Anda di halaman 1dari 9

PAPER STUDI ANTI KORUPSI DALAM HUBUNGAN INTERNASIONAL

ANALISIS KEBERHASILAN NEGARA FINLANDIA SEBAGAI SALAH


SATU NEGARA BEBAS KORUPSI DI DUNIA (DATA INDEKS PERSEPSI
KORUPSI TRANSPARENCY INTERNATIONAL TAHUN 2012)

Disusun Oleh:
Amanda Charina Prakasa
F1I012054

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
PURWOKERTO
2014
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Fenomena korupsi saat ini menjadi kajian yang menarik untuk dikaji,
terutama di dunia modern saat ini dimana adanya indikasi yang mencerminkan
ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah. Masalah korupsi bukan lagi
masalah baru dalam persoalan hukum dan ekonomi bagi suatu negara karena
masalah korupsi telah ada sejak ribuan tahun yang lalu, baik di negara maju
maupun di negara berkembang.
Finlandia, merupakan salah satu negara di dunia yang termasuk ke dalam
daftar negara midlle power yang terkenal dengan tinggi dan pesatnya
perkembangan

ilmu

teknologi

informasi

dan

komunikasi

dan

ilmu

pengetahuannya. Dalam pemberantasan korupsinya, Finlandia selalu berada di


urutan lima besar sebagai negara paling bersih dari korupsi menurut Transparency
International.
Survey yang dilakukan oleh Transparency International menunjukkan
bahwa pada tahun 2012, Finlandia berada pada peringkat 2 setelah Denmark
dengan rank yang sama dengan Denmark dari total 176 negara yang disurvei
dengan Corupption Perception Index (CPI) 2012.1 Berdasarkan data yang
dikeluarkan oleh Transparency International, Finlandia menduduki peringkat 1
bersama Denmark dan Selandia Baru dalam Coruption Perception Index (2012)
dengan memiliki skor 90. Sedangkan berdasarkan rilis Bank Dunia yaitu World
Governance Indicator pada tahun 2011, Finlandia memiliki skor 2,19 ( kisaran
nilai -2,5 sampai dengan 2,5) untuk Corruption Control Index berada di peringkat
3 setelah Denmark dan Swedia2. Walaupun penggunaan indeks yang mendasarkan
persepsi untuk mengukur tingkat pemberantasan korupsi menjadi suatu kritikan
1 Transparency International, CORRUPTION PERCEPTIONS INDEX
2012, http://www.transparency.org/cpi2012/results (Diakses 5 Juli 2015
pukul 21:00)
2Worldwide Governance Indicators, Country Data Report For Finland, 1996-2013,
http://info.worldbank.org/governance/wgi/pdf/c73.pdf (Diakses 5 Juli 2015 pukul 21:00)

oleh para akademisi, namun jika melihat dua data yang dirilis oleh lembaga yang
berbeda dalam memposisikan Finlandia sebagai negara yang memiliki tingkat
korupsi paling kecil atau pemberantasan korupsi yang paling baik, maka
menunjukkan bahwa Finlandia dapat diakui sebagai salah satu negara yang paling
bersih dari korupsi di dunia.
Dalam tulisan ini, penulis akan mencoba menguraikan bagaimana faktor
faktor yang dikembangkan oleh Finlandia sehingga berhasil meraih tingkat
persepsi salah satu negara paling bebas korupsi di dunia tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana keberhasilan negara Finlandia sebagai salah satu negara
bebas korupsi di dunia?

BAB II
PEMBAHASAN

1.

KEBERHASILAN NEGARA FINLANDIA SEBAGAI SALAH SATU


NEGARA BEBAS KORUPSI DI DUNIA
Finlandia menduduki peringkat atas dalam hal pemberantasan korupsi
menurut Transparency International. Sejak tahun 2001, penilaian CPI (Corruption
Perception Index) Finlandia selalu berkutat di sekitar angka 9, atau sangat baik. Hal
ini menunjukkan bahwa korupsi di Finlandia sangat minim, atau hampir tidak ada.
Sangat menarik untuk dikaji bahwa, sesungguhnya negara Finlandia tidak memiliki
effort atau usaha khusus dalam melakukan tindak pemberantasan korupsi. Tidak
seperti negara lain, Indonesia contohnya, Finlandia tidak mengenal UndangUndang anti korupsi secara khusus seperti di Indonesia, akan tetapi ada dua
Undang-Undang yang mengatur masalah korupsi di Finlandia, yaitu UU Prosedur
Administrasi dan UU Hukum Pidana. UU Prosedur Administrasi ditekankan untuk
memajukan perilaku yang baik dalam organisasi publik. Prinsip-prinsip yang
melandasinya antara lain yaitu menekankan pejabat untuk bertindak adil dan
melaksanakan pekerjaannya, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam
memberikan pelayanan, mereka dilarang memungut biaya. Sanksi bagi pegawai
yang melanggar dapat berupa teguran tertulis sampai dengan pemberhentian dengan
tidak hormat.
Capaian ini didukung oleh beberapa faktor penting terutama faktor kultur
anti-korupsi yang membuat korupsi sulit berakar di Finlandia.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Menyadari

kompleksnya

permasalahan

korupsi

di

tengah-tengah

krisis

multidimensional serta ancaman yang nyata yang pasti akan terjadi, yaitu dampak
dari kejahatan ini. Maka tindak pidana korupsi dapat dikategorikan sebagai
permasalahan nasional yang harus dihadapi secara sungguh-sungguh melalui
keseimbangan langkah-langkah yang tegas dan jelas dengan melibatkan semua
potensi yang ada dalam masyarakat khususnya pemerintah dan aparat penegak
hukum.3 Negara Finlandia, dalam hal ini dapat dijadikan sebagai contoh dalam
pencapaian keberhasilannya sebagai satu negara yang paling bebas korupsi di
3 Evi Hartanti. 2005. Tindak Pidana Korupsi. Jakarta : Sinar Grafika.

dunia. Mencegah lebih baik dari pada mengobati, ini terbukti dari Finlandia yang
merupakan contoh nyata bahwa pencegahan atas korupsi melalui pendidikan dan
budaya bekerja lebih baik dibandingkan upaya pemberantasan korupsi melalui
jalur hukum. Meskipun tidak ada usaha khusus seperti negara-negara lainnya
dalam melakukan penanganan tindak pidana korupsi, terdapat faktor kunci seperti
pendidikan dan self control yang baik oleh masyarakat Finlandia sehingga bisa
mencapai prestasi sebagai negara dengan tingkat korupsi yang paling rendah di
dunia.

DAFTAR PUSTAKA

Buku:
Hartanti, Evi. 2005. Tindak Pidana Korupsi. Jakarta : Sinar Grafika.
Website:
Transparency International, CORRUPTION PERCEPTIONS INDEX 2012,
http://www.transparency.org/cpi2012/results (Diakses 5 Juli 2015 pukul
21:00)
Worldwide Governance Indicators, Country Data Report For Finland, 19962013, http://info.worldbank.org/governance/wgi/pdf/c73.pdf (Diakses 5 Juli
2015 pukul 21:00)