Anda di halaman 1dari 3

Definisi alkaloid : Dari namanya alkaloid berasal dari suku kata alkali, yang artinya basa

mengandung atom N. jadi alkaloid adalah senyawa organik yang mengandung atom N dan
bersifat basa (memiliki pasangan elektron bebas) serta memiliki efek farmakologi bagi
manusia atau hewan. Dalam arti lain Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa
bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tetumbuhan (tetapi ini tidak
mengecualikan senyawa yang berasal dari hewan). Asam amino, peptida, protein, nukleotid,
asam nukleik, gula amino dan antibiotik biasanya tidak digolongkan sebagai alkaloid. Dan
dengan prinsip yang sama, senyawa netral yang secara biogenetik berhubungan dengan
alkaloid termasuk digolongan ini.
http://biologigonz.blogspot.com/2011/02/alkaloid.html

Sejarah alkaloid : Alkaloid dihasilkan oleh banyak organisme, mulai dari bakteria, fungi
(jamur), tumbuhan, dan hewan. Ekstraksi secara kasar biasanya dengan mudah dapat
dilakukan melalui teknik ekstraksi asam-basa. Rasa pahit atau getir yang dirasakan lidah
dapat disebabkan oleh alkaloid. Istilah "alkaloid" (berarti "mirip alkali", karena dianggap
bersifat basa) pertama kali dipakai oleh Carl Friedrich Wilhelm Meissner (1819), seorang
apoteker dari Halle (Jerman) untuk menyebut berbagai senyawa yang diperoleh dari ekstraksi
tumbuhan yang bersifat basa (pada waktu itu sudah dikenal, misalnya, morfina, striknina,
serta solanina). Hingga sekarang dikenal sekitar 10.000 senyawa yang tergolong alkaloid
dengan struktur sangat beragam, sehingga hingga sekarang tidak ada batasan yang jelas
untuknya.
http://id.wikipedia.org/wiki/Alkaloid
Sifat alkaloid :
1. Mengandung atom N dan bersifat basa
2. Bereaksi dengan logam dan mengendap

3. Alkaloid yang mengandung atom O bersifat padat dan dapat dkristalkan pada suhu kamar,
kecuali poliketida dan arekolin
4.

Alkaloid yang tidak mengandung atom O bersifat cairan dan mudah menguap serta
menimbulkan bau yang sangat kuat

5. Banyak terdapat di tumbuhan daripada di hewan


6. Disintesis dari asam amino
7.

Larut membentuk garam, yang bersifat lebih larut dalam air pelarut organik, sebaliknya
alkaloid sendiri lebih larut dalam pelarut organik daripada air
Contoh alkaloid : Efedrin (EPH) adalah alkaloid yang terdapat dalam tumbuhan efedra yang
biasa tumbuh di daerah Asia tengah. Tanaman ini biasanya hijau sepanjang tahun dan biji
keringnya digunakan sebagai obat. Efedrin biasanya digunakan sebagai obat asma dan
penurun berat badan. Efedrin dijual dalam bentuk garam hidroklorida dan sulfat. Efedrin
pertama kali diisolasi dari tanaman Ephedra vulgaris pada tahun 1885 oleh Nagayoshi Nagai.
Di Cina, efedrin di jual dalam bentuk jamu dengan nama Ma Huang. Saat ini industri efedrin
telah menghasilkan US $13 juta untuk ekspor 30.000 ton efedrin setiap tahun, 10 kali lebih
besar dari obat tradisional Cina. (Wikipedia, 2008).
Contoh obat yang mengandung efedrin (Hardjasaputra et al, 2002):

Dalam tiap tablet mixadin (Dankos, obat batuk) mengandung 12,5 mg efedrin.HCl.
Efedrin.HCl merupakan suatu simpatomimetik yang berfungsi untuk melonggarkan saluran

nafas dan melegakan pernafasan.


Dalam tiap tablet demacolin (Coronet, obat demam) mengandung efedrin.HCl 7,5 mg.

Dalam tiap tablet asmasolon(Westmont, antiasma) mengandung 12,5 mg efedrin.HCl.


Dalam tiap 5 mL noscapax (Nicholas, sirup obat batuk) mengandung 8 mg efedrin.HCl.
Efedrin HCl mempunyai efek bronkodilatasi untuk memperlancar jalannya pernafasan.

Dalam tiap 5 mL oskadryl (Supra FF, sirup obat batuk) mengandung 10 mg efedrin.HCl.
Dalam tiap tablet prinasma(Medikon, obat antiasma) mengandung 2,5 mg efedrin.HCl.
www.inpcrc.files.wordpress.com/2008/08/makalah-seminar-narkoba1.doc