Anda di halaman 1dari 19

PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS

WILAYAH IV KONI KOTA JAMBI


TAHUN 2013
Oleh:
SULISTYA NINGSIH
KEPANITERAAN KLINIK SENIOR
BAGIAN ILMU KESEHATAN
MASYARAKAT/KOMUNITAS
FKIK UNIVERSITAS JAMBI

Penilaian Kinerja Puskesmas

Sebelumnya dikenal dengan Evaluasi Kinerja


Puskesmas (EKP), namun sekarang telah
mengalami stratifikasi.
Upaya untuk melakukan penilaian hasil kerja/
prestasi Puskesmas.
Tujuan:
o Dapat gambaran tingkat pencapaian hasil
cakupan dan mutu kegiatan serta manajemen
o Tahu tingkat kinerja Puskesmas
o Dapat informasi analisis kinerja Puskesmas dan
bahan masukan dalam penyusunan rencana
kegiatan untuk tahun yang akan datang.

Pelaksanaan PKP

Penetapan
Target
Puskesma
s
Pengumpulan
Data Hasil
Kegiatan
Pengolaha
n Data
Analisis
Hasil dan
Langkah
Pemecaha
n

Yang Dinilai dalam PKP

1.Komponen pelaksanaan pelayanan kesehatan


yang terdiri dari upaya kesehatan wajib dan
pengembangan.
Dihitung hasil reratanya secara bertingkat,
sebagaimana tercantum dalam format pengumpulan
data dan perhitungannya.
2.Komponen manajemen Puskesmas
Disesuaikan dengan kondisi masing masing variabel
yang sudah ditetapkan berdasarkan skala sumber daya.
3.Komponen mutu pelayanan Puskesmas
Berdasarkan hasil cakupan yang dikelompokkan pada
skala-skala yang ditetapkan pada setiap variabel.

Skala Penilaian
1.Cakupan Pelayanan Kesehatan
.Baik: 91 %
.Cukup : 81 90 %
.Kurang : 80 %
2. Manajemen
.Baik: Nilai 8,5
.Cukup : Nilai 5,5 8,4
.Kurang : Nilai 5,5
3. Mutu Pelayanan
.Baik: Nilai 8,5
.Cukup : Nilai 5,5 8,4
.Kurang : Nilai 5,5

Keterangan Nilai
Akhir:
Baik : 1.020 1.110
Cukup: 363 453
Kurang: 84 174

1.
Kinerja
Cakupan
6
Pelayanan Kesehatan
NO

JENIS KEGIATAN

CAKUPAN

PROMOSI KESEHATAN

39,20

KESEHATAN LINGKUNGAN

75,08

KESEHATAN IBU DAN ANAK TERMASUK


KB
UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT

99,63

UPAYA PENCEGAHAN DAN


PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR

98,91

UPAYA PENGOBATAN

99,84

UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN

53,57

NILAI RERATA

80,04

94,08

2.
Kinerja
Manajemen

Kegiatan
7

Jenis Manajemen

Pencapaian

Manajemen

8,7 (BAIK)

1.

Operasional

10 (BAIK)

2.

Manajemen Alat & Obat

10 (BAIK)

3.

Manajemen Keuangan

10 (BAIK)

4.

Manajemen

No
.

Ketenagaan
Kinerja

kegiatan

9,7 (BAIK)

3. Cakupan Mutu Pelayanan


Kesehatan
N Jenis Kegiatan
Nilai Kinerja 8
O
1.

Drop out pelayanan ANC (K1-K4)

2.

Persalinan oleh tenaga kesehatan

10 (BAIK)

3.

Penanganan komplikasi obstetri / risti

10 (BAIK)

4.

Error rate pemeriksaan BTA

7 (CUKUP)

5.

Error rate pemeriksaan darah malaria

7 (CUKUP)

6.

Kepatuhan terhadap standar ANC

8,6 (BAIK)

7.

Kepatuhan

8,6 (BAIK)

pemeriksaan TB Paru

8.

Tingkat

pelayanan Puskesmas

9.

Penanganan Komplikasi Neonatal


Rata-rata

terhadap

kepuasan

7 (CUKUP)

standar

pasien

terhadap

10(BAIK)

10(BAIK)
8,69

Hasil Kinerja Puskesmas


9
KONI tahun 2013
N
o

Komponen
Upaya

Pelayanan

1. Kesehatan
(Bobot = ^3)
Kegiatan
2. Manajemen
(Bobot = ^2)

3.

Nila

Kriteria
Baik

i
Cukup

Kurang
100

Nilai
10^3
Baik
Nilai
10^2
Baik

= Nilai

7^3
Cukup
= Nilai

Nilai 0
= 4^3
Kurang

7^2
Cukup

Nilai
= 4^2
Kurang

Mutu Pelayanan
(Bobot = ^1)

Nilai
10^1

= Nilai
7^1

100

Nilai
= 4^1

Kategori Kinerja Kurang

10

Perbaikan Promosi Kesehatan


Permasalahan:
Permasalahan :
Hasil kinerja Upaya promosi kesehatan, baru mencapai
39,20 %
Hal ini disebabkan kurangnya pencapaian:
Rumah tangga ber PHBS (56,79%)
Sekolah Dasar yang mempromosikan kesehatan (50%)
Poskesdes yang beroperasi (50 %)
Desa / siaga aktif yang mempromosikan kesehatan
(0%)

Kategori Kinerja Kurang

11

Alternatif

pemecahan

Masalah :

Pembinaan
dan
penyuluhan
pada
masyarakat
untuk
berprilaku
hidup
bersih dan sehat.
Membuat kuesioner /
ceklist pemantauan
perilaku hidup bersih
dan
sehat
untuk
masyarakat
setiap
bulan
agar
masyarakat terpacu
berprilaku
hidup
bersih dan sehat.
Advokasi pada lintas
Sektor dalam hal
pendanaan promosi
kesehatan.

Membagikan
selebaran / pamflet
kepada mayarakat di
wilayah
kerja
tentang pentingnya
perilaku hidup bersih
dan
sehat,
cara
melaksanakannya,
serta bahaya bila
tidak
melaksanakannya.
Bekerja
sama
dengan
pihak
di
sekolah dasar untuk
membuat
acara
khusus
promosi
kesehatan
bagi
murid - murid nya.

Memberdayakan
murid-murid sekolah
dasar
untuk
ikut
mempromosikan
kesehatan
dan
menerapkannya baik
di
lingkungan
sekolah maupun di
rumah.
Membentuk
poskesdes di setiap
kelurahan di wilayah
kerjanya.
Membentuk
kelurahan siaga aktif
di setiap kelurahan
di wilayah kerjanya.

Kategori Kinerja Cukup

12

Upaya Kesehatan Lingkungan


Permasalahan :
Hasil kinerja Upaya kesehatan lingkungan tergolong kinerja cukup, baru
mencapai 75,08 %
Hal ini disebabkan kurangnya pencapaian:
Penduduk yang memiliki akses terhadap Air Minum berkualitas
(114,50%)
Penduduk yang menggunakan jamban sehat (111,88 %)
Rumah yang memenuhi syarat kesehatan (80,04 %)
Tempat umum yang memenuhi syarat (82%)
Tempat pengolahan makanan yang memenuhi syarat syarat (75,53%)
Daerah potensial yang melaksanakan strategi adaptasi kesehatan akibat
perubahan iklim (80%)
Desa yang memiliki sanitasi total berbasis masyarakat (0,00%)
Air minum yang memenuhi syarat (85,37%)

Kategori Kinerja Cukup

13

Alternatif pemecahan masalah:


Memberikan penyuluhan akan pentingnya akses air minum yang
sehat dan berkualitas kepada masyarakat disekitar wilayah koni.
Memberikan informasi kepada keluarga mengenai penggunaan
jamban yang sehat sesuai dengan standar kesehatan.
Meningkatkan pembinaan dan penyuluhan mengenai kondisi
serta syarat rumah yang sehat.
Meningkatkan pembinaan ke tempat pengolahan makanan.
Meningkatkan inspeksi sanitasi sarana pembuangan sampah
dan limbah.
Meningkatkan pemeriksaan penyehatan lingkungan pada
tempat-tempat umum.
Meningkatkan pembinaan pada petugas kesling.

Kategori Kinerja Cukup

14

Upaya Kesehatan Pengembangan


Permasalahan :
Hasil rata-rata kinerja Upaya kesehatan Pengembangan adalah
tergolong kinerja kurang, karena hanya mencapai 53,57 %
Hal ini disebabkan kurang pencapaian :
Upaya Kesehatan telinga / pencegahan gangguan pendengaran (40%)
Pencegahan dan penanggulangan penyakit gigi (57,14%)
Kesehatan olahraga (75%)
Perawatan kesehatan masyarakat (100%)
Kesehatan jiwa (26,92%)
Bina kesehatan tradisional (50%)
Bina kesehatan kerja (20%)
Upaya kesehatan mata / pencegahan kebutaan (66,67%)
Upaya kesehatan USILA (100%)

Kategori Kinerja Cukup

15

Alternatif pemecahan masalah:

Pembinaan pada petugas tentang strategi


kegiatan program pengembangan dalam
hal target/sasaran pada setiap sub
variabel dan cara pencapaian.
Meningkatkan alokasi dana pada masingmasing program pengembangan yang
akan dilaksanakan.
Meningkatkan peran serta masyarakat
dalam penemuan kasus penyakit

Cont
Mengupayakan pelatihan teknis petugas
tentang program yang belum tercapai.
Memberikan edukasi kepada masyarakat
mengenai kesehatan jiwa
Meningkatkan TOGA disetiap kelurahan
kepada masyarakat sebagai pembinaan
kesehatan tradisional.
Memberikan penyuluhan kepada para
pekerja mengenai K3 (Kesehatan dan
keselamatan kerja).

Kategori Kinerja Cukup


Hasil kinerja mutu pelayanan
tergolong kinerja cukup yaitu :
Drop out pelayanan ANC (K1-K4)
Error rate pemeriksaan BTA
Error rate pemeriksaan darah malaria
Kepatuhan terhadap standar ANC
Kepatuhan terhadap standar
pemeriksaan TB Paru

Alternatif dalam mengoptimalkan kinerja


mutu pelayanan yaitu :
Melakukan evaluasi dan melaporkan prestasi
kerja staf
Menyelidiki dan melaporkan keluhan atau
kekurangan dalam pelayanan
Puskesmas harus merumuskan pembagian SDM
yang mampu bekerja cepat, tepat dan cermat
dalam memberikan pelayanan.

Setiap tenaga kesehatan perlu mengetahui


berbagai dimensi mutu

TERIMA KASIH

19