Anda di halaman 1dari 17

Stem sel dari Tumbuhan vs Autologous

Stem Sel, Efikasi dan Manfaat

Stevanus Jonathan
(07120100070)
Pembimbing : dr. Abdul Gayum,
Sp.KK

Sel punca yang berasal dari


tumbuhan

Sel punca yang berasal dari


tumbuhan
Sel punca yang berasal dari
tumbuhan berasal dari apel utwiller
spatlauber.
Apel ini memiliki penyimpanan sel
punca yang sangat baik tahan
lama
Apel ini vs apel yang lain tetap
segar dalam waktu lama .
Jenis pohon ini ditanam pada abad ke
18

Penelitian sel punca yang berasal


dari Tumbuhan
Awalnya sel punca dari beberapa
jenis apel spatlauber diseleksi
dicari yang cocok.
Setelah ditetapkan satu jenis yang
cocok kultur masal dengan teknik
inokulasi .
Dengan bioreaktor spesial ( Wavebiotech AG)
Kultur dilakukan pada suhu 250C dan
aeration 0.1 vvm

Percobaan pertama : efek dari ekstrak


sel punca spatlauber + sel punca
manusia
0.1%
ekstrak
mampu
meningkatkan poliferasi sebanyak 80%.
Percobaan kedua : ketahanan sel punca
manusia + sel punca spatlauber
disinari sinar UV dan sel punca manusia
saja 50% mati akan tetapi dengan sel
punca spatlauber maka hanya sebagian
kecil yang mati.

Ekstrak sel punca spatlauber mampu mempengaruhi


keterlangsungan hidup dan perlawanan menghadapi
proses penuaan dan apoptosis pada sel punca
manusia mekanisme masih tidak diketahui.

Sel punca yang berasal dari


manusia
Sel punca pada manusia yang dapat
berkembang menjadi epidermis bone
marrow , kulit , adiposa , tali pusat.
Yang sedang diteliti adalah penggunaan
sel adiposa untuk sel punca.
Sel punca adiposa vs sel punca bone
marrow :
Lebih banyak sel-sel regenerasi
Transplantasi jaringan adiposa menurunkan
inflamasi dan meningkatkan formasi
pembentukan vaskular dan granulasi

Sel punca manusia sampai saat ini


hanya bisa diinduksi menjadi satu
jenis sel matur.
Dampak negatif pada kulit adalah
terbentuknya epitel tanpa terbentuk
sel-sel penyokong seperti kelenjar
sebasea , folikel rambut ,dll.
Sehingga
mudah
rusak
karena
kurangnya jaringan penyokong.

Sel punca tumbuhan vs


autologous
Tumbuhan

Autologous

Efektifitas dan
manfaat

Lebih bermanfaat

Lebih efektif

Pengaruh

Tidak langsung

langsung

Reaksi alergi

ada

Tidak ada

Dampak jangka
panjang

Lebih baik

Kurang baik

Besar lesi luka

Kurang efektif

Lebih efektif

Kesimpulan
Sel punca tumbuhan secara klinis terbukti
tetapi efeknya bukan secara langsung
melainkan menjadi faktor tambahan agar
sel punca manusia berpoliferasi.
Sel punca manusia mungkin paling etis dari
pengobatan akan tetapi lebih sulit dikultur
dibandingkan
sel
punca
tumbuhan.
Mungkin pengobatan sangat efektif tetapi
memiliki efek negatif karena hanya
menggantikan satu jenis jaringan saja

Pengobatan atau terapi dengan


kedua jenis sel punca mungkin lebih
baik dibandingkan hanya dengan
salah satu saja dikarenakan efek
yang dimiliki setiap sel punca
berbeda .
Perlu penelitian lebih lanjut untuk
mengetahui efek jangka panjang sel
punca

Terima kasih

Daftar pustaka
Zaminy,A.etal.(2008).Effectsofmelatoninontheproliferationanddifferentiationofratadiposederivedstem cells. Indian Journal of Plastic Surgery, 41(1), 8-14.
Jeong,J.H.(2010).Adipose stem cells and skin repair.Curr Stem Cell Ther ,5(2),137-140.
Lee,S.H.,Lee,J.H.,&Cho,K.H.(2011).Effects of human adipose derived stem cells on
cutaneous wound healing in nude mice. Ann Dermatol, 23(2), 150155.
Hong,S.J.,Traktuev,D.O.,&March,K.L.(2010).Therapeutic potential of adipose-derived stem
cells in vascular growth and tissue repair. Curr Opin Organ Transplant, 15, 8691.
Tapp,H.etal.(2009).Adipose derived stem cells :Characterization and current application in
orthopaedic tissue repair. Exp Biol Med, 234, 19.
Barthel R. & Aberdam D. (2005) Epidermal stem cells. Journal of European Academy of
Derma- tology and Venereology 19:405-13
Nishimura E.K., Granter S.R. & Fisher D.E. (2005) Mechanisms of Hair Graying:
Incomplete Me- lanocyte Stem Cell Maintenance in the Niche. Science 307:720-4
Byrne M.E., Kidner C.A. & Martienssen R.A. (2003) Plant stem cells: divergent pathways
and common themes in shoots and roots. Cur- rent Opinion in Genetics & Development
13: 551-7
Blanpain C , Fuchs E : Epidermal homeostasis: A balancing act of stem cells in the skin.
Nat Rev Mol Biol 10:207-217, 2009
Lajtha L : Stem cell concepts. Differentiation 14:23-34, 1979.