Anda di halaman 1dari 3

MODIFIED WIDMAN FLAP

Modified Widman Flap (Gambar 59-3) merupakan teknik bedah flap yang bertujuan
untuk memperbaiki adaptasi pasca operasi intim dari jaringan ikat kolagen yang sehat
pada permukaan gigi dan membuka akses untuk instrumentasi dari permukaan akar
dan penutupan segera daerah.
Langkah-langkah berikut menjelaskan teknik Modified Widman Flap:

Step 1: Sayatan awal adalah sayatan berupa insisi bevel ke arah alveolar crest dimulai
dari 0,5 sampai 1 mm dari margin gingiva (Gambar 59-3, C). Insisi dilakukan mulai
dari permukaan vestibular sepanjang serviks gigi dengan mengikuti pola scalloped
dari tepi gingiva. Insisi akan memotong papila interdental di interproksimal. Pada
daerah interproksimal insisi dimodifikasi dengan membuatnya serapat mungkin ke
permukaan gigi agar papila interdental hanya terambil seminimal mungkin sehingga
adaptasi flep nantinya cukup rapat. Flep ketebalan penuh dibuka dengan deseksi
tumpul memakai raspatorium sedalam 1,0 - 3,0 mm apikal dari alveolar crest.
Biasanya untuk membuka flep ini tidak diperlukan insisi vertikal, tetapi bila
diperlukan dapat juga dibuat pada salah satu atau kedua tepi insisi horizontal.
Step 2: Gingiva dilepas menggunakan periosteal elevator (Gambar 59-3, D).

Step 3: Insisi krevikular dibuat dari dasar poket ke arah tulang mengelilingi jaringan
yang mengandung epitel krevikular.
Step 4: Setelah flap dilepas, irisan ke 3 dibuat di interproksimal, koronal dari tulang,
dengan kuret atau pisau interproksimal, dan jaringan gingiva (yang diinsisi) dibuang
(Figure 59-3, E and F)
Step 5: Jaringan granulasi dibuang dengan kuret. Permukaan akar diperiksa dengan
kuret. Permukaan akar diperiksa, lalu dilakukan scalling atau rootplanning jika
diperlukan (Gambar 59-3, G and H). Sisa serat periodontal yang masih melekat ke

permukaan akar jangan diubah.


Step 6: Arsitektur tulang tidak dikoreksi atau diubah kecuali menghalangi adaptasi
jaringan ke permukaan akar gigi. Flap harus beradaptasi dengan baik ke permukaan
gigi, terutama di daerah proksimal, kalau perlu flap ditipiskan.
Step 7: Jahitan terputus dibuat di daerah interdental ditutup dengan salep tetrasiklin
dan pembalut periodontal (Gambar 59-3, I dan J).

Figure 59-3 Modified Widman flap technique. A, Kondisi sebelum operasi.


Pemeriksaan probing pada poket dengan kedalaman interproksimal dari 4 sampai 8
mm dan kedalaman probing bagian labial dan palatan 2 sampai 5 mm.
B, Gambaran radiografi. Terdapat horizontal bone loss.
C, Facial internal bevel incision.
D, Insisi palatal.
E, Pengangkatan flap, mengangkat semua jaringan yang masih melekat pada tulang
periosteum.
F, Pengangkatan jaringan.
G, Jaringan dibuang dan siap untuk dilakukan scaling dan root planning
H, Scaling and root planing of exposed root surfaces.
I, Lanjutan, bebaskan jahitan dari bagian labial
J, Bebaskan jahitan dari bagian palatal
K, Hasil post operasi (Courtesy Dr. Kitetsu Shin, Saitama, Japan).

Anda mungkin juga menyukai