Anda di halaman 1dari 7

BAB I

STATUS PASIEN

1.

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Tn. K

Umur

: 41 tahun

Jenis kelamin : Laki-Laki


Alamat

: Lampung Selatan

Pekerjaan

: Petani

Suku bangsa : Sunda


Agama

: Islam

Status

: Menikah

Pendidikan

: SMA

Masuk RS

: Minggu, 20 April 2014 Pukul 22.47 WIB

Pemeriksaan : Senin, 21 April 2014 Pukul 17.00 WIB


2.

AUTOANAMNESIS
Keluhan utama

: kulit bersisik di seluruh tubuh sejak 1 minggu lalu

Keluhan tambahan :

Bengkak pada seluruh tubuh, dan


Demam yang hilang timbul.

Riwayat penyakit sekarang :


Sejak 2 bulan lalu, pasien mengeluh gatal-gatal pada seluruh tubuh yang disertai
dengan timbulnya bintil-bintil kecil seperti butiran pasir, berbentuk padat dan
tidak berisi air. Timbulnya bintil-bintil kecil ini tanpa disertai perubahan warna
kulit. Pasien mengaku hari demi hari keluhan gatalnya semakin bertambah parah,
terutama bila pasien sedang beraktifitas berlebih atau ketika sedang berada di
bawah sinar matahari atau sedang berkeringat. Pasien pun pergi ke Puskesmas
terdekat yang jaraknya sekitar 5 km dari rumahnya untuk berobat. Oleh dokter di
Puskes, pasien diberi 2 macam obat. Pasien mengaku diberi bedak salisil dan obat
tablet besar berwarna kuning. Namun, pasien hanya menggunakan bedak salisil

Case Report Stase Ilmu Kulit dan Kelamin | "Eritroderma ec


Drug Eruption

saja sedangkan tabletnya tidak dikonsumsi oleh pasien dikarenakan pasien


mengeluh kesulitan untuk memakannya. Setelah menggunakan obat dari Puskes
pasien mengaku keluhan gatal yang dirasakan berkurang namun bintil-bintil tetap
tidak menghilang.
Sejak 1 bulan lalu, keluhan yang serupa timbul kembali. Dikarenakan pasien
kecewa dengan pengobatan di Puskesmas dan jarak ke Puskesmas sangat jauh, ia
pun berinisiatif untuk membeli obat Zoralin ke Apotek terdekat. Saat di Apotek,
pasien membelinya, selain itu apoteker juga menawarkan jenis obat lain yang
menurut apoteker tersebut lebih baik efeknya. Dikarenakan ia tidak membawa
uang lebih dan harga obat yang ditawarkan apoteker 4x lipat dari harga Zoralin, ia
pun menolaknya. Sekitar 2 hari kemudian, pasien akhirnya kembali ke Apotek
tersebut untuk membeli obat yang ditawarkan oleh apoteker. Obat tersebut berupa
tablet kecil berwarna putih. Pasien meminumnya 1x sehari selama 2 hari.
Sejak 3 minggu sebelum masuk rumah sakit (SMRS), dikarenakan tidak ada
perubahan setelah mengkonsumsi obat dari apotek, ia pun berobat ke Mantri. Oleh
mantri pasien diberi 4 macam obat, diantaranya adalah obat 1 dan 2 berupa tablet
kecil berwarna kuning, obat 3 berupa kapsul berwarna merah-biru dan obat 4
berupa tablet besar berwarna biru. Obat-obat tersebut diberikan untuk 5 hari.
Sejak 2 minggu SMRS, setelah mengkonsumsi obat-obatan dari mantri tersebut,
pasien mengeluh tubuh menjadi bengkak-bengkak. Bengkak diawali dari kedua
kelopak mata, lalu ke wajah, tangan, perut dan ke kaki. Keluhan ini disertai gatal
dan perubahan warna kulit menjadi merah seperti kepiting rebus. Dikarenakan
gatal, pasien menggaruknya dan setiap lokasi yang digaruk akan keluar sedikit
cairan berwarna bening dimana pada beberapa hari kemudian menjadi hitam.
Sejak 1 minggu SMRS, keluhan yang dirasa semakin memberat. Pasien juga
mengeluh demam yang naik-turun. Demam dirasa terutama pada malam hari atau
bila cuaca dingin. Kulit pasien menjadi sangat kering dan bersisik.

Case Report Stase Ilmu Kulit dan Kelamin | "Eritroderma ec


Drug Eruption

Sejak 2 hari SMRS, pasien memanggil seorang mantri. Oleh mantri tersebut
pasien hanya diberi obat. Namun, dikarenakan kondisi pasien yang semakin buruk
penyakitnya, oleh keluarga diputuskan untuk dibawa ke RSUD Abdoel Moeloek.
Pasien mengaku pernah sakit tipes sekitar 25 tahun yang lalu. Selain itu pasien
mengaku hanya sakit demam dan flu biasa sejak sekitar 1 tahun belakangan ini,
dan ia hanya mengkonsumsi obat-obatan warung seperti paramex atau bodrex.
Riwayat keluhan yang serupa sebelumnya disangkal, riwayat trauma disangkal,
riwayat digigit binatang disangkal, riwayat gatal-gatal akibat makanan tertentu
disangkal, riwayat sesak napas disertai suara mengik disangkal, riwayat flu atau
bersin-bersin akibat perubahan cuaca disangkal, riwayat penyakit jantung
disangkal, riwayat kencing manis disangkal, riwayat penyakit ginjal disangkal,
riwayat darah tinggi disangkal pasien, riwayat sakit kuning disangkal. Begitu juga
pada anggota keluarga lainnya.
3.

STATUS GENERALIS
Keadaan umum

: Tampak sakit sedang

Kesadaran

: Compos mentis

Status gizi

: Normal (nilai IMT 20,55 kg/m2)

Tanda-tanda vital

Tekanan Darah
Nadi
Respirasi
Suhu

: 120/70 mmHg
: 88x/menit
: 22x/menit
: 37,7 C

Berat badan

: 58 kg

Tinggi badan

: 168 cm

Bentuk badan

: normal

Kelopak mata

: tampak edem

Thoraks

: dalam batas normal

Abdomen

: dalam batas normal

KGB

: tidak terdapat pembesaran

Ekstremitas

Case Report Stase Ilmu Kulit dan Kelamin | "Eritroderma ec


Drug Eruption

Superior
Inferior

4.

: pitting edem (+/+)


: pitting edem (+/+)

STATUS DERMATOLOGIS
Lokasi

: Universal

Inspeksi

: Tampak eritem difus yang ditutupi skuama kasar selapis


tidak berminyak berwarna kecoklatan.

Test manipulasi

: Diaskopi tes positif (warna merah menghilang saat


penekanan).

5.

LABORATORIUM (tanggal 20 April 2014)


Hematologi
Hb

: 12,6 gr/dl

LED

: 39 mm/jam

Leukosit

: 16.700 /ul

Hitung Jenis :

Basofil
Eosinofil
Batang
Begmen
Limfosit
Monosit

: 0%
: 0%
: 0%
: 58%
: 30%
: 12%

Kimia Darah
Ureum

: 13 mg/dl

Creatinin

: 0,9 mg/dl

GDS

: 106 mg/dl

Natrium

: 138 mmo/L

Kalium
Calsium
Clorida
6.

: 4,7 mmo/L
: 8,6 mg/dl
: 107 mmo/L

DIAGNOSIS BANDING

Eritroderma ec erupsi obat


Eritroderma ec perluasan penyakit

Case Report Stase Ilmu Kulit dan Kelamin | "Eritroderma ec


Drug Eruption

7.

DIAGNOSIS KERJA
Eritroderma ec erupsi obat

8.

PENATALAKSANAAN
8.1 Umum:
Menghentikan segera pengkonsumsian obat-obatan sebelumnya;
Melakukan pengawasan untuk mendeteksi kemungkinan timbulnya

erupsi yang lebih parah atau relaps setelah berada pada fase pemulihan;
Diet tinggi protein sebesar 83,85 gram;
Menjaga balans cairan tubuh.

8.2 Khusus:
Sistemik:

IVFD 1 RL : 1 D5% : 1 NaCl dengan tetesan 20 tpm.

Kortikosteroid :
Prednison 3 x 10 mg perhari

Anti histamin :
Cetirizin 1 x 10 mg perhari

Antibiotik:
Ceftriaxon 1 g/12 jam

Topikal: Emolien Lanolin 10%


9.

PEMERIKSAAN ANJURAN

Cek total protein dan albumin


10.

11.

PROGNOSIS
Quo ad vitam

: bonam

Quo ad functionam

: bonam

Quo ad sanationam

: dubia

FOLLOW UP
Selasa, 22 April 2014 Pukul 17.00 WIB
Subjektif:

Case Report Stase Ilmu Kulit dan Kelamin | "Eritroderma ec


Drug Eruption

Sisik kulit mulai mengelupas dan berkurang;


Kemerahan pada kulit berkurang;
Gatal (-)
Demam (-)

Objektif:
Kesadaran

: Compos mentis

KU

: Tampak sakit sedang

Tanda Vital:

Tekanan darah
Nadi
Pernapasan
Suhu

Berat badan

: 120/80 mmHg
: 78 x/m
: 20 x/m
: 36,8 C

: 58 kg

Balance cairan:

Input
Output
IWL

: Infus 1.500 cc + minum 480 cc


: 720 cc
: 870 cc

Jadi balance cairan adalah 1.980 cc 1.590 cc = (+) 390 cc


Pemeriksaan Fisik:
Kelopak mata : edem berkurang
Ekstremitas

Superior : Pitting edem (+/+)


Inferior : Pitting edem (+/+)

Status dermatologis:
Pada universal tampak eritem difus yang ditutupi skuama kasar selapis tidak
berminyak berwarna kecoklatan.
Assesment: Eritroderma ec erupsi obat
Planning:
Umum:

Case Report Stase Ilmu Kulit dan Kelamin | "Eritroderma ec


Drug Eruption

Melakukan pengawasan untuk mendeteksi kemungkinan timbulnya erupsi

yang lebih parah atau relaps setelah berada pada fase pemulihan;
Diet tinggi protein sebesar 83,85 gram;
Menjaga balance cairan tubuh, meminta pasien minum maksimal 90 cc atau
sepertiga gelas aqua.

Khusus:
Sistemik:

IVFD 1 RL : 1 D5% : 1 NaCl dengan tetesan 20 tpm.

Kortikosteroid:

Prednison 3 x 10 mg perhari

Anti histamin:

Cetirizin 1 x 10 mg perhari

Antibiotik:

Ceftriaxon 1 g/12 jam


Topikal: Emolien Lanolin 10%

Keterangan:
Pasien pulang Rabu, 23 April 2014 Pukul 13.00 WIB.

Case Report Stase Ilmu Kulit dan Kelamin | "Eritroderma ec


Drug Eruption