2 sebagai premis2

PENDEKATAN DALAM MENYUSUN


KERANGKA TEORETIS
INDUKTIF
Argumentasi yang menjelaskan
KERANGKA
hub. antarfaktor yang saling
TEORETIS terkait yang membentuk
konstelasi permasalahan
DEDUKTIF
Disusun secara rasional berdasarkan premis2 ilmiah yang
telah teruji kebenarannya dengan
memperhatikan faktor2 empiris yang relevan
dengan masalah

PENGENDALIAN VAR. PERANCU


1. IDENTIFIKASI VAR. PERANCU
KERANGKA TEORETIS
- Identifikasi semua var.
- Menggolongkan var.2
- Membuat diagram hubungan
antarvar.
2. ELIMINASI VAR. PERANCU
A. RANCANGAN (design) PENEL.
B. ANALISIS
(A lebih kuat dibanding B)

HUBUNGAN ANTARVAR.
HUBUNGAN: Sifat2/ciri2/fakta2 cenderung
timbul/ada bersama-sama
1. Hub. kausal
a. Langsung LALAT
DIARE
HPT: Jumlah lalat mempengaruhi
jumlah kejadian diare
b. Tidak langsung
(1)
DIARE
DEF. PROT.-KAL.
KEMATIAN BAYI
(2)
DIARE
DEF. PROT.- KAL.
KEMATIAN BAYI
(Var. antara? HPT: ?)

HUBUNGAN ANTARVAR.
(lanj.)
1. HUBUNGAN KAUSAL
a. LANGSUNG: LALAT
DIARE
(HPT: Jumlah lalat mempengaruhi juml.
kejadian diare)
b. BOLAK-BALIK:
(1). LANGSUNG:
(DEFISIENSI VIT. A
DIARE)
(2). TIDAK LANGSUNG
DEF. PROT.-KAL
INFEKSI2 LAIN
DIARE
(HPT: ?)

2. HUBUNGAN SEMU
IKLIM PANAS ?
AIR KURANG/ LALAT
TERCEMAR
Hub. iklim panas dengan juml.lalat: semu
Iklim panas Jml.air/tercemar
Jml. lalat
(Kovariasi?
Iklim panas
& Jml. lalat
Kausa?
Jml. air) HPT: ?
3. HUBUNGAN BERSYARAT
DEF. PROT.-KAL.
KEMATIAN BAYI
DIARE & DEHIDRASI
HPT?

MENYUSUN KERANGKA TEORETIS


MULAI: OPENING STATEMENT*
(eksplisit: Tujuan penelitian)
IDENTIFIKASI & ANALISIS
TEORI2 RELEVAN
HIPOTESIS
*MANFAAT opening statement:
1. Dengan cepat dapat mengidentifikasi
issues dalam kajian pustaka (teori2
relevan)
2. Membantu menyusun alur pikir yang
mengarah kepada penarikan kesimpulan

LANGKAH2 PENYUSUNAN KT - HPT


1
1. OPENING
STATEMENT

General

2. INVENTARISASI
Specific 2
TEORI2 RELEVAN

3. MENGGUNAKAN
PREMIS2 (yang
terdapat di dalam
kumpulan teori2
relevan)

4. HPT

General

MENGEMBANGKAN KT
1. CARI TEORI2/PUSTAKA
2. DAFTAR VAR.2
3. HUBUNGAN ANTARVAR.
4. BUAT KERANGKA
5. PERIKSA KELENGKAPAN
KERANGKA
6. UJI HPT2 KAUSAL
7. CARI HUB.2 KAUSAL TERABAIKAN
(BUAT MATRIKS SEBAB-AKIBAT)
8. LENGKAPI KERANGKA
9. SEDERHANAKAN KERANGKA

KERANGKA TEORETIS

HPT

1. Kajian teori2 relevan (pustaka)


Pembahasan penelitian2 sebelumnya
2. Penyusunan kerangka berpikir dalam
pengajuan HPT dengan premis2 pada 1
(dengan menyatakan postulat, asumsi &
prinsip yang dipakai)
3. Perumusan HPT
4. Kerangka/framework/diagram

4. Kerangka
DIARE & DEHIDRASI
KEMATIAN BAYI DEF.
PROT.-KAL.
PENYAKIT LAIN
5. a. Kelengkapan kerangka
DIARE & DEHIDRASI
KEMATIAN BAYI
DEF. PROT.KAL.
PENY. LAIN PELAYANAN
KES. (kualitatif &
kuantitatif)

5. b. Kelengkapan kerangka
DIARE & DEHIDRASI
KEMATIAN BAYI
DEF.PROT.KAL.
PENY. LAIN
YAN KES.
(kual. & kuant.)
STAT. EKON.
TINGK. PEND.
6. UJI HPT2 KAUSAL
Ditolak
Hub. semu >
A. Hub. kausal
kovariasi antara
var.2
Diterima
Hub. semu <
kovariasi antara var.2

JIKA HUB. KAUSAL DITERIMA


ADA PENYEBAB SAMA
PENTING
TERABAIKAN?
X
Z
TAMBAHKAN PENYEBAB
Y
TSB. (sebanyak mungkin)
X
Z1
Y

Z
Z2

7. MATRIKS SEBAB-AKIBAT (S-A)


Hub.2 kausal terabaikan?
S SE
A
PK 1

TP

PK

SE: Stat. ekon. TP: Tingk. pend.


PK: Yan. Kes.
0: Hub. kausal tidak
disebutkan
1: Hub. Kausal dihipotesiskan

KERANGKA TEORETIS
(dinyatakan dalam 2 bentuk)
1. NARATIF/VERBAL
(Uraian KT dalam bentuk kalimat2
menggambarkan dasar2 teoretis
hubungan fungsional antarvar.)
2. DIAGRAMATIS
(Hub.antarrvar. dinyatakan dalam
bentuk diagram/skematis)

LANDASAN/DASAR2
TEORETIS HPT
KERANGKA TEORETIS
Pola dasar pemikiran diperoleh
secara teoretis (pustaka)
menggambarkan hubungan
antarvar., dirangkai sehingga
merupakan landasan kokoh HPT
KERANGKA KONSEPSIONAL
Kerangka pemikiran menggambarkan
hubungan antarkonsepsi yang mendasari
HPT

LANDASAN TEORETIS
(Kerangka teoretis + kerangka konsepsional)
PREMIS/ASUMSI
STATE OF THE ART
DASAR2/LANDASAN HPT
(Rangkuman landasan teoretis)
HIPOTESIS
(Jawaban sementara/teoretis
hubungan antarvar.)

Contoh
KERANGKA TEORETIS
(DIAGRAMATIS)
Peran ukuran-ukuran anatomis dalam gerakan atlet OR
dikaitkan
dengan prestasi
LATIHAN AKTIVITAS FISIK
UMUR
JENIS KEL.
ALAT GERAK
STRUKTUR & FUNGSI
FAKTOR2 ANATOMIS & FISIOLOGIS
MEKANIKA TUBUH
UKURAN2 ANATOMIS
GERAK
PRESTASI
KERANGKA TEORETIS

LANDASAN HPT HPT

TINGKAT KERJA ILMUWAN


TINGK. I
TEORI/HPT/KONSEP/
KONSTRUK
(dunia teoretis)
TINGK. II

OBSERVASI

(dunia empiris)
HPT: Penghargaan
Prestasi
(Tk.I)
Konsep Konsep
Konstruk Konstruk
Pemberian hadiah
Indeks prestasi
(Tk. II)
(HPT menggunakan bisa konsep dan konstruk)

KONSEP
ABSTRAKSI YANG TERBENTUK OLEH
GENERALISASI HAL2 YANG KHUSUS
Berat (general)
abstraksi dari hal-hal yang khusus:
lebih/kurang berat (spesifik)
* FISIKA (lebih abstrak)
- Massa - Energi - Gaya
- Daya
* PERILAKU
- Prestasi - Inteligensi
- Agresivitas
Kejujuran

2. KONSEP DIDEFINISIKAN SECARA


OPERASIONAL SEHINGGA DAPAT
DIOBSERVASI DAN DIUKUR
INTELIGENSI

Test inteligensi
(diukur dengan)

(instrumen)

IQ (skor 50-150)
(Tingkat2 kecerdasan dibuat sendiri,
mis.: pandai kurang pandai tidak pandai)
Inteligensi (konsep) dapat diukur dengan instrumen
(test inteligensi) (disebut: definisi operasional; jika
ingin diteliti:
Konsep inteligensi
sekarang disebut
konstruk)

KONSTRUK
Konsep yang diciptakan atau
digunakan dengan sengaja dan
kesadaran penuh untuk suatu maksud
ilmiah yang khusus
Inteligensi: Konsep

Konstruk
(2 cara)

(Inteligensi: Konsep Abstraksi observasi


tentang hal-hal yang dianggap/diduga
sebagai perilaku cerdas (intelligence) dan
tidak cerdas (non-intelligence)

TEORI

ABSTRAK

KONSEP

KONSTRUK

VARIABEL

(EMPIRIS)

KONSTITUTIF (kata2 lain/kamus)


D
Mendefinisikan suatu konstruk dengan
E
menggunakan konstruk lain
F
(Kecerdasan: - Kemampuan berpikir
I
- Ketajaman mental
N
Kecemasan: Rasa takut yang subjektif
I
Bobot: Berat
S
OPERASIONAL
I
Batasan/arti suatu var. dengan merinci
hal2
yang harus dikerjakan:
mengukur/manipulasi var. tsb.)
Merupakan pedoman bagi peneliti

OPERATIONAL DEFINITION
MEASURED OP. DEF.
Cara mengukur suatu var.
(ANEMIA :
Kadar Fe
Kadar Hb
Kadar prot.
Kadar ferritin)
EXPERIMENTAL OP. DEF.
Menyebutkan rincian apa saja yang
dilakukan dalam memanipulasi suatu var.
(PEMBERIAN ESTROGEN:
Estrogen (var. bebas) diberikan dengan:
menyuntikkan ip, dosis 5 ug/kg BB, setiap
hari, selama 1 minggu)

VARIABEL
Konstruk/ciri/sifat yang dikaji/diteliti
- Suatu sifat yang dapat memiliki bermacam- macam
nilai (sesuatu yang bervariasi)
- Lambang/simbol, padanya melekat nilai2 berupa
angka (numbers)
NOMINAL DIKOTOMIS (2 nilai)
VARIABEL
(Jenis kel.: L/P, Profesi: PNS/NONPNS,
Kehidupan: hidup/mati)
POLITOMIS (>2 nilai)
(Agama: Islam, Kristen, Katolik,
ORDINAL Budha, Hindu dll.)
Menurut urutan/order (Kelas SMP: Kl.1, Kl.2, Kl.3)
KONTINU (BERKESINAMBUNGAN): INTERVAL, RASIO)
INTERVAL: Temperatur dlm. derajat Celsius
RASIO: Umur, BB, TB, konsentrasi/kadar

VARIABEL
AKTIF
Var. yang dimanipulasi
(Peneliti secara aktif memanipulasi
var. tsb.): Imbalan, Pemberian obat,
Penerapan metode A dan B
ATRIBUT
Var. yang tidak dimanipulasi
(Ketika diteliti subjek sudah membawa/
sudah kodratnya var. atribut tsb.)
Inteligensi, Jenis kelamin, Status sosial/
ekonomi/pendidikan

BISA TERJADI: VAR. ATRIBUT MENJADI VAR. AKTIF


KECEMASAN: - Dapat diukur (var. atribut)
- Dapat dimanipulasi (var. aktif)
(mis. Pasien dibuat cemas dengan beberapa tingkat kecemasan)
KUANTITATIF
VAR.
KUALITATIF
(KATEGORIK/DIKOTOMIK)
VAR. LATEN
Suatu entitas yang tak teramati
yang diduga mendasari var.2 amatan
Mis. Inteligensi (sebagai var. laten)
Dikenal 3 test kemampuan (aptitude tests):
1.VERBAL; 2. NUMERIK; 3.SPASIAL
(-Ketiga test memiliki relasi pos. dan jelas maknanya
- Ada unsur yang sama dalam ketiga test tsb.: INTELIGENSI (var. laten)
ORANG MENCAPAI HASIL TINGGI UNTUK TEST YANG SATU
CENDERUNG MENCAPAI HASIL TINGGI PULA UNTUK TEST YANG LAIN;
DEMIKIAN PULA SEBALIKNYA

A. Problem pengukuran
variabel
bila sistem pengukuran: tak
ada/memuaskan
bila tak ada metode koleksi variabel:

Apa yang akan dilakukan ?


Haruskah menghindari variabel ?
Haruskah memakai variabel pengganti ?
Riset ditunda sampai ada metode tepat ?
Riset tetap dimulai sambil membuat metode
Haruskah data dicatat dengan harapan skala
sesuai & sistem analisa terbentuk ?

PENGUKURAN
(MEASUREMENT)

VARIABEL
(Substansial/insubstansial)

PENGUKURAN

INSTRUMEN

(MEASUREMENT)

DISKRIT/KATEGORIK
NOMINAL

ORDINA

(Kuantitatif/objektif/
sistematik/punya nilai) DATA

KONTINU/NUMERIK
INSTRUMEN
PENGUKURAN
DATA

RELIABEL
&
VALID

INTERVAL

RASIO

PENGUKURAN
Proses kuantifikasi (juml., dimensi, taraf,
derajat, tingkat) fenomena yang diukur
WHAT (Apa yang diukur)
WHO
(Alat/instrumen untuk
mengukur/siapa yang mengukur)
HOW
(Bagaimana mengukurnya:
metode/cara)
PENGUKURAN
VAR. DEF. OP.
DATA
(INSTR.)
BENAR
SALAH

RELIABEL
RELIABEL
RELIABEL
TIDAK RELIABEL
BENAR
TIDAK RELIABEL
TIDAK RELIABEL

M
E
N
G
U
K
U
R

1. MENGUKUR
FENOMENA

SUBSTANSIAL

INSUBSTANSIAL
2. MENGUJI/TESTING
A. INSTRUMEN: TEST
- Aptitude test (bakat)
- Attitude test (pencapaian)
B. INSTRUMEN BUKAN TEST
- Angket/kuesioner
- Pedoman wawancara
- Pedoman pengamatan

UJI COBA INSTRUMEN


TUJUAN: 1. Menguji kualitas instrumen
(Validitas/Reliabilitas/Objektivitas)
2. Manajemen/Pengelolaan
(Kalimat dipahami?: - Instruksi/Pedoman
Pengisian/Butir2/Items
Waktu: - Persiapan/Pelaksanaan/
Pengumpulan lembar jawaban
Tanggapan responden: - Menerima instr./
menjawab
Lain2: - Peralatan penunjang/hal2 terlupakan)
STANDARD/BAKU: Uji coba (-)
INSTRUMEN
DISUSUN SENDIRI: Uji coba (+)