Anda di halaman 1dari 17

ANGGARAN DASAR

HIMPUNAN KELUARGA MINANG RUKUN SEPAKAT (HKMRS)


KOTA DAN KABUPATEN CIREBON

Mukaddimah
Bismillahirrohmanirrohim
Dengan rahmat Tuhan YME serta berkat ridhoNya, marilah kita panjatkan puji dan
syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatNya kepada kita semua, khususnya
kepada keluarga besar Minang Rukun Sepakat Cirebon.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa sebagian besar warga Minang yang hidup di tanah
perantauan, khususnya Cirebon di berbagai lapangan kehidupan namun tetap mencintai
masyarakat dan tanah leluhur Sumatera Barat Minangkabau sebagai manifestasi kecintaannya
kepada bangsa dan tanah airnya Indonesia.
Kami mengetahui bahwa telah dilakukan langkah langkah oleh para sesepuh Minang
Cirebon terdahulu membentuk suatu organisasi Minang demi tercapainya masyarakat Minang di
perantauan menjadi berbahagia dan sejahtera.
Maka berdasarkan hal hal tersebut di atas perlu kiranya disusun dan dibuat suatu
landasan hukum organisasi berupa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sehingga
organisasi dapat berjalan dengan lebih baik sesuai dengan apa yang diharapkan.
Dengan rahmat dan hidayah Allah SWT kami bentuk suatu badan hukum organisasi atau
perkumpulan yang bersifat sosial kemasyarakatan dan kekeluargaan yang kami beri nama
Himpunan Keluarga Minang Rukun Sepakat (HKMRS) Cirebon sesuai dengan akta notaris Edy
Haryadi SH., tanggal 27 februari 2013 nomor 92 dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga sebagai berikut:

BAB I
NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
Nama dan Jangka Waktu
(1) Organisasi ini bernama himpunan keluarga Minang Rukun Sepakat disingkat HKMRS
(2) Organisasi ini didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya

Pasal 2
Tempat Kedudukan
(1) Kedudukan tempat HKMRS berada di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon
(2) Dapat berkembang menjadi seluruh wilayah III Cirebon sesuai dengan kebutuhan dan
perkembangan organisasi
BAB II
AZAS, TUJUAN, SIFAT DAN USAHA
Pasal 3
Azas dan Dasar
(1) Himpunan keluarga Minang Rukun Sepakat (HKMRS) berazaskan Pancasila dan
Undang Undang Dasar 1945 beserta amandemen-amandemennya.
(2) Dibentuk berdasarkan musyawarah dan mufakat guna memberikan rasa aman dan
meningkatkan kesejahteraan seluruh warga keluarga besar Minang Rukun Sepakat yang
ada di Cirebon dan perantauan.
Pasal 4
Maksud dan Tujuan
(1) Maksud

HKMRS

Cirebon

didirikan

adalah

untuk

memajukan

dan

mensejahterakan kehidupan serta menghimpun dan menggerakkan seluruh potensi


masyarakat Minang Cirebon untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah dan
nasional.
(2) Tujuan HKMRS Cirebon didirikan adalah:
a.
Turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia, taraf hidup, dan
kemandirian masyarakat Minang baik yang ada di perantauan maupun yang
bermukim di kampung halaman.
b.
Menggali, meningkatkan, mengembangkan, dan melestarikan kebudayaan
Minang dalam rangka turut memperkaya kebudayaan nasional.
c.
Menanamkan dan memupuk rasa kesadaran berkeluarga, kesadaran
bermasyarakat, kesadaran berorganisasi dan berkumpul, kesadaran bernegara, dan
kesadaran beragama di kalangan anggota.
d.
Meningkatkan kesejahteraan kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan dan
kebudayaan masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Minang Cirebon
khususnya.
e.
Menggali dan membina setiap potensi yang ada di masyarakat Minang
dalam rangka turut berperan dalam pembangunan dan program pemerintah Cirebon
dan sekitarnya.

Pasal 5
Sifat dan Usaha
(1) Sifat dari organisasi HKMRS ini bersifat sosial kemasyarakatan di bidang
pendidikan, ekonomi, sosial, agama serta percaya kepada Tuhan YME beserta Rasulnya
(2) Usaha untuk mencapai hal hal tersebut diatas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
4 HKMRS Cirebon melaksanakan kegiatan kegiatan dan usaha usaha sebagai berikut
a. Meningkatkan komunikasi dan kerjasama antar anggota secara berkala
dan berkesinambungan
b. Meningkatkan kemampuan dan kesadaran anggota dalam mempersiapkan
diri sebagai sumber daya manusia yang turut berpartisipasi dalam program
pemerintah dan nasional
c. Mengkaji masalah masalah dan mencarikan solusinya yang berhubungan
dengan masyarakat Minang.
d. Menampilkan dan melestarikan serta memasyarakatkan budaya Minang
dengan menanamkan rasa bangga terhadap adat istiadat dan seni budaya
Minangkabau
e. Bentuk-bentuk kegiatan atau usaha lain yang sah dan tidak bertentangan
dengan maksud dan tujuan organisasi.
Pasal 6
Kegiatan dan Usaha Lain
Kegiatan dan usaha lain di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan keagamaan sebagai
berikut:
(1) Pendidikan: melaksanakan dan mengadakan pendidikan baik umum maupun
khusus dari tingkat TK sampai dengan perguruan tinggi yang berada di bawah Yayasan
serta dikelola secara profesional.
(2) Ekonomi: melaksanakan dan mengadakan koperasi dan usaha usaha lain yang sah
yang menghasilkan profit untuk kepentingan seluruh anggota keluarga Minang Rukun
Sepakat Cirebon dan dikelola oleh Yayasan.
(3) Sosial: membantu warga yang memerlukan bantuan hukum, menyelesaikan
masalah dan mencarikan jalan keluarnya dan memberikan bantuan santunan bagi
keluarga yang mengalami musibah, sakit, meninggal dunia sesuai dengan yang telah
ditetapkan dan kegiatan kegiatan sosial lainnya yang dianggap perlu.
(4) Keagamaan: mengelola kegiatan masjid Imam Bonjol yang dilaksanakan DKM
masjid di bawah kendali Yayasan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya peringatan hari
besar Islam, qurban, dan lain lain dilaksanakan oleh DKM Yayasan, dan diketahui dan
disetujui oleh Ketua HKMRS.
Pasal 7

Pengelola Kegiatan dan Usaha Lain


Kegiatan dan usaha lain dikelola oleh Yayasan dengan nama Yayasan Tuanku Imam Bonjol
meliputi tiga bidang kegiatan yaitu :
1.
Bidang Pendidikan
2.
Bidang Sosial dan Keagamaan
3.
Bidang usaha dan koperasi
Tata cara pengelolaan kegiatan dan usaha lain tersebut di atas diatur selanjutnya di dalam
Anggaran Rumah Tangga.
BAB III
FUNGSI DAN TUGAS POKOK
Pasal 8
Fungsi
Organisasi HKMRS Berfungsi Sebagai:
(1) Wadah dan wahana komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi, dan
advokasi antara sesama anggota lainnya yang terkait.
(2) HKMRS dalam menjalankan fungsinya adalah salah satu perkumpulan lembaga
sosial yang berbadan hukum.
(3) Menciptakan iklim yang kondusif, transparan, dan profesional serta mewujudkan
sinergi seluruh potensi yang ada
Pasal 9
Tugas Pokok
Untuk mencapai tujuan dan melaksanakan fungsinya HKMRS mempunyai tugas pokok yaitu:
(1) Membantu usaha peningkatan kesejahteraan anggota sesuai dengan AD/ART dan
perundang undangan yang berlaku.
(2) Membina dan memelihara kerukunan serta berusaha mencegah persaingan yang
tidak sehat di antara para anggota dan mewujudkan kerjasama yang serasi.
(3) Membantu memberikan pendidikan dan pelatihan yang kreatif dan dinamis bagi
para anggota.
(4) Merupakan lembaga konsultasi bagi para anggota.
(5) Membantu para anggota dan memberikan santunan bagi yang meninggal dunia
dan bagi yang di opname karena sakit sesuai AD/ART
(6) Memberikan bantuan hukum bagi anggota yang memerlukannya sepanjang tidak
kemauan sendiri dan bukan tindak kriminal.
BAB IV
KEANGGOTAAN

Pasal 10
Keanggotaan
Keanggotaan HKMRS Cirebon terdiri dari :
(1) Anggota Biasa yaitu :
Orang perseorangan suku Minang yang berada di perantauan khususnya Cirebon dan
sekitarnya dan memperoleh Kartu Tanda Anggota (KTA).
(2) Anggota Keorganisasian :
Semua organisasi masyarakat Minang yang ada di wilayah Cirebon dan sekitarnya
mempunyai hubungan koordinatif dengan HKMRS.
(3) Anggota Kehormatan yaitu :
Orang perseorangan yang karena ketokohannya dan pemuka adat atau pejabat yang
berjasa membantu serta peduli terhadap keberadaan warga Minang di Cirebon.
(4) Simpatisan yaitu :
Orang perseorangan atau badan hukum yang mengikatkan diri turut serta berpartisipasi
dalam menumbuhkembangkan kemajuan dan kesejahteraan warga Minang di Cirebon.

Pasal 11
Hak dan Kewajiban Anggota
(1) Anggota organisasi/perkumpulan mempunyai Hak:
a. Mengikuti
kegiatan
kegiatan

yang

diselenggarakan

organisasi/perkumpulan
b. Menghadiri rapat anggota dan menyampaikan usulan dan pendapat
baik secara lisan maupun tertulis
c. Memilih dan dipilih menjadi pengurus bagi anggota biasa
d. Mendapat perlindungan dari organisasi/perkumpulan bagi anggota
yang memerlukan dan tidak mampu mengatasinya sepanjang bukan tindak
kriminal/melawan hukum memperoleh bantuan hukum
e. Melakukan pembelaan diri dalam forum organisasi
f.
Memperoleh bantuan bagi yang sakit opname dan bantuan bagi
anggota atau keluarga yang meninggal dunia. Besar bantuan tersebut di atas diatur
dalam Anggaran Rumah Tangga dan anggaran dasar ini.
(2) Anggota Organisasi/Perkumpulan mempunyai Kewajiban:
a. Mentaati aturan aturan yang ditentukan organisasi/perkumpulan
b. Mendukung dan mengikuti kegiatan kegiatan organisasi.
c. Menjaga memelihara membela dan menjunjung tinggi nama baik
dan kehormatan organisasi.
d. Mengajukan permohonan tertulis dengan mengisi formulir untuk
menjadi anggota organisasi dan memperoleh kartu tanda anggota (KTA)

e.

Membayar iuran bulanan bagi setiap kepala keluarga (KK) atau

bagi setiap anggota yang belum berkeluarga.


Pasal 12
Berakhirnya Keanggotaan
Keanggotaan Organisasi/Perkumpulan berakhir apabila yang bersangkutan
1.
2.
3.

Meninggal dunia
Mengundurkan diri atas permohonan sendiri.
Diberhentikan oleh Badan Pengurus karena melanggar ketentuan ketentuan yang

diatur dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga dan ketentuan ketentuan Badan
Pengurus.
Pasal 13
Pemberhentian Keanggotaan
(1) Anggota

perkumpulan

organisasi

dapat

diberhentikan

sementara

atau

diberhentikan tetap dari keanggotaan apabila melanggar AD/ART organisasi atau kode
etik anggota organisasi.
(2) Keputusan pemberhentian anggota dilakukan oleh pengurus berdasarkan
keputusan rapat pengurus organisasi.
(3) Anggota organisasi yang diberhentikan sementara atau diberhentikan tetap
sebagai anggota perkumpulan berhak membela diri dalam Rapat Umum Anggota atau
Rapat Musyawarah Besar Anggota HKMRS sebagai forum tertinggi organisasi.

Pasal 14
Tata Cara Penerimaan dan/atau Pemberhentian Anggota
Tata cara penerimaan dan atau pemberhentian anggota diatur lebih lanjut dalam
Anggaran Rumah Tangga Organisasi/Perkumpulan yang dibuat oleh pengurus dan disahkan
dalam rapat umum anggota atau Musyawarah Besar Anggota HKMRS.
BAB V
MUSYAWARAH BESAR WARGA
Pasal 15
Musyawarah Besar Anggota /Rapat Umum Anggota HKMRS

(1) Musyawarah Besar Anggota/Rapat Umum Anggota merupakan pemegang


kekuasaan tertinggi di dalam Organisasi/Perkumpulan yang antara lain berwenang
dalam:
a.

Menetapkan garis-garis besar haluan serta program program

Organisasi/Perkumpulan.
b. Menetapkan
perubahannya
c.
d.

dan

mengesahkan

Anggaran

Dasar

serta

Menetapkan dan mengesahkan Anggaran Rumah Tangga


Memilih
mengangkat
dan
memberhentikan
Pengurus

Organisasi/Perkumpulan
e. Memilih mengangkat dan memberhentikan Pengurus Yayasan
Tuanku Imam Bonjol
f.
Memilih mengangkat dan memberhentikan Dewan Pengawas
organisasi
g.

Memutuskan hal hal yang sangat penting yang sifatnya mengikat

bagi anggota
(2) Musyawarah Besar Anggota/Rapat Umum Anggota HKMRS dipimpin oleh
Ketua, Wakil Ketua atau Sekretaris yang dipilih pada waktu Musyawarah Besar
Anggota diadakan sebelum dipilih rapat dipimpin oleh Ketua Sementara.
(3) Jika semua pimpinan yang dipilih rapat berhalangan maka rapat dipimpin oleh
seorang anggota yang hadir yang tertua dengan persetujuan peserta rapat.
(4) Musyawarah Besar Anggota/Rapat Umum Anggota HKMRS memilih langsung
Ketua, Pengurus dan mengesahkan susunan lengkap Pengurus.
(5) Musyawarah Besar Anggota/Rapat Umum Anggota HKMRS memilih langsung
Ketua Dewan Pengawas Organisasi dan Ketua Yayasan Tuanku Imam Bonjol.
Pasal 16
Ketentuan Rapat
(1) Musyawarah Besar Anggota/Rapat Umum Anggota HKMRS diadakan sekurang
kurangnya satu kali dalam 4 tahun atau dalam keadaan tertentu atas keputusan dan
undangan pengurus atau atas permintaan sekurang kurangnya sepertiga dari seluruh
jumlah anggota organisasi.
(2) Keputusan rapat Musyawarah Besar Anggota/Rapat Umum Anggota HKMRS
dinyatakan sah apabila disetujui lebih dari 50 persen anggota yang hadir.
(3) Setiap anggota Organisasi yang hadir mempunyai satu hak suara.
BAB VI
PENGURUS
Pasal 17

Susunan Pengurus
Untuk menjalankan dan atau mewakili Organisasi/Perkumpulan dalam melaksanakan
tugas tugasnya sehari hari organisasi dibentuk pengurus dengan susunan terdiri atas:
a.
b.
c.
d.
e.

Seorang Ketua Umum dan seorang Ketua Harian.


Beberapa Wakil Ketua.
Seorang atau lebih Sekretaris.
Seorang atau lebih Bendahara.
Ketua Umum dibantu oleh Rayon-rayon atau Sub Rayon dalam

melaksanakan kegiatan organisasi.


f.
Pengurus Harian terdiri dari Ketua Umum, Ketua Harian, Sekretaris, dan
Bendahara.
Pasal 18
Wewenang, Hak, dan Kewajiban Pengurus
(1) Wewenang
a. Pengurus berwenang mewakili organisasi di dalam dan diluar pengadilan
tentang segala hak dan kewajiban organisasi ini diwakili oleh pengurus harian yang
terdiri dari Ketua Umum, Ketua Harian, Sekretaris Umum, dan Bendahara Umum.
b. Menentukan kebijakan organisasi sesuai dengan hasil musyawarah
pengurus yang tidak bertentangan dengan AD/ART serta keputusan Musyawarah
Besar Anggota HKMRS.
c. Bertindak keluar dan ke dalam untuk dan atas nama dewan pengurus
HKMRS.
d. Membentuk dan menetapkan Rayon-Rayon dan Sub Rayon sesuai
kebutuhan organisasi.
(2) Hak
Pengurus berhak :
a. Menghadiri rapat rapat
b. Memberikan usul saran dan pendapat baik secara lisan maupun tertulis
c. Memiliki hak suara dalam rapat pengurus
(3) Kewajiban
Pengurus berkewajiban:
a.

Menyelenggarakan Musyawarah Besar Anggota/Rapat Umum Anggota

tingkat wilayah Cirebon dan sekitarnya.


b. Melaksanakan keputusan-keputusan yang diambil oleh Musyawarah
Besar Anggota/Rapat Umum Anggota HKMRS
c. Menjalankan sebaik mungkin tugas tugas organisasi untuk tercapainya
tujuan organisasi.
d. Bertanggung jawab penuh dalam menjalankan tugasnya dan menjaga
nama baik organisasi.
e. Menyampaikan pertanggungjawaban seluruh kegiatan nya kepada
Musyawarah Besar Anggota/Rapat Umum Anggota HKMRS.

Pasal 19
Rayon-Rayon dan Sub Rayon
(1) Rayon-rayon:
Rayon-rayon adalah badan pelaksana organisasi HKMRS yang ruang lingkup
wilayahnya diatur dan ditetapkan dalam rapat pengurus serta Anggaran Rumah
Tangga sesuai kebutuhan organisasi
(2) Pembentukan Rayon-rayon didasarkan atas:
a.

Wilayah tempat tinggal (Kecamatan)

b.

Jenis pekerjaan: rumah makan, penjahit, fotocopy, pedagang kaki

c.

Tempat dimana berusaha atau bekerja mencari nafkah: Pasar Pagi,

lima
Pasar, Jagasatru, Pasar Balong dan sekitarnya, Pasar Plered dan lainnya.
(3) Setiap Rayon dipimpin oleh seorang Ketua rayon merangkap anggota dan
sekretaris yang bertanggung jawab langsung kepada Ketua Umum HKMRS.
(4) Setiap Rayon mempunyai tugas dan kewajiban untuk:
a.

Menginventarisasi anggota menerima pendaftaran anggota dan

menginformasikan serta melaporkannya kepada pengurus HKMRS.


b.

Membantu pengurus dalam melaksanakan semua kegiatan.

c.

Melaksanakan seluruh kegiatan yang ditetapkan oleh pengurus

HKMRS.
(5) Sub Rayon:
Adalah Badan Pelaksana Rayon yang membantu tugas Ketua Rayon sesuai ruang
lingkupnya.
Bertanggung jawab langsung kepada Ketua Rayon.
(6) Rapat koordinasi Rayon dapat diadakan setiap kali dianggap perlu oleh pengurus
HKMRS.
(7) Hal hal yang belum diatur tentang rayon dan sub rayon akan diatur dalam
Anggaran Rumah Tangga.
BAB VII
KEKAYAAN DAN PENDAPATAN
Pasal 20
Kekayaan
Kekayaan organisasi perkumpulan hakka mrs ini terdiri dari

10

(1) Kekayaan pangkal organisasi sebagaimana yang tercatat dalam buku organisasi
sebagai buku kas
(2) Kekayaan harta bergerak maupun yang tidak bergerak yang tercatat dalam buku
inventaris organisasi dan Yayasan Tuanku Imam Bonjol
(3) Jumlah jumlah uang atau harta lain yang kemudian ditambahkan kepada
kekayaan tersebut diatas.
Pasal 21
Pendapatan
(1) Hibah Wasiat, Derma dan lain-lainnya yang didapat dari masyarakat yang
sifatnya tidak mengikat serta tidak bertentangan dengan maksud dan tujuan
organisasi
(2) Bantuan dari pihak Pemerintah serta Badan-badan lainnya, baik Nasional maupun
Internasional, baik berupa subsidi yang berulang maupun yang diberikan
sekaligus.
(3) Penghasilan dan pendapatan lainnya yang sah yang diperoleh atas usaha usaha
organisasi dan Yayasan Tuanku Imam Bonjol
(4) Iuran bulanan anggota baik perorangan maupun per KK (Kepala Keluarga).
Besaran iuran anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga
Kekayaan dan pendapatan tersebut di atas dicatat digunakan dan dilaporkan oleh
organisasi HKMRS dan Yayasan Tuanku Imam Bonjol setiap tahun dan pada laporan
pertanggungjawaban pada akhir masa bakti pengurus kepada dewan pengawas organisasi.

11

BAB VIII
DEWAN PENGAWAS ORGANISASI
Pasal 22
DP HKMRS
Dewan Pengawas Organisasi adalah:
(1) Dewan Pengawas Organisasi/DP HKMRS adalah Badan Pelaksana yang bertugas
mengawasi jalannya organisasi HKMRS dan Yayasan Tuanku Imam Bonjol
sesuai dengan AD/ART dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(2) Menerima Laporan Tahunan baik Program Kerja maupun Laporan Keuangan dari
pengurus HKMRS dan pengurus Yayasan Tuanku Imam Bonjol.
(3) DP HKMRS selaku badan pemeriksa organisasi dapat bertugas memeriksa
sewaktu waktu satu tahun atau pada akhir masa jabatan pengurus HKMRS dan
pengurus Yayasan Tuanku Imam Bonjol.
Sebelum dilakukan pemeriksaan, memberitahukan terlebih dahulu dengan surat resmi
minggu sebelum pemeriksaan dilaksanakan.
(4) hasil pemeriksaan tersebut diatas dilaporkan kepada Musyawarah Besar Anggota
rapat umum anggota sebagai forum tertinggi organisasi .
Pasal 23
Tata Cara Pengangkatan DP HKMRS
(1) DP HKMRS diangkat melalui forum musyawarah besar/rapat umum anggota
HKMRS untuk masa jabatan 4 (empat) tahun.
(2) Setiap anggota biasa organisasi berhak untuk memilih dan dipilih sebagai anggota
HKMRS menjadi DP HKMRS .
(3) Pemilihan DP HKMRS harus mempertimbangkan umur ketokohan dan
kemampuan yang akan dipilih sebagai DP HKMRS.
(4) Komposisi DP HKMRS:
a.

1 orang Ketua DP HKMRS

b.

1 orang Sekretaris

c.

4 orang anggota

yang dipilih langsung pada Musyawarah Besar Anggota adalah Ketua DP HKMRS.

12

Pasal 24
Tugas Pokok DP HKMRS
(1) Sebagai Dewan Pengawas Organisasi adalah sebagai Badan Pemeriksa dan
mengawasi jalannya Organisasi sesuai AD/ART dan Peraturan yang berlaku.
(2) Menerima

pengunduran

diri

pengurus

HKMRS

dan

Ketua

Yayasan

memberhentikan sementara dan mengangkat sementara pelaksana tugas sebagai


PLT Ketua Umum HKMRS dan PLT Ketua Yayasan Tuanku Imam Bonjol
(3) Memimpin sidang dalam Musyawarah Besar Anggota pada akhir jabatan Ketua
Yayasan Tuanku Imam Bonjol dalam laporan pertanggungjawaban pengurus
Yayasan.
BAB IX
YAYASAN
Pasal 25
Yayasan Tuanku Imam Bonjol
(1) Adalah suatu badan hukum yang mengelola aset kekayaan organisasi
HKMRS Cirebon.
(2) Ketua Yayasan angkat atau diberhentikan dalam Musyawarah Besar
Anggota/Rapat Umum Anggota HKMRS atas usul dari Ketua Umum HKMRS atau
dipilih dari anggota yang hadir dalam Musyawarah Besar Anggota.
(3) Berada di bawah dan bertanggung jawab kepada dewan pengawas
HKMRS
(4) Secara operasional berada dibawah pengurus HKMRS yang sifatnya
koordinatif dan pembinaan
(5) Tugas dan kewajiban Yayasan adalah mengelola, memelihara dan
mengembangkan aset HKMRS yang berada di bawah Ketua Yayasan Tuanku Imam
Bonjol.
Pasal 26
Aset dan Usaha yang Dikelola
Aset yang dimiliki oleh HKMRS yaitu:
1. Masjid Imam Bonjol beserta bangunan dan tanahnya yang dikelola oleh DKM
dibawah Yayasan Tuanku Imam Bonjol.
2. Sekolah TPA beserta bangunannya di lokasi masjid Imam Bonjol.

13

Lokasi tersebut berada di : Jalan suratno no 59 kota Cirebon.


Pasal 27
Bidang-bidang yang dikelola oleh Yayasan
Bidang bidang yang dikelola oleh Yayasan Tuanku Imam Bonjol merupakan aset atau
kekayaan organisasi HKMRS Cirebon .
Bidang-bidang tersebut adalah:
(1) Bidang pendidikan
Melaksanakan dan mengadakan pendidikan baik umum maupun khusus bersifat
keagamaan dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi.
(2) Bidang sosial dan keagamaan
a.

Kegiatan masjid yaitu masjid imam bonjol jalan suratno no 59

kota Cirebon.
b.

Pelaksanaan kegiatan oleh Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM)

Imam Bonjol.
c.

Jenis kegiatan adalah yang berhubungan dengan kegiatan sosial

dan keagamaan, yaitu : Pengajian, Sholat berjamaah, Peringatan hari-hari besar Islam,
Qurban pada Iedul Adha, dan kegiatan sejenis lainnya.
(3) Bidang usaha dan koperasi.
Bidang usaha dan koperasi ini adalah kegiatan usaha perdagangan yang bersifat umum
dan halal, yang murni usaha dagang dan berorientasi profit (keuntungan) untuk
menambah aset organisasi.
Bidang usaha lain adalah koperasi umum dan simpan pinjam yang dikelola secara
profesional untuk kepentingan anggota koperasi khususnya dan anggota HKMRS
umumnya.
Pasal 28
Pengangkatan Pemberhentian dan Penggantian Ketua/Pengurus Yayasan
(1) Yang berhak menjadi pengurus Yayasan adalah anggota biasa yang sarat dan
ketentuannya akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
(2) Pengurus diangkat dan atau diberhentikan dengan keputusan Musyawarah Besar
Anggota/Rapat Umum Anggota HKMRS.
(3) Masa jabatan Pengurus Yayasan selama 4 (empat) tahun dan dapat dipilih
kembali untuk masa jabatan yang sama.

14

(4) Pengurus Yayasan dapat diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir apabila
melakukan tindakan yang melanggar ketentuan ketentuan organisasi yang dapat
merugikan organisasi.
(5) Ketentuan dan Tata Cara pemberhentian diatur dalam Anggaran Rumah Tangga
HKMRS.

15

Pasal 29
Wewenang, Hak, dan Kewajiban Yayasan
Pengurus Yayasan Tuanku Imam Bonjol berwenang mewakili organisasi dengan
persetujuan dan sepengetahuan Ketua Umum HKMRS
(1) Wewenang
a.

Menentukan kebijakan Yayasan sesuai dengan hasil musyawarah

rapat pengurus Yayasan yang tidak bertentangan dengan AD/ART dan Keputusan
Musyawarah Besar Anggota HKMRS.
b.

Bertindak keluar dan kedalam untuk dan atas nama Yayasan

dengan persetujuan Ketua Umum HKMRS.


c.

Membentuk menetapkan dan mengangkat Ketua Ketua bidang

dengan sepengetahuan dan persetujuan Ketua Umum HKMRS.


(2) Hak
a.

Pengurus Yayasan Tuanku Imam Bonjol berhak menjalankan

organisasi secara profesional, mandiri dan sesuai dengan yang telah digariskan oleh
organisasi.
b.

Ketua Yayasan berhak mengangkat dan memberhentikan Ketua

Bidang Pendidikan, Bidang Sosial dan Keagamaan, dan Bidang Umum dan Koperasi
sepengetahuan dan persetujuan Ketua Umum HKMRS
c.

Berhak memperoleh Gaji/Honor bila memungkinkan.

d.

Membuka rekening di bank untuk menyimpan keuangan

organisasi dan ditandatangani oleh lebih dari satu orang.


(3) Kewajiban
a.

Melaksanakan

keputusan-keputusan

yang

diambil

dalam

Musyawarah Besar Anggota HKMRS.


b.

Menjalankan Organisasi secara profesional sehingga memberikan

hasil yang menguntungkan bagi anggota HKMRS.


c.

Bertanggung jawab menyimpan dan menginventarisir aset-aset,

kekayaan bergerak maupun tidak bergerak milik organisasi HKMRS.


d.

Membuat laporan tahunan kepada Dewan Penasehat dengan

tembusan kepada Ketua Umum HKMRS.


e.

Membuat RAB (Rencana Anggaran Belanja) Yayasan setiap tahun

sesuai kebutuhan Yayasan kepada dewan pengawas HKMRS.


f.

Membuat laporan pertanggungjawaban Yayasan di akhir masa

jabatannya dengan persetujuan dewan pengawas diterima dan disahkan dalam forum
Musyawarah Besar Anggota HKMRS.

16

BAB X
PERUBAHAN AD DAN ART
Pasal 30
Perubahan anggaran dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) hanya dapat
dilakukan dalam Musyawarah Besar Anggota atau Rapat Umum Anggota yang sengaja diadakan
untuk maksud tersebut.
BAB XI
PENUTUP
Pasal 31
Ketentuan Penutup
(1) Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar HKMRS Cirebon ini akan
diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga (ART).
(2) Dengan disahkannya Anggaran Dasar (AD) HKMRS Cirebon ini, maka segala
ketentuan dan Peraturan yang bertentangan dengan Anggaran Dasar ini
dinyatakan tidak berlaku lagi
(3) Anggaran Dasar (AD) HKMRS Cirebon ini disahkan dalam Musyawarah Besar
Anggota/Rapat Umum Anggota HKMRS pada tanggal 9 November Tahun 2014
di Cirebon dan berlaku sejak ditetapkan.
Cirebon, 9-11-2014
Hormat Kami,
MUSYAWARAH BESAR ANGGOTA/RAPAT UMUM ANGGOTA
HIMPUNAN KELUARGA MINANG RUKUN SEPAKAT CIREBON
Ketua Sidang

Sekretaris Sidang

(..................................)

(......................................)

Saksi-saksi :
1.

2.

Tim Penyusun :
1.

................................................................. (..............................)

2.

................................................................. (..............................)

Penasehat/Sesepuh HKMRS :
1.

.................................................................

(..............................)
2.

.................................................................

(..............................)
3.

Ketua Umum HKMRS 2014-2018

17

........................................................................ (..............................)
4.

Perwakilan Anggota Sidang


1.

.................................................................

(..............................)
2.

.................................................................

(..............................)