Anda di halaman 1dari 4

BAB 4

PEMBAHASAN
4.1

Bentuk Pelayanan
Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah suatu tempat yang digunakan untuk

menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif


maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan
masyarakat. Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas
adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan
masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih
mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Hasil analisis yang dilakukan di Puskesmas Bareng Kota Malang
menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan sudah sesuai dengan Peraturan
Menteri Kesehatan RI pada tahun 2014, yaitu terdapat pelayanan kesehatan
promotif diantaranya pengembangan desa siaga, pemberdayaan masyarakat
dalam

PHBS,

pengembangan

Upaya

Kesehatan

Bersumber

Daya

Masyarakat,dll. Pelayanan kesehatan preventif seperti upaya kesehatan balita


dan anak pra sekolah, upaya kesehatan anak usia sekolah dan remaja,
imunisasi, dll. Serta pelayanan kesehatan rehabilitative seperti balai-balai
pengobatan yang disediakan di bangunan Puskesmas, dll.
Puskesmas Bareng juga sudah sesuai dengan aturan dari Dinas
Kesehatan Kota Malang, yaitu pelayanan medik dasar. Pelayanan medik dasar
yang telah disebutkan sebelumnya, dilayani pada poli-poli yang ada di
Puskesmas Bareng, seperti pelayanan kesehatan umum, pelayanan Kesehatan
Ibu Anak, pelayanan Keluarga Berencana, imunisasi, apotek, poli gizi, dan poli
sanitasi. Upaya kesehatan pengembangan atau inovatif berupa poli gigi dan
laboratorium. Bentuk pelayanan rujukannya juga telah mengikuti aturan DinKes
Kota Malang.
Terdapat perubahan sistem pelayanan rujukan pada Puskesmas Bareng
pada tahun 2014 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya
sistem rujukannya tidak ditentukan rumah sakit yang dituju, maka mulai tahun
2014 menggunakan sistem Jaminan Kesehatan Nasional yang menuntut
dilaksanakannya sistem rujukan berjenjang untuk pasien BPJS. Sedangkan
untuk pasien umum bebas menentukan rujukan rumah sakit yang akan dituju.
20

21

4.2

Macam Rujukan

4.2.1 Rujukan Internal


Rujukan internal adalah rujukan yang dilakukan antar unit pelayanan di
Puskesmas Bareng. Misalnya dari Posyandu merujuk ke Puskesmas Pembantu,
jika di Pustu tidak bisa dilakukan pengobatan maka dirujuk lagi ke Puskesmas
Bareng. Selain itu rujukan juga dapat dilakukan antar poli di Puskesmas Bareng.
Dalam pelaksanaan sistem rujukan internal di Puskesmas Bareng tidak
menggunakan surat rujukan. Pasien rujukan dari Pustu secara langsung datang
ke Puskesmas Bareng tanpa ada surat rujukan dari Pustu. Pada rujukan antar
poli, pasien hanya membawa rekam medis dari poli yang merujuk ke poli rujukan,
tidak ada surat rujukan internal. Di Puskesmas Bareng, poli yang memiliki sistem
rujukan adalah poli umum, poli gigi, poli gizi, poli KIA, dan laboratorium. Rujukan
ke laboratorium dilakukan jika pasien membutuhkan tes spesimen untuk
menegakkan diagnosa.
4.2.2 Rujukan Eksternal
Rujukan eksternal di Puskesmas Bareng terbagi menjadi dua, yaitu rujukan
secara horizontal dan rujukan vertikal. Rujukan horizontal adalah rujukan yang
dilakukan antar puskesmas. Sedangkan rujukan vertikal adalah rujukan yang
ditujukkan ke jenjang yang lebih tinggi dari puskesmas. Rujukan yang dilakukan
oleh masing-masing poli yang ada di Puskesmas Bareng ke tempat pelayanan
kesehatan yang jenjangnya lebih tinggi. Untuk pasien umum, biasanya pasien
bebas untuk memilih ingin dirujuk ke Rumah Sakit yang mana. Sedangkan untuk
pasien yang termasuk BPJS harus dirujuk ke PPK2 terlebih dahulu yaitu RST
Supraoen, kemudian jika di PPK2 tidak dapat dilakukan pengobatan baru dirujuk
ke PPK3 yaitu RS Saiful Anwar. Hal ini dilaksanakan sesuai dengan aturan yang
telah ditetapkan oleh pemerintah. Namun dalam awal-awal pelaksanaan rujukan
BPJS terdapat beberapa masalah seperti prosedur rujukan yang semakin rumit
karena pasien dari Puskesmas tidak bisa langsung dirujuk ke pelayanan
kesehatan tingkat ketiga (RSSA) melainkan harus dirujuk ke rumah sakit dengan
jenjang yang setingkat di atas Puskesmas.
PPK1 itu merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama atau tingkat
dasar yang menyediakan layanan kesehatan dasar dengan dokter umum atau
dokter gigi umum. PPK2 merupakan pelayanan kesehatan tingkat kedua atau

22

tingkat menengah yang menyediakan layanan kesehatan di tingkat spesialistik.


Contoh PPK2 adalah RST Supraoen. PPK3 merupakan pelayanan kesehatan
tingkat ketiga yang menyediakan layanan kesehatan di tingkat subspesialistik.
Untuk sistem rujukan eksternal terdapat penggunaan surat rujukan, surat rujukan
dibedakan menjadi dua macam yaitu surat rujukan umum dan surat rujukan
BPJS. Selain itu, rujukan eksternal di Puskesmas Bareng juga terdapat rujukan
yang diberikan dari kader Posyandu ke Puskesmas Bareng. Rujukan itu
didapatkan dari program pelacakan kasus kronis, kunjungan rumah, dan
pemeriksaan ibu hamil yang tidak kontrol. Jika ditemukan penderita kasus dari
program tersebut maka penderita akan dirujuk ke Puskesmas Bareng dengan
menggunakan surat rujukan.
4.3

Jenjang Pelayanan Kesehatan


Jenjang pelayanan kesehatan di Puskesmas Bareng sudah sesuai dengan

ketetapan pemerintah dan sudah dijalankan dengan baik dimana setiap jenjang
memiliki kewenangan masing-masing untuk menangani masalah kesehatan. Alur
rujukan ke setiap jenjang pelayanan kesehatan juga cukup jelas dan
dilaksanakan (BPJS Kesehatan, 2013).

4.4

Jalur Rujukan
Jalur rujukan di Puskesmas Bareng sudah mengikuti peraturan pemerintah

sesuai dengan program BPJS. Pelayanan kesehatan rujukan menerapkan


pelayanan berjenjang yang dimulai dari Puskesmas (PPK1), RS kelas menengah
(PPK2) dan akhirnya ke RS kelas atas (PPK3).
1. Jalur rujukan internal
Rujukan dilakukan langsung antar unit pelayanan maupun antar poli yang ada
di Puskesmas Bareng tanpa menggunakan surat rujukan.
Pada unit pelayanan: Masyarakat Posyandu Pustu Puskesmas
2. Jalur rujukan eksternal
a. BPJS: Pasien Puskesmas RS rujukan tingkat kedua RS rujukan
tingkat ketiga

23

Rujukan BPJS online :


Petugas kesehatan mengisi form di web yang telah dibuat oleh BPJS,
kemudian pasien menuju ke rumah sakit yang ditunjuk oleh petugas
kesehatan sesuai dengan alur yang ditetapkan. Form online dapat dilihat
pada lampiran.
b. Umum : Pasien Puskesmas Rumah sakit manapun sesuai dengan
keinginan pasien