Anda di halaman 1dari 3

DUPLIK/Tanggapan Terhadap ReplikPenggugat

Dalam Perkara SENGKETA TATA USAHA NEGARA


No. 88/TUN.G/2014/PTUN.SMG
Antara
TERGUGAT
DEKAN FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO

LAWAN
Dr. Rudi Hartono, S.H., M.H.,

DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA (PTUN) SEMARANG


Jln. Adburahman Saleh No. 89
SEMARANG
2014

KEPADA
YTH : Bapak Ketua majelis
Hakim
Dalam Perkara Sengketa Tata
Usaha Negara
No. 88/TUN.G/2014/PTUN.SMG
Di Pengadilan Tata Usaha Negara
Semarang

Dengan Hormat,
Untuk dan atas nama klien kami, DEKAN FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS
DIPONEGORO selaku Tergugat, yang berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 5
April 2014, diwakili oleh kuasanya Rivan Azam, S.H., M.H., pada Kantor Advokat
dan Konsultan Hukum Rivan Azam S.H., M.H & REKAN, beralamat di Jl.
Sisingamangaraja No. 14 Semarang, dengan ini perkenankanlah kami memberikan
Duplik sebagai berikut:
1. Bahwa,Tergugat menolak dengan tegas seluruh dalil-dalil Replik Penggugat,
kecuali mengenai hal-hal yang secara tegas-tegas diakui kebenarannya;
2. Bahwa, ternyata Penggugat lah yang tidak cermat dalam mempelajari isi dan
maksud uraian Tergugat sehingga telah salah dalam memahami pokok
jawabantergugat dalam perkara ini;.
3. Bahwa surat-surat yang dijadikan objek gugatan dalam perkara ini sifatnya masih
merupakan tindakan sementara dalam rangka menegakkan disiplin secara intern
yang akan ditindak lanjuti lagi oleh Pejabat Bina Aparatur.
4. Bahwa,Tergugat dengan sangat terpaksa bertindak tegas pada Penggugat
dikarenakan Penggugat selalu mangabaikan Disiplin PNS, bahkan sering kali
Penggugat pergi tanpa izin meninggalkan kantor .Tergugat dimana dalam disiplin
PNS seharusnya mengikuti peraturan PNS yang telah ada dan berlaku. Oleh
sebab itu tindakan Tergugat untuk bersikap tegas adalah merupakan suatu yang
wajar untuk memberikan pelajaran dan disiplin dalam bekerja. Hanya bersikap
tegas dengan demi memberitahukan sesuatu itu adalah benar dan/atau salah Oleh
sebab itu maksud dan tujuan Tergugat bersikap tegas adalah semata-mata untuk
mendisiplinkan seluruh PNS yang ada di provinsi Jawa Tengah.
5. Sangatlah tidak benar bahwa Tergugat tidak professional dalam menjalankan
tugas karena bila memang benar mana mungkin Tergugat bias menonaktifkan

penggugat tanpa didasari dengan alasan dan mekanisme yang telah diatur dalam
Disiplin PNS.
Maka berdasarakan uraian-uraian diatas dengan ini Tergugat memohon pada Majelis
Hakim berkenan memutuskan perkara ini sebagai berikut:
1. Menolak gugatan Penggugat;
2. Menghukum Penggugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul karena
perkara ini.
Atau sekiranya Pengadilan berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya
sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Semarang, 2 Mei 2014
Hormat Kami,
Kuasa Hukum Tergugat

Rivan Azam S.H., M.H.