Anda di halaman 1dari 3

Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Institut Pertanian Bogor

PKPBM :: Pembangunan Kawasan Pedesaan Berbasis Masyarakat

SAMBAS
GAMBARAN UMUM
Kondisi Geografi dan Topografi
Kabupaten Sambas adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, dengan luas wilayah
6.395,70 km2 atau 639.570 ha (4,36% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat). Kabupaten ini
terletak di bagian pantai barat dan paling utara dari wilayah provinsi Kalimantan Barat dengan panjang
pantai +128,5 km dan berbatasan dengan Negara Malaysia dengan panjang perbatasan negara +97 km.
Kabupaten Sambas terletak di antara 1'23" LU dan 108'39" BT dengan batas-batas wilayah
administratif sebagai berikut:

Utara : Sarawak, Malaysia Timur


Selatan : Kota Singkawang
Barat : Selat Karimata, Laut Cina Selatan
Timur : Kabupaten Bengkayang

Kabupaten Sambas termasuk daerah beriklim tropis dengan curah hujan bulanan rata-rata 187.348 mm
dan jumlah hari hujan rata-rata 11 hari/bulan. Curah hujan yang tertinggi terjadi pada bulan September
sampai dengan Januari dan curah hujan terendah antara bulan Juni sampai dengan Agustus. Temperatur
udara rata-rata berkisar antara 22,9oC. Sampai 31,05oC. Suhu udara terendah 21,2oC terjadi pada bulan
Agustus dan yang tertinggi 33,0oC pada bulan Juli. Kelembaban udara relatif 81-90%, tekanan udara
1,001-1,01/Hm Bar, kecepatan angin 155-173 km/hari, elipasi sinar matahari 50.73%, penguapan
(evaporasi ) harian antara 4,2-5,9 Hm dan evapotranspirasi bulanan 134,7-171,4 mm.
Kondisi topografi Kabupaten Sambas relatif tidak rata (datar ke berbukit-bukit) dengan jenis tanah di
daerah datar meliputi jenis Organosol, Aluvial dan Podsolik Merah Kuning (PMK) sedangkan di daerah
berbukit dan bergunung meliputi jenis tanah Latosol dan Podsolik Merah Kuning (PMK). Sementara
itu, bedasarkan ketinggian di atas permukaan laut wilayah ini dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Ketinggian 0-7 m di atas permukaan laut terdapat di kecamatan: Sejangkung, Sambas, Tebas,
Selakau, Jawai, Paloh, dan Teluk Keramat.
Ketinggian 8-25 m di atas permukaan laut terdapat di kecamatan: Sejangkung, Sambas, Tebas,
Selakau, Pemangkat, dan Teluk Keramat.
Ketinggian 26-100 m di atas permukaan laut terdapat di kecamatan: Sejangkung, Sambas,
Tebas, Selakau, Pemangkat, Teluk Keramat, dan Paloh.
Wilayah ini juga dialiri banyak sungai dan secara umum memiliki 3 (tiga) Daerah Aliran Sungai (DAS)
dengan total hamparan 516.200 ha, yang meliputi: (a) DAS Paloh: 64.375 ha, (b) DAS Sambas:
258.700 ha, dan (c) DAS Sebangkau: 193.125 ha.

-0.5

Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Institut Pertanian Bogor

Kondisi Administratif
Kabupaten Sambas adalah hasil pemekaran kabupaten pada tahun 2000. Sebelumnya wilayah
Kabupaten Sambas sejak tahun 1960 adalah meliputi juga Kota Singkawang dan Kabupaten
Bengkayang dimana pembentukan Kabupaten Sambas pada tahun 1960 itu adalah berdasarkan bekas
wilayah kekuasaan Kesultanan Sambas. Wilayah administratif Kabupaten Sambas meliputi 19
(sembilan belas) kecamatan, yaitu : Sambas, Selakau, Pemangkat, Tebas, Jawai, Teluk Keramat,
Sejangkung, Paloh, Subah, Sajingan Besar, Galing, Tekarang, Semparuk, Jawai Selatan, Sebawi, Sajad,
Tangaran, Selakau Timur, Salatiga. Keseluruhan wilayah kecamatan tersebut dibagi lagi menjadi 183
desa.

Kondisi Demografi
Jumlah penduduk di Kabupaten Sambas pada tahun 2009 sebanyak 496.464 jiwa. Sementara itu
berdasarkan hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010 berjumlah 496.116 jiwa yang terdiri dari penduduk
laki-laki 244.569 jiwa dan penduduk perempuan 251.547 jiwa dengan kepadatan rata-rata 77,32
jiwa/km2. Penduduk di wilayah ini terdiri dari Suku Dayak, Melayu Sambas, China Hakka dan lainlain. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sambas berdasarkan data Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Keluarga Berencana Kabupaten Sambas Tahun 2004 adalah 18.005 Kepala Keluarga
miskin dengan jumlah 74.968 jiwa. Secara lengkap jumlah penduduk di Kabupaten Sambas menurut
jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 2.1. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di Kabupaten Sambas
TAHUN
Jumlah Pria (jiwa)
Jumlah Wanita (jiwa)

2009
241.959
254.505
496.46Total (jiwa)
0.54
Pertumbuhan Penduduk (%)
1
2
Kepadatan Penduduk (jiwa/Km ) -

2008
2007
2006
2005
247.298 244.919 244.506 242.092
243.779 240.527 236.362 234.191
491.077 485.446 480.868 476.283
1
-

1
76

1
-

Sementara itu, kondisi demografi yang didasarkan pada mata pencaharian penduduk menurut sektor
adalah :

-0.5

Pertanian : 207.350 orang


Industri Pengolahan : 152.028 orang
Listrik, gas, dan air : 9.053 orang
Bangunan : 28.308 orang
Perdagangan : 34.695 orang
Perhubungan : 2.874 orang
Keuangan : 9.723 orang
Jasa kemasyarakatan lainnya : 34.678 orang

Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Institut Pertanian Bogor

Kondisi Perekonomian
Kondisi perekonomian di Kabupaten Sambas dapat dilihat dari tingkat pendapatan daerah yang diukur
antara lain dari pendapatan per kapita, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pendapatan Asli
Daerah (PAD) serta gambaran kualitatif tentang keadaan sandang, pangan dan perumahan masyarakat.
Berdasarkan data tahun 2003 dapat dilihat keadaan perekonomian Kabupaten Sambas, yaitu: (a) PAD
sebesar Rp. 16.350.041.018,-, (b) Pendapatan per kapita sebesar Rp. 3.419.922,-, (c) Pajak bumi dan
Bangunan (PBB) sebesar Rp. 8.560.013.046,-, dan (d) Upah minimum regional (UMR) sebesar Rp .
400.000,-.
Sementara itu, PDRB Kabupaten Sambas atas dasar harga berlaku meningkat sebesar 12,99 persen dari
4.152,70 milliar rupiah pada tahun 2007 menjadi 4.692,01 milliar rupiah pada tahun 2008. Hal ini
disebabkan meningkatnya nilai tambah pada sektor pertambangan dan penggalian, sektor listrik dan air
bersih serta sektor jasa masing-masing sebesar 26,23 persen, 16,23 persen dan 18,78 persen. Sementara
itu, PDRB atas dasar harga konstan 2000 pada tahun 2007 mencapai 2.491,36 milliar rupiah, kemudian
meningkat menjadi 2.629,92 milliar rupiah pada tahun 2008 atau naik sekitar 5,56 persen.
Pada tahun 2007, kontribusi dari sektor pertanian sebesar 43,09 persen terhadap keseluruhan
perekonomian yang ditunjukkan pada PDRB harga berlaku tahun tersebut. Kemudian disusul oleh
sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 28,90 persen, sektor industri sebesar 10,53 persen dan
sektor lainnya 17,48 persen. Pada tahun 2008, struktur perekonomian Kabupaten Sambas masih
didominasi oleh sektor pertanian. Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 42,58 persen terhadap
keseluruhan perekonomian yang ditunjukkan pada PDRB harga berlaku tahun tersebut. Kemudian
disusul oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 28,87 persen, sektor industri sebesar 10,59
persen dan sektor lainnya 17,96 persen.

Kondisi Infrastruktur
Sebagaimana kabupaten di daerah perbatasan di Indonesia, kondisi infrastruktur di Kabupaten Sambas
masih sangat minim. Untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur transportasi, selain pembangunan jalan
di Kabupaten Sambas juga terdapat Bandara Paloh yang memilki panjang landasan/arah /PCN : 750 x
23 m / 05-23 / 5 FCZU. Bandara ini hanya mampu untuk mendaratkan pesawat jenisDHC-6 dengan
terminal domestik yang dapat menampung 50 orang. Sementara itu untuk transportasi laut, di
kabupaten ini memiliki dua pelabuhan, yaitu Pelabuhan Merbau Paloh dengan satu dermaga yang
memiliki panjang 70 m dan Pelabuhan Sintete yang memiliki satu dermaga.

-0.5