Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS KORELASI GANDA

Nama kelompok :
Syahdi Pramadita
A.M Fajaruddin (1411080025)
Rubbyyono Saputra (1411080039)

PENGERTIAN

1. KORELASI

Merupakan teknik statistik yang digunakan untuk meguji ada/tidaknya


hubungan serta arah hubungan dari dua variabel atau lebih.

2. KORELASI GANDA

Suatu korelasi yang bermaksud untuk melihat hubungan antara tiga


atau lebih variabel (dua atau lebih variabel independent dan satu
variabel dependent). Korelasi ganda berkaitan dengan interkorelasi
variabel-variabel independen sebagaimana korelasi mereka dengan
variabel dependen. Sementara itu menurut Riduwan (2012:238)
korelasi ganda adalah suatu nilai yang memberikan kuatnya pengaruh
atau hubungan dua variabel atau lebih secara bersama-sama dengan
variabel lain.

3. KOEFISIEN KORELASI
Merupakan besar kecilnya hubungan antara dua variabel yang
dinyatakan dalam bilangan yang disebut dengan Koefisien Korelasi.
Koefisien Korelasi disimbolkan dengan huruf R. Besarnya Koefisien
Korelasi adalah antara -1; 0; dan +1.
Besarnya korelasi -1 adalah negatif sempurna yakni terdapat
hubungan di antara dua variabel atau lebih namun arahnya
terbalik, +1 adalah korelasi yang positif sempurna (sangat kuat)
yakni adanya sebuah hubungan di antara dua variabel atau lebih
tersebut, sedangkan koefisien korelasi 0 dianggap tidak terdapat
hubungan antara dua variabel atau lebih yang diuji sehingga dapat
dikatakan tidak ada hubungan sama sekali.

Manfaat
Mencari hubungan atau kontribusi dua variabel bebas

(X) atau lebih secara simultan (bersama-sama)


dengan variabel terikat (Y)

Mencari arah dan kuat lemahnya hubungan antara 2

atau lebih variabel independen (X1,X2...Xj) terhadap


variabel dependen (Y)

FORMULASI KORELASI GANDA


1. Uji korelasi ganda

2. Uji signifikansi

LANGKAH-LANGKAH MENJAWAB UJI


KORELASI GANDA
1. Buatlah H1 dan H0 dalam bentuk kalimat
2. Buatlah H1 dan H0 dalam bentuk statistik
3. Buatlah tabel penolong untuk menghitung nilai

korelasi ganda
4. Masukkan angka-angka statistik dari tabel penolong
dengan rumus:
5. Menguji signifikansi dengan rumus Fhitung
6. Dari hasil perhitungan tadi, buatlah kesimpulannya

CONTOH SOAL
Judul Penelitian :
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DAN KEMAMPUAN PEGAWAI TERHADAP PELAYANAN
ADMINISTRASI PADA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA
1) Variabel Motivasi Kerja (X1)
2) Variabel Kemampuan Pegawai (X2)
3) Variabel Pelayanan Administrasi (Y)
4) Sampel sebanyak 64 responden
5) Tingkat kesalahan = 0,05

Pertanyaan : apakah ada hubungan yang signifikan antara (X1)


dengan (X2) secara bersama-sama terhadap (Y), buktikan

LANGKAH-LANGKAH MENJAWAB:
a. Buatlah H1 dan H0 dalam bentuk kalimat
H1 : Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dan kemampuan
pegawai terhadap Pelayanan Administrasi pada Dinas Pendidikan Kota
Surabaya
H0
: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja
dan kemampuan pegawai terhadap Pelayanan Administrasi pada Dinas
Pendidikan Kota Surabaya
b. Buatlah H1 dan H0 dalam bentuk statistik
H1

R0

H0

R=0

c. Buatlah tabel penolong untuk menghitung nilai korelasi ganda (korelasi X1


dengan Y)

*KORELASI X2 dengan Y

*KORELASI X1 dengan X2

Rumus Analisis Korelasi Ganda (R)

Dari hasil perhitungan tersebut dapat dikatakan bahwa terdapat


hubungan (korelasi) antara motivasi kerja (X1) dan kemampuan
pegawai (X2) terhadap Pelayanan Administrasi (Y) pada Dinas
Pendidikan Kota Surabaya. Korelasi antara motivasi kerja (X1) dan
kemampuan pegawai (X2) terhadap Pelayanan Administrasi (Y)
pada Dinas Pendidikan Kota Surabaya tergolong kuat karena hasil
perhitungan di atas besar R adalah sebesar 0,62 1. Sedangkan
untuk menyatakan besar kecilnya kontribusi variabel X 1 dan X2
terhadap variabel Y atau koefisien determinan = R2 x 100% atau
(0,622 x 100% = 38,44)

Selanjutnya untuk mengetahui keberartian korelasi ganda (R) dihitung uji F berikut :

Menguji signifikansi dengan rumus Fhitung


Kaidah uji signifikansi : Jika Fhitung > Ftabel , maka signifikan. Nilai Ftabel dengan = 0,05 untuk diuji 2 pihak.
Ftabel = F(1- ) [(db = k), (db = n k 1)]
= F(1- ) [(db = 2), (db = 64 2 1)]
= F(1 0.05) [2,61]
=F (0.95) [2.61]
Cara mencari Ftabel : 2 sebagai angka pembilang ; 61 sebagai angka penyebut.
Ftabel = 3.15 (pilih yang paling mendekati)

Kesimpulan

Setelah dihitung ternyata Fhitung > Ftabel, atau


19,22 > 3,15 sehingga H0 ditolak. Dapat
disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara motivasi kerja (X1) dan
kemampuan pegawai (X2) terhadap
Pelayanan Administrasi (Y) pada Dinas
Pendidikan Kota Surabaya.