Anda di halaman 1dari 2

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan

Kerja (SMK3)
HSE ~ November 12, 2011 | No Comments

Menurut Kepmenaker 05 tahun 1996 Tentang


sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja , sistem manajemen K3 adalah bagian dari
sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung
jawab, pelaksanaan, prosedur, proses, dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan,
penerapan, pencapaian, pengkajian, dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan
kerja dalam pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat
kerja yang aman efisien dan produktif.
Sistem Manajemen K3 merupakan konsep pengelolaan K3 secara sistematis dan komprehensif
dalam suatu sistem manajemen yang utuh melalui proses perencanaan, penerapan, pengukuran,
dan pengawasan.
Pendekatan system manajemen K3 telah berkembang sejak tahu 80an yang dipelopori oleh
pakar K3 seperi james Tye dari British Safety Council, Dan Petersen, Frank Birds dan lainnya.
Dewasa ini terdapat berbagai bentuk Sistem Manajemen K3 yang dikembangkan oleh berbagai
lembaga dan institusi dalam dan luar negeri antara lain :
System manajemen Five star dari British Safety Council, UK dikembangkan oleh lembaga K3 di
Inggris sekitar tahun 1970 dan digunakan diberbagai perusahaan dan institusi. Lembaga ini
memberi penghargaan kepada perusahaan yang berprestasi berbentuk peadang keselamatan
( Sword of Honour ). Beberapa perusahaan di Indonesia, seperti pertamina dan petrokimia telah
memperoleh penghargaan ini.
British Standard BS 8800 Guide to Occupational Health and Safety Manajement Systems
merupakan standar tentang Sistem Manajemen K3 yang diberlakukan di Inggris dan Negara
lainnya.
Occupational Health and Safety ( OHS ) Manajement system, OHSA, USA.
International Safety Rating System ( ISRS ) dari ILCI / DNV Suatu system manajemen K3 yang
dipeloporioleh ahli K3 dari USA Mr. Frank Bird yang mengembangkan metoda pengembangan

Kinerja K3 yang disebut ISRS. Sistem ini memberi peringkat Kinerja K3 suatu perusahaan
melalui audit dan sistem scoring atau nilai. Di Indonesia telah banyak perusahaan yang
menerapkan sistem ini.
Process Safety Manajemen, OHSA standard CFR 29 1910.119 merupakan Sistem Manajemen K3
yang dirancang khusus untuk industri proses berisiko tinggi seperti perminyakan dan
petrokimia. Di Indonesia dikenal dengan istilah Manajemen Keselamatan Proses ( MKP ) yang
telah dikembangkan oleh berbagai industry dan perusahaan.
Sistem Manajemen K3 dari Depnaker RI Sistem ini telah dikembangkan di Indonesia dan
diimplementasikan oleh berbagai perusahaan. Auditnya dilakukan melalui Sucofindo.
American Petroleum Institute : API 9100A: Model Enviromental Health & Safety ( EHS )
Managemen system. Lembaga ini mengeluarkan pedoman tentang Sistem Manajemen
Keselamatan Kerja dan lingkungan.
American petroleum Institute : API RP 750, Managemen of Prosess Hazards.
ILO OSH 2001: Guideline on OHS Manajement Sistem Lembaga perburuan dunia ini juga
mengembangkan pedoman Sistem Manajemen K3 yang banyak digunakan sebagaim acuan oleh
berbagai Negara dan perusahaan.
E&P Forum: Guidelines for development and Application of HSE managemen system.
Semua Sistem Manajemen K3 tersebut memiliki kesamaan yaitu berdasarkan proses dan fungsi
manajemen modern. Yang berbeda adalah elemen implementasinya yang disesuaikan dengan
kebutuhan masing-masing.