Anda di halaman 1dari 13

BAB II

Pembahasan

2.1. Skenario
Seorang anak laki-laki umur 7 tahun dibawa ibunya ke dokter anak dengan keluhan :
1.
2.
3.
4.
5.

Kelelahan dan kelemahan


Kehilangan nafsu makan
Penurunan berat badan
Sering demam
Perasaan nyeri dan penuh di perutnya

Dari hasil peeriksaan Darah Rutin dijumpai :


1. Jumlah Leukosit : 112.000 sel/mikroliter darah ( 5000-10.000 / mikroliter )
2. Hb
: 5,3 gr%
3. Trombosit
: 69.000/mikroliter ( 150.000 450.000 / mikroliter )
Pada pemeriksaan morfologi darah tepi dijumpai : Blasttosit dan Reikulosit.

2.2 Learning Objective


2.2.1 Leukositosis
Leukositosis adalah keadaan dengan jumlah sel darah putih dalam darah meningkat,
melebihi nilai normal. Leukosit merupakan istilah lain untuk sel darah putih, dan biasanya
tertera dalam formulir hasil pemeriksaan laboratorium atas permintaan dokter. Peningkatan
jumlah sel darah putih ini menandakan ada proses infeksi di dalam tubuh.
Leukositosis adalah peningkatan sel darah putih (leukosit) di atas nilai normal. Nilai
normal leukosit berbeda pada bayi, anak, dan dewasa. Leukositosis dapat disebabkan oleh
infeksi, radang (inflamasi), reaksi alergi, keganasan, dan lain-lain. Sel darah putih atau dalam
bahasa Inggris disebut dengan white blood cell (WBC) merupakan komponen darah yang
berperanan dalam memerangi infeksi. Sel darah yang juga dikenal dengan leukosit ini terbagi
dalam beberapa tipe dan dua tipe yang paling umum adalah limposit dan neutropil.
3

Limposit diproduksi oleh jaringan lympoid yang terdapat di dalam organ limfa,
kelenjar limfe dan kelenjar thymus. Limposit bertugas untuk memerangi zat zat yang
dihasilkan oleh kuman penyakit dengan membentuk zat kekebalan tubuh atau antibodi.
Antibodi yang dibentuk sangat spesifik sesuai dengan jenis kuman yang menginfeksi.
Pembentukan antibodi memerlukan waktu beberapa hari sampai beberapa minggu sesuai
dengan jenis kuman yang menginfeksi.
Seperti halnya limposit, neutropil juga berperanan sangat penting dalam upaya tubuh
memerang infeksi. Neutropil dibentuk di dalam sumsum tulang dan beredar ke seluruh tubuh
melalui sirkulasi darah. Selanjutnya neutropil akan keluar dari peredaran darah menuju
jaringan yang terinfeksi. Nanah yang biasanya terdapat dalam luka mengandung banyak
sekali neutropil. Dalam kondisi normal, infeksi bakteri yang serius akan merangsang tubuh
untuk memproduksi lebih banyak lagi neutropil sehingga nilai WBC akan meningkat.
Kadar WBC dihitung berdasarkan jumlah sel darah putih yang ada pada sampel darah
penderita. Nilai normal dari WBC adalah antara 4 ribu sampai 11 ribu per mikroliter. Kadar
WBC yang rendah dikenal dengan istilah leukopenia sementara kadar yang tinggi disebut
leukositosis.
Etiologi
-

Infeksi

Radeang ( inflamasi )

Reaksi Alergi

Keganasan

Penyebab leukositosis berdasarkan hitung jenis :


a. Neutrofilia
Neutrofillia adalah jumlah neutrofili meningkat melebihi nilai normal. Neutrofilia
sebagian besar disebabkan oleh oleh infeksi bakteri. Selain itu, neutrofilia dapat
disebabkan oleh inflamantory bowel disease, vaskulatitis, keganasan, pemberian
kortikosteroid, dan splenektomi.
4

b. Limfositosis
Limfositosis adalah jumlah limfosit meningkat melebihi nilai normal, infeksi virus
biasanya menyebabkan limfositosis.
c. Monositosis
Monositosis dapat disebabkan oleh inffeksi bakteri, infeksi virus, infeksi protozoa,
keganasan, sarkoiditis, autoimun, sifilis dan infeksi riketsia
d. Basolifia
Basofilia adalah jumlah basofil yang meningkat melebihi nilai normal dan dapat
disebakan oleh keganasan.
e. Eosinofilia
Eosinofilia dapat disebabkan oleh alergi, hipersensitifitas terhadap obat, infeksi
parasit, infeksi virus, keganasan, dan kelainan kulit.
Tanda dan Gejala

Kesulitan bernafas

Berkeringat

BB menurun

Hilang nafsu makan

Pusing

Perdarahan

Nyeri saat ereksi

Malaise

Penatalaksanaan
Pemberian cairan intravena
Dapat di berikan :
o Antibiotik
o Steroid anti uricacid medicine
o Antacid
Leucytorreduction : procedur ini mengurangi jumlah leukosit dalam darah, hal ini
juga dapat membantu leukositosiis berhenti, yang terjadii ketika leukosit mengumpul
dalam darah
Kemoterapi

2.2.2 Leukemoid
Leukemoid ini menyerupai leukimia tetapi tidak melibattkan perubahan yang
sama dalam pembentukan darah organ. Leukemoid menunjukkan pada jumlah sel darah putih
yang terus menerus tinggi ( neutrofilia), mengarah ke leukimia jumlahnya dapat mencapai
50.000 100.000 sel per i, dan kadang-kadang terlihat jumlah lebih dari 100.000 per i
infeksi, peradangan dan tumor merupakan penyebab yang sering tipe leukimia yang biasanya
diduga dengan adanya reaksi leukemoid. Neutrofilik adalah leukimia granulositik kronis
( CGL ). Reaksi leukemoid istilah yang menggambarkan peningkatan sel darah putih hitung ,
aau leukositosis yang merupakan respon fisiologis terhadap stres atau infeksi ( sebagai lawan
dari darah utama.
Etiologi
6

perdarahan

obat-obatan

infeksi

tuberkulosis

organ nekrosis

hati nekrosis

iskemik kolitis

Penatalaksanaan
Reaksi leukomoid terutama untukk pengobatan oenyakit utama. Seperti anti-onfekso,
homolisi perlakuan kontrol tumor,detositfikasi juga harus memperkuat dukungan,
pengobatan yang simptomatik termasuk asam folat, vitamiin B12, dan bahan dari lainnya,
reaksi leukomoid sendiri, tidak memerlukan pengobatan setelah penghapusan penyakit
primer, dapat dengan cepat dipulihkan.

2.2.3 Myelodisplasia Sindrom


Sindrom myelodysplastic adalah kelompok penyakit di mana sumsum tulang tidak
membuat sel-sel darah yang cukup sehat. Sindrom myelodysplastic adalah penyakit pada
darah dan sumsum tulang . Biasanya, sumsum tulang membuat darah sel induk (belum
matang sel ) yang menjadi sel-sel darah dewasa dari waktu ke waktu. Sebuah sel induk darah
dapat menjadi myeloid sel induk atau limfoid sel induk. Sebuah sel induk limfoid menjadi sel
darah putih . Sebuah sel induk myeloid menjadi salah satu dari tiga jenis sel darah dewasa:

Sel darah merah yang membawa oksigen dan zat-zat lain ke seluruh jaringan tubuh.

Sel darah putih yang melawan infeksi dan penyakit.

Trombosit yang membentuk gumpalan darah untuk menghentikan pendarahan.

Sel darah pembangunan. Sebuah sel induk darah berjalan melalui beberapa langkah untuk
menjadi sel darah merah, trombosit, atau sel darah putih.
Dalam sindrom myelodysplastic, sel induk darah tidak dewasa menjadi sehat sel darah
merah, sel darah putih, atau platelet. Sel-sel darah yang belum matang, disebut ledakan , tidak
8

berfungsi normal dan baik mati di sumsum tulang atau segera setelah mereka masuk ke dalam
darah. Hal ini meninggalkan sedikit ruang untuk kesehatan sel darah putih, sel darah merah,
dan platelet untuk membentuk dalam sumsum tulang. Bila ada sedikit sel darah, infeksi,
anemia , atau perdarahan mudah dapat terjadi.
Ada beberapa jenis sindrom myelodysplastic.
Sindrom myelodysplastic memiliki terlalu sedikit dari satu atau lebih jenis sel darah yang
sehat di sumsum tulang atau darah. Sindrom myelodysplastic termasuk penyakit berikut:

Refractory anemia.

Anemia refrakter dengan sideroblas bercincin.

Anemia refrakter dengan ledakan berlebih.

Anemia refrakter dengan ledakan berlebih dalam transformasi .

Refractory sitopenia dengan multilineage displasia .

Sindrom myelodysplastic terkait dengan del terisolasi (5q) kromosom kelainan .

Unclassifiable myelodysplastic syndrome.

Etiology
-

Paparan bahan kimia : benzena, halogenated, hydrocarbon, hidrogen serta paparan

terhadap sinar gamma, tuorium dan radium


Paparan dental X-Ray
Radioterapi
Kemoterapi

Patofisiology

MDS primer mungkin primer (denovo) atau merupakan suatu konsekuensi kemoterapi
sebelumnya ( sekunder ) dapa terjadi berbagai kelainan kromosom dan onkogen, dan
misalnya delesi kromosom 5 atau 7 komplet atau parsial dan mutasi titik pada onkogen RAS.
Penyakit ini dapat mengalami transportasi menjadi leukimia mieloid akut.
Tanda pada myelodesplastic
Sindrom myelodysplastic sering tidak menimbulkan awal gejala dan kadang-kadang
ditemukan selama rutin tes darah . Lain kondisi dapat menyebabkan gejala yang sama.
Periksa dengan dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari masalah berikut:

Sesak napas.

Kelemahan atau perasaan lelah.

Memiliki kulit yang lebih pucat dari biasanya.

Mudah memar atau perdarahan.

Petechiae (datar, pinpoint spot di bawah kulit yang disebabkan oleh pendarahan).

Demam atau sering infeksi.

Pemeriksaan
Tes berikut dan prosedur dapat digunakan:

Pemeriksaan fisik dan sejarah : Sebuah ujian tubuh untuk memeriksa tanda-tanda
umum dari kesehatan, termasuk memeriksa tanda-tanda penyakit, seperti benjolan
atau apa pun yang tampaknya tidak biasa. Sebuah riwayat kebiasaan kesehatan pasien
dan penyakit masa lalu dan perawatan juga akan diambil.

Tes darah lengkap (CBC) dengan diferensial: Sebuah prosedur di mana sampel darah
diambil dan diperiksa sebagai berikut:
o Jumlah sel darah merah dan trombosit.

10

o Jumlah dan jenis sel darah putih.


o Jumlah hemoglobin (yang protein yang mengangkut oksigen) dalam sel darah
merah.
o Bagian dari sampel darah yang terdiri dari sel-sel darah merah.

Biopsi trafin sumsum tulang

Penatalaksanaan

Transfusi sel darah merah atau trombosit dan anti mikroba ( jika perlu )
Terapi kelasi besi ( pasien kelebihan besi )
G-CSF ( untuk meningkatkan produksi neutrofil, erithropoietin )
Kemoterapi dengan dosis rendah, etopasida, tioguanin atau G- merkaptopurin.
Analog azasitidin dan talidomia
2.2.4 Leukemia
Leukemia dalah salah satu peyakit kanser yang menyerang sel darah. Jadi leukemia

adalah kanker sel darah. Banyak jenis kanser menyerang manusia pada usia tertentu, tetapi
leukimia menyerang semua usia sejak bayi hingga orang tua. Kerana leukimia adalah sel
kanser darah maka sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu tentang sel darah dan apa yang
terjadi jika timbul leukemia.
Dalam aliran darah ada terdapat komponen darah yang terbentuk zat cair yang disebut
plasma darah dan komponen darah yang terbentuk sel, yang terdiri dari 3 jenis sel yang
mempunyai fungsi masing-masing, iaitu:
1.

Sel darah merah atau eritrosit yang berfungsi membawa karbon dioksida (CO2)
dari seluruh tubuh ke paru-paru. Sel darah merah inilah yang memberi warna darah
kerana jumlahnya yang paling besar.

2.

Sel darah putih atau lekosit yang bertugas melawan infeksi

11

3.

Sel keping darah atau trombosit yang menutup lubang jika terjadi kebocoran
pembuluh darah dan bersama faktor pembekuan menghentikan perdarahan.

Ketiga jenis sel darah tersebut diproduksi dalam sum-sum tulang iaitu bahagian tengah
tulang yang berbentuk seperti spons. Semua sel darah berasal dari satu sel induk yang
disebut sel stem pluripoten. Sel darah yang masih muda (immature) disebut sel blast.
Semua sel blast ini dalam keadaan normal berada dalam sum-sum tulang sampai berbentuk
sel matang (mature). Sel-sel darah diproduksi secara teratur dan terkontrol sesuai
kebutuhan tubuh. Misalnya, jika terjadi perdarahan (menstruasi dll) sum-sum tulang akan
membuat sel darah merah lebih cepat/ lebih banyak untuk mempertahankan kadar
haemoglobin.

Sel Leukemia
Jika terjadi leukemia, sum-sum tulang memproduksi sel darah merah tertentu yang
tidak normal dalam jumlah yang berlebihan. Sel leukemia dengan pewarna khusus dibawah
mikroskop nampak berbeza dengan sel normal. Disamping bentuknya, sel leukemia juga
berfungsi tidak seperti semestinya.

12

Jenis Leukemia
Dari cara dan cepatnya penyakit tersebut berkembang biak, leukemia dibagi menjadi
leukemia akut dan leukemia kronis. Pada leukemia akut, sel darah abnormal yaitu sel blast
abnormal tetap immature sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Jumlah sel-sel
tersebut sangat banyak, sehingga bila tidak segera diubati akan segera memburuk. Pada
leukimia kronis juga terdapat banyak sel blast, tetapi juga terdapat sel

yang

lebih

mature. Perjalanan penyakit lebih lambat. Leukimia dapat timbul dari dua jenis pokok sel
darah putih yaitu sel limfoid dan sel mieloid. Bila mempengaruhi sel limfoid disebut
leukimia limfpsitik dan bila mempengaruhi mieloid disebut leukemia mielositik.
Jenis leukemia yang biasa dihidapi ialah :
1.

Leukemia akut, jenis ini yang banyak ditemui pada kanak-kanak, tetapi juga dapat
menyerang orang dewasa, terutama berusia 65 tahun atau lebih.

2.

Leukemia mielositik akut, meyerang kanak-kanak maupun orang dewasa

3.

Leukemia limfositik kronik, biasanya menyerang orang dewasa diatas 55 tahun,


tetapi juga menyerang dewasa muda

4.

Leukemia mielositik kronik, biasanya menyerang orang dewasa.

Patofisiologi
Pada keadaan normal, sel darah putih berfungsi sebagai pertahanan kita dengan
infeksi, leukimia meningkatkan produksi sel darah putih pada sumsum tulang yang normal
13

merusak kemampuan tubuh terhadap infeksi leukimia terjadi jika proses pematangan dari
stem sel menjadi sel darah putih mengalami gangguan dan menghasilkan perubahan ke arah
keganasan. Perubahan tersebut sering melibatkanpenyusunan kembali bagiann dari
kromosom, penyusunan kembali kromosom engganggu engendalian normal dari
pembelahan sel, sehingga sel membelah tak terkendali dan menjadi ganas. Pada akhirnya
sel-sel ini menguasai sumsum tulang dan menggantikan tempat dari sel-sel yang
menghasilkan sel-sel darah yang normal.
Dibawah ini adalah gejala-gejala leukemia yang biasa ditemui:
1.

Pucat, lemas, cepat lelah, nafas terengah bila bekerja atau berjalan cepat, sering
berkunang-kunang

2.

Demam, menggigil dan timbul gejala lain seperti flu

3.

Sering terserang infeksi (gigi, gusi bengkak, kulit dan saluran nafas dll)

4.

Kehilangan nafsu makan, berat badan turun

5.

Pembesaran kelenjar getah bening

6.

Rasa tidak selesa atau pedih diperut kiri atas kerana pembesaran limpa, atau diperut
kanan atas kerana pembesaran hati

7.

Mudah mengalami perdarahan (lebam-lebam dikulit, perdarahan gusi)

8.

Berpeluh pada waktu malam

9.

Ngilu tulang dan sendi

Pada leukemia akut limfositik, sel leukemia sering menyerang otak atau jaringan saraf
sum-sum tulang belakang (sering disebut susunan saraf pusat). Apabila hal ini terjadi akan
menimbulkan gejala seperti: sakit kepala, muntah, bingung, gerakan yang tak terkendali,
kejang dan nyeri otot. Sel leukemia juga dapat menyerang buah zakar, sehingga timbul
pembengkakan. Selain gejala tersebut diatas, kerana leukemia pada dasarnya boleh
menyerang semua organ, maka akan timbul gejala lain sesuai dengan organ yang
terinfiltrasi.
14

Diagnosa dan Pemeriksaan penunjang


Untuk mengadakan diagnosa leukemia, doktor perlu meneliti riwayat penyakit
penderita, melakukan pemeriksaan fizik umum dan pemeriksaan untuk mengetahui adanya
pembengkakan hati, limpa dan kelenjar getah bening diketiak, leher dan selangkangan serta
pemeriksaan pemeriksaan lainnya. Ujian darah berguna untuk mengetahui bentuk sel darah,
menentukan jumlah sel darah matang dan sel darah yang belum matang. Meskipun
demikian ujian darah tidak memberikan informasi tentang jenis leukemia.
Untuk mengetahui jenis leukemia, perlu dilakukan pemeriksaan aspirasi sum-sum
tulang iaitu pengambilan sejumlah cairan sum-sum tulang dengan cara menusukan jarum
kedalam tulang tulang (biasanya tulang panggul), dan biopsi sum-sum tulang untuk
mengambil sejumlah jaringan sumsum tulang.
Untuk mengetahui penyebaran leukemia ke cairan yang mengisi ruangan diantara
dan disekitar jaringan otak dan sumsum tulang belakang, pesakit perlu melakukan
pemeriksaan tusuk lumbal iaitu dengan cara memasukan jarum ke tulang belakang. Sedang
penyebaran ke organ di organ dada dideteksi dengan pemeriksaan foto x-ray dada.

Penatalaksanaan
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Hematheraphy/ intrathecal medication


Terapi radiasi
Transplantasi bone marrow ( sumsum tulang )
Peberian obat-obatan tablet maupun injeksi
Transfusi sel darah merah atau platelet
Terapi induksi remis
Terapi konsolidasi

15