Anda di halaman 1dari 3

JOURNAL READING

Judul Tulisan

: Adult Male Circumcision Does Not Reduce the Risk of Incident


Neisseria gonorrhoeae, Chlamydia trachomatis, or Trichomonas
vaginalis Infection: Results from a Randomized, Controlled Trial
in Kenya

Penulis

: Mehta et al

Nama jurnal dan tahun terbit : The Journal of Infectious Diseases; 2009
Analisis PICO :

Patient
Intervention
Comparison
Outcome

: Laki-laki berumur 25 tahun


: Sirkumsisi
: Tidak melakukan sirkumsisi
: Keefektifan Sirkumsisi mengurangi resiko Neisseria gonorrhoeae,
Chlamydia trachomatis, or Trichomonas vaginalis

Topik
Judul dan
abstrak

No

Keterangan

Di halaman berapa, jelaskan

1 1. Menjelaskan subjek penelitian


1. Hal 1; Subjek yang diteliti
2. Memberikan
ringkasan
yang
berupa
pria
yang
telah
informatif dan seimbang atas apa
disirkumsisi dengan insidensi N.
yang dilakukan dan apa yang
gonore, C. trachomatis atau T.
ditemukan (hasil) di abstrak
vaginalis
2. Hal 1; terdapat latarbelakang,
metode yang digunakan, dengan
hasil yang ditemukan sirkumsisi
tidak

mengurangi

insidensi

penyakit
Introduksi
Latar belakang

Menjelaskan latarbelakang yang ilmiah

Hal 2; banyak penelitian pria yang

dan rasional mengapa penelitian perlu

di

dilakukan

pengurangan resiko HIV, sifilis

sirkumsisi

menunjukkan

maupun chancroid, tetapi belum ada


penelitian terhadap non ulseratif
PMS

Tujuan

Bahan dan cara


Bahan

Menyebutkan tujuan yang spesifik,

Hal

termasuk menyebutkan hipotesis yang

sirkumsisi untuk mengurangi non-

diajukan

ulseratif PMS

Menjelaskan

bagaimana

data

dikumpulkan dan disiapkan

2;

keefektifan

Hal 2; Data yang dikumpulkan


merupakan bagian dari RCT pada
pria

Subjek

mengetahui

yang

disirkumsisi

dalam

mengurangi resiko serocoversi HIV


Hal 2; Subjek penilitian direkrut

Kriteria subjek penelitian

penelitian

dari klinik PMS, tempat kerja,


social

events,

dan

organisasi

pemuda. Pria yang disirkumsisi dan


yang tidak, tidak terinfeksi HIV,
aktifitas

seksual

di

12

bulan

sebelumnya, umur 18-24 tahun, HB


9.0
Intervensi

mmol/L,

dan

tinggal

di

Menjelaskan intervensi yang dilakukan

Kisumu
Hal 2; Kedua kelompok dalam

pada tiap kelompok perlakuan dengan

konseling pengurangan resiko STI

detail. Termasuk bagaimana dan kapan

dan HIV dan telah disediakan

intervensi diberikan

kondom gratis tak terbatas untuk


mereka. Beberapa pria dipilih untuk
dilakukan

Outcome

sirkumsisi.

Dievaluasi

Menjelaskan pengukuran outcome, baik

pada 1, 3, 6, 12, 18, dan 24 bulan.


Hal 2; pada bulan ke 6, 12 18 dan

utama maupun tambahan

24

diikuti,

partisipan

diambil

urinnya untuk diagnosis, N gonore


dan C. trachomatis dengan PCR
sedangkan
Besar sampel

8
9

Hasil
Alurpenelitian

10

T.

vaginalis

Jumlah subjek penelitian

menggunakan kultur.
Hal 5; Dari 2784 dari trial, 2655

Metode statistik yang digunakan untuk

yang diteliti selama follow-up


Hal 2; metode yang digunakan

menganalisis hasil

adalah metode RCT

Menjelaskan
follow-up

waktu

penelitian

dan

Hal 2; Waktu penelitian sekitar 2


tahun (2006-2009) dengan follow-

up pada bulan ke 6, 12, 18, dan ke


Outcome

dan

11

estimasi

dan

24.
Hal 6; Rasio insidensi pada pria

tambahan dari setiap kelompok yang

yang disirkumsisi dan yang tidak

diteliti

adalah 0.95 untuk N. gonore, 0.87

Menjelaskan

outcome

utama

untuk C. trachomatis, 0.89 untuk


kombinasi ke 2-nya, dan 0.77 untuk
T. vaginalis
Diskusi
Interpretasi

12

Interprestasi

hasil,

meperhitungkan

Hal

7;

Hasil

sesuai

dengan

hipotesis, sumber bias dan bahaya yang

hipotesis, dikarenakan gonococci

berhubungan

bukanlah organisme intra seluler

dengan

keragaman

analisis dan outcome

berbeda

dengan

organisme

chlamydia
Generalization

13

Apakah

hasil

penelitian

dapat
Hal 9; menyarankan konseling seks

diterapkan di masyarakat

yang lebih efektif dan penularan


harus diidentifikasi terutama jika
sirkumsisi
Overall evidence

14

Interprestasi

umum

terhadap

dalam konteks bukti terkini

hasil

tidak

mencegah

dan

mengontrol PMS
.Hal 9; Bertambahnya STI pada pria
dengan

infeksi

sebelumnya

menyarankan bahwa partner seks


perlu juga pengobatan