Anda di halaman 1dari 8

Panduan Praktis untuk Injuri Bahu pada Atlet Lempar

Pemain baseball dan atlet lainnya yang membuang waktunya untuk melempar sebuah
bola memiliki berbagai risiko untuk injuri bahu karena motin repetitif menyebabkan
pengulangan stres mikrotraumatik pada daerah bahu. Injuri dihasilkan oleh penggunaan yang
berlebihan dari otot yang terlibat, teknik yang tidak benar, atau keduanya.
Mengikuti ulasan ini membantu mendiagnosis dengan benar dan identifikasi
pengobatan yang cocok untuk pasien.
Langkah pertama: Ulas point ini pada anamnesis
Untuk mengumpulkan suatu anamnesis yang detail dari pasien dengan nyeri bahu, anda akan
melakukan seperti berikut ini :

Tanya tentang lokasi nyerinya


Nyeri bahu anterior berhubungan dengan subluksasi, instabilitas multidireksional,
subacromial bursitis, dan injuri pada bisep, supraspinatus atau subscapularis. Nyeri

bahu posterior dihubungkan dengan injuri pada infraspinatus.


Nilai keparahan nyerinya
Tanya pasien : pada skala 1 sampai 10 berapakah nyeri yang dirasakan, bagaimana

anda menilai nyeri yang anda rasakan?


Temukan waktu nyerinya
Tentukan fase dari proses melempar yang menghasilkan gejala primer. Enam fase
adalah wind up, early cocking, late cocking, acceleration, deceleration, dan followthrough (gambar 1). Jadi jika, untuk instan, pasien akan memberitahu bahwa
lengannya went dead selama gerakan late cocking, atau fase early acceleration, ini

akan mengarahkanmu ke suspek subluksasi.


Pastikan nyeri pasiensetelah aktifitas
Apakah pasien merasakan nyeri pada malam hari ? jika pasien menjawab Iya anda

akan mempertimbangkan kemungkinan dari suatu cedera rotator.


Tanya beberapa pertanyaan target
- Ketika anda mengangkat lengan apakah anda merasakan nyeri pada bahu anda?
-

ini mungkin mengarahkan ke hadiran dari tubrukan.


Apakah bahu anda melakukan catching atau locking up ? jika begitu,
pertimbangkan suatu cedera labral atau tubuh yang longgar, cth, suatu retakan

pada kartilago atau tulang yang melayang disekitar sendi.


Apakah bahu anda merasa seperti keluar dari tempatnya-baik sebagian atau
komplit? Ini mengarah ke instabilitas bahu

Apakah sulit untuk anda meraih belakang bahu anda, atau anda memiliki nyeri
bahu ketika anda melakukan ini? Ini mungkin indikasi defisitrotasi interna

glenohumeral.
Apakah anda merasakan seperti melempar bola yang lambat, atau dengan
akurasi yang sedikit ? ini mungkin suatu indikasi bahwa ada sesuatu yang salah
dengan otot rotator, inervasi sekitar bahu, atau labrum yang sebagian menahan
bahu. Kadang, cedera labrum menunjukan sebagai suatu loss of power pada
lemparan, sebagai definisi oleh atlet yang melakukan pelemparan bola cepat atau
jauh.

Diagnosis untuk pertimbangan


Berdasarkan

pada

anamnesis

pasien

dan

respon

pertanyaan,

anda

akan

mempertimbangkan satu dari beberapa diagnosa berikut sebagai bagian dari perbandingan.
Ekternal atau Internal
Impingement syndromes
Anda akan melihat. Eksternal atau subakromial impingement syndrom dihasilkan dari
kompresi rotator antara arkus coracoacromial dan caput humerus. Suatu akromian yang
condong atau bengkok atau osteofit dapat mengkontribusi ke sindrom. Test Neer dan Hawkin
terkadang positif, dan disana mungkin nyeri dengan motion. (untuk lebih lanjut dan tes

Atlet memiliki masalah bahu ? Pertimbangkan Tes Ini

lainnya disebutkan disini, lihat tlet memiliki masalah bahu? Pertimbangkan Tes ini pada
halaman 177).

Selama suatu review penuh tes bahu provokatif dibawah ini , tes spesifik untuk impingement, cedera labral,

impangement
dihasilkan
dari
jepitan pada
rotator
cuff antara
instabilitas, danInternal
cedera rotator
cuff harus di masukan
ketika
pemeriksaan
atlet lempar.

labrum

posterosuperior dan tuberositas mayor. Nyeri sering timbul dengan rotasi repetitif maksimal
Impingement
bahuDokter
internalmenggunakan
dan abduksi,satu
dimana
mengarah
ke mikrotrauma
kumulatif
patologi
Tes Neer.
tangan
untuk fleksi
pasif dari lengan
pasiendan
yang
mana rotator
ibu jari pasien
menghadap
cuff articular-sided.
kebawah, sebagai
Pasien
klinisi
akanlainnya
komplain
menstabilisasi
nyeri dengan
tangan
rotasipasien
bahu internal
pada skapula.
dan abduksi.
Tes positif
Tes untuk
impingement
jikaHawkin
pasien merasa
pada bahu
dengan
manuver ini.
Neer dan
sangatnyeri
membantu
dalam
mendeteksi
impingement internal.
Tes Hawkin. Tes
ini melibatkan
stabilisasi
dari skapula,
pasif bahuyang
90 , berlebihan
fleksi bahu hingga
30 , fleksi siku
Kelelahan
bahu dari
sedikitnya
kondisiabduksi
dan melempar
atau kapsula
90, dan
rotasi internal
Nyeri
denganterlihat
manuverpada
ini memungkinkan
rotatormengkontribusikan
cuff impingement. terhadap
posterior
yang bahu.
kencang
kadang
atlet lempar, juga
Cedera Labral

kelainan.

Tes OBrien. Dokter meminta pasien untuk adduksi lengannya melewati garis tengah tubuh sembari bahunya

Pengobatan. Manajemen yang tepat meliputi istirahat relatif dari aktifitas yang

difleksikan 90 dan ibu jari kebawah. Saat pasien melakukan ini, dokter menekan kebawah untuk melawan fleksi bahu

berlebihan, dan suatu program rehabilitasi individu termasuk dinamik

pasien dan untuk melihat apakah pasien merasa nyeri. Kemudian, motion yang sama dilakukan oleh pasien, tetapi kali

stretching/penguatan melalui rotator cuff, kapsula posterior, dan scapular

ini dengan ibu jari keatas. Jika nyeri tidak terasa atau hilang dengan ibu jari keatas, tes positif untuk cedera labral.

stabillizer. Penyuntikan suatu analgetik-kortikosteroid kedalam ruang subakromial


membantu dalam diagnosis dan juga gejala. Pikirkan bursectomy, arthroscopic

Instabilitas

acromioplasty,
capsulotomy
dan/atau
debridement
untuk
kasus yang
berat.fossa glenoid dan
Load and shift test.
Dokter menggunakan
dorongan
untuk
menekan caput
humerus
ke sentral
- Patologi labrum bahu
seberapa jauh dapat
dilakukan.
cm itu
ringan;yang
1 -2 cm
moderatmemiliki
dan >2 cmrisiko
berat. robeknya
- Apa
yang Displacement
anda lihat. <1
Atlet
lempar
berlebihan

kemudian menggerakan caput humerus ke belakang dan kedepan, sambil menjaga skapula stabil, untuk melihat
Sulcus sign. Dengan
lenganRotasi
pasien dalam
posisi
relaks pada
sisinya,
menarikmenyebabkan
kebawah. Jika suatu
labral.
ekternal,
abduksi
lengan
daridokter
pelempar
rotasigap lebih
dari 1 cm luasnya antara
caput dari
humerus
dan akromion,
tes positif untuk
instabilitas
glenohumeral
inferior.
posterior
pangkal
bisep, melepaskan
bisep
dari labrum
superior,
suatu
Apprehension-relocation test. Dokter meminta pasien untuk berbaring terbalik dan abduksi bahunya sekitar 90.

robekan labrum anterior superior dan posterior (SLAP), atau suatu robekan tipe II

Dokter kemudian merotasikan eksterna lengan pasien dan meletakan beban pada sendi glenohumeral. Pasien dengan

dari anterior ke posterior. Robekan SLAP mungkin mengarah ke bahu posisi

isntabilitas bahu akan sering memberhentikan dokter dan berkata bahwa dia merasakan bahunya akan keluar.

catching dan locking. Pasien mungkin merasakan nyeri yang samar-samar pada

Bagian relokasi dari tes ini dilakukan oleh pengaplikasian dokter ke suatu dorongan langsung posterior ke

bahu, dimana menjadi berat pada fase late cocking. Test OBrien akan positif.
Magnetic Resonance Imaging (MRI) dengan artrogram dapat menunjukan

depan dari bahu. Jika pasien berkata bahwa perasaan akan keluar bahunya telah menghilang (dan rasa akan hilang),
tes positif.

suatu robekan labral. Pertimbangkan MRI ketika nyeri pada atlet di barengi oleh
gejala mekanik, seperti locking, catching, atau instabilitas, atau jika tanda dan

Cedera Rotator Cuff

gejala pada bahu tidak muncul terhadap intervensi terapi fisik yang tepat setelah

Drop arm test. Bahu di abduksi pasif 90 dan difleksi 30 sambil ibu jari mengarah ke bawah. Tes positif jika dari

periode jika
waktu
biasanya
minggu.
cedera otot supraspinatus
pasien
tidak 4-6
mampu
untuk menjaga lengannya elevasi setelah dokter melepaskan
lengannya.
Empty can test (Jobe Test). Bahu secara pasief di abduksi hingga 90 dan fleksi hingga 30 sambil ibu jari
menghadap kebawah. Pada posisi ini, resistensi memberikan pasien untuk mencoba mengangkan lengannya ke atas,
nyeri dengan dugaan kecil suatu cedera/robekan dari otot supraspinatus.
Push-off test. Dokter meminta pasien untuk adduksi dan rotasi internal lengannya ke belakang. Pemeriksa
memastikan tahanan sebagai pasien mencoba untuk mendorong lengannya menjauhi tubuh. Nyeri dengan dugaan
kecil suatu robekan dari otot subscapularis.

Pengobatan. Untuk robekan kecil, manajemen konservatif termasuk istirahat


relatif dan terapi fisik. Tergantung pada morfologi robekan, pertimbangan
debridemen labral artroskopik atau perbaikan jika pengukuran gagal. Literatur
menyarankan penyelesaian campuran pada manfaat dari operasi, dengan berbagai
macam penilaian penuh untuk dapat bermain kembali.

Instabilitas Bahu
Anda akan melihat. Instabilitas pada atlet lempar adalah multifaktor, dan jarang dikarenakan
injuri struktur bahu yang terisolasi. Pasien dengan keluhan bahwa bahu mereka terasa seperti
akan keluar dari tempatnya, walaupun saat mereka tidak melempar. Untuk membantu
mendeteksi instabilitas, lihat gejala sulkus, dan lakukan load and shift test dan suatu
apprehension-relocation test.
-

Dua kategori injuri.instabilitas injuri terbagi dalam 2 kategori primer: TUBS


(Traumatic, Unilateral, terkait dengan lesi Bankart, diobati dengan Operai) dan
AMBRI (Atraumatic Multidirectional Bilateral, diobati dengan Rehabilitasi,
Inferior capsular shift).

Sesuai namanya jelas, TUBS merupakan terkait dengan lesi Bankart (suatu avulsi dari
labrum glenoid anteroinferior ke humerus). Poto polos bahu, termasuk outlet, aksilaris lateral,
dan gambar anteroposterior, dapat menunjukan lesi Bankart. Anda juga dapat melihat lesi
Hill-Sachs, dimana tercatat pada caput humerus posterolateral sebagai depresi dari korteks
tulang.
AMBRI adalah yang paling sering terlihat daripada TUBS pada pelempar. Atlet kadang
mendapat suatu tepi kompetitif oleh peningkatan rotasi eksternal. Bagaimanapun, ketika
suatu yang berlebihan, hasil ini kelemahan yang berlebihan terlihat dalam AMBRI.
Sementara, dislokasi traumatik akut dapat timbul dengan instabilitas tipe AMBRI.
-

Pengobatan. Latihan stabilisasi skapula, penguatan dinamik rotator cuff, istirahat


relatif, dan pengobatan singkat (7-10 hari) dari obat nonsteroid antiinflamasi
adalah pengobatan tetap untuk instabilitas bahu pada atlet lempar. Program
melempar dapat dimulai ketika atlet telah asimptomatik dan telah istirahat yang
cukup. Anda juga memerlukan resep suatu periode istirahat panjang 4-6 minggu
jika gejala muncul kembali terhitung setelah aktivitas. Untuk kasus yang berat,
pertimbangkan operasi (melalui pendekatan terbuka atau artroskopi) untuk
mengobati terkait patologinya.

Defisit Rotasi Internal Glenohumeral


Anda akan melihat. Kontraktur kapsular posterior, umum pada bahu atlet lempar,
menyebabkan penurunan rotasi internal dan shift posterior dari arkus total arkus dari motion
glenohumeral. Pasien mungkin mengeluhkan penurunan kemampuan untuk mencapai
punggung atau nyeri ketika melakukan hal tersebut.

Aspek anterior dari kapsul bahu juga memanjang, mengijinkan kelmahan kapsula
anterior yang menyebabkan tambahan masalah, termasuk impingement internal, robekan
SLAP, articular-sided, robekan parsial dari rotator cuff, dan impingementrotator cuff
posterosuperior. Risiko untuk kaskade ini dari peningkatan komplikasi pada pasien dengan
defisit rotasi internal bahu pelempar 25 dibandingkan dengan sisi yang tidak untuk
melempar, dan suatu total arkus motion < 180.
-

Pengobatan. Stretching kapsula posterior yang ketat menggunakan sleeper


stretch (gambar 2) atau cross-body stretch (gambar 3) menunjukan keberhasilan,
dengan 90% dari atlet dengan gejala yang mereda dalam 2 minggu. Jika
pengobatan konservatif efektif, pertimbangkan pilihan pelepasan atroskopi
kapsular dari ligamen glenohumeral posterior inferior.

Robekan Rotator cuff


Anda akan melihat. Ketebalan parsial, robekan articular dari supraspinatus, infraspinatus,
atau keduanya-menemukan posterosuperior pada interval rotator posterior merupakan sering
pada atlit lempar. Pasien mengeluh kelemahan ketika mencoba untuk mengerjakan sesuatu
berlebihan atau gerakan yang membutuhkan anduksi bahu. Supraspinatus biasanya
mempengaruhi otot, dan untuk mengetes otot ini dengan empty can test akan menunjukan
nyeri dengan kelemahan jika terdapat robekan. Bagaimanapun, robekan full-thickness rotator
cuff itu jarang, pertimbangkan suatu diagnosa instabilitas atau robekan parsial pada kasus ini.
Suatu MRI dapat menunjukan robekan rotator cuff. Faktanya, pemindaian mungkin
diperlukan untuk beberapa dugaan robekan pada atlet.
-

Pengobatan.

Rekomendasi

latihan

penguatan

untuk

pasien

sebelum

mempertimbangkan operasi. Pengobatan non operatif lebih dipilih, dan harus


meberikan suatu percobaan yang adil sebelum operasi; penelitian belum konsisten
mendukung pendekatan operatif untuk robekan rotator cuff. Bagaimanapun, jika
manajement konservatif gagal, debridemen atroskopik dari robekan jaringan
direkomendasi prosedur terbuka.
Diskinesia Skapula dan Sindrom SICK
Anda akan melihat. Perkembangan yang jelek dari atau kelelahan dalam , stabilisasi skapula
mengarah ke diskinesia skapula (buruknya kontrol skapula dan motion). Diskinesia
skapulotorakal dapat mengarah kesuatu overuse muscular fatigue syndrome disebut SICK
syndrome (Scapular malposition, Inferior medial border prominence, Coracoid pain and

malposition, and dysKinesis of scapular movement). Gejala tersering adalah nyeri bahu
anterior, nyeri skapula posterior/superior dengan atau tanpa radiasi, dan suatu sensasi dead
arm. Jika tidak diobati, ini akan menghasilkan lesi rotator cuff, impingement, dan patologi
labral.
-

Pengobatan. Kedua pengobatan dan pencegahan bergantung pada biomekaniknya


untuk koreksi menarik dan rotasi skapula selama melempar. Penguatan stabilisasi
skapula dan stretching ketat struktur posterior membantu untuk memajukan
biomekanik yang tepat, dan mampu menyukseskan untuk kembali melempar.

Bantu pasien mencegah injuri awal


Untuk mengurangi risiko injuri bahu, atlet perlu untuk memelihara suatu throwers
motion yang tepat pada sendi glenohumeral. Atlet lempar yang berlebihan sering
menunjukan rotasi eksternal yang berlebihan pada bahu dominan mereka, sementara rotasi
internal berkurang.
Sering peregangan lembut dapat membantu menjaga jumlah motion yang sama di
kedua bahu dan bahu dominan. Namun, memperingatkan pasien untuk menghindari
peregangan terlalu agresif untuk mendapatkan mobilitas; tujuannya harus untuk
mempertahankan mobilitas.
Penguatan seluruh ekstremitas atas (bahu, skapula, siku, dan pergelangan tangan)
adalah penting. Sementara kebutuhan individu setiap atlet harus dibenahi, penelitian
elektromiografi dari gerakan melempar menunjukkan bahwa peregangan, penguatan, dan
pelatihan kembali otot-otot yang memungkinkan bahu untuk memutar ke atas dan ke

belakang membantu skapula tetap dekat dengan tulang rusuk di bagian belakang . Ini adalah
langkah awal yang paling penting dalam rehabilitasi cedera bahu atlet lempar.
Program Pencegahan dan pengobatan untuk atlet lempar harus selalu dimasukan
stabilisasi dinamis dan kontrol neuromuskular. Selain itu, transfer energi kinetik, serta
stabilitas proksimal dengan mobilitas distal dari ekstremitas atas, diperkuat oleh latihan inti
stabilisasi, termasuk plank dan plank samping, serta pelatihan tubuh bagian bawah. Dengan
demikian, penguatan inti adalah komponen yang sangat penting dari rejimen latihan
pencegahan cedera untuk atlet lempar.
Terakhir, program melempar menggabungkan jumlah lapangan maksimum per hari,
hari sisa, dan melempar lembut adalah kunci untuk pencegahan cedera. Atlet muda lempar
dan

orang

tua

mereka

untuk

sumber

daya

seperti

http://pediatrics.aappublications.org/content/129/3/e842.full.pdf+html . (Katakan kepada


mereka untuk melihat rekomendasi pada akhir dokumen.) Perlu diingat, bagaimanapun,
bahwa tidak ada rekomendasi yang jelas untuk kuliah dan pelempar profesional.
Atlet Muda
Penting untuk mencatat bahwa atlet dengan tulang immatur merupakan risiko utama
dari injuri dikarenakan karena kelmahan relatif dari pertumbuhan terbuka lempneg dan
perkembangan otot yang tidak seimbang. Hal ini esensial untuk memastikan aplikasi prinsip
yang didiskusikan disini terhadap atlet muda untuk mencegah injuri.

Anda mungkin juga menyukai