Anda di halaman 1dari 22

Pengertian

Reservoir Distribusi adalah bangunan penampungan


air bersih dari instalasi pengolahan untuk kemudian
didistribusikan ke daerah pelayanan melalui jaringan
pipa Distribusi.
Reservoir Penyeimbang adalah Reservoir yang
menampung kelebihan air pada saat pemakaian air
oleh konsumen relatif lebih kecil dari pada air yang
masuk, kemudian didistribusikan kembali pada saat
pemakaian air oleh konsumen relatif lebih besar pada
air yang masuk.
Reservoir Bawah tanah adalah reservoir yang
ditempatkan di permukaan tanah, baik yang bawah
atau muncul sebagian maupun di atas permukaaan
tanah.
Menara air adalah reservoir yang ditempatkan di atas
suatu
bangunan
penyangga
yang
mempunyai
ketinggian dari permukaan tanah.
Sterilisasi reservoir adalah pembersihan kumankuman dalam reservoir.

Muka air maksimum adalah ketinggian muka air


maksimum dalam reservoir.
Muka air minimum adalah ketinggian muka air
minumum dalam reservoir dimana bagian air ini tidak
boleh diganggu untuk mencegah agar endapan pada
dasar reservoir tidak terbawa keluar.
Lubang inspeksi atau manhole adalah lubang untuk
keluar/masuk
inspektor
pada
saat
melakukan
pemeriksaan atau perbaikan terhadap perlengkapan
di dalam reservoir.
Pipa inlet adalah pipa keluaran untuk mengalirkan air
dari sistem transmisi ke reservoir.
Pipa outlet adalah pipa keluaran untuk mengalirkan
air dari reservoir ke sistem distribusi.
Pipa By Pass adalah pipa yang dipasang pada pipa
inlet dan dihubungkan dengan pipa outlet, dilengkapi
dengan gate valve. Sehingga dapat terjadi pengaliran
langsung dari sistem transmisi ke sistem Distribusi
pada saat reservoir dicuci.
Pipa peluap adalah pipa yang berfungsi untuk
mengalirkan kelebihan air dalam reservoir.
Kapasitas reservoir adalah kapasitas keseluruhan dari
ruang dalam reservoir selain ruang lumpur.

Ruang lumpur adalah tempat untuk


menampung lumpur yang terbentuk, yang
diletakan di bagian dasar reservoir.
Pipa penguras adalah pipa yang berfungsi
untuk mengeluarkan air pencuci serta
lumpur-lumpur yang mengendap di dasar
reservoir.
Operasi
dan Pemeliharaan reservoir
adalah mwrupakan aktivitas pelaksanaan
operasi dan pemeliharaan reservoir agar
sistem dapat beroperasi secara optimal
dan tidak mengalami gangguan apapun
sehingga
pelayanan
ke
pelanggan
berjalan sesuai rencana desain.

Peralatan dan Perlengkapan


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Peralatan Bengkel
Peralatan Reservoir
Peralatan Pembersih dan Pencucian
Peralatan Laboratorium untuk
pemeriksaan sisa Khlor dan ph
Perlengkapan Keselamatan Kerja
Bahan

Sistem Pengendalian Intern

Setiap
kegiatan
pelaksanaan
operasi
dan
pemeliharaan reservoir harus berdasarkan pada
SPK atau Uraian Tugas Rutin yang menjadi
tanggung jawab Bagian Produksi.
Pada kegiatan operasi dan pemeliharaan reservoir
harus dibuatkan bahan dan material yang
dibutuhkan yang dibuat oleh Ka.Sub.Bag Instalasi
Produksi yang disetujui oleh Kabag Produksi.
Dilakukan Penilaian untuk memastikan kegiatan
operasi dan pemeliharaan telah sesuai dengan
prosedur yang berlaku serta mencocokan dengan
SPK yang ada.
Hasil penyelesaian pekerjaan harus dibuatkan
berita acara pekerjaan yang disampaikan oleh
pelaksanan lapangan kepada KaSubBag.Instalasi
Produksi yang selanjutnya diteruskan ke KaBag
Produksi serta bagian yang terkait.

Keberadaan reservoir adalah penting mengingat


pemakaian air oleh pelanggan bersifat sangat
fluktuatif dan memiliki pola yang hampir sama setiap
hari. Idealnya, untuk dapat melayani pelanggan
dengan pemakaian yang fluktuatif dibutuhkan minimal
rasio reservoir sebesar 20% dari volume produksi.
Oleh karena itu saat ini masih diperlukan tambahan
reservoir untuk mengatasi masalah pemakaian
fluktuatif. Kapasitas reservoir yang kurang memadai
menimbulkan aliran yang tidak kontinu pada waktuwaktu tertentu dan juga terjadinya overflow pada
waktu-waktu tertentu.
Instalasi produksi dipasang meter induk untuk
mengukur volume air yang diproduksi. Namun untuk
reservoir tidak semuanya dipasang meter induk.
Meter induk berguna untuk mendeteksi dan
menghitung tingkat kehilangan air.

I. Cara Pengoperasian

A. PERSIAPAN PENGOPERASIAN
1. Pembersihan dan Sterilisasi dengan cara sebagai
berikut :
a. Semprot dinding reservoir dengan larutan yang
mengandung 500 mg/khlorine oleh operator yang
masuk ke dalam reservoir dilengkapi dengan alat-alat
bantu pernafasan dan pakaian yang lengkap serta talitali.
b. Masukan khlorine mencapai 50 mg/l selama 6 -2 4
jam.

2. Air Pembersih dan sterilisasi dibuang melalui


pipa penguras
3. Buka tutup air masuk perlahan-lahan untuk dapat
mengisi air sampai penuh dan biarkan air melipah
terlebih dahulu.
4. Cek penunjuk level air apakah betul-betul
menunjukan bahwa air telah penuh atau tidak, bila
betul reservoir siap dioperasikan.

B. PENGOPERASIAN RESERVOIR
1. Buka perlahan-lahan katup pipa air keluar

atau pipa hisap bila menggunakan pompa.


Hitung dan catat jumlah putaran katup
didalam kartu tutup yang telah disediakan
2. Catat ketinggian air setiap jam pada
permulaan operasi dan untuk selanjutnya
setelah operasi satu bulan pertama level
air dicatat pada jam-jam yang perlu.
3. Catat air masuk dan keluar dari reservoir
setiap jam selama satu bulan dan
selanjutnya dicatat pada jam tertentu saja
yang dianggap perlu.

4.

Lakukan Pengurasan reservoir minimal 1 tahun sekali


dengan prosedur sebagai berikut :
a. Tentukan waktu pengurasan pada saat konsumen
memakai air paling sedikit pada hari tertentu dan jamjam tertentu;
b. Setelah menentukan hari dan jam pengurasan maka
operator siap melakukan pengurasan sbb :
- Buka perlahan katup by pass kalau ada agar
supaya air dapat dialirkan langsung ke konsumen.
- Tutup perlahan-lahan katup pipa masuk yang
menuju reservoir.
- Buka kran penguras perlahan-lahan sampai
terbuka penuh.
- Buka tutup reservoir atau tutup man hole
- Pasang lampu penerangan ke dalam reservoir
- Semprotkan udara ke dalam reservoir dengan fan
sehingga udara cukup di dalam reservoir

Biarkan air kosong dan jangan masuk ke dalam


reservoir sampai udara segar benar-benar sudah
masuk untuk menggantikan gas khlor yang ada
Pasang masker dan alat bantu pernapasan tali
pengaman yang panjang agar kalau terjadi sesuatu
dapat memberikan kode melalui tali tersebut kepada
teman yang diluar.
Setelah air bersih dari reservoir operator dapat
masuk ke dalam untuk membersihkan reservoir.
Gunakan alat-alat pembersih sambil menyemprotkan
air ke dalamnya : untuk itu diperlukan pipa khusus
dan selang penyemprot dinding reservoir.
Setelah reservoir bersih lakukan sterilisasi menurut
prosedur yang berlaku.
Catat jumlah air yang terbuang dan terpakai untuk
menguras. Kemudian laporkan ke KaBag transmisi dan
produksi.

C. Pengontrolan Jalan dan


Fungsi Reservoir
Harian

Inspeksi

keadaan sekeliling reservoir terhadap


kerusakan-kerusakan gangguan-gangguan luar
maupun dalam
Catat ketinggian air di buku harian setiap jam
pada bulan pertama dan selanjutnya setiap
jam-jam tertentu saja yang dianggap perlu.
Catat kejadian penting termasuk perbaikanperbaikan yang dilakukan atau kunjungan
inspeksi kepala bagian atau atasan.

Bulanan

Keadaan operasi reservoir atau level air dalam


reservoir
Gangguan-gangguan yang terjadi termasuk
kesulitan-kesulitan
Kemajuan-kemajuan yang dicapai
Jumlah air masuk maupun ke uar setiap bulan

II. Pemeriksaaan Perlengkapan Reservoir

Periksa secara teratur katup-katup pada pipa masuk, pipa


keluar, pipa penguras, pipa by pass dan pipa
penghubung. Apabila terdapat katup yang tidak berfungsi
dengan baik, segara lakukan perbaikan.
Periksa secara berkala pengukur taraf muka air, alarm
dan alat-alat yang bekerja secara otomatis sehingga
dapat memperlihatkan operasi yang bener.
Periksa secara teratur ketepatan flow meter dengan
manometer sehingga selalu menunjukan kuantitas air
yang mengalir dengan tepat. Lengkapi flow meter
dengan alarm untuk memberi tanda apabila terjadi aliran
yang tidak normal seperti adanya ledakan pipa Distribusi,
sehingga penyebabnya dapat segera ditemukan.
Periksa dan setel kembali kedudukan alat-alat bantu di
dalam reservoir distribusi segera setelah terjadi gempa
bumi dan hujan disertai badai.

III.
1.

2.

Pencucian dan Desinfeksi

Cuci reservoir secara berkala dengan


mengosongkan dan membersihkannya dari
kototran-kotoran yang mengendap dan zat-zat
yang mencemari kualitas air.
Bilas permukaan bagian dalam reservoir dengan
larutan kaporit setelah dibersihkan dan
diperbaiki.

IV. Perlindungan terhadap pencemaran

Stasiun distribusi juga ada hal-hal yang perlu duperhatikan :


Pelihara kebersihan sekitar reservoir dan stasiun distribusi
Masyarakat umum tidak diperkenankan memasuki kompleks
reservoir tanpa alasan yang jelas.
Dilarang bertani atau mengembalakan ternak di komples reservoir
Saluran drainase di sekitar reservoir harus baik.
Sebagai perlindungan terhadap banjir karena hujan deras perlu
dibuatkan tanggul disekitar bangunan reservoir. Apabila ada pipa
pelimpah di reservoir, harus selalu diperiksa jangan sampai terjadi
aliran air limbah ke dalam reservoir.
Buat jamban, penimbunan sampah, dan sumuran dengan kontruksi
kedap air dan cukup jauh dari reservoir untuk mencegah adanya
rembesan air limbah ke dalam reservoir.
Lubang-lubang kontrol harus selalu dikunci dan hanya petugas
yang boleh keluar masuk.
Lubang kontrol, lubang masuk untuk pemeriksaan ventilasi pipa
pelimpah, lubang pemeriksa air, pengukur tinggi muka air dan
blow off harus terlindung dari debu, hujan, air limbah dan
binatang-binatang kecil.
Apabila bagian atas reservoir air minum digunakan untuk taman,
sarana olah raga atau t empat parkir kendaraan, maka reservoir
harus dilindungi terhadap pencemaran yang dapat masuk melalui
lubang kontrol dan ventilasi.

V. Pencegahan terhadap Kebocoran


Kebocoran pada reservoir air bersih
mengakibatkan terbuangnya air bersih atau
adanya intrusi air limbah ke dalam reservoir.
Oleh sebab itu lakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Periksa kondisi fisik reservoir secara teratur
terutama bila dikhawatirkan adanya
kebocoran setelah terjadi gempa
bumi.
2. Untuk menguji bocor atau tidaknya reservoir,
isi reservoir
sampai penuh dan tutup
katup inlet maupun outlet.
3. Periksa penurunan muka air di dalam
reservoir
4. Perbaiki reservoir apabila sudah
diketemukan bagian yang
bocor.

VI. Menara Air


Pada umumnya air bersih masuk
ke menara air dengan pemompaan,
oleh sebab itu kapasitas menara
air harus sudah diperhitungkan
terhadap kemungkinan
terputusnya aliran listrik tiba-tiba
dan kecelakaan-kecelakaan lain.
1.
Periksa secara teratur berfungsinya katup pencegah
aliran balik yang dipasang pada pipa distribusi.
2.
Bila menara air terbuat dari konstruksi bata, cat
seluruh
permukaan
manara
air
berikut
perlengkapannya setiap tiga tahun sekali dengan
bahan cat yang tidak membahayakan kesehatan.
3.
Untuk bagian lainnya, lihat cara pemeliharaan
reservoir air bersih.

VII. Cara Pemeliharaannya

1.

2.
3.

Pemeliharaan Bangunan Reservoir


Pemeliharaan reservoir untuk pekerjaan
harian, tiga bulanan, enam bulanan dan
tahunan.
Pemeliharaan jaringan Pembawa atau
Distribusi Air
Pemeliharaan ini berupa pengurasan atau
Wash Out Pipe
Pemeliharaan Perlengkapan Pipa
Pemeliharaan perlengkapan pipa terdiri atas :
a. Pemeliharaan alat penunjuk ketinggian air
atau level
Indikator
b. Pemeliharaan katup pelampung atau Foot
Valve
c. Pemeliharaan sambungan-sambungan pipa.

4. Pemeliharaan sambungan-sambungan pipa


Pemeliharaanya terdiri atas :
a. Sambungan jenis kompresor atau slip fool
b. Sambungan mekanik
c. P emeliharaan katup udara bola
d. Pemeliharaan katup stop pintu atau Gate
Valve. Ada pemeliharaan khusus untuk katup
searah
e. Pemeliharaan meter induk
f. Pemeliharaan manometer
g. Pemeliharaan hidran kebakaran
h. Pemeliharaan kran umum
i. Pemeliharaan kotak katup atau street box
j. Perlindungan atau protection.