Anda di halaman 1dari 49

i

MAKALAH
PERALATAN INDUSTRI
EKSTRAKSI

DI SUSUN OLEH
KELAS II B
Bunga Mega Putu I
Kasmawati
M. Ikhwan Fansori

JURUSAN TEKNIK KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA
TAHUN 2013

ii

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala Rahmat dan
Hidayahnya penulis dapat menyelesaikan Makalah Peralatan Industri mengenai
Ekstraksi.
Penulisan Makalah ini digunakan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Peralatan Industri dan sarana bagi mahasiswa untuk lebih memahami materi kuliah yang
bersangkutan.
Semoga bantuan dan dukungan yang telah diberikan kepada penulis mendapat
balasan serta karunia dari Tuhan YME. Penulis menyadari penulisan makalah ini jauh dari
sempurna, maka dari itu penulis berharap saran dan kritik untuk kesempurnaan makalah
ini. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat memberi manfaat yang sebesarbesarnya bagi penulis sendiri dan pihak yang memerlukan.

Samarinda, 14 Maret 2013


Penulis

iii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .. ii
Daftar Isi .. iii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang .1
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ekstraks ................................................................................ 2
2.2 Tujuan Ekstraksi 2
2.3 Prinsip Ekstraksi 2
2.4 Istilah dalam Ekstraksi .. 5
2.5 Contoh Ekstraksi Tradisional 5
2.6 Contoh Ekstraksi Modern .. 6
2.7 Macam-macam Ekstraksi Berdasarkan Proses6
2.8 Macam-macam Ekstraksi Berdasarkan Asal dan Bahan 13
2.8.1 Ekstraksi Padat-Cair atau Leaching
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

Pengertian Ekstraksi Padat-Cair . 13


Faktor yang Mempengaruhi Padat-Cair .. 15
Tujuan Ekstraksi Padat-Cair ... 16
Prinsip Proses Ekstraksi Padat-Cair . 16
Peralatan Ekstraksi Padat Cair .... 22
Prinsip Kerja Ekstraksi Padat-Cair .. 23
Contoh Ekstraksi Padat-Cair 25

2.8.2Ekstraksi Cair-Cair
1) Pengertian Ekstraksi Cair-Cair 29
2) Tujuan Ekstraksi Cair-Cair ..29

iv

3)
4)
5)
6)
7)

Prinsip Proses Ekstraksi Cair-Cair ...29


Peralatan Ekstraksi Cair-Cair ...31
Prinsip Kerja Ekstraksi Cair-Cair .32
Contoh Ekstraksi Cair-Cair ..34
Istilah Ekstraksi Cair-Cair 37

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan.38
DAFTAR PUSTAKA 39

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seringkali campuran bahan padat dan cair (misalnya bahan alami) tidak dapat
atau sukar sekali dipisahkan dengan metode pemisahan mekanis atau termis yang telah
dibicarakan. Misalnya saja, karena komponennya saling bercampur secara sangat erat,
peka terhadap panas, beda sifat-sifat fisiknya terlalu kecil, atau tersedia dalam
konsentrasi yang terlalu rendah. Dalam hal semacam itu, seringkali ekstraksi adalah
satu-satunya proses yang dapat digunakan atau mungkin paling ekonomis.
Yang dimaksudkan dengan ekstraksi adalah salah satu proses pemisahan atau
pemurnian suatu senyawa dari campurannya dengan bantuan pelarut. Pelarut yang
digunakan harus dapat mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa melarutkan
material suatu bahan lainnya. Ekstraksi merupakan salah satu metode pemisahan yang
menggunakan sifat fisis, yaitu perbedaan kelarutan komponen-komponen dalam
larutan dengan menggunakan larutan lain sebagai media pemisah. Pemisahan larutan
dengan

ekstraksi

digunakan

untuk

memisahkan

komponen-komponen

yang

mempunyai perbedaan titik didih yang relatif kecil tetapi mempunyai perbedaan
kelarutan yang cukup besar dengan suatu pelarut.
Pemisahan terjadi atas dasar kemampuan larut yang bebeda dari komponenkomponen dalam cmpuran. Sebuah contoh ekstraksi yang dapat dilihat sehari-hari
ialah pelarutan komponen-komponen kopi dengan menggunakan air panas dari biji
kopi yang telah dibakar atau digiling.
Ekstraksi itu sendiri terbagi menjadi 2 macam yaitu pertama, macam-macam
ekstraksi berdasarkan proses ekstraksi dan kedua, macam-macam ekstraksi
berdasarkan asal dan bahan. Dari uraian tersebut, macam-macam ekstraksi
berdasarkan prosesnya terdiri dari 5 jenis ekstraksi yaitu ekstraksi Edeleanu, Ekstraksi
Furfural, Ekstraksi Udex, Ekstraksi Propane Deasphalting dan Distilasi Ekstraktif.
Sedangkan macam-macam ekstraksi berdasarkan asal dan bahan terdiri dari 2 jenis
yaitu ekstraksi padat-cair dan ekstraksi cair-cair. Dari hal tersebut, ekstraksi banyak
digunakan baik dalam skala laboratorium maupun skala industri.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ekstraksi
Ekstraksi adalah salah satu proses pemisahan atau pemurnian suatu senyawa
dari campurannya dengan bantuan pelarut. Pelarut yang digunakan harus dapat
mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa melarutkan material suatu bahan
lainnya. Ekstraksi merupakan salah satu metode pemisahan yang menggunakan sifat
fisis, yaitu perbedaan kelarutan komponen-komponen dalam larutan dengan
menggunakan larutan lain sebagai media pemisah. Pemisahan larutan dengan ekstraksi
digunakan untuk memisahkan komponen-komponen yang mempunyai perbedaan titik
didih yang relatif kecil tetapi mempunyai perbedaan kelarutan yang cukup besar
dengan suatu pelarut.
Ekstraksi

cair-cair

menggunakan

prinsip

kesetimbangan

dengan

perpindahan massa zat terlarut (fasa disperse) dan larutan yang diekstraksi kelarutan
yang digunakan sebagai pelarut (fasa kontinu). Menurut Ladda (1976), ekstraksi caircair digunakan jika pemisahan denganoperasi lainnya tidak dapat dicapai seperti:
distilasi, evaporasi, kristalisasi dan lain-lain Ekstraksi cair-cair adalah proses
pemisahan suatu komponen dari fasa cair kefasa cair lainnya.

2.2 Tujuan Ekstraksi

Memperoleh liquid kental(pekat) yang mengandung sari


Kandungan dari bahan baku tanpa adanya ampas
Memperoleh ekstrak kental(pekat)

2.3 Prinsip Ekstraksi


Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan dari bahan padat maupun cair dengan
bantuan pelarut. Pelarut yang digunakan harus dapat mengekstrak substansi yang
diinginkan tanpa melarutkan material lainnya. Ekstraksi padat cair atau leaching
adalah transfer difusi komponen terlarut dari padatan inert ke dalam pelarutnya. Proses
ini merupakan proses yang bersifat fisik karena komponen terlarut kemudian
dikembalikan lagi ke keadaan semula tanpa mengalami perubahan kimiawi. Ekstraksi

dari bahan padat dapat dilakukan jika bahan yang diinginkan dapat larut dalam solven
pengekstraksi. Ekstraksi berkelanjutan diperlukan apabila padatan hanya sedikit larut
dalam pelarut. Namun sering juga digunakan pada padatan yang larut karena
efektivitasnya. (Lucas, Howard J, David Pressman. Principles and Practice In Organic
Chemistry)
Ekstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengektraksi zat aktif dari
simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian
semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa
diperlakukan sedemikian rupa hingga memenuhi standar baku yang ditetapkan. Proses
ekstraksi bahan atau bahan obat alami dapat dilakukan berdasarkan teori tentang
penyarian. Penyarian merupakan peristiwa pemindahan massa. Zat aktif yang semula
berada di dalam sel, ditarik oleh cairan penyari sehingga terjadi larutan zat aktif dalam
cairan penyari tersebut.
Ada empat macam metode penyarian yang dapat digunakan, yaitu :

Maserasi
Perkolasi
Ekstraksi dengan menggunakan Soxhlet
Ekstraksi dengan menggunakan gas superkritis

Maserasi digunakan untuk penyarian simplisia yang mengandung zat aktif yang
mudah larut dalam cairan penyari, tidak mengandung benzoin, stirak, dan bahan
sejenis yang mudah mengembang. Cairan penyari yang Bila cairan penyari digunakan
air maka untuk mencegah timbulnya kapang, dapat ditambahkan bahan pengawet yang
diberikan pada awal penyarian. Metode maserasi digunakan untuk menyari simplisia
yang mengandung komponen kimia yang mudah larut dalam cairan penyari, tidak
mengandung benzoin, stirak dan lilin. Keuntungan cara penyarian dengan maserasi
adalah cara pengerjaan yang digunakan sederhana dan mudah diusahakan. Sedangkan
digunakan dapat berupa air, etanol, air-etanol, atau pelarut lain. kerugiannya adalah
pengerjaannya lama dan penyariannya kurang sempurna.

Maserasi dapat dimodifikasi menjadi beberapa metode yaitu :


1. Digesti

Digesti adalah cara maserasi dengan menggunakan pemanasan lemah, yaitu pada
suhu 40-50oC. Cara maserasi ini hanya dapat dilakukan untuk simplisia yang zat
aktifnya tahan terhadap pemanasan.
2. Maserasi dengan mesin pengaduk
3. Penggunaan mesin pengaduk berputar terus-menerus waktu proses maserasi dapat
dipersingkat 6-24 jam.
4. Remaserasi
Cairan penyari dibagi 2 seluruh serbuk simplisia dimaserasi dengan cairan penyari
pertama, sesudah dienap-tuangkan dan diperas, ampas dimaserasi lagi dengan
cairan penyari yang kedua
5. Maserasi melingkar
Maserasi dapat diperbaiki dengan mengusahakan agar cairan penyari selalu
bergerak dan menyebar. Dengan cara ini penyari selalu mengalir kembali secara
berkesinambungan melalui serbuk simplisia dan melarutkan zat aktifnya.

Hal-hal yang sangat mempengaruhi lama waktu proses ekstraksi antar lain:
a)
b)
c)
d)

Kapasitas produk mesin


Jenis bahan baku herbal
Kandungan zat aktif bahan herbal
Pelarut yang dipakai yang sesuai dengan kandungan zat aktif
Hasil akhir yang diperoleh pada proses ekstraksi adalah: ekstrak kental / liquid

kental yang mengandung sari / kandungan dari bahan baku tanaman tanpa adanya
ampas tanaman. Hasil ekstrak / liquid kental di atas dapat dilanjutkan ke proses lebih
lanjut, seperti berikut ini :
1.
2.
3.
4.

Dibuat ekstrak powder / kapsul ekstrak


Ekstrak granul instan
Ekstrak powder instant untuk minuman
Kaplet ekstrak
Prinsip maserasi penyarian zat aktif yang dilakukan dengan cara merendam

serbuk simplisia dalam cairan penyari yang sesuai selama tiga hari pada temperatur
kamar, terlindung dari cahaya, cairan penyari akan masuk ke dalam sel melewati
dinding sel. Isi sel akan larut karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan di
dalam sel dengan di luar sel. Larutan yang konsentrasinya tinggi akan terdesak keluar
dan diganti oleh cairan penyari dengan konsentrasi rendah ( proses difusi ). Peristiwa
tersebut berulang sampai terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan di luar sel

dan di dalam sel. Selama proses maserasi dilakukan pengadukan dan penggantian
cairan penyari setiap hari. Endapan yang diperoleh dipisahkan dan filtratnya
dipekatkan. Maserasi merupakan cara penyarian sederhana yang dilakukan dengan
cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari selama beberapa hari pada
temperatur kamar dan terlindung dari cahaya.

2.4 Istilah dalam Ekstraksi


Didalam proses ekstraksi dikenal beberapa istilah yang sering digunakan dalam
operasisehari-hari, yakni:
Sovent

:Pelarut yang digunakan untuk ekstraksi.

Solut

:Zat yang teriarut di dalam feed.

Extrat

:Bahan yang dipisahkan atau terekstrak dan feed

Raffinate

:Produk yang tidak teriarut dalam solvent.

Extract phase :Phase yang kaya solvent.


Raffinate phase :Phase yang miskin solvent.
Reflux

:Extract yang dikembalikan ke extractor.

Lean solvent :Solvent yang memasuki extractor.


Rich solvent :Solvent yang keluar dari extractor.

2.5 Contoh Ekstraksi Tradisional


Membuat santan kelapa
Menyeduh teh
Menyeduh kopi
Membuat jamu tradisional
Membuat Cincau
Membuat zat warna alami
Membuat VCO
Membuat tepung tapioka
Membuat tahucvccv

2.6 Contoh Ekstraksi Modern


Memisahkan minyak jarak

Membuat minyak kelapa


Membuat minyak sawit
Membuat lilin alami
Memisahkan penicilin
Memisahkan kurkumin dari kunyit

2.7 Macam-macam Ekstraksi Berdasarkan Proses


Proses

ekstraksi

secara

sederhana

dapat

dilihat

sebagaimana

yang

ditunjukkandalam Gambar (2.7.1). Terlihat dalam gambar tersebut, solvent memasuki


extractingunit melalui bagian atas dan feed masuk dan bagian bawah. Raffinate keluar
dan bagian atas dan extract keluar dan bagian bawah. Alat kontak yang terpasang
didalam extractor membuat kontak antara solvent dan feed lebih inrim. Demikian
pulareflux yang diperlukan untuk memperoleh kemumian produk yang tinggi

Gambar

2.7.1

Proses

Ekstraksi Sederhana
Macam-macam Proses Ekstraksi, khususnya di dalam Industri
Minyak dan Gas Bumi, beberapa macamproses ekstraksi yang digunakan
diantaranya adalah:
Ekstraksi Edeleanu
Ekstraksi Furfural
Ekstraksi Udex
Ekstraksi Propane Deasphaltinge
Distilasi Ekstraktif
1) Ekstraksi Edeleanu

Bahan pelarut yang digunakan untuk proses ekstraksi ini adalah cairan
belerang dioksida (SO2) dan dikenal dengan nama Edeleanu. Jika proses ini
digunakan untuk memperbaiki mutu suatu zat. Biasanya perbandingan volume
solvent terhadap volume feed 1 : 1. Proses ini digunakan untuk memisahkan
senyawa aromatik yang terdapat di dalam fraksi kerosene. Zat yang densitas lebih
rendah, maka akan diumpankan dari bagian bawah mengalir ke atas dan kontak
dengan solvent (belerang dioksida) yang mengalir kebawah karena densitasnya
lebih berat. Dalam proses ekstraksi ini diperoleh dua macam aliran produk yang
disebut ekstrak dan rafinat. Ekstrak adalah larutan solvent yang banyak
mengandung senyawa aromatik, sedangak rafinat adalah zat yang telah diambil
senyawa aromatiknya dengan sedikit solvent yang tenkut. Untuk meningkatkan
efisiensi proses, solvent di dalam ekstrak dan rafinat dapat dimumikan kembali
dengan cara distilasi yang selanjutnya dapat digunakan kembali di dalam ekstraktor,
dan demikian seterusnya.

Gambar 2.7.2 Proses Ekstraksi Edelean


2) Ekstraksi Furfural
(HO2CHC : CHC2H) adalah sejenis solvent yang mempunyai titik
didih 324F. Karena furfural mempunyai struktur sikiis, maka ia sangat
efektif untuk mengekstrak senyawa aromatik dan beberapa senyawa
sikiis lainnya. Proses ini digunakan secara luas untuk memperbaiki mutu
minyak pelumas. Suhu operasi bervariasi antara 150 - 250F, tetapi pada

kebanyakan refinery menggunakan suhuoperasi sekitar 200F. Perbandingan


jumlah solvent terhadap feed sekitar 2 : 1. Diagram sederhana proses

ekstraksi furfural ditunjukkan dalam gambar (2.7.3). Kontak antara solvent dan
feed biasanya dilakukan dengan aliran yang berlawanan arah. Untuk

membuat kontak yang lebih intim, di dalam extractor dilengkapi alat kontak,seperti
yang terlihat dalam gambar adalah rotating disk contactor (RDC).

Gambar 2.7.3 Proses Ekstraksi Furfural


Peralatan kontak tersebut terdiri dari sebuah silinder vertikal yang
dibagimenjadi beberapa kompartemen. Rotary disk dihubungkan dengan
porosyang menggerakkannya, dengan berputarnya disk membuat kontak antara
solventdan feed menjadi lebih intim karena transfer masa dipacu oleh
gerakan pengadukandisk tersebut. Derajat pencampuran antara kedua
fluida, tersebut dapat diatur denganmengatur kecepatan putaran disk.
3) Ekstraksi Udex

Solvent yang digunakan untuk proses ekstraksi ini adalah larutan Udex, yaituberupa
larutan glycol-water. Suhu operasi biasanya berkisar antara 170 - 358F.Udex adalah solventyang
sangat baik untuk mengekstrak light aromatic. Jika produk dari proses ekstraksiini digunakan
sebagai bahan baku petrokimia yang memerlukan kemumianyang tinggi, maka untuk keperluan
tersebut di dalam operasi ekstraksi harusmenggunakan reflux. Rich solvent dari extractor menuju

ke solvent stripper untuk dipisahkan dari solvent-nya dengan bentuan steam, extract keluar dari
bagian puncak stripper dan lean solvent keluar dari bagian bawah stripper. Sebagian dari
extractdikembalikan ke extractor sebagai reflux. Raffinat yang keluar dari bagian puncak extractor
dicuci dengan air untuk mengambil glycol. Larutan glycol-water yangdihasilkan dicampur
bersama-sama dengan lean solvent dikembalikan lagi ke extractor.

Gambar 2.7.4 Proses Ekstraksi Udex


4) Ekstraksi Propane Deasphalting
Proses ini dipakai untuk memisahkan asphalt (bitumen) dari minyak
yangmengandung asphalt atau untuk membersihkan minyak lumas dari
asphalt. Sebagaibahan pelarut digunakan cairan propane, dimana propane akan
melarutkan

minyak (biasanya

senyawa

paraffinic

dan

sekaligus

memisahkan aspalt.
Pada gambar (2.7.5) menunjukkan diagram sederhana proses ekstraksi
untuk propane deasphalting.
Deasphalting sesungguhnya adalah proses ekstraksi bertekanan
diatas

tekananatmosfir

dengan

mengontakkan

feed

dengan

cairan

propane secara berlawanan arahmel alui sebuah packed column. Minyak


masuk melalui bagian tengah kolom danpropane melalui bagian dasar kolom.
Propane akan melarutkan senyawa-senyawaparaffinic dan keluar dan bagian
puncak kolom. Asphalt yang telah terpisahkan turunke bagian dasar dan

10

keluar menuju furnace untuk dipanaskan yang selanjutnyadipisahkan


dari propane di dalam flash drum dan stripper.
Sedangkan minyak yangkeluar dari bagian puncak kolom
dipisahkan

propanenya

di

dalam

evaporatorbertingkat

dan

stripper.Minyak lumas yang dihasilkan telah bebas dari asphalt, dan propane
yangtelah dipisahkan dapat digunakan kembali. Demikian selanjutnya
proses iniberlangsung. Suhu operasi ekstraksi ditetapkan berdasarkan
tekanan operasi,semakin tinggi tekanannya semakin tinggi suhu operasinya.
Proses ini biasanyadiikuti

dengan

proses

ekstraksi

furfural

untuk

mendapatkan tingkat kemumian produk yang tinggi. Pengembangan proses


ini adalah dengan rnenggunakan dua macamsolvent, yaitu propane dan
campuran phenol-cresol atau selecto. Dua macam solventini dikenal
dengan

nama

duo-sol.

Propane

dalam

hal

ini

digunakan

untuk

melarutkanparaffinic hydrocarbons, sedangkan campuran phenol-cresol


digunakan untuk melarutkan naphthenic hydrocarbon.

Gambar 2.7.5 Proses Ekstraksi Propane Deasphalting

5) Distilasi Ekstraktif

11

Suatu proses yang digunakan untuk memisahkan senyawa aromatik mumi


darifraksi gasoline adalah dikenal sebagai distilasi ekstractif (extractivedistillation).
Aromatik-aromatik tersebut adalah benzene, toluen dan xylene (BTX).
Ketigamacam senyawa aromat tersebut adalah banyak digunakan sebagai feed
stock untuk industri petrokimia.Diagram sederhana proses distilasi ekstraktif dapat
dilihat dalam gambar(3.8). Fraksi gasoline, apakah dari straight run, thermally
cracked, catalyricallycracked atau catalytically reformed digunakan dalam proses
ini. Feed yang mengandung senyawa-senyawa aromatik dan aliphatic dipanaskan
hingga mencapaisuhu yang dikehendaki dan diumpankan ke dalam kolom distilasi.
Solvent yang mana senyawa aromatik lebih mudah dilarutkan dari
padasenyawa yang lain diumpankan dekat dengan bagian puncak kolom.
Solventmengekstrak senyawa aromatik dan keluar melalui bagian dasar kolom
menuju kekolom yang kedua (kolom distilasi).
Pada kolom yang kedua senyawa aromatik dipisahkan dari solvent yang
melarutkannya dengan cara distilasi. Dalam hal inisolvent yang digunakan adalah
phenol, disirkulasikan kembali ke kolom ekstraksi.Jenis solvent lain yang dapat
digunakan untuk proses ini diantaranya adalah sulfolanedan acetonitrile. Jika
hydrogen fluoride (HF) yang digunakan sebagai solvent-nya, maka suhu operasinya
diatur berkisar antara 100 - 125F. Laju sirkulasisolvent sekitar 0,15 - 0,3 volume
solvent per volume feed. Hydrogen fluoride dapatmemisahkan senyawa belerang
dan senyawa-senyawa aromatik kompiek secaraefektif
.Asam sulfat digunakan untuk mengekstrak isobutene. Konsentrasi asam
sulfatuntuk keperluan ini sekitar 65%. Isobutene diekstrak dari campuran butanebutene.Isobutene murni sangat berguna di dalam pembuatan karet sintetis
Solvent jenis lain yang disebut dengan nama ammoniacal copper
acetatebanyak digunakan untuk mengekstrak butadiene. Produk butadene dapat
dipisahkandari solvent dengan cara fraksinasi pada tekanan sekitar 15 psig dan suhu
padabagian dasar kolom sekitar 175F.

12

Gambar 2.7.6 Proses Distilasi Ekstraktif

2.8 Macam-macam Ekstraksi Berdasarkan Asal dan Bahan


2.8.1 Ekstraksi Padat-Cair atau Leaching
1) Pengertian Ekstraksi Padat-Cair
Pengurasan (Leaching) atau ekstraksi zat padat (Solid Extraction merupakan
pemisahan satu komponen dari padatan dengan melarutkannya dalam pelarut, tetapi
komponen lainnya tidak dapat dilarutkan dalam pelarut tersebut. Proses ini
biasanya dilakukan dalam fase padatan, sehingga disebut juga ekstraksi padat-cair.
Dalam ekstraksi padat-cair, larutan yang mengandung komponen yang diinginkan
harus bersifat tak campur dengan cairan lainnya. Proses ini banyak digunakan
dalam pemisahan minyak dari bahan yang mengandung minyak. Ekstraksi padatcair merupakan operasi yang melibatkan perpindahan massa antar fasa. Perbedaan
aktivitas kimia antara fasa padatan dan fasa pelarut mencerminkan sebarapa jauh
sistem berada dari kesetimbangan, sehingga akan menentukan pula laju solut antar
fasa. Ekstraksi padat cair (leaching) biasanya bnyak digunakan dalam industri
metalurgi alumunium, cobalt, mangan, nikel dan timah. Juga digunakan dalam
industri kopi, minyak kedelai, teh dan juga dalam pembuatan gula.

13

. Dalam unit operasi, leaching merupakan salah satu cara tertua dalam
industri kimia, yang pemberian namanya tergantung dari cara yang digunakan.
Industri metalurgi ialah pengguna terbesar operasi leaching ini. Dalam penggunaan
campuran mineral dalam jumlah besar dan tak terhingga, leaching dipakai sebagai
pemisah. Contoh, tembaga yang terkandung dalam biji besi dileaching dengan asam
sulfat atau amoniak, dan emas dipisahkan dengan larutan sodium sianida.
Kriteria pemilihan pelarut:

Pelarut mudah melarutkan bahan yang di ekstrak


Pelarut tidak bercampur dengan cairan yang di ekstrak
Pelarut mengekstrak sedikit atau tidak sama sekali pengotor yang ada
Pelarut mudah dipisahkan dari zat terlarut
Pelarut tidak bereaksi dengan zat terlarut melalui segala cara

Kesetimbangan fasa dalam sistem padatan solute pelarut ini mengikuti prinsipprinsip sebagai berikut :
Pada kondisi termodinamika tertentu (P,T tertentu) terdapat hubungan
kesetimbangan

yang

dapat

digambarkan

dalam

bentuk

kurva

kesetimbangan.
Pada sistem yang telah setimbang tidak terjadi difusi netto komponenkomponen diantara kedua fasa. Ini berarti laju difusi dari fasa padatan ke
fasa pelarut sama dengan laju difusi dari fasa pelarut ke fasa padatan.
Untuk sistem yang belum tercapai kesetimbangannya, difusi komponenkomponen mendorong sistem menuju kesetimbangan.
Pada ekstraksi padat-cair, satu atau beberapa komponen yang dapat larut
dipisahkan dari bahan padat dengan bantuan pelarut. Proses ini sering
digunakan secara teknis dalam skala besar terutama di bidang industri bahan
alami dan makanan misalnya bahan-bahan aktif dari tumbuhan atau organorgan binatang untuk keperluan farmasi, gula dari ubi, minyak dari bijibijian, kopi dari biji kopi.
Untuk mencapai unjuk kerja atau kecepatan ekstraksi yang tinggi pada ekstraksi
padat-cair, syarat-syarat beikut harus dipenuhi :

14

Karena perpindahan massaberlangsung pada bidang kontak antara fasa


padat dan fasa cair, maka bahan itu perlu sekali memiliki permukaan yang
seluas mungkin.
Kecepatan alir pelarut sedapat mungkin besar dibandingkan dengan laju alir
bahan ekstraksi, agar ekstraksi yang terlarut dapat segera diangkut keluar
dari permukaan bahan padat.
Suhu yang lebih tinggi (viskositas pelarut lebih rendah, kelarutan ekstrak
lebih besar) pada umumnya menguntungkan unjuk kerja ekstraksi

2) Faktor yang Mempengaruhi Ekstraksi Padat Cair


Jenis Pelarut
Pelarut yang digunakan adalah pelarut organik. Pelarut organik
sangat cepat menguap sehingga cepat terjadi sirkulasi uap dan perolehan
minyak akan semakin rendah, disamping itu titik didih lebih rendah akan
mempermudah proses pemisahan.
Volume pelarut
Volume pelarut yang kecil/sedikit akan menghasilkan minyak yang
sedikit karena kontak antar uap pelerut dengan sampel sedikit sekali dan
sebaliknya.
Temperatur
Temperatur yang tinggi akan meningkatkan harga difusi massa
sehingga perpindahan solute ke pelarut juga meningkatkan harga difusi
massa.
Ukuran partikel
Semakin halus ukuran partikel maka akan semakin mudah dalam
mendapatkan minyak tetapi akan mempengaruhi terhadap warna minyak
yang dihasilkan. Partikel yang terlalu halus akan mempersulit keluarnya
minyak, karena kontak dengan pelarut kecil.
Pengadukan
Fungsi pengadukan adalah untuk mempercepat terjadinya reaksi
antara pelarut dengan solut.
Lama waktu

15

Lamanya waktu ekstraksi akan menghasilkan minyak yang lebih


banyak, karena sirkulasi uap akan semakin sering kontak antara solut
dengan pelarut lebih lama.

3) Tujuan Ekstraksi Padat-Cair


a. Mempelajari pemisahan senyawa dari padatan dengan cara ekstraksi
b. Mempelajari pemisahan senyawa dengan cara distilasi biasa

4) Prinsip Proses Ekstraksi Padat-Cair


Ekstrasi adalah proses pemindahan suatu konstituen dalam suatu sample ke
suatu pelarut dengan cara melarutkannya. Ektraksi pelarut bisa disebut ekstraksi
padat-cair yaitu proses pemindahan solut dari padatan ke pelarut lainnya dan
bercampur dengan cara soxhletasai. Prinsip dasar dari ekstraksi pelarut ini adalah
distribusi zat terlarut kedalam pelarut yang bercampur. Adapun teknik proses
ekstraksi yaitu :
Ekstraksi bertahap
Merupakan cara yang paling sederhana. Caranya dengan menambahkan
pelarut pengekstraksi yang tidak bercampur dengan pelarut semula, kemudian
dilakukan ekstraktor soxhlet yang dilakukan secara berkesinambungan, sehingga
terjadi kesetimbangan konsentrasi zat yang akan diekstraksi pada kedua lapisan.
Setelah ini tercapai, lapisan didiamkan dan dipisahkan dengan metode distilasi.
Ekstraksi padat-cair tak kontinu
Dalam hal yang paling sederhana bahan ekstraksi padat dicampur beberapa
kali dengan pelarut segar di dalam sebuah tangki pengaduk. Larutan ekstrak yang
terbentuk setiap kali dipisahkan dengan cara penjernihan (pengaruh gaya berat)
atau penyaringan (dalam sebuag alat yang dihubungkan dengan ekstraktor). Proses
ini tidak begitu ekonomis,digunakan misalnya di tempat yang tidak tersedia
ekstraktor khusus atau bahan ekstraksi tersedia dalam bentuk serbuk sangat
halus,sehingga karena bahaya penyumbatan,ekstraktor lain tidak mungkin
digunakan.
Ekstraktor yang sebenamya adalah tangki-tangki dengan pelat ayak yang
dipasang di dalamnya. Pada alat ini bahan ekstraksi diletakkan diatas pelat ayak

16

horisontal. Dengan bantuan suatu distributor, pelarut dialirkan dari atas ke bawah.
Dengan perkakas pengaduk (di atas pelat ayak) yang dapat dinaikturunkan,
pencampuran seringkali dapat disempurnakan,atau rafinat dapat dikeluarkan dari
tangki setelah berakhirnya ekstraksi. Ekstraktor semacarn ini hanya sesuai untuk
bahan padat dengan partikel yang tidak terlalu halus.
Yang lebih ekonomis lagi adalah penggabungan beberapa ekstraktor yang
dipasang seri dan aliran bahan ekstraksi berlawanan dengan aliran pelarut.Dalam
hal ini pelarut dimasukkan kedalam ekstraktor yang berisi campuran yang telah
mengalami proses ekstraksi paling banyak. Pada setiap ekstraktor yang dilewati,
pelarut semakin diperkaya oleh ekstrak.Pelarut akan dikeluarkan dalam konsentrasi
tinggi dari ekstraktor yang berisi campuran yang mengalami proses ekstraksi paling
sedikit. Dengan operasi ini pemakaian pelarut lebih sedikit dan konsentrasi akhir
dari larutan ekstrak lebih tinggi.
Cara lain ialah dengan mengalirkan larutan ekstrak yang keluar dari pelat
ayak ke sebuah ketel destilasi, menguapkan pelarut di situ, menggabungkannya
dalam sebuah kondenser dan segera mengalirkannya kembali ke ekstraktor untuk
dicampur dengan bahan ekstraksi.Dalam ketel destilasi konsentrasi larutan ekstrak
terus menerus meningkat.Dengan metode ini jumlah total pelarut yang diperlukan
relatif kecil.Meskipun demikian, selalu terdapat perbedaan konsentrasi ekstrak yang
maksimal antara bahan ekstraksi dan pelarut. Kerugiannya adalah pemakaian
banyak energi karena pelarut harus diuapkan secara terus menerus.
Pada ekstraksi bahan-bahan yang peka terhadap suhu terdapat sebuah bak
penampung sebagai pengganti ketel destilasi.Dari bak tersebut larutan ekstrak
dialirkan ke dalam alat penguap vakum (misalnya alat penguap pipa atau film). Uap
pelarut yang terbentuk kemudian dikondensasikan,pelarut didinginkan dan
dialirkan kem bali ke dalam ekstraktor dalam keadaan dingin.
Ekstraksi padat-cair kontinyu
Cara ekstraktor ini serupa dengan ekstraktor-ekstraktor yang dipasang seri,
tetapi pengisian, pengumpanan pelarut dan juga pengosongan berlangsung secara
otomatik penuh dan terjadi dalam sebuah alat yang sama. Oleh Pengumpanan
karena itu dapat diperoleh output yang lebih besar dengan jumlah kerepotan yang

17

lebih sedikit. Tetapi karena biaya untuk peralatannya besar,ekstraktor semacam itu
kebanyakan hanya digunakan untuk bahan ekstraksi yang tersedia dalam kuantitas
besar (misalnya biji-bijian minyak, tumbuhan). Dari beraneka ragarn konstruksi alat
ini, berikut akan di bahas ekstraktor keranjang (bucket-wheel extractor) dan
ekstraktor sabuk (belt extractor).

Ekstraktor keranjang
Pada ekstraktor keranjang (keranjang putar rotary extractor), bahan
ekstraksi terus menerus dimasukkan ke dalam sel-sel yang berbentuk juring (sektor)
dari sebuah rotor yang berputar lambat mengelilingi poros.Bagian bawah sel-sel
ditutup oleh sebuah pelat ayak. Selama satu putaran, bahan padat dibasahi dari arah
berlawanan oleh pelarut atau larutan ekstrak yang konsentrasinya meningkat.
Pelarut atau larutan 287 tersebut dipompa dari sel ke sel dan disiramkan ke atas
bahan padat. Akhirnya, bahan dikeluarkan dan keseluruhan proses ini berlangsung
secara otomatik.
Salting Out
Dalam ekstraksi, pelarut lebih efektif apabila digunakan sedikit pelarut
dengan ekstraksi berulang-ulang daripada menggunakan pelarut yang banyak
dengan sekali ekstraksi. Banyak senyawa organik dan air bernilai lebih besar dari
empat, sehingga pada umumnya dua atau tiga kali ekstraksi meningkatkan
pemisahan senyawa organik dari air.
Ketika senyawa terlarut dalam air dan mempunyai K lebih kecil dari satu,
maka dapat diperkirakan bahwa sangat sedikit senyawa itu akan dihasilkan dalam
ekstraksi. Koefisien distribusi suatu senyawa organik antara pelarut organik dengan
air dapat diubah dengan penambahan NaCl dalam pelarut air dapat meningkatkan
distribusi senyawa organik itu dalam pelarut organik. Akibat semacam itu disebut
Salting Out senyawa organik.
Destilasi
Destilasi adalah suatu pemurnian senyawa organik cair yaitu suatu proses
yang didahului dengan penguapan senyawa cair, kemudian mengembunkan uap
yang terbentuk sehingga mencair kembali. Proses yang dilakukan yaitu larutan

18

diuapkan pada alat uap yang kemudian mengental kembali membentuk cairan. Itu
jelas bahwa zat pengotor non-volatil mungkin dapat dipisahkan dengan metode ini.
Ketika dua atau lebih unsur volatil dari campuran bisa dipisahkan dengan destilasi.
Macam-Macam Destilasi
Destilasi Uap
Proses penyaringan suatu campuran air dan bahan yang tidak larut sempurna
atau larut sebagian dengan menurunkan tekanan sistem sehingga didapatkan
hasil penyulingan jauh dibawah titik didih awal.
Destilasi Vakum
Untuk memurnikan senyawa yang larut dalam air dengan titik didih tinggi
sehingga tekanan lingkungan harus diturunkan agar tekanan sistem turun.
Destilasi Biasa
Untuk memurnikan campuran senyawa dimana komponen-komponen yang
akan dipisahkan memiliki titik didih yang jauh berbeda.

19

Prinsip Destilasi Jenis-jenis alat pengontak padatan dengan pelarut :


Alat dengan unggun tetap (fixed bed),
Alat dengan unggun tetap dimana pelarut dilewatkan melalui partikel
padatan, yang tersusun dalam suatu unggun tetap. Alat ini berupa bejana
silinder tegak yang dibagi dua oleh sebuah pelat miring. Bagian atas diisi
bahan yang akan disari, disemprot dengan pelarut melalui distributor pelarut
merendam bahan dan keluar melalui pipa turun (down comer). Larutan yang
dikumpulkan diruang bawah di didihkan dengan pipa steam. Uap pelarut dan
dan uap air dikondensasikan, air dipisah dan pelarut dipakai lagi.
Alat dengan kontak terdispersi (dispersed contact)
Alat dengan kontak terdispersi dimana partikel padatan
didispersikan dalam pelarut, sehingga di samping terjadi pergerakan relatif
antara partikel padatan dan pelarut terdapat pula pergerakan relatif antara
partikel padatan itu sendiri. Alat ekstraksi dengan unggun tetap yang paling
sederhana terdiri dari tangki terbuka dengan dasar berlubang-lubang. Ke dalam
tangki tersebut diisikan padatan, sebagai unggun tetap, sedang pelarut dialirkan
secara gravitasi atau secara paksadengan menggunakan pompa. Contoh alat
ekstraksi jenis ini adalah leaching tank. Di dalam tangki ini padatan dan
npelarut diaduk bersama dan kemudian dipisahkan. Peisahan
dapat dilaksanakan di dalam tangki yang sama maupun dalam satu unit yang
terpisah, dengan cara dekantasi atau filtrasi.
Alat dengan Unggun Bergerak
Alat ini terdiri dari sejumlah ember yang berlubang-lubang, disusun seperti
bucket elevator dan berada dalam suatu ruangan kedap uap. Alat digunakan
untuk bahan padat yang tidak hancur selama diekstraksi . Bahan umpan
dimasukkan dari sebelah kanan atas kedalam ember yang akan bnergerak ke
bawah. Pelarut segar disemprotkan dari atas ke ember yang berisi bahan padat
yang akan segera dikeluarkan (disebelah kiri). Larutan mengalir kebawah
berlawanan arah dengan aliran bahan. Larutan ini mengumpul dibawah, masih
berupa larutan encer dari bawah half micela ini disemprotkan bahan yang
segar yang baru masuk. Larutan mengalir kebawah searah dengan aliran bahan.

20

Dari bawah larutan yang telah pekat ini dikeluarkan ( miscela ) untuk
kemudian pelarutnya dipisahkan.
Bahan padat dimasukkan dari kanan atas, terangkut ke bawah oleh screw
onveyor selanjutnya berganti arah menuju kaki satunya dan keluar dari atas
kiri. Selama gerakan bahan berlawanan arus dengan aliran pelarut yang masuk
kaki iri.
Tipe pengadukan dalam bejana
Digunakan bila ukuran bahana cukup halus sehingga mudah
disuspensikan dengan sedikit pengadukan. Bahan dimasukkan dalam bejana
berisi pelarut diaduk-aduk.
Untuk

merancang

peralatan

ekstraksi

padat-cair

perlu

dilakukan

tahapan

perancangan berikut:
Menghitung jumlah tahap yang diperlukan untuk memperoleh solut dalam
jumlah tertentu, dengan data yang ada: kadar solut di dalam campuran padatan
umpan, dan konsentrasi solut dalam larutan pada akhir tahap operasi
Menghitung jumlah solut yang dapat dipisahkan dari campuran umpan dengan
menggunakan beberapa data yang diketahui seperti kadar zat terlarut dalam
padatan umpan, jumlah tahap pencucian, dan metoda operasi yang dipilih.
Uap
Campuran substansi yang tidak larut menunjukkan reaksi yang sangat
beda dalam larutan homogen dan deskripsi sifatnya memerlukan hukum fisik
yang berbeda. Dasar aturan dapat dipakai dengan mempertimbangkan akibat
naiknya deviasi pada hukum rault. Satu gejala dari deviasi positif adalah dalam
diagram hubungan antara tekanan dengan temperatur. Pada batas deviasi positif
besar dari hukum rault, dua komponen dapat larut dan komponen tersebut
menguap yang secara matematis memberikan tekanan total yang merupakan
jumlah total dari tekanan masing-masing.

5) Peralatan Ekstraksi Padat-Cair

21

Jenis-jenis alat pengontak padatan dengan pelarut :


Alat dengan unggun tetap (fixed bed),
Alat dengan unggun tetap dimana pelarut dilewatkan melalui partikel
padatan, yang tersusun dalam suatu unggun tetap. Alat ini berupa bejana
silinder tegak yang dibagi dua oleh sebuah pelat miring. Bagian atas diisi
bahan yang akan disari, disemprot dengan pelarut melalui distributor pelarut
merendam bahan dan keluar melalui pipa turun (down comer). Larutan yang
dikumpulkan diruang bawah di didihkan dengan pipa steam. Uap pelarut dan
dan uap air dikondensasikan, air dipisah dan pelarut dipakai lagi.
Alat dengan kontak terdispersi (dispersed contact)
Alat dengan kontak terdispersi dimana partikel padatan
didispersikan dalam pelarut, sehingga di samping terjadi pergerakan relatif
antara partikel padatan dan pelarut terdapat pula pergerakan relatif antara
partikel padatan itu sendiri. Alat ekstraksi dengan unggun tetap yang paling
sederhana terdiri dari tangki terbuka dengan dasar berlubang-lubang. Ke dalam
tangki tersebut diisikan padatan, sebagai unggun tetap, sedang pelarut dialirkan
secara gravitasi atau secara paksadengan menggunakan pompa. Contoh alat
ekstraksi jenis ini adalah leaching tank. Di dalam tangki ini padatan dan
npelarut diaduk bersama dan kemudian dipisahkan. Peisahan
dapat dilaksanakan di dalam tangki yang sama maupun dalam satu unit yang
terpisah, dengan cara dekantasi atau filtrasi.
Alat dengan Unggun Bergerak
Alat ini terdiri dari sejumlah ember yang berlubang-lubang, disusun seperti
bucket elevator dan berada dalam suatu ruangan kedap uap. Alat digunakan
untuk bahan padat yang tidak hancur selama diekstraksi . Bahan umpan
dimasukkan dari sebelah kanan atas kedalam ember yang akan bnergerak ke
bawah. Pelarut segar disemprotkan dari atas ke ember yang berisi bahan padat
yang akan segera dikeluarkan (disebelah kiri). Larutan mengalir kebawah
berlawanan arah dengan aliran bahan. Larutan ini mengumpul dibawah, masih
berupa larutan encer dari bawah half micela ini disemprotkan bahan yang
segar yang baru masuk. Larutan mengalir kebawah searah dengan aliran bahan.
Dari bawah larutan yang telah pekat ini dikeluarkan ( miscela ) untuk
kemudian pelarutnya dipisahkan.

22

Bahan padat dimasukkan dari kanan atas, terangkut ke bawah oleh screw
onveyor selanjutnya berganti arah menuju kaki satunya dan keluar dari atas
kiri. Selama gerakan bahan berlawanan arus dengan aliran pelarut yang masuk
kaki iri.
Tipe pengadukan dalam bejana
Digunakan bila ukuran bahana cukup halus sehingga mudah
disuspensikan dengan sedikit pengadukan. Bahan dimasukkan dalam bejana
berisi pelarut diaduk-aduk.
Untuk

merancang

peralatan

ekstraksi

padat-cair

perlu

dilakukan

tahapan

perancangan berikut:
Menghitung jumlah tahap yang diperlukan untuk memperoleh solut dalam
jumlah tertentu, dengan data yang ada: kadar solut di dalam campuran padatan
umpan, dan konsentrasi solut dalam larutan pada akhir tahap operasi
Menghitung jumlah solut yang dapat dipisahkan dari campuran umpan dengan
menggunakan beberapa data yang diketahui seperti kadar zat terlarut dalam
padatan umpan, jumlah tahap pencucian, dan metoda operasi yang dipilih.

6) Prinsip Kerja Ekstraksi Padat-Cair


Ada dua jenis ekstraktor yang lazim digunakan pada skala laboratorium,
yaitu ekstraktor Soxhlet dan ekstraktor Butt.
Pada ekstraktor Soxhlet, pelarut dipanaskan dalam labu didih sehingga
menghasilkan uap. Uap tersebut kemudian masuk ke kondensor melalui pipa
kecil dan keluar dalam fasa cair. Kemudian pelarut masuk ke dalam selongsong
berisi padatan. Pelarut akan membasahi sampel dan tertahan di dalam
selongsong sampai tinggi pelarut dalam pipa sifon sama dengan tinggi pelarut
di selongsong. Kemudian pelarut seluruhnya akan menggejorok masuk kembali
ke dalam labu didih dan begitu seterusnya. Peristiwa ini disebut dengan efek
sifon.

23

Prinsip kerja ekstraktor Butt mirip dengan ekstraktor Soxhlet. Namun pada
ekstraktor Butt, uap pelarut naik ke kondensor melalui annulus di antara
selongsong dan dinding dalam tabung Butt. Kemudian pelarut masuk ke dalam
selongsong langsung lalu keluar dan masuk kembali ke dalam labu didih tanpa
efek sifon. Hal ini menyebabkan ekstraksi Butt berlangsung lebih cepat dan
berkelanjutan (rapid). Selain itu ekstraksinya juga lebih merata. Ekstraktor Butt
dinilai lebih efektif daripada ekstraktor Soxhlet.

24

7) Contoh Ekstraksi Padat-Cair


1. Minyak Atsiri
Bunga, daun, dan akar dari berbagai tumbuhan mengandung bahan yang
mudah menguap dan berbau wangi yang disebut minyak atsiri. Minyak atsiri
merupakan bahan yang mudah menguap sehingga mudah dipisahkan dari bahanbahan lain yang terdapat pada tumbuhan. Cara yang umum digunakan untuk
memisahkan minyak atsiri adalah destilasi uap. Cara ini dilakukan dengan
mengalirkan uap air kedalam tumpukan jaringan tumbuhan sehingga minyak atsiri
tersuling bersama-sama dengan uap air.
Minyak atsiri bukan senyawa murni, akan tetapi merupakan campuran senyawa
organik yang terdiri dari berbagai macam komponen yang berlainan. Penelitian ini
menunjukkan bahwa sebagian komponen minyak atsiri adalah senyawa yang
mengadung atom C dan atom H atau atom C, H, dan O yang tidak bersifat aromatik
dan secara umum disebut terpenoid.
Kegunaan Minyak Atsiri
Minyak atsiri banyak digunakan dalam industri sebagai bahan pewangi atau
penyedap (flavoring). Beberapa minyak atsiri dapat digunakan sebagai bahan
antiseptik internal atau eksternal, sebagai bahan analgesik, haemolitik atau sebagai
anti zymatik, sebagai sedativ, stimulatis, untuk obat sakit perut, obat cacing.
Minyak atsiri mempunyai sifat membius, merangsang, atau memuakkan. Industri
minyak atsiri merupakan suatu sektor yang dapat menunjang ekonomi suatu negara.
Dalam setahun, sirkulasi penjualan minyak atsiri dapat mencapai hasil beberapa
juta dolar sedangkan sirkulasi barang-barang yang menggunakan minyak atsiri
dapat mencapai hasil beberapa milyar per tahun.
Penyulingan Minyak Atsiri
Salah satu cara untuk meng-isolasi minyak atsiri dari bahan tanaman penghasil
minyak atsiri adalah dengan penyulingan, yaitu pemisahan komponen yang berupa
cairan dua macam campuran atau lebih berdasarkan perbedaan titik didih. Proses
tersebut dilakukan terhadap minyak atsiri yang tidak larut dalam air. Berdasarkan

25

kontak antara uap air dan bahan yang akan disuling, metode penyulingan minyak
atsiri dibedakan atas tiga cara, yaitu:
Penyulingan dengan air,
Bahan yang akan disuling kontak langsung dengan air mendidih. Mengapung
atau terendamnya bahan tersebut tergantung dari bobot jenis dan jumlah bahan
yang disuling. Metode ini dilakukan dengan panas langsung,mantel uap,pipa uap
yang berlingkar tertutup tatau dengan memakai pipa uap berlingkar terbuka atau
berlubang
Penyulingan dengan uap dan air
Bahan olah diletakkan di ata rak-rak atau saringan berlubang. Ketel suling diisi
dengan air sampai permukaan air berada tidak jauh di bawah saringan. Air juga
dapat dipanaskan dengan ap jenh yang basah dan bertekanan rendah. Ciri khas
metode ini yaitu uap selalu dalam keadaan basah, jenuh, dan tidak terlalu
panas;bahan yang disulng hanya berhubungan dengan uap dan tidak dengan air
panas.
Penyulingan dengan uap.
Air tidak diisikan dalam ketel. Uap yang digunakan adalah uap jenuh atau uap
kelewat panas pada tekanan lebih dari 1 atmosfer. Uap dialirkan melalui pipa
uap berlingkar yang berpori dan terletak di bawah bahan dan uap bergeerak ke
atas melalui bahan yang terletak di atas saringan.
Proses utama yang terjadi pada peristiwa hidro destilasi yaitu
difusi minyak atsiri dan air panas melalui membran tanaman (hidrodifusi)
Hidrolisa terhadap beberapa komponen minyak atsiri
Dekomposisi yang biasanya disebabkan oleh panas
Penyulingan dengan air serta penyulingan dengan uap dan air lebih sesuai
bagi industri kecil karena lebih murah dan konstruksi alatnya sederhana. Namun
penyulingan dengan uap dan air memiliki kelemahan, yaitu membutuhkan uap air
yang cukup besar. Hal ini karena sejumlah besar uap akan mengembun dalam
jaringan tanaman sehingga bahan bertambah basah dan mengalami aglutinasi.
Untuk mengatasi kelemahan ini, telah dikembangkan model pe-nyulingan uap dan
air yang dikombinasikan dengan sistem kohobasi. Pada sistem ini pemanasan air

26

dalam ketel penyulingan dilakukan secara langsung terhadap dasar ketel. Dengan
sistem ini, bahan bakar dapat dihemat sampai 25%, karena air yang digunakan
hanya 40% dari yang normal.
Untuk penyulingan minyak atsiri dengan kapasitas 1.000 liter, sistem
pemanasan air dalam ketel harus ditambah dengan pemanasan air semiboiler.
Pemanasan air semi- boiler dapat dilakukan dengan cara memasang pipa-pipa kecil
yang mengalirkan panas dari asap sisa bakar (flue gas) pada air dalam ketel.

Komponen Minyak Atsiri


Walaupun minyak atsiri mengandung bermacam-macam komponen kimia
yang berbeda, namun komponen-komponen tersebut dapat digolongkan ke dalam
empat kelompok besar yang dominan menentukan sifat minyak atsiri, yaitu:

Terpen, yang ada hubungan dengan iso prena atau iso pentana
Persenyawaan berantai lurus, tidak mengandung rantai cabang
Turunan benzena
Bermacam-macam persenyawaan lain

2. Kemiri
Kemiri

(Alpinia

purpurata),

masuk

ke

dalam

famili

tumbuhan

Zingiberaceae. Ia mengandung suatu minyak termasuk yang bisa digunakan untuk


campuran shampo, mengatasi ejakulasi dini dan mengobati diare serta membunuh
jamur pada kulit. Tapi, bila takaran tak sesuai, bisa menjadi racun. kemiri
ditemukan menyebar di seluruh dunia. Untuk tumbuh, kemiri menyukai tanah
gembur, sinar matahari banyak, sedikit lembab, tetapi tidak tergenang air. Kondisi
tanah yang disukai berupa tanah liat berpasir, banyak mengandung humus. Dapat
tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1.200 meter di permukaan laut. Untuk
mengembangbiakkan tanaman ini dapat dilakukan dengan potongan rimpang yang
sudah memiliki mata tunas. Selain itu dapat pula dengan memisahkan sebagian

27

rumpun anakan. Pemeliharaannya mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup


air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan.
Kandungan Kimia kemiri
Rimpang, batang dan daun Alpinia purpurata mengandung saponin dan
tanin, di samping itu rimpang dan batang mengandung flavonoida, juga rimpangnya
mengandung minyak atsiri.
Minyak dan lemak (trigliserida) yang diperoleh dari berbagai sumber
mempunyai sifat fisiko-kimia yang berbeda satu sama lain, karena perbedaan
jumlah dan jenis ester yang terdapat di dalamnya. Minyak dan lemak tidak berbeda
dalam bentuk umum trigliseridanya dan hanya berbeda dalam bentuk (wujud).
Disebut minyak jika berbentuk padat pada suhu kamar.
Sifat fisiko-kimia biasanya berada dalam suatu kisaran nilai, karena
perbedaannya cukup kecil, nilai tersebut dinamakan konstanta. Konstanta fisik
yang dianggap cukup penting adalah berat jenis, indeks bias dan titik cair,
sedangkan konstanta kimia yang penting adalah bilangan iod, bilangan
penyabunan, bilangan Reichert Meisce, bilangan Polenske, bilangan asam dan
residu fraksi tak tersabunkan.
Komposisi atau jenis asam lemak dan sifat fisiko-kimia tiap jenis minyak
berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh perbedaan sumber, iklim, keadaan tempat
tumbuh dan pengolahan (Anonim, 1990).

3. Iodium
Salah satu contoh ekstraksi padat-cair (solid-liquid extraction) adalah
ekstraksi padat-cair Iodium. Iodium merupakan senyawa non-polar, yang memiliki
suatu interaksi yang lemah terhadap molekul air yang memiliki ikatan hidrogen.
Energi yang berhubungan dengan interaksi antaran iodium dan air tidak cukup
untuk mengimbangi kehilangan energi dari interaksi antara molekul air satu dengan
molekulairlainnya.

28

Hal ini berarti bahwa tidak akan banyak iodium yang akan larut di dalam
air. Jika suatu pelarut yang memiliki interaksi yang lemah dengan air dimasukkan
ke dalam sistem ini maka iodium akan lebih mudah menganggu interaksi ini dan
akan melarutkan dirinya diantara molekul-molekul pelarut ini seperti pelarut
sikloheksana atau kloroform. Pelarut ini tidak memiliki ikatan hidrogen dan hanya
bersifat sedikit polar. Artinya akan lebih mudah iodium terlarut di dalam pelarut
nonpolar walaupun tidak seluruhnya sehingga sistem ini berhubungan dengan
kesetimbangan.

2.8.2 Ekstraksi Cair-Cair


1) Pengertian Ekstraksi Cair-Cair
Ekstraksi cair-cair adalah proses pemindahan suatu komponen campuran cairan dari
suatu larutan ke cairan yang lain (yaitu pelarutnya). Pada suatu campuran dua
cairan yang saling larut, salah satu adalah sebagai zat terlarut (solute), dan yang
lain adalah sebagai zat pembawanya (diluent). Jika suatu campuran dimurnikan
dengan bantuan cairan ketiga, yang disebut dengan zat pelarut (solvent) dan zat
pelarutnya tidak mudah larut atau larut sebagian, maka akan terbentuk dua fase
lapisan. Kejadian ini menunjukkan bahwa zat pelarut larut bagian dengan zat
pembawa atau dengan kedua zat pembawa dan zat terlarutnya pada temperatur
tersebut. Lapisan yang kaya-zat pelarut disebut dengan fase ekstrak, dan lapisan
yang lain disebut dengan fase rafinat. Setelah kondidi kesetimbangan dicapai, pada
analisis akan didapatkan bahwa fase ekstrak terdiri dari zat pelarut yang jenuh
dengan acuan terhadap kedua zat terlarut dan zat pembawanya, dan fase rafinat
akan terdiri atas zat pembawa yang jenuh dengan acuan terhadap kedua zat terlarut
dan zat pelarut. Menurut Ladda (1976), ekstraksi cair-cair digunakan jika
pemisahan dengan operasi lainnya tidak dapat dicapai seperti: distilasi, evaporasi,
kristalisasi dan lain-lain.

2) Tujuan Ekstraksi Cair-Cair


a. Ekstraksi cair-cair terutama digunakan, bila pemisahan campuran dengan
cara distilasi tidak mungkin dilakukan (misalnya karena pembentukan
aseotrop atau karena kepekaannya terhadap panas) atau tidak ekonomis.

29

b. Pencampuran secara intensif bahan ekstraksi dengan pelarut, dan pemisahan


kedua fasa cair itu sesempurna mungkin.
c. untuk memisahkan analit yang dituju dari penganggu dengan cara
melakukan partisi sampel antar 2 pelarut yang tidak saling campur. Salah
satu fasenya seringkali berupa air dan fase yang lain adalah pelarut organik.

3) Prinsip Proses Ekstraksi Cair-Cair


Ekstraksi

cair-cair

menggunakan

prinsip

kesetimbangan

dengan

pencampuran terjadi perpindahan massa, yaitu ekstrak meninggalkan pelarut yang


pertarna (media pembawa) dan masuk ke dalam pelarut kedua (media ekstraksi).
Sebagai syarat ekstraksi ini, bahan ekstraksi dan pelarut tidak saling melarut (atau
hanya dalam daerah yang sempit).
Dapat di ilustrasikan dua macam pelarut A dan B tidak saling bercampur,
keduanya dapat melarutkan zat X dengan kelarutan berbeda. Jika A yang
mengandung X dikontakkan secara intesif dengan B, maka sebagian X akan
terdistribusi ke dalam B hingga mencapai kesetimbangan. pemisahan semacam ini
disebut ekstraksi. Dimana, hasil ekstraksi disebut ekstrak, sedangkan larutan residu
disebut rafinat. Agar terjadi perpindahan masa yang baik yang berarti performansi
ekstraksi yang besar haruslah diusahakan agar terjadi bidang kontak yang seluas
mungkin di antara kedua cairan tersebut. Untuk itu salah satu cairan distribusikan
menjadi tetes-tetes kecil (misalnya dengan bantuan perkakas pengaduk).
Tentu saja pendistribusian ini tidak boleh terlalu jauh, karena akan
menyebabkan terbentuknya emulsi yang tidak dapat lagi atau sukar sekali dipisah.
Turbulensi pada saat mencampur tidak perlu terlalu besar. Yang penting perbedaan
konsentrasi sebagai gaya penggerak pada bidang batas tetap ada. Hal ini berarti
bahwa bahan yang telah terlarutkan sedapat mungkin segera disingkirkan dari
bidang batas. Pada saat pemisahan, cairan yang telah terdistribusi menjadi tetestetes hanis menyatu kembali menjadi sebuah fasa homogen dan berdasarkan
perbedaan kerapatan yang cukup besar dapat dipisahkan dari cairan yang lain.
Berbagai jenis metode pemisahan yang ada, ekstraksi pelarut atau juga
disebut juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik dan
popular. Pemisahan ini dilakukan baik dalam tingkat makro maupun mikro. Prinsip
distribusi ini didasarkan pada distribusi zat terlarut dengan perbandingan tertentu
antara dua zat pelarut yang tidak saling bercampur. Batasannya adalah zat terlarut

30

dapat ditransfer pada jumlah yang berbeda dalam kedua fase terlarut. Teknik ini
dapat digunakan untuk kegunaan preparatif, pemurnian, pemisahan serta analisis
pada semua kerja.
Kecepatan pembentukkan fasa homogen yang diikuti dengan menentukan output
sebuah ekstraktor cair-cair. Kuantitas pemisahan waktu dalam hal ini semakin besar
jika permukaan lapisan antar fasa di dalam alat semakin luas. sama halnya seperti
pada ekstraksi padat-cair, alat ekstraksi tak kontinue dan kontinue yang akan
dibahas berikut ini seling kali merupakan bagian dari suatu instalasi lengkap.
Instalasi tersebut biasanya terdiri atas ekstraktor yang sebenarnya (dengan zonezone pencampuran dan pemisahan) dan sebuah peralatan yang dihubungkan di
belakangnya (misalnya alat penguap, kolom rektifikasi) untuk mengisolasi ekstrak
atau memekatkan larutan ekstrak dan mengambil kembali pelarut.
Untuk mencapai proses ekstraksi cair-cair yang baik, pelarut yang digunakan harus
memenuhi kriterIa sebagai berikut (Martunus & Helwani, 2004;2005) :
1. Kemampuan tinggi melarutkan komponen zat terlarut di dalam campuran
2. Kemampuan tinggi untuk diambil kembali
3. Perbedaan berat jenis antara ekstrak dan rafinat lebih besar
4. Pelarut dan larutan yang akan diekstraksi harus tidak mudah campur
5. Tidak mudah berekasi dengan zat yang akan diekstraksi harus tidak mudah
campur
6. Tidak mudah bereaksi dengan zat yang akan diekstrak
7. Tidak merusak alat secara korosi
8. Tidak mudah terbakar, tidak mudah beracun dan harganya relatif murah

4) Peralatan Ekstraksi Cair-Cair


a. Alat ekstraksi skala laboraturium antara lain corong pemisah dan ekstraktor
kontinue.
b. Alat ekstraksi skala industri antara lain menara ekstraksi semprot, menara
piring perforasi, dan menara aduk, mixer settler, menara pelat ayak, ekstraksi
sentrifugal.

31

i.

Menara Ekstraksi Semprot

Zat Cair
Berat Masuk

Zat Cair Ringan


Kelur

Zat Cair Ringan


Masuk
Zat Cair Berat
ii. Menara Piring-PerforasiKeluar

32

iii.

Ekstraktor Menara Aduk

iv. Menara Pelat Ayak atau Sieve Tray

v. Ekstarksi Sentrifugal

33

vi.

Mixer Settler

5) Prinsip Kerja Ekstraksi Cair-Cair


a. Menara Ekstraksi Semprot

34

Dalam menara ekstraksi berlangsung kontak diferensial, bukan kontak


tahap, pencampuran, dan pengendapan berlangsung secara serentak dan
sinambung. Dalam menara semprot atau menara sembur (spray tower) yang
terlihat pada gambar 5.1 zat cair yang lebih ringan dimasukkan di bawah dan
disebarkan dalam bentuk tetesan-tetesan kecil dengan bantuan nosel. tetesantetesan zat cair ringan itu naik melalui massa zat cair berat yang mengalir ke
bawah sebagai suatu arus kontinue. Tetesan-tetesan itu lalu mengumpul di atas
dan menjadi arus zat cair ringan yang keluar dan puncak menara. zat cair berat
keluar dan dasar menara. Fase ringan terdispersi sedang fase berat kontinue
atau bisa terbalik, dimana fase berat disemprotkan ke dalam fase ringan di
puncak kolom, dan jatuh sebagai fase terdispersi di dalam fase ringan yang
kontinue.
Antara kedua fase itu terdapat perpindahan massa secara kontinue, dan
komposisi masing-masing fase berubah pada waktu mengalir di dalam menara
itu. keseimbangan tentu tidak percaya pada setiap ketinggian, bahkan,
penyimpangan dan keseimbangan inilah yang menjadi gaya-dorong bagi
perpindahan massa. Laju perpindahan massa relatif kecil dibandingkan dengan
clistilasi atau absorpsi, sehingga kolom yang tinggi sekali pun hanyalah
ekivalen dengan beberapa tahap sempurna.
b. Menara Piring-Perfonasi
Pendispersian ulang tetesan-tetesan zat cair dapat pula dilakukan
dengan piring-pirig berperforasi (lubang-lubang) transversal dengan diameter
lubang 1,5 sampai 4,5 mm. Jarak antara piring adalah 6 sampai 24 in. (150
sampai 600 mm). Biasanya zat cair ringan merupakan fase yang terdispersi,
dan saluran limpah membawa fase berat yang kontinue dan piring yang satu ke
piring berikutnya. Sebagaimana terlihat pada gambar 5.2 a , zat cair ringan
mengumpul dalam suatu lapisan tipis dibawah setiap piring dan mengalir ke
dalam lapisan zat cair berat yang tebal yang terdapat di atas piring itu.
Modifikasi rancang itu terlihat pada gambar

5.2 b, di mana perforasinya

hanya ada pada satu sisi piring saja, yang ditempatkan berganti-ganti di seblah
kin pkmg yang satu dan diseblah kanan piring berikutnya.
c. Ektraktor Menara-Aduk

35

Pada pencampur-pengendap, energi mekanik diberikan dan luar untuk


mencampurkan dua fase zat cair, tetapi menara ekstraksi yang kita uraikan di
atas tidak ada yang demikian. Semuanya hanya bergantung pada aliran
gravitasi, baik untuk pencampuran maupun pemisahan. Tetapi, pada beberapa
ekstraktor menara tertentu, energi mekanik itu diberikan melalui turbin, atau
agitator di dalam menara itu, yang dipasang path suatu poros putar yang
diapasang pada sumbu menara.
Pada kontraktor piring putar (rotating disk contactor) yang terlihat pada
gambar 5.3 a, zat cair itu didispersikan oleh piring-piring datar yang
melemparkannya ke luar ke arah dinding menara, karena adanya cincin-cincin
stator (diam) terdapat zone-zone tenang yang memungkinkan kedua fase itu
memisah. dalam rancang yang lain, perangkat impelernya dipisah-pisah oleh
bagian penenang sehinggal seakan-akan merupakan seperangkat pencampurpengendap yang tersusun vertikal. Pada ekstraktor York-Scheibel pada gambar
5.3 b, daerah di sekeliling agitor diisi dengan kawat ayak yang membantu
berlangsungnya koalesensi dan pemisahan fase. Sebagian besar ekstraksi
berlangsung pada bagian penenangan, sehingga efesiensi setiap unit
pencampuran pengendap kadang-kadang lebih dari 100 persen.
c. Menara Pelat Ayak atau Sieve Tray
Menara pelat ayak dapat digunakan untuk operasi ekstraksi dengan
efektif dan efisien.
Spesifikasinya adalah :

Kapasitas tinggi

Efisiensi tinggi

Pressure drop sedang

Biaya instalasi dan perawatan murah

Korosi rendah

d. Ekstraktor Sentrifugal
Dalam alat ini cairan ringan dan berat dicampur dengan bantuan gaya
sentrifugal.
Ekstraktor sentrifugal terdiri dari pelat-pelat berlubang-lubang kecil yang
digulung berupa spiral mengelilingi sebuah poros mendatar. Poros mampu

36

berputar 2000-5000 rpm. Cairan masuk melalui rongga (saluran) pada poros.
Cairan berat masuk ditengah-ditengah dan yang ringan masuk disekelilingi
terluar spiral.
Akibat perputaran cairan berat terlempar ke keliling luar menembus
cairan ringan terdesak ke dalam. Aliran berlawanan arah kedua cairan melalui
lubang-lubang pelat akan membentuk dispersi yang baik. Kedua cairan
kemudian dikeluarkan lagi melalui saluran dalam poros.
Alat ini dapat bekerja untuk cairan-cairan yang cenderung (mudah)
membentuk emulsi karena beda kerapatan yang kecil (produk-produk farmasi)
Ekstraktor Luwesta (atau Centri-Westa).
Eksraktor ini merupakan ekstraktor sentrifugal tiga tahap. Cairan berat
e.

dan ringan dipaksa bertemu tiga kali melalui celah-celah di dalam sentrifugal.
Mixer Settler
Alat ini berupa sebuah tangki dengan pengaduk agar kedua cairan dapat
kontak dengan baik. Pada pengadukkan suatu fasa terdispersi pada fasa lainnya
berupa butiran-butiran halus. Makin halus butiran makin luas antar muka kedua
fasa tersebut. Dilain pihak bila butiran terlampau halus sukar mengendap
sehingga pemisahan kedua fasa agak lama. Campuran dua fasa dipisahkan
dalam alat yang lain yaitu pengendap (Settler). Kedua fasa akan memisah dan
dapat dialirkan keluar secara terpisah.

6) Contoh Ekstraksi Cair-Cair


Dalam produksi bahan bakar pada industri nuklir, proses cairan-cairan coal
tar, dan terutama pada pemisahan hidrokarbon pada industri petrokimia
Pemisahan aromatik dari minyak bakar berbasis kerosin untuk
meningkatkan kualitas pembakaran
Pemisahan aromatik dari senyawaan parafin atau nafta untuk meningkatkan
karakter viskositas-suhu suatu minayk pelumas
Pengambilan senyawa relatif murni seperti benzena, toluen dan xylene dari
reformat yang dihasilkan secara katalitis pada industri
Produksi asam asetat anhidrat
Ekstraksi phenol dari larutan coal tar
Pemurnian penicilin (dari senyawaan lain sebagai hasil fermentasi yang
sangat kompleks)
Pada industri bioteknologi (biokimia) diperlukan ekstraktan (solven) yang
sangat lembut dan khusus (misal: campuran air - polyethylene glycol

37

phosphat) mengingat banyak solven organik dapat mendegradasi bahanbahan yang sensitif (seperti protein)

7)

Istilah-istilah Ekstraksi Cair-cair


Bahan ekstraksi: Campuran bahan yang akan diekstraksi
Pelarut: Cairan yang digunakan untuk melangsungkan ekstraksi
Estrak: Bahan yang dipisahkan dari bahan yang diekstraksi
Larutan ekstrak: Pelarut setelah proses pengambilan ekstark
Rafinat: Bahan ekstraksi setelah diambil ekstraknya
Ekstraktor: Alat ekstraksi
Ekstraksi cair-cair: Ekstraksi dari bahan ekstraksi yang cair

38

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan

Ekstraksi adalah Ekstraksi adalah salah satu proses pemisahan atau


pemurnian suatu senyawa dari campurannya dengan bantuan pelarut.
Pelarut

yang

digunakan

harus

dapat

mengekstrak

substansi

yang

diinginkan tanpa melarutkan material suatu bahan lainnya. Ekstraksi


merupakan salah satu metode pemisahan yang menggunakan sifat fisis,
yaitu perbedaan kelarutan komponen-komponen dalam larutan dengan
menggunakan larutan lain sebagai media pemisah. Pemisahan larutan
dengan ekstraksi digunakan untuk memisahkan komponen-komponen yang
mempunyai perbedaan titik didih yang relatif kecil tetapi mempunyai
perbedaan kelarutan yang cukup besar dengan suatu pelarut.
Ekstraksi
cair-cair
menggunakan
prinsip
kesetimbangan

dengan

perpindahan massa zat terlarut (fasa disperse) dan larutan yang diekstraksi
kelarutan yang digunakan sebagai pelarut (fasa kontinu). Menurut Ladda
(1976), ekstraksi cair-cair digunakan jika pemisahan denganoperasi lainnya
tidak dapat dicapai seperti: distilasi, evaporasi, kristalisasi dan lain-lain
Ekstraksi cair-cair adalah proses pemisahan suatu komponen dari fasa cair
kefasa cair lainnya.

Peralatan ekstraksi padat cair


skala laboratorium antara lain aparat soxhlet dan ekstraktor kontinu
Alat dengan nggun tetap (fixed bed)
alat dengan kontak terdispersi
Alat dengan unggun bergerak
Tipe pengadukan dalam bejana
Peralatan Ekstraksi Cair-Cair
Skala laboratorium antara lain corong pemisah dan ekstraktor kontinu
Skala industri antara lain menara ekstraksi semprot, menara piring perforasi dan
menara aduk, sieve tray, mixer settler, menara plat ayak.

39

DAFTAR PUSTAKA
http://caesarvery.blogspot.com/2012/11/desain-kolom-pemisah-distilasi.html.
Diakses pada tanggal 09 Maret 2013.
http://distantina.staff.uns.ac.id/files/2009/10/5-ekstraksi-d3.pdf.

Diakses

pada

tanggal 10 Maret 2013.


http://www.chem-is-try.org/kata_kunci/ekstraksi-padat-cair/. Diakses pada tanggal
10 Maret 2013.
Tim Penyusun.Pengantar Ekstraksi Cair-Cair. Jakarta : Prees Translate.
www.youtube.com

40

Soal dan Jawaban Ekstraksi


1.

2.

3.

4.

Kapan Ekstraksi cair-cair digunakan?


Jawab :
Saat pemisahan dengan operasi lainnya tidak dapat dicapai, seperti destilasi, evaporasi,
kristalisasi dan lain-lain.
Ekstraksi cair-cair adalah?
Jawab :
proses pemindahan suatu komponen campuran cairan dari suatu larutan ke cairan yang
lain (yaitu pelarutnya).
Pada ekstraksi cair-cair akan terjadi dua fase, sebutkan dan jelaskan!
Jawab :
Fase rafinat adalah fase residu, berisi diluen dan sisa solut
Fase ekstrak adalah fase yang berisi solut dan solven
Jelaskan secara singkat ilustrasi prinsip dasar ekstraksi!
Jawab :
Dapat di ilustrasikan dua macam pelarut A dan B tidak saling bercampur, keduanya
dapat melarutkan zat X dengan kelarutan berbeda. Jika A yang mengandung X
dikontakkan secara intesif dengan B, maka sebagian X akan terdistribusi ke dalam B

5.
6.

hingga mencapai kesetimbangan.


Contoh alat ekstraksi cair-cair skala laboraturium adalah
Jawab :
Corong pemisah dan ekstraktor continue
Mengapa menara plat ayak untuk ekstraksi lebih efisien dibandingkan yang lain?
Jawab :
Karena Menara pelat ayak memiliki, Kapasitas tinggi, Efisiensi tinggi, Pressure drop
sedang, Biaya instalasi dan perawatan murah, Korosi rendah

7.

Dalam Menara Ekstraksi Semprot penyimpangan dan keseimbangan sangat penting,


yaitu sebagai
Jawab :
Gaya dorong bagi perpindahan massa

8.

Gambarkan secara singkat Ekstraktor Sentrifugal!


Jawab :
Ekstraktor sentrifugal terdiri dari pelat-pelat berlubang-lubang kecil yang
digulung berupa spiral mengelilingi sebuah poros mendatar. Poros mampu berputar
2000-5000 rpm. Cairan masuk melalui rongga (saluran) pada poros. Cairan berat

masuk ditengah-ditengah dan yang ringan masuk disekelilingi terluar spiral.


Sebutkan alat ekstraksi cair-cair yang bergantung pada gravitasi!
Jawab :
Menara ekstraksi semprot, menara piring perfonasi
10. Sebutkan beberapa contoh ekstraksi cair-cair!
9.

41

Jawab :
Dalam produksi bahan bakar pada industri nuklir, proses cairan-cairan coal tar,
dan terutama pada pemisahan hidrokarbon pada industri petrokimia
Pemisahan aromatik dari minyak bakar berbasis kerosin untuk meningkatkan
kualitas pembakaran
Produksi asam asetat anhidrat
Ekstraksi phenol dari larutan coal tar
Pemurnian penicilin (dari senyawaan lain sebagai hasil fermentasi yang sangat
kompleks)
11. Sebutkan fraktor yang mempengaruhi ekstraksi pada-cair ?
Jawab : Jenis pelarut, volume pelarut, temperatur, ukuran partikel, pengadukan, dan
lama waktu
12. Jelaskan bagaimana prinsip kerja ekstraktor soxhlet ?
Jawab :Pada ekatraktor soxhlet pelarut dipanaskan dalam labu didih sehingga
menghasilkan uap. Uap tersebut kemudian masuk ke kondensor melalui pipa kecil dan
keluar dalam fasa cair. Kemudian pelarut masuk ke dalam selongsong berisi padatan.
Pelarut akan membasahi sempel dan tertahan di dalam selongsong sampai titik pelarut
dalam pipa sifon sama dengan tinggi pelarut di selongsong. Kemudian pelarut
selanjutnya akan menggejorok masuk kembali ke dalam labu didih dan begitu
seterusnya. Peristiwa ini di sebut dengan efek sifon.
13. Mengapa ekstraktor butt berlangsung lebih cepat dan lebih efektif daripada ekstraktor
soxhlet

Jawab : Karena pada ekstraktor butt, uap pelarut naik ke kondensor melalui annulus
diantara selongsong dan dinding dalam tabung butt. Kemudian pelarut masuk ke
dalam selongsong langsung lalu keluar dan masuk kembali ke dalam labu didih tanpa
efek sifon. Sedangkan pada ekstraktor soxhlet dengan efek sifon. Sehingga ekstraktor
butt berlangsung lebih bcepat dan efektif daripada ekstraktor soxhlet.
14. . Mengapa jenis pelarut seperti pelarut organik dapat mempengaruhi ekstraksi padatcair

Jawab : Karena pelarut organik sangat cepat menguap sehingga cepat terjadi sirkulasi
uap dan perolehan minyak akan semakin rendah, disamping itu titik didih lebih rendah
akan mempermudah prose pemisahan.
15. Jelaskan pengertian destilasi ?
Jawab : Destilasi adalah suatu pemurnian senyawa organik cair yaitu suatu proses
yang didahului dengan penguapan senyawa cair, kemudian mengembunkan uap yang
terbentuk sehingga mencair kembali.
16. Sebutkan jeni-jenis alat pengontak padatan dengan pelarut ?

42

Jawab : a. Alat dengan unggun tetap (fixed bed)


b. Alat dengan kontak terdispersi (dispersed contact)
c. Alat dengan unggun bergerak
d. Tipe pengaduka dalam bejana
17. Jelaskan teknik proses ekstraksi pada ekstraksi bertahap ?
Jawab: Teknik ini dengan menambahkan pelarut pengekstraksi yang tidak bercampur
dengan pelarut semula, kemudian dilakukan akstraktor soxhlet yang dilakukan secara
berkesinambungan, sehingga terjadi kesetimbangan konsentrasi zat yang akan
diekstraksi pada kedua lapisan. stelah ini tercapai, lapisan didiamkan dan dipisahkan
dengan metode destilasi.
18. Jelaskan pengertian ekstraksi padat cair dan berikan contohnya ?
Jawab :Ekstraksi padat-cair (Leaching) adalah pemisahan satu komponen dari
padatan dengan melarutkannya dalam pelarut, tetapi komponen lainnya tidak dapat
dilarutkan dalam pelarut tersebut. Contohnya Minyak astiri dan kemiri, minyak
kedelai, kopi.
19. Sebutkan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai kecepatan ekstraksi yang
tinggi pada ekstraksi padat-cair ?
Jawab :
a. Karena perpindahan massa berlangsung pada bidang kontak antara fasa padat dan
fasa cair, maka bahan itu perlu sekali memilki permukaan yang seluas mungkin.
b. Kecepatan alir pelarut sedapat mungkin besar dibandingkan dengan laju alir bahan
ekstraksi agar ekstraksi yang terlarut dapat segera diangkut keluar dari permukaan
bahan padat.
c. Suhu yang lebih tinggi (viskositas pelarut lebih rendah, kelarutan ekstrak lebih
besar) pada umumnya menguntungkan unjuk kerja ekstraksi.
20 . Sebutkan macam-macam destilasi?
Jawab :

a. Destilasi uap
b. Dsetilasi vakum
c. Destilasi biasa

21. Apakah yang dimaksud dengan ektraksi ?


Jawab:
salah satu proses pemisahan atau pemurnian suatu senyawa dari campurannya
dengan bantuan pelarut ( yang menggunakan sifat fisis, yaitu perbedaan kelarutan
komponen-komponen dalam larutan dengan menggunakan larutan lain sebagai
media pemisah.)
22.Dalam ekstraksi pelarut yang bisa digunakan adalah ?
Jawab :

43

Pelarut yang harus dapat mengekstraksubtansi yang diinginkan tanpa melarutkan


material suatu bahan lainnya
23.Sebutkan Tujuan dari ekstraksi ?
Jawab :
Memperoleh liquid kental(pekat) yang mengandung sari
Memperoleh Kandungan dari bahan baku tanpa adanya ampas
Memperoleh ekstrak kental(pekat)
24. Sebutkan macam-macam metode penyaringan ?
Jawab :
Maserasi
Perkolasi
Ekstraksi dengan menggunakan Soxhlet
Ekstraksi dengan menggunakan gas superkritis

25.Sebutkan macam-macam proses ektraksi ?


Jawab :
Ektraksi Edeleanu
Ektraksi Furfural
Ektraksi Udex
Ekstraksi Propane Deasphaltinge
Distilasi Ekstraktif
26.Jelaskan apa yang dimaksud dengan ekstraks ?
Jawab:
sediaan pekat yang diperoleh dengan mengektraksi zat aktif dari simplisia
nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian
semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang
tersisa diperlakukan sedemikian rupa hingga memenuhi standar baku yang
ditetapkan

27.Sebutkan hal-hal yang dapat mempengaruhi lamanya proses ekstaksi ?


Jawab :
a.Kapasitas produk mesin
b.Jenis bahan baku herbal
c.Kandungan zat aktif bahan herbal
d.Pelarut yang dipakai yang sesuai dengan kandungan zat aktif
28.Apa yang dimaksud dengan Maserasi ?
Jawab :
Maserasi adalah suatu metode penyaringan yang digunakan untuk
penyaringan simplisia yang mengandung zat aktif yang mudah larut dalam
cairan penyaring, tidak mengandung benzoin, stirak, dan bahan sejenis yang
mudah mengembang.

44

29. Sebutkan dan Jelaskan Maserasi yang dimodifikasi menjadi beberapa metode ?
Jawab :
1. Digesti adalah cara maserasi dengan menggunakan pemanasan lemah,
yaitu pada suhu 40-50oC. Cara maserasi ini hanya dapat dilakukan untuk
simplisia yang zat aktifnya tahan terhadap pemanasan.
2. Maserasi dengan mesin pengaduk
3. Penggunaan mesin pengaduk berputar terus-menerus waktu proses
maserasi dapat dipersingkat 6-24 jam.
4. Remaserasi adalah Cairan penyari dibagi 2 seluruh serbuk simplisia
dimaserasi dengan cairan penyari pertama, sesudah dienap-tuangkan dan
diperas, ampas dimaserasi lagi dengan cairan penyari yang kedua
5. Maserasi melingkar adalah Maserasi dapat diperbaiki dengan
mengusahakan agar cairan penyari selalu bergerak dan menyebar. Dengan
cara ini penyari selalu mengalir kembali secara berkesinambungan melalui
serbuk simplisia dan melarutkan zat aktifnya.
30. Apa yang dimuksud dengan Ekstraksi Edeleanu ?
Jawab :
Ektraksi Bahan pelarut yang digunakan untuk proses ekstraksi ini adalah
cairanbelerang dioksida (SO2) dan dikenal dengan nama Edeleanu, ektraksi
ini biasanyadigunakan untuk memperbaiki mutu suatu zat.
31. Apa yang dimaksud dengan ekstraksi Furfural ?
Jawab :
Ekstraksi Furfural (CHO2CHC : CHC2H) adalah sejenis solvent yang
mempunyai titik didih 324 0F,biasanya digunakan untuk memperbaiki mutu
minyak pelumas

32. Apa yang dimaksud dengan ekstraksi Udex?


Jawab :
Ekstraksi Udex adalah ekstraksi yang solvent yang digunakan merupakan
larutan udex,yaitu berupa larutan glycol water. Suhu yang biasa digunakan
berkisar antara 170-358 0F.
33. Apa yang dimaksud dengan ekstraksi Propane diesphaltinge ?
Jawab :
Ektraksi propane diesphaltinge merupakan reaksi yang dipakai untuk
memisahkan asphalt (bitumen) dari minyak yang mengandung asphalt atau
untuk membersihkan minyak lumas dari asphalt.
34. Apa yang dimaksud dengan Distilasi Ekstraktif ?
Jawab :

45

Distilasi Ekstraktif merupakan suatu proses yang digunakan untuk


memisahkan senyawa aromatik murni dari fraksi gasoline yang dikenal
sebagai distilasi ekstractif (extractivedistillation).
35. Sebutkan dan jelaskan istilah-istilah yang ada dalam ekstraksi ?
Jawab :
Sovent
:Pelarut yang digunakan untuk ekstraksi.
Solut
:Zat yang teriarut di dalam feed.
Extrat
:Bahan yang dipisahkan atau terekstrak dan feed
Raffinate
:Produk yang tidak teriarut dalam solvent.
Extract phase
:Phase yang kaya solvent.
Raffinate phase
:Phase yang miskin solvent.
Reflux
:Extract yang dikembalikan ke extractor
Lean solvent
:Solvent yang memasuki extractor
Rich solvent
:Solvent yang keluar dari extractor.