Anda di halaman 1dari 1

Nama : Saidah Mafisah

NIM : C11111315

Apa tujuan pemberian lasix dan aldacton pada pasien VSD?


VSD adalah penyakit jantung bawaan non-sianotik diman terdapat defek antar septum ventrikel
kiri dengan kanan, sehingga darah yang dari ventrikel kiri mengalir ke ventrikel kanan sebagai
akibat dari tekanan ventrikel kiri yang besar. Hal ini mengakibatkan volume darah di ventrikel
kanan banyak sehingga apabila tidak diterapi maka dapat terjadi hipertrofi ventrikel kanan yang
lama kelamaan dapat terjadi gagal jantung. Oleh karena itu pada pasien ini harus diberikan obet
diuretic dengan tujuan untuk mengurangi cairan didalam tubuh.
Lasix adalah obat yang berfungsi sebagai diuretic. Diuretic merupakan obat yang digunakan
untuk mengurangi cairan di dalam tubuh dan membuangnya melalui saluran kemih. Bahan aktif
dari lasix adalah furosemid. Furosemid bekerja di ginjal dengan menghambat penyerapan garam
dan elektrolit sehingga air terikat dengan garam tersebut dan tidak dapat diserap oleh ginjal.
Akibatnya air akan dibuang melalui mekanisme buang air kecil.
Furosemid atau lasix digunakan pada pasien yang mengalami edema (penumpukan cairan yang
berlebih dalam tubuh) atau kelebihan asupan cairan. Pada pasien ini diberikan furosemid atau
lasix untuk mengurangi gejala bendungan dan untuk mencegah kegagalan jantung.
Pada pemberian lasix dosis besar dan jangka panjang dapat mengakibatkan ekskresi kalium
bertambah sehingga terjadi hipokalemi. Sehingga pemberian lasix dikombinasi dengan
spironolakton (aldacton) yang bersifat menahan kalium.
Spironolakton atau aldacton merupakan diuretic hemat kalium. Aldakto memiliki peranan
mengurangi reabsorpsi natrium di hilir tubuli distal dan duktus koligentes dengan demikian
ekskresi kalium juga berkurang.