Anda di halaman 1dari 21

Bahasa Indonesia

Dra. Hj. Sri Parwanti, M.Pd.

KUTIPAN
&
DAFTAR PUSTAKA
Kompetensi : mampu menulis
KUTIPAN langsung & tak langsung
serta menulis DAFTAR PUSTAKA

Indikator keberhasilan pembelajaran


1.mampu membuat kutipan langsung
yang kurang dari 40 kata
2.mampu membuat kutipan langsung yang
lebih dari 40 kata
3.mampu membuat kutipan tak langsung
yang kurang dari 40 kata
4.mampu membuat kutipan tak langsung
yang lebih dari 40 kata
5.mampu menulis berbagai jenis daftar
pustaka

KUTIPAN
Adalah pengambilan bagian dari
pernyataan, buah pikiran, definisi,
rumusan, atau hasil penelitian dari tulisan
oranglain atau tulisan penulis sendiri yg
telah terdokumentasi yg bertujuan untuk
memberikan ilustrasi atau memperkokoh
argumen dalam tulisan.
Terdiri dari :
1)Kutipan langsung
2)Kutipan tak langsung

Hal-hal yang harus diperhatikan


pada saat mengutip langsung :
1) Tidak boleh mengadakan perubahan
terhadap teks asli yang dikutip
2) Harus menggunakan tanda [sic!] jika ada
kesalahan dalam teks asli.
3) Menggunakan tiga titik berspasi [] jika
ada bagian dari kutipan yang dihilangkan.
4) Mencantumkan sumber kutipan dengan
sistyem MLA, APA, atau sistem yang
berlaku si selingkungbidang.

Butir-butir yang perlu diperhatikan dalam


pengutipan atau perujukan :
Pengutipan atau perujukan dilakukan dengan
menggunakan nama akhir & tahun diantara tanda kurung
.
Jika ada dua penulis, perujukan dilakukan dengan cara
menyebut nama akhir kedua penulis tersebut.
Jika penulisnya lebih dari dua, penulisan rujukan
dilakukan dengan cara menuliskan nama pertama dari
penulis tersebut diikuti dengan dkk.
Jika nama penulis tidak disebutkan, yg dicantumkan
dalam rujukan adalah nama lembaga yang menerbitkan,
nama dokumen yg diterbitkan, atau nama koran.
Untuk karya terjemahan, perujukan dilakukan dengan
cara menyebutkan nama penulis aslinya.
Rujukan dari dua sumber atau lebih yg ditulis oleh
penulis berbeda dicantumkan dalam satu tanda kurung
dengan titik koma sebagai tanda pemisah.

A)Kutipan langsung
Kutipan langsung pendek atau kurang dari 4 baris
atau ada yang mengatakan kurang dari 40 kata
dilakukan dengan cara :
1) Diintegrasikan dengan teks
2) Diapit oleh tanda petik
3) Diberi berjarak antarbaris yang sama dengan
teks;
4)Disebut sumber kutipan
Contoh:
Chaer dan Agustina (1995:15) mengatakan bahasa
adalah sebuah sistem, bahasa itu dibentuk oleh
sejumlah komponen yg berpola secara tetap dan
dikaidahkan.

bahasa adalah sebuah sistem, bahasa itu dibentuk oleh sejumlah


komponen yg berpola secara tetap dan dikaidahkan (chaer dan
agustina, 1995:15).
Kutipan langsung panjang (lebih dari 4 baris atau 40 kata)
dilakukan dengan cara:
1) Ditulis tanpa kutip
2) Terpisah dari teks dengan spasi(jarak antarbaris) lebih dari teks
3) Diberi jarak rapat antarbaris dalam kutipan
4) Disebut sumber kutipan
5) Boleh diapit tanda kutip, boleh juga tidak.
Contoh :
Istilah dan cakupan etnografi komunikasi dikemukakan oleh Hymes (yg dikutip
oleh Sumarsono dan Patana, 2004:311) berikut ini.
Istilah etnografi komunikasi itu sendiri menunjukkan cakupan kajiannya, yaitu
etnografis landasannya dan komunikatif rentangannya dan jenis kerumitannya
yg terkait. Dalam cakupan kajian, orang tidak dapat hanya secara terpisah
mengambil hasil-hasil kajian dari linguistik, psikologi, sosiologi, etnologi dan
menghubung-hubungkannya.

Jika kita ingin mengutip sebagian pernyataan dari suatu


teks atau ada sebagian kutipan yang dihilangkan, katakata yang dibuang itu dapat diganti dengan tiga titik.
Contoh:
Bagi instrumen yang belum ada persediaan di Lembaga
Pengukuran dan Penilaian, peneliti harus menyusun
sendiri, mulai merencanakan, mencoba, merevisi
(Arikunto, 1989:134)
Apabila ada kalimat yang dibuang, kalimat yang dibuang
dapat diganti dengan empat titik.
Contoh:
Gerak manipulatif adalah keterampilan yang memerlukan
koordinasi antara mata, tangan, atau bagian tubuh lain .
Yang termasuk gerak manipulatif antara lain adalah
menangkap bola, menendang bola, dan menggambar
(Asim, 1995:315)

B)Kutipan tak langsung


)
Adalah kutipan yang dikemukakan dengan
menggunakan kata-kata sendiri. Untuk itu, pengutip
harus memahami inti sari dari bagian yang dikutip secra
tidak langsung.
)
Kutipan tidak langsung dapat dibuat secara pendek
maupun panjang dengan cara :
1) Diintegrasikan dengan teks
2) Diberi jarak antar baris yang sma dengan teks
3) Tanpa diapit tanda petik
4) Dicantumkan sumber rujukan dengan sistem MLA atau
APA
Contoh:
Eriyanto (2001 : 61) mengemukakan bahwa analisis
paradigmatik kritis menitikberatkan pengintrepretasian
teks pada peneliti itu sendiri

DAFTAR PUSTAKA
Letaknya dibagian akhir sbuah tulisan
Merupakan rujukan penulis selama ia melakukan &
menyusun penelitian/laporannya
Daftar pustaka berisi buku_makalah_artikel_bahan
cetakan lainnya yg dikutip (baik langsung maupun
tak langsung)
Fungsi/Kegunaan daftar pustaka :
1) Membantu pembaca mengenal ruang lingkup studi penulis
2) Memberi informasi kepada pembaca untuk memperoleh
pengetahuan yg lebih lengkap&mendalam daripada
kutipan yg digunakan penulis
3) Membantu pembaca memilih referensi&materi dasar
untuk studinya.

Jenis format penyusunan daftar pustaka :


a)
Format yang diuraukan dengan menggunakan MLA(the modern
langguage association) & APA (American Psychological
Association)
b)
Format yang berlaku selingkung bidang ilmu (misalnay : untuk
bidang ilmu biologi, kedokteran, hukum, dll.)
Dan ada pula
c)
Teknik penulisan yang berlaku secara umum dalam penulisan
karya ilmiah di Indonesia.
Seperti berikut ini,
1)
Baris pertama dimulai pada pias (margin) sebelah kiri, baris
kedua dan selanjutnya dimulai dengan 3 ketukan ke dalam
2)
Jarak antarbaris adalah 1,5 spasi
3)
Daftar pustaka diurutkan berdasarkan abjad huruf pertama
nama keluarga penulis. (akan tetapi , cara mengurutkan daftar
pustaka amat bergantung pada ilmu. Setiap bidang ilmu memiliki
gaya selingkung)
4)
Jika penulis yg sama menulis beberapa karya ilmiah yang
dikutip, nama penullis itu harus dicantumkan ulang.

Unsur yang harus dicantumkan :


1) Nama penulis ditulis dengan urutan nama akhir, nama
awal dan nama tengah, tanpa gelar akademik *)
2) Tahun penerbitan
3) Judul, termasuk anak judul (subjudul)
4) Kota tempat penerbitan
5) Nama penerbitan

*)catatan :
67 jika penulisnya lebih dari satu cara penulisan
namanya sama dengan penulis pertama. (nama penulis
yg terdiri dari dua bagian ditulis dengan urutan : nama
akhir diikuti koma, nama awal disingkat atau tidak
disingkat, tetapi harus konsiten dalam satu karya
ilmiah diakhiri dengan tanda titik. Apabila sumber yg
dirujuk ditulis oleh tim lebih dari 3 penulis semua
nama penulisnya harus dicantumkan dalam rujukan)

contoh
1. Rujukan dari buku
2. Rujukan dari buku yang berisi kumpulan artikel (ada editornya)
3. Rujukan dari artikel dalam buku kumpulan artikel (ada
editornya)
4. Rujukan dari artikel dalam jurnal
5. Rujukan dari artikel dalam jurnal dari CD-ROM
6. Rujukan dari artikel dalam majalah/koran
7. Rujukan dari koran tanpa penulis
8. Rujukan dari dokumen resmi pemerintah yang diterbitkan oleh
suatu penerbit tanpa penulis dan tanpa lembaga
9. Rujukan dari lembaga yang ditulis atas nama lembaga tersebut
10.Rujukan berupa karya terjemahan
11.Rujukan berupa skripsi, tesis, disertasi
12.Rujukan berupa makalah yang disajikan dalam seminar,
penataran, lokakarya
13.Rujukan dari internet berupa karya individual
14.Rujukan dari internet berupa bahan diskusi
15.Rujukan dari internet berupa e-mail pribadi

1. Rujukan dari buku


Tahun penerbitan setelah penulis, diakhiri dengan titik. Judul buku ditulis
dengan huruf miring dengan huruf besar pada awal setipa kata, kecuali kata
hubung. Tempat penerbitan dan nama penerbit dan nama penerbit
dipisahkan dengan titik dua (:)
Contoh:
Arikunto, s. 1989. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Bina Aksara.
Jika ada dua penulis
Contoh :
Sumarsono & Pratama, P. 2004 Sosiolinguistik. Jakarta : Bina Aksara.
Akhadiah, S., Arsjad, M.G., & Ridwan, S.H. 1989. Pembinaan Kemampuan Mnulis Bahasa
Indonesia. Jakarta: jakarta Penerbit Erlangga.
Jika ada beberapa buku yg dijadikan sumber ditulis oleh orang yg sama
dan diterbitkan dalam tahun yg sama pula, data tahun penerbitan diikuti oleh
lambang a, b, c, dan seterusnya yang urutannya ditentukan secara
kronologis atau berdasarkan abjad judul bukunya.
Contoh :
Cornet, L. & Weeks, K. 1985a. Career Ladder Plans: Trends and Emerging Issues-1985. Atlanta:
Career Ladder Clearinghouse.
Cornet, L. & Weeks, K. 1985b. Planing Career Ladders: Lesson from the states. Atlanta: Career
Ladder Clearinghouse.

2. Rujukan dari buku yang berisi kumpulan artikel (ada editornya)


Seperti menulis rujukan dari buku ditambah tulisan (Ed.) jika ada satu editor
dan (Eds) jika editornya lebih dari satu, di antara nama penulis dan tahun penerbitan.
Contoh :
Aminuddin (Ed.) 1990. Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: HISKI
Komisariat Malang dan YA3
Letheridge, S. & Cannon, C.R. (Eds.) 1980. Bilingual Education: teaching English as a Second Language.
New York: Praeger

3. Rujukan dari artikel dalam buku kumpulan artikel (ada editornya)


Nama penulis artikel di depan diikuti dengan tahun penerbitan.
Judul artikel ditulis tanpa cetak miring. Nama editor ditulis seperti menulis
nama biasa, diberi keterangan (Ed.) bila hanya satu editor dan (Eds) jika editornya
lebih dari satu. Judul buku kumpulannya ditulis dengan huruf miring. Dan nomor
halamannya disebutkan dalam kurung.
Contoh:
Hartley, J.T. Harker, J.O. & Walsh, D.A. 1980. Contempory Issues and New Direction in Adult Development of
Learning and Memory. Dalam L.W. Poon (Ed.), Aging in the 1980s: Psychological Issues (hlm. 219-252).
Washington D.C.: American Psychological Association.
Hasan, M.Z. 1990. Karakteristik Penelitian Kualitatif. Dalam Aminuddin (Ed.) Pengenbangan Penelitian
Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Satra (hlm. 12-25). Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3.

4. Rujukan dari artikel dalam jurnal


Nama penulis ditulis paling depan diikuti dengan tahun dan judul
artikel yang ditulis cetak biasa, dan huruf kapital pada setiap awal kata.
Nama jurnal ditulis dengan cetak miring dan huruf awal dari setiap
katanya dengan huruf besar kecuali kata hubung. Bagian akhir ditulis
jurnal tahun keberapa, nomor berapa (dalam kurung) dan nomor
halaman dari artikel tersebut.
Contoh :
Santosa, R. 2004. Peran Leksis dalam Analisis Teks. Linguistik Indonesia: Jurnal Ilmiah
Masyarakat Linguistik Indonesia, 22 (1): 62 71.
5. Rujukan dari artikel dalam jurnal dari CD-ROM
Penulisannya di daftar rujukan sama dengan rujukan dari artikel
dalam jurnal cetak ditambah dengan penyebutan CD-ROM nya dalam
kurung.
Contoh:
Krashen, S., Long, M. & Scarcella, R. 1979. Age Rate and eventual Attainment in Second
Language Acquisition.
TESOL Quartely, 13 573-582 (CD-ROM: TESOL Quarterly-Digital, 1997)

6. Rujukan dari artikel dalam majalah/koran


Nama penulis ditulis paling depan, diikuti oleh tanggal, bulan, dan
tahun (jika ada judul artikel ditulis dicetak biasa, dan huruf besar
pada setiap awal kata, kecuali kata hubung. Nama majalah atau
koran ditulis huruf kecil kecuali huruf pertama setiap kata dan dicetak
miring. Nomor halaman disebut bagian akhir. )
Contoh :
Subadiyono & Indrawati, S. 2004. Persepsi Masyarakat terhadap Kesantunan Berbahasa
dalam Tindak Tutur Direktif. Masa: Bina Kampus Bina Umat, XI (17): 55-65
Ferdiansyah. 2Mei, 2008. Refleksi Pendidikan Tak Tuntas. Seputar Indonesia, hlm. 5.
7. Rujukan dari koran tanpa penulis
Nama koran di tulis bagian awal. Tanggal, bulan, dan tahun ditulis
setelah nama koran, kemudian judul ditulis dengan huruf kapital-kecil
dicetak miring dan diikuti dengan nomor halaman.
Contoh :
Seputar indonesia 2 Mei, 2008. Gerakan Penghematan Energi, hlm. 4.

8. Rujukan dari dokumen resmi pemerintah yang diterbitkan


oleh suatu penerbit tanpa penulis dan tanpa lembaga
Judul atau nama dokumen ditulis di bagian awal dengan
dicetak miring, diikuti tahun penerbitan dokumen, kota penerbir
dan nama penerbit.
Contoh:
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan
Nasional. 1990. Jakarta: PT Armas Duta Jaya.
9. Rujukan dari lembaga yang ditulis atas nama lembaga
tersebut
Nama lembaga penanggungjawab langsung ditulis paling
depan, diikuti dengan tahun, judul karangan yang dicetak miring,
nama tempat penerbitan dan nama lembaga yang bertanggung
jawab atas penerbitan karangan tersebut.
Contoh :
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan
Penelitian . Jakarta: Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan.

10. Rujukan berupa karya terjemahan


Nama penulis asli ditulis paling depan, diikuti tahun penerbitan karya
asli, judul terjemahan, nama penerjemah, tahun terjemahan, nama
penerbitan dan nama penerbit terjemahan. Apabila tahun penerbitan
buku asli tidak dicantumkan ditulis dengan kata tanpa tahun.
Contoh:
Nunan, D. 1987. Mengembangkan Pemahaman Wacana: Teori dan Praktik. Terjemahan Elly
W. Silangen. 1992. jakarta: PT. Rebia Indah Perkasa.
11. Rujukan berupa skripsi, tesis, disertasi
Nama penulis ditulis paling depan, diikuti tahun yang tercantum pada
sampul, judul skripsi, tesis, disertasi ditulis dengan cetak miring
diikuti dengan pernyataan skripsi, tesis, disertasi tidak diterbitkan,
nama kota tempat perguruan tinggi dan nama fakultas serta nama
perguruan tinggi.
Contoh:
Ardianni, R. 2005. Keterbacaan Wacana dalam Buku Teks Mata Pelajaran bahasa Indonesia
Kelas 2 Madrasah Tsanawiyah Negeri Palembang. Skripsi tidak diterbitkan. Inderalaya:
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya.

12. Rujukan berupa makalah yang disajikan dalam seminar, penataran,


lokakarya
Nama penulis ditulis paling depan, dilanjutkan dengan tahun, judul
makalah ditulis dengan cetak miring, kemudian diikuti pernyataan Makalah
disajikan dalam, nama pertemuan, lembaga penyelenggara, tempat
penyelenggaraan dan tanggal serta bulannya.
Contoh:
Indrawati, S.2004. Pembelajaran keterampilan Membaca dan Berbicara: Merancang Strategi
Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum 2004. Makalah disajikan dalam Pelatihan Model-Model
Pembelajaran Bahasa dan Sastra Berlandaskan Kurikulum 2004 bagi Gurru-Guru SD dan SMP,
Palembang, 8-9 Mei 2004 .
13. Rujukan dari internet berupa karya individual
Nama penulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturutturut oleh tahun, judul karya tersebut (dicetak miring) dengan diberi
keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat sumber
rujukan tersebut disertai keterangan kapan diakses di antara tanda kurung.
Contoh :
Hitchchock, S. Carr, L. & Hall, W. 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990-1995: The Calm
before the Strom, (Online),
(http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey.html, diakses 12 Juni 1996).

14. Rujukan dari internet berupa bahan diskusi


Nama penulis ditulis seperti rujukan bahan cetak, didikuti secara
berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik, bahan diskusi, nama
bahan diskusi(dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung
(Online) dan diakhiri dengan alamt e-mail sumber rujukan tersebut
disertai dengan keterangan kapan diakses, diantara tanda kurung.
Contoh:
Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN Discussion
List, (Online), (NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu, diakses 22 November 1995).
15. Rujukan dari internet berupa e-mail pribadi
Nama pengirim (jika ada) dan disertai keterangan dalam
kurung(alamat e-mail pengirim), diikuti secara berturut oleh tanggal,
bulan,tahun, topik isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi
disertai keterangan dalam kurung (alamt e-mail yang dikirim).
Contoh:
Naga, Dali S. (ikip-jkt@indo.net.id). 1 Oktober 1997. Artikel untuk JIP. E-mail kepada Ali
Saukah (jippsi@mlg.ywen.or.id).