Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1. Analisis Aspek Fisik Dasar
4.1.1. Analisis Letak Geografis
Pada suatu wilayah, letak geografis dan administrasi juga akan
sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pembangunan pada
wilayah tersebut, baik pengaruh internal dari wilayah tersebut maupun
pengaruh dari wilayah sekitarnya.
Wilayah

Kecamatan

Tinggimoncong

merupakan

wilayah

dataran tinggi serta pegunungan khususnya malino maka dapat


dikembangkan sebagai objek wisata karena adanya hutan Pinus yang
menarik minat berbagai kalangan.
4.1.2. Analisis Kondisi Topografi
Kecamatan Tinggimoncong terletak pada 980 meter dari
permukaan laut dengan kemiringan lereng antara

2 5 -45%.

Berdasarkan topografi tersebut dapat diketahui bahwa Kecamatan


Tinggimoncong memiliki topografi wilayah dataran tinggi yang curam.
Berdasarkan Standarisasi, wilayah yang berada pada ketinggian 2545% maka wilayah tersebut sangat cocok untuk dijadikan sebagai
kawasan perkebunan dan pertanian.

4.1.5. Analisis Kondisi Geologi dan Jenis Tanah


Berdasarkan peta geologi dan hasil survey yang telah dilakukan,
Kecamatan Tinggimoncong ditutupi oleh dua jenis batuan, yaitu
jenis batuan sedimen dan metamorf.
Adapun jenis tanah yang terdapat di Kecamatan Tinggimoncong
yaitu jenis tanah podzolit dan jenis tanah aluvial. Jenis Tanah
podzolit merupakan tanah yang memang terbentuk di daerah yang
memiliki curah hujan tinggi dan umumnya berada di pegunungan.
Jenis

tanah

aluvial

merupakan

tanah

yang terbentuk dari

endapan halus di aliran sungai.


Dari penjelasan kedua jenis tanah tersebut maka dapat disimpulkan
bahwa kedua jenis tanah ini juga sangat mendukung untuk di jadikan
sebagai bidang dalam penetapan fungsi kawasan perkebunan dan
pertanian diatasnya karena memiliki tingkat perkembangan yang
tinggi sehingga termasuk kedalam kategori tanah yang subur.

4.2. Analisis Kependudukan


4.2.1. Proyeksi Jumlah Penduduk (10 Tahun Ke depan)
Penduduk merupakan indikator dalam perkembangan suatu kota
karena perkembangan penduduk merupakan salah satu dalam faktor
pembangunan. Hal ini perlu dicermati dengan pertimbangan semakin
meningkatnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun sehingga
permintaan akan kebutuhan prasarana yang akan semakin meningkat.
Sebelum masuk tahun rencana 2013-2023 maka data tahun
terakhir yang telah kami dapatkan di proyeksi sampai pada tahun
rencana 2023.

Tabel 4.1
Jumlah dan Perkembangan Penduduk
di Kecamatan Tinggimoncong Tahun 2009-2013
Jumlah
No Tahun
Pertambahan
Penduduk

Penduduk 5 Tahun Terakhir Kecamatan Tinggimoncong


1

2009

20.221

2010

22.157

+1.936

2011

22.361

+431

2012

22.732

+371

5.

2013

23.438

+706

Sumber: Kecamatan Tinggimoncong dalam Angka 2009-2014

Column2

Gambar 4.3 Grafik Jumlah Penduduk Kec.Tinggimoncong Tahun 2006-2010

Berdasarkan data tabel 4.8 dan bentuk kurva pada gambar 4.1,
terlihat

bahwa

Tinggimoncong
setiap

tahunnya.

laju

pertumbuhan

mengalami
Jadi,

penduduk

Kecamatan

yang

meningkat

pertumbuhan

di

metode

proyeksi

penduduk

yang

digunakan yaitu metode regresi linear.


Tabel 4.2
Proyeksi Jumlah dan Perkembangan Penduduk
di Kecamatan Tinggimoncong
No.

Tahun

Jumlah penduduk

(x)

2
X

x.y

(y)

1.

2009

20221

408888841

20221

2.

2010

22157

490932649

44318

3.

2011

22361

500014321

67083

4.

2012

22732

16

516743824

90928

5.

2013

23438

25

549339844

117190

110909

55

2097919479

Jumlah

339740

Sumber: Hasil Proyeksi Penduduk Tahun 2012


Adapun Persamaan proyeksi pola regresi linear, yaitu:
Y = a + bx
a = y.x2 x.xy
=
N .x2 (x)2
b = N.xyx.y
=
N .x2 (x)2

= 17605,18

= 4576,62

Y 2020 = a + bx
Y 2020 = 17605,18 + 4576,62.10
Y 2020 = 63371 jiwa.
Dari hasil proyeksi penduduk Kecamatan Tinggimoncong pada
tahun 2023 menunjukkan bahwa jumlah penduduk di wilayah ini
semakin meningkat. Hal ini di buktikan dengan peningkatan jumlah
penduduk

dari tahun 2013 sebanyak 23.438 jiwa dan tahun 2023 meningkat
menjadi 63.371 jiwa.
Pertambahan penduduk di Kecamatan Tinggimoncong sampai pada
tahun perencanaan (10 tahun) mengalami peningkatan yang sangat
significan.

4.2.2. Analisis Kepadatan Penduduk


Kepadatan

penduduk

di

Kecamatan

2
tahun 2013 yaitu 10.230 Jiwa/km
penduduk sebanyak

Tinggimoncong

pada

dari perbandingan jumlah

2
23.438 jiwa dengan luas wilayah 2,63 km .

Seiring bertambahnya jumlah penduduk sedangkan luas wilayah


Kecamatan Tinggimoncong

tidak

mengalami

penambahan

maka

secara otomatis kepadatan penduduk pada tahun 2023 semakin tinggi.


Berdasarkan

hasil

proyeksi,

jumlah

penduduk

Kecamatan

Tinggimoncong pada tahun 2023.


Seiring

dengan

meningkatnya

Kecamatan Tinggimoncong

tentunya

kepadatan

penduduk

kebutuhan

akan

di

fasilitas

hunian juga akan bertambah.

4.3. Analisis Pola Penggunaan Lahan


Pola penggunaan lahan merupakan pencerminan dari bentuk
hubungan antara
penggunaan

penduduk

dengan

lahan merupakan

lingkungannya.

indikator

yang

Selain

itu,

menggambarkan

aktifitas utama penduduk dan juga merupakan pencerminan terhadap


potensi kegiatan yang berlangsung di atas lahan tersebut.
Untuk

mendukung

pengembangan

wilayah

dari

aspek

penggunaan lahan, maka hal yang perlu di perhatikan adalah


tingkat kelestariannya terhadap keseimbangan lingkungan sekitarnya

sehingga

nantinya

dapat memberikan nilai ekonomi yang tinggi

dalam mendukung pengembangan wilayah.


Begitu pun terhadap tata guna lahan di Kecamatan
Tinggimoncong yang perlu mendapat pengawasan dari pemerintah
agar mendapat pemeliharaan yang lebih terkait pengelolaan daerah yang
menjadi tujuan wisata dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya.

4.3. Analisis Pola Penggunaan Lahan


Pola penggunaan lahan merupakan pencerminan dari bentuk
hubungan antara

penduduk

dengan

lingkungannya.

Selain

itu,

penggunaan lahan merupakan indikator yang menggambarkan aktifitas


utama penduduk dan juga merupakan pencerminan terhadap potensi
kegiatan yang berlangsung di atas lahan tersebut.
Untuk

mendukung

pengembangan

wilayah

dari

aspek

penggunaan lahan, maka hal yang perlu di perhatikan adalah tingkat


kelestariannya
sehingga

terhadap

nantinya

keseimbangan

lingkungan

sekitarnya

dapat memberikan nilai ekonomi yang tinggi

dalam mendukung pengembangan wilayah.


Begitu pun terhadap tata guna lahan di Kecamatan Tinggimoncong
yang perlu mendapat pengawasan dari pemerintah agar mendapat
pemeliharaan yang lebih terkait pengelolaan daerah yang menjadi tujuan
wisata dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya.