Anda di halaman 1dari 272

ANALISIS EKONOMI DAMPAK TAMBANG INKONVENSIONAL (TI)

TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN DI KABUPATEN BANGKA BARAT


(ECONOMIC ANALYSIS OF ILLEGAL MINNING IMPACT TO FISHERMAN
INCOME IN KABUPATEN BANGKA BARAT)
Endang Bidayani
Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung

ABSTRACT
Tin production in Kabupaten Bangka Barat (Bangka Belitung Province)
generated positive and negative impact to environment. The aim of this research is
to analyse impact from illegal minning (TI) activity to fisherman income in
Kabupaten Bangka Barat. The data was analysed by analysis of impact methode.
The results shows that the illegal minning causes decreasing income of fisherman
up to 70% in ten years (1998-2008). The policy of fishery sector development is to
stop illegal minning in the fishery area.
Keyword : illegal minning, income of fisherman, Kabupaten Bangka Barat

PENDAHULUAN
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) merupakan salah satu daerah
penghasil timah terbesar di Indonesia dengan pasokan hampir mencapai 40% dari
kebutuhan timah dunia. Selain berdampak positif, aktivitas penambangan timah
juga berdampak negatif, yakni limbah berupa pasir tailing sisa buangan hasil
pencucian pasir timah, dan terbentuknya danau yang istilah lokal Bangka Belitung
disebut kolong atau lobang camuy. Sedangkan dampak pengerukan material
tambang di laut, dapat menurunkan kualitas air, merusak ekosistem terumbu
karang, menyebabkan degradasi fisik habitat pesisir dan abrasi pantai (Anonimous
2009).
Salah satu daerah yang cukup parah dirambah TI adalah wilayah perairan
Kabupaten Bangka Barat, dengan kerusakan terumbu karang mencapai 30%.
(Anonymous 2007). Seiring maraknya aktivitas TI di perairan Kabupaten Bangka
Barat, maka dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap pendapatan nelayan, dan
semakin memperburuk kerusakan lingkungan pesisir/pantai yang terjadi. Untuk
mengatasi hal ini, perlu strategi pengelolaan yang sifatnya terpadu dengan

931

melibatkan semua stakeholders, sehingga penyusunan strategi pengelolaan


sumberdaya pesisir di Kabupaten Barat tepat sasaran.
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan, yaitu : 1)
Menganalisis dampak kerusakan lingkungan terhadap sumberdaya ikan; dan 2)
Menghitung penurunan pendapatan nelayan. Adapun kegunaan penelitian ini
diharapkan dapat memberi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Bangka Barat
dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumberdaya pesisir di wilayah
tersebut.

METODOLOGI PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dimulai pada bulan Juli 2009 sampai dengan Februari 2010 di
wilayah pesisir Tanjung Ular Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung.
Metode Penelitian dan Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
dengan jenis metode studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini
meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung di
daerah penelitian melalui wawancara langsung kepada nelaya dan penambang
timah berdasarkan kuesioner. Metode pengambilan sampel/responden yang
digunakan adalah teknik sampling purposive atau sampling pertimbangan dengan
teknik snow ball. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat (nelayan pemilik
yang mewakili sifat-sifat dari keseluruhan nelayan yang menangkap ikan dan
pengunjung

pantai)

yang

memperoleh

dampak

langsung

dari

kegiatan

penambangan timah di laut, dan penambang timah yang memperoleh manfaat


(benefit) dari kegiatan penambangan timah di Perairan Tanjung Ular. Jumlah
sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang nelayan dari populasi nelayan
sebanyak 117 orang. Sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan data
statistik dari DKP Kabupaten Bangka dan DKP Kabupaten Bangka Barat.

932

Metode Analisis Data


Analisis Bio-teknik dan Bioekonomi Sumberdaya Perikanan
Dampak TI terhadap pendapatan nelayan diestimasi dengan analisis bioteknik menggunakan metode surplus produksi dari Schaefer MB (1954) diacu
dalam (Sobari, Diniah, Widiastuti 2008).

Hasil tangkapan maksimum lestari

dilakukan dengan cara menganalisis hubungan antara upaya penangkapan (E)


dengan hasil tangkapan per upaya penangkapan (CPUE) menggunakan
persamaan :
h = qKE

q2K 2
E
r

.....(1)

Untuk memperoleh nilai parameter bio-teknik r, q dan k dilakukan dengan


menggunakan model estimasi Algoritma Fox pendukung dari persamaan
Schaefer, sebagai berikut :
z
x =
U t

1
+

z 1
+
y =
U t +1

k=

r=

a E + Et +1
z = t

(2)

kq 2

Analisis bio-ekonomi dilakukan dengan cara menambahkan faktor ekonomi


faktor harga dan biaya - ke dalam aspek bio-teknik melalui model matematis
Gordon-Schaefer (Sobari, Diniah, Widiastuti 2008)
= TR TC

q 2 .k 2

.E c.E ......(3)
= p. q.k .E
= p.h c.E

Keterangan : TR = penerimaan total (Rp), TC = biaya total (Rp), = keuntungan


(Rp), p =

harga rata-rata ikan (Rp), h =

hasil tangkapan (kg), c= biaya

penangkapan persatuan upaya (Rp), E = upaya penangkapan (trip)

Berdasarkan rumusan di atas, maka berbagai kondisi pola pemanfaatan


sumberdaya statik ikan di Perairan Tanjung Ular disajikan pada Tabel 1.

933

Tabel 1. Pola Pemanfaatan Sumberdaya Optimal Statik Ikan di Perairan Tanjung


Ular
Kondisi

Variabel

MEY

MSY

K
c
1 +

2
p.q.K

K
2q

c
p.q

r.K
c
c
1 +
1

4
p.q.K
p.q.K

r .K
4

r.c
c

p.q.K
p.q

r
c
1

2q
p.q.K

r
2q

r
c
1

q
p.q.K

q.E
p.q.K.E 1
c.E
r

r.K r
p.
c.
4 2q

c
p
F ( x)
p.x

Biomassa
(x)
Catch (h)

Effort (E)
Rente
Ekonomi
()

Open Access

Sumber : (Sobari, Diniah, Widiastuti 2008)

Pengelolaan sumberdaya ikan dalam konteks dinamik, secara matematis


dapat dituliskan dalam bentuk (Sobari dan Diniah 2009):

max = (1 + )
h

t =0

= t t ( x t , ht )

...................(4)

dengan kendala:

x t +1 x t = F ( x t ) h t
Berdasarkan

pertumbuhan

.................(5)

mengikuti

kaidah

Golden

Rule,

pemecahan

pengelolaan sumberdaya ikan dengan model dinamik dalam bentuk (Sobari dan
Diniah 2009):

dan

ch

2
2x

qx
+
= r 1

K
c

qx

...(11)

F(x) = h =

rx 1

....(6)

934

Dengam demikian

nilai biomassa, hasil tangkapan, Effort dan rente ekonomi

optimal model dinamik dapat dihitung dengan rumus (Sobari, Diniah, Widiastuti
2008):
x
( pqx c ) r 1 2 x
c
K

h* =

x =
+ 1 +
Kpq
r

.(7)

8c 14)

+ 1 +
r
Kpqr
Kpq

E* =

h*
qx *

.(8)

Biaya penangkapan dalam kajian bio-ekonomi model Gordon-Schaefer


didasarkan pada asumsi bahwa hanya faktor penangkapan yang diperhitungkan.
Biaya penangkapan rata-rata dapat dihitung dengan rumus berikut (Sobari dan
Diniah 2009):
1

c=

c
i =1

dan

m CPI t
1
C m
h

Ce =
100
n i =1 Et t =1 (hi + h j ) CPI e
........................(9)
n

keterangan:
c= biaya nominal rata-rata penangkapan (Rp per tahun ), ci biaya nominal
penangkapan responden ke- i (Rp per tahun), n=jumlah responden nelayan
(orang), Ce= biaya riil per upaya pada periode penelitian (Rp per unit), C biaya
nominal rata-rata penangkapan (Rp per tahun), Et= effort alat tangkap pada waktu
t (trip), h= produksi ikan pada waktu t (ton), (hi+hj) = total produksi ikan dari alat
tangkap (ton), n= jumlah responden (orang), m= jumlah tahun, CPIe= indek harga
pada periode penelitiaan, CPIt= indek harga pada periode t
Harga ikan yang digunakan merupakan harga rata-rata dari responden,
dengan rumus sebagai (Sobari dan Diniah 2009):
n

P=

P
i =1

dan

Pt =

CPI t
P 100
CPI e

..............................................(10)

dimana:
I = responden ke i , Pt
= harga riil ikan pada tahun t (Rp), P = harga nominal
ikan berlaku (Rp), CPIe = indek harga pada periode penelitiaan CPIt = indek
harga pada periode t
Discount rate merupakan suatu rate untuk mengukur manfaat masa kini
dibandingkan manfaat yang akan datang dari eksploitasi sumberdaya alam.

935

Tingkat discount rate yang digunakan dalam kasus ini adalah discount rate yang
mengacu ketetapan World Bank yakni berkisar 8% hingga 18%.
Standarisasi upaya penangkapan sebagai berikut (Gulland 1983 diacu
dalam (Sobari, Diniah, Widiastuti 2008):
FPI = CPUEi / CPUEs......(11)
dimana:
FPI = Fishing Power Index, CPUEi
= CPUE alat tangkap yang akan
distandarisasi (kg per trip), CPUEs = CPUE alat tangkap standar (kg per trip)
Menghitung upaya standar
fs = FPI x fi ..................(12)
dimana:
fs

= upaya penangkapan hasil standarisasi (trip)

fi

= upaya penangkapan yang akan distandarisasi (trip)


Standarisasi biaya yang digunakan dalam penelitian ini mengikuti pola

standarisasi yang digunakan Anna (2003) yang mengacu pada Gulland (1983)
secara matematis dapat ditulis :
Cet =

1
n

i=1

TC

n
t =1

h it
(h i + h

1
1 t

CPl
100

................................(13)

Keterangan :
Cet = Biaya per unit standarisasi upaya tangkap pada periode t, TCi = Biaya total untuk
alat tangkap i (i= 1,2), Ei = Total standarisasi upaya tangkap untuk alat tangkap i, (hi
+ hj) = Total produksi ikan, CPlt = Indeks harga konsumen pada periode t, hit =
Produksi alat tangkap i pada periode t, n = Jumlah total alat tangkap
Analisis depresiasi dan degradasi yang dilakukan mencakup analisis bioteknik dan bio-ekonomi. Analisis bio-ekonomi menggunakan pendekatan model
Algoritma Fox.

Analisis Kerugian Ekonomi


Penghitungan analisis kerugian ekonomi menggunakan data time series,
yakni perhitungan total revenue menggunakan data produksi aktual dan harga riil,
daan total cost yang menggunakan data effort dan riil cost mulai tahun 1998
hingga tahun 2008, untuk mengetahui besarnya rente setiap tahunnya.

936

HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Dampak Kerusakan Terhadap Sumberdaya Ikan


Analisis

dampak

kerusakan

dilakukan melalui

pendekatan

analisis

sumberdaya perikanan menggunakan analisis bioekonomi perikanan terhadap


produksi ikan pelagis dan ikan demersal berdasarkan jenis alat tangkapnya, yakni
jaring insang dan bagan, serta bubu dan pancing. Secara agregat jumlah
tangkapan ikan pelagis mengalami penurunan dari tahun 1998 hingga 2008.
Parameter biologi diestimasi dengan menggunakan model GordonSchaefer (1957). Pemanfaatan sumberdaya ikan pelagis dan ikan demersal belum
terjadi overfishing secara biologi (biological overfishing). Hasil estimasi parameter
biologi dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Hasil Estimasi Parameter Biologi
Parameter

Ikan Pelagis

Ikan Demersal

0,18

0,61

0,000114

0,000218

67.306,26

20.999,87

Analisis optimasi statik sumberdaya ikan pelagis menunjukkan bahwa


jumlah effort aktual sebesar 752 unit masih berada di bawah titik optimal, artinya
upaya penangkapan ikan pelagis masih efisien baik secara ekonomi maupun
biologi. Demikian juga dengan hasil tangkapan belum terjadi overfishing. Namun
pada kondisi open access dengan effort sebesar 1.519 unit, dihasilkan produksi
sebesar 541,64 ton mengindikasikan semakin banyak effort maka harvest turun
atau pemborosan (inefisiensi ekonomi). Demikian juga dengan sumberdaya ikan
demersal menunjukkan bahwa upaya penangkapan ikan demersal masih efisien
baik secara ekonomi maupun biologi. Demikian juga dengan hasil tangkapan
aktual sebesar 2.857,60 ton yang masih di bawah optimal pada kondisi MEY
sebesar

3.053,93 ton dan MSY sebesar 3.060,52 ton, atau belum terjadi

overfishing. Namun pada kondisi open access dengan effort sebesar 2.752 unit,
dihasilkan produksi sebesar 127,19 ton mengindikasikan semakin banyak effort
maka harvest turun atau pemborosan (inefisiensi ekonomi).

937

Nilai rente sumberdaya ikan pelagis dan ikan demersal pada kondisi open
access adalah nol. Ini berarti jika sumberdaya ikan dibiarkan terbuka untuk setiap
orang, maka persaingan upaya penangkapan pada kondisi ini tidak terkendali,
sehingga mengakibatkan nilai keuntungannya menjadi nol. Dalam pengelolaan
sumberdaya perikanan secara MEY, maka skenario kebijakan yang harus
dilakukan adalah : Meningkatkan upaya penangkapan (effort). Berdasarkan
perhitungan MEY model Fox, jumlah effort yang diperlukan dalam pengelolaan
ikan pelagis berjumlah 759 unit. Demikian juga dengan sumberdaya ikan
demersal, perlu penambahan effort dari 1.255 unit menjadi 1.376 unit atau
sebanyak 121 unit. Penambahan effort ini bisa dilakukan melalui kebijakan
pemberian kredit bunga ringan dari koperasi atau bantuan dana dari pemerintah.
Analisis optimasi dinamik sumberdaya ikan pelagis, menunjukkan bahwa
nilai rente tertinggi dicapai pada discount rate 8% sebesar Rp 672.751,37 juta.
Maka dapat disimpulkan, bahwa kebijakan yang harus dibuat dalam pengelolaan
yang optimal dan lestari pada ikan pelagis adalah penambahan jumlah effort, dari
752 unit menjadi 1.288 unit untuk menghasilkan produksi (harvest) optimal
sebesar 3.465,93 ton. Demikian juga berdasarkan sumberdaya ikan demersal,
menunjukkan bahwa nilai rente tertinggi dicapai pada discount rate 8% sebesar
Rp

1.413.182,92 juta. Maka dapat disimpulkan, bahwa kebijakan yang harus

dibuat dalam pengelolaan yang optimal dan lestari pada ikan demersal adalah
penambahan jumlah effort, dari 1.255 unit menjadi 1.679 unit untuk menghasilkan
produksi (harvest) optimal sebesar 3.415,38 ton dari produksi aktual 2.408,34 ton.
Analisis laju degradasi sumberdaya ikan pelagis menunjukkan bahwa,
belum mengalami degradasi, dengan koefisien tertinggi terjadi tahun 1998 yaitu
sebesar 0,35 dan koefisien terendah tahun 2001 sebesar 0,09. Laju degradasi
cenderung mengalami kenaikan. Demikian juga untuk sumberdaya ikan demersal
dengan nilai koefisien tertinggi terjadi tahun 2002 yaitu sebesar 0,43 dan terendah
pada tahun 2001 dan 2003 sebesar 0,05 dan laju degradasi cenderung fluktuatif.
Analisis laju depresiasi sumberdaya ikan pelagis menunjukkan belum
mengalami depresiasi dengan koefisien tertinggi terjadi pada tahun 1998 yaitu
sebesar 0,35 dan terendah pada tahun 2001 sebesar 0,08, dengan laju depresiasi
yang cenderung mengalami penurunan. Demikian juga sumberdaya ikan demersal
belum mengalami depresiasi dengan koefisien tertinggi terjadi pada tahun 2002

938

yaitu sebesar 0,44 dan terendah tahun 2001 dan 2003 sebesar 0,04, dengan laju
depresiasi yang cenderung fluktuatif.
Analisis Kerugian Ekonomi
Nilai rente ikan pelagis secara agregat mengalami penurunan. Rente
tertinggi dicapai pada tahun 1998, yakni sebesar Rp. 8,22 Milyar dan rente
terendah pada tahun 2003 sebesar Rp. 1,24 Milyar. Rente rata-rata tahun 19981999 sebesar Rp. 7,68 Milyar dan menurun pada tahun 2000-2001 menjadi Rp.
3,58 milyar. Pada tahun 2002 menjelang pemekaran wilayah, rente naik menjadi
Rp. 6,63 Milyar dan kembali turun pada kurun waktu 2003-2008 dengan rente
rata-rata sebesar Rp. 5,86 Milyar. Demikian juga untuk rente ikan demersal yang
secara agregat mengalami penurunan. Rente tertinggi dicapai pada tahun 2002
yakni sebesar Rp. 600,92 Milyar dan rente terendah tahun 2003 sebesar Rp.
34,45 Milyar. Rente rata-rata tahun 1998-1999 sebesar

Rp. 151,09 Milyar,

dan menurun pada tahun 2000-2001 menjadi Rp. 105,99 Milyar. Pada kurun
waktu 2003-2008 rente rata-rata menurun menjadi Rp. 46,44 Milyar. Untuk itu,
kebijakan pengembangan sektor perikanan yang harus dilakukan adalah
kebijakan penghentian kegiatan pertambangan timah di daerah yang berpengaruh
besar terhadap sumberdaya perikanan.

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan
bahwa : 1) Penambangan timah illegal (TI) apung berdampak negatif bagi
lingkungan pesisir Tanjung Ular Kabupaten Bangka Barat, menyebabkan
terjadinya penurunan kualitas air laut utamanya suhu, salinitas, kecerahan, dan
kecepatan arus yang kurang optimal bagi pertumbuhan terumbu karang sebagai
tempat hidup ikan; dan 2) Kerusakan lingkungan menyebabkan penurunan
pendapatan nelayan ikan pelagis sebesar 24%, dan pendapatan nelayan ikan
demersal hampir mencapai 70% dalam kurun waktu sepuluh tahun (1998-2008)

939

Saran
Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan: Kebijakan penghentian
kegiatan pertambangan timah di daerah yang berpengaruh besar terhadap
sumberdaya perikanan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 2007. Kondisi Terumbu Karang di Babel Memprihatinkan. http://www//


kompascommunity. com/index.php. 5 September 2007.
Anonymous. 2009. Perairan Dikeruk, Nelayan Terimpit. Kompas. Sabtu 7 Maret
2009
Anna Suzy. 2003. Model Embeded Dinamik Ekonomi Interaksi Perikananpencemaran. Disertasi. Bogor. Sekolah Pascasarjana. IPB
Fisher S. at al. 2000. Working with Conflict : Skills et Strategies for Action.
Bookcraft Midsomer Norton, Bath. UK.
Lipton DW et al. 1995. Economic Valuation of Natural Resources: A Handbook for
Coastal Resources Policymakers. Decision Analysis Series No.5. Coastal
Ocean Office. National Oceanic and Atmospheric Administration. U.S.
Department of Commerce.
Sobari Moch Prihatna, Diniah dan Widiastuti. 2008. Kajian Model Bionomi
Terhadap Pengelolaan Sumberdaya Ikan Layur di Perairan Pelabuhan
Ratu: Makalah Seminar Nasional Perikanan Tangkap. Bogor. Institut
Pertanian Bogor.
Sobari Moch Prihatna dan Diniah. 2009. Kajian Bio-Ekonomi dan Investasi
Optimal Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Ekor Kuning di Perairan
Kepulauan Seribu. Padang. Jurnal Mangrove Bung Hatta (Siap Terbit)

940

PERTAHANKAN PENDAPATAN PEKEBUN KARET DENGAN


MENGENDALIKAN PENYAKIT KERING ALUR SADAP
Tri R Febbiyanti dan Lina Fatayati Syarifa
Balai Penelitian Sembawa Pusat Penelitian Karet
ABSTRAK
Dampak fisiologis yang muncul akibat penyadapan terlalu berat pada tanaman
karet adalah munculnya penyakit kering alur sadap (KAS). KAS adalah sebagai
akibat tidak seimbangnya antara lateks yang dipanen dengan lateks yang
terbentuk kembali. Kelainan fisiologis yang ditampakkan tanaman karet yang
bergejala KAS ditandai dengan jumlah lateks yang mengalir setelah penyadapan
sangat sedikit atau tidak dihasilkan lateks sama sekali, tetapi pohon dan bidang
sadap tampak sehat, yang seolah tanpa gangguan.
kerugian yang diakibatkan oleh penyakit KAS adalah sebesar Rp 287.300,- per
pohon atau sekitar Rp 11.492.000,- per hanca untuk tanaman karet yang disadap
dengan sistem 1/2S d2. Sedangkan untuk tanaman karet yang disadap dengan
sistem 1/2S d/3 kerugian yang disebabkan penyakit KAS adalah sebesar Rp
364.650,- per pohon atau Rp 14.585.000,- per hanca. Namun apabila tanaman
KAS tersebut diobati pada sistem sadap 1/2S d/2, besarnya kerugian yang bisa
diselamatkan adalah senilai Rp 267.746,-per pohon maka kerugian yang bisa
diselamatkan adalah sebesar Rp 9.103.350,- per hanca (menggunakan pisau
sadap manual) dan Rp 272.076,- per pohon dan Rp 9.250.573,- per hanca
(menggunakan pisau scrapping). Sedangkan pada sistem sadap sadap 1/2S d/3,
besarnya kerugian yang bisa diselamatkan apabila KAS diobati adalah sebesar
Rp 345.096,- per pohon atau sebesar Rp 11.733.250,- per hanca
(bila
menggunakan pisau sadap manual) dan Rp 349.426,- per pohon atau
Rp
11.880.473,- per hanca (bila menggunakan pisau scrapping) .
Pengendalian KAS dapat melalui deteksi dengan menggunakan jarum tusuk,
kemudian kulit yang terserang KAS dikerok sampai batas 3-4 mm dari kambium
dengan memakai pisau sadap atau alat pengerok. Kulit yang dikerok langsung
dioles dengan menggunakan campuran senyawa oleokimia dan pohon diberikan
pupuk ektra untuk mempercepat pemulihan. Penyadapan dapat dilaksanakan
kembali setelah tumbuh kulit pulihan selama 1-1,5 tahun, dengan ketebalan minimal
7 mm.
Kata Kunci : Kering alur sadap, karet, analisa ekonomi

941

PENDAHULUAN
Karet

merupakan

komoditas

ekspor

yang

sangat

strategis

bagi

perekonomian Indonesia. Luas perkebunan karet Indonesia pada tahun 2007


sekitar 3,4 juta hektar, 85% diantaranya dikelolah oleh rakyat dengan produksi
2,76 juta ton. Dari produksi tersebut menghasilkan devisa bagi Indonesia sebesar
US$ 4.868 juta dengan volume ekspor mencapai 2,4 juta ton (Amypalupy, 2009).
Karet juga berperan penting dalam perekonomian nasional, yaitu sebagai sumber
pendapatan lebih dari 10 juta petani dan memberikan kontribusi yang sangat
berarti dalam menyerap tenaga kerja (GAPKINDO, 2005).
Selain itu, perkebunan karet berperan dalam mendorong pertumbuhan
sentra-sentra ekonomi baru di wilayah-wilayah pengembangan, dan berfungsi
sebagai pelestari lingkungan. Andalan perkebunan karet di Indonesia bertumpu
pada perkebunan rakyat, yang mencakup areal sekitar 83% (> 3 juta ha) dari total
areal perkebunan karet Indonesia (3,5 juta ha), dan memberikan kontribusi sekitar
76% (2,2 juta ton) dari total produksi karet alam nasional (2,8 juta ton) pada tahun
2008 (Tabel 1).
Tabel 1. Luas areal dan produksi perkebunan karet seluruh Indonesia
Tahun dan jenis
Luas areal (Ha) Produksi (Ton)
pengusahaan
Rakyat/smallholders
3.000.461
2.241.803
Negara/goverment
239.543
285.871
Swasta/Private
276.791
310.982
Sumber : Statistik Perkebunan Indonesia (2007)

Rerata produksi
(Kg/Ha)
929
1.384
1.635

Pada saat ini, permintaan karet dunia terus meningkat, pada tahun 1999,
konsumsi karet alam di pasar dunia 6.650 juta ton, meningkat sampai 8.620 juta
ton pada 2005 (International Rubbeer Study Group, 2006). Sementara itu harga
karet fob SIR 20 juga meningkat dari US $ 510 per ton pada tahun 2001 menjadi
US $ 2.340 per ton pada Juni 2006 (Bisnis Indonesia, 2006-2006; International
Rubber Study Group, 2006; Gapkindo, 2006). Peningkatan konsumsi terutama
disebabkan oleh adanya permintaan dalam jumlah besar dari negara-negara
industri karet di pasar tradisional (Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jepang) dan
meningkatnya permintaan di pasar baru (China, India, Rusia dan Brasilia), tarikan
peningkatan pertumbuhan ekonomi global dan kesejahteraan negara-negara di
dunia, dan peningkatan harga minyak bumi dan karet sintetis. Cina misalnya,

942

diperkirakan masih akan terus meningkatkan konsumsi karet alamnya menjadi


sebesar 4 juta ton per tahun pada tahun 2020 (Pakpahan, 2004; Sinung, 2007 ).
Prospek karet alam yang diperkirakan masih akan sangat terbuka ini
mengakibatkan harga karet meningkat secara drastis.

Peningkatan ini

memberikan keuntungan yang berlipat bagi para pekebun dan petani karet.
Keuntungan karet ini meningkatkan taraf hidup dan keinginan yang berlebih dari
petani. Selanjutnya, untuk memenuhi setiap keinginan tersebut, para petani
mengeksploitasi tanaman karet dengan melakukan penyadapan tidak sesuai
dengan

norma

yang

ditentukan,

tanpa

memperhatikan

kesehatan

dan

kemampuan tanaman.
Penyadapan merupakan suatu tindakan membuka pembuluh lateks,
supaya lateks yang terdapat di dalam tanaman karet keluar. Cara penyadapan
adalah dengan mengiris kulit batang sebesar 2mm dengan kedalam 1 mm dari
kambium. Penyadapan yang terlalu berat mengakibatkan tanaman tidak mampu
untuk meregenerasi/mensintesis

lateks.

Selain itu, pemakaian kulit yang

berlebihan mengakibatkan pemulihan kulit bidang sadap tidak normal, yang


berdampak pada produksi dan fisiologis tanaman.
Dampak fisiologis yang muncul akibat penyadapan terlalu berat adalah
munculnya penyakit kering alur sadap (KAS). KAS adalah sebagai akibat tidak
seimbangnya antara lateks yang dipanen dengan lateks yang terbentuk kembali
(Jacob et al., 1994; Dian et al., 1995). Kelainan fisiologis yang ditampakkan
tanaman karet yang bergejala KAS ditandai dengan jumlah lateks yang mengalir
setelah penyadapan sangat sedikit atau tidak dihasilkan lateks sama sekali, tetapi
pohon dan bidang sadap tampak sehat, seolah tanpa gangguan. Bagian kulit
yang kering akan berubah warnanya menjadi cokelat karena pada bagian ini
terbentuk gum (blendok) (Semangun, 2004)
Kasus KAS di perkebunan Indonesia mencapai 5 25 %, kerugian yang
disebabkan oleh penyakit ini lebih dari 1,7 trilyun pertahun (Siswanto, 1997). KAS
menjadi salah satu penyakit yang sangat penting di perkebunan karet Indonesia.
Banyak cara dapat dilakukan untuk mengendalikan dan mencegah
munculnya penyakit KAS. Pengendalian akan sangat efektif dan tepat sasaran jika
teknik

pengendalian dilakukan secara terpadu baik preventif maupun kuratif.

943

Tulisan ini memberikan informasi mengenai kerugian ekonomi, teknik pengamatan


penyakit kering alur sadap di lapangan serta cara pengendaliannya.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KAS
DI PERKEBUNAN RAKYAT
KAS adalah penyakit fisiologis akibat penyadapan yang terlalu berat,
apalagi jika disertai dengan penggunaan bahan perangsang lateks ethephon, klon
yang berproduksi tinggi, tanaman yang berasal dari seedling dan tanaman yang
sedang membentuk daun baru (Situmorang dan Budiman, 1984).
Penggunaan sistem eksploitasi yang berlebihan merupakan faktor utama
penyebab tingginya kejadian penyakit KAS.

Eksploitasi berat ini terutama

disebabkan oleh kondisi sosial-ekonomi-budaya petani dalam pemenuhan


kebutuhan hidup.
Kurangnya pengetahuan petani tentang budidaya tanaman karet dan
pengetahuan mengenai penyakit KAS, merupakan faktor yang menyebabkan
petani tidak memperhatikan kesehatan tanaman.

Selanjutnya, kurangnya

kesadaran petani terhadap pentingnya pengendalian penyakit juga merupakan


penyebab tingginya kejadian penyakit KAS di lapangan. Selain itu, terbatasnya
pendapatan

petani

untuk

melaksanakan

pengendalian

penyakit,

juga

mempengaruhi tingginya kerugian ekonomi akibat penyakit KAS.


Tabel 2. Faktor sosial-ekonomi-budaya yang mempengaruhi perkembangan
kekeringan alur sadap
Tingkat
No kerawanan Tingkat
Kondisi sosial-ekonomiDampak
penyakit
kemajuan
budaya
kondisi sosialpetani
ekonomibudaya
1 Rawan
Kurang maju 1. Sarana/penyuluh tidak
Penyadapan
tersedia
intensitas tinggi
PTP/Swasta/PPKR,
Akibatnya
2. Pengetahuan kurang,
Intensitas
3. Kesadaran kurang
penyakit tinggi
4. Pendapatan rendah

944

Sedang

Agak maju

1. Sarana/penyuluh kadang
tersedia
2. Pengetahuan sedang
3. Kesadaran mulai ada
4. Pendapatan cukup

Ringan

Maju

1. Sarana/penyuluh tersedia
2. Pengetahuan tinggi,
3. Kesadaran cukup
4. Pendapatan cukup-tinggi

Penyadapan
intensitas tinggi
mulai dikurangi
Akibatnya
Intensitas
penyakit mulai
berkurang
Penyadapan
sesuai dengan
anjuran
Akibatnya
Intensitas
penyakit
rendah

Pada kondisi seperti tersebut, peran kelembagaan yang terkait sangat diperlukan
untuk memberikan pengetahuan dan wawasan akan pentingnya penjagaan
kesehatan tanaman

dan pelaksanaan sistem budidaya yang sesuai anjuran,

karena intensitas searangan KAS akan meningkat bersama-sama dengan


meningkatnya intensitas sadapan dan pemakaian stimulan yang tidak terkendali.

PENGENDALIAN PENYAKIT KAS

Sebaiknya

KAS ditanggulangi secara terpadu baik secara preventif

maupun kuratif. Tindakan tersebut dapat meliputi mengetahui sifat klon, sistem
eksploitasi yang tepat, pemeliharaan tanaman dan pengobatan tanaman yang
sakit.
Mengetahui sifat klon sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya KAS.
Ada klon yang rentan terhadap KAS yaitu BPM 1, PB 235, PB 260, PB 330, PR
261 dan RRIC 100 dan ada klon yang tahan yaitu PB 237, PR 107 dan GT 1.
Terhadap klon yang rentan KAS tersebut dihindari sistem penyadapan berlebihan
(Situmorang dan Budiman, 2003).
Salah satu upaya yang sangat penting mencegah terjadinya KAS adalah
melakukan sistem eksploitasi yang tepat. Untuk klon berproduksi tinggi sebaiknya
digunakan sistem eksploitasi rendah misalnya S d/3, S d/2 atau S d 3 ET
1.5 % Ga 1.0.9/y(m) sedang untuk klon berproduksi sedang digunakan sistem
ekploitasi tinggi misalnya S d/3 ET 2.5% Ga 1.0.18/y/(2w) (Sumarmadji et al.,
945

2004).

Pemakaian kulit diusahakan sehemat mungkin, penyadapan yang

memakai kulit secara berlebihan tidak akan menaikkan produksi, bahkan


memperkecil produksi secara kumulatif.

Untuk masing-masing sistem sadap

ternayata ada jumlah konsumsi kulit yang optimal bagi produksi karet.

Norma

baku pemakaian kulit secara umum bervariasi sesuai dengan frekuensi sadapan
(Tabel 2).
Tabel 4. Pemakaian kullit yang terbaik sesuai dengan frekunsi sadap
(sadap bawah)
Frekunsi sadap

Pemakaian kulit
Per sadap (mm)

Per bulan (cm)

Per tahun (cm)

d/2

1,2

1,8

22

d/3

1,6

1,6

19

d/4

1,8

1,3

15

Sumber : Siagian et al. 2009


Di perkebunan karet rakyat dianjurkan S d/2 tanpa penggunaan ethrel.
Penggunaan ethrel tidak dianjurkannya pada petani karet karena dikhawatirkan
penggunaannya dilakukan tidak sesuai atau berlebihan yang akan berakibat
tingginya kejadian KAS.
Bila terjadi penurunan kadar karet kering yang terus menerus pada lateks yang
dipungut serta peningkatan jumlah pohon yang terkena kering alur sadap sampai
10% pada seluruh areal, maka penyadapan diturunkan intensitasnya dari 1/2S d/2
menjadi 1/2S d/3 atau 1/2S d/4, dan penggunaan ethrel dikurangi atau dihentikan
untuk mencegah agar pohon-pohon lainnya tidak mengalami kering alur sadap
(Situmorang dan Budiman, 2003).
Pemeliharaan

tanaman

yaitu

penyiangan

gulma,

pemupukan

dan

pengendalian penyakit sesuai anjuran perlu dilakukan untuk mempertahankan


kondisi kesuburan tanaman. Pemeliharaan tanaman ini merupakan pendekatan
pengendalian KAS secara preventif.
Pengobatan tanaman dapat dilakukan dengan pengerokan (bark scraping)
pada pohon yang terserang KAS.
melalui

deteksi

dini,

penyebaran

Setelah pohon diindikasikan terkena KAS


KAS

ditentukan

pada

panel

dengan

menggunakan jarum tusuk. Kulit yang terkena KAS diisolasi dengan mengerok
keliling sampai batas kambium. Kemudian panel yang kering dikerok. Pengerokan

946

kulit yang kering dilakukan sampai batas 3-4 mm dari kambium dengan memakai
pisau sadap atau alat pengerok. Kulit yang dikerok dioles dengan bahan perangsang
pertumbuhan kulit formulasi oleokimia sekali satu bulan dengan 3 ulangan. Balai
penelitian Sembawa telah menemukan formula untuk menyembukan penyakit kering
alur sadap yaitu Antico F 96. Formula ini mengandung Phytolipid Refinery Oil dan
fungisida terpilih 1,0 5 v/v dan Plant Growth Regulator 250 ppm. Antico F 96 ini juga
dapat

mempercepat

penyembuhan

luka-luka

kambium

akibat

kesalahan

penyadapan.
Pengobatan dengan cara ini pada pohon yang terserang KAS cukup efektif,
sehingga setelah satu tahun, pohon sudah dapat disadap dengan ketebalan kulit
7,0 7,8 mm dan produksi lateks 24 44 g/pohon/sadap (Siswanto et al. 2004).

ANALISIS EKONOMIS KERUGIAN DAN PENYEMBUHAN KAS


PADA TANAMAN KARET
Pada tulisan ini, dihitung kerugian yang diakibatkan oleh KAS dan biaya
pengobatannya pada klon karet PB 260 yang disadap dengan sistem sadap 1/2S
d/2 dan 1/2S d/3. Asumsi berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang mana
produksi lateks yang dihasilkan dengan sistem sadap 1/2S d/2 adalah 26 g/p/s
dan dengan sistem sadap 1/2S d/3+ ET2,5% adalah 33 g/p/s (Sumarmadji, 2000
dalam Sumarmadji, et al., 2005).
Apabila diasumsikan bahwa konsumsi kulit sebesar 2 mm per kali sadap,
maka setiap sentimeter kulit pohon dapat menghasilkan: 5 x 26 g = 130 g karet
yang disadap dengan sistem 1/2S d/2 atau senilai (0,130 kg x Rp 35.000) = Rp
4.550,- dan akan menghasilkan : 5 x 33 g = 165 g karet yang disadap dengan
sistem 1/2S d/3 atau senilai ( 0,165 kg x Rp 35.000,-) = Rp 5.775,-. Rincian
perhitungan kerugian dan penyembuhan KAS pada tanaman karet dapat dilihat
pada Tabel 5.
Dari Tabel 5. terlihat bahwa kerugian yang diakibatkan oleh penyakit KAS
adalah sebesar Rp 591.500,- per pohon atau sekitar Rp 23.660.000,- per hanca
untuk tanaman karet yang disadap dengan sistem 1/2S d2. Sedangkan untuk
tanaman karet yang disadap dengan sistem 1/2S d/3 kerugian yang disebabkan

947

penyakit KAS adalah sebesar Rp 750.750,- per pohon atau Rp 30.030.000,- per
hanca.
Apabila tanaman yang terserang KAS tersebut diobati maka diperlukan biaya
sebesar Rp 19.554,- per pohon atau Rp 782.177,- per hanca (bila digunakan pisau
sadap manual). Sedangkan bila pengobatannya menggunakan pisau scrapping
hanya diperlukan biaya sebesar Rp 15.224,- per pohon atau

Rp 608.973,-.per

hanca.
Tabel 5.

Kerugian akibat penyakit KAS pada tanaman karet dan biaya


penyembuhannya

Uraian
KERUGIAN AKIBAT KAS
A. Produksi
1. Per kali sadap
- Produksi (gram)
- Produksi (Kg)
2. Per panel
- Produksi (Kg)
B. Harga karet (Rp)
C. Kerugian
1. Per kali sadap
- Rp/Kg
2. Per panel
- Rp/Kg
BIAYA PENYEMBUHAN
Pisau Sadap Manual
A. Tenaga Kerja
1. Bark scrapping (Rp)
2. Pengolesan (Rp)
B. Bahan
Antico-F96 (Rp)
Total Biaya (Rp)
Pisau scrapping
A. Tenaga Kerja
1. Bark scrapping (Rp)
2. Pengolesan (Rp)
B. Bahan
Antico-F96 (Rp)
Total Biaya (Rp)
KERUGIAN YANG
DISELAMATKAN
Dengan Pisau Sadap (Rp)
Dengan Pisau Scrapping (Rp)
Asumsi :

Per pohon
1/2S d/2
1/2S d/3

Per hanca
1/2S d/2
1/2S d/3

26
0.026

33
0.033

1,040
1.040

1,320
1.320

17
35,000

21

676

858

910

1,155

36,400

46,200

591,500

750,750 23,660,000 30,030,000

6,186
619

6,186
619

247,433
24,743

247,433
24,743

12,750

12,750
19,554

510,000
782,177

510,000
782,177

1,856
619

1,856
619

74,230
24,743

74,230
24,743

12,750
15,224

12,750
15,224

510,000
608,973

510,000
608,973

571,946
576,276

731,196 19,446,150 24,860,650


735,526 19,593,373 25,007,873

948

1 hanca
: 400 pohon
Tingkat serangan KAS = 10 %
1 panel
: 130 cm (konsumsi kulit 2 mm /kali sadap) = 650 kali sadap
Harga karet : Rp 35.000,-/Kg (harga karet kering di tingkat pabrik per November
2010)
Tenaga kerja bark scrapping apabila menggunakan :
- pisau sadap secara manual : 1 HOK = 6 pohon
- pisau scrapping
: 1 HOK = 20 pohon
Tenaga kerja aplikasi bahan : 1 HOK = 60 pohon
Upah tenaga kerja adalah Rp 37.115,- per HOK (UMR tahun 2010)
Harga bahan Antico-F 96 adalah Rp 85.000,- per liter (dosis pengobatan = 150 ml
per 3 kali aplikasi)
Namun dengan pengobatan menggunakan Antico F-96 tersebut pada sistem
sadap 1/2S d/2, besarnya kerugian yang bisa diselamatkan adalah senilai Rp
571.946,-per pohon atau bila diasumsikan dalam tingkat kesembuhan KAS dalam
satu hamparan sebesar 85% maka kerugian yang bisa diselamatkan adalah
sebesar Rp 19.446.150,- per hanca (menggunakan pisau sadap manual) dan Rp
576.276,- per pohon dan Rp 19.593.373,- per hanca (menggunakan pisau
scrapping). Sedangkan pada sistem sadap sadap 1/2S d/3, besarnya kerugian
yang bisa diselamatkan dengan menggunakan Antico F96 adalah sebesar Rp
731.196,- per pohon atau bila diasumsikan dalam tingkat kesembuhan KAS dalam
satu hamparan sebesar 85% maka kerugian yang bisa diselamatkan adalah
sebesar Rp 24.860.650,- per hanca (bila menggunakan pisau sadap manual) dan
Rp 735.526,- per pohon atau Rp 25.007.873,- per hanca (bila menggunakan pisau
scrapping) .
Dengan menggunakan pisau sadap untuk bark scrappingnya, maka biaya
dari pengobatan KAS per pohon tersebut sudah dapat dikembalikan dengan cara
menyadap

pindah

panel

ke

panel

sadap

yang

masih

normal

(tanpa

pengistirahatan pohon) dimulai 3 bulan setelah aplikasi Antico-F96 ke-1, yaitu


sepanjang 4,3 cm (Rp 19.554/Rp 4.550,- x 1 cm) atau penyadapan selama 1,5
bulan penyadapan (pada sistem sadap 1/2S d/2) dan sepanjang 3,4 cm (Rp
19.554/Rp 5.775,- x 1 cm) atau penyadapan selama 1,7 bulan penyadapan
(pada sistem sadap1/2S d/3). Dengan demikian jika panjang panel KAS yang
diobati sekitar 130 cm per pohon, maka sekitar 125 cm panjang panel per pohon
(pada 1/2S d/2) dan 126 cm panjang panel per pohon (pada 1/2S d/3) merupakan
keuntungan yang bisa diselamatkan dibandingkan jika pohon tidak diobati.

949

Apabila menggunakan pisau sadap scrapping untuk bark scrappingnya,


maka biaya dari pengobatan KAS per pohon tersebut sudah dapat dikembalikan
dengan cara menyadap pindah panel ke panel sadap yang masih normal (tanpa
pengistirahatan pohon) dimulai 3 bulan setelah aplikasi Antico-F96 ke-1, yaitu
sepanjang 3,3 cm (Rp 15.224,-/Rp 4.550,- x 1 cm) atau penyadapan selama 1
bulan penyadapan (pada sistem sadap 1/2S d/2) dan sepanjang 2,6 cm (Rp
15.224,-/Rp 5.775,- x 1 cm) atau penyadapan selama 1,3 bulan penyadapan
(pada sistem sadap1/2S d/3).
Hal ini berarti jika panjang panel KAS yang diobati sekitar 130 cm per pohon,
maka sekitar 126 cm panjang panel per pohon (pada 1/2S d/2) dan

127 cm

panjang panel per pohon (pada 1/2S d/3) merupakan keuntungan yang bisa
diselamatkan dibandingkan jika pohon tidak diobati.

PENUTUP

Penyakit kering alur sadap (KAS) merupakan penyakit penting di perkebunan


karet Indonesia.

Pengobatan tanaman KAS dapat dilakukan dengan pengerokan (bark


scraping) sedalam 3-4 mm kambium dan segera dilakukan pengolesan
dengan menggunakan Antico F96.

kerugian yang diakibatkan oleh penyakit KAS adalah sebesar Rp 287.300,per pohon atau sekitar Rp 11.492.000,- per hanca untuk tanaman karet
yang disadap dengan sistem 1/2S d2.

Pada tanaman karet yang disadap dengan sistem 1/2S d/3 kerugian yang
disebabkan penyakit KAS adalah sebesar Rp 364.650,- per pohon atau Rp
14.585.000,- per hanca.

Apabila tanaman KAS

tersebut diobati pada sistem sadap 1/2S d/2,

besarnya kerugian yang bisa diselamatkan adalah senilai Rp 267.746,-per


pohon maka kerugian yang bisa diselamatkan adalah sebesar Rp
9.103.350,- per hanca

(menggunakan pisau sadap manual) dan Rp

272.076,- per pohon dan Rp 9.250.573,- per hanca (menggunakan pisau


scrapping).

950

Pada sistem sadap sadap 1/2S d/3, besarnya kerugian yang bisa
diselamatkan apabila KAS diobati adalah sebesar Rp 345.096,- per pohon
atau sebesar Rp 11.733.250,- per hanca (bila menggunakan pisau sadap
manual) dan Rp 349.426,- per pohon atau Rp 11.880.473,- per hanca (bila
menggunakan pisau scrapping) .

DAFTAR PUSTAKA
Amypalupy, 2007. 100 Langka Bijak Usahatani Karet.
Sembawa-Pusat Penelitian Karet. Palembang.

Balai Penelitian

Basuki. 1982. Penyakit dan gangguan pada tanaman karet. Pusat Penelitain dan
Pengembangan Perkebunan Tanjung Morawa, Tanjung Morawa. 125 hal.
Budiman, A. 2001. Penanggulangan gejala mati kulit pada tanaman karet di
perkebunan rakyat Kalimantan Selatan. Balai Penelitian Sembawa.
Palembang.
Dian, K., Sangare A., Diopoh J.K., 1995. Evidence for specific variations of
protein pattern
during tapping panel dryness condition development in
Hevea brasiliensis. Plant Science, 105 : 207 - 216.
Gomez J.B., Hamzah S., Ghandimathi H., & Ho L.H., 1990. The brown bast
syndrome of Hevea : Part II. Histological observations. J. Nat. Rubb. Res.,
5 (2) : 90 - 101.
Jacob, J.L., J.C. Prevot & R. Lacrotte (1994). L'encoche seche chez Hevea
brasilienis Plantations, recherche, developpement, CIRAD FRANCE, 15 21.
.
Husairis, K., Sitompul, J., Ginting K., Gunawan, Sipayung, T.V dan Siswanto.
1999. dampak pemulihan bidang sadap terserang KAS dengan aplikasi
NoBB di PT. Perkebunan Nusantara III. Pros. Pertemuan. Teknis Biotek.
Perkebunan untuk praktek, Bogor 5-6 Mei 1999, 19 30.
PT. Perkebunan Nusantara VII. 1994. Vademecum budidaya kelapa sawit dan
karet. PTPN VII. Bandar Lampung
Revli, N.R. 2004. Pertambahan tebal kulit pulihan dan produksi beberapa klon
karet (Hevea brasiliensis Muell.Agr) anjuran yang bergejala kering alur sadap
setelah perlakuan formulasi oleokimia. Fakultas pertanian. Universitas
Sriwijaya. Indralaya.

951

Siswanto. Sumarmadji dan Aron Situmorang. 2004. Status pengendalian


penyakit kering alur sadap tanaman karet. Prosiding Pertemuan Teknis
Strategi Pengelolaan Penyakit Tanaman Karet untuk Mempertahankan
Potensi Produksi Mendukung Indistri Perkaretan Indonesia Tahun 2020.
Palembang, 6-7 Oktober 2004.87-96
Situmorang A dan Budiman A.
2003. Penyakit tanaman
pengendaliannya. Balit Sembawa Pusat Penelitian Karet.

karet

dan

Soepadmo. 1980. Suatu pemikiran tentang pengendalian penyakit daun pada


tanaman karet. BPP Bogor. Menara Perkebunan. Bogor. 48 (5): 147-154
Sumarmadji. 2001. Pengendalian kering alur sadap dan nekrosis pada kulit
tanaman karet. Warta Pusat Penelitian Karet, 2001, 20 (1-3) : 76 - 88
Sumarmadji, U. Junaidi, Karyudi, T.H.S. Siregar, and Island Boerhendhy. 2004.
Rubber exploiation system for Indonesia recommended clones based latex
diagnosis. Proc. Int. Rubber Conf. and Product Exhibition 2004, 184-196.

952

PENDAPATAN USAHATANI DAN KEMAKMURAN:


TERKAITKAH SECARA FUNGSIONAL?
Muhammad Yazid
Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Zone E, Kampus Unsri Indralaya,
Jalan Palembang-Prabumulih, Indralaya

ABSTRAK
Walaupun kenaikan produksi pertanian terus berlanjut, pendapatan petani masih
tergolong rendah. Hal ini diduga terkait dengan rendahnya pertumbuhan sektor
pertanian dibandingkan sektor non-pertanian. Sehingga kemakmuran rumah
tangga petani masih tertinggal dibandingkan rumah tangga non-pertanian.
Kemakmuran rumah tangga petani diharapkan meningkat sejalan dengan
peningkatan produksi.
Pada pertanian pasang surut, keterkaitan antara
kemakmuran dan produksi pertanian penting dipahami mengingat pertanian
adalah satu-satunya pencaharian bagi sebagian besar rumah tangga di wilayah
ini. Penelitian ini mencoba menjelaskan keterkaitan peningkatan pendapatan
usahatani dengan kemakmuran keluarga petani di pertanian pasang surut. Kajian
ini dilakukan melalui survei pada wilayah pertanian pasang surut Telang yang
merupakan salah satu sentra produksi beras di Sumatera Selatan. Sampel kajian
meliputi 500 keluarga tani. Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa indikator
kemakmuran petani seperti kualitas rumah (lantai, dinding dan atap) terkait
dengan tingkat pendapatan usahatani. Selain itu, rumah tangga petani yang
berpendapatan usahatani lebih tinggi cenderung memiliki akses yang lebih baik
terhadap sumber air bersih dan memiliki fasilitas pembuangan. Pengujian satistik
membuktikan bahwa pendapatan usahatani dan kemakmuran rumah tangga
petani di lahan pasang surut terkait secara signifikan.
Kata kunci: pendapatan usahatani, kemakmuran, pasang surut

PENDAHULUAN

Pembangunan pertanian bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran


ekonomi dan sosial petani.

Di satu sisi, peningkatan kemakmuran tersebut

hendak dicapai melalui peningkatan produksi dan perbaikan nilai tukar produk
pertanian. Disisi lain, peningkatan tersebut akan membuka akses yang lebih baik
terhadap perumahan, pendidikan, layanan kesehatan, dan lain-lain. Namun status
ekonomi petani masih jauh di bawah mata pencaharian lainnya.

Tidak hanya

pendapatan perkapita petani yang rendah, tetapi pertumbuhan pendapatan sektor


pertanian juga relatif rendah daripada sektor lainnya.

953

Usahatani di lahan pasang surut dipandang kurang produktif dibandingkan


dengan usahatani di lahan beririgasi baik di dataran rendah ataupun di dataran
tinggi (Simatupang and Rusastra, 2003). Hal ini disebabkan tidak hanya oleh
faktor fisik lahan, tetapi juga aspek agro-klimat yang mengakibatkan usahatani di
lahan pasang surut menghadapi lebih banyak kendala daripada lahan beririgasi di
dataran rendah atau tinggi. Mayoritas lahan pertanian di wilayah pasang surut
hanya dapat ditanami tanaman pangan semusim sekali dalam setahun, yaitu pada
musim penghujan.

Pada musim penghujan, kebutuhan air tanaman dapat

dipenuhi oleh air hujan. Pada beberapa lokasi di pasang surut, musim tanam
kedua

dapat

dilakukan

segera

setelah

panen

musim pertama

dengan

memanfaatkan curah hujan yang mulai menurun dan dicukupi oleh sistem irigasi
pasang surut.

Namun, pola tanam di lahan pasang surut tetap terbatas dan

produktivitasnya pun masih lebih rendah dibandingkan dengan lahan irigasi.


Memahami kendala-kendala di atas, patut dipertanyakan bagaimanakah
pendapatan usahatani di lahan pasang surut dapat mendukung upaya petani
untuk mensejahteraan petani dan keluarganya. Karena itu kajian ini mencoba
menafsirkan kondisi pendapatan usahatani petani dengan beberapa indikator
kesejahteraan ekonomi keluarga petani yang teramati saat ini.
PENGEMBANGAN PERTANIAN DI LAHAN PASANG SURUT

Indonesia memiliki lahan rawa (lowlands) yang luasnya diperkirakan 33,4


juta ha. Lahan rawa yang luas dijumpai di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi,
dan Papua. Dari 33,4 juta ha tersebut, sekitar 60 persen (20,1 juta ha) merupakan
lahan pasang surut (Direktorat Rawa dan Pantai, 2007). Sifat alamiah lahan rawa,
di antaranya kondisi tanah yang fragile, water-logging, tergenang periodik hingga
permanen, dan nilainya terhadap lingkungan, menyebabkan lahan rawa tidak
direkomendasikan untuk pembangunan. Namun, karena pengaruh pasang surut
air yang melimpahkan hara, lahan rawa dinilai sebagai salah satu sumberdaya
lahan yang terbaik untuk pertanian (Ali, Suryadi, Schultz, 2002). Pengembangan
pertanian ke lahan rawa menjadi pilihan karena konversi lahan beririgasi untuk
kebutuhan non-pertanian. Sehingga, pengembangan lahan pasang surut untuk
aktivitas pertanian sebagai pilihan untuk mengatasi tekanan konversi lahan di

954

Jawa dan Bali sekaligus mencapai tingkat produksi beras yang cukup haruslah
direncanakan dan dikelola dengan tepat dengan memperhatikan semua alternatif.
Ini bermakna bahwa pengembangan lahan pasang surut untuk pertanian haruslah
memperhatikan

keseimbangan

antara

kebutuhan

masyarakat,

dampaknya

terhadap lingkungan dan terakomodasinya pembangunan berkelanjutan (Schultz,


2007).

Kata kunci untuk mencapainya adalah pengelolaan air yang tepat

(agricultural water management).


Pengembangan lahan pasang surut untuk pertanian dilaksanakan melalui
proses reklamasi. Reklamasi lahan pasang surut di Indonesia telah mencapai
luasan 1,8 juta ha. Seluas 692.000 ha terdapat di Sumatra dan 373.000 ha di
antaranya berlokasi di Provinsi Sumatera Selatan. Walaupun wilayah yang telah
direklamasi luas, pemanfaatannya untuk kegiatan produksi pertanian masih
rendah. Saat ini hanya sekitar 30 persen lahan yang cocok untuk padi dapat
berproduksi di atas 5 ton per ha. Selain itu, haya sekitar 10 persen saja lahan
yang dapat ditanami dua hingga tiga kali per tahun (IP 200 300).

Hal ini

disebabkan oleh kurangnya pemahaman petani terhadap karakteristik agro-fisika


dan kimia lahan rawa dan terbatasnya penerapan sistem pengelolaan air.
Tujuan utama pengembangan lahan pasang surut di Indonesia bersumber
dari tujuan ganda untuk mendukung program transmigrasi dan meningkatkan
produksi pangan untuk mengimbangi berkurangnya produksi akibat konversi lahan
di Jawa yang mencapai 40.000 hingga 50.000 ha setiap tahun.

Untuk

mempertahankan tingkat produksi pangan, sekurang-kurangnya setiap ha lahan


beririgasi yang dikonversi harus digantikan dengan 3 ha lahan kering atau sawah
pasang surut.
Tujuan untuk meningkatkan produksi pangan kembali menjadi prioritas
sejak kering berkepanjangan yang berlangsung pada tahun 1991, 1994, dan 1997
yang berdampak kepada peningkatan impor beras hingga 4,5 juta ton per tahun
pada tahun-tahun tersebut.

Tujuan peningkatan produksi pangan dengan

mendorong kenaikan produktivitas telah diadopsi menjadi tujuan pengembangan


pertanian pasang surut yang sebelumnya terfokus kepada mendukung program
transmigrasi. Dengan demikian, arah selanjutnya dalam pengembangan pertanian
pasang surut adalah meningkatkan kapasitas produksi dengan mengakomodasi
perkembangan teknologi seperti penggunaan varietas unggul atau high yielding

955

varieties (HYVs), pupuk, pengendali hama dan penyakit, peralatan pertanian, dan
perbaikan pengelolaan air.
METODOLOGI

Penelitian survei ini dilakukan di daerah persawahan pasang surut Telang


yang merupakan salah satu sentra produksi beras di Sumatera Selatan. Telang
secara administrasi berada dalam wilayah Kecamatan Muara Telang, Kabupaten
Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Telang dipilih sebagai daerah penelitian
karena merupakan salah satu wilayah reklamasi pasang surut yang paling
produktif yang didukung oleh sistem pengelolaan air yang berkembang.
Sampel survei sebanyak 500 keluarga petani dipilih secara acak dari
sekitar 10.000 keluarga petani dilokasi studi yang meliputi 12 blok sekunder
seluas sekitar 3.072 ha. Data dikumpulkan melalui observasi rumah tangga dan
usahatani serta wawancara terstruktur kepada petani sampel.
Data hasil observasi dan wawancara dianalisis secara deskriptif.

Tabel

frekuensi dan tabel silang (cross-tabulation) digunakan untuk menyajikan hasil


analisis karena dipandang cukup untuk menampilkan data deskriptif (Norusis,
2006). Untuk melihat hubungan antara variabel pendapatan dan variabel indikator
kesejahteraan ekonomi rumah tangga petani, dilakukan uji 2 (kai kuadrat).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Produksi, Produktivitas dan Pendapatan Usahatani di Lahan Pasang Surut


Produksi adalah hasil dari kegiatan penggunaan beberapa masukan (input)
usahatani seperti benih, pupuk, bahan kimia pertanian, dan tenaga kerja. Jumlah
produksi tergantung kepada luas lahan yang diusahakan sehingga antar petani
terdapat perbedaan jumlah produksi yang disebabkan oleh perbedaan luas lahan
yang dimiliki dan diusahakan.

Agar dapat dibandingkan, pengukuran produksi

dilakukan menggunakan produktivitas. Ukuran produktivitas independen terhadap


penggunaan input dan menggunakan satuan unit lahan sebagai referensi.
Produktivitas dalam studi ini dinyatakan dengan jumlah produksi per ha lahan
yang diusahakan.

956

Hasil analisis data produksi yang diperoleh dari 500 petani sampel
menunjukkan bahwa produksi bervariasi dari serendah 1,5 ton hingga setinggi
79,2 ton padi kering panen (on-farm dried paddy).

Tingginya variasi angka

produksi ini disebabkan oleh variasi dalam luas lahan yang diusahakan, yaitu dari
seluas hanya 0,25 ha hingga seluas 12 ha. Produksi rerata adalah 9,75 ton 5,70
ton dan luas tanam rerata 1,84 ha 0,99 ha. Produktivitas rerata di antara petani
sampel mencapai 5, 35 ton 0,88 ton.
Menggunakan harga di tingkat pasar lokal, yaitu Rp 2.100 per kg gabah
kering panen, rerata penerimaan untuk setiap ha sawah adalah Rp 11.235.000.
Dengan rerata biaya per ha sebesar Rp 4.958.460, pendapatan dari usahatani
padi adalah Rp 6.276.540 per ha. Jika diasumsikan rerata lahan usahatani yang
diusahakan per keluarga adalah 2 ha dan hanya sekali tanam dalam setahun
sebagaimana dilakukan mayoritas petani di pasang surut karena kendala agroklimat, maka pendapatan total per keluarga tani per tahun adalah sebesar Rp
12.553.080.

Nilai pendapatan inilah yang digunakan untuk semua jenis

pengeluaran konsumsi keluarga dan jika memungkinkan diinvestasikan dalam


berbagai bentuk untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan keluarga tani, misalnya
perbaikan rumah (lantai, dinding, atap), pembangunan fasilitas rumah (toilet,
pembuangan air), pengadaan listrik, dan lain-lain.
Kesejahteraan Petani
Perubahan kehidupan suatu masyarakat dapat diamati secara material
melalui keadaan rumah dan kelengkapan fasilitasnya, khususnya fasilitas yang
diperlukan untuk mendorong kualitas hidup masyarakat.

Keadaan fisik rumah

responden dapat diamati dari aspek-aspek berikut: jenis lantai, dinding dan bahan
atap rumah. Sedangkan kualitas hidup dapat dilihat dari akses rumah tangga
terhadap fasilitas listrik, air bersih, tersedianya toilet pada setiap rumah, dan
sistem pembuangan limbah.

Keadaan fisik rumah responden disajikan pada

Tabel 1.
Tipe bangunan rumah paling nampak mengalami perubahan, yaitu dari
rumah asal berupa rumah panggung berbahan papan (elevated temporary
wooden houses) menjadi rumah depok (earthed brick houses). Lantai rumah yang
baru lebih luas daripada rumah asal. Beberapa rumah depok bahkan didesain

957

mengikuti perkembangan yang berlaku di kawasan perumahan di perkotaan.


Lantai rumah pada umumnya berupa lantai semen, sebagian diantaranya sudah
dilapisi keramik. Rumah panggung yang telah diperbaiki hanya tinggal sekitar 2
persen saja.
Bahan dinding rumah pada umumnya semen dan hanya sebagian masih
berdinding papan.

Persentase rumah berdinding papan lebih tinggi daripada

rumah berlantai papan. Hal ini menunjukkan ada tahapan perubahan dari rumah
panggung berbahan papan menjadi rumah depok berdinding papan sebelum
menjadi sepenuhnya rumah depok, yaitu rumah yang berdinding dan berlantai
semen atau keramik.
Atap rumah terbanyak berupa genting, diikuti oleh seng dan hanya
sebagian kecil saja yang masih berupa atap daun nipah (thatch-palm leaves).
Atap daun nipah adalah tipikal atap rumah panggung sederhana di lokasi studi.
Wujud fisik rumah sering merupakan simbol status dalam masyarakat.
Berdasarkan wujud fisik rumah tampak bukti bahwa telah terjadi perubahan status
ekonomi yang signifikan pada masyarakat di wilayah studi.

Perubahan status

ekonomi masyarakat tersebut bersumber dari hasil kegiatan pertanian yang


merupakan pencaharian pokok.
Tabel 1. Proporsi kondisi rumah responden
Kondisi rumah
Jenis lantai:
Tanah
Papan
Semen
Keramik
Total
Bahan dinding:
Papan
Semen
Total
Jenis atap:
Daun nipah
Seng
Genteng
Total

Frekuensi

Persentase

Persentase
kumulatif

58
12
354
74
498

11.6
2.4
71.1
14.9
100.0

11.6
14.1
85.1
100.0

126
372
498

25.3
74.7
100.0

25.3
100.0

5
68
424
497

1.0
13.7
85.3
100.0

1.0
14.7
100.0

958

Pengamatan ke dalam isi rumah menunjukkan lebih dalam mengenai


kualitas kehidupan rumah tangga responden.

Lebih dari 90 persen rumah

responden telah memiliki akses listrik seperti tampak pada Tabel 2. Listrik pada
umumnya digunakan untuk menyalakan lampu dan beberapa peralatan berdaya
listrik seperti televisi, radio, dan kipas angin.
Sumber utama air minum rumah tangga responden adalah air hujan, diikuti
oleh air dalam kemasan, bersama-sama persentasenya mencapai lebih 95 persen
dari sumber air minum rumah tangga responden. Hampir semua rumah di wilayah
studi memiliki penampung air hujan (rain water collector) dengan rerata kapasitas
tampung 2 m3. Penampung air hujan ini sebagian disuplai melalui program yang
disponsori pemerintah dan sebagian lagi dibuat oleh masyarakat sendiri. Pada
musim hujan, sebagian besar kebutuhan air minum masyarakat dapat dicukupi
dari penampung air hujan. Sedangkan pada masa curah hujan berkurang dan
stok air hujan dalam penampung menurun, kebutuhan air minum dipenuhi dengan
membeli air minum dalam kemasan. Namun, masih ada sebagian kecil rumah
tangga responden yang mengkonsumsi air saluran dan sumur. Kedua sumber air
ini dinilai tidak aman bukan saja karena kurang bersih, tetapi juga dicurigai
terkontaminasi bahan berbahaya yang digunakan untuk mengendalikan hama dan
penyakit tanaman yang terbawa aliran sampai ke saluran.
Tabel 2. Proporsi beberapa aspek kualitas hidup responden
Aspek kualitas
Listrik:
Tidak tersambung
Tersambung
Total
Sumber air minum:
Sungai dan saluran
Sumur
Hujan
Air dalam kemasan
Total
Toilet:
Tanpa septic tank
Dengan septic tank
Total
Saluran pembuangan:
Tiada

Frekuensi

Persentase

Persentase
kumulatif

43
456
499

8.6
91.4
100.0

8.6
100.0

1
14
365
118
498

.2
2.8
73.3
23.7
100.0

.2
3.0
76.3
100.0

134
363
497

27.0
73.0
100.0

27.0
100.0

37

7.5

7.5
959

Ada
Total

458
495

92.5
100.0

100.0

Fasilitas lainnya yang terdapat di dalam rumah yang dapat menunjukkan


kualitas hidup rumah tangga adalah ketersediaan toilet. Sekalipun rumah telah
diperbaiki, masih banyak rumah yang toiletnya tidak dilengkapi dengan tangki
penampung kotoran (septic tank).

Selain itu, ada sebagian kecil rumah yang

tidak memiliki fasilitas pembuangan air kotor.


Pendapatan Usahatani dan Kesejahteraan Fisik
Bagi rumah tangga petani, pendapatan dari usahatani pertama kali
digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan dasar. Jika berlebih, kelebihan
pendapatan digunakan untuk berbagai pengeluaran yang dapat dikategorikan
sebagai investasi sesuai kebutuhan rumah tangga, khususnya untuk menambah
modal (lahan pertanian, alat dan mesin pertanian) dan untuk memperbaiki rumah
dan melengkapi fasilitas dalam rumah. Dengan demikian, surplus pendapatan
usahatani terefleksi pada kondisi rumah yang lebih baik yang menggambarkan
kesejahteraan fisik yang lebih tinggi. Analisis berikut menunjukkan bagaimana
perbedaan pendapatan usahatani terkait dengan perbedaan pencapaian beberapa
indikator kesejahteraan fisik rumah tangga (Tabel 3).
Tabel 3. Tabulasi silang hubungan pendapatan usahatani dengan beberapa
ukuran kesejahteraan fisik
Ukuran kesejahteraan
Jenis lantai:
1. Tanah
2. Semen
3. Keramik
Jenisdinding:
1. Papan
2. Semen
Jenis atap:
1. Daun nipah
2. Seng
3. Genting
Listrik:
1. Tidak
tersambung

Tingkat pendapatan
Rendah
Menengah
Tinggi

Sig2a

19.4
69.7
10.9

15.1
71.7
13.3

7.8
71.7
20.5

13.626**

32.7
67.3

28.3
71.7

15.1
84.9

14.803**

1.2
23.0
75.8

0.6
10.9
88.5

1.2
7.2
91.6

19.604**

5.4
94.6

10.8
89.2

9.6
90.4

3.411

960

2. Tersambung
Sumber air minum:
1. Sungai, saluran
6.1
2. Hujan
75.8
3. Air dalam
18.2
kemasan
Toilet:
1. Tiada septic tank
26.1
2. Ada septic tank
73.9
Saluran pembuangan:
1. Tiada
9.1
2. Ada
90.9
a
Signifikansi dari Pearson Chi-square

3.0
74.1
22.9

0.0
69.9
30.1

15.530**

27.7
72.3

26.7
73.3

0.118

10.3
89.7

3.0
97.0

7.163**

Tabel 3 menunjukkan bahwa pendapatan usahatani yang lebih tinggi


secara signifikan berkorelasi dengan lantai, dinding dan atap rumah yang lebih
berkualitas.

Semakin tinggi pendapatan usahatani, semakin tinggi persentase

rumah tangga petani yang memiliki lantai semen atau keramik,

semakin tinggi

persentase dengan dinding batu, dan semakin tinggi persentase atap genting.
Pendapatan usahatani yang tinggi juga berkaitan dengan fasilitas rumah
tangga yang lebih baik dan lebih sehat seperti sumber air minum, fasilitas toilet,
dan ketersediaan saluran pembuangan.

Peningkatan

pendapatan diikuti oleh

peningkatan penggunaan air minum dalam kemasan.

Namun, sebagian kecil

rumah tangga berpendapatan menengah ke bawah masih mengkonsumsi air


sungai, saluran atau kolam, sedangkan rumah tangga berpendapatan tinggi tak
satupun yang menggunakannya.

Akses terhadap listrik tidak menunjukkan

perbedaan antara rumah tangga berpendapatan rendah, menengah dan tinggi.


Hal ini disebabkan listrik disuplai oleh pemerintah sehingga setiap rumah tangga
tanpa membedakan pendapatannya tersambung kepada fasilitas ini.

KESIMPULAN

Dari temuan penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa


1. Pendapatan usahatani bervariasi mengikuti

variasi dalam produksi

pertanian yang disebabkan adanya variasi dalam luas pemilikan lahan.


Petani yang menguasai dan menanam lebih luas memperoleh total
produksi yang lebih tinggi daripada petani yang menguasai dan menanam

961

lebih sedikit.

Sehingga, pendapatan usahatani diantara mereka juga

berbeda.
2. Rumah tangga yang berpendapatan usahatani tinggi cenderung mencapai
kesejahteraan fisik yang lebih tinggi pula.

Mereka cenderung memiliki

rumah dengan kondisi lebih baik, fasilitas rumah tangga lebih baik, dan
menggunakan sumber air minum yang lebih sehat.

Dengan kata lain,

peningkatan pendapatan usahatani telah digunakan oleh rumah tangga


responden untuk memperbaiki kesejahteraan hidup fisik keluarga.
3. Upaya terus menerus untuk meningkatkan pendapatan usahatani melalui
peningkatan produktivitas usahatani akan meningkatkan kesejahteraan fisik
rumah tangga petani di wilayah pasang surut.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Md. L., F.X. Suryadi, B. Schultz. (2002). Water Management Objectives and
Their Realization in Tidal Lowland Areas in Bangladesh and Indonesia. In
Proceeding of the International Workshop on Sustainable Development of
Tidal Areas. 18th Congress and 53rd IEC Meeting of the International
Commission on Irrigation and Drainage. Montreal, Canada, July 22, 2002.
Direktorat Rawa dan Pantai. (2007). Distribusi Lahan Rawa di Indonesia.
Direktorat Jenderal Sumberdaya Air, Kementerian Pekerjaan Umum
Republik Indonesia.
Kasryno, F. et al. (Eds.). (2003). Ekonomi Padi dan Beras Indonesia. Badan
Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian.
LWMTL. (2006). Technical Guidelines on Tidal Lowland Development Volume I:
General Aspects. Report of the Joint Indonesia Netherlands Working
Group. Jakarta, Indonesia.
Norusis, M. J. (2006). SPSS 15.0 Statistical Procedures Companion. Upper
Saddle River, New Jersey: Prentice Hall, Inc.
Schultz, B. (2007). Development of Tidal Lowlands Potentials and Constraints of
the Tidal Lowlands of Indonesia. Paper disajikan pada Kuliah Umum di
Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya, 30 Juni 2007.
Simatupang, P. and I. W. Rusastra. (2003). Kebijakan Pembangunan Sistem
Agribisnis Padi. In Kasryno, F. et al. (Eds.). Ekonomi Padi dan Beras
Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen
Pertanian.

962

ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI DAN PENDAPATAN


USAHATANI PADI PADA LAHAN RAWA PASANG SURUT
The Analysis Factor of Production and Revenue in Rice Farming in Tidal
Swamp Land
Nasir
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang, Jl.
Kapten Marzuki No. 2446 Kamboja palembang
ABSTRACT
The Analysis of Use Production factor and Income of Rice Farming in Lawland
(Case in the village of Muara Telang Telang Rejo Sub District Banyuasin) by
Nasir. The Study aims to: Analyze the relationship of input use with the production
of rice farming, Measuring the efficiency of input use of rice farming, and count the
rice farm income tidal wetlands. The experiment was conducted in the village of
Muara Telang Telang Rejo district Banyuasin District. The method used in this
research is the case with simple random sampling method on the respondent
farmers who seek rice farming, while the methods used in data analysis to
determine the effect of production factors on the production used regression
analysis on the Cobb-Douglas equation, determining the efficiency of factor
production efficiency measure used to calculate the level of prices and rates of
return using the formula R / C ratio. The results showed that the production factors
of land, seed, fertilizer and labor significantly influence on the production while the
other production factors, namely: KCl and SP-36 as well as the use of herbicides
and insecticides no significant effect on production. Judging from the level of
efficiency, the use of all factors of production (land, seed, fertilizer (urea, SP-36
and KCl), pesticides (insecticides and herbicides) and an outpouring of all is not
yet efficient workforce.) The number of average farm income of Rp. 4,799,222.20 /
hectare, with the ratio of farm revenue at the expense of 2.1 means that every
Rp1,- issued will generate revenue of Rp. 2.1, Keywords: factors of production, efficiency and revenue.

PENDAHULUAN

Latar Belakang. Padi merupakan komoditi penting yang memiliki peran yang
sangat penting yaitu sebagai barang ekonomi yang dikaitkan dengan fungsinya
sebagai penghasil beras yang merupakan bahan pangan pokok, dan merupakan
komoditi strategis yang kadangkala dapat mempengaruhi kondisi politik suatu
Negara.

Di Indonesia, dominasi beras atas pangan lainnya, tercermin dari 50%

963

total konsumsi pangan nasional dan 96% penduduk Indonesia menjadikan beras
sebagai pangan pokok ketimbang sumber pangan lainnya. Pentingnya komoditi
ini juga terlihat dari tingginya tingkat konsumsi komoditi ini yang mencapai 133
kg/kapita/tahun dan jauh di atas tingkat konsumsi pangan lain (Simatupang,
1999).
Tingginya kebutuhan komoditi ini dimasa mendatang akan terus berlanjut
sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk apalagi saat ini belum ada komoditi
lain yang mampu menggeser keberadaan beras sebagai pangan pokok. Untuk
memenuhi kebutuhan beras yang terus meningkat maka upaya peningkatan
produksi yang dipacu melalui peningkatan produktivitas dengan mendayagunakan
sumberdaya di berbagai wilayah yang berpotensi untuk pengembangan komoditi
tersebut.
Sumatera Selatan merupakan salah satu sentra pengembangan usahatani
padi di Indonesia. Berdasarkan hasil survey pertanian, produksi padi di Sumatera
Selatan tahun 2008 mencapai 2,97 juta ton GKG, bertambah sebesar 2.181,24
ribu ton (7,93%) dibandingkan tahun 2007. Ditinjau wilayah pengusahaannya,
untuk tahun 2008 kabupaten yang memiliki produksi tertinggi adalah kabupaten
Banyuasin (746,55 ribu ton), Ogan Komering Ilir (789,81 ribu ton) dan OKU Timur
(234,45 ribu ton), (BPS Sumsel, 2009).
Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Banyuasin merupakan sentra
penghasil padi di Sumatera Selatan.

Beberapa faktor yang menyebabkan

kabupaten ini menjadi sentra beras antara lain karena memiliki lahan yang cukup
luas, berupa lahan pasang surut yang potensial untuk pengembangan tanaman
padi.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten

Banyuasin (2007), luas lahan yang sudah direklamasi seluas 362.000 hektar. Dari
luasan tersebut yang baru ditanami seluas 153.000 hektar dan dari jumlah
tersebut yang baru dapat ditanami dua kali setahun baru 5.000 hektar yang telah
dapat ditanami dua kali setahun sedangkan sisanya masih ditanami satu kali
setahun, yang sebagian besar berupa lahan pasang surut.
Meskipun dikenal sebagai daerah yang berpotensi untuk pengembangan
usahatani padi, tetapi ternyata produktivitas usahatani di daerah ini masih lebih
rendah.

Beberapa faktor yang diduga menyebabkan rendahnya produktivitas

lahan di daerah ini adalah karena kondisi lahan yang marjinal dengan

964

produktivitas yang rendah.

Rendahnya produktivitas juga disebabkan karena

penggunaan sumberdaya berupa sarana produksi yang masih rendah, Padahal


upaya peningkatan produktivitas usahatani padi dapat dipacu dengan penggunaan
sarana produksi secara optimal, antara lain menurut Suharno et al., (2000) dapat
dilakukan melalui perbaikan teknologi budidaya seperti pemupukan, waktu tanam
yang tepat dan pengendalian jasad pengganggu, dan penggunaan varietas
unggul.
Langkah awal untuk memacu peningkatan produktivitas lahan adalah
dengan cara mengetahui faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap
peningkatan produksi dengan cara melakukan analisis terhadap tingkat efisiensi
penggunaan faktor produksi. Berdasarkan alasan tersebut maka peneliti tertarik
melakukan penelitian Analisis Penggunaan Faktor Produksi dan Pendapatan
Usahatani Padi pada Lahan Rawa Pasang Surut penelitian ini dilaksanakan di di
Desa Telang Rejo Kecamatan Muara Telang Kabupaten Banyuasin.

Melalui

penelitian ini diharapkan dapat diketahui pengaruh penggunaan faktor produksi


terhadap produksi, tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi serta pendapatan
usahatani padi pada lahan rawa pasang surut.

Rumusan Masalah.

Permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini

adalah:
1.

Bagaimanakah hubungan penggunaan faktor produksi dengan produksi


usahatani padi.

2.

Bagaimanakah tingkat efisiensi pengunaan faktor produksi usahatani padi


pada lahan rawa pasang surut

3.

Seberapa besar tingkat pendapatan usahatani padi lahan rawa pasang surut

Tujuan dan Kegunaan. Tujuan penelitian ini adalah:


1.

Menganalisis hubungan hubungan penggunaan faktor produksi dengan


produksi usahatani padi.

2. Mengukur tingkat efisiensi pengunaan faktor produksi usahatani padi pada


lahan rawa
3.

pasang surut

Menghitung pendapatan usahatani padi lahan rawa pasang surut

965

Kegunaan penelitian ini diharapkan akan memberikan informasi bagi


semua pihak khususnya petani yang berkaitan langsung dengan pengembangan
usahatani padi, dan memberikan manfaat berupa penambahan khazanah
kekayaan ilmu pengetahuan khususnya yang berkenaan dengan penggunaan
faktor produksi pada usahatani padi.

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Telang Rejo Kecamatan
Muara Telang Kabupaten Banyuasin. Pemilihan lokasi dilakukan dengan sengaja
(purposive) dengan pertimbangan Kecamatan Muara Telang merupakan sentra
usahatani padi yang dianggap telah melaksanakan usahatani secara intensif.
Penelitian dilaksanakan selama dua bulan yaitu April sampai Mei 2010.
Metode Penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kasus,
dengan alasan petani di Desa Telang Rejo Kecamatan Muara Telang Kabupaten
Banyuasin merupakan petani yang telah melaksanakan intensifikasi usahatani
karena telah merupakan salah satu wilayah yang sering menjadi sentra
pengembangan proyek percontohan untuk usahatani padi di lahan rawa pasang
surut.
Metode Penarikan Contoh. Metode penarikan contoh pada penelitian ini adalah
metode acak sederhana dengan jumlah sample sebanyak 38

orang atau 10

persen dari jumlah populasi yang ada.


Metode Pengumpulan Data. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan
sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan petani yang
meliputi karakteristik individu, penggunaan factor produksi, produksi, harga
produksi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait dengan
penelitian ini, seperti: Kantor Pemerintah Kecamatan Muara Telang, Dinas
Pertanian dan lainnya.

Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara

terstruktur terhadap petani dengan menggunakan panduan kuisioner.


Metode Analisa Data. Data yang dikumpulkan di lapangan diolah secara tabulasi
dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif.

Untuk menjawab permasalahan

pertama yaitu melihat hubungan antara penggunaan faktor produksi dan produksi
digunakan model persamaan sebabagi berikut, yaitu:

966

LnY= Ln+1 LnX1+2 LnX2+3Ln X3+4Ln X4+5 LnX5+6 LnX6+7 LnX7+8 LnX8+e
Keterangan:
Y = Variabel yang dijelaskan (variabel tak bebas) produksi usahatani padi
X = Variabel yang menjelaskan factor-faktor yang mempengaruhi produksi padi,
yaitu: X1 = Lahan (ha), X2 = benih (kg); X3= pupuk urea (kg); X4= pupuk SP-36
(kg); X5=Pupuk KCl (kg); X6= Insektisida (lt); X7= Herbisida (lt); X8= Tenaga Kerja
(HOK); , = Penduga parameter dan i
Kemudian untuk mengetahui apakah variable bebas (X) secara bersamasama berpengaruh terhadap variable tak bebas (Y) menggunakan uji F, dengan
hipotesis statistik sebagai berikut :
Ho : 1 = 2 = 3 = ..= 9 = 0 : Y secara simultan dipengaruhi secara tidak
nyata oleh X1, X2, X3,., X8
Ho : 1 = 2 = 3 = ..= 9 0 : Y secara simultan dipengaruhi secara tidak
nyata oleh X1, X2, X3,., X8
JKR / (K 1)
Rumus F hitung adalah = ---------------JKK / (n 1)

Keterangan :
JKR = Jumlah kuadrat regresi; JKK = Jumlah kuadrat kesalahan; k= Jumlah
parameter dugaan; n = Jumlah sampel
Kaidah pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :
1. Jika F

hitung

> F tabel , (k 1), (n k) maka Hi diterima yang artinya variabel

bebas secara bersama-sama berpengaruh terhadap produksi usahatani.


2. Jika F hitung > F tabel , (k 1), (n k), maka Ho diterima yang artinya variabel
bebas secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap produksi usahatani.
Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variable bebas (X) terhadap variable
tak bebas (Y) menggunakan rumus t hitung dengan hipotesis statistik sebagai
berikut :
Ho : bo = 0 : Y secara parsial dipengaruhi secara tidak nyata oleh X1, X2, X3,, X8
H1 : b1 0 : Y secara parsiap dipengaruhi secara nyata oleh X1, X2, X3,, X8
i

967

Rumus t hitung = -------Se (i)

Keterangan :
i.. : Koefisien regresi variable ke 1; Se (i) : Simpangan variable ke-i
Kaidah pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :
1. Jika thitung > t (/2) tabel maka tolak Ho, artinya variable bebas ke-n
berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani.
1. Jika thitung < t (/2) tabel maka terima Ho, artinya variable bebas ke-n tidak
berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani
Untuk menjawab permasalahan kedua yaitu mengukur tingkat efisiensi
penggunaan factor produksi digunakan rumus efisiensi harga yang dirumuskan:
NPMx
NPMx = Px atau -------- = 1

b.
Y.
Py
NPMx=X
Di
mana:
b
=el
ast
i
s
i
t
as
Y
=pr
oduks
i
PY =har
gapr
oduks
iY
X
=j
uml
ahf
akt
orpr
oduks
iX
PX =har
gaf
ak
t
orpr
oduks
iX
Kai
dahk
eput
us
an:
NPM /Hx>1-Ti
dakopt
i
mal(
kek
ur
anganpenggunaanf
akt
orpr
oduks
i
)
NPM /Hx=1-Opt
i
mal
NPM /Hx <1Ti
dakopt
i
mal(
kel
ebi
hanpenggunaanf
ak
t
orpr
oduks
i
)

968

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengaruh Penggunaan Faktor Produksi Terhadap Produksi Padi.

Has
i
l

anal
i
s
i
sr
egr
es
if
ungs
ipr
oduks
iusahat
anipadidiDesa Tel
ang Rej
o di
has
i
l
k
an
per
samaansebagaiber
i
kut
:
Y=6,
957-0,
261X1-0,
075X2+0,
384X3+0,
046X4+0,
171X5+0,
069X6+0,
084X7+0,
186X8
Hasi
lanal
i
s
i
sr
egr
es
imenunj
ukkanbahwasecar
aagr
egathubunganant
ar
a
f
akt
orpr
oduks
idan pr
oduks
iusahat
anipadicukup kuatdengan ni
l
aikoef
i
s
i
en
det
er
mi
nas
i(
R2) sebesar0,
988. Ni
l
aikoef
i
s
i
en 0,
988 ar
t
i
nya 98,
8 per
sen
per
ubahan dar
ipr
oduks
iusahat
anipadidapatdi
j
el
ask
an ol
eh var
i
abelsar
ana
pr
oduks
i
:l
uas l
ahan usahat
ani
,j
uml
ah beni
h,pupuk (
ur
ea,SP36 dan KCl
)
,
her
bi
s
i
da,i
nsek
t
i
s
i
daser
t
aj
uml
ahcur
ahant
enagaker
j
a,sedangk
an1,
2per
sen
di
pengar
uhiol
ehf
akt
orl
ai
ndil
uarmodel
.
Dar
ihasi
luj
iFdi
ket
ahuini
l
aiFhi
t
ung311,
620padat
i
ngkatkeper
cayaan95
per
sen l
ebi
h besar di
bandi
ngkan dengan F t
abel sebesar 2,
27 sehi
ngga
di
s
i
mpul
kanbahwahasi
lpenguj
i
anber
bedas
angatnyat
asehi
nggavar
i
abelbebas
l
uasl
ahan,beni
h,pupuk ur
ea,SP36,KCl
,her
bi
s
i
da,i
nsekt
i
s
i
da dan cur
ahan
t
enagaker
j
aber
samasamaber
pengar
uht
er
hadappr
oduks
iusahat
anipadi
.
Meski
pun secar
a ber
samasama penggunaan f
akt
orpr
oduks
imemi
l
i
k
i
pengar
uh at
au dampak yang kuat t
er
hadap pr
oduks
i
,t
et
apihas
i
lanal
i
s
i
s
menunj
ukkanbahwat
i
daksemua f
akt
orpr
doduksiber
pengar
uhnyat
at
er
hadap
pr
oduks
i
.Has
i
lanal
i
s
i
sr
egr
es
ivar
i
abeli
ndependen(
s
ar
anapr
oduks
i
)danpr
oduk
didi
t
ampi
l
kanpadaTabel1.
Tabel1.Has
i
lanal
i
s
i
sr
egr
es
ivar
i
abeli
ndependent
er
hadapvar
i
abeldependen

No

Var
i
abel

Koef
i
s
i
en

t
hi
t
ung

Ket
er
angan

X1

Lahan(
ha)

6,
957

5,
724

Si
gni
f
i
kan

X2

Beni
h(
kg)

0,
261

2,
557

Si
gni
f
i
kan

X3

Ur
ea(
kg)

0,
384

4,
025

Si
gni
f
i
kan

X4

SP36(
kg)

0,
046

1,
403

NonSi
gni
f
i
kan

X5

KCl(
kg)

0,
171

1,
183

Nonsi
gni
f
i
kan
969

X6

I
nsekt
i
si
da(
l
t
)

0,
069

0,
953

Nonsi
gni
f
i
kan

X7

Her
bi
si
da(
l
t
)

0.
084

1,
167

Nonsi
gni
f
i
kan

X8

Tenagaker
j
a(
HOK)

0,
186

2,
266

Si
gni
f
i
kan

Koef
i
s
i
ndet
er
mi
nas
i(
R2)= 0,
992;
F311,
62 danFTabel0,
05(
8;
30)
=2,
27
hi
t
ung=
t
0.
025)
=2,
042;t
0.
010)
=2,
457;t
0.
005)
=2,
750
t
abel(
t
abel(
t
abel(
Tabel1 memper
l
i
hat
kan dar
idel
apan var
i
abl
e bebas hanya l
uas l
ahan
usahat
ani
,beni
h,pupukur
eadant
enagaker
j
ayangmemi
l
i
k
ipengar
uhsi
gni
f
i
k
an
t
er
hadappr
oduks
i
,sedangkanvar
i
abl
el
ai
nny
a,yai
t
u:penggunaanpupukKCldan
SP36,penggunaanpest
i
s
i
da(
her
bi
s
i
dadani
nsekt
i
s
i
dat
i
dakmemi
l
i
k
ipengar
uh
yangs
i
gni
f
i
kant
er
hadappr
oduks
iusahat
anipadi
.
Lahan usahat
animemi
l
i
k
ipengar
uh yang sangat si
gni
f
i
k
an t
er
hadap
pr
oduks
iusahat
anidanmemi
l
i
k
ihubunganyangnegat
i
fdengankoef
i
s
i
ensebes
ar
0,
261. Ni
l
aikoef
i
si
nt
er
s
ebut ber
ar
t
is
et
i
ap penambahan 10 per
sen l
ahan
usahat
aniakan menyebabkan t
er
j
adi
ny
a penur
unan pr
oduks
is
ebesar 2,
61
per
sen.Ni
l
ainegat
i
vedi
sebabk
ansemaki
nl
uasl
ahanmakapenggunaans
ar
ana
pr
oduks
iyangdi
gunakanj
ugamaki
nt
i
dakopt
i
malkar
enabi
ayayangdi
kel
uar
kan
besarsedangkanpet
anik
et
er
bat
asandanas
ehi
nggapr
oduks
iyangdi
capaiunt
uk
sat
uanl
uast
er
t
ent
umaki
nr
endah. Rat
ar
at
akepemi
l
i
kanl
ahandi
t
i
ngkatpet
ani
cukupt
i
nggiy
ai
t
umencapai1,
92hekt
arperpet
ani
.
Penggunaan beni
h memi
l
i
k
i pengar
uh y
ang s
i
gni
f
i
kan. Pel
aksanaan
penanaman yang di
l
akukan pet
animenggunakan si
st
em t
abel
a(
t
anam beni
h
l
angs
ung) yai
t
u dengan car
a menabur
kan beni
h secar
al
angsung dil
ahan
usahat
anis
ehi
gga j
uml
ah beni
hy
ang di
gunakan besar
,y
ai
t
ur
at
ar
at
a 130
kg/
hekt
ardan mel
ebi
hidar
ibat
as opt
i
malanj
ur
an PPL yang maksi
mum 60
ki
l
ogr
am per
hekt
ar
.

Penggunaan

beni
h yang ber
l
ebi
han menyebabkan

per
t
umbuhant
anamanpadit
i
dakber
l
angsungopt
i
malkar
enat
er
j
adiper
s
ai
ngan
penyer
apan uns
urhar
a ol
eh t
anaman sehi
ngga pr
oduks
iyang di
c
apait
i
dak
opt
i
mal
. Ni
l
aikoef
i
s
i
en beni
h sebesar0,
075 yang ar
t
i
nya kenai
kan 10 per
sen
penggunaan beni
h akan menyebabkan t
er
j
adi
ny
a penur
unan pr
oduks
isebesar
0,
75 per
sen.

970

Penggunaan pupuk ur
ea memi
l
i
kipengar
uh yang si
gni
f
i
k
an t
er
hadap
pr
oduks
idenganni
l
aikoef
i
s
i
ensebesar0,
384yangar
t
i
nyaset
i
appenambahan
penggunaan pupuk ur
ea sebesar10 per
sen akan menyebabkan peni
ngk
at
an
pr
oduks
i sebes
ar 3,
84 per
sen. Pengar
uh posi
t
i
p i
ni di
s
ebabkan kar
ena
kemungki
nan ket
er
sedi
aanunsurhar
a N padal
ahan r
awa pasangsur
utmasi
h
r
endahs
ehi
nggapenggunaanpupukur
eayangmengandungunsur
ehar
aN akan
cepatdi
r
espon ol
eh t
anaman dal
am bent
uk peni
ngk
at
an pr
oduks
i
.Sel
ai
ni
t
u
j
uml
ahpenggunaanpupukur
eal
ebi
hbanyakdi
bandi
ngkandenganpupukl
ai
nnya
yai
t
ur
at
ar
at
a 219,
87 ki
l
ogr
am per
hekt
arper
musi
mt
anam,sehi
ngga t
anaman
l
ebi
hmudahdal
am mer
esponpenggunaanpupukt
er
sebut
.
Penggunaan pupukSP36 dan KClt
i
dakber
pengar
uh secar
as
i
gni
f
i
kan
t
er
hadappr
oduks
i
.Penyebabny
akar
enaj
uml
ahpenggunaankeduapupukmasi
h
j
auhdar
ianj
ur
anl
ebi
hr
endahdi
bandi
ngkandenganpupukur
ea,yai
t
umasi
ngmasi
ng 134,
23 k
i
l
ogr
am dan 115,
64 k
i
l
ogr
am per
hekt
ar
.
, padahalmenur
ut
Suwal
an et al.
,(
2004) r
espon t
anaman t
er
hadap pember
i
an pupuk akan
meni
ngkatapabi
l
a pupuk yang di
gunakan t
epatj
eni
s,dos
i
s,wakt
u dan car
a
pember
i
an.
Penggunaan her
bi
s
i
da dan i
ns
ekt
i
si
da t
i
dak ber
pengar
uh s
i
gni
f
i
kan
t
er
hadappr
oduks
i
.Peny
ebabny
a,penggunaansar
anapr
oduks
it
er
sebutdi
t
i
ngk
at
pet
animasi
h bel
um opt
i
mal
,yai
t
u:i
ns
ekt
i
si
da pest
i
s
i
da 1,
64 l
i
t
er per
hekt
ar
per
musi
mt
anam dan her
bi
si
da 0,
615 l
i
t
erper
hekt
arper
musi
mt
anam. Fakt
or
l
ai
nny
aadal
ahs
i
f
atdar
isar
anai
niyangt
i
dakmemi
l
i
k
ipengar
uhl
angsungpada
peni
ngkat
an pr
oduks
iseper
t
isar
anapr
oduk
sil
ai
nnya k
hususnyapupuk.Fakt
or
l
ai
nny
aadal
ahser
anganhamayangdi
t
emuidil
apanganmasi
hdi
bawahbat
as
ambang ekonomi
,sehi
ngga penggunaan i
nsekt
i
s
i
da masi
hr
endah dan hanya
ber
s
i
f
atpencegahan.Penggunaanher
bi
si
damasi
hr
endahkar
enapember
ant
asan
gul
ma ser
i
ng di
l
akukan secar
a manualyai
t
u dengan mel
akukan peny
i
angan
t
er
hadapgul
masehi
nggapenggunaanher
bi
s
i
daj
ugamasi
hr
endah.
Fakt
orpr
oduks
it
enagaker
j
amemi
l
i
k
ipengar
uhyangs
i
gni
f
i
kant
er
hadap
pr
oduks
i
. Rat
ar
at
acur
ahant
enagaker
j
apadausahat
anipadiadal
ahsebesar
37,
38HOK per
hekt
arper
musi
mt
anam. Hubunganant
ar
ac
ur
ahant
enagaker
j
a
denganpr
oduks
iber
si
f
atpos
i
t
i
par
t
i
nyasemaki
nt
i
nggicur
ahant
enagaker
j
amaka
pr
oduks
iyang di
capaij
uga maki
nt
i
nggidengan ni
l
aikoef
i
si
en sebesar0,
186,

971

yai
t
uj
i
ka t
er
j
adipeni
ngkat
an cur
ahan t
enaga ker
j
a sebesar10 per
sen maka
pr
oduks
iakanmeni
ngkats
eesar1,
86per
sen. Pengar
uhcur
ahant
enagaker
j
a
t
er
hadappr
oduks
isangatber
al
asankar
enat
anamanpadimemer
l
ukanper
awat
an
dan pengel
ol
aan yang bai
k, sehi
ngga c
ur
ahan t
enaga ker
j
a yang t
i
nggi
menyebabkant
anamanakansemaki
nt
er
pel
i
har
adenganbai
ksehi
nggapr
oduks
i
yangdi
capaij
ugaakanmeni
ngkat
.
Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi.

Ber
dasar
kan hasi
l penel
i
t
i
an

penggunaan f
akt
orpr
oduks
ipada us
ahat
anipadisebagi
an besart
i
dakef
i
s
i
en.
Ri
nc
i
anper
hi
t
ungant
er
hadapanal
i
si
sef
i
s
i
ens
idi
t
ampi
l
kanpadaTabel2.
Tabel2.Ef
i
s
i
ens
ipenggunaanf
akt
orpr
oduks
ipadausahat
anipadi

Novar
i
abel Sar
anapr
opduks
i

NPMx/Px

Ket
er
angan

X1

Lahan(
ha)

0,
99

Ti
dakef
i
s
i
en

X2

Beni
h(
kg)

0,
89

Ti
dakef
i
s
i
en

X3

Ur
ea(
kg)

9,
94

Ti
dakef
i
s
i
en

X4

SP36(
kg)

1,
39

Ti
dakef
i
s
i
en

X5

KCl(
kg)

3,
80

Ti
dakef
i
s
i
en

X6

I
nsekt
i
si
da(
l
t
)

14,
12

Ti
dakef
i
s
i
en

X7

Her
bi
si
da(
l
t
)

6,
04

Ti
dakef
i
s
i
en

X8

Tenagaker
j
a(
HOK)

1,
17

Ti
dakef
i
s
i
en

Ber
dasar
kan t
abel2,t
er
l
i
hatbahwa sebagi
an besarpenggunaan f
akt
or
pr
oduks
ipadausahat
anipadibel
um ef
i
si
enkar
enamemi
l
i
k
ini
l
aiper
bandi
ngan
ni
l
aipr
odukmar
j
i
naldanhar
gaf
akt
orpr
oduksiy
angl
ebi
hkec
i
lat
aul
ebi
hbesar
dar
isat
u.
Ni
l
air
as
i
opr
odukmar
j
i
naldanhar
gaf
akt
orpr
oduks
il
ahanl
ebi
hkec
i
ldar
i
sat
u(
0,
991)menunj
ukkan bahwa penggunaan l
ahan usahat
anibel
um ef
i
si
en
kar
ena l
uasl
ahanyangdi
gunak
anpet
anir
el
at
i
fsudahcukupt
i
nggiyai
t
ur
at
ar
at
a
1.
92 hekt
ar per
pet
ani
,sedangk
an j
uml
ah modalyang di
mi
l
i
kipet
aniunt
uk
mengusahakanl
ahant
er
sebutmasi
hr
endahsehi
nggapr
oduksiyangdi
capait
i
dak
opt
i
mal
. Rendahny
a modalyang di
mi
l
i
k
ipet
anit
er
l
i
hatdar
ibel
um opt
i
mal
nya

972

penggunaanf
akt
orpr
oduks
il
ai
n,y
ai
t
u:pupuk(
ur
ea,SP36danKCl
)
,pest
i
s
i
da
(
i
ns
ekt
i
s
i
dadanher
bi
s
i
da)ser
t
acur
ahant
enagaker
j
ayangbel
um opt
i
malkar
ena
memi
l
i
kir
as
i
oni
l
aipr
odukmar
j
i
naldanhar
gaf
akt
orpr
oduks
iy
angl
ebi
hbes
ardar
i
sat
u.Ni
l
ail
ebi
hbesardar
isat
umenunj
ukkanbahwapenggunaanf
akt
orpr
oduks
i
t
er
sebutmasi
hr
endahdar
ij
uml
ahyangdi
but
uhkanunt
ukpengel
ol
aanusahat
ani
padisehi
nggaper
l
udi
l
akukanpenambahanagarusahat
anit
er
sebutef
i
s
i
en.
Penggunaan beni
h memi
l
i
k
ir
as
i
o ni
l
aipr
oduk mar
j
i
naldan har
ga beni
h
yangl
ebi
hr
endahdar
isat
u(
0,
89)menunj
ukkanbahwapenggunaanbeni
ht
i
dak
ef
i
s
i
en kar
ena t
er
j
adikel
ebi
han penggunaan yang sehar
usny
a maksi
mal60
kg/
hekt
ar per
pet
anit
et
apimeni
ngkat mencapai130 k
g/
hekt
ar
. Ter
j
adi
nya
kel
ebi
han penggunaan beni
h menyebabk
an bi
aya y
ang di
k
el
uar
kan t
i
nggi
sedangkan pr
oduks
iyang di
c
apait
i
dakopt
i
malkar
ena t
er
j
adiper
ebut
an unsur
har
ayangt
er
bat
asol
eht
anamansehi
nggapr
oduksiyangdi
c
apaibel
um opt
i
mal
.

Pendapatan Usahatani Padi. Lahan r


awa pasang sur
utmemi
l
i
k
ikar
akt
er
i
st
i
k
ber
upa l
ahan mar
gi
nalyang memi
l
i
k
it
i
ngkat keasaman t
i
nggiyang dapat
di
usahakans
at
ukal
imusi
mt
anam pert
ahun.
Dengan adanya s
i
st
em penanaman t
er
s
ebut maka secar
a ot
omat
i
s
opt
i
mal
i
sas
ipenggunaanl
ahanpadal
ahanpasangsur
utmasi
hr
endah,dengan
pr
oduks
iyang masi
h cukup r
endah,yai
t
ur
at
ar
at
a 3.
951 k
i
l
ogr
am perhekt
ar
.
Ri
nc
i
anpr
oduksi
,har
ga,bi
ayadanpendapat
an dit
ampi
l
kanpadaTabel3,
Tabel3. Pr
oduks
i
,har
ga,pener
i
maan,bi
aya dan pendapat
an usahat
anipadi
di
DesaTel
angRej
oKecamat
anMuar
aTel
angKabupat
enBanyuas
i
n
No. I
ndi
kat
or

Juml
ah

1.Pr
oduks
i(
kg/
Ha/
Mt
)

3.
951,
00

2.Har
ga(
Rp/
kg)

2.
290,
00

3.Pener
i
maan(
Rp/
Ha/
Mt
)

9.
118.
932,
50

4.Bi
ay
a(
Rp/
Ha/
Mt
)

4.
319.
710,
30

-Bi
ayav
ar
i
abel(
Rp/
ha/
Mt
)
-Bi
ayat
et
ap
5. Pendapat
an(
Rp/
Ha/
Mt
)

4.
207.
172,
50
112.
537,
80
4.
799.
222,
20

973

Ber
dasar
kan dat
a pada t
abel3 t
er
l
i
hatbahwa r
at
ar
at
a pendapat
an
usahat
anipadipada l
ahan pasang sur
utdiDesa Tel
ang Rej
or
at
ar
at
a Rp.
4.
700.
222,
20perhekt
arpermusi
mt
anam,dengant
i
ngkatpener
i
maanat
asbi
aya
yangdi
kel
uar
kan(
R/
Cr
as
i
o)sebesar2,
11. Ni
l
aiR/
C=2,
11menunj
ukkanbahwa
set
i
ap Rp.
1,
-yang di
k
el
uar
kan pet
aniakan menghasi
l
kan pener
i
maan sebesar
Rp.2,
11,
.
Pendapat
anpet
aniyangmasi
hr
endahdi
sebabkanbeber
apaf
akt
or
,yai
t
u:
pr
odukt
i
v
i
t
asl
ahanyangmasi
hr
endahyai
t
ur
at
ar
at
a3.
951kg/
Ha.Pr
odukt
i
v
i
t
as
l
ahanyangmasi
hr
endahj
ugadi
sebabk
ankondi
s
il
ahanyangmar
j
i
naldengan
t
i
ngk
atkeasaman t
i
nggidan penggunaan f
akt
orpr
oduksiyang bel
um opt
i
mal
,
Fakt
orl
ai
nyangmenyebabkanpendapat
anpet
anir
endahyai
t
uhar
gagabahyang
masi
hr
endahdi
t
i
ngk
atpet
anikhususnyapadasaatpanenr
ayayai
t
ur
at
ar
at
aRp.
2.
290/
kg menyebabkanpendapat
any
angdi
per
ol
ehpet
animasi
hr
endah.

KESIMPULAN
Kesi
mpul
anhas
i
lpenel
i
t
i
ani
niadal
ah:
1.Pr
oduksiusahat
anipadidi
pengar
uhisec
ar
a si
gni
f
i
kan ol
eh f
act
orpr
oduks
i
l
ahan,beni
h,pupuk ur
ea dan t
enaga ker
j
a ber
pengar
uh sedangkan f
act
or
pr
oduks
il
ai
nny
a,yai
t
u:pupukKCldanSP36ser
t
apenggunaanher
bi
si
dadan
i
nsekt
i
s
i
dat
i
dakber
pengar
uhs
i
gni
f
i
kant
er
hadappr
oduks
i
.
2.Penggunaansel
ur
uh f
ak
t
orpr
oduks:(
l
ahan,beni
h,pupuk(
ur
ea,SP36dan
KCl
)
, per
t
i
s
i
da (
i
nsekt
i
s
i
da dan her
bi
si
da) ser
t
a cur
ahan t
enaga ker
j
a
semuanyabel
um ef
i
s
i
en.
3.Pendapat
an r
at
ar
at
a usahat
aniRp. 4.
799.
222,
20 /
hekt
ar
, dengan r
as
i
o
pener
i
maan usahat
aniat
as bi
aya sebesar2,
1 ar
t
i
nya set
i
ap Rp1,
-yang
di
kel
uar
kanakanmenghasi
l
kanpener
i
maanRp.2,
1,
-

974

DAFTAR PUSTAKA
BPTP Sumat
er
aSel
at
an.2007. Lapor
anPRA Pr
ogr
am Ri
nt
i
s
andanAksel
er
as
i
Pemasyar
akat
an I
novas
iTeknol
ogiPer
t
ani
an pada Lahan Rawa Pasang
Sur
ut Kabupat
en Banyuasi
n. Badan Penel
i
t
i
an dan Pengembangan
Per
t
ani
anDepar
t
emenPer
t
ani
an.Pal
embang
Samaoen,I
,1992. EkonomiPr
oduksiPer
t
ani
an. I
kat
an Sar
j
ana Ekonomi
I
ndones
i
a,J
akar
t
a
Suhar
no,I
dr
i
s,M.Dar
wi
n,Sahar
didanSubandi
,2000.Keunggul
andanpel
uang
pengembangan padivar
i
et
as Konawe.Dalam DewiSahar
a dan I
dr
i
s:
Ef
i
s
i
ens
iPr
oduks
iSi
st
em usahat
aniTer
padu Pada Lahan Sawah I
r
i
gas
i
Tekni
s. Bal
aiPengkaj
i
anTek
nol
ogiPer
t
ani
an(
BPTP)Sul
awesiTenggar
a
Suwal
an, S.
, Nana, S.
, Bambang S.
, R. Kusmawa dan Di
diAr
di
, 2004.
Penggunaan PupukAl
t
er
nat
i
fpada Tanaman PadiSawah diKabupat
en
Gar
ut
,Jawa Bar
at
.Kebi
j
akan Per
ber
asan dan I
novas
iTeknol
ogiPadi
.
Pusl
i
t
bangTanamanPangan,Bogor
.

975

ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI DAN OPTIMASI FORMULASI


PEMPEK LENJER SKALA INDUSTRI
Railia Karneta
Jur
usanSos
i
alEkonomiPer
t
ani
an STI
PER Sr
i
wi
gamaPal
embang
ABSTRACT
Pempeki
sak
i
ndoft
r
adi
t
i
onalf
oodf
orSout
hSumat
er
apeopl
e,whi
chi
s
pot
ent
i
al
l
yt
o be devel
oped i
nt
ol
ar
ge sc
al
e ofi
ndust
r
yi
fi
t
st
echnol
ogymeet
s
st
andar
tpr
ocedur
eandcons
i
st
entqual
i
t
y. Now adays,cur
r
entpempekact
i
vi
t
y
hasadj
ust
edi
t
sf
or
mul
aandt
echnol
ogyt
ochangesoft
heex
i
st
i
ngmat
er
i
al
sas
wel
last
hei
rpr
i
c
es.Thest
udyi
nvest
i
gat
edpeopl
e
sper
cept
i
ononpempekt
ast
e,
opt
i
mal
i
zedpempek
sf
or
mul
a,mi
ni
mi
zedmat
er
i
alcos
tandanal
i
zedi
t

sf
eas
i
bl
e
ent
er
pr
eneur
shi
p. Opt
i
mal
i
z
at
i
onf
or
mul
aandmi
ni
mi
zat
i
ont
est
i
ngus
i
ngLI
NDOLi
ni
erPr
ogr
ami
ngComput
er

sPr
ogr
am-showst
hatcondi
t
i
onus
i
ng100gr
amsof
pempek.Mi
ni
mum costofpempek
s mat
er
i
ali
s Rp 2310,
04,
-per100 gr
ams
pempek
sf
or
mul
a.Thef
eas
i
bi
l
i
t
yst
udyshowst
hat1000l
enj
erperdaypr
oduc
t
i
on
i
sf
eas
i
bl
ef
ori
ndust
r
yscal
e.NPV t
estshowsposi
t
i
ve,I
RR hi
ghert
hancur
r
ent
i
nt
er
estandNetB/
Cr
at
i
onmor
et
han1,PBP 1,
69 peryearandBEP 32,
60%.
Sensi
t
i
v
i
t
yt
estt
ot
hei
ncr
eas
i
ngofcost
sanddecr
eas
i
ngofr
et
ur
nt
o15per
cent
,
pempekact
i
vi
t
yi
sst
i
l
lf
eas
i
bl
et
obedone
Keywords:Tr
adi
t
i
onalFood,f
eas
i
bi
l
i
t
yst
udy,
opt
i
mal
i
zat
i
onf
or
mul
a

PENDAHULUAN
Pengembanganmakanant
r
adi
s
i
oni
ls
aati
nisemaki
ndi
gal
akkan, agar
dapatber
sai
ng dengan makanan yang ber
asaldar
il
uarneger
i.
Yang per
l
u
mendapatper
hat
i
an ut
amaadal
ahupayamengangkatc
i
t
r
a makanant
r
adi
s
i
oni
l
dan menambah sel
er
a masyar
akatagardapatsej
aj
ardengan bahan pangan
l
ai
nny
a.

Kebi
j
akan di
ver
s
i
f
i
kas
ipangan har
us di
t
i
t
i
k ber
at
kan pada si
s
t
em

agr
i
bs
i
ni
syangt
er
padumul
aidar
ipr
oduks
is
ampaikepengol
ahandanpemasar
an
(
I
l
j
as,
N.1995)
.Pempeksebagaisal
ahs
at
umakanant
r
adi
s
i
oni
lSumat
er
asel
at
an
ber
pot
ens
iunt
ukdi
kembangkankeskal
ai
ndust
r
iyangl
ebi
hbesar
,kar
enasel
ai
n
r
asanyayangkhasdandi
s
ukaimasyar
akat
,pr
oduki
nimemi
l
i
k
ini
l
aiek
onomi
sdan
gi
z
iyangcukupt
i
nggi
.Usahaunt
ukmenj
adi
kanpempekl
enj
ersebagaikomodi
t
as
per
dagangan

t
i
dak mudah unt
uk di
l
aks
anakan, kar
ena di
per
l
ukan suat
u

konsi
st
ens
imut
udanpr
osesyangef
i
si
ent
eknol
ogi
nya. I
ndus
t
r
ipempekskal
a
keci
lser
i
ng mengubah f
or
mul
a dan car
a pengol
ahan pempek l
enj
erkar
ena

976

ber
f
l
ukt
uas
i
nyabahanbaku t
er
ut
amai
kan,sehi
nggak
ons
i
st
ens
imut
upempek
l
enj
ersul
i
tdi
per
t
ahankan. I
ndust
r
ipempeksul
i
tdi
kembangkankeskal
ai
ndust
r
i
yangl
ebi
hbesart
anpakons
i
st
ens
imut
uyangbai
k
.
Per
masal
ahan yang di
hadapidal
am pengembangan i
ndust
r
ipempekdi
Sumat
er
asel
at
anadal
ahbahanbakudanpemasar
an(
har
ga/
k
el
ayakanusaha)
j
i
ka akan di
k
embangkan ke skal
ai
ndust
r
iy
ang l
ebi
h besardengan mut
u yang
konsi
st
en. Penyel
es
ai
an masal
ah t
er
sebutdi
per
l
ukan anal
i
s
i
skel
ayakan,bai
k
secar
at
eknol
ogimaupun ekonomi. Secar
at
eknol
ogidi
per
l
ukan penent
uan
f
or
mul
asidancar
apengol
ahanyangt
epatdenganmut
uyangkons
i
st
en,secar
a
ekonomihalt
er
sebutmasi
h mengunt
ungk
an pr
odus
en. For
mul
a dan car
a
pengol
ahanyangdi
k
embangkandapatdi
j
adi
kanbahanpengambi
l
ankeput
usan
bagipengembangani
ndust
r
ipempekl
enj
erdiSumat
er
aSel
at
an.

BAHAN DAN METODE

Bahanbahan yang di
gunakan dal
am penel
i
t
i
an i
niadal
ah i
k
an gabus
(
Ophicephallus striatus Bl
k
r
)
,i
kant
enggi
r
i(
Scomberomorus commersoni)
,t
epung
sagu dengan der
aj
ad put
i
h mi
ni
mal 94, gar
am dapur (
NaCl
)
, gul
a pas
i
r
(
sukr
osa)
,
susububuk,t
el
uray
am r
as,mi
nyakkel
apadanai
res.
Penel
i
t
i
an i
nit
er
di
r
idar
idua t
ahap dan di
gunakan dua met
ode yai
t
u
penel
i
t
i
anl
apang(
t
ahapI
)danpenel
i
t
i
anLabor
at
or
i
um (
t
ahapI
I
)
. Padat
ahapI
di
l
akuk
anst
udil
apangunt
ukmengumpul
kandat
adani
nf
or
masiyangdi
per
l
ukan.
Dat
ayangdi
kumpul
kant
er
di
r
idar
idat
apr
i
merdandat
askunder
. Met
odeyang
di
gunakandal
am pengumpul
andat
apr
i
merdi
t
ent
ukansecar
asengaj
a(
pur
pos
i
ve)
denganal
atbant
ukui
s
i
onerkepada50or
angr
espondendanwawancar
akepada
5or
angpr
odusenunt
ukmemper
ol
ehket
er
anganmengenaibi
ayapr
oduks
i
,j
uml
ah
pr
oduks
i
,kapas
i
t
aspr
oduks
i
,bi
ayai
nvest
asidanhar
gapempek. Sur
vaiyang
di
l
akuk
an mel
i
put
ikebi
asaan mengkonsumsidan per
s
eps
ikonsumen t
ent
ang
mut
upempekyangbai
kdandi
i
ngi
nkankons
umen. Pengumpul
andat
asekunder
mel
al
uist
udipust
aka.Padat
ahapI
Idi
l
ak
uk
anper
cobaanpembuat
anpempekdi
Labor
at
or
i
um .
Penel
i
t
i
an diLabor
at
or
i
um dibagimenj
adidua t
ahap,y
ai
t
u
penel
i
t
i
anpendahul
uandanpenel
i
t
i
anl
anj
ut
an.

977

Pada penel
i
t
i
an pendahul
uan di
l
akukan penent
uan per
bandi
ngan j
umah
i
kangabusdani
kant
enggi
r
i(
0:2,0,
5:1,
5,1:
1,1,
5:0,
5) unt
ukpembuat
an
pempek l
enj
er
. Unt
uk mengi
dent
i
f
i
kas
ikesukaan at
au ket
i
daksukaan panel
i
s
di
l
akuk
an uj
icobaper
bandi
ngan i
kangabusdani
kant
enggi
r
i
. Per
bandi
ngan
i
kant
enggi
r
idani
kangabust
er
pi
l
i
hdar
ipenel
i
t
i
anpendahul
uandi
gunakanunt
uk
bahan penel
i
t
i
an l
anj
ut
an (
st
andar
t
)
. Sedangkan sumberpr
ot
ei
n di
t
ambahkan
t
el
urayam dansusububuk,penggant
il
emakdi
t
ambahkan mi
nyakkel
apa,dan
penggant
iv
et
s
i
ndi
gunakangul
apas
i
r
.
HASIL DAN PEMBAHASAN

1.Kel
ayakanEkonomiSkal
aUsahaI
ndust
r
ikec
i
l
Anal
i
s
i
s kel
ayakan ek
onomidi
l
akuk
an pada skal
a usaha i
ndust
r
ikec
i
l
(
kapas
i
t
aspr
oduks
i1000l
enj
er
/har
i
)
. Dal
am oper
asi
onal
i
s
as
ipr
oduks
ipempek
l
enj
ert
er
dapatkegi
at
an t
ekni
sdan admi
ni
st
r
asi,sehi
ngga di
but
uhkan sumber
daya manusi
a yang s
esuaidengan kebut
uhan dua k
egi
at
an t
er
sebut. Pada
usaha pembuat
an pempek dengan k
apas
i
t
as pr
oduks
i 1000 l
enj
erperhar
i
,
t
enagaker
j
ayangdi
but
uhkanadal
ah3or
angmanaj
er(
manaj
erumum,pr
oduksi
dankeuangan)
,sekr
et
ar
i
s3or
ang,kar
y
awan(
t
enagaker
j
ahar
i
an)10or
angdan
kar
yawat
i(
t
enagaker
j
ahar
i
an)20or
ang.Sebagaidasarper
hi
t
ungandi
gunakan
beber
apaasumsisebagaiber
i
kut:
.Modalyangdi
gunakanadal
ahmodalsendi
r
idanpi
nj
aman
.Juml
ahhar
iker
j
a240har
ipert
ahun
.Per
hi
t
unganbi
ay
adi
dasar
kanpadahar
gaawalt
ahun2010dandi
asumsi
kan
konst
ans
el
amaper
i
odepengkaj
i
an,dengansukubunga14% /t
ahun.
.Gaj
imanaj
erRp.2.
000.
000/
bul
an;s
ekr
et
ar
i
sRp1.
000.
000/
bul
an;upahhar
i
an
kar
yawanRp25.
000/
har
idank
ar
yawat
iRp20.
000/
har
i
.Har
gadagi
ngi
kangabusRp40.
000/
k
g
.Har
gadagi
ngi
kant
enggi
r
iRp50.
000/
kg
.Har
gasaus/
cuk
a1/
5dar
ihar
gabahanbak
u
.Har
gat
anahRp150.
000/
m2 danbangunanRp200.
00/
m2
.Bi
ay
aoper
as
i5% dar
imodali
nvest
as
i
.Gaj
idanupahnai
k5%/t
ahun

978

.Bi
ay
apemel
i
har
aan3% dar
ihar
gaal
atdanbangunan
.Bi
ay
apemasar
andanadmi
nsi
t
r
as
iRp500.
000/
bul
an
.Bi
aya t
el
pon dan l
i
st
r
i
k masi
ngmasi
ng Rp 250.
000/
bul
an dan bi
ay
a ai
rRp
100.
000/
bul
an.
. Anal
i
s
i
sk
el
ayakan ek
onomidi
l
akukan unt
uk umurpr
oyek 5 t
ahun y
ang
di
t
et
apkan ber
dasar
kanumurekonomiper
al
at
an.Denganasumsit
er
s
ebut
,maka
penent
uan bi
ayai
nvest
as
i
,bi
aya pr
oduks
i
,har
ga pok
okdan har
ga j
ualpr
oduk
dapatdi
l
aksanakan. Tot
albi
ayapr
oduks
i(
t
et
apdant
i
dakt
et
ap)di
s
aj
i
kanpada
Tabel1. Bi
aya pr
oduks
iadal
ah bi
aya y
ang ber
hubungan dengan kegi
at
an
pr
oduks
iyangt
er
di
r
idar
ibi
ayat
et
apdanbi
ayat
i
dakt
et
ap.Bi
ay
at
et
apadal
ah
bi
ayayangt
i
dakdi
pengar
uhiol
ehnai
kt
ur
unnyapr
oduks
iyangdi
has
i
l
kan.Bi
ay
a
t
i
dakt
et
apt
er
gant
ungpadav
ol
umepr
oduksiyangdi
has
i
l
kan(I
br
ahi
m,1998)
.
Tabel1.Bi
ay
at
et
apdant
i
dakt
et
appr
oduks
ipempekl
enj
er/
t
ahun
No

Ur
ai
anBi
aya

Bi
ayat
et
ap

Gaj
i

. Penyusut
an
. Bungapi
nj
aman

Juml
ah(
Rp)

108.
000.
000
6.
520.
000
82.
740.
924

. Bi
ayapemasar
andanadmi
ni
s
t
r
as
i

6.
000.
000

. Bi
ayapemel
i
har
aan

2.
634.
000

. Bi
ayal
i
st
r
i
k

3.
000.
000

. Bi
ayat
el
epon

3.
000.
000

Juml
ah
2

211.
894.
924

Bi
ayat
i
dakt
et
ap

. Upah
. Bi
ayabahanbaku
. Bi
ayaai
r

156.
000.
000
1.
832.
832.
000
1.
200.
000

Juml
ah

1.
990.
032.
000

Tot
al(
12)

2.
201.
926.
924

Komponenbi
ay
at
et
apy
angdi
but
uhkant
er
di
r
idar
i:gaj
iunt
ukmembayar3
or
angmanaj
er(
Rp72.
000.
000/t
ahun)dan3or
angsek
r
et
ar
i
s(
Rp36.
000.
000/
t
ahun)
,penyusut
an,bungapi
nj
aman,bi
ayapemasar
andanadmi
ni
st
r
as
i(
Rp

979

500.
000/
bul
an)
,pemel
i
har
aansebes
ar3% dar
ihar
gaal
atdanbangunan,bi
aya
l
i
st
r
i
kdant
el
eponmasi
ngmasi
ngsebesar(Rp250.
000/
bul
an)
.
Bi
aya t
i
dak t
et
ap t
er
di
r
i dar
i upah unt
uk 10 or
ang kar
y
awan (
Rp
60.
000.
000/
t
ahundan20or
angkar
yawat
i(
Rp96.
000.
000/
t
ahun)
.Besar
nyabi
aya
pr
oduks
i yang har
us di
kel
uar
kan unt
uk membuat pr
oduk (
har
ga pok
ok)
mer
upakan f
akt
or penent
ut
er
hadap har
ga j
ualt
er
endah dar
ipr
oduk yang
di
has
i
l
kan.
Tabel2.Rekapi
t
ul
as
ibi
ayai
nvest
asi
,bi
ayapr
oduks
idanhar
gapempekl
enj
er
DESKRI
PSI

JUMLAH

A.I
NVESTASI
1.Tanah

30.
000.
000

2.Bangunan

40.
000.
000

3.Per
al
at
anPr
oduks
i

7.
800.
000

4. Per
al
at
anKant
or

10.
000.
000

5. Bi
ayapr
aopr
as
i

4.
390.
000

Juml
ah

92.
190.
000

B.BI
AYAPRODUKSI
1. Bi
ayat
et
ap
2.Bi
ayaTi
dakTet
ap
Juml
ah
C.PRODUKSI
/
TAHUN(
Lenj
er
)

211.
894.
924
1.
990.
032.
000
2.
201.
926.
924
240.
000

D.HARGAPOKOK=(
B:C)

9.
174

E.HARGAJUAL=D+(
Dx20%)

11.
000

*
)har
gaj
ualRp11.
000/
l
enj
er(
di
bul
at
kan)

Padaper
hi
t
unganl
abar
ugit
er
sebut
,pengel
uar
anset
i
apt
ahundi
gunak
an
unt
ukkeper
l
uanbi
ayapr
oduks
i(
bi
ayat
et
apdanbi
ayat
i
dakt
et
ap)ser
t
apaj
ak.
Gaj
idan upah ada kenai
kan sebesar5 % pert
ahun. Sedangkan pendapat
an
set
i
apt
ahundi
per
ol
ehdar
ini
l
aipenj
ual
anpr
odukyangbesar
nyat
er
gant
ungdar
i
har
gaj
ual
lpr
odukyangdi
has
i
l
kan(
Rp11.
000/
l
enj
er
)
. Ar
uspener
i
maanyang
mer
upakan sumberdana bagii
ndust
r
it
er
di
r
idar
imodalsendi
r
idan modal
pi
nj
aman (
t
ahun ke1)
,pener
i
maan (
has
i
lpenj
ual
an pr
oduk)dan peny
usut
an

980

unt
ukt
ahunke2sampait
ahunke5,sumberdanahanyat
er
di
r
idar
ipener
i
maan
danpenyus
ut
an.
Pengel
uar
andanat
er
di
r
idar
i:modali
nv
est
asi
,gaj
idanupah,bahanbaku,
ai
r
,l
i
st
r
i
k,t
el
epon,pemel
i
har
aanal
atdanbangunan,bi
ayapi
ut
ang,bungabank
danci
c
i
l
an.Usahapr
oduks
ipempekl
enj
erdengankapas
i
t
aspr
oduks
i1000l
enj
er
perhar
imenghas
i
l
kant
ot
alk
asyangpos
i
t
i
fpadaakhi
rumurpr
oyek(
t
ahunke5)
yai
t
uRp2.
929.
822.
730,
Per
hi
t
ungan at
au penent
uan

k
r
i
t
er
i
ai
nvest
asidengan menggunakan

t
i
ngk
atsukubunga14% pert
ahundi
s
aj
i
kanpadaTabel3.

Tabel3.Rekapi
t
ul
as
iKr
i
t
er
i
aI
nv
est
as
iPr
oduksiPempekLenj
er
NPV14% (
Rp)

I
RR(
%)

NetB/
C

PBP(
t
h)

BEP(
%)

2.
265.
090.
000

38,
70

23,
57

1,
69

32,
60

Hasi
lper
hi
t
ungan kr
i
t
er
ii
nvest
as
imenunj
ukkan bahwa usaha pr
oduks
i
pempekl
enj
erpadaskal
ai
ndust
r
ik
eci
l(
kapasi
t
aspr
oduks
i1000l
enj
erperhar
i
)
l
ayakunt
ukdi
l
aksanakan.Keadaant
er
sebutdi
t
unj
ukkanol
ehNPV yangber
ni
l
ai
posi
t
i
f
,I
RR yangl
ebi
hbesardar
it
i
ngkatsuk
ubungayangber
l
aku danNetB/
C
l
ebi
hbesardar
is
at
u.NPVyangber
ni
l
aipos
i
t
i
f(
Rp2.
265.
090.
0000)mer
upakan
keunt
ungan ber
s
i
h yang akan di
t
er
i
ma penyel
enggar
a usaha pada t
ahun yang
akandat
ang,j
i
kadi
uk
urdenganni
l
aiuangsekar
ang. NPV yangber
ni
l
aipos
i
t
i
f
menunj
ukkankemampuanusahaunt
ukmenghasi
l
kanl
aba,s
ehi
nggausahal
ayak
unt
ukdi
l
aksanakan.
Ni
l
aiI
RR yang di
per
ol
eh(
38,
70 %) l
ebi
h besardar
it
i
ngkatsuk
u bunga
yangdi
gunakandal
am per
hi
t
ungan(
14%)
.Hali
nimenunj
ukkan bahwausaha
yangakandi
l
akuk
anmempunyaikemampuanunt
uk mengembal
i
kanmodalyang
di
gunakan dan dapatmenghasi
l
kan keunt
ungan,sehi
ngga usaha l
ayak unt
uk
di
l
aksanakan.
NetB/
C padat
i
ngkatsukubunga14% pert
ahunmenunj
ukkanni
l
ai23,
57.
Hali
niber
ar
t
iset
i
apsat
ur
upi
ahyangdi
t
anam akan menghasi
l
kankeunt
ungan
sebesar23,
57r
upi
ah.Ni
l
aiNetB/
Cyangdi
hasi
l
kan dal
am per
hi
t
ungan l
ebi
h
6

981

besardar
is
at
u,sehi
nggausahai
nil
ayakunt
ukdi
l
aksanakan.PBPadal
ahwakt
u
yang di
per
l
ukan unt
uk menut
up at
au mengembal
i
kan modali
nvest
as
iyang
di
t
anam. Modali
nv
est
as
iyangdi
gunakanpadausahapr
oduks
ipempekl
enj
er
sebesarRp92.
190.
000,
-akankembal
is
et
el
ahusahaber
j
al
an1,
69t
ahun.
Hasi
lper
hi
t
unganni
l
aiBEP menunj
ukkanbahwausahamemi
l
i
k
ipot
ens
i
unt
ukmenghasi
l
kankeunt
ungan. Semaki
nkeci
lni
l
aiBEP makasemaki
nbesar
keunt
unganyangakandi
per
ol
eh.Sebagaii
l
ust
r
as
i,ni
l
aiBEPdi
capaipadasaat
32,
60 % dar
ipenj
ual
an yai
t
u Rp 860.
728.
000. Hali
niber
ar
t
i67,
40 % dar
i
penj
ual
anat
auseni
l
aiRp1.
404.
362.
000 mer
upakankeunt
unganusaha.
Unt
ukmenget
ahuiper
ubahanper
ubahanyang mungki
nt
er
j
adi t
er
hadap
hasi
lanal
i
sa ekonomiyang t
el
ah dl
akukan,maka di
l
akuk
an anal
i
s
i
sk
epekaan
at
au sens
i
t
i
v
i
t
as. Pada pr
oduks
ipempek l
enj
er
,anal
i
s
a kepek
aan di
l
akuk
an
t
er
hadapper
ubahanbi
ay
abahanbak
u,ai
r
,l
i
st
r
i
kdant
el
eponser
t
aper
ubahan
pener
i
maan kar
enapenur
unananhar
gaat
auj
uml
ahyangdi
j
ual
.
Tabel4. Rekapi
t
ul
as
ik
r
i
t
er
i
ai
nvest
as
idengankenai
kanbi
ayabahanbaku,ai
r
,
l
i
st
r
i
kdant
el
epon.
Kenai
kanbi
aya(
%)

NPV(
Rp)

I
RR(
%)

NetB/
C

1.
947.
140.
509

38,
64

12,
62

10

1.
697.
355.
916

38,
60

9.
35

15

1.
315.
841.
526

38,
4

1,
22

Tuj
uananal
i
sakepekaant
er
hadapper
ubahanbi
ayabahanbak
u,ai
r
,l
i
st
r
i
k
dan t
el
epon adal
ah unt
uk mel
i
hat sej
auh mana per
ubahan bi
aya t
er
sebut
(
khususnyakenai
k
anbi
aya)akanmempengar
uhikel
ay
akanusaha.Padat
abel4,
t
er
l
i
hatbahwakenai
kanbi
ayasebsar5%,10% dan15%,usahapempekl
enj
er
masi
hl
ayakunt
ukdi
l
aksanakan. Hali
nidi
t
unj
ukkanol
ehni
l
aiNPV yangpos
i
t
i
f
dan ni
l
aiI
RR yangl
ebi
ht
i
nggidar
it
i
ngkatsuku bunga y
ang di
gunakan dal
am
per
hi
t
ungan.Anal
i
s
i
skepekaant
er
hadappenur
unanpener
i
maanber
t
uj
uanunt
uk
mel
i
hatseber
apaj
auhper
ubahanpener
i
maankhususnyapenur
unanpener
i
maan
kar
ena penur
unan har
ga j
ualat
au j
uml
ah yang di
j
ualakan mempengar
uhi
kel
ayak
an usaha pr
oduks
ipempek l
enj
er
. Pengar
uh per
ubahan pener
i
maan
t
er
hadap ni
l
aiNPV,I
RRdannetB/
Cdi
saj
i
kanpadaTabel5.
7

982

Tabel5.Rekapi
t
ul
as
ik
r
i
t
er
i
ai
nvest
as
idenganpenur
unanpener
i
maan
Penur
unanPener
i
maan(
%

NPV(
Rp)

I
RR(
%)

NetB/
C

1.
810.
064.
246

38,
48

24,
62

10

1.
359.
444.
400

38,
22

6,
65

15

904.
018.
000

38,
07

2,
07

PadaTabel5. Ter
l
i
hatbahwapenur
unanpener
i
maansebesar5%,10%,
15% usahapempekl
enj
ermasi
hl
ayakunt
ukdi
l
aks
anakan. Hali
nidi
t
unj
ukkan
ol
ehni
l
aiNPVyangpos
i
t
i
fdanni
l
aiI
RR yangl
ebi
ht
i
nggidar
it
i
ngkats
ukubunga
yang di
gunakan dal
am per
hi
t
ungan. Kenai
kan bi
aya pr
oduks
idan penur
unan
har
gaj
ualmenyebabkanpenur
unanni
l
aiNetB/
C,akant
et
apini
l
ai
ni
l
ait
er
s
ebut
masi
ht
er
gol
ongl
ay
ak,kar
enamasi
hl
ebi
hbesardar
isat
u. Hali
nimenunj
ukkan
bahwaper
ubahanbi
ayapr
oduks
i(
kenai
kan)danhar
gaj
ual(
penur
unan)sampai
sebesar15% ber
pengar
uht
er
hadapni
aiNetB/
C,t
et
apimasi
ht
er
gol
ongl
ayak
.

2.
Opt
i
masiFor
mul
as
iPempek
Padapembuat
anpempekl
enj
erdi
gunakancampur
ani
kant
enggi
r
idengan
i
kangabus
,dengant
ar
af0%,25%,50% dan75%.Penggant
ipr
ot
ei
ni
kandapat
di
gunakant
el
uray
am dansusububuk, s
edangkanpenggant
il
emaki
kandapat
di
gunakanmi
nyakkel
apadanpenggant
ivet
s
i
ndi
gunakangul
apasi
r
.Komposi
si
adonanpempekyangdi
gunakanpadapenel
i
t
i
ani
nidapatdi
l
i
hatpadaTabel6.
Tabel6.Komposi
sibahanbakuyangdi
gunakanpadapenel
i
t
i
an
Bahanbaku

Komposi
si

I
kant
enggi
r
i(
Kg)

12

I
kangabus(
Kg)

00,
75

Tepungt
api
oka(
gr
am)

2501000

Susububuk

050

Tel
ur(
ml
)

100150

Mi
nyakkel
apasawi
t(
ml
)

100150

Gul
a(
gr
am)

100

Gar
am (
gr
am)

50

Ai
r(
ml
)

400500
8
983

Penggunaani
kangabushi
ngga75% danpenggunaansusububuk, t
el
urayam
r
as,mi
nyakkel
apadangul
apasi
rdi
t
uj
ukanunt
ukmendet
eksit
i
ngkatpener
i
maan
konsument
er
hadappempekl
enj
eryangdi
hasi
l
kan.

Model Pencampuran Bahan Baku


Padapenel
i
t
i
ani
nidi
l
ak
ukanpembuat
anmodelpencampur
anbahanbaku
pempek dengan bant
uan t
ekni
k oper
as
i
onalseper
t
ipr
ogr
am l
i
ni
er dengan
menggunakan pr
ogr
am LI
NDO (
Maar
i
f
,
S dan Machf
ud,1989)
. Tuj
uan dar
i
penggunaanpr
ogr
am l
i
ni
eradal
ahunt
ukmendapat
kanopt
i
masif
or
mul
apempek
dal
am menghasi
l
kan pr
odukyang ber
mut
u bai
kdan ekonomi
sdar
isegibi
aya.
Unt
ukkemudahani
nt
er
pr
et
as
imodell
i
ni
eryangdi
gunakandal
am penel
i
t
i
ani
ni
di
gunakan dasarper
hi
t
ungan 100 gr
am

adonan pempek yang di


buatbagi

penent
uanf
ungs
it
uj
uanmaupunf
ungsikendal
a(
Si
agi
an,1987)

Informasi biaya bahan baku (Cj) yang digunakan


Bahan baku pempekyang di
gunakan dal
am modelpencampur
an bahan
bakudenganpenyel
esai
anpr
ogr
am l
i
ni
eradal
ahi
kant
enggi
r
i(
Rp50.
000/
kg)
,
i
kan gabus (
Rp 40.
000/
kg)
,t
epung t
api
ok
a(
Rp 10.
000/
kg)
,Susu bubuk Rp
40.
000/
kg) , t
el
ur (
Rp 13.
000/
kg)
, mi
nyak kel
apa (
Rp 9000/
kg)
, gul
a(
Rp
10.
000/
kg)
,gar
am (
Rp1000/
kg)danai
r(Rp2500/
l
)
Dal
am per
masal
ahan i
ni
,bahan baku dapatdi
anggap sebagaipeubah
keput
usan (
f
akt
orXj
)
,di
asumsi
kan bahwa sumberdaya yang t
er
bat
as per
l
u
di
l
akuk
an mi
ni
mi
sas
ibi
ay
a bahan baku yang di
nyat
akan dal
am bent
uk f
ungs
i
t
uj
uanyai
t
u:
Mi
ni
mi
sas
i=50X1+40X2+10X3+40X4+13X5+9X6+10X7+ X8+2,
5X9
Batasan Selang Penggunaan Bahan Baku (bj) Yang Diperkenankan
Dal
am hali
nidapatdi
k
at
akanbahwabahanbakuyangdi
gunakanhar
usdi
bat
as
i
dal
am j
uml
ah t
er
t
ent
u unt
uk menekan bi
aya pr
oduks
i
. Bat
as
an yang akan
di
gunakanunt
ukmenyusunf
ungs
iat
auper
s
amaankendal
aadal
ahj
uml
ahpr
ot
ei
n
ber
k
i
sarant
ar
a 5,
48 9,
23 %,j
uml
ah l
emakber
k
i
sarant
ar
a 4,
37 9,
92 % ,
j
uml
ahi
kant
enggi
r
i(
X1)27,
2736,
36%,j
uml
ahi
kangabus(
X 2)09,
09%.

984

Juml
aht
epungt
api
oka(
X3)ant
ar
a27,
2736,
36%,
Juml
ahsusububuk(
X4)0
50%,Juml
aht
el
urayam (
X4)
3,
63-5,
45% .
Juml
ahmi
nyakkel
apa(
X5)1,
813,
63,j
uml
ahgul
a(
X6)
,j
uml
ahgar
am (
X7)t
et
ap,
j
uml
ahai
r(
X8)ant
ar
a51,
7863,
87%.
a. Fungs
ikendal
abobotbahanbakut
ot
al:
X1+X2+X3+X4+X5+X6+X7+X8+X9 =100gr
am
b. Fungs
ikendal
apr
ot
ei
n:
5,
48 0,
124X1+0,
128X2+0,
007X3+0,
089X4++0,
128X5 9,
23
c.Fungs
ikendal
aLemak
4,
37 0,
01X1+0,
015X2+0,
013X3+0,
002X4+ 0,
115X5+X6 9,
92
d.Fungs
ikendal
aj
uml
ahi
kant
enggi
r
i :27,
27 X1 36,
36
e.Fungs
ikendal
ai
kangabus

0
:0 X2 9,

f
. Fungs
ikendal
at
epungt
api
oka

:27,
27 X3 36,
36

g.Fungs
ikendal
asusububuk

0
:0 X4 9,

h.Fungs
ikendal
at
el
urayam

:3,
63 X5 5,
45

i
. Fungs
ikendal
ami
nyakkel
apa

63
:1,
81 X6 3,

j
. Fungs
ikendal
agul
a

:X7 =3,
63

k.Fungs
ikendal
agar
am

:X8=1,
81

l
. Fungs
ik
endal
aai
r

:51,
78 0,
81X1+0,
79X2+0,
14X3

+0,
12X4+0,
74X5+0,
054X6+X9 63,
87
Dar
if
ungs
it
uj
uandanf
ungs
ik
endal
ay
angdi
bent
ukunt
uk menyel
esai
kan
modelpencampur
an bahan baku s
ecar
a opt
i
maldengan pr
ogr
am komput
er
LI
NDO di
dapat
k
anbi
ayami
ni
mum bahanbakuRp2310,
04 ,
-unt
uks
et
i
ap100
gr
am adonan pempek. Halt
er
sebutdi
per
ol
ehpada kondi
s
ipenggunaani
kan
t
enggi
r
i(
X1)27,
27gr
am,i
kangabus(
X2 )3,
13gr
am ,t
epungt
api
ok
a(
X3)27,
27
gr
am,susububuk(
X4)9,
09,t
el
urayam (
X5)5,
45gr
am,mi
nyakkel
apa(
X6)3,
05
gr
am,gul
apas
i
r(
X7)3,
63gr
am,gar
am (
X8)1,
81gr
am danai
r(
X9)19,
29gr
am.
Hasi
lper
hi
t
ungan bi
ayabahanbakuunt
ukpembuat
an100gr
am adonanpempek
yang di
maksud dapatdi
l
i
hatpada Tabel7. Ter
l
i
hatbahwa bi
aya bahan baku
unt
uk membuat100 gr
am adonan pempek adal
ah Rp 2310,
04

at
au unt
uk

memper
ol
ehsat
ul
enj
erpempekadal
ah 300gr
am (
Rp6930,
12),sehi
nggabi
aya
unt
ukmembuatsat
ul
enj
erpempek dancukanyadi
but
uhk
anbi
ayaRp8316,
144,
-

985

Tabel7.Has
i
lopt
i
malpencampur
anbahanbakupempekl
enj
er

Bahanbaku

Juml
ahbahan

Har
gasat
uan

Har
ga Bahan

(
gr
am)

(
Rp/
gr
am)

I
kant
enggi
r
i(
X1)

27,
27

50

1363,
50

I
kangabus(
X2)

3,
14

40

125,
60

Tepungt
api
oka(
X3)

27,
27

10

272,
70

Susububuk(
X4)

9,
09

40

363,
60

Tel
uray
am (
X5)

5,
45

13

70,
85

Mi
nyakkel
apa(
X6)

3,
05

27,
45

Gul
apas
i
r(
X7)

3,
63

10

36,
3

Gar
am (
X8)

1,
81

1,
81

Ai
r(
X9)

19,
29

2,
5

48,
23

Tot
al

100,
00

*
)

2310,
04

*
)Har
gabahan=j
uml
ahbahanxhar
ga/
gr
am
KESIMPULAN

1.Hasi
lanal
i
s
i
skel
ay
akan ekonomiusaha pempekl
enj
erdengan pr
oduks
i
1000l
enj
erperhar
il
ay
akunt
ukdi
l
aksanak
an.Hali
nidi
t
unj
ukkanol
ehNPV
Rp2.
265.
090.
000;I
RR 38,
70 ;NetB/
C 23,
57 ;PBP 1,
69t
ahun;BEP
32,
60%.Has
i
lanal
i
s
i
ss
ens
i
t
i
v
i
t
as t
er
hadapkenai
kanbi
ayabahanbak
u,
ai
r
,l
i
st
r
i
kdant
el
epon ser
t
apenur
unanpener
i
maan hi
ngga 15 %,us
aha
pempekl
enj
ermasi
hl
ayakunt
ukdi
l
aksanakan
2.Hasi
lopt
i
masipencampur
anbahanbakupempekdenganmi
ni
mi
sasibi
aya
unt
uk100gr
am bahanbakuadonanadal
ahi
kant
enggi
r
isebany
ak 27,
27
gr
am,i
kangabus3,
13 gr
am,t
epungt
api
oka27,
27gr
am,susububuk9,
09
gr
am,t
el
urayam 5,
45 gr
am,mi
nyakkel
apa 3,
05 gr
am,gul
a pas
i
r3,
63
gr
am,gar
am dapur1,
81 gr
am dan ai
r19,
29 gr
am. Har
ga bahan Rp
2310,
04 /
100gr
am adonanat
auhar
gasat
ul
enj
erpempekdancukanyaRp
8316,
144,
-

986

DAFTAR PUSTAKA
Ast
awan,
M,F.
G.Wi
nar
no dan Y.Kusumawat
i
. Kaj
i
an Mut
u Empekempek
Pal
embangDar
iI
kanTenggi
r
i(
Scomberomorus commersoni)
. 1997.
Bul
.
TeknoldanI
ndust
r
iPangan.VI
I
I
(
1):
pp17.
Di
r
ekt
or
atGi
z
iDepar
t
emen Kesehat
an Republ
i
kI
ndones
i
a. 1995. Daf
t
ar
Komposi
siBahanMakanan.Bhar
at
ar
aKar
yaAksar
a.Jakar
t
a.
Far
di
az,
D. 1985. Kamaboko, Pr
oduk Ol
ahan I
kan yang Ber
pot
ens
i
Di
kembangkan.Medi
aTek
nol
ogiPangan.1(
2)
.
Govi
ndan.1987.Fi
shPr
ocess
i
ngTechnol
ogy.I
BHPubl
i
shi
ngCoPVT.
Lt
d.New
Del
hi
.
Gr
ay,
C;P.Si
manj
unt
ak dan L.
K.
Sabur
. 1997. Pengant
arEval
uas
ipr
oyen.
Gr
amedi
aPust
akaUt
ama.Jakar
t
a
Gr
eenwood,
C.
T.andMunr
o. 1979. Car
bohydr
at
esdalam Pr
i
est
ey(
ed)
. 1979.
Ef
f
ect
s ofHeat
i
ng on Foodst
uf
f
s. Appl
i
ed Sci
ence Publ
i
sher
s Lt
d.
London.
Hubei
s.
M.1994.Pemasyar
akat
anI
SO 9000unt
ukI
ndus
t
r
iPangandiI
ndones
i
a
.BulTeknoldanI
ndPangan5(
3):6570
Hubei
s,
M,NiLuhPuspi
t
asar
idanHer
i
j
ant
o.1994. Opt
i
masiFor
mul
asiEsKr
i
m
Skal
a Kec
i
lDengan Menggunakan Mi
nyak kel
apa Sawi
tSebagai
Penggant
iLemakMent
ega (
Optimization of Small Scale Ice Cream
Formulating Using Palm Oil As Better Fat Substitute).BulTeknoldan
I
ndPangan5(
3):16.
I
br
ahi
m,Y.1998.St
udiKel
ayakanBi
sni
s.Ri
nekaCi
pt
a.J
akar
t
a.
I
l
j
as.N. 1995. Per
anan Teknol
ogiPangan Dal
am Upaya Meni
ngkat
kan Ci
t
r
a
MakananTr
adi
s
i
onalSumat
er
aSel
at
an.Pi
dat
oPengukuhanSebagai
Gur
u besarTet
ap Pada Fakul
t
as Per
t
ani
an Uni
ver
s
i
t
as Sr
i
wi
j
aya.
Pal
embang.
Maar
i
f
,
S dan Machf
ud. 1989. Tekni
k Opt
i
masiRekayasa Pr
oses Pangan .
Depar
t
emen Pendi
di
kan dan Kebudayaan. Di
r
ekt
or
at Jendr
al
Pendi
di
kanTi
nggi
. PusatAnt
arUni
v
er
s
i
t
asPangandanGi
z
iI
nst
i
t
ut
Per
t
ani
anBogor
.Bogor
.
Si
agi
an.
P. 1987. Penel
i
t
i
an Oper
as
i
onalTeor
idan Pr
akt
ek. Uni
ver
s
i
t
as
I
ndones
i
aPr
ess.Jakar
t
a.
Tur
ner
,
J.AndMar
t
i
n,
T.1989.Appl
i
edFar
m Management
.Bl
ackwel
lSci
ent
i
f
i
c
Publ
i
cat
i
onLt
d.Mel
bor
ne.
Wi
dodo,
S.
T.1995.I
ndi
kat
orEkonomi
.Kani
s
i
us.Yogy
akar
t
a.
987

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT WANITA PENGRAJIN


BAJU PENGANTIN DI DESA TANJUNG BATU, OKI DALAM BERWIRAUSAHA
Desloehal Djumrianti dan Yusleli Herawati
POLI
TEKNI
KNEGERISRI
WI
JAYA
ABSTRAK
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat wanita
pengrajin baju pengantin di desa Tanjung Batu OKI dalam berwirausaha. Banyak
kesempatan untuk mengembangkan usaha di depan mata, tapi terkadang tidak
tahu bagaimana menangkapnya secara maksimum. Ibu rumah tangga mempunyai
potensi yang luar biasa karena dapat mengerjakan banyak hal sekaligus. Oleh
karena itu dia tidak hanya ibu dari anak-anak mereka atau istri dari suami, tetapi
mereka juga orang-orang yang dapat membuat "sesuatu" untuk mendapatkan
uang. Dengan potensi yang besar dalam diri mereka terbuka peluang yang besar
untuk menjadi pengusaha yang. Seperti misalnya dengan melakukan bisnis
rumahan atau home industry, yang dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga di desa
Tanjung Batu, Kabupaten OKI. Walaupun usaha tersebut sudah dilakukan turun
temurun teapi tetap saja mereka lamban dalam meraih sukses sebagai
pengusaha wanita, hal ini di karenakan faktor intern dan ekstern yang
menghambat. Dari
Keywords: pengrajin baju pengantin, wirausaha wanita, kewirausahaan

988

PENDAHULUAN

Banyaknyat
unt
ut
ankebut
uhanhi
dupdannai
knyahar
gabar
angmemaksa
ki
t
aber
f
i
k
i
runt
ukmemenuhi
nya.Sement
ar
ai
t
ut
i
dakber
i
mbangnyapenghas
i
l
an
masyar
akatdapatmemper
sul
i
tkeadaan,t
er
k
adangseor
angkepal
akel
uar
gat
i
dak
mampumenghi
dupikel
uar
gasecar
al
ayak.Upahat
augaj
imer
ekat
i
dakmampu
mencukupikebut
uhanpangan,papan,dansandangkel
uar
gamer
eka. Dengan
UpahMi
ni
mum Regi
onal(
UMR)sebes
arRp927.
825(
Sapr
iH.Nungc
i
k,2009)
,hal
i
nij
el
ast
i
dakdapatmemenuhisemuakebut
uhansat
ukel
uar
gayangmempunyai
duaor
anganakdans
eor
angi
st
er
i
.
Bel
um l
agidampakyangdi
t
i
mbul
kanol
ehkr
i
s
i
sgl
obaldibeber
apanegar
a
seper
t
idiI
ndonesi
a.Banyakper
usahaanyangbesarbankr
uptt
i
dakbi
saber
t
ahan
dal
am kondi
s
ii
ni
. Di
manamana penganggur
an semaki
n ber
t
ambah I
ncome
per
kapi
t
adr
ast
i
smenur
unkar
enabeber
apai
ndust
r
imul
aimer
ampi
ngkant
enagaker
j
a at
au mul
aimel
i
bur
kan t
enaga ker
j
at
anpa bat
as wakt
u.

Kebi
j
akan

pemer
i
nt
ahseper
t
ibant
uanl
angsungt
unai(
BLT)akansul
i
tmenahanpel
emahan
per
ekonomi
anyangsudahber
s
i
f
atst
r
ukt
ur
al
. Per
l
uadany
ager
ak
anyangcepat
dant
epatunt
ukmengat
as
isemuai
t
u. Per
anpr
i
asebagaikepal
akel
uar
gayang
sekal
i
gus pencar
inaf
kah bagikel
uar
ga sudah t
i
dak dapatl
agimenj
adisat
usat
unyaandal
anbagikel
uar
gaunt
ukmencukupikebut
uhanhi
dup,per
l
uadanya
ker
j
asamaant
ar
asuamidani
st
er
idal
am menopangkel
uar
gamer
eka.
Wani
t
amempunyaipot
ens
iyangbesarunt
ukdapatber
buatses
uat
uyang
l
ebi
hk
r
eat
i
fdan pr
odukt
i
funt
uk menghasi
l
kan uang. Mer
eka dapatber
bagi
dengan suamimer
eka dal
am mencar
inaf
kah. Sekar
ang i
nibanyak wani
t
a
I
ndones
i
a yang sudah mer
ubah par
adi
gma l
ama di
mana mer
eka t
i
dak hany
a
sebagaiseor
ang i
s
t
er
idar
isuamidan s
ebagaiseor
ang i
bu bagianakanak
mer
eka,t
et
apimer
ekaj
ugasebagaiwani
t
apeker
j
aat
aupengusaha.Set
i
daknya
t
er
cat
atsek
i
t
ar9.
3j
ut
a wani
t
aI
ndones
i
ay
ang ber
ker
j
al
ebi
h dar
i48 j
am per
mi
nggudanseki
t
ar40.
000pengusahawani
t
aI
ndones
i
a(
BPSI
ndones
i
a,2009&
I
WAPI
,2010)
.Ti
daksemuamer
ekamemul
aiusahanyadenganmodalyangbes
ar
ada j
uga yang memul
ai
nya dar
iusaha r
umahan. Wal
aupun bel
um t
er
cat
at
sebagaipengusahawani
t
ayangsuks
espar
ai
bur
umaht
anggadiDesaTanj
ung

989

Bat
u,Kabupat
en Ogan Komer
i
ng I
l
i
rber
us
aha dengan ket
r
ampi
l
an seadanya
mer
ekamencar
iuangsebagaipembuatbaj
upengant
i
nadatSumat
er
aSel
at
an.
Sebagi
an wani
t
adidesai
niber
ker
j
asebagaipengr
aj
i
nbaj
upengant
i
nadat
Sumat
er
aSel
at
an,adaj
ugayangmenj
adipengr
aj
i
npembuatper
hi
asanemasdan
per
ak,danmembuatper
abotdapur
. Akant
et
apikesemuai
ndust
r
iyangadadi
desai
nimasi
ht
er
kat
egor
ii
ndust
r
ir
umaht
anggaat
auskal
ak
eci
ldant
i
dakj
el
as
l
egal
i
sas
ihukumnya ser
t
at
i
dak t
er
cat
at r
esmididi
nas Per
i
ndust
r
i
an dan
Per
daganganSumat
er
aSel
at
an. Ti
dakadadat
amengenaiber
apaj
uml
ahyang
per
s
i
si
ndust
r
ibaj
u pengant
i
n adatSumat
er
a Sel
at
an didaer
ah i
ni
,dan sej
ak
kapanmemul
aiusahanya.Dar
idat
adil
apangandidapatbahwawani
t
apengr
aj
i
n
baj
u pengant
i
n adatSuamt
er
a Sel
at
an i
nimemul
aiusahanya kar
ena t
ur
un
t
emur
unwar
i
sandar
inenekmoyangmer
eka.
Usaha pembuat
an baj
u pengant
i
n adatSumat
er
a Sel
at
an i
niber
j
al
an
begi
t
usaj
adar
ihar
ikehar
i
,mer
ekamembuatbaj
upengant
i
nkar
enamendapat
upahan at
au membuatat
as i
ni
s
i
at
i
fsendi
r
ikemudi
an mer
eka j
ual
. Upah
pembuat
ansat
ust
elbaj
upengant
i
n sangatber
var
i
as
it
er
gant
ungdar
ibaj
uyang
akandi
pakaiol
ehpengant
i
nwani
t
aat
aubaj
uyangakandi
pakaiol
ehpengant
i
n
pr
i
a. Sel
ai
ni
t
uyangmembedakant
i
ngk
atk
er
umi
t
andar
ibaj
ui
t
us
endi
r
i
,seper
i
cont
oh baj
u pengant
i
n Aesan Kebes
ar
an (
Gede)
,t
ent
u ber
beda dengan
pembuat
an baj
u pengant
i
n ber
beda Aesan Pengangon (
PakSangko)
.Seper
t
i
unt
uk membuatsat
u st
elbaj
u kur
ung pengant
i
n wani
t
a(
Pak Sangko wani
t
a)
l
engk
ap dengan t
er
at
ai
,sunt
i
ng,mahkot
a,gel
ang t
et
apit
i
dak t
er
masuk kai
n
songkety
angakandi
pakaipengant
i
nwani
t
ayai
t
uber
k
i
sarant
ar
aRp.300.
000,
-
Rp.500.
000,
-t
er
gant
ungdar
ikual
i
t
asbaj
ut
er
sebut
. Tet
apiunt
ukpakai
anPak
SangkoPr
i
aupahnyasedi
k
i
tl
ebi
hr
endahber
ki
sarRp.200.
000,
--Rp.400.
000,
.
Sedangkan unt
ukbaj
u pengant
i
n Aesan GedeWani
t
a upah pembuatsat
u st
el
l
ebi
h mahalkar
ena wal
aupun baj
u pengant
i
ni
nit
i
dak t
er
t
ut
up seper
t
ihany
a
menggunakankai
ndodotsaj
a,t
et
apidi
t
ut
upidengant
er
at
aipadabagi
andada,
danbi
as
anyasebagaiday
at
ar
i
kut
amapakai
anj
eni
si
nit
er
l
et
akpadat
er
at
aii
t
u.
Sehi
ngga di
buatagak gemer
l
ap ber
t
abur
an dengan hi
asanhi
asan keemasan
sehi
ngga penger
j
aannya menj
adil
ebi
hr
umi
t
,sel
ai
ni
t
u per
bedaan pak
ai
ni
ni
denganPakSangkoj
ugadi
t
ambahkansel
empangj
adiupahunt
ukmenger
j
akan

990

baj
uj
eni
si
niber
k
i
sarant
ar
aRp.350.
000,
-sampaiRp.600.
000,
. Sedangkan
upahunt
ukpakai
anpr
i
anyasamadenganpakai
anPakSangkowani
t
a.
Sel
ai
nmener
i
mamembuat
kanpesanandar
it
okot
okoyangmenj
ualbaj
u
pengant
i
n adatSumat
er
a Sel
at
an diPal
embang,mer
eka j
uga membuatbaj
u
pengant
i
napabi
l
at
i
dakadapes
anandankemudi
anmenj
ual
nyaapabi
l
aadaor
ang
yang dat
ang ke desa mer
eka at
au membawa hasi
lkar
ya mer
eka ke kot
a
Pal
embang. Har
ga 1 st
elpakai
an pengant
i
n Aesan Gede wani
t
a mer
eka j
ual
dengan har
ga Rp.3.
000.
000,
-sedangkan Aesan Gede Pr
i
a Rp.1.
500.
000,
dengankual
i
t
asnomorsat
u. Unt
ukpakai
anpengant
i
nPakSangkonomorsat
u
mer
ekamenj
ualsat
upasangunt
ukpr
i
adanwani
t
a Rp.3.
000.
000sampaiRp.
4.
000.
000,
.
Bahan baku unt
uk membuatbaj
u pengant
i
n adatSumat
er
a Sel
at
an
bi
asanyat
er
di
r
idar
ikai
nbl
udr
u,kuni
ngan,mani
k
mani
k,benangemas,kuni
ngan,
mat
amat
a,kembang goyang. Sedangkan per
al
at
an yang di
gunak
an unt
uk
membuatbaj
u pengant
i
ni
nisel
ai
n dar
imesi
nj
ahi
t
,benang j
ahi
t
,al
atunt
uk
membent
uksunt
i
ng,ant
i
ngant
i
ng,kal
ung,bungabungaunt
ukmahkot
a. Tet
api
yangt
er
pent
i
ngdal
am membuatbaj
upengant
i
ni
niadal
ahket
el
i
t
i
an,keul
et
an,dan
ket
r
ampi
l
an unt
ukmemasang or
nament
or
namen unt
ukbaj
ut
er
sebut
. Pr
oses
pembuat
an sat
u pasang baj
u pengant
i
ni
niber
k
i
sarant
ar
a sat
u hi
ngga dua
mi
nggu. Di
bawahi
niadal
ahgambarbaj
upengant
i
nadatPal
embang,Sumat
er
a
Sel
at
anyangdi
buatol
ehwani
t
apengr
aj
i
nbaj
upengant
i
ndidesaTanj
ungBat
u,
Kabupat
enOKI
.

Baj
uPengant
i
nPakSangko

Baj
uPengant
iAesanGed

Gambar 1
Baju Pengantin Adat Palembang, Sumatera Selatan

991

Tuj
uandar
ist
udii
niadal
ahunt
ukmenganal
i
s
i
sf
akt
or
f
akt
ormanakahyang
dapatmenghambatwani
t
apengr
aj
i
npakai
anpengant
i
ndidesaTanj
ungBat
ui
ni
dal
am ber
wi
r
aus
aha. Manf
aatyang akan didapatdar
ist
udii
niadal
ah unt
uk
membant
uwani
t
apengr
aj
i
ndal
am mengat
asiper
masal
ahanny
a,ser
t
amembant
u
mer
ekaunt
ukdapatmengembangkanusahanya. Secar
at
i
dakl
angsungi
nij
uga
akanber
manf
aatbagipemer
i
nt
ahdaer
ahKabupat
enOganKomer
i
ngI
l
i
rdal
am
meni
ngkat
kani
ncomeperkapi
t
any
a.
TINJAUAN PUSTAKA
Apakah Wirausaha dan Kewirausahaan
Banyak penger
t
i
an dar
ikewi
r
ausahaan at
au dal
am bahasa I
nggr
i
s
nya
Ent
r
epr
eneur
shi
p, seper
t
i yang di
kat
akan ol
eh Timmons

(1994)

states

entrepreneurship is a human, creative act that builds something of value from


practically of opportunity regardless of the resources, or less of resources, at
hand.

It requires a willingness to take calculated risks.

Sedangkan menur
ut

Wi
k
i
pedi
a Onl
i
ne (
2010)dal
ah pr
os
esmengi
dent
i
f
i
kas
i
,mengembangkaan,dan
membawavi
s
ikedal
am kehi
dupan.Pendapatsenada diur
ai
kanol
eh Unggul
(
2008)Semangat,si
kap,per
i
l
ak
udankemampuanseseor
angdal
am menangani
usahaat
aukegi
at
anyangmengar
ahpadaupayacar
aker
j
at
eknol
ogidanpr
oduk
bar
udenganmeni
ngkat
k
anef
i
s
i
ens
idal
am r
angkamember
i
kanpel
ayananyang
l
ebi
hbai
kdankeunt
ungany
angl
ebi
hbesar
.
Tahap-tahap kewirausahaan
Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha:
1.Tahapmemul
ai
2.Tahapmel
aksanakanus
aha
3.Tahapmemper
t
ahankanusaha
4.Tahapmengembangkanusaha(
Wi
k
i
pedi
aOnl
i
ne,2010)
Pengertian seorang Entrepreneur
Beber
apa or
ang ber
pendapat adanya per
bedaan ant
ar
a pengusaha,
peker
j
adanseor
angent
r
epr
eneur
.Menur
utZi
mmer
erandScar
bor
ough(
2003)
,
an entrepreneur is one who creates a new business in the face of risk and

992

uncertainty for the purpose of achieving profit and growth by identifying


opportunities ad assembling the necessary resources to capitalize on those
opportunities. Sedangkanmenur
utUnggul(
2008)
,pengusahaadal
ahwi
r
ausaha
yai
t
uor
angyangmempunyaikemampuanmel
i
hatdanmeni
l
aikesempat
anbi
sni
s,
mengumpul
kansumberdayayangdi
but
uhkangunamengambi
lk
eunt
ungandan
t
i
ndakanyangcepatdal
ammemast
i
kankesuksesan.
Faktor-faktor Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha
1. Keber
has
i
l
anWi
r
aus
ahawan
Unt
ukmenj
adiseor
angwi
r
ausahawan,di
per
l
ukandukungandar
ior
angl
ai
n
yangber
hubungandenganbi
sni
syangki
t
akel
ol
a.Seor
angwi
r
ausahahar
us
maumenghadapi
t
ant
angandanr
es
i
koyangada.Res
i
kodi
j
adi
kansebagaipemacuunt
ukmaj
u,
denganadanyar
es
i
ko,seor
angwi
r
ausahaak
ansemaki
nmaj
u.
a.Ker
j
aker
as

e.Pandaimembuatkeput
usan

b.Ker
j
asamadenganor
angl
ai
n

f
. Maumenambahi
l
mupenget
ahuan

c.Penampi
l
any
angbai
k

g.Ambi
si
siunt
ukmaj
u

d.Yaki
n

h.Pandaiber
komuni
kas
i

2. Kegagalan Wirausahan.
Menur
utAl
ex S.Ni
t
iSemi
t
o dal
am Unggul(
2008)
,kegagal
an wi
r
ausahawan
dal
am menj
al
ankanbi
sni
snyat
er
bagimenj
adidua,yai
t
u:
1.Kegagal
any
angdapatdi
hi
ndar
kan
Mi
sal
:sal
ahmengel
ol
aper
usahaan,t
i
dakadar
encanayangmat
ang,pel
ayanan
yangkur
angbai
k,dl
l
2.Kegagal
any
angt
i
dakdapatdi
hi
ndar
kan
Yai
t
ukegagal
anyangsul
i
tat
auhampert
i
dakdapatdi
hi
ndar
iseper
t
ibencana
al
am,peper
angan,kebakar
an,kecel
ak
aan.
Prinsip dasar membuka peluang usaha adalah :
1.Memi
l
i
kimot
i
vasi,t
ekady
angbul
atdankuat
.
2.Cer
dasdal
am t
ekni
kpengambi
l
an r
es
i
ko
3.Per
car
adi
r
i
l
ai
n
4. Memi
l
i
kiwawasanl
uas
or
angl
ai
n

4.Memi
l
i
k
iwawasanl
uas
5.Memi
l
i
k
inal
ur
ikuat
6. Ti
daksukadi
at
uror
ang
7.

Mener
i
ma pendapat

993

Strategi membuka peluang usaha adalah :


1.Janganr
agu
kel
emahan
2.Menhi
l
angk
anr
as
apes
i
mi
s
denganor
angl
ai
n
3. Bangi
k
i
t
kans
i
f
atopt
i
mi
s

4. Ber
upay
a
5.

menut
upi

Mau bel
aj
ar pada

6.Memi
l
i
k
iwawasanl
uas

Pengusaha Wanita Kesempatan dan dan Tantangannya


Kesempat
an ber
wi
r
aus
aha didepan mat
a,t
er
gant
ung bagai
mana set
i
ap
or
ang memanf
aat
kannya. Unt
uk mendapat
kannya memang t
i
dak
l
ah mudah
kar
enak
esempat
ant
i
dakdat
angbegi
t
usaj
a,sehi
nggaor
anghar
usj
el
imel
i
hat
pel
uangt
er
sebut
.Begi
t
upul
akes
empat
anusahabagiwani
t
adar
isekt
ori
ndust
r
i
r
umaht
angga, wal
aupunkec
i
lper
anwani
t
adal
am i
ndust
r
ir
umaht
anggat
et
api
wani
t
at
et
ap dapatmengembangkan pot
ens
iyang ada pada mer
eka (
I
ndr
i
ani
,
2005)
.Unt
uki
t
u pengusaha wani
t
a har
uspandaimengi
dent
i
f
i
k
asikesempat
an
bi
sni
s dan menangkap pel
uang di
sek
i
t
ar mer
eka. Sama hal
nya dengan
pengusahapr
i
a,banyakpengusahawani
t
ay
angmemul
aibi
sni
sny
akar
enahanya
mempunyaii
deyangbai
k.
Tet
apiadabeber
apaal
asan yang membuatper
bedaan ant
ar
apembi
ni
s
wani
t
a dan pr
i
a,seper
t
imot
i
vas
i
,dan di
sk
r
i
mi
nas
i(
Zi
mmer
er& Scar
bor
ough,
2003)
. Sel
ai
ni
t
u ada t
ant
anganl
ai
n bagipengusaha wani
t
a,seper
t
iper
sonal
ser
vi
c
e,kar
ena sekt
ori
ndust
r
il
ebi
h per
c
ay
a dengan pengusaha pr
i
a. Sebuah
st
udidiI
nggr
i
s memper
ol
eh has
i
lbahwa pengusaha wani
t
al
ebi
h mender
i
t
a
di
sbandi
ng dengan pengus
aha pr
i
a di
kar
enakan adanya di
skr
i
mi
nas
igender
(
Shaw et
.
al
,2001)
. Masal
ah l
ai
n yang dapatt
i
mbuladal
ah kar
ena ur
usan
kel
uar
gat
er
masuksuamidananakanak(
Deaki
n&Far
eel
,2003)
,dankes
i
bukan
ur
usanr
umaht
angga(
Dar
mawan&Kur
ni
at
i
,2008)
PROSEDUR DAN METHODOLOGI
Banyak f
akt
or yang mempengar
uhi ent
r
epr
eneur wani
t
a unt
uk
mengembangkanusahanya. Padapenel
i
t
i
ani
nidi
bat
as
imenj
adiduaj
eni
syai
t
u
pot
ens
idanhambat
ansecar
adet
i
lseper
t
idi
agr
am dibawahi
ni
:

994

Teori
Faktor-faktor yang mempengaruhi
kesempatan berusaha:
1. Hambatan
2. Potensi
- modal
- keahlian
- keluarga
- ketrampilan
- diskriminasi
Analisis
Regresi Berganda

Hasil dan Interpretasi


Sumber
:Dj
umr
i
ant
i
,2010
Gambar2.Model Penelitian
HIPOTESA

As
umsibahwaf
akt
or
f
akt
orhambat
ansec
ar
as
i
gni
f
i
k
anpar
s
i
almempengar
uhik
es
empat
an
ber
wi
r
aus
aha.

As
umsibahwaf
akt
or
f
akt
orpot
ens
imempengar
uhis
i
gni
f
i
k
anpar
s
i
alt
er
hadapk
es
empat
an
ber
wi
r
aus
aha.

As
umsi bahwa f
ak
t
or
f
ak
t
or

hambat
an dan pot
ens
i mempengar
uhi kes
empat
an

ber
wi
r
aus
ahasec
ar
as
i
mul
t
ans
i
gni
f
i
k
an.
Di
agr
am dibawahi
niadal
ahhi
pot
es
amodel
dal
am penel
i
t
i
ani
ni
:
Hambatan

Kesempatan
Potensi

Gambar3.Model Hipotesis
Definisi dari variable-variabel
Di
bawahi
niadal
ahv
ar
i
abl
evar
i
abelpenel
i
t
i
an:
,c
ompr
i
s
et
hr
eei
ndi
cat
or
s
:
1. Hambat
an(
X1)
-Modal(
X11)
,Juml
ahor
angdandanay
angadadiper
us
ahaan.
-Fami
l
y(
X12)
,or
angyangadahubungandek
att
er
mas
uks
uami
,anakdanor
angt
ua.
-Di
s
c
r
i
mi
nat
i
on(
X13)
,per
bedaans
uppor
t
i
ngpr
ogr
am t
er
hadappengus
ahawani
t
a.
2.Pot
ent
i
al
s(
X2)
,c
onsi
s
toft
hr
eei
ndi
c
at
or
s
:
995

-Hobbi(
X21)
,ses
uat
uy
angwani
t
as
angatmeny
uk
ai
,s
esuat
udi
manapengus
ahawani
t
ay
ak
i
nbi
samenger
j
ak
an
-Ket
r
ampi
l
an(
X22)
-Keahl
i
an(
X23)
,s
uat
uk
et
r
ampi
l
andidal
amnyaadapenget
ahuanunt
ukmencapais
esuat
u.
3.Kes
empat
an(
Y)
,k
esempat
anunt
ukber
bi
s
ni
s
.

PROSEDUR PENGUMPULAN DATA

Data Primer: Ser


angk
ai
anobs
er
v
as
it
el
ahdi
l
akuk
ansec
ar
al
angs
ungunt
ukmel
i
hatpr
os
es
pembuat
anbaj
upengant
i
nadatSumat
er
aSel
at
an. Beber
apak
ues
i
onerpunt
el
ahdi
bagi
k
an
k
epada67or
angr
es
pondent
er
pi
l
i
h.Ser
t
af
oc
usgr
oupdi
s
c
us
s
i
ons
el
ama60meni
tpunt
el
ah
di
l
ak
uk
anunt
ukmendapat
k
anhas
i
lyangl
ebi
hmak
si
mal
.
Data Sekunder: Unt
uk mel
engkapidat
a pada penel
i
t
i
an i
nidi
t
ambah dat
as
ek
undery
ang
di
per
ol
eh dar
idi
nas Per
i
ndus
t
i
an dan Per
dagangan pr
opi
ns
iSumat
er
a Sel
at
an,Bi
r
o Pus
at
St
at
i
s
t
i
kDaer
ahSumat
er
aSel
at
an,danI
ndones
i
a,ser
t
amengk
aj
ibeber
apal
i
t
er
at
ur
.
Populasi dan Sampel
Yang menj
adipopul
as
iwani
t
a,i
bu r
umah t
angga dides
a Tanj
ung Bat
u,Kabupat
en Ogan
Komer
i
ngI
l
i
r(
OKI
)s
ebany
ak200wani
t
a. Sedangkany
angmenj
adis
ampeladal
ahsebagai
ber
i
kut
,di
hi
t
ungdenganmenggunak
anr
umusSl
ov
i
n,seper
t
idibawahi
ni(
Ar
i
k
unt
o,2002&
Umar
,2001)
:
N
n=1+N(
e)2
n: s
ampl
e,N: popul
as
i
,e: pr
ec
i
s
i
on. Dengan t
i
ngk
atk
et
el
i
t
i
an 10%,di
dapats
ampel
s
ebany
ak67or
ang.

Teknik Analisis Data


Unt
ukmenganal
i
s
i
sdat
adal
am penel
i
t
i
ani
nidenganmenggunak
anr
egr
es
iber
ganda
(
Guj
ar
at
i
,2003)
:
Y = f (X1, X2, X3, Xn)

atau Y = 0 + 1X1 + 2X2 + 3X3 +

:dependentv
ar
i
abl
e

1 n:r
egr
es
s
i
oncoef
f
i
c
i
ent

:c
ons
t
ant
an

X1 Xn:i
ndependentv
ar
i
abl
es

:di
s
t
ur
bi
nger
r
or

Pengukuran variable-variabel
Unt
uk mengukurv
ar
i
abl
evar
i
abelt
er
sebutdi
gunak
an s
kal
a Li
k
er
tunt
uk menj
awab
per
t
any
aanper
t
any
aandi
manask
or
nyaadal
ahSangats
et
uj
u=5,Set
uj
u=4,Net
r
al=3, Ti
dak
s
et
uj
u=2,SangatTi
dakSet
uj
u=1.
996

HASIL DAN DISKUSI

Deskripsi responden
Sebany
ak67per
t
any
aandi
bagi
k
ankepadar
espondentdidesaTanj
ungBat
uOKI
,t
et
api
hanyahany
a60k
ues
i
onery
angdi
k
embal
i
k
an.

Demographi Responden
Umurwani
t
apengr
aj
i
ny
angdi
j
adi
kanr
es
pondenadal
ah1925t
h=10or
g(
17%)
,2632
t
h = 11or
g(
18%)
,3338 t
h = 20 or
g(
33%)
, 39 t
h = 19 or
g(
31%)
. Sedangkanst
at
us
per
k
awi
nanr
es
pondenadal
ahmayor
i
t
ass
udahmeni
k
ahs
ebanyak58or
ang(
97%)
,s
i
s
any
a2
or
angat
au3% y
angbel
um meni
kah.
Diskusi
Ber
das
ar
k
ananal
i
s
i
sdat
apadapenel
i
t
i
andi
per
ol
ehsebagaiber
i
k
ut
:
K = 0.452 H + 0.226 P + 3.788E
K :Kesempat
an,H:Hambat
anhambat
an,P:Pot
ens
i
,E:Er
r
or
Ber
das
ar
kan r
umus di
at
as
,di
j
el
as
kan hambat
an dan pot
ens
iber
pengar
uh t
er
hadap
k
esempat
an,hambat
an0.
452danpot
ens
iber
pengar
uh0.
226.
Unt
ukmenget
ahuibagai
manakeduai
ndependentvar
i
abelmempengar
uhikes
es
empat
an
s
eper
t
i

t
abel

di

bawah

i
ni
:

997

Tabel1.Analisis T test hambatan, Potensi, dan Kesempatan


Variable

C.R
(t test)

Prob

Description

Hambat
an -Kesempat
an

5.
005

0.
000

Si
gni
f
i
cant
*

Pot
ent
siKesempat
an

1.
274

0.
206

NotSi
gni
f
i
cant

*Si
gni
f
i
c
antatl
evel5% or0.
05
Dar
it
abeldi
at
as t
er
l
i
hatdua var
i
abl
ei
ndependen mempunyaipengar
uh
t
er
hadap var
i
abl
e dependen, di
mana sat
u var
i
abl
e dependen mempunyai
hubungan si
gni
f
i
k
an kausal(
seper
t
iyang t
er
l
i
hatdar
it
abell
evels
i
gni
f
i
kan
hi
pot
es
i
st
estadal
ahdi
bawah0.
05)
.Pengar
uhhhambat
andankesempat
anpada
l
evels
i
gni
f
i
can 0.
000,ni
l
aitt
estadal
a 5.
005. Pengar
uh pot
ens
it
er
hadap
kesempat
ansebesar0.
2006dantt
es
tadal
ah1.
274.
Secar
adet
i
lpengar
uhdar
ivar
i
abl
ei
ndependentt
er
hadapdependentdal
am
penel
i
t
i
ani
niseper
t
it
abeldibawahi
ni
:

Tabel2.Hypothesis Test
I
ndependent

Dependent

TheI
nf
l
uence (
pval
ue) Deci
s
i
on

Var
i
abl
e

Var
i
abl
e

X1

0.
465

0.
000

Accept

X2

0.
227

0.
206

Rej
ect

Sumber
:Dat
a Pr
i
merdi
ol
ah,2010

Asumsiper
t
ama di
mana hambat
an mempunyaipengar
uh secar
a par
s
i
al
t
er
hadapkesempat
anbi
sni
s. Unt
ukmembukt
i
kani
ni
,adabeber
apapenemuan,
di
manatt
esthambat
anadal
ah5.
005dengansi
gni
f
i
c
antadal
ah0.
000.Kar
enat
t
estl
ebi
hbesardar
itt
abel(
5.
005>1.
661)at
ausi
gni
f
i
cantt
abell
ebi
hk
eci
ldar
i5%
(
0.
000<0.
05)
,j
adihambat
anmempunyaipengar
uht
er
hadapkes
empat
ansebesar
0.
465secar
apar
s
i
al
.

998

Asumsikeduadi
manapot
ens
imempunyaipengar
uht
er
hadapkesempat
an
bi
sni
ssecar
apar
s
i
al
.Unt
ukmembukt
i
kanny
adi
manatt
estadal
ah1.
274dengan
si
gni
f
i
cant0.
000.Kar
enatt
estl
ebi
hkec
i
ldar
itt
abel(
1.
274<1.
661)ors
i
gni
f
i
k
an
tl
ebi
hbesardar
i5% (
0.
206>0.
05)
,sehi
ngga,pot
ensit
i
dakmempunyaidampak
yangs
i
gni
f
i
kant
er
hadapkes
empat
anbi
sni
ss
ebesar0.
465sec
ar
apar
s
i
al
.
Asumsiket
i
gadi
manahambat
andanpot
ens
imempunyaidampakt
er
hadap
kesempat
anbi
sni
ssecar
asi
mul
t
an.Has
i
lmenunj
ukkanbahwaFt
estwas30.
90
(
si
gF=0.
000)
.Ther
ef
or
e,Ft
es
tl
ebi
hbesardar
iFt
abl
e(
30.
792>2.
12)ofSi
gF
l
ebi
h kec
i
ldar
i5% (
0.
000 < 0.
05)
. I
niber
ar
t
ik
edua hambat
an dan pot
ensi
mempunyaipengar
uht
er
hadapkesempat
anbi
sni
s.
Sehi
nggakesemuahi
pot
es
i
shi
pot
es
i
st
er
sebut
:
H1:Hambat
anmempunyaipengar
uht
er
hadapkesempat
anbi
sni
st
er
buk
t
i
.
H2:Pot
ens
imempunyaipengar
uht
er
hadapk
esempat
anbi
sni
st
er
bukt
i
.
H3: Fakt
or
f
akt
orhambat
an mempengar
uhikesempat
an bi
sni
ssudah t
er
bukt
i
.
Sedangkan f
akt
or
f
akt
orpot
ens
imempengar
uhikesempat
an bi
sni
st
i
dak
t
er
bukt
i
.

KESIMPULAN

Sebagi
an besarwani
t
a pengr
aj
i
n baj
u pengant
i
n adatSumat
er
a Sel
at
an di
desaTanj
ungbat
uadal
ahi
st
er
isekal
i
gusi
bur
umaht
angga. Mer
ekaber
ker
j
a
at
au ber
usaha kar
ena war
i
san t
ur
un t
emur
un. Meski
pun mer
eka t
el
ah
mempunyaikeahl
i
an dan pengal
aman dal
am membeuatbaj
u pengant
i
ni
ni
t
et
apiper
kembangan usaha mer
eka sangatl
amban. Hali
nidi
k
ar
enakan
adanyahambat
anhambat
andar
ikel
uar
ga.Dar
ihas
i
lf
ocusgr
oupdi
scuss
i
on
didapat
,bahwasebagi
andar
imer
ekaber
ker
j
asampi
lmengasuhanak.Jadi
mer
eka t
i
dak banyak wakt
u unt
uk l
ebi
h kr
eat
i
fdan i
novat
i
f
. Sel
ai
ni
t
u
di
skr
i
mi
nas
igender j
uga menj
adihal
angan bagimer
eka,dan hal
angan
mendapat
kandanaj
ugahambat
anl
ai
nmer
ekaunt
uksuks
es.

Fakt
or
f
akt
or dar
ipot
ens
iseper
t
ihobbi
, ket
r
ampi
l
an dan keahl
i
an t
i
dak
si
gni
f
i
kan ber
pengar
uh t
er
hadap kes
empat
an bi
sni
s. Hali
nidi
k
ar
enakan
wani
t
adidesai
nimemul
aipek
er
j
aannyabukankar
enahobbi
,t
et
apimer
eka
hanyamengi
kut
iapayangt
el
ahdi
l
akukanol
ehi
bu,dannenekmer
ekasecar
a

999

t
ur
unt
emur
un.Dar
if
oc
usgr
oupdi
scuss
i
ondidapatbahwasej
akkeci
lmer
eka
sudah Some f
act
or
sofpot
ent
i
al
s,such ashobbi
es,abi
l
i
t
i
es,and ski
l
l
sar
e
havi
ng notsi
gni
f
i
canti
nf
l
uenc
e bel
aj
ar membuatbaj
u pengant
i
n kar
ena
membant
u or
ang t
ua mer
eka,sehi
ngga k
eahl
i
an dan ket
r
ampi
l
an t
er
di
di
k
mer
ekami
l
i
k
is
el
amai
nisudahc
ukupunt
ukmensuppor
tusahamer
eka.

Fakt
or pot
ens
i dan hambat
an ber
pengar
uh secar
a si
mul
t
an t
er
hadap
kesempat
anbi
sni
sbaj
upengant
i
nadatSumat
er
aSel
at
ani
ni
.

Penel
i
t
i
anyangakandat
angakanmengkaj
il
ebi
hdal
am bagai
manaper
an
ser
t
awani
t
adidal
am i
ndust
r
ir
umaht
anggadidesai
ni
.Mel
i
hatmengapat
er
j
adi
di
skr
i
mi
nas
ibagiwani
t
a dal
am menj
al
ank
an usahanya,ser
t
a mencar
it
ahu
bagai
manabant
uanper
modal
anunt
ukpengusahawani
t
a.
DAFTAR PUSTAKA
M.I
khsanModj
o(
2008)
.Dampak Krisis Pengangguran 2009 Diprediksi 9.5
persen. Suar
aKar
yaOnl
i
ne.27Nopember2009.
Saf
r
i
.H.Nungc
i
k(
2009)
.UMR Sumsel naik 12.5 persen. Tempo I
nt
er
akt
i
f
,18
November2009
r
i
kunt
o,S.(
1999)
.
: Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Ri
nekaCi
t
pa

Jakar
t
a:

Ber
i
t
aSor
e.(
2009)
.
:Pekerja di PHK Akibat Krisis Global, Ret
r
i
eved26/
04/
10
Wor
l
dWi
deWebht
t
p:
/
/
ber
i
t
asor
e.
com/
2009/
2/
003/
31660peker
j
adi
phk
aki
bat
kr
i
s
i
sgl
obal
Dar
mawan&Kur
ni
at
i(
2008)
.Pemberdayaan Perempuan pada Sektor Industri
Kecil. Bandung:UPI
Deaki
ns,D.&Fr
eel
,M.(
2003)
.
:Entrepreneurship and small firms. NewYor
k:
McGr
awHi
l
lEducat
i
on(
UK)Li
mi
t
ed.
Gl
obalEnt
r
epr
eneur
shi
p Moni
t
or (
1999)
.
:Executive Report. USA:Kauf
f
man
Cent
r
ef
orEnt
r
epr
eneur
i
alLeader
s
hi
p,BabsonCol
l
ege,Bost
on.
Gl
obalEnt
r
epr
eneur
shi
p Moni
t
or (
2000)
.
:Executive Report. USA:Kauf
f
man
Cent
r
ef
orEnt
r
epr
eneur
i
alLeader
s
hi
p,BabsonCol
l
ege,Bost
on.
Guj
ar
at
i
,D.(
2003)
.
:Basic Econometric. NewYor
k:McGr
awHi
l
l
.

1000

I
kat
an Wani
t
a Pengusaha I
ndones
i
a(
I
WAPI
)
.(
2010)
.
:Laporan Ketua IWAPI.
Ret
r
i
eved27Apr
i
l2010Wor
l
dWi
deWebht
t
p:
/
/
www.
i
wapi
.
or
.
i
d
I
ndr
i
ani(
2005)
.Per
anPer
empuandal
am Per
kembanganI
ndust
r
iKec
i
l
.(
St
udi
Kasus:Per
empuandal
am I
ndust
r
iBat
i
kdiKabupat
enBany
umas)
.Uni
ver
s
i
t
as
Di
ponegor
o.
Lambi
ng,P.& Kuehl
,C.R.(
2000)
.
:Entrepreneurship. 2nd ed.New Jer
sey:
Pr
ent
i
c
eHal
l
.
McCl
el
l
and,D.
C.(
1996)
.
:The Achiving Society. NewJer
sey:VanNost
r
and
Shaw,E.
,Car
t
er
,S.andBr
i
er
t
on,J.(
2001)
.
:Unequal Entrepreneurs: Why female
enterprise is an uphill businesss. London:TheI
ndust
r
i
alSoc
i
et
y
.
Statical Abstract of the U.S. (
1992)
.
:Depar
t
mentofCommer
ce,Bur
eau oft
he
Census.
BPS I
ndonesi
a& Sumsel
.(
2009)
.Data wanita bekerja di Indonesia pada tahun
2009.
St
ei
nhof
f
, D. & Bur
gess, J. F. (
1993)
.
: Small
Fundamentals. 6thed.NewYor
k:McGr
awhi
l
lI
nc.

Business

Management

Ti
mmons,J.(
1994)
.
:TheEnt
r
epr
eneur
i
alMi
nd. Success. Vol
.48.
Umar
,H.(
2001)
.
: Metode Penelitian Aplikasi dalam Pemasaran. Jakar
t
a: PT
Gr
amedi
aPust
akaUt
ama.
Unggul
,E.(
2008)
.Modul Kewirasuahaan. Tegal
:Pol
i
t
ekni
kTegal
.
Wi
k
i
pedi
a
Onl
i
ne
(
2010)
.
Kewirasuahaan.
Di
aks
es
dar
i
ht
t
p:
/
/
i
d.
wi
k
i
pedi
a.
or
g/
wi
k
i
/
Kewi
r
ausahaanpadat
anggal5Desember2010.
Zi
mmer
er
,W.T.& Scar
bor
ough,N.M.(
1996)
.
:Entrepreneurship and The New
Venture Formation. NewJer
sey:Pr
ent
i
ceHal
lI
nt
er
nat
i
onalI
nc.
Zi
mmer
er
,W.T.& Scar
bor
ough,N.M.(
2003)
.
:Entrepreneurship and The New
Venture Formation. NewJer
sey:Pr
ent
i
ceHal
lI
nt
er
nat
i
onalI
nc.

1001

PENINGKATAN PENDAPATAN MELALUI PENANAMAN TANAMAN SELA


KEDELE DAN CABE RAWIT DIANTARA TANAMAN PANILI YANG BELUM
MENGHASILKAN
INCREASING INCOME THROUGH INTERCROPPING OF SOYBEAN AND
CHILLI ON VANILLA BEFORE PRODUCTION

Robet Asnawi dan Ratna Wylis Arief


Bal
aiPengkaj
i
anTek
nol
ogiPer
t
ani
anLampung

ABSTRACT
Low pr
oduct
i
onandl
ow qual
i
t
yofv
ani
l
l
acausedbyt
hef
ar
mer
sdonotcul
t
i
vat
e
t
he pl
anti
n pr
operway,such aspr
uni
ng t
he post
,mound,f
er
t
i
l
i
zer
,and post
har
vestt
echnol
ogy.Bes
i
des,monocul
t
ur
ef
ar
mi
ng syst
em espesi
al
l
yf
oryoung
pl
antcaused does nothave af
f
or
t
.The act
i
v
i
t
y ofassesmentadapt
abi
l
i
t
y of
packaget
echnol
ogyandf
ar
mi
ngsyst
em ofvani
l
l
awasconduct
edatJabung(
East
Lampung)i
n 2007.The t
r
eat
ment
s wer
e Model1 (
r
ecommended cul
t
i
vat
i
on
t
echnol
ogy
)suchassuper
i
orvar
i
et
yofAnggr
ekvani
l
l
a,pr
uni
ngt
hepost
,mound,
andf
er
t
i
l
i
zer
,andModel2(
t
r
adi
t
i
onalcul
t
i
v
at
i
ont
echnol
ogy)
.Far
mi
ngsyst
em of
vani
l
l
a(
vani
l
l
asoybeanandvani
l
l
ac
hi
l
i
)wi
l
lbedonebyyoungpl
antofv
ani
l
l
a.
Theobj
ect
i
vewast
oi
ncr
eas
ef
ar
mer
si
ncomeandt
oobt
ai
nt
echnol
ogypackages
cul
t
i
vat
i
onandf
ar
mi
ngsyst
em ex
speci
al
l
yf
oryoungpl
antofvani
l
l
a.Ther
esul
t
showedt
hatcul
t
i
v
arAnggr
ekvani
l
l
at
hats
uppor
tbyappl
i
c
at
i
onofr
ecommended
cul
t
i
vat
edt
echnol
ogysuchaspr
unni
ngandf
er
t
i
l
i
z
erpr
oducedhi
ghergr
owt
ht
han
l
ocalcul
t
i
v
ar
.Soybean and c
hi
l
l
iwer
e pl
ant
ed among vani
l
l
ar
esul
tt
he s
ame
gr
owt
handpr
oduct
i
onwi
t
hs
oybeanmonocul
t
ur
eandchi
l
l
imonocul
t
ur
e.Soybean
pl
ant
ed among vani
l
l
a(
pat
t
er
n ofv
ani
l
l
as
oybean)i
ncr
eas
ed f
ar
mer
si
ncome
aver
age Rp.
1.
691.
000,
-perha perseason (
3 mont
hs)and i
nc
r
eased f
ar
mer
s
i
ncome aver
age Rp.1.
656.
000,
-perha perseason (
3 mont
hs)bypat
t
er
n of
vani
l
l
achi
l
i
.
KeyWor
d:Vanilla planifolia, soybean,chi
l
l
i
,i
nt
er
cr
oppi
ng,i
nc
ome.

PENDAHULUAN
Tanamanpani
l
i(
Vanilla planifolia Andr
ews
)dipr
opi
ns
iLampungber
kembang
s
angatpes
atdar
it
ahunk
et
ahun.Padat
ahun1991l
uasar
ealt
anamanpani
l
idi
pr
opi
ns
iLampung adal
ah 834ha,danber
k
embangmenj
adi2245,
5hapadat
ahun
1995(
Di
nasPer
k
ebunanPr
opi
ns
i
Lampung,1995)
.
Budi
day
at
anamanpani
l
imemer
l
ukanpenegaky
angs
ek
al
i
gusmer
upak
an
naungan.Tanamanpani
l
imenghendak
ik
el
embaban udar
adant
anahy
angt
i
nggi
,
1002

y
ai
t
u80s
ampai100%.Ol
ehkar
enai
t
upada per
t
anaman pani
l
it
i
dakmemer
l
ukan
peny
i
angany
angi
nt
ens
i
f
,t
er
ut
amapadamus
i
mk
emar
au,bahk
anj
i
k
aper
l
ut
i
dak
di
l
ak
uk
anpeny
i
angan.Has
i
l
obs
er
vas
iAs
nawi(
1995)
,menunj
ukk
anbahwat
anaman
pani
l
iy
ang di
s
i
angber
s
i
h ak
anmenguni
ngdanbungaak
anr
ont
okpadamus
i
m
k
emar
au.Si
f
atdemi
k
i
anyangdi
mi
l
i
k
it
anamanpani
l
imember
i
k
anpel
uangdal
am
upay
a memanf
aat
kant
anaman s
el
a di
ant
ar
at
anamanpani
l
ibai
kunt
ukmenj
aga
k
el
embaban t
anah maupun menambah pendapat
an pet
ani
.Budi
day
a t
anaman
pani
l
imemer
l
uk
anpenegaky
angs
ek
al
i
gusmer
upak
an naungan.Tanamanpani
l
i
menghendak
ik
el
embaban udar
a dan t
anah y
ang t
i
nggi
,y
ai
t
u 60 s
ampai80%
(
Kar
t
onodanI
s
di
j
os
o,1977)
.Has
i
lpenel
i
t
i
an Soenar
didanRak
hmadi
ono(
1985)
,
menunj
uk
k
anbahwa pember
i
an30l
i
t
er
/
pohonpupukk
andangber
as
aldar
ik
ot
or
an
s
apimampumenai
k
k
anhas
i
l
l
ebi
hdar
i
100 %.
Sec
ar
aumum per
mas
al
ahanper
t
anamanpani
l
idiI
ndones
i
aadal
ahpr
oduk
s
i
dan mut
uy
ang r
endah.Pr
oduks
idi
t
ent
uk
an ol
eh ant
ar
al
ai
n di
t
ent
uk
an ol
eh
pener
apan dan pemak
ai
an t
eknol
ogi budi
day
a yang bel
um s
esuai
,s
eper
t
i
penggunaanbahant
anamank
l
onhar
apanunggul
)
,pemangk
as
anpohonpenegak
,
penggul
udan,pemak
ai
anmul
s
a,pemupuk
an,danpengendal
i
anhamadanpeny
ak
i
t
,
s
er
t
abel
um di
t
er
apkannyat
ek
nol
ogi
pengol
ahanbuahpani
l
i
.Si
s
t
em us
ahat
ani
yang
t
i
dakopt
i
malak
an meny
ebabk
anpendapat
anus
ahat
ani
ny
ay
ang r
endah,seper
t
i
t
er
j
adipada us
ahat
anipani
l
idiBal
i(
Maul
udidan I
ndr
awant
o,1997)
. Sebagi
an
bes
arpol
aper
t
anamanpani
l
idiLampungdi
l
ak
uk
an s
ec
ar
a monokul
t
ur
.Ef
i
s
i
ens
i
penggunaanl
ahanmel
al
uipenanamant
anamans
el
adi
ant
ar
at
anamanpani
l
is
angat
mungk
i
ndi
l
ak
uk
andans
es
uaidenganhabi
t
aty
angdi
i
ngi
nk
ant
anamanpani
l
i
,y
ai
t
u
k
el
embaban t
anah y
ang t
i
nggi
.Kar
ena i
t
u penanaman t
anaman sel
a ant
ar
al
ai
n
j
agung,k
edel
e,j
ahe,danc
abedi
ant
ar
at
anamanpani
l
iy
angbel
um menghas
i
l
k
an
di
har
apk
an ak
an mampu menambah pendapat
an pet
anis
el
ama t
anaman pani
l
i
bel
um menghas
i
l
k
an.
Pol
at
anam monok
ul
t
uri
nimenanggungr
es
i
kok
egagal
anyangc
ukupt
i
nggi
bai
kdi
t
i
nj
au dar
is
egif
l
uk
t
uas
ihar
gak
omodi
t
asmaupunr
es
i
k
ok
egagal
ant
anam
dar
ik
omodi
t
as ber
s
angk
ut
an,y
ang ber
ak
i
batmenur
unny
a pendapat
an pet
ani
.
Kar
enai
t
uk
emampuanber
sai
ngmel
al
uipr
osespr
oduk
s
iyangef
i
s
i
enmer
upak
an
pi
j
ak
an ut
ama bagik
el
angs
ungan has
i
lus
ahat
ani
ny
a(
Kas
r
yno et al.
,1993)
.
Tanamanpani
l
iber
pr
oduk
s
ipadaumur2,
5s
ampai3t
ahuns
et
el
aht
anam.Dengan

1003

demi
k
i
ans
el
ama t
anamanpani
l
ibel
um menghas
i
l
k
an,penanamant
anamans
el
a
ber
ni
l
aiek
onomi
ss
eper
t
ipadi
,pal
awi
j
a,say
ur
an mer
upak
an al
t
er
nat
i
fs
umber
pendapat
an at
au t
ambahan modalus
ahat
anipani
l
is
ebel
um menghas
i
l
k
an. Di
pr
opi
ns
iLampung,pr
oduks
ipani
l
idit
i
ngk
atpet
animas
i
hs
angatr
endah,yak
nir
at
ar
at
a0,
25 k
gbuahpani
l
ibas
ah/
pohon(
As
nawidanRosman,1994)
,s
ement
ar
a
pot
ens
ik
l
on har
apan pani
l
iunggul(
k
l
on Anggr
ek
)s
er
t
a di
t
unj
ang dengan t
ek
ni
k
budi
day
ay
ang benarak
an mampu menghas
i
l
k
an 1 s
ampai1.
5k
g buah pani
l
i
bas
ah/
pohon(
As
nawi
,1993)
.Kl
onhar
apanAnggr
ekpani
l
ihi
nggas
aati
nibel
um
di
j
umpaidiper
t
anaman pani
l
idiLampung,s
ehi
ngga per
l
u di
k
aj
is
ebagaik
l
on
i
nt
r
oduk
s
idal
am upay
a meni
ngkat
k
an pr
oduk
s
ipani
l
idiLampung,bai
k mel
al
ui
per
emaj
aant
anamanmaupunper
l
uas
anar
eal
.Padaumumny
at
ek
nol
ogibudi
day
a
y
angdi
l
ak
uk
andiLampungadal
ahsec
ar
at
r
adi
s
i
onaldengani
nputt
ek
nol
ogiy
ang
r
endah,s
eper
t
it
anpa pemupuk
an,pemangkas
an y
ang t
i
dak t
er
at
ur
,dan t
anpa
gul
udan. Has
i
l penel
i
t
i
an As
nawi dan Rosman (
1994) menunj
uk
kan bahwa
pener
apan pak
et t
ek
nol
ogi budi
day
a seper
t
i pemangk
as
an, pemupuk
an,
penggul
udanmampumeni
ngk
at
k
anper
t
umbuhandanpr
oduk
s
i
pani
l
i
.
Padaumumny
apet
animenj
ualhas
i
lpanendal
am bent
ukbuahbasah(
buah
s
egar
)
.Sedangk
anbi
l
apet
animel
ak
uk
anpengol
ahanbuahy
angak
andi
j
ualdal
am
bent
ukhas
i
lol
ahanmak
aak
anmemper
ol
ehpendapat
anduas
ampait
i
gak
al
il
i
pat
(
Maul
udi
,1993)
.Kar
enai
t
upener
apant
ek
nol
ogipas
c
apanenpani
l
idit
i
ngk
atpet
ani
s
ec
ar
al
angs
ungak
anmeni
ngk
at
k
anpendapat
anpet
ani
.Halt
er
sebutak
anber
has
i
l
apabi
l
adi
t
unj
angol
ehkoor
di
nas
iant
ar
adi
nasi
ns
t
ans
i
,k
el
ompokt
ani
,s
er
t
aper
anan
pi
hakswas
t
a(
eks
por
t
i
r
)y
angmembel
i
has
i
l
ol
ahanbuahpani
l
i
.
Kegi
at
ani
niber
t
uj
uanunt
ukmendapat
kanpekett
eknol
ogibudi
dayadan
meni
ngkat
kan pendapat
an pet
animel
al
uipemanf
aat
an t
anaman sel
a di
ant
ar
a
t
anamanpani
l
iyangbel
um menghasi
l
kan.
BAHAN DAN METODE
Kegi
at
an i
nidi
l
ak
uk
an diKec
amat
an J
abung,Kabupat
en Lampung Ti
mur
padat
ahun2007.Pemi
l
i
hanl
ok
as
ik
egi
at
ankar
enaKec
amat
anJ
abungmer
upak
an
s
al
ahs
at
us
ent
r
apr
oduk
s
it
anamanpani
l
idiPr
ov
i
ns
iLampung.Kegi
at
andi
l
ak
uk
an
dil
ahan pet
anidengan t
ot
alar
ealk
aj
i
an 2 ha.Pak
ett
ek
nol
ogiyang di
t
er
apk
an
(
Tabel 1) adal
ah pak
et t
ek
nol
ogi anj
ur
an (
Model 1) dan pak
et t
ek
nol
ogi
k
onv
ens
i
onal
/
c
ar
apet
ani(
Model2)
.Pak
ett
eknol
ogibudi
day
aanj
ur
ans
eper
t
ik
l
on
1004

har
apan unggulAnggr
ek pani
l
i
,pemangk
as
an pohon penegak
,penggul
udan,
pemupuk
an,pol
at
anam pani
l
i
k
edel
edanpol
at
anam pani
l
i
c
aber
awi
t
.Sedangk
an
pak
et t
ek
nol
ogi k
onv
ens
i
onal menggunakan k
l
on l
ok
al J
abung dan t
anpa
pemupuk
an.Sebagaipembandi
ng di
amat
iper
t
umbuhan dan pr
oduks
it
anaman
k
edel
edanc
aber
awi
ty
angdi
t
anam s
ec
ar
amonok
ul
t
urmas
i
ngmas
i
ngdenganl
uas
400m2.

Tabel
1.ModelPakett
ek
nol
ogi
y
angdi
t
er
apk
andi
ar
eal
pengk
aj
i
an.
Per
l
ak
uan
Bahan

Model
1
(
Pak
ett
ek
nol
ogi
anj
ur
an)
Kl
onAnggr
ekpani
l
i

Model
2
(
Pak
ett
ek
nol
ogi
k
onv
ens
i
onal
)
Kl
onpani
l
i
l
ok
al
J
abung

Tanaman
Pemangk
asan Pangk
ast
er
at
urdgn
Pangk
ashabi
spadaawal
meny
i
s
ak
an2c
abangper
mus
i
m huj
an.
pohonpadaawalmus
i
m huj
an.
Penggul
udan Di
gul
ud
Ti
dakdi
gul
ud
Pemupuk
an

10k
g/
phn/
t
hpupukk
andang

Ti
dakdi
pupuk

Pol
at
anam

Pani
l
i
k
edel
edanpani
l
i
c
abe
r
awi
t

Pani
l
imonok
ul
t
ur

Jeni
s dat
a yang akan di
kumpul
kan ant
ar
al
ai
n adal
ah :per
t
umbuhan
veget
at
i
fpani
l
i
,kedel
e,dan cabe,dan komponenhas
i
lkedel
e dancabe,ser
t
a
anal
i
s
i
susahat
anipol
at
anam pani
l
i
kedel
edanpani
l
i
caber
awi
t
.
Dat
a has
i
lpengamat
an ak
an di
anal
i
s
i
s dengan uj
iT (
TTes
t
) dengan
membandi
ngk
anmas
i
ngmas
i
ngpak
ett
eknol
ogibudi
day
apani
l
iy
angdi
adapt
as
i
k
an
(
t
ek
nol
ogibudi
day
adanpol
at
anam)dengant
ek
nol
ogik
onv
ens
i
onaly
angdi
t
er
apk
an
pet
ani
.
Tahapawalk
egi
at
ani
niadal
ahpengaj
i
r
andanpenanamanpohonpenegak
Glyricidia sp.Jar
ak t
anam y
ang di
gunak
an adal
ah 1.
5 m x 1.
25 m.Tahap
s
el
anj
ut
ny
aadal
ahpembuat
anl
ubangt
anam ber
uk
ur
an30cm x30cm x30cm
k
emudi
andi
ber
ipupukkandangs
ebany
ak10k
gperpohon.Kl
onhar
apanunggul
Anggr
ekpani
l
idank
l
onpani
l
il
ok
aldi
t
anam sat
umi
nggus
et
el
ahpember
i
anpupuk
k
andang pada l
ubang t
anam y
ang t
el
ah t
er
sedi
a.Uk
ur
an s
et
ekyang di
gunak
an

1005

adal
ah7r
uas
,dengan3r
uas(
daundi
buang)di
benam didal
am t
anahs
er
t
a4r
uas
(
daun t
i
dak di
buang) di
i
k
at
k
an pada pohon penegak y
ang s
udah ada.
Pemangk
asanpohonpenegak
,di
l
ak
uk
anpadaawalmus
i
m huj
andenganhanya
memel
i
har
a2c
abang perpohon (
t
ek
nol
ogianj
ur
an)dan pangk
as habi
s(
unt
uk
t
ek
nbol
ogi k
onvens
i
onal
)
. Pembuat
an gul
udandi
l
ak
uk
an s
at
u bul
an s
et
el
ah
penanamanpani
l
idenganmeni
nggi
k
ant
anahpadadaer
ahper
ak
ar
anset
i
nggi25
cm danl
ebar75cm. Pemupuk
andi
l
ak
uk
anpadaawalmus
i
mk
emar
audengan
member
i
k
anpupukk
andangy
angber
as
aldar
ik
ot
or
ans
api
/
k
ambi
ngdengandos
i
s
30l
i
t
er
/
pohon/
t
ahunat
au10k
g/
pohon/
t
ahun. Pol
at
anam pani
l
i
k
edel
edanpani
l
i
c
aber
awi
tdi
l
ak
uk
ans
at
umi
ngguset
el
ahpenanamanpani
l
idi
t
anam.J
eni
st
anaman
s
el
ay
angdi
gunakanadal
ahs
el
ai
nber
umurpendekj
ugamer
upak
ant
anamany
ang
t
ol
er
ant
er
hadaps
edi
k
i
tnaungant
et
apit
anpamenghambatper
t
umbuhant
anaman
t
er
s
ebuts
eper
t
ik
edel
edanc
aber
awi
t
.Tanamank
edel
edi
t
anam s
ebany
ak3bar
i
s
di
ant
ar
at
anamanpani
l
i(
j
ar
akt
anam 10x50cm)
,s
edangkant
anamanc
aber
awi
t
di
t
anam 1bar
i
sdi
ant
ar
at
anamanpani
l
i
denganj
ar
akdi
dal
am bar
i
s
anber
ukur
an1.
5
m. Pemel
i
har
aan t
anaman pani
l
imel
i
put
ipemel
i
har
aan s
ul
ur
, pengendal
i
aan
peny
ak
i
tbus
ukbat
angpani
l
i
.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Has
i
lpengamat
an Tabel1 menunj
ukkan bahwa kl
on Anggr
ek pani
l
i
menghasi
l
kanper
t
umbuhanveget
at
i
fy
angl
ebi
hbai
kdar
ik
l
onl
okalJ
abung,yang
t
er
cer
mi
npadapengamat
anper
sent
aset
anamant
umbuh,t
i
nggit
anaman,j
uml
ah
daun,j
uml
ahr
uas,danper
sent
aseser
anganpenyak
i
t
.

Tabel1.Hasi
lpengamat
anper
t
umbuhant
anamanpani
l
i
.
No

Par
amet
er

Kl
onAnggr
ekpani
l
i

Kl
onpani
l
i
l
ok
al

1. Tanamant
umbuh(
%)

89.
27

78.
78

2. Ti
nggi
t
anaman(
cm)

89.
22

87.
67

3. J
uml
ahdaun

12.
66

11.
78

4. J
uml
ahr
uas

12.
36

10.
44

5. Ser
anganpeny
ak
i
t(
%)

8.
23

8.
77

1006

Halt
er
s
ebutdi
s
ebabk
ankar
enas
el
ai
nper
bedaanf
ak
t
orgenet
i
kj
ugadi
s
ebabk
an
day
a adapt
as
iy
ang l
ebi
ht
i
nggibagik
l
on har
apan Anggr
ek unt
uk t
umbuh dan
ber
k
embangdiJ
abung.Di
j
el
as
kanol
ehBar
iet al (
1974)bahwaf
ak
t
orgenet
i
kakan
munc
uls
ec
ar
a opt
i
malapabi
l
a di
duk
ung ol
eh k
ondi
s
il
i
ngk
ungan (
pener
apan
t
ek
nol
ogibudi
day
ay
angbenar
)y
angs
esuai
.Di
t
ambahkanhas
i
lpenel
i
t
i
anAs
nawi
(
1993)
,bahwa k
l
on Anggr
ek pani
l
iy
ang di
t
anam diKP Nat
ar menghas
i
l
k
an
per
t
umbuhandanpr
oduks
iy
angl
ebi
ht
i
nggidar
ik
l
onUngar
anDaunTi
pi
s
,Ungar
an
DaunTebal
,danGi
s
t
i
ng.
Hasi
lpengamat
an t
er
hadap per
t
umbuhan dan pr
oduks
it
anaman sel
a
kedel
e(
Tabel2)
,menunj
ukkan bahwa t
anaman kedel
ey
ang di
t
anam di
ant
ar
a
t
anamanpani
l
i(
Gambar1)menghasi
l
kanper
t
umbuhanyangt
i
dakj
auhber
beda
dengan t
anaman kedel
e yang di
t
anam dengan pol
a monokul
t
ur
,kecual
iunt
uk
par
amet
erpr
oduks
iperhekt
ar
.Halt
er
sebutdi
sebabkank
ondi
s
il
i
ngkunganbai
k
dar
ij
uml
ahcahayamaupunkel
embabanr
el
at
i
fsama(
masi
hpadabat
ast
ol
er
ans
i
)
ant
ar
ak
edel
eyangdi
t
anam di
ant
ar
at
anamanpani
l
idengankedel
emonokul
t
ur
.

Gambar1.Pol
at
anam pani
l
i
k
edel
e.
Rendahny
a pr
oduk
s
iperhekt
arunt
uk t
anaman k
edel
ey
ang di
t
anam di
ant
ar
a
t
anaman pani
l
iy
ang bel
um menghas
i
l
k
an di
k
ar
enakan j
uml
ah popul
as
it
anaman
k
edel
el
ebi
hs
edi
k
i
tbi
l
a di
t
anam di
ant
ar
at
anaman pani
l
idi
bandi
ngk
an dengan
k
edel
emonok
ul
t
ur
.

1007

Tabel2.Has
i
lpengamat
an t
anaman sel
a kedel
e(
Pani
l
i
k
edel
e)dan kedel
e
monokul
t
ur
.
No
Par
amet
er
1 Ti
nggi
t
anaman(
cm)
2 J
uml
ahpol
ongi
s
i
/
t
anaman
3
4
5

Ber
at100but
i
r(
g)
Ber
atber
angk
asan(
g)
Pr
oduk
s
i
(
t
on/
ha)

Pani
l
i
k
edel
e
88.
25
109.
24

Kedel
emonok
ul
t
ur
87.
36
111.
03

11.
08
20.
02
0.
74

10.
97
20.
82
0.
96

Has
i
lpengamat
anpadaTabel3t
er
l
i
hatbahwaper
t
umbuhant
anamanc
abe
r
awi
ty
angdi
t
anam di
ant
ar
at
anamanpani
l
i(
Gambar2)cender
ungmenghas
i
l
k
an
per
t
umbuhany
angl
ebi
hbai
kdar
i
padat
anamanc
aber
awi
ty
angdi
t
anam s
ec
ar
a
monok
ul
t
ur
. Hal t
er
s
ebut di
s
ebabk
an k
ar
ena adanya s
edi
k
i
t naungan y
ang
di
but
uhk
an t
anaman c
abe r
awi
tunt
uk per
t
umbuhanny
a. Sedangk
an pr
oduk
s
i
t
anaman c
abe y
ang di
t
anam di
ant
ar
at
anaman pani
l
it
er
l
i
hatl
ebi
hr
endah j
i
k
a
di
bandi
ngk
an dengan pr
oduks
it
anaman c
abe r
awi
ty
ang di
t
anam s
ecar
a
monok
ul
t
ur
.Halt
er
s
ebutdi
k
ar
enak
anj
uml
ahpopul
as
it
anamanc
aber
awi
tpadapol
a
pani
l
i
c
aber
awi
tl
ebi
hs
edi
k
i
t(
hany
a1bar
i
s
)di
bandi
ngk
andengant
anamanc
abe
r
awi
tmonok
ul
t
ur
.
Tabel
3.Has
i
l
pengamat
ant
anamans
el
acaber
awi
t
.
No

Par
amet
er

Pani
l
i
c
aber
awi
t

Caber
awi
tmonok
ul
t
ur

1. Ti
nggi
t
anaman(
cm)

121.
76

106.
75

2. Pr
oduk
s
i
(
t
on/
ha)

370.
75

987.
50

Gambar2.Pol
at
anam pani
l
i
c
abai
.

1008

Hasi
lanal
i
s
i
susahat
anipani
l
i
k
edel
e (
Tabel4)menunj
ukkan bahwa t
anaman
pani
l
iyang di
t
anam secar
at
umpang sar
idengan t
anaman kedel
e(
pol
at
anam
pani
l
i
kedel
e)mampumenambahpenghas
i
l
anper
t
anisebesarRp.1.
691.
000.
/
ha
sel
ama 3 bul
an,s
edangk
an t
anaman pani
l
iyang di
t
anam secar
at
umpang sar
i
dengan t
anamancabe(
pol
at
anam pani
l
i
cabe)mampumenambahpenghasi
l
an
per
t
anisebesarRp.
1.
656.
710.
/
hasel
ama3bul
an(
Tabel5)
.Halt
er
sebutber
ar
t
i
sel
ama menunggu t
anaman pani
l
imenghasi
l
kan,ar
ealt
anaman pani
l
idapat
di
t
anamibeber
apa j
eni
st
anaman pangan (
kedel
e,cabe) unt
uk menambah
penghas
i
l
anpet
ani
.

Tabel
4.Anal
i
s
i
sus
ahat
ani
pol
at
anam pani
l
i
k
edel
e.
No
Ur
ai
an
Vol
ume
Sat
uan(
Rp)
Juml
ah(
Rp)
hkedel
e
10 kg
5,
000
50,
000
1 Beni
P
u
p
u
k
k
a
n
d
a
n
g
5
0
0
0
k
g
1
2
5
6
2
5
,
000
2
ea
100 kg
1,
100
110,
000
3 PupukUr
100 kg
1,
400
140,
000
4 PupukSP36
50 kg
3,
000
150,
000
5 PupukKCl
i
s
i
da
3 l
t
40,
000
120,
000
6 Pest
ahPengel
uar
an
1,
250,
000
7 Juml
i
l
740 kg
3,
900
2,
886,
000
8 Has
P
e
n
d
a
p
a
t
a
n
1
,
6
9
1
,
000
9
Cat
at
an:Tenagak
er
j
amenggunak
ant
enagaker
j
akel
uar
ga(
di
k
el
ol
asendi
r
i
)
.
Tabel5.Anal
i
s
i
susahat
anipol
at
anam pani
l
i
caber
awi
t
.
N
o
1
2
3
4
5
6
7

Ur
ai
an
Beni
hcaber
awi
t
Pupukk
andang
PupukUr
ea
PupukSP36
PupukKCl
Pest
i
s
i
da
Juml
ahPengel
uar
an

Vol
ume
5
5000
150
100
50
2

bks
kg
kg
kg
kg
l
t
-

Sat
uan(
Rp)
30,
000
125
1,
100
1,
400
3,
000
40,
000
-

Juml
ah(
Rp)
150,
000
625,
000
165,
000
140,
000
150,
000
80,
000
1,
310,
000

370.
7
kg
8,
000
2,
966,
000
5
9 Pendapat
an
1,
656,
000
Cat
at
an:Tenagak
er
j
amenggunak
ant
enagaker
j
akel
uar
ga(
di
k
el
ol
asendi
r
i
)
.
8 Has
i
l

1009

KESIMPULAN
Dar
ihas
i
lk
egi
at
any
angdi
l
ak
uk
andapatdi
s
i
mpul
k
anbeber
apahalsebagai
ber
i
k
ut
:
1.Per
t
umbuhant
anamanpani
l
ik
l
onhar
apanAnggr
ekyangdi
t
unj
angdengan
t
ek
nol
ogibudi
day
aanj
ur
anmenghas
i
l
k
anper
t
umbuhanv
eget
at
i
fyangl
ebi
h
bai
kdi
bandi
ngk
andengank
l
onpani
l
i
l
ok
al
J
abungdengant
ek
nol
ogi
budi
day
a
k
onv
ens
i
onal
.
2.Pemanf
aat
an t
anaman s
el
ak
edel
e(
pol
at
anam pani
l
i
k
edel
e) mampu
menambahpendapat
anpet
anis
ebes
arRp.
1.
691.
000,
/
ha/
mus
i
m(
s
el
ama3
bul
an)danc
aber
awi
t(
pol
at
anam pani
l
i
c
aber
awi
t
)Rp.
1.
656.
000,
/
ha/
mus
i
m
(
s
el
ama3bul
an)
3.Per
t
umbuhan dan pr
oduk
s
it
anaman k
edel
e danc
aber
awi
ty
angdi
t
anam
di
ant
ar
at
anamanpani
l
ic
ender
ungs
amadengant
anamank
edel
edanc
abe
r
awi
tmonok
ul
t
ur
.

DAFTAR PUSTAKA
As
nawi
,R.1993.Pr
oduk
s
ibeber
apat
i
pepani
l
i(
Vanilla planifolia Andr
ews
)
.Bul
et
i
n
Penel
i
t
i
anTanamanRempahdanObat(
VI
I
I
)1:5255.
As
nawi
,R dan R.Rosman.1994. Per
ak
i
t
an pak
ett
ek
nol
ogipeni
ngk
at
an mut
u
pani
l
i
.Ker
j
asama ant
ar
a Badan Li
t
bang Per
t
ani
an,Pr
oy
ek Pembangunan
Penel
i
t
i
anPer
t
ani
an,denganSubBal
i
t
t
r
oNat
ar
.18hal
.
As
nawi
,R.1995.Obs
er
v
as
ipengar
uhc
ur
ahhuj
ant
er
hadappembungaant
anaman
pani
l
i
.Anal
i
s
i
sI
k
l
i
m Unt
ukPengembanganAgr
i
bi
s
ni
s
.Pr
i
s
i
di
ngSi
mpos
i
um
Met
eor
ol
ogi Per
t
ani
anI
V,Yogy
ak
ar
t
a2628Januar
i
1995.Hal
249256.
Bar
i
,A.
,S.Mus
adanE.Sy
ams
udi
n.1974.Pengant
arpemul
i
aant
anaman.Dept
.
Agr
onomi
,
Faper
t
aI
PB,Bogor
:1518.
Di
nasPer
k
ebunanPr
opi
ns
iLampung.1995.Per
k
embanganpembudi
day
aanpani
l
i
diLampungdanper
mas
al
ahanny
a.Pr
os
i
di
ngt
emut
ugaspemant
apandan
pengol
ahanpani
l
idi BandarLampung15Mar
et1995.Ker
j
as
ama Bal
i
t
t
r
o
BogordanDi
s
bunPr
opi
ns
i
Lampung.Hal
123.
Kar
t
ono,
G danS.
H.
I
sdi
j
oso.1977.Pani
l
i(
Vani
l
l
apl
ani
f
ol
i
aAndr
ews)
.Pember
i
t
aan
LPTI(
27)
:6585.
Kas
r
y
no,F,P.Si
mat
upang,danV.
T.Manur
ung.1993.Penel
i
t
i
anper
t
ani
andengan
pendek
at
an agr
i
bi
s
ni
s
. Jur
nal Penel
i
t
i
an dan Pengembangan
Per
t
ani
an,Bogor
.
XI
I(
4)
:6773.

1010

Maul
udi
,L.1993.Anal
i
s
a ef
i
s
i
ens
ipemas
ar
an pani
l
ididaer
ah s
ent
r
a pr
oduk
s
i
pr
opi
ns
i
Bal
i
.Pember
i
t
aanPenel
i
t
i
anTanamanI
ndus
t
r
i(
XI
X)34:4958.
Maul
udi
,LdanC.I
ndr
awant
o.1997.Anal
i
s
as
i
s
t
em us
ahat
anidanpemas
ar
anpani
l
i
di
Sul
awes
i
Ut
ar
a.J
ur
nal
Penel
i
t
i
anTanamanI
ndus
t
r
i
(
I
I
)6:255260.
Soenar
didanS.Rakhmadi
ono.1995.Pemupukanpani
l
idenganpupukkandang
dan pupukbuat
an.Pember
i
t
aan Penel
i
t
i
an Tanaman I
ndust
r
i(
X)34:
6971.

1011

ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR KEUNTUNGAN USAHATANI


PADI SAWAH IRIGASI DI SUMATERA SELATAN
Sidiq Hanapi, Yanter Hutape dan Waluyo
Bal
aiPengkaj
i
anTek
nol
ogiPer
t
ani
anSumat
er
aSel
at
an
Jl
.Kol
.H.Bar
l
i
an,Km 6Kot
akPos1265,Pal
embang30153
ABSTRAK

Penel
i
t
i
ani
nidi
l
akukanpadabul
anokt
ober2010disal
ahsat
usent
r
apr
oduks
i
padidiKecamat
an Bel
i
t
ang I
I
I
,Kabupat
enOgan Komer
i
ng Ul
u Ti
mur
.Met
ode
penel
i
t
i
anyangdi
gunak
anadal
ahdesk
r
i
pt
i
fanal
i
t
i
sdanmet
oder
egr
es
iber
ganda
unt
ukmel
i
hatpengar
uh var
i
abelbebast
er
hadap var
i
abelt
akbebas
.Var
i
abel
var
i
abell
uast
anam,har
gaGKP, har
gabeni
h,har
gapupukNPK,har
gapupuk
Ur
ea,har
gapupukor
gani
k,har
gapest
i
s
i
dadanj
uml
ahpr
oduks
ipadi,menj
adi
var
i
abelbebas,sedangkan yang menj
adivar
i
abelt
ak bebas adal
ah t
i
ngkat
keunt
ungan usahat
anipadii
r
i
gas
i
.Penel
i
t
i
an i
niber
t
uj
uan unt
uk menganal
i
s
i
s
seber
apabes
arpendapat
anr
umaht
angapet
anipadisawahi
r
i
gas
idanmel
i
hat
f
akt
or
f
akt
oryangmempengar
uhit
i
ngk
atkeunt
unganusahat
anipadis
awahi
r
i
gas
i
.
Hasi
lpenel
i
t
i
anmenunj
ukkanbahwapendapat
anr
at
ar
at
ausahat
anipadisawah
i
r
i
gasi per hekt
ar sebesar Rp.
8.
911.
338,
24. Sedangk
an f
akt
or
f
akt
or yang
mempengar
uhit
i
ngk
atkeunt
ungan usahat
anipadisawah i
r
i
gas
iadal
ah l
uas
t
anam,har
gaGKP,har
gapupukUr
ea,har
gapest
i
s
i
dadanj
uml
ahpr
oduks
ipadi
.
Kata Kunci :Usahat
anipadi
,pendapat
an,dankeunt
ungan.

PENDAHULUAN
Sasar
anpembangunannas
i
onalI
ndones
i
ay
angt
el
ahdi
t
et
apkansebagai
komi
t
men nasi
onaladal
ah menur
unkan j
uml
ah penduduk mi
sk
i
n menj
adi8,
2
per
sen pada t
ahun 2009,j
uml
ah penganggur
an j
uga akan di
upay
akan unt
uk
di
t
ur
unkanmenj
adi5,
2per
sendit
ahun2009.Unt
ukmencapaisasar
ansasar
an
t
er
sebut di
per
l
ukan adanya per
t
umbuhan per
ekonomi
an nas
i
onal bai
k di
per
kot
aan maupun di
per
desaan.Sekt
orper
t
ani
an memegang per
anan sangat
pent
i
ngdal
am upayapengur
angankemi
ski
nandanpengangguar
andiI
ndones
i
a,
kar
ena di
sanal
ah sal
ah sat
ut
umpuan pengent
asan kemi
si
k
i
nan,per
c
epat
an
kesempat
anker
j
adanpendapat
anmasyar
ak
at
.(
Lokol
l
odanFr
i
yant
o,2007)
Sej
al
an dengan hal i
t
u, dal
am upaya penanggul
angan kemi
ski
nan,
kapasi
t
asDepar
t
emen Per
t
ani
an yang sekar
ang menj
adiKement
r
i
an Per
t
ani
an
sesuai mandat ut
amanya yai
t
u menangani st
abi
l
i
t
as peni
ngk
at
an pr
oduks
i
1012

per
t
ani
an,t
er
ut
amamenf
asi
l
i
t
as
iunt
ukpengembangankemampuanmasyar
akat
pet
ani(
Har
ni
at
i
,2008)
.Wuj
udkomi
t
menyangt
i
nggii
t
udal
am bent
ukk
ebi
j
akankebi
j
akandanpr
ogr
ampr
ogr
am peni
ngkat
anpr
oduks
ipangan,khus
usnyaber
as.
Besar
nya per
hat
i
an pemer
i
nt
ah t
er
hadap ek
onomiper
ber
asan i
nidi
dasar
iol
eh
per
t
i
mbangan bahwa ber
as mer
upakan bahan pokok bagisebagi
an besar
pendudukI
ndones
i
a,s
er
t
abahwausahat
anipadimer
upakansumberpendapat
an
dan sumberl
apangan pek
er
j
aan bagis
ebagi
an bes
armasyar
akatper
desaan
(
Her
mant
o,2001)
.
Pr
oduksipadidiPr
ov
i
ns
iSumat
er
a Sel
at
an(
Sumsel
)ber
as
aldar
il
ahan
sawahmencapai2.
891.
263t
on(
BPS Sumsel
,2009)
.Unt
ukl
ahans
awahi
r
i
gas
i
sel
uas90,
8r
i
buhayangt
er
sebardi7kabupat
endansek
i
t
ar33r
i
buhaber
upa
sawahi
r
i
gasit
ek
ni
s
.Agr
oekos
i
st
em sawahi
r
i
gas
it
ekni
ssangatpot
ens
i
alunt
uk
peni
ngkat
anpr
oduk
t
i
v
i
t
asper
t
ani
andanpeni
ngkat
anpendapat
anpet
ani
.upaya
per
bai
kanagr
i
bi
sni
sunt
ukmeni
ngkat
kanpr
oduksidanpr
odukt
i
v
i
t
aspadiadal
ah
mel
al
uipendekat
an pengel
ol
aan t
anaman t
er
padu (
PTT)
,suat
u pendekat
an
pot
ens
isecar
at
er
padu,s
i
ner
gidan par
t
i
si
pat
i
fdal
am upaya meni
ngkat
kan
pr
oduks
ipadisehi
nggapendapat
anpet
animeni
ngkat(
Thamr
i
nT.
dkk,2009)
.
Penel
i
t
i
an i
niber
t
uj
uan:(
1) menganal
i
s
i
s seber
apa besarpendapat
an
r
umaht
angapet
anipadipadal
ahans
awahi
r
i
gas
i(
2)mel
i
hatf
akt
or
f
akt
oryang
mempengar
uhit
i
ngkatk
eunt
unganus
ahat
ani
padisawahi
r
i
gas
i
.
METODOLOGI PENELITIAN

Met
ode yang di
gunak
an dal
am penel
i
t
i
an i
niadal
ah met
ode deskr
i
pt
i
f
anal
i
t
i
s, yai
t
u

member
i
kan

gambar
an

t
er
hadap

f
enomenaf
enomena,

mener
angkan hubungan ant
arvar
i
abel
,ant
arkat
egor
idal
am suat
u var
i
abel
dengankat
egor
iat
auvar
i
abell
ai
n,membuatpr
edi
ks
i
,ser
t
amendapat
kanmakna
dan i
mpl
i
k
as
idar
isuat
u masal
ah yang di
pecahkan (
Naz
i
r
,1988)
.Sel
anj
ut
nya
dapatmember
i
kan gambar
an pendapat
an pet
anipadidan f
akt
or
f
akt
oryang
mempengar
uhikeunt
unganus
ahat
anipadisawahi
r
i
gas
isehi
nggadapatdi
j
adi
kan
per
t
i
mbangandal
am pengembanganusahat
anipadisaati
ni
.
Penel
i
t
i
an i
nidi
l
aksanakan diDesa Ri
ngi
nsar
i
,Kecamat
an Bel
i
t
ang I
I
I
,
Kabupat
en Ogan Komer
i
ng Ul
u Ti
mur
.Penent
uan l
okas
ii
nipengk
aj
i
an i
ni

1013

di
l
akuk
an secar
a sengaj
a(
purposive)dengan per
t
i
mbangan bahwa kabupat
en
OganKomer
i
ngUl
uTi
murmer
upakansal
ahsat
usent
r
apr
oduks
ipadi
/
l
umbung
ber
asSumat
er
aSel
at
an(
BadanPuas
atSt
at
i
st
i
kSumsel
,2009)denganj
uml
ah
sampelsebanyak35pet
anipadi
.

Teknik Analisis
1. Analisis Keuntungan Usahatani Padi Sawah Irigasi
Aanal
i
s
i
skuant
i
t
at
i
fdi
gunakanunt
ukmenget
ahuit
i
ngkatpendapat
anpet
ani
padi
.Pendapat
andi
per
ol
ehdenganmenghi
t
ungsel
i
s
i
hant
ar
apener
i
maaanyang
di
t
er
i
madar
ihas
i
lusahadenganbi
ayapr
oduk
siyangdi
kel
uar
kan,di
r
umuskan:
=Y.
Py-Xi
.
Px
BTT
iKet
er
angan:

=Pendapat
an(
Rp)

=Pr
oduksi(
Kg)

Py

= Har
gaGKP(
Rp)

Xi =Juml
ahf
akt
orpr
oduks
ikei(
i
=1,
2,
3.
.
.
n)
Px

=Har
gapr
oduks
ikei(
Rp)

BTT =Bi
ayaTet
apTot
al(
Rp)

Unt
ukmenget
ahuikeunt
unganusahat
anipadidi
gunakananal
i
s
i
si
mbangan
pener
i
maandanbi
ayay
angdi
r
umuskansebagaiber
i
kut
:
R /C =

PT
BT

Ket
er
angan:R/
C=Ni
s
bahant
arpener
i
maandenganbi
aya
PT=Pener
i
maanTot
al
BT=Bi
ayat
ot
alyangdi
kel
uar
k
anpet
ani
Ji
kaR/
C>1,makausahat
anipadiyangdi
usahakanmengunt
ungkan.J
i
kaR/
C<1
makasuahat
anipadiyangdi
usahak
anmengal
amiker
ugi
an.
2. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Keuntungan
Usahatani Padi Sawah Irigasi
Dal
am anal
i
s
i
spengkaj
i
ani
nidi
gunakanmet
oder
egr
es
iber
gandaunt
ukmel
i
hat
pengar
uhbeber
apav
ar
i
abelbebas(
independent)yangmel
i
put
il
uast
anam,har
ga
GKP, har
gabeni
h,har
gapupukNPK,har
gapupukUr
ea,har
gapupukor
gani
k,

1014

har
gapest
i
s
i
dadanj
uml
ahpr
oduks
ipadit
er
hadapvar
i
abelt
akbebas(
dependent)
yai
t
ut
i
ngkatkeunt
ungan usaht
anipadi
.Per
samaan r
egr
es
iber
ganda adal
ah
(
Lai
ns,
2006)
:
Y=0+1X1+2X2+3X3+4X4+5X5+6X67X7+8X8+u
Ket
er
angan:
Y

=Ti
ngkatkeunt
unganusahat
anipadi

=i
nt
er
sep

=Koef
i
s
i
enr
egr
es
i

X1

=Luast
anam

X2

= Har
gaGKP

X3

= Har
gaBeni
h

X4

= Har
gaPupukNPK

X5

= Har
gaPupukUr
ea

X6

=Har
gaPest
i
s
i
da

X7

=Har
gaPupukOr
gani
k

X8

=pr
oduks
ipadi

=Gal
atbaku

Unt
ukmenget
ahuis
eber
apa bes
arpr
opor
s
iat
au per
sent
as
et
ot
aldal
am
var
i
abelt
ak bebas (
dependent variable)yang di
j
el
askan ol
eh var
i
abelbebas
(
independent variable) di
gunakan koef
i
s
i
en det
er
mi
nas
i(
R2)(
Guj
ar
at
i
,2000)
.
Sel
anj
ut
nya di
gunakan uj
i
F unt
uk mel
i
hat var
i
abelbebas s
ecar
a si
mul
t
an
t
er
hadap t
i
ngk
atkeunt
ungan us
ahat
anipadi
.Guna menguj
isecar
a par
s
i
aldar
i
masi
ngmasi
ng var
i
abelbebas t
er
hadap t
i
ngkat keunt
ungan us
ahat
anipadi
di
gunakanuj
i
t
.
HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Analisis Keuntungan Usahatani Padi Sawah Irigasi


Pener
i
maanusaht
anipadidi
per
ol
ehdar
ihasi
lpr
oduks
ipadi(
GKP)di
k
al
i
k
an
har
gapr
oduks
iyai
t
uhar
gaGKP padaper
i
odet
er
sebutyangdi
nyat
akandal
am
r
upi
ah.Pengel
uar
anusahat
anipadimer
upakanpenj
uml
ahandar
ibi
ayavar
i
abel
danbi
ayat
et
ap.Bi
ayavar
i
abelmel
i
put
ipengunaanbi
bi
t
,pupuk,pest
i
s
i
da,t
enaga
ker
j
a pengol
ahan l
ahan,semai
,pemel
i
har
aan t
anaman sampaipanen,bi
aya

1015

angkutdanl
ai
nl
ai
n,sedangkanbi
ay
at
et
apmel
i
put
ibi
ayapeny
usut
anal
atdan
paj
ak.Keunt
unganyangdi
dapatpet
aniadal
ahpener
i
maandi
kur
angidengant
ot
al
pengel
uar
anpet
aniunt
ukpr
osesspr
oduks
i
.

Tabel1.Rat
ar
at
a Pener
i
maan,bi
aya dan keunt
ungan usahat
anipadis
awah
i
r
i
gasi
dikec
amat
anBel
i
t
angI
I
I
,Kabupat
enOKUTi
mur
.
Uraian

Pr
oduksi(
Kg/
ha)
Bi
ayaVar
i
abel(
RP)
:
a.Beni
h
b.Pupuk
1.NPK
2.Ur
ea
3.Or
gani
k
c.Pest
i
s
i
da(
l
t
r
)
d.TenagaKer
j
a
(
HOK)
1.BabatRumput
2.Semai
3.peny
i
apanl
ahan
4.Penamanam
5.Peny
i
angan
6.Sempr
otG/
H/
P
7.Pemupukan
8.Angkut
9.Panen
e.Lai
nl
ai
n
Juml
ah
Bi
ayaTet
ap
a.Penyusut
anAl
at
Juml
ah
Tot
alBi
aya
Keunt
ungan
R/
C

Volume
Harga
(Kg)
(Rp)
3.
545,
6
3 2.
513,
33

Nilai (Rp)
(Usahtani/0,67
ha)
8.911.338,24

Niali (Rp)
Per hektar
14.852.230,41

17,
80 6.
713,
33

119.
497,
27

199.
162,
12

138,
63 2.
383,
33
93,
50 1.
556,
66
76,
95 7.
033,
33
27.
200,
0
0
1,
01

330.
401,
03
145.
547,
71
541.
214,
74

550.
668,
39
242.
579,
51
902.
024,
57

27.
472,
00

45.
786,
66

59.
766,
66
99.
500,
00
319.
166,
67
448.
700,
00
77.
000,
00
44.
833,
33
52.
333,
33
91.
000,
00
1.
212.
930,
33
371.
500,
00
3.940.863,08

99.
611,
10
165.
833,
33
531.
944,
45
747.
833,
33
128.
333,
33
74.
722,
21
87.
222,
21
151.
666,
66
2.
021.
550,
55
619.
166,
66
6.568.105,14

76.
850,
45
76.850,45
4.017.713,53
4.893.624,71
2,
21

128.
084,
08
128.084,08
6.696.189,22
8.156.041,18
2,
21

60,
70

1016

Ber
dasar has
i
lanal
i
s
i
s yang di
saj
i
kan pada t
abel1 t
er
sebutbahwa
pener
i
maaandant
ot
albi
ayaus
ahat
anipadi
,makadi
per
ol
ehni
sbahpener
i
maan
dengan bi
aya y
ang di
s
ebutRevenue cost ratio (
R/
C r
asi
o)
.Bes
ar
nya R/
C
usahat
anipadiadal
ah 2,
21 ar
t
i
ny
a set
i
ap Rp.1.
000,
-bi
aya yang di
kel
uar
kan
dal
am usahat
anipadiakan memper
ol
eh pener
i
maan sebesar Rp. 2.
210,
.
Sehi
nggadi
l
i
hatbes
ar
nyaR/
Ct
er
sebutmenunj
ukkanbahwausahat
anipadit
et
ap
member
i
kankeunt
unganpet
ani
.Keunt
unganr
at
ar
at
apadal
ahangar
apanpadi
sel
uas0,
67hekt
aryangdi
t
er
i
maol
ehpet
anidikecamat
anBel
i
t
angI
I
I
,Kabupt
en
OKU Ti
mursebes
arRp.4.
893.
624,
71 dan keunt
ungan r
at
ar
at
a perhekt
ar
sebesarRp.8.
156.
041,
18.Lebi
ht
i
nggidi
bandi
ng t
i
ngkatk
eunt
ungan r
at
ar
at
a
pet
anidiKecamat
anPur
wodadi
,Kabupat
enMusiRawasyangperhekt
arsebesar
Rp.7.
734.
000,
00 dal
am hasi
lpenel
i
t
i
an Thamr
i
n T dkkmengenaipr
odukt
i
f
i
t
as
padisawahi
r
i
gas
idiKabupat
enMus
iRawas,Sumat
er
aSel
at
an.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan usahatani padi


Fakt
oryangmempengar
uhikeunt
unganus
ahat
anipadiadal
ah l
uast
anam,
har
gaGKP,har
gabeni
h,har
gapupukNPK,har
gapupukUr
ea,har
gapes
t
i
s
i
da,
har
gapupukor
gani
k,danpr
oduks
ipadi
.Var
i
abel
var
i
abeli
nidi
anal
i
s
i
sdengan
menggunakanmodelr
egr
es
i
.Has
i
lanal
i
s
i
smodelr
egr
es
isebagaiber
i
kut
.
Tabel2.Hasi
lanal
i
s
i
sr
egr
es
it
i
ngkatkeunt
unganusahat
anipadi(
t
ahapper
t
ama)
Var
i
abel
Konst
ant
a
LuasTanam(
X1)
Har
gaGKP(
X2)
Har
gaBeni
h(
X3)
Har
gaNPK(
X4)
Har
gaUr
ea(
X5)
Har
gaPest
i
s
i
da(
X6)
Har
gaPupukor
gani
k
(
X7)
Pr
oduksiPadi
(
X8)
Fhi
t
ung
R2adj
ust
ed
R2

Koef
.Regr
es
it
hi
t
ung
5787313
3,
977
2736391
3,
747
2436,
582
4,
834
20,
378
0,
359
48,
983
0,
155
386,
3390
0,
755
10,
196
1,
970
701,
374
1,
237
2226,
522
17,
204
205,
948
0,
983
0,
987

Si
g
0,
001
0,
001
0,
000
0,
723
0,
878
0,
459
0,
062
0,
230
0,
000

Ber
dasar
kanuj
it
,di
ket
ahuiada var
i
abel4var
i
abely
angmempengar
uhi
t
i
ngk
atkeunt
unganus
aht
anipadii
r
i
gas
i
,s
edangkans
i
sa4var
i
abell
ai
nnyat
i
dak
ber
pengar
uhnyat
a.Kemudi
andat
adi
ol
ahkembal
idenganmenggunakanmet
ode
1017

backward unt
uk mendapat
kan has
i
lt
er
bai
k dengan menghi
l
angkan var
i
abel
var
i
abeli
ndependentyangmemi
l
i
kik
or
el
as
it
i
nggit
er
hadapvar
i
abeldependent
.
Hasi
l
nyadi
s
aj
i
kanpadat
abel3sebagaiber
i
k
ut
:

Tabel3.Hasi
lanal
i
s
i
sr
egr
es
it
i
ngkatkeunt
unganusahat
anipadi(
t
ahapkedua)
Var
eabel
Konst
ant
a
LuasTanam(
X1)
Har
gaGKP(
X2)
Har
gaUr
ea(
X5)
Har
gaPest
i
s
i
da(
X6)
Pr
oduksiPadi
(
X8)
Fhi
t
ung
R2adj
ust
ed
R2
Ket
er
angan:

Koef
.
Regr
es
i
6041395
2710294
2485,
683
463,
189
8,
709
2218,
268
298,
832
0,
984
0,
987

t
hi
t
ung

Si
g

4,
943a
3,
915a
5,
340a
2,
153c
3,
262b
18,
175a

0,
000
0,
001
0,
000
0,
042
0,
003
0,
000

a.Nyat
apadat
ar
afk
eper
c
ayaan99,
99per
sen
b.Nyat
apada t
ar
afkeper
cayaan99,
97per
s
en
c.Nyat
apada t
ar
afkeper
cayaan95,
80 per
s
en
Modelf
akt
or
f
akt
ory
angmempengar
uhit
i
ngk
atkeunt
unganus
ahat
anipadi
diKecamat
anBel
i
t
angI
I
I
,Kabupat
enOKUTi
mur:
683X2-463,
189X5-8,
709X6+2218,
268X8
Y=-6041395+2710294X1+2485,
Ni
l
aikoef
i
s
i
en det
er
mi
nas
i(R 2 )member
i
kan i
nf
or
masipr
opor
siv
ar
i
as
i
dal
am f
akt
or yang di
j
el
askan ol
eh var
i
abel bebas sec
ar
a ber
samasama.
Kecocokan modeldi
k
at
akan l
ebi
h bai
k kal
au R 2 semaki
n mendekat
ini
l
ai1
(
Guj
ar
at
i
,2000)
.Padat
abelt
er
l
i
hatni
l
aikoef
i
si
endet
er
mi
nas
i(
R2)yangdi
per
ol
eh
sebesar 0,
987 yang ber
ar
t
is
ek
i
t
ar 98,
7 per
sen dar
ivar
i
as
ipr
oduks
ipadi
di
j
el
askanol
ehvar
i
abelI
ndependennya/
bebasnyayai
t
ul
uast
anam,har
gaGKP,
har
ga pupukUr
ea,har
ga pest
i
si
da,dan pr
oduksipadi
.Sedangkan 1,
3 per
sen
si
sanyadi
j
el
askanol
ehvar
i
abell
ai
ny
angt
i
dakdi
masukkandal
am modelr
egr
es
i
.
Ni
l
aiFhi
t
ungsebesar298,
832yangber
ar
t
il
ebi
hbes
ardar
if
t
abelpada
t
i
ngk
atkeper
cayaan 99,
99 per
sen yai
t
u f0,
01 (
6;
41)
= 3,
67.Dengan demi
k
i
an
secar
a kesel
ur
uhan semua var
i
abeli
ndependen/
bebas secar
a ber
samasama

1018

ber
pengar
uh nyat
a t
er
hadap keunt
ungan usahat
ani padi
s
awah i
r
i
gas
i di
Kabupat
enOKUTi
mur
.
Unt
ukmenget
ahuipengar
uh ant
ar
a var
i
abelI
ndependen/
bebast
er
hadap
dependenvar
i
abel
(
keunt
unganusahat
anipadi
)dapatdi
j
el
askansebagaiber
i
kut
:
Fakt
or l
uas t
anam padi (
X1) ber
pengar
uh nyat
a t
er
hadap t
i
ngk
at
keunt
unganusahat
anipadisawahi
r
i
gas
ipadat
ar
afkeper
c
ayaan99,
99per
sen.
Ni
l
aikoef
i
s
i
enr
egr
esiyangpos
i
t
i
fber
ar
t
isemaki
nbesarl
uast
anam yangdi
mi
l
i
k
i
,
makaakansemaki
nbesarpr
oduks
ipadiyangdi
has
i
l
kandankeunt
unganyang
di
per
ol
ehpet
anij
ugasemaki
nbes
ar
.Ber
ar
t
ikenai
k
andanpenur
unanl
uast
anam
padiber
pengar
uht
er
hadapt
i
ngk
atkeunt
unganusaht
anipadisawahi
r
i
gas
i
.
Fakt
orhar
ga GKP (
X2)ber
pengar
uh nyat
at
er
hadap t
i
ngkatkeunt
ungan
usaht
anipadisawahi
r
i
gas
ipadat
ar
afk
eper
cayaan99,
99per
sen.Ni
l
aikoef
i
s
i
en
r
egr
es
iy
angpos
i
t
i
fber
ar
t
isemaki
nt
i
nggihar
gaGKPsebagaihar
gaj
ualpr
oduks
i
,
makaakansemaki
nt
i
nggikeunt
unganyangdi
per
ol
ehpet
anij
ugasemaki
nt
i
nggi
.
Hali
niber
ar
t
ikenai
kandanpenur
unanhar
gaGKP padiber
pengar
uht
er
hadap
t
i
ngk
atkeunt
unganus
aht
anipadisawahi
r
i
gasi
.Dar
ihasi
lanal
i
s
i
sdi
ket
ahuibahwa
r
at
ar
at
ahar
gaGKPyangdi
t
er
i
maol
ehpet
anidikecamat
anBel
i
t
angI
I
I
,Kabupt
en
OKUTi
mursebesarRp.2.
513,
33/
kg.
Fakt
or har
ga pupuk Ur
ea (
X5) ber
pengar
uh nyat
at
er
hadap t
i
ngk
at
keunt
ungan usaht
anipadii
r
i
gas
ipada t
ar
afkeper
cay
aan 95,
80 per
sen.Ni
l
ai
koef
i
s
i
en r
egr
es
iyang negat
i
fber
ar
t
isemaki
nt
i
nggihar
ga pupuk Ur
ea,maka
keunt
ungan yang di
per
ol
eh pet
aniakan menur
un.Hali
niber
ar
t
ikenai
k
an dan
penur
unanhar
gapupukUr
eaber
pengar
uht
er
hadapt
i
ngk
atkeunt
unganus
aht
ani
padis
awahi
r
i
gas
i
.Dar
ihas
i
lanal
i
s
i
sdi
ket
ahuibahwar
at
ar
at
ahar
gapupukUr
ea
yangdi
t
er
i
maol
ehpet
anidikecamat
anBel
i
t
angI
I
I
,Kabupt
enOKUTi
mursebesar
Rp.1.
556,
66/
kg.
Fakt
orhar
gapest
i
s
i
da(
X6)ber
pengar
uhnyat
at
er
hadapt
i
ngkatkeunt
ungan
usaht
anipadipadat
ar
afkeper
c
ayaan99,
70per
sen.Ni
l
aikoef
i
s
i
enr
egr
es
iyang
negat
i
fber
ar
t
isemaki
nt
i
nggihar
gapest
i
s
i
da,makakeunt
unganyangdi
per
ol
eh
pet
aniakan menur
un.Hali
niber
ar
t
ik
enai
k
an dan penur
unan har
ga pest
i
s
i
da
ber
pengar
uht
er
hadapt
i
ngkatkeunt
unganus
aht
anipadii
r
i
gas
i
.Dar
ihas
i
lanal
i
s
i
s
di
ket
ahuibahwar
at
ar
at
ahar
gapest
i
s
i
dayangdi
t
er
i
maol
ehpet
anidikecamat
an
Bel
i
t
angI
I
I
,Kabupt
enOKUTi
mursebesarRp.
27.
200/
l
i
t
er
.

1019

Fakt
orpr
oduks
ipadi(
X8)ber
pengar
uhny
at
at
er
hadapt
i
ngk
atkeunt
ungan
usaht
anipadii
r
i
gas
ipadat
ar
afkeper
cayaan99,
99per
sen.Ni
l
aikoef
i
s
i
enr
egr
es
i
yangpos
i
t
i
fber
ar
t
isemaki
nt
i
nggij
uml
ahpr
oduksipadi
,makaakansemaki
nt
i
nggi
keunt
unganyangdi
per
ol
ehpet
anij
ugasemaki
nt
i
nggi
.Hali
niber
ar
t
ikenai
kandan
penur
unan j
uml
ah pr
oduks
ipadiber
pengar
uh t
er
hadap t
i
ngk
at keunt
ungan
usaht
anipadisawahi
r
i
gas
i
.Dar
ihas
i
lanal
i
s
i
sdi
ket
ahuibahwar
at
ar
at
apr
oduks
i
padidengan l
uast
anam 0,
67 hekt
ar
,yang di
t
er
i
ma ol
eh pet
anidikecamat
an
Bel
i
t
ang I
I
I
,Kabupt
en OKU Ti
mursebesar3.
545,
63 k
g dengan ni
l
aisebesar
Rp.
8.
911.
338,
24.
KESIMPULAN
Dar
ihas
i
lpembahasandapatdi
s
i
mpul
kansebagaiber
i
kut
:
1.Pendapat
anr
at
ar
at
ar
umaht
anggapet
anipadisawahi
r
i
gas
idiKecamat
an
Bel
i
t
angI
I
I
,Kabupat
enOganKomer
i
ngUl
uTi
mursebesarRp.
4.
893.
624,
71
perl
uast
anam 0,
67hekt
arat
ausebesarRp.8.
156.
041,
18perhek
t
ar
.
2.Fakt
or
f
akt
oryang ber
pengar
uh t
er
hadap t
i
ngkatkeunt
ungan ui
s
ahat
ani
padis
awahi
r
i
gas
iadal
ahl
uast
anam,har
gaGKP,har
gapupukUr
ea,har
ga
pest
i
s
i
dadanj
uml
ahpr
oduks
ipadi
.

DAFTAR PUSTAKA
BPSPr
ovi
nsiSumat
er
aSel
at
an.2009.Sumatera Selatan dalam Angka tahun
2009.
BadanPus
atSt
at
i
st
i
kSumsel
.Pal
embang.
Guj
ar
at
i
,D.danZai
n,S,2000.Ekonometrika Dasar.Er
l
angga.Jakar
t
a.
Har
i
at
i
,2008,Program-program Sektor Pertanian yang Berorientasi
Penganggulangan Kemiskinan, Dal
am Pr
osi
di
ng Semi
nar Nas
i
onal
Meni
ngkat
k
anPer
anSekt
orPer
t
ani
andal
am Penanggul
anganKemi
ski
nan.
PusatAnal
i
s
i
sSos
i
alEkonomidanKebi
j
akanPer
t
ani
an,DEPTAN,Bogor
Lai
ns
,Al
f
i
an.2006. Ekonometrika Teori dan Aplikasi. Ji
l
i
dI
I
.Pust
akaLP3ES
I
ndones
i
a.Jakar
t
a.
Lokol
l
o,EM danFr
i
y
ant
o,
S,2007,Peran Sektor Pertanian Dalam Pendapatan
Rumah Tangga, Dal
am Pr
osi
di
ng Semi
nar Nasi
onal Di
nami
ka
Pembangunan Per
t
ani
an dan Per
desaan: mencar
i al
t
er
nat
i
f ar
ah

1020

pengembangan ekonomi r
akyat
, Pusat Anal
i
s
i
s Sos
i
al Ekonomi dan
Kebi
j
akanPer
t
ani
an,DEPTAN,Bogor
Nazi
r
,M.1988.Metode Penelitian.Cet
akanKet
i
ga.Ghal
i
aI
ndonesi
a.Jakar
t
a.
Sur
yana,A.Dan Mar
di
ant
o,S.2001,Bunga Rampai Ekonomi Beras,
LPEMFEUI
,Jakar
t
a
Thamr
i
n,
T.
,Hut
ape,Y.
,danSoehendi
,R.2009,Produkrifitas Padi Sawah Irigasi
Intensif Melalui Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) di Kabupaten Musi
Rawas Sumatera Selatan,dal
am Pr
osi
di
ng Semi
narI
novas
iTeknol
ogi
Peni
ngk
at
an Pr
oduks
i Per
t
ani
an Spes
i
f
i
kasi Lok
asi
. BPTP Lampung
ker
j
asamadenganBBP2TP,
Faper
t
aUNI
LA.Lampung.

1021

DAMPAK PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA


AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI
PENERIMA BLM PUAP DI LAMPUNG
Zahara, Jamhari Hadipurwanta
Bal
aiPengkaj
i
anTek
nol
ogiPer
t
ani
anLampung

ABSTRACT
Pover
t
yr
equi
r
es t
he handl
i
ng ofser
i
ous and i
nvol
v
e many par
t
i
es,notonl
y
gover
nment
s butal
so bus
i
ness
,soc
i
al
,and communi
t
y vol
unt
eer
si
n gener
al
.
Basedonsur
veyr
esul
t
soft
heCent
r
alBur
eauofSt
at
i
s
t
i
cs(
CBS)I
nMar
ch2009
t
henumberofpoorpeopl
er
eached32.
53mi
l
l
i
onper
sonsor14.
15% oft
het
ot
al
popul
at
i
onofI
ndones
i
a.Compr
i
sedofmor
epoori
nr
ur
alar
easi
s20.
62mi
l
l
i
on
peopl
e or17.
35 per
centoft
he t
ot
alpopul
at
i
on i
nt
he v
i
l
l
age.Ther
ef
or
e,t
o
accel
er
at
et
hegr
owt
handdevel
opmentAgr
i
busi
nesswhi
l
er
educ
i
ngpover
t
yand
unempl
oymenti
nr
ur
alar
east
heMi
ni
st
r
yofAgr
i
cul
t
ur
el
aunc
hedt
heac
t
i
v
i
t
i
esof
Rur
alAgr
i
bus
i
nessDevel
opment(
PUAP)
.PUAP ai
mst
o cul
t
i
vat
e agr
i
bus
i
ness
act
i
v
i
t
i
esi
nr
ur
alar
easaccor
di
ngt
opot
ent
i
alt
ar
getar
eas,r
educ
i
ngpover
t
yand
unempl
oyment
,i
mpr
ovehousehol
dwel
f
ar
eofpoorf
ar
mer
s,f
ar
mer
s/f
ar
mer(
l
and
owner/cul
t
i
vat
or
)and smal
l
scal
ef
ar
mer
s,t
he devel
opmentofagr
i
bus
i
ness
ent
er
pr
i
s
es t
hathave a dai
l
y bus
i
ness,weekl
y or seasonal
,empower
ment
gapokt
an /pokt
an i
nt
he t
ar
getar
ea PUAP.Thi
sst
udyai
mst
o det
er
mi
ne t
he
i
mpacton f
ar
mer
s'i
nc
ome i
n par
t
i
cul
arPUAP r
i
ce f
ar
mer
sand det
er
mi
ne t
he
f
easi
bi
l
i
t
yoft
hebus
i
ness(
R /C)r
at
i
oofr
i
cef
ar
mi
ng,andi
st
her
eanydi
f
f
er
ence
ofr
i
cef
ar
mi
ngpendapat
aanbet
weenbef
or
eandaf
t
erPUAPBLM Pr
ogr
am.Thi
s
r
esear
ch wasconduct
ed att
he s
i
t
e oft
hr
ee l
ocat
i
onsi
n Lampung PUAP BLM
r
eci
pi
ent
sf
r
om Januar
yt
oDecember2009.Dat
acol
l
ect
i
onwasconduct
edonr
i
ce
f
ar
merwhor
ecei
vedt
heBLM PUAP.Sampl
i
ngwasdoneonpur
pos
e(
pur
pos
i
ve)
i
nt
hr
eedi
st
r
i
ct
snamel
yNor
t
hLampung,Sout
handEastLampung,wi
t
hat
ot
al
sampl
eof30peopl
e.Themet
hodusedi
st
hesur
veymet
hodanddat
acol
l
ec
t
edi
s
ofpr
i
mar
yand secondar
ydat
a.The anal
ys
i
sused i
nt
hi
sst
udyi
st
o anal
yz
e
r
evenueandst
at
i
s
t
i
c
alcal
cul
at
i
onus
i
ngpai
r
edsampl
ett
est
.Ther
esul
t
sshowed
t
hat
:(
1)Pr
ogr
am PUAPposi
t
i
vei
mpactonf
ar
mer
s'i
ncome.Bef
or
ePUAPf
ar
mer
i
ncome ofRp.6,
399,
047.
00 and af
t
erPUAP Rp.8,
435,
686.
00,t
her
ei
sa
di
f
f
er
enceofRp.2036639.
00;(
2)Bef
or
ePUAPval
ueofR/Cr
at
i
obasedoncash
cost
si
s3andR /C r
at
i
obasedont
ot
alcos
ti
s2.
43.Af
t
erPUAPval
ueofR /C
r
at
i
obasedoncas
hcost
si
s3andR/Cr
at
i
obasedont
ot
alcosti
s2.
83.Val
ueR/
Cr
at
i
oofmor
et
hanonemeani
ngr
i
cef
ar
m wor
t
hconduct
i
ng,(
3)Thet
estr
esul
t
s
st
at
i
st
i
cobt
ai
nedbyval
uet
count=2.
618 andt
t
abl
e=1.
645i
ft
count>t
t
abl
et
henr
ej
ectH0.Thi
smeanst
hatt
her
ear
esi
gni
f
i
cantdi
f
f
er
enc
esofr
i
cef
ar
m
r
evenuesbet
weenbef
or
eandaf
t
erPUAP.
Keyword :i
mpactPUAP,pover
t
y,i
ncome

1022

PENDAHULUAN
Per
masal
ahan kemi
ski
nan cuk
up kompl
eks khususnya bagi negar
a
ber
kembangseper
t
iI
ndones
i
a.Kemi
ski
nanmemer
l
ukanpenangananyangcukup
ser
i
usdanmel
i
bat
kanber
bagaipi
hak,bukansaj
apemer
i
nt
ahnamunj
ugaduni
a
usaha,r
el
awansos
i
aldanmasyar
akatpadaumumnya.Ber
dasar
kanhas
i
lsur
vei
BadanPusatSt
at
i
st
i
k(
BPS)Bul
anMar
et2009j
uml
ahpendudukmi
ski
nmencapai
32,
53 j
ut
aj
i
wa at
au 14,
15 % dar
ij
uml
ah t
ot
alpenduduk I
ndonesi
a.Peduduk
mi
ski
nl
ebi
hbanyakber
adadipedesaanyai
t
u20,
62j
ut
aj
i
waat
au17,
35per
sen
dar
it
ot
alpenduduk diDesa.Sebagi
an besarpenduduk dipedesaan beker
j
a
sebagaipet
aniyangkehi
dupanny
adi
bawahgar
i
sk
emi
ski
nan.Di
per
k
i
r
akansek
i
t
ar
80% pendudukmi
ski
nyangt
i
nggaldidaer
ahpedesaanadal
ahpar
abur
uht
ani
danpet
aniyangmenguasail
ahangar
apankur
angdar
i0.
3hekt
ar
.
Sebagi
anbesarpendapat
anr
umaht
anggami
sk
i
ndipedesaanber
as
aldar
i
kegi
at
an per
t
ani
an at
au usaha agr
i
bi
sni
s
. Kegi
at
an per
t
ani
an at
au usaha
agr
i
bi
sni
s yang di
l
kauk
an ol
eh pet
ani masi
h bel
um mampu meni
ngkat
kan
pendapat
an mer
eka sehi
ngga kesej
aht
er
aan pet
animasi
hr
endah. Hali
ni
di
sebabkan kar
ena pet
anit
er
s
ebuthanya memi
l
kil
ahan yang sempi
t
,car
a
ber
cocokt
anam yangt
r
adi
s
i
onal
,s
ar
anadanpr
asar
anayangt
i
dakmendukung,
aksesyangr
endaht
er
hadappasardanket
er
bat
asanmodal
.Ol
ehkar
enai
t
uunt
uk
memper
cepat t
umbuh dan ber
kembangnya Usaha Agr
i
bi
sni
s sekal
i
gus
mengur
angi kemi
ski
nan dan penganggur
an di per
desaan, Pemer
i
nt
ah
mengel
uar
kanPr
ogr
am Nasi
onalPember
dayaanMasyar
akatMandi
r
i(
PNPMM)
.
Sehubungandenganhalt
er
sebutKement
er
i
anPer
t
ani
anmel
uncur
kankegi
at
an
PengembanganUsahaAgr
i
bi
sni
sPer
desaan(
PUAP)yangmendukungPNPMM
mel
al
uibant
uan modalusaha dal
am menumbuhkembangkan Usaha Agr
i
bi
s
ni
s
sesuaipot
ensidaer
ahsas
ar
an.Usahaagr
i
bi
sni
sdapatber
upakegi
at
anpr
odukt
i
f
budi
daya(
onf
ar
m)bai
kt
anamanpangan,hor
t
i
k
ul
t
ur
a,per
i
kanandanpet
er
nak
an
dankegi
at
annonbudi
daya(
outf
ar
m)yangt
er
kai
tdengankomodi
t
asper
t
ani
an
yai
t
ui
ndust
r
ir
umaht
anggaper
t
ani
an,pemasar
anhasi
lper
t
ani
andanusahal
ai
n
yangber
bas
i
sper
t
ani
an.
Pr
ogr
am Pengembangan Usaha Agr
i
bi
sni
sPer
desaan (
PUAP)ber
t
uj
uan
menumbuhkembangkankegi
at
anus
ahaagr
i
bi
sni
sdiper
desaansesuaipot
ens
i

1023

wi
l
ayah s
asar
an, mengur
angikemi
ski
nan dan penganggur
an, meni
ngkat
kan
kesej
aht
er
aan r
umah t
angga pet
ani mi
ski
n, pet
ani
/
pet
er
nak (
pemi
l
i
k
t
anah/
penggar
ap)sk
al
a kec
i
ldan bur
uh t
ani
,ber
kembangnya usaha pel
ak
u
agr
i
bi
sni
s y
ang mempunyai usaha har
i
an, mi
ngguan maupun musi
man,
pember
dayaan gapokt
an/
pokt
an yang ada didaer
ah sasar
an PUAP.Sasar
an
Pr
ogr
am Pengembangan Usaha Agr
i
bi
sni
sPer
desaan (
PUAP)hanya di
t
uj
ukan
kepadadesami
ski
n/
t
er
t
i
nggalyangdidal
amnyat
er
dapatgapokt
an/
pokt
anyang
akt
i
f
.
Per
si
apan pel
aksanaan Pr
ogr
am PUAP di
mul
aipada t
ahun 2007,t
et
api
bar
udi
r
eal
i
sas
i
kanpadat
ahun2008dengansasar
an33pr
opi
nsi
,379kabupat
en/
kot
a1.
834kecamat
an mi
ski
ndan10.
542desami
ski
n.Sasar
anPUAPpadaawal
pr
ogr
am adal
ah: (
1) ber
kembangnya usaha agr
i
bi
sni
s di 10.
000 des
a
mi
ski
n/
t
er
t
i
nggalsesuaidengan pot
ens
iper
t
ani
an desa;(
2) ber
kembangnya
10.
000gapokt
an/
pokt
any
angdi
mi
l
i
k
idandi
kel
ol
aol
ehpet
ani
;(
3)meni
ngkat
ny
a
kesej
aht
er
aanr
umaht
anggat
animi
ski
n,pet
ani
/
pet
er
nakskal
ak
eci
l
,bur
uht
ani
;
dan(
4)ber
kembangnyausahapel
akuagr
i
bi
sni
sy
angmempunyaiusahahar
i
an,
mi
ngguan,maupun musi
man.Tot
aldesa mi
ski
n/
gapokt
an yang di
r
encanakan
mener
i
ma dana BLMPUAP adal
ah11.
000desa mi
ski
n/
gapokt
an.Tahun 2008,
pr
ogr
am PUAP dapatdi
r
eal
i
s
as
i
kan pada 10.
542 gapokt
an di10.
542 des
a.
Pemer
i
nt
ah t
el
ah mengel
uar
kan dana sebesarRp.3.
505.
369.
742.
000,
00 pada
t
ahun 2008. Dar
i dana t
er
sebut
, al
okasi unt
uk

Lampung sebes
ar

Rp.
26.
511.
675.
000,
00 yang t
esebardi10 Kabupat
en dan 269 desa/
gapokt
an
pada t
ahun 2008.Pemanf
aat
an dana t
er
sebutdi
gunakan pet
aniunt
uk modal
ber
usahat
ani bai
kt
anaman pangan, hor
t
i
kul
t
ur
a, per
kebuanan, pet
er
nakan
maupunnonusahat
ani
.Penel
i
t
i
ani
niber
t
uj
uanunt
ukmenget
ahuidampakPUAP
t
er
hadap pendapat
an pet
anikhusus
nya pet
anipadidan menget
ahuikel
ayakan
usaha(
R/
C)r
as
i
ousahat
anipadi
,ser
t
aadak
ahper
bedaant
er
hadappendapat
aan
usahat
anipadianat
ar
as
ebel
um danset
el
ahPr
ogr
am BLM PUAP.
BAHAN DAN METODE
Penel
i
t
i
an di
l
akuk
an pada t
i
ga kabupat
en diPr
opi
ns
i Lampung yai
t
u
LampungSel
at
an,LampungUt
ar
a,LampungTi
mur
.Respondendi
ambi
ldar
i10

1024

gapokt
andar
it
i
gat
abupat
endandar
i10gapokt
andi
ambi
ls
ampelsebanyak30
or
angr
esponden.Penel
i
t
i
andi
l
akukanpadaBul
anDes
ember2009.Met
odeyang
di
gunakandal
am penel
i
t
i
ani
niadal
ahmet
odesur
vai
,dat
ayangdi
gunak
anadal
ah
dat
apr
i
merdansekunder
.
Dampak PUAP dapat di
l
i
hat dar
ipeni
ngkat
an pendapat
an pet
anisebel
um
mener
i
madanset
el
ahmener
i
madanaBLM PUAP.Pendapat
anber
s
i
husahat
ani
di
per
ol
ehdar
isel
i
s
i
hant
ar
apener
i
maankot
ordanpengel
uar
ankot
orusahat
ani
.
Pendapat
anusahat
anidapatdi
hi
t
ungmenggunakanr
umus:
P=TP(
Bt+Bt
t
)
Di
mana: P =Pendapat
anber
s
i
husahat
ani(
Rp)
TP =Tot
alpener
i
maanusahat
ani(
Rp)
Bt=Bi
ayat
unai(
Rp)
Bt
t=Bi
ayat
i
dakt
unai(
Rp)
Unt
ukmenget
ahuikel
ay
akandankeber
has
i
l
anusahat
anidi
gunakananal
i
si
sr
as
i
o
pendapat
an dan bi
aya (
R/C rasio)
. Anal
i
s
i
s kel
ayakan usahat
ani di
hi
t
ung
menggunakanr
umus:
R/C =

TP
BT

(
Rasi
oat
asbi
ayat
ot
al
)

R/C =

TP
Bt

(
Ras
i
oat
asbi
ayat
unai
)

Di
manaBT=Bt+Bt
t
Ket
er
angan:TP=Tot
alpener
i
maanusahat
ani(
Rp)
BT=Bi
ayat
ot
al(
Rp)
Bt= Bi
ayat
unai
Bt
t= Bi
ayat
i
dakt
unai
Ji
ka:
R/
C>1,makadi
kat
akanusahat
anil
ayak
R/
C<1,makadi
kat
akanusahat
anit
i
dakl
ayak
R/
C=1,makadi
kat
akanusahat
anii
mpas
Unt
uk menguj
iper
bedaan t
i
ngkatpendapat
an sebel
um dan sesudah adany
a
pr
ogr
am PUAP, di
hi
t
ung dengan menggunakan uj
i t unt
uk pengamat
an
ber
pasangan(
wal
pol
e,1995)denganr
umussebagaiber
i
kut:

1025

t hitung

d do
sd / n

;v = n 1

Ket
er
angan:d do = Rat
ar
at
at
i
ngkatpendapat
anset
el
ahadadanapi
nj
aman
sebel
um adadanapi
nj
aman.
Sd

=St
andardev
i
as
i

= Juml
ahobs
er
vas
i

= Der
aj
atBebas

Hi
pot
es
i
syangdi
aj
ukanyai
t
u:
1.Ti
dakadaper
bedaanyangnyat
at
er
hadappendapat
anusahat
anisebel
um dan
sesudahadanyapr
ogr
am PUAP.
2.Adanya per
bedaan yang nyat
at
er
hadap pendapat
an s
ebel
um dan sesudah
adanyaPr
ogr
am PUAP.Hi
pot
es
i
st
er
sebutdapatdi
nyat
ak
ansebagaiber
i
kut:
Kr
i
t
er
i
aUj
i:
Hodi
t
ol
akapabi
l
at
hi
t
ung>t
t
abel
,v=n1,=0.
05
Hodi
t
er
i
maapabi
l
at
hi
t
ung<t
t
abel
,v=n1,=0.
05
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Pendapatan petani sebelum dan setelah menerima BLM PUAP
Pendapat
andi
per
ol
ehdar
ipengur
anganpener
i
maanr
at
ar
at
adenganbi
ayar
at
ar
at
a yang di
kel
uar
kan.Pener
i
maan adal
ahni
l
aipr
oduks
iyang di
per
ol
eh dal
am
j
angkawakt
ut
er
t
ent
u.Dal
am penel
i
t
i
ani
nipener
i
maanusahat
anipadidi
per
ol
eh
dar
ij
uml
ahpr
oduksit
ot
alpadiyangdi
has
i
l
k
andi
kal
i
k
andenganhar
gaj
ualpadi
.
Bi
ayaus
ahat
anidi
hi
t
ungdar
ipenggunaanf
ak
t
or
f
akt
orpr
oduks
idal
am mel
akukan
pr
osesusahat
ani
.Bi
ayayangdi
k
el
uar
kant
er
di
r
idar
ibi
ayat
unaidanbi
ay
ayang
di
per
hi
t
ungkan.Bi
ayat
unaiadal
ahbi
ayayangdi
kel
uar
kanunt
ukmembel
ibar
ang
dan j
asa secar
at
unaiyang mel
i
put
i: beni
h, pupuk, pes
t
i
s
i
da, her
bi
s
i
da,
pengol
ahant
anah,t
enagaker
j
adar
it
anam sampaipanen.Sedangk
anBi
ayay
ang
di
per
hi
t
ungkanadal
ahbi
ayay
angdi
kel
uar
kanol
ehpet
aniunt
ukmembel
ibar
ang
danj
asasecar
at
i
dakt
unaiyangmel
i
put
i:t
enagaker
j
adal
am kel
uar
gadanbi
aya
l
ai
nny
a(
paj
ak,i
ur
andesa/
I
PAI
R)
.
Pendapat
an us
ahat
anir
at
ar
at
a di
hi
t
ung sebel
um pet
animener
i
ma BLM PUAP
pada musi
mt
anam keI
It
ahun 2008.Anal
i
s
i
s pendapat
an usahat
anipet
ani
1026

r
espondensebel
um danset
el
ahmener
i
madanaBLM PUAP dapatdi
l
i
hatpada
Tabel1.
Tabel1.Rat
ar
at
aPendapat
anUsahat
aniPadiSebel
um danSet
el
ahPUAP
Tahun2008diLampung
Uraian
Nilai rata-rata Nilai rata-rata
sebelum PUAP setelah PUAP
A.Pener
i
maan
1.Juml
ahPr
oduks
iBer
as(
kg)
5,
241
5,
465
2.Har
gaJ
ual(
Rp/
k
g)
2,
060
2,
361
3.Ni
l
aiPr
oduks
i
10,
876,
028
13,
051,
708
B.Bi
ayaUsahat
ani
1.Bi
ayaTunai
a.Beni
h
287,
811
338,
862
b.PupukKandang
71,
133
61,
258
c.Ur
ea
326,
641
244,
879
d.SP18
303,
053
225,
223
e.Phonska
356,
876
416,
814
f
.PupukAl
t
er
nat
i
f
71,
333
45,
000
g.Pest
i
s
i
da
105,
315
137,
010
h.Her
bi
s
i
da
72,
852
82,
149
i
.
TenagaKer
j
a(
TanamPanen)
1,
893,
087
2,
392,
763
Tot
alBi
ayaTunai
2.Bi
ayay
angdi
per
hi
t
ungkan
j
.TKDK
k.Bi
ayal
ai
nnya
Tot
alBi
ayayangdi
per
hi
t
ungk
an
C.Tot
alBi
ayaUsahat
ani
D.Pendapat
ant
ot
al
E.Pendapat
an at
asbi
ay
at
unai
F.Pendapat
an at
asbi
ayay
gdi
per
hi
t
ungk
an
G.R/
CRasi
oat
asbi
ayat
unai
H.R/
CRasi
oat
asbi
ay
aygdi
per
hi
t
ungkan
I
.R/
CRasi
oat
asbi
aya t
ot
al
Sumber:dat
apr
i
merdi
ol
ah(
di
hi
t
ungperhekt
ar
)

3,
636,
893

3,
943,
958

543,
033
297,
054
840,
088
4,
476,
981
6,
399,
047
7,
239,
134
10,
035,
940
3
12
2,
43

513,
138
158,
926
672,
064
4,
616,
022
8,
435,
686
9,
107,
750
12,
379,
644
3
19
2,
83

Ber
dasar
kanTabel1diat
asdapatt
er
l
i
hatpr
oduksir
at
ar
at
apadisebel
um
PUAPsebesar5.
241kgdanset
el
ahPUAPsebesar5.
465kgat
aumeni
ngk
at224
kg(
4,
27%)
.Har
gaj
ualr
at
ar
at
asebel
um PUAPRp.2.
060,
00/
kgGKG danset
el
ah
PUAP Rp.2.
361,
00/
kgGKG at
aumeni
ngkatRp.301/
kgGKG (
14,
61%)
.Juml
ah
pr
oduks
idi
kal
i
kan dengan har
ga j
ualdi
per
ol
eh pener
i
maan r
at
ar
at
a sebel
um
PUAP sebesarRp.10.
876.
028,
00danset
el
ahPUAP Rp.13.
051.
708,
00.Ter
j
adi
peni
ngkat
anr
at
ar
at
apener
i
maant
ot
alusahat
anipadisebel
um danset
el
ahPUAP

1027

sebesarRp.2.
175.
680,
00at
au20%.Pener
i
maanr
at
ar
at
ai
nimeni
ngkatk
ar
ena
j
uml
ah pr
oduks
ipadij
uga meni
ngkatsebes
ar224 kg (
4,
27%)set
el
ah adanya
PUAPdi
sebabkanpet
aniber
al
i
hmenggunakanbeni
hunggulber
l
abeldanadanya
peni
ngkat
anhar
gaj
ualRp.301/
kgGKG.Pet
animeggunakanbant
uanmodali
ni
unt
ukmembel
ibeni
hyangl
ebi
hungguldanber
kual
i
t
asdanpenangananpasca
panen.
Bi
aya yang di
kel
uar
kan ol
eh pet
ani adal
ah bi
ay
a t
unai dan bi
ay
a
di
per
hi
t
ungkan.Bi
ay
at
unaidi
gunak
anpet
aniunt
ukmembel
isar
anapr
oduks
iyai
t
u
beni
h,pupuk,pest
i
s
i
daser
t
aunt
ukmembayart
enagak
er
j
amul
aidar
iol
aht
anah
sampaipanen. Bi
aya yang di
per
hi
t
ungkan adal
ah bi
aya t
i
dak t
unaiunt
uk
membayari
ur
anai
r(
I
PAI
R)dant
enagaker
j
adal
am kel
uar
ga.Bi
ayat
unaiyang
di
kel
uar
kanpet
anisebel
um PUAP sebesarRp.3.
636.
893,
00danset
el
ahPUAP
sebesarRp.3.
943.
958,
00at
aut
er
j
adipeni
ngkat
anbi
ayaus
ahat
anisebes
arRp.
307.
065,
00 (
8,
44%)
.Peni
ngkat
anbi
aya usahat
aniset
el
ah PUAP kar
ena pet
ani
menggunakandanaBLM PUAPunt
ukmembel
is
emuasar
anapr
oduks
iyangl
ebi
h
banyakdant
ent
unyal
ebi
hber
kual
i
t
asmi
sal
nyabeni
hunggulber
ser
t
i
f
i
k
atdal
am
upayamener
apkant
ek
nol
ogipr
oduks
iyangdi
r
ekomendasi
kanh.Hali
nidi
l
akukan
dengan t
uj
uan agarpr
odukt
i
v
i
t
as t
anaman padil
ebi
h bai
kl
agisehi
ngga has
i
l
panenyangdi
per
ol
ehpunj
ugaakanmengal
amipeni
ngkat
an(
Pr
i
har
t
ono,M.
K,
2009)
.Sebel
umnya pet
anihanya menggunakan sar
ana pr
oduks
iseadanya
kar
ena ket
er
bat
asan modal
.Sel
ai
ni
t
u pet
animengal
ok
asi
k
an dana bant
uan
PUAP unt
ukmembayart
enagaker
j
amul
aidar
iol
aht
anahsampaipanen.Bi
aya
t
enaga ker
j
a sebesarRp.1.
893.
087,
00 sebel
um PUAP dan set
el
ahPUAP Rp.
2,
392,
763,
00 at
au meni
ngkatsebesarRp.499.
676,
00 (
26,
39 %)
.Bi
aya yang
di
per
hi
t
ungkan sebel
um PUAP sebesar Rp.840.
088,
00 dan set
el
ah PUAP
sebesarRp.672.
064,
00at
aut
er
j
adipenur
unansebes
arRp.168.
024,
00.Hali
ni
menunj
ukkanpet
animengur
angipenggunaant
enagaker
j
adal
am kel
uar
ga,dan
menambahpenggunaant
enagak
er
j
adar
il
uarkel
uar
ga.Dengankat
al
ai
nt
er
j
adi
peni
ngkat
anpenyer
apant
enagak
er
j
adiper
desaanset
el
ahpel
aksanaanPUAP
padausahat
anipadi
.Tot
alpendapat
anr
at
ar
at
ayangdi
per
ol
ehdar
isel
i
s
i
hant
ar
a
t
ot
alpener
i
maan dan t
ot
albi
aya usahat
animenunj
ukkan adanya kenai
kan
sebesarRp.2.
036.
639,
00 (
31,
83 %)yai
t
u dar
iRp. 6.
399.
047,
00/
ha sebel
um

1028

PUAP menj
adiRp.8.
435.
686,
00/
ha set
el
ahPUAP.Hali
niber
ar
t
ipel
aksanaan
pr
ogr
am PUAPpadausahat
anipadimampumeni
ngkat
kanpendapat
anpet
ani
.
Peni
ngk
at
anpendapat
ani
nisudahs
ej
al
andengant
uj
uanpr
ogr
am PUAP
yai
t
u meni
ngkat
kan kesej
aht
er
aan pet
animi
ski
n,dan i
ndi
kat
orkes
ej
aht
er
aan
adal
ahpeni
ngk
at
anpendapat
anpet
ani
.Denganmeni
ngkat
nyapendapat
anpet
ani
padimaka meni
ngkatpul
akesej
aht
er
aankel
uar
gapet
ani
.Hali
nimenunj
ukkan
bahwa pr
ogr
am PUAP ber
dampak posi
t
i
ft
er
hadap pendapat
an pet
anidal
am
ber
usahat
anipadi
.
2. Uji Statistik
Peni
ngk
at
an pendapat
an yang t
el
ah di
hi
t
ung t
er
s
ebuthar
usdiuj
isec
r
a
st
at
i
st
i
k.Apak
ahadaper
bedaanpendapat
anyangsi
gni
f
i
kanant
ar
asebel
um dan
set
el
ah pr
ogr
am PUAP. Ol
eh kar
ena i
t
u per
l
u di
uj
i dengan uj
i st
at
i
s
t
i
k
menggunakan r
umus t
t
estunt
uk dat
a ber
pasangan at
au paired sample t-test
(
Wal
pol
e,1995)
.Has
i
lUj
ist
at
i
st
i
k pendapat
an pet
aniber
dasar
kan l
uas l
ahan
dapatdi
l
i
hatpadaTabel2.

Tabel2.Has
i
lAnal
i
s
i
sSt
at
i
st
i
kt
hi
t
ungt
er
hadapPendapat
an Us
ahat
ani
Luas Lahan

t-hitung

1Ha

-2,
618

t-tabel

Kesimpulan

1,
645 Per
bedaany
angny
at
a
(
t
ol
akH0)

Sumber:dat
adi
ol
ah
Hasi
lpenguj
i
an st
at
i
st
i
kmenggunakan r
umust
t
estmenghasi
l
kan ni
l
ait
hi
t
ungsebesar2,
618danni
l
ait
t
abelsebes
ar1,
645.Ber
dasar
kankr
i
t
er
i
auj
ij
i
ka
t
hi
t
ung>t
t
abelmakat
ol
akH0.Tabel2di
at
asmenunj
ukkanni
l
ait
hi
t
ung>ni
l
ait
t
abel
,makat
ol
akH0padat
ar
af nyat
a5per
sen(
=0,
05)
.Kesi
mpul
annyaada
per
bedaanyangny
at
at
er
hadappendapat
anusahat
anipadisebel
um danset
el
ah
pr
ogr
am PUAP.

1029

3. Analisis R/C rasio


Anal
i
s
i
s R/
Cr
as
i
o adal
ah per
bandi
ngan ant
ar
a pener
i
maan (
revenue)
denganbi
aya(
cost)
.Semaki
nbesarpener
i
maanmakasemaki
nbesarpul
ani
l
ai
R/
Cr
asi
o.Has
i
lper
hi
t
ungananal
i
s
i
sR/
Cr
as
i
osebel
um danset
el
ahPUAPdapat
di
l
i
hatpadaTabel3dibawahi
ni:
Tabel3.Hasi
lPer
hi
t
unganR/
Cr
asi
oSebel
um danSet
el
ahPUAP
Uraian

Sebelum PUAP

Setelah PUAP

R/
Cr
asi
oat
asbi
ayat
unai

R/
Cr
asi
oat
asbi
ayat
ot
al

2,
43

2,
83

Sumber:dat
adi
ol
ah

Ber
dasar
kanTabel4dapatt
er
l
i
hatper
bedaanyangt
i
dakt
er
l
al
us
i
gni
f
i
kan
padani
l
aiR/
Cr
as
i
oat
asbi
ayat
unaisebel
um danset
el
ahPUAP yai
t
u3.Ar
t
i
ny
a
set
i
apRp.1,
00bi
ayayangdi
k
el
uar
kanpet
anidal
am usahat
anipadimakapet
ani
akanmendapat
kanpener
i
maansebesarRp.3,
00. Ni
l
aiR/
Cr
as
i
ount
ukbi
aya
t
ot
al sebesar 2,
43 ar
t
i
nya set
i
ap Rp.1,
00 bi
ay
a yang di
kel
uar
kan akan
menghasi
l
kan pener
i
maan sebesarRp.2,
43,
00.J
i
ka ni
l
aiR/
Cr
as
i
ol
ebi
h dar
i
sat
u,
makausahat
anil
ay
akunt
ukdi
us
ahakan.Dapatdi
s
i
mpul
kanbahwausahat
ani
padil
ayakunt
ukdi
usahakan.
Set
el
ahPUAPni
l
aiR/
C unt
ukbi
ayat
unaisebesar3,t
i
dakber
bedadengan
ni
l
aiR/
Cr
asi
o sebel
um PUAP.Tet
apini
l
aiR/
Cr
asi
o at
asbi
aya t
ot
alber
beda
ant
ar
asebel
um danset
el
ahPUAP.Sebel
um PUAPni
l
aiR/
Cr
as
i
osebes
ar2,
83,
ar
t
i
nya set
i
ap Rp.
1,
00 bi
ay
a yang di
kel
uar
kan akan memper
ol
eh pener
i
maan
sebesarRp.2,
83,
00.Ni
l
aiR/
Cr
as
i
oset
el
ahPUAPl
ebi
hbes
ardar
isat
usehi
ngga
usahat
anipadil
eyakunt
ukdi
usahakan.Per
bedaanni
l
aiR/
Cr
as
i
oat
asbi
ayat
unai
dan bi
aya t
ot
aldi
kar
enkan ada bi
ay
a yang di
per
hi
t
ungkan dal
am bi
aya t
ot
al
sehi
nggabi
ayayangdi
kel
uar
kanber
t
ambah.Bi
ayayangdi
per
hi
t
ungkanwal
aupun
ni
l
ai
nyakec
i
lnamunsangatmempengar
uhipendapat
ant
ot
al
.
KESIMPULAN
Ber
dasar
kanur
ai
andiat
asmakadapatdi
si
mpul
kan:

1030

1.Pendapat
anpet
anis
ebel
um PUAP Rp.6.
399.
047,
00dans
et
el
ahPUAP Rp.
8.
435.
686,
00.Adapeni
ngkat
anpendapat
anant
ar
asebel
um danset
el
ahPUAP
sebesar Rp.2.
036.
639,
00.Hali
nimenunj
ukkan bahwa Pr
ogr
am PUAP
ber
dampakposi
t
i
ft
er
hadappendapat
anpet
ani
2.Sebel
um ni
l
aiR/
Cr
as
i
oat
asbi
ayat
unaisebesar3danni
l
aiR/
Cr
as
i
oat
as
bi
aya t
ot
alsebesar2,
43.Set
el
ah PUAP ni
l
aiR/
Cr
as
i
o at
as bi
aya t
unai
sebesar3danni
l
aiR/
Cr
as
i
oat
asbi
ayat
ot
al2,
83.Ni
l
aiR/
Cr
as
i
ol
ebi
hbesar
dar
isat
uber
ar
t
iusahat
anipadil
ayakunt
ukdi
usahakan.
3.Ni
l
ait
hi
t
ung = 2,
618 > t
t
abel= 1,
645,maka t
ol
ak H0.Ar
t
i
nya ada
per
bedaan yang nyat
at
er
hadap pendapat
an pet
anisebel
um dan set
el
ah
Pr
ogr
am PUAP
DAFTAR PUSTAKA

BadanPusatSt
at
i
st
i
k.2009.Per
kembanganBeber
apaI
ndi
kat
orUt
amaSosi
al
EkonomiI
ndones
i
a.Jak
ar
t
a.
PedomanUmum PUAP.2009.Kement
er
i
anPer
t
ani
anRepubl
i
kI
ndones
i
a.
Jakar
t
a.
Pr
i
har
t
ono,M.
K.2009.DampakPr
ogr
am PengembanganUsahaAgr
i
bi
sni
s
Per
t
ani
ant
er
hadap Ki
ner
j
aGapokt
andanPendapat
anAnggot
aGapokt
an.
Skr
i
ps
i
.Fakul
t
asPer
t
ani
anUni
v
er
s
i
t
asSumat
er
aUt
ar
a.
War
t
aPenel
i
t
i
andanPengembanganPer
t
ani
an.PUAPunt
ukKesej
aht
er
aan
Rakyat
.Vol
.1no.36.Tahun2009.PusatAnal
i
s
i
sSos
i
alEkonomidan
Kebi
j
akanPer
t
ani
anBogor
.
Wal
pol
e,R.
E.1995.Pengant
arSt
at
i
st
i
ka.Edi
s
ik
e3.Gr
amedi
aPust
akaUt
ama.
Jakar
t
a.

1031

MENGENTASKAN KEMISKINAN MELALUI PERANG TERHADAP KORUPSI:


STUDI KASUS TERHADAP BEBERAPA NEGARA DI ASIA
Sari Lestari Zainal Ridho, Dewi Fadila, Elisa
Jur
usanAdmi
ni
s
t
r
as
iNi
aga,Pol
i
t
ekni
kNeger
iSr
i
wi
j
aya
ar
i
e_zr
@y
ahoo.
c
om,dewi
f
adi
l
a21@y
ahoo.
c
om

ABSTRAK

Kaj
i
ani
niber
j
udul
Mengent
ask
anKemi
ski
nanmel
al
uiPer
angTer
hadapKor
ups
i

,
yangdi
t
ul
i
sol
ehSar
iLest
ar
iZai
nalRi
dhodanDewiFadi
l
a,s
t
afpengaj
arj
ur
usan
Admi
ni
st
r
as
iNi
agaPol
i
t
ekni
kNeger
iSr
i
wi
j
aya.Kaj
i
ani
niber
t
uj
uanmemapar
kan
dan membukt
i
kan pent
i
ngnya per
ang t
er
hadap kor
ups
i dal
am r
angka
mengent
askankemi
ski
nan.Kemi
ski
nanmer
upakanper
masal
ahandal
am upaya
menj
al
ankanpembangunanekonomi
,sehi
nggamer
upakankewaj
i
bant
i
apNegar
a
unt
ukmengent
askankemi
ski
nan.Namunupayapengent
asankemi
ski
nant
anpa
menghi
l
angkanper
i
l
akukor
ups
ihanyaak
anmenyebabkanket
i
dak
ef
i
si
enandan
ket
i
dakef
ekt
i
f
an dal
am pencapai
an t
uj
uan pr
ogr
ampr
ogr
am pengent
asan
kemi
ski
nan.Menggunakan met
ode penel
i
t
i
an deskr
i
pt
i
fekspl
or
at
i
fdan anal
i
s
i
s
pr
of
i
l
,kamimenemukanbahwat
i
ngkatpengendal
i
ankor
ups
iyangr
endahyang
ber
ar
t
it
i
nggi
nya t
i
ngkatkor
ups
idisuat
u Negar
a ak
an di
bar
engiol
eh t
i
ngkat
pendapat
anr
at
ar
at
aNegar
ayangj
ugar
endahdanj
uml
ahpendudukmi
ski
nyang
t
i
nggi
.Sehi
ngga per
ang t
er
hadap k
or
ups
imel
al
uipencegahan,penegakkan
hukum dan pendi
di
k
an mer
upakan suat
u keni
sc
ayaan dal
am r
angka
member
ant
askemi
ski
nan.
Kata Kunci: Kemi
ski
nan,Pengendal
i
anKor
upsi
,Pendapat
anRat
aRat
a

PENDAHULUAN

Kemi
ski
nan meupakan masal
ah yang meni
mbul
kan ber
bagaimasal
ah
l
ai
nny
a,yai
t
u:(
1)t
i
ngkatk
r
i
mi
nal
i
t
as yang semaki
nt
i
nggi
,(
2)memuncul
kan
ber
bagaipenyak
i
tpadakel
ompokber
esi
k
ot
i
nggis
eper
t
ii
buhami
l
,i
bumenyusui
,
bayi dan bal
i
t
a, (
3) anak put
us sekol
ah ser
t
a masal
ahmasal
ah l
ai
nnya.
Kemi
ski
nan mer
upakan peker
j
aan r
umah bagiNegar
anegar
a yang hendak
membangun neger
i
nya kar
ena sal
ah s
at
ui
ndi
kat
orpembangunan ekonomidi
suat
uNegar
aadal
ahr
endahnyaj
uml
ahor
angmi
ski
nat
auangk
akemi
ski
nandi
Negar
at
er
sebut
.

1032

Ber
bagaipr
ogr
am pengent
as
ankemi
ski
nandi
l
akuk
anol
ehpemer
i
nt
ahdi
I
ndones
i
a,bai
kdal
am bent
ukbant
uanpubl
i
kat
aupunpr
ogr
am ant
ikemi
ski
nan.
Namunhasi
lyangdi
per
ol
ehdal
am pel
aksanaanpr
ogr
ampr
ogr
am t
er
sebutmasi
h
ber
ger
akper
l
ahandal
am mengent
askankemi
sk
i
nan.hali
nibi
sadi
l
i
hatdar
isal
ah
sat
ui
ndi
kat
orkemi
ski
nanyai
t
upengangur
an.Ber
dasar
kandat
adar
iBi
r
oPusat
St
at
i
st
i
k(
BPS)I
ndones
i
a unt
ukper
i
odeFebr
uar
i
Agus
t
us2010,l
aj
u penur
unan
t
i
ngk
atpengangur
andiI
ndones
i
abel
um menunj
ukkanper
ubahanyangs
i
gni
f
i
kan,
bahkanber
j
al
anl
ebi
hl
ambatdar
iper
i
odesebel
umnya.
Kor
upsidi
anggapsebagaisal
ahsat
upenyebabket
i
dakber
has
i
l
anber
bagai
pr
ogr
am pengent
asan kemi
ski
nan t
er
sebut
.Ber
bagaist
r
at
egiyang di
l
akukan
unt
uk mengur
angikemi
ski
nan,t
anpa upay
a memer
angik
or
ups
ihanya ak
an
meni
mbul
kan masal
ah bar
u dal
am pembangunan ekonomi
,hali
nidi
sebabkan
ol
eh dana yang sej
at
i
nya di
s
al
ur
kan unt
uk mengent
askan kemi
ski
nan k
et
i
ka
di
kor
ups
iol
eh pi
hak
pi
hak yang t
i
dak ber
t
anggungj
awab,akan menyebabkan
deef
i
si
ens
idandeef
ekt
i
t
i
t
asdal
am pencapai
ant
uj
uanmengent
askankemi
ski
nan.
Ber
dasar
kan dat
al
embaga Transparency International,I
ndexPer
sepsiKor
upsi
I
ndones
i
aunt
ukt
ahun 2010masi
h sangatr
endah,yai
t
us
ebesar2,
8 wal
aupun
mengal
amikenai
kan dar
it
ahunt
ahun sebel
umnya.I
ndeks Per
seps
iKor
ups
i
t
er
sebutmenunj
ukkanbahwaI
ndones
i
amasi
hmer
upakannegar
akor
up,kar
ena
skoryangdi
per
ol
ehI
ndones
i
aj
auhl
ebi
hmendekat
iangkanol(
skorbaginegar
a
t
er
kor
up)di
bandi
ngmendekat
iangka10(
sk
orbaginegar
at
er
ber
si
h)(
Corruption
Perception Index 2010)
Ti
nggi
nyat
i
ngkatkor
ups
imeper
l
ambatl
aj
upenur
unanj
uml
ahkemi
ski
nan
yang ber
pengar
uh t
er
hadap pel
aksanaan pembangunan ekonomi
.Kaj
i
an i
ni
ber
t
uj
uan memapar
kan per
masal
ah kor
upsi dan pengar
uhnya t
er
hadap
kemi
ski
nandanpembangunanekonomidiI
ndones
i
aser
t
amember
i
kansol
us
idar
i
pemasal
aht
er
sebut
.
BAHAN DAN METODE

Ber
dasar
kan def
i
ni
s
idar
iAsia Development Bank,kemi
ski
nan adal
ah
per
ampasan asetpent
i
ng dan pel
uang yang set
i
ap manusi
a ber
hak at
asnya,
seper
t
i at
as pendi
di
k
an das
ar
, per
awat
an kesehat
an, nut
r
i
s
i
, ai
r
, sani
t
as
i
,

1033

pendapat
an,peker
j
aan dan gaj
i
.Senada dengan def
i
ni
s
iyang di
ber
i
kan ol
eh
Rat
nayake bahwa kemi
ski
nan t
i
dak hanya ber
ar
t
ikehi
l
angan pendapat
an dan
asset
asetpr
oduct
i
vet
apij
ugakehi
l
anganaksest
er
hadappel
ay
ananpubl
i
kdan
ekonomi
syangesensi
alj
ugakehi
l
angankekuat
an,kesempat
anber
par
t
i
s
i
pas
idan
hakat
aspenghor
mat
an.(
Rat
nayake,2007)
Ada ber
bagaipr
ogr
am yang di
l
akukandal
am r
angka mengur
angij
uml
ah
pendudukmi
ski
n.Pr
ogr
ampr
ogr
am t
er
sebutdapatki
t
akel
ompokkandal
am dua
gol
ongan,yai
t
u:pember
i
anbant
uanpubl
i
k(
public assistance)danpr
ogr
am ant
i
kemi
ski
nan(
anti poverty program)
.Pember
i
anbant
uanpubl
i
kmer
upakanpr
ogr
am
unt
ukmengur
angikondi
s
iPr
ogr
am ant
ikemi
ski
nanber
ar
t
imenj
al
ankanpr
ogr
am
yangmengar
ahpadapemi
ndahankondi
s
ikemi
ski
nanseseor
angdanmembant
u
or
angmenghi
ndar
ikemi
sk
i
nan.(
Nor
t
hr
op,1991)
I
ndones
i
at
el
ahmel
aksanakanber
bagaipr
ogr
am pengent
asankemi
ski
nan,
bai
kdal
am bent
ukbant
uanl
angsungmaupunant
ikemi
sk
i
nan.Pr
ogr
ampr
ogr
am
yang t
er
masukbant
uan publ
i
kadal
ah:pr
ogr
am ber
asunt
ukr
akyatmi
ski
n dan
pr
ogr
am j
ar
i
ngpengamansosi
al(
JPS)unt
ukor
angmi
ski
n,danpr
ogr
am Bant
uan
Langsung Tunai (
BLT)
. Sedangk
an pr
ogr
am yang t
er
masuk pr
ogr
am ant
i
kemi
ski
nanadal
ah:Kr
edi
tUnt
ukRakyatdanBant
uanOper
as
i
onalSekol
ah.
Ada ber
bagaipenel
i
t
i
an empi
r
i
s yang membukt
i
kan ket
er
kai
t
an ant
ar
a
Negar
anegar
ami
ski
nat
audenganj
uml
ahpendudukmi
ski
ny
angt
i
nggidengan
t
i
ngk
atkor
ups
iyang t
i
nggipul
a yang pada akhi
r
nya ber
pengar
uh t
er
hadap
pembangunan ekonomi
.Sebuah penel
i
t
i
an yang di
l
akukan ol
eh Fi
shman dan
Mi
guelyang mel
akukan penel
i
t
i
an pada t
ahun 2006 dengan j
udul
Economic
Gangsters: Corruption, Violation and the Poverty of Nationsmembukt
i
kanbahwa
Negar
anegar
a mi
ski
n mer
upakan Negar
anegar
a dengan t
i
ngkatkor
ups
iyang
t
i
nggihali
nidi
sebabkan ol
eh bany
aknya kor
upt
ordiNegar
anegar
a mi
ski
n
t
er
sebut
.Hali
nit
ent
uny
a ber
pengar
uh dal
am pembangunan.(
Har
f
or
d,2009)
.
Sebuah penel
i
t
i
an l
ai
n membukt
i
kan bahwa t
i
nggir
endahnya kor
ups
iakan
ber
pengar
uht
er
hadapt
i
nggir
endahnyat
i
ngkatpembangunandisuat
uNegar
a.
Bl
ackbur
ndanSar
mahdal
am kaj
i
annyay
angber
j
udulCorruption, Development
and Demography
,dal
am penel
t
i
an i
niBl
ackbur
n dan Sar
mah menganal
i
sa
hubunganant
ar
akor
ups
ibi
r
okr
as
i
,pembangunanekonomi
,t
i
ngkathar
apanhi
dup
dant
r
ans
i
sidemogr
af
i
.Temuanmer
ekamembukt
i
kanbahwa:r
endahnyat
i
ngkat

1034

pembangunanber
kai
t
andengant
i
nggi
ny
at
i
ngkatkor
ups
idanr
endahnyat
i
ngkat
har
apan hi
dup.Sebal
i
knya t
i
nggi
nya t
i
ngk
atpembangunan ber
kai
t
an dengan
r
endahnya t
i
ngkatkor
ups
idan t
i
nggi
nya t
i
ngkathar
apan hi
dup.(
Bl
ack
bur
n&
Sar
mah,2008)
Met
ode yang penul
i
sgunak
an dal
am kaj
i
an i
niadal
ah met
ode deskr
i
pt
i
f
ekspl
or
at
i
f
,denganmenggunakananal
i
s
i
spr
of
i
l
.Var
i
abely
angdi
gunakandal
am
kaj
i
an i
niadal
ah kemi
ski
nan,yai
t
u:j
uml
ah penduduk dar
isuat
u Negar
a yang
ber
ada dibawah gar
i
skemi
ski
nan dal
am per
sent
ase. Var
i
abl
ek
edua adal
ah:
r
angk
i
ng pengendal
i
an kor
ups
i
, yai
t
u: menangkap per
seps
i sej
auh mana
kekuasaan publ
i
k dan kekuas
aan negar
a ol
eh par
a el
i
t
e di
l
aksanakan unt
uk
keunt
ungandankepent
i
nganpr
i
badi
,t
er
masukbent
ukkeci
ldanbesarkor
ups
i
.
Dat
a di
ukur ber
dasar
kan r
angki
ng 0100 di
mana angka yang l
ebi
h k
eci
l
menunj
ukkan posi
s
iy
ang l
ebi
hr
endah.Sedangkan Var
i
abelket
i
ga adal
ah
pendapatr
at
ar
at
a,yai
t
u:t
i
ngkatpendapat
annegar
as
ecar
ar
at
ar
at
a,y
angdi
ukur
ber
dasar
kanbagi
andar
iper
s
er
at
us at
aupercentile.
(
Kauf
maan,2010)
.Dat
ayang
di
gunakan dal
am kaj
i
an i
niadal
ah dat
a sekunderyang penul
i
s per
ol
eh dar
i
ber
bagail
embaga,yai
t
u:Bi
r
o PusatSt
at
i
st
i
k,World Bank,dan Transparency
International.
HASIL
Tabl
e1Dat
aBeber
apaKasusDugaanKor
upsidiI
ndones
i
a
Kasus

Juml
a Juml
ah
Ket
er
angan
Sumber
h
Ker
ugi
an
Kasus Negar
a
PERTAMI
NA 2
$24.
8j
ut
a Dugaan kor
ups
i dal
am www.
t
empoi
nt
er
a
Tecni
cal
Assi
nt
ance kt
i
f
.
com
Cont
r
act (
TAC) ant
ar
a
Per
t
ami
na dengan PT
US$700
Ust
ai
ndoPet
r
oGas(
UPG)
t
ahun1993.
Kasus Pr
oyek Ki
l
ang
Mi
nyak Ex
por
t Or
i
ent
ed
(
Exx
or
)IdiBal
ongan,Jawa
Bar
at
,t
ahun19951998.
Bant
uan
1
Rp138,
4T Pada t
ahun 2000,adanya www.
t
empoi
nt
er
a
Li
kui
di
t
as
penyi
mpangan penyal
ur
an kt
i
f
.
com
Bank
dana BLBIdar
it
ot
aldana
I
ndones
i
a
seni
l
aiRp144,
5t
r
i
l
i
un.
(
BLBI
)
Pr
ogr
am
142
Rp243,
3M Kasus kor
ups
i t
er
j
adi Tempo
dar
i

1035

Pendi
di
kan

Pr
ogr
am
1
Pengent
asa
n
Kemi
ski
nan

sampai dengan
bul
an websi
t
e
Sept
ember2009.Sebagi
an BAPPENAS
besar t
er
j
adipenggel
apan (
TKPKP2EDAK
pada
dana
Bant
uan BAPPENAS)
Oper
as
i
onalSekol
ah(
BOS)
dan Dana Al
ok
as
iKhusus
(
DAK)
i
k
a
Rp
210 Kasus Kor
upsi t
er
j
adi di Republ
Jut
a
Desa
Kar
anghar
j
a
Kecamat
an
Pebayur
an,
Kabupat
en Bekasiper
i
ode
Sept
ember
hi
ngga
Desember 2008. Ter
j
adi
penggel
apan dana pada
Bant
uan Langsung Tunai
(
BLT)bagir
akyatmi
ski
n

Tabl
e 1 menunj
ukkan ber
bagaikasuskor
upsidiI
ndones
i
a,yai
t
u:dal
am
BadanUsahaMi
l
i
kNegar
a,dal
am duni
aper
bankan,dal
am duni
apendi
di
kandan
dal
am pr
ogr
am pengent
asankemi
ski
nan,denganj
uml
ahl
uarbi
asayangdi
kor
ups
i
ol
ehber
bagail
embagat
er
sebut
.Kasuskor
upsidiPer
t
ami
naunt
uk2kasussaj
a,
yang t
er
j
adipada t
ahun 1993 sampaidengan 1998,diduga t
el
ah mer
ugi
kan
Negar
a sebes
ar kur
ang US $ 24,
800,
700.Kasus Bant
uan Li
kui
di
t
as Bank
I
ndones
i
apadat
ahun2000di
dugat
el
ahmer
ugi
kanNegar
asebesarRp138,
4T.
Kasuspr
ogr
am pendi
di
kanyangsebagi
anbesart
er
j
adipadapenggel
apandana
Bant
uanOper
as
i
onalSekol
ahdanDanaAl
okasiKhusus
,sebany
ak142kasus
,
mer
ugi
kanNegar
asebanyakk
ur
angl
ebi
hRp243,
3M,danpr
ogr
am pengent
asan
kemi
ski
nanunt
uk1kas
us,di
dugat
el
ahmer
ugi
kanNegar
asebanyakRp210j
ut
a.
Tabl
e2.PengawasanKor
ups
i
,Per
bandi
nganant
ar
aBeber
apaNegar
adiAs
i
a
Negara

CHI
NA
I
NDONESI
A
KOREA,SOUTH
MALAYSI
A
PHI
LI
PPI
NES
SI
NGAPORE
THAI
LAND
VI
ETNAM

Tahun

Rangking
Pengawasan Korupsi

2009
2009
2009
2009
2009
2009
2009
2009

(0-100)
36.2
28.1
71.4
58.1
27.1
99
51
36.7

Pendapatan RataRata
(bagian dari
perseratus)
38.6
38.6
83.4
58.7
38.6
83.4
38.6
23.4

1036

Sumber
:Wor
l
dBank,Wor
l
dwi
deGover
nanceI
ndi
c
at
or
s2009,di
ol
ahol
ehpenul
i
s
Tabel2diat
asmenunj
ukkanbahwaunt
ukt
ahun2009I
ndones
i
aber
ada
padar
angki
ng28,
1dar
i100j
i
kadi
bandi
ngkandenganNegar
anegar
ayangdi
pi
l
i
h
dal
am kaj
i
ani
niI
ndones
i
aber
adapadar
angk
i
ngt
er
endahkeduaset
el
ahPhi
l
i
pi
na.
Chi
nadanVi
et
nam ber
adapos
i
siyangl
ebi
ht
i
nggiyai
t
ur
angk
i
ng36.
2dan36.
7.
Si
ngapur
aber
adapadapos
i
s
iyangsangatt
i
nggiyai
t
upadar
angk
i
ng99.Pada
dat
a pendapat r
at
ar
at
a yang di
hi
t
ung ber
dasar
k
an bagi
an dar
iper
ser
at
us
(
per
cent
i
l
e)makaI
ndonesi
aber
adapada38,
6per
sent
i
l
,angk
at
er
sebutj
ugadi
per
ol
eh ol
eh Phi
l
i
pi
na dan Thai
l
and.Si
ngapur
a dan Kor
ea Sel
at
an memi
l
i
k
i
pendapat
anr
at
ar
at
apada83.
4per
sent
i
l
.Pr
of
i
ldar
idat
at
abl
e2dapatdi
l
i
hatpada
gambar1.

Sumber
:Wor
l
dBank,Wor
l
dwi
deGover
nanceI
ndi
c
at
or
s2009,di
ol
ahol
ehpenul
i
s
Tabel3.Kemi
ski
nan,Per
bandi
nganant
ar
aBeber
apaNegar
adiAsi
a

Negara
CHI
NA
I
NDONESI
A
KOREA,SOUTH
MALAYSI
A
PHI
LI
PPI
NES
SI
NGAPORE
THAI
LAND
VI
ETNAM

Proporsi dari
Populasi yang Berada
di Bawah Garis
Kemiskinan
(%)
4.2 (2008)
14.2 (2009)
5.0 (2004)
3.6 (2007)
32.9 (2009)
--8.5 (2008)
13.5 (2008)

Rangking
Pengawasan Korupsi
Tahun 2009
(0-100)
36.2
28.1
71.4
58.1
27.1
99
51
36.7

1037

Sumber
:Asi
anDevel
opmentBank,KeyI
ndi
cat
or
sf
orAs
i
aandt
hePaci
f
i
c2010,
di
ol
ahpenul
i
s.
Tabel3mer
upakandat
adar
ipr
opor
sidar
ipopul
as
iyangber
adadibawah
gar
i
s kemi
ski
nan dan dat
ar
ank
i
ng pengawasan kor
upsi
.Pada t
abl
et
er
sebut
di
saj
i
kan bahwa I
ndones
i
a memi
l
i
k
ipr
opor
s
ij
uml
ah pendudukyang ber
ada di
bawahgar
i
skemi
sk
i
nansebanyak14,
2% yangmer
upakanur
ut
ank
eduat
er
t
i
nggi
set
el
ahPhi
l
i
pi
nadengan32,
9% di
i
kut
iol
ehVi
et
nam dengan13,
5%.Sedangkan
posi
s
it
er
endahsecar
aber
ur
ut
andar
iyangpal
i
ngr
endahadal
ahsebagaiber
i
kut
:
Mal
ays
i
a dengan 3.
6%,Chi
na dengan 4.
2 %,Kor
ea Sel
at
an dengan 5%,dan
Thai
l
anddengan8.
5%

PEMBAHASAN

Ber
dasar
kandat
apadat
abl
e1yangmenunj
ukkanbahwahanyadengan
sej
uml
ahkeci
lkasusk
or
ups
idiI
ndones
i
adal
am BadanUsahaMi
l
i
kNegar
a,
per
bank
an,pr
ogr
am pendi
di
kan dan pr
ogr
am pengent
asan kemi
ski
nansaj
a
t
el
ah mer
ugi
kan Negar
as
ebanyak r
at
usan t
r
i
l
i
un r
upi
ah,yang j
i
ka di
gunakan
unt
uk menj
al
ankan pr
ogr
am pengent
asan kemi
ski
nan akan dapatmembi
ayai
sekol
ahsej
uml
ahbesaranakput
ussekol
ah,at
audapatmember
i
kanr
i
buanwar
ga
bant
uan dana unt
uk membuka usaha dan member
i
kan r
at
usan j
ut
ar
akyat
bant
uanpubl
i
k.I
r
osni
snyat
i
daks
edi
k
i
tpenggel
apandanat
er
j
adipadapr
ogr
am-

1038

pr
ogr
am yang ber
t
uj
uan menngent
askan k
emi
ski
nan dan memper
bai
k
ikondi
s
i
sumberdaya manusi
a,s
eper
t
ipendi
di
kan dal
am r
angka memut
us l
i
ngkar
an
kemi
ski
nan yang sel
ama i
nit
er
j
adidiI
ndonesi
a.Kasus
kasusdugaan k
or
usps
i
yang t
el
ah mer
ugi
k
an Negar
a sedemi
k
i
an besar
,masi
h mer
upakan puncak
gununges,
kar
enak
i
t
amenget
ahuiadal
ebi
hbanyakkasusduggankor
usps
iyang
t
er
j
adiakhi
r
akhi
ri
ni
.
Ber
dasar
kandat
apadat
abl
e2,ki
t
adapatmel
i
hatbahwaadaper
ger
akan
yangsel
ar
asant
ar
ar
angk
i
ngpengawasank
or
ups
idant
i
ngkatpendapat
anr
at
ar
at
a.Hali
nidi
per
j
el
aspadapr
of
i
lyangdi
t
unj
ukkangambar1. I
ndones
i
aber
ada
padapos
i
s
it
er
endahkeduayangber
ar
t
it
i
ngkatpengawasant
er
hadapkor
ups
idi
I
ndones
i
as
angatr
endah,hali
nimenyebabkan mar
aknya kasus k
or
ups
idi
I
ndones
i
a.Demi
ki
an dengan pendapat
an r
at
ar
at
aI
ndones
i
a ber
ada diposi
s
i
kedua t
er
endah set
el
ah Vi
et
nam. Sebal
i
knya Si
ngapur
a dengan t
i
ngkat
pengawasanyangt
i
nggit
er
hadapkor
ups
imemi
l
i
kit
i
ngk
atpendapat
anr
at
ar
at
a
yangj
ugat
i
nggi
.Dat
adanpr
of
i
lt
er
sebutmenunj
ukkanbahwasemaki
nr
endah
r
angk
i
ngpengawasankor
upsidisuat
uNegar
ayangber
i
ndi
kas
isemaki
nt
i
nggi
nya
j
uml
ahkasuskor
ups
idiNegar
at
er
sebutmakasemaki
nr
endahpendapat
anr
at
ar
at
aNegar
at
er
sebut
.
Samahal
ny
adenganper
ger
akanyangt
er
j
adik
et
i
kakamimembandi
ngkan
j
uml
ahkemi
ski
nandisuat
uNegar
adengant
i
ngk
atpengawasankor
ups
i
,hali
ni
dapatdi
l
i
hatdar
it
abl
e3dangambar2.Sebagaicont
ohNegar
aKor
eaSel
at
an
danMal
aysi
a,mer
upakanduaNegar
ayangmemi
l
i
kir
anki
ngpengawasankor
ups
i
yang cukup t
i
nggiyai
t
u 71,4 dan 58,
1,kedua Negar
at
er
sebutmemi
l
i
ki
pr
osent
as
e yang r
endah at
aspopul
as
ipendudukyang ber
ada dibawah gar
i
s
kemi
ski
nan,dengandemi
ki
anj
uml
ahpendudukmi
ski
ndikeduaNegar
at
er
sebut
secar
a pr
opor
s
i
onall
ebi
h sedi
ki
t di
sbandi
ng Negar
anegar
a dengan t
i
ngkat
pengawasankor
ups
iyangr
endahseper
t
idiI
ndones
i
a.Dat
adanpr
of
i
lt
er
sebut
menunj
ukkan bahwa semaki
nr
endah r
angki
ng pengendal
i
an kor
upsidisuat
u
Negar
a yang ber
ar
t
isemaki
nt
i
nggit
i
ngkatkor
ups
idiNegar
at
er
s
ebut
,Negar
a
t
er
sebutj
uga memi
l
i
k
ij
uml
ah penduduk mi
sk
i
n yang l
ebi
h besardi
sbandi
ng
Negar
adenganangkapengendal
i
ankor
ups
iyangl
ebi
ht
i
nggiat
auNegar
adengan
t
i
ngk
atkor
ups
iyangl
ebi
hr
endah.

1039

KESIMPULAN DAN SARAN

Beber
apakes
i
mpul
anyangdapatdi
ambi
ldar
ikai
i
ani
niadal
ah,per
t
ama,
semaki
nr
endah r
angk
i
ng pengendal
i
an k
or
upsidisuat
u Negar
ay
ang ber
ar
t
i
semaki
nt
i
nggi
nyaj
uml
ahkasuskor
ups
idiNegar
at
er
sebutmakasemaki
nr
endah
pendapat
an r
at
ar
at
a Negar
a t
er
sebut
. Kedua, semaki
n r
endah r
angki
ng
pengendal
i
ankor
ups
idisuat
uNegar
ayangber
ar
t
is
emaki
nt
i
nggit
i
ngkatk
or
ups
i
diNegar
at
er
s
ebut
,Negar
at
er
sebutj
ugamemi
l
i
k
ij
uml
ahpendudukmi
ski
nyang
l
ebi
hbesardi
sbandi
ng Negar
a dengan angka pengendal
i
an kor
ups
iyang l
ebi
h
t
i
nggiat
auNegar
adengant
i
ngkatkor
ups
iy
angl
ebi
hr
endah.Sehi
nggat
i
ngkat
pengendal
i
an kor
upsiyang r
endah at
au t
i
ngkatkor
ups
iyang t
i
nggi disuat
u
Negar
a akan menyebabkan upaya pengent
asan kemi
ski
nan ber
j
al
an l
ambat
.
Demi
ki
an sehi
ngga per
ang t
er
hadap kor
upsimer
upakan keni
sc
ayaan dal
am
upaya mengent
askan kemi
ski
nan suat
u Negar
a,dengan car
acar
a ant
ar
al
ai
n
adal
ah:mel
al
uit
i
ndak
anpenc
egahan,penegakanhukum danpendi
di
kankepada
masyar
akat
.
Pencegahandapatdi
l
akukandenganmel
akukanpengawasansecar
aket
at
t
er
hadap per
i
l
ak
uper
i
l
aku kor
ups
i yang dapat di
l
akuk
an ol
eh masyar
akat
,
l
embaga penegakhok
um dan l
embaga sosi
almasyar
akat
.Penegakkan hukum
dapatdi
l
akuk
andengant
r
anspar
andant
egasdenganmenj
unj
ungt
i
nggini
l
ai
ni
l
ai
keadi
l
an dan dengan mel
akukan pember
si
han dar
ikor
ups
ipada l
embagal
embagaNegar
a,bai
kl
embagapengel
ol
aassetdankeuanganNegar
amaupun
l
embaga pel
ayanan publ
i
k.Pendi
di
kan dapatdi
l
akukan dengan upayaupaya
peni
ngkat
an pemahaman masyar
akatakan dampak dar
ikor
ups
ibagii
ndi
v
i
du,
masyar
akatdanNegar
a.Mel
al
uipendi
di
kanj
ugadi
har
apkandapatmenci
pt
akan
pembent
ukankar
akt
erpr
i
badi
pr
i
badiyangmemi
l
i
kii
nt
egr
i
t
as,mor
alyangt
i
nggi
yangmenj
unj
ungt
i
nggini
l
ai
ni
l
aikebenar
andankej
uj
ur
an.

1040

DAFTAR PUSTAKA

Anoni
m.2009.I
ncarBOSdanDAKKasusKor
ups
idiPendi
di
k
anRp243,
3Mi
l
i
ar
:
Kasuskor
ups
idisek
ol
ahsek
ol
ahmasi
hdi
anggapsebagaik
asusr
ecehan.
Tempo.
10
Sept
ember
.
ht
t
p:
/
/
www.
t
kp2edak.
or
g/
newsvi
ew.
asp?kk=138&dkd=ber
i
t
a. Tanggal pengaks
esan: 5
Desember2010.
Anoni
m.2004.Kasuskas
usKor
ups
idiI
ndonesi
a.
www.
t
empoi
nt
r
t
akt
i
f
.
c
om.25
Okt
ober
.
ht
t
p:
/
/
www.
t
empoi
nt
er
akt
i
f
.
com/
hg/
nar
as
i
/
2004/
10/
25/
nr
s,
2004102504,
i
d.
ht
ml
.TanggalPengaks
esan:4Desember2010.
Anoni
m.2010.KeyI
ndi
cat
or
sf
orAs
i
aandThePaci
f
i
c2010:TheRi
seofAs
i
a
s
Mi
ddl
e Cl
ass. August
. As
i
an Devel
opment Bank. 41t
h Edi
t
i
on.
ht
t
p:
/
/
www.
adb.
or
g/
Document
s/
Books/
Key_I
ndi
cat
or
s/
2010/
pdf
/
KeyI
ndi
c
at
or
s
2010.
pdfTanggalpengaksesan:3Desember2010.
Anoni
m.
2010.
Cor
r
upt
i
on
Per
cept
i
on
I
ndex
2010.
ht
t
p:
/
/
www.
t
r
anspar
ency.
or
g/
pol
i
cy_r
esear
c
h/
sur
veys_i
ndi
ces/
c
pi
/
2010.
TanggalPengaksesan:4Desember2010.
Bl
ackbur
n,Kei
t
h and Ras
hmiSar
mah.2008.Cor
r
upt
i
on,Dev
el
opmentand
Demogr
aphy.EconGov
;9;341362.
Har
f
or
d,Ti
m.2009.The Devel
opmentDi
l
emma.Reason;May;41,
1;Resear
ch
Li
br
ar
y,hal
.51.TanggalPengaks
esan3Des
ember2010.
Kauf
mann, Dani
el
, Aar
t Kr
aay, and Mas
si
mo Mast
r
uzzi
. 2010. Wor
l
dwi
de
Gover
nanc
e I
ndi
cat
or
s
: Met
hodol
ogy and Anal
ysi
s
. Pol
i
cy Resear
ch
Wor
k
i
ng Paper5430.The Wor
l
d Bank,Devel
opmentResear
ch Gr
oup,
Macr
oeconomi
cs
and
Gr
owt
h
Team.
ht
t
p:
/
/
s
i
t
er
esour
c
es.
wor
l
dbank.
or
g/
I
NTMACRO/
Resour
ces/
WPS5430.
pdf
.
Tanggalpengaks
esan:4Desember2010
Nor
t
hr
op,Emi
l
y M.
1991.Publ
i
c Assi
s
t
ance and Ant
i
pover
t
y Pr
ogr
ams orWhy
Haven'
t
.Jour
nalofEconomi
cI
ssues.Li
ncol
n:Dec.Vol
.25,Edi
s
i4;pg.
1017,
11
pgs
ht
t
p:
/
/
www.
unescap.
or
g/
pdd/
publ
i
cat
i
ons/
Rur
al
Pover
t
y
/
ChI
I
I
.
pdf
. Tanggal
Pengksesan2Des
ember2010.
Rat
nayake, Rav
i
. 2007. Per
s
i
st
ent and Emer
gi
ng I
ssues i
n Rur
alPover
t
y
Reduct
i
on.UN Economi
csandSoci
alCommi
ssi
onf
orAs
i
aandt
hePaci
f
i
c
Document
.
ht
t
p:
/
/
www.
unescap.
or
g/
pdd/
publ
i
cat
i
ons/
Rur
al
Pover
t
y
/
Rur
al
_Pover
t
y_Redu
ct
i
on.
pdfTanggalPengaksesan3Desember2010.

1041

Yuwant
o, Endr
o. 2010. Ti
ga Ter
sanka Kasus Kor
ups
i di Bek
asi
.
REPUBLI
KA.
co.
i
d. 15 Jul
i
. ht
t
p:
/
/
www.
r
epubl
i
ka.
co.
i
d/
ber
i
t
a/
br
eak
i
ngnews/
met
r
opol
i
t
an/
10/
07/
15/
124819t
i
gat
er
sangkakor
ups
i
danabl
t
di
bekasi
di
t
ahan.TanggalPengaksesan:5Des
ember2010.

1042

PROSES PENGOLAHAN DAN ANALISIS USAHA HOME INDUSTRY


DODOL NENAS DI DESA BIKANG KECAMATAN TOBOALI
KABUPATEN BANGKA SELATAN
Evahelda
Pr
ogr
am St
udiAgr
i
bi
sni
s,Fakul
t
asPer
t
ani
anPer
i
kananDanBi
ol
ogi
,
Uni
ver
si
t
asBangkaBel
i
t
ung,kampust
er
paduBal
uni
j
ukDesaBal
uni
j
uk
Kecamat
anMer
awangKabupat
enBangk
a
ABSTRAK
Penel
i
t
i
ani
niber
t
uj
uanunt
ukmenget
ahui pr
osespengol
ahandodolnenas,dan
menghi
t
unganal
i
s
i
susaha(
t
ot
albi
aya,pener
i
maandanpendapat
an)padapr
os
es
pengol
ahan dodolnenas diKecamat
an Toboal
iKabupat
en Bangka Sel
at
an.
Met
ode penel
i
t
i
an yang di
gunak
an dal
am penel
i
t
i
an i
niadal
ah menggunakan
met
odesur
vei
.Penar
i
kansampeldi
l
akukansecar
asengaj
a(
Purposive)
.Met
ode
pengumpul
andat
a,yai
t
uobser
vas
i(
pengamat
an)
,wawancar
al
angsungdanst
udi
pust
aka.Sel
anj
ut
nyadat
ayangdi
per
ol
ehdi
s
usunsecar
at
abul
as
idandi
j
el
askan
secar
adeskr
i
pt
i
f
.Hasi
lpenel
i
t
i
anmenunj
ukkanbahwapr
osespengol
ahandodol
nenasadal
ah sebagaiber
i
kut:Buah nenasdi
k
upasdan di
cuc
i
,l
al
u dipot
ong
kemudi
an dibl
ender
.Campur
kan nenas y
ang sudah hal
us dengan sebagi
an
sant
an,t
epungket
an,gul
apas
i
r
,mar
gar
i
nmenj
adiadonandodol
,t
ambahkansi
s
a
sant
an yang sudah di
panaskan diwaj
an dan hampi
rmenj
adimi
nyakkedal
am
adonan yang sudah r
at
a sambi
ldi
aduk dan di
masak sampaikent
al
,l
i
at
,dan
adonankel
uarmi
nyak.Angkatadonandant
uangkankedal
am l
oyangyangsudah
di
al
as
ipl
ast
i
k,set
el
ahdi
ngi
nadonandi
kemasdenganpl
ast
i
k.Bi
ayat
ot
alyang
di
kel
uar
kandal
am sat
ukal
ipr
osespr
oduks
iadal
ahs
ebesar Rp.289.
638,
91.
Pener
i
maan yang di
per
ol
eh adal
ah sebes
arRp.600.
000.Pendapat
an yang
di
per
ol
ehadal
ahs
ebesarRp.310.
361,
09dal
am sat
ukal
ipr
oduksi
.
Kata kunci :dodolnenas,anal
i
s
i
susaha,home industry,Toboal
i

PENDAHULUAN
I
ndones
i
a sebagainegar
a kepul
auan memi
l
i
k
ipot
ens
ial
ami
ah unt
uk
mengembangkan sekt
or per
t
ani
an, t
er
masuk t
anaman

hor
t
i
k
ul
t
ur
a. Sekt
or

per
t
ani
an mer
upakan suat
u kegi
at
an ek
onomi yang t
angguh yang dapat
di
gunakanunt
ukmengger
akkanr
odaper
ekonomi
an.
Nenas (
Ananas comucus L)mer
upakan komodi
t
ashor
t
i
kukt
ur
a andal
an
I
ndones
i
a,bai
kyangdiekspordal
am bent
ukbuahsegarmaupunol
ahan.Vol
ume
eksporbuahnenasI
ndones
i
apadat
ahun2008sebesar269.
663,
512t
on.Juml
ah

1043

i
nimengal
amipeni
ngkat
an dar
it
ahun sebel
umnya yai
t
ut
ahun 2007 sebesar
110.
112,
419t
on(
Anoni
m 2009)
.
Pr
oduksinenasI
ndones
i
apadat
ahun2009mencapai1.
558.
049t
ondan
9.
266 t
on di
has
i
l
kan ol
eh Pr
ov
i
ns
iBangk
a Bel
i
t
ung (
BPS RI2009)
.Hali
ni
menunj
ukkan bahwa nenas dapatmendukung pengembangan pembangunan
per
t
ani
andiBangkaBel
i
t
ungsel
ai
ns
ekt
orper
kebunandanper
t
ambangan.
Sal
ahsat
usent
r
apr
oduks
inenast
er
besardiKabupat
enBangkaSel
at
an
adal
ahDesaBi
kang.Luasar
ealt
anamannenasdiDesaBi
kangpadat
ahun2009
adal
ahsebesar48Hadenganj
uml
ahpr
oduksisebanyak130t
on(
BPS Bangka
Sel
at
an2009)
.
Nenas diDesaBi
kangsudahmenj
adipr
odukunggul
an,hali
nidi
sebabkan
kar
ena usahat
ani nenas sudah menj
adi mat
a pencahar
i
an ut
ama yang
di
usahakansecar
at
ur
unt
emur
undar
igener
asikegener
as
i
.Keunggul
anNenas
Bi
kangdi
bandi
ngnenasl
ai
nnyaadal
ahkual
i
t
asr
asany
ayangt
akt
er
sai
ngi
,mani
s
dan gur
i
h,dengan kondi
s
ibuahnya y
ang besar
,k
el
i
hat
an segardan sedap
di
pandangmat
a(
Anoni
m 2009)
.
Mel
i
hatpot
ens
inenas yang cukup besarbai
k dar
isegipr
oduks
idan
r
asanya,sudah sel
ayak
nya nenas dapatmeni
ngkat
kan pendapat
an pet
anidi
DesaBi
kang.Akant
et
apiyangmenj
adiper
masal
ahanadal
ahpadas
aatpanen
r
aya t
i
ba har
ga nenas t
er
sebutakan menj
adir
endah.Di
dukung l
agidengan
kar
akt
er
i
st
i
k pr
oduk hor
t
i
kul
t
ur
a yang mudah r
usak,t
i
dak s
er
agam dan bulky,
sehi
nggaak
anmenur
unkanpendapat
anpet
aninenas.
Sal
ah sat
u upay
a yang bi
sa di
l
akukan unt
uk mengat
asiper
masal
ahan
t
er
sebutadal
ahdenganpengol
ahanl
ebi
hl
anj
utbuahnenasmenj
adidodolnenas
,
sehi
nggadapatmeni
ngkat
kanni
l
ait
ambah.

BAHAN DAN METODE


Penel
i
t
i
ani
nidi
l
aks
anakandar
iBul
anAgust
ussampaiNovember2009,di
DesaBi
kangKecamat
anToboal
iKabupat
enBangkaSel
at
an.
Met
ode penel
i
t
i
an yang di
gunakan dal
am penel
i
t
i
an i
ni adal
ah
menggunakan met
ode sur
vei di
mana penel
i
t
i mel
i
hat l
angsung keadaan
di
l
apangan.Menur
utHas
an (
2006)
,penel
i
t
i
an sur
veiadal
ah penel
i
t
i
an dengan

1044

t
i
dak mel
akukan per
ubahan (
t
i
dak ada per
l
ak
uan khusus)t
er
hadap var
i
abel
var
i
abelyang di
t
el
i
t
i
,danpenel
i
t
i
ani
nidi
l
ak
ukan unt
ukmemper
ol
ehf
akt
af
akt
a
dar
igej
al
agej
al
ay
angadapadasuat
uk
el
ompokat
aupunsuat
udaer
ah.
Penar
i
k
an sampeldi
l
akuk
an secar
a sengaj
a(
Purposive)
,yai
t
u home
industry mi
l
i
kBapakSapar
udi
n.Usahapembuat
andodolnenasi
nisudahdi
mul
ai
sej
akt
ahun2007.
Met
ode yang di
gunakan dal
am pengumpul
an dat
a, yai
t
u obser
vas
i
(
pengamat
an)
,wawancar
al
angsungdanst
udipus
t
aka.
Met
ode yang di
gunakan unt
uk menghi
t
ung besar
ny
a bi
aya pr
oduks
i
(
Soekar
t
awi
,2002)adal
ahsebagaiber
i
kut:
TC=FC+VC
Di
mana:

TC=Tot
alCos
t/Bi
ayaTot
al(
Rp)
FC=Fi
x
edCost/Bi
ayaTet
ap(
Rp)
VC=Var
i
abelCost/Bi
ayaVar
i
abel(
Rp)

Menghi
t
ungbi
ay
apener
i
maandanpendapat
an (
Soekar
t
awi
,2002)adal
ah
sebagaiber
i
kut
:
Pn=PtxHp
Di
mana:

Pn=Pener
i
maan(
Rp)
Pt=Pr
oduksi(
uni
t
)
Hp=Har
gaJual(
Rp)

Menghi
t
ungpendapat
an
Pd=TR-TC
Di
mana:

Pd=Pendapat
anTot
al(
Rp)
TR=Tot
alRev
enue/Pener
i
maan(
Rp)
TC=Tot
alCos
t/Bi
ayaPr
oduksiTot
al(
Rp)

Sel
anj
ut
nya dat
a yang di
per
ol
eh di
susun s
ecar
at
abul
asidan di
j
el
askan
secar
adesk
r
i
pt
i
f
.

1045

HASIL DAN PEMBAHASAN

Proses Pembuatan Dodol Nenas


Ber
dasar
kan bahan bakunya dodoldi
k
l
as
i
f
i
kas
i
kan menj
adidua,yai
t
u:
dodolyangdi
ol
ahdar
it
epungt
epungandanbuahbuahan(
Sat
uhudanSunar
mi
2004)
.Dodolmer
upakansal
ahsat
upr
odukol
ahanhas
i
lper
t
ani
an(
buahbuahan)
yangt
er
masukdal
am j
eni
spangansemibas
ahyangt
er
di
r
idar
icampur
ant
epung
dan gul
ay
ang di
ker
i
ngkan,sehi
ngga dapatl
angsung di
makan dan kandungan
ai
r
nyar
endahsehi
nggadapatst
abi
lsel
amapenyi
mpanan.Makanani
nibi
asanya
di
gunakans
ebagaimakananr
i
nganat
aumakanansel
i
ngan.
1. Bahanbakudanper
al
at
an:
Bahanbahan yang di
gunakan unt
ukpembuat
an dodolnenast
er
di
r
idar
i
bahanpok
ok(
ut
ama)
,bahanpembant
udanbahanpenunj
ang.Bahanut
amayang
di
gunakanunt
ukpembuat
andodolnenasadal
ahbuahnenas.Bahanpenol
ong
yangdi
gunak
ant
er
di
r
idar
it
epungket
an,gul
aput
i
h,mar
gar
i
n,sant
ankel
apa,ai
r
danpl
ast
i
kkemasan.Bahanpenunj
angyangdi
gunakanmi
nyakt
anah,kayubak
ar
danl
i
s
t
r
i
k.
Per
al
at
anyangdi
gunakanadal
ahsebagaiber
i
k
ut
:waj
anal
muni
um,pi
sau,
pengadukkayu,bl
ender
,baskom,l
oy
ang,ember
,t
ungkubes
i
,sar
i
ngansant
an,
danember
.
2. Car
aPembuat
an:
a.Buahnenasyangakandi
gunakandi
kupasdandi
c
uci
b.Ambi
ldagi
ngbuah,l
al
udi
pot
ongkec
i
lkemudi
andibl
ender
c.Si
apkans
ant
ank
el
apadenganper
bandi
ngan1:3
d.Campur
kan nenasyang sudah hal
usdengan sebagi
an sant
an,t
epung
ket
an,gul
apas
i
r
,mar
gar
i
nmenj
adiadonandodol
e.Tambahkan si
sa sant
an yang sudah di
panaskan diwaj
an dan hampi
r
menj
adimi
nyakkedal
am adonanyangsudahr
at
asambi
ldi
aduk

1046

f
. Masaksampaikent
al
,l
i
at
,danadonankel
uarmi
nyak
g.Angkatadonandant
uangkank
edal
am l
oyangyangsudahdi
al
as
ipl
ast
i
k
denganket
ebal
anadonan2cm
h.Set
el
ahdi
ngi
nadonanbi
sadi
kemasdenganpl
ast
i
k.
Analisis Usaha
Bi
aya pr
oduks
i adal
ah semua pengel
uar
an yang har
us di
kel
uar
kan
pr
odusenunt
ukmemper
ol
ehf
akt
or
f
akt
orpr
oduskidanbahanpenunj
angl
ai
nnya,
yang akan di
gunakan agarpr
odukpr
oduk t
er
t
ent
u yang di
r
enc
anakan dapat
t
er
wuj
ud(
Manki
w 2003)
.Bi
ayapr
oduks
idal
am penel
i
t
i
ani
niadal
ahsemuabi
aya
yang di
kel
uar
kan dal
am mempr
oduksi dodol nenas. Bi
aya pr
oduks
i yang
di
kel
uar
kany
ai
t
ubi
ayat
et
apdanbi
ay
avar
i
abel
.
1.Bi
ayaTet
ap(
Fixed cost)
Bi
aya t
et
ap dal
am penel
i
t
i
an i
niadal
ah bi
aya yang di
kel
uar
kan unt
uk
pembi
ayaan f
akt
or
f
akt
orpr
oduks
iyang s
i
f
at
nya t
et
ap,t
i
dak ber
ubah wal
upun
vol
umepr
odukyangdi
has
i
l
kanber
ubah.At
audengankat
asar
anapr
oduksiyang
t
i
dakhabi
sdi
pakaidal
am sat
ukal
ipr
osespr
oduksi
.
Penghi
t
ungan bi
aya t
et
ap mer
upakan bi
aya penyusut
an per
al
at
an yang
di
gunakan sel
ama pr
oses pengol
ahan dodolnenas,yang si
f
at
nya t
i
dak habi
s
di
pak
aidal
am sekal
ipr
oduks
i
.Akant
et
apidapatdi
gunak
anber
ul
angul
angses
uai
denganumurpemakai
annya.Bi
ay
apenyusut
andi
hi
t
ungdenganmembandi
ngkan
har
gabel
i(
Rp)denganl
amanyapemaki
an(
Th)(
Sur
at
i
ah2006)
.Ri
nc
i
anbi
aya
t
et
apdapatdi
l
i
hatpadaTabel1.
Ber
dasar
kan Tabel1,dapatdi
l
i
hatbahwa bi
aya t
et
ap yang di
k
el
uar
k
an
ber
dasar
kanbi
ay
apeny
usut
anadal
ahs
ebesarRp.16.
638,
91.
Tabel1.Bi
ayat
et
apy
angdi
gunakandal
am pembuat
andodolnenas
No.

Bahan

1.
2.
3.
4.

Baskom
Waj
anbesar
Waj
ans
edang
Pengadukkayu

Sat
uan
(
uni
t
)
2
1
1
1

Har
gasat
uan
(
Rp)
10.
000
250.
000
130.
000
30.
000

Ni
l
aiPenyusut
an
(
Rp/
Bl
n)
555,
56
4.
166,
67
2.
166,
67
833,
33
1047

5.
6.
7.
8.
9.
10.

Loyang
4
15.
000
Tungkubes
i
1
40.
000
Sar
i
ngansant
an
2
6.
000
Bl
ender
1
200.
000
Ember
1
10.
000
Pi
sau
2
12.
500
Total
703.500
Sumber:di
ol
ahdar
idat
apr
i
mer

1.
666,
67
666,
67
333,
33
5.
555,
56
277,
78
416,
67
16.638,91

2. Bi
ayaVar
i
abel(
Variabel Cost)
Bi
ayav
ar
i
abeladal
ahbi
ay
ayangdi
gunakanunt
ukpengadaanf
akt
or
f
akt
or
pr
oduks
iyangs
i
f
at
ny
aber
ubahubah.At
audengankat
al
ai
nbi
ayavar
i
abeladal
ah
bi
ayayangdi
kel
uar
kansel
amapr
osespr
oduksi yangl
angsungmempengar
uhi
j
uml
ahpr
oduksidanpenggunaanyahabi
sdi
pakaidal
am sat
ukal
ipr
osespr
oduks
i
.
Bi
aya var
i
abely
ang di
maksud dal
am penel
i
t
i
an i
niadal
ah bi
ay
a bahan baku,
bahan penol
ong,bi
aya t
enaga ker
j
a dan bi
aya penunj
ang yang besarkec
i
l
ny
a
t
er
gant
ungdar
ibesarkec
i
l
ny
avol
umepr
oduksi
.Bi
ayavar
i
abelyangdi
gunakan
sel
ama pr
osespengol
ahan dodolnenasdal
am sat
u kal
ipr
oduks
idapatdi
l
i
hat
padaTabel2.
Tabel2.Bi
ayavar
i
abelyangdi
gunakandal
am pembuat
andodol
nenas
No.
Bahan
Sat
uan
Har
gasat
uan(
Rp) Juml
ah(
Rp)
1. Nenas
20buah
3.
500
70.
000
2. Gul
apas
i
r
2,
5Kg
11.
000
27.
500
3. Mar
gar
i
n
5ons
4.
000
20.
000
4. Tepungket
an
3bungkus
5.
000
15.
000
5. Kel
apa
10buah
4.
000
40.
000
6. Kayubakar
2i
kat
6.
000
12.
000
7. Mi
nyakt
anah
0,
25l
i
t
er
4.
000
1.
000
8. Pl
ast
i
kkemasan 1pakukur
an0.
5kg
7.
500
7.
500
9. Li
st
r
i
k
30.
000
30.
000
10. TenagaKer
j
a
2or
ang
25.
000
50.
000
Total
100.000
273.000
Sumber:di
ol
ahdar
idat
apr
i
mer

1048

3. Bi
ayaTot
al(
Tot
alCos
t
)

Bi
ayat
ot
aladal
ahsemuakomponenbi
ayay
angdi
gunakansel
amapr
oses
pr
oduks
i
.Bi
ayat
ot
aladal
ahj
uml
ahdar
ibi
ay
at
et
ap(
FC)di
t
ambahbi
ayavar
i
abel
(
VC)yangdi
gunakanber
samasamadal
am sat
ukal
ipr
osespr
oduks
i
.Bi
ayaTot
al
yangdi
gunakansel
amapr
osespengol
ahandodolnenasdal
am sat
ukal
ipr
oduks
i
dapatdi
l
i
hatpadaTabel3.
Tabel3.Bi
ayaTot
alyangdi
gunakandal
am pembuat
andodolnenas
No.
Ur
ai
anBi
aya
1. Bi
aya Tet
ap(
Fixed Cost)
Penyusut
an
2. Bi
ayavar
i
abel(
Variable Cost)
3.
Biaya total (total Cost)

Juml
ahper
bul
an(
Rp/
bl
n)
Rp.16.
638,
91
Rp.273.
000
Rp. 289.638,91

Ber
dasar
kan Tabel3,dapatdi
l
i
hatbahwa bi
aya t
et
ap yang di
k
el
uar
k
an
adal
ah sebesarRp.16.
638,
91.Bi
aya i
nimer
upakan bi
aya per
al
at
an set
el
ah
mengal
amipenyusut
an.Bi
aya var
i
abeladal
ah sel
ur
uh bi
aya yang di
kel
uar
kan
sel
ama sat
u kal
ipr
oses pengol
ahan dodolnenas yai
t
u sebesarRp.273.
000.
Sehi
ngga bi
aya t
ot
aly
ang di
k
el
uar
kan adal
ah sebes
arRp.289.
638,
91 yang
mer
upakanpenj
uml
ahandar
ikeduak
omponent
er
sebut
.

4. Pener
i
maan
Pener
i
maan adal
ah hasi
lkal
iant
ar
aj
uml
ah pr
oduksidengan har
ga j
ual
.
Sel
amasat
ukal
ipr
oduks
iakanmenghasi
l
kan12kgdodolnenas.Har
gaj
ual1kg
dodolnenass
ebesarRp.50.
000.Pener
i
maanyangdi
per
ol
ehadal
ahsebesarRp.
600.
000dal
am sat
ukal
ipr
oduks
i
.Komponenpener
i
maanyangdi
per
ol
ehdal
am
sat
ukal
ipr
oduks
idodolnenasdapatdi
l
i
hatpadaTabel4.
Tabel4.Pener
i
maanyangdi
per
ol
ehdal
am sat
ukal
ipr
oduks
idodol
nenas
No.
Ur
ai
anBi
aya
1. Juml
ahpr
oduks
i
2. Har
gaperkg
3.
Penerimaan

Sekal
ipr
oduks
i
12kg
Rp.50.
000
Rp. 600.000

1049

Pener
i
maandar
iusahapengoal
ahandodolnenasdal
am sat
ukal
ipr
oduks
i
adal
ah=pr
oduks
ixhar
gapenj
ual
an
=12kgxRp.50.
000
=Rp.600.
000

5. Pendapat
an
Pendapat
an adal
ah sel
i
s
i
h ant
ar
aj
uml
ah pener
i
maan yang di
per
ol
eh
dengant
ot
albi
ay
ayangdi
kel
uar
kan.Pener
i
maanyangdi
per
ol
ehdal
am sat
ukal
i
pr
osespengol
ahandodolnenasdapatdi
l
i
hatpadaTabel5.
Tabel5.Pendapat
anyangdi
per
ol
ehdal
am sat
ukal
ipr
oduks
idodol
nenas
No.
Ur
ai
anBi
aya
1. Pener
i
maan
2. Bi
ayat
ot
al
3.
Pendapatan

Sekal
iPr
oduks
i(
Rp)
Rp.600.
000
Rp.289.
638,
91
Rp. 310.361,09

Pendapat
andar
iusahapengoal
ahandodolnenasdal
am sat
ukal
ipr
oduks
i
adal
ahsel
i
s
i
hant
ar
apener
i
maandenganbi
ay
at
ot
alyai
t
u:
= Rp.600.
000-Rp.289.
638,
91
= Rp.310.
361,
09
Dengandemi
k
i
andapatdi
k
et
ahuibahwapendapat
any
angdi
per
ol
ehdal
am
sat
u kal
ipr
os
espengol
ahan dodolnenasadal
ah sebesar

Rp.

310.
361,
09.
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Kesi
mpul
anyangdapatdi
ambi
ldar
ipenel
i
t
i
ani
niadal
ahsebagaiber
i
kut:
1. Pr
osespengol
ahandodolnenasadal
ahsebagaiber
i
kut:Buahnenasdi
kupas
dan di
cuc
i
,di
pot
ong,l
al
u dibl
ender
.Campur
kan nenasyang sudah hal
us
dengansebagi
ansant
an,t
epungket
an,gul
apasi
r
,mar
gar
i
nmenj
adiadonan

1050

dodol
,t
ambahkansi
sasant
anyangsudahdi
panaskandiwaj
andanhampi
r
menj
adimi
nyakkedal
am adonanyangsudahr
at
asambi
ldi
adukdandi
masak
sampaikent
al
,l
i
at
,danadonankel
uarmi
nyak,angkatadonandant
uangk
an
kedal
am l
oyangyangsudahdi
al
as
ipl
ast
i
kdenganket
ebal
anadonan2cm,
set
el
ahdi
ngi
nadonanbi
sadi
k
emasdal
am pl
ast
i
k.
2. Bi
ayat
ot
aly
angdi
gunakandal
am sat
ukal
ipr
osespr
oduks
iadal
ahsebes
ar
Rp.289.
638,
91
3. Pener
i
maanyangdi
per
ol
ehdal
am sat
ukal
ipr
oduksiadal
ahsebesar
Rp.600.
000
4. Pendapat
any
angdi
per
ol
ehadal
ahsebesarRp.310.
361,
09dal
am sat
ukal
i
pr
oduks
i
.

SARAN

1. Per
l
u di
l
akuk
an pr
omosil
ebi
hl
anj
utsupaya nenasdan pr
odukt
ur
unannya
seper
t
idodolnenast
et
ap ada dan di
har
apkan meni
ngkatvol
ume pr
oduksi
sehi
nggadapatmeni
ngkat
kanpendapat
anmasyar
akatdidaer
ah set
empat
,
sehi
ngga daer
ah Toboal
ikhusus
nya dapatmenj
adii
k
on sebagaidaer
ah
penghas
i
lnenasdiKabupat
enBangkaSel
at
an.
2. Per
l
u di
l
ak
ukan pembi
naan kepada masyar
akat pengr
aj
i
n dodol nenas
sehi
nggapr
odukyangdi
has
i
l
kanl
ebi
hbai
kmut
udankemasannya,sehi
ngga
dapatmeni
ngkat
k
anni
l
ait
ambah.

DAFTAR PUSTAKA

Anoni
m. 2009. St
at
i
st
i
k Ekspor 20032008. Jakar
t
a : Di
r
j
en Hor
t
i
kul
t
ur
a.
20Januar
i2009)
.
ht
t
p:
/
/
www.
hor
t
i
kul
t
ur
a.
go.
i
d(
Anoni
m,2009.Bi
kangMenuj
uSent
r
aNenas
.
ht
t
p:
/
/
cet
ak
.
bangk
apos.
com/
ser
umpunsebal
ai
/
r
ead/
17370.
ht
ml(
6Febr
uar
i
2009)
.

1051

BadanPusatSt
at
i
st
i
k.2009.BangkaSel
at
andal
am Angka.BPS.Toboal
i
.
Badan Pusat St
at
i
s
t
i
k RI
. 2009. Pr
oduks
i Buahbuahan Menur
ut Pr
ov
i
ns
i
.
ht
t
p:
/
/
www.
bps.
com.(
1Mar
et2009)
.
Hasan.2006.Anal
i
si
sDat
aPenel
i
t
i
andenganSt
at
i
st
i
k.PT.BumiAksar
a.Jakar
t
a.
Manki
w,N.
G.2003.Pengant
arEkonomi
.Er
l
angga.Jakar
t
a.
Sat
uhu,S danSunar
mi
.2004.MembuatAnekaDodolBuah.PenebarSwadaya.
Jakar
t
a.
Soekar
t
awi
.2002.Pr
i
ns
i
pDas
arEkonomiPer
t
ani
an.Raj
awal
iPer
s
ada.Jak
ar
t
a.
Sur
at
i
ah,K.2006.I
l
muUsahaTani
.PenebarSwadaya.Jakar
t
a.

1052

KEUNGGULAN KOMPETITIF DAN KOMPARATIF USAHA


PEMASARAN LOBSTER DI KOTA BENGKULU
M.Mustopa Romdhon1
Ketut Sukiyono
Jur
usanSos
i
alEkonomiPer
t
ani
an,Fakul
t
asPer
t
ani
an
Uni
ver
si
t
asBengkul
u

ABSTRACT
Thet
i
ghtcompet
i
t
i
oni
nl
obst
ermar
ketatBengkul
uwasi
ndi
cat
i
ngt
hesmal
l
quant
i
t
y ofmar
ketpl
ayer
,and pr
omot
i
ng hi
ghestpr
of
i
t
.The hi
ghestl
evelof
compet
i
t
i
on caus
ed gr
eatspendi
ng on mar
ket
i
ng,and pr
oduct
i
on cost
.These
coul
dl
ead t
of
l
uc
t
uat
i
onoff
i
r
m advant
ages
.The Obj
ect
i
v
e ofr
es
ear
ch wast
o
assest
hec
ompet
i
t
i
v
eandcompar
at
i
veadv
ant
agesofl
obst
ermar
ket
i
ngf
i
r
m at
Bengkul
u.Compet
i
t
i
veandcompar
at
i
veadv
ant
agesofl
obst
ermar
ket
i
ngwoul
dbe
t
est
ed t
hr
ough economi
c uni
tcostpr
opos
ed by Cockbur
n and Si
eggel(
1998,
1999)
.Thi
si
ndi
c
at
i
onmeant
hati
fval
uei
s<1t
hecostsmal
l
ert
hanpr
oduct
i
on
val
ue,f
i
r
mshavepr
of
i
tandhi
ghcompet
i
t
i
v
eandcompar
at
i
v
eadvant
ages.The
r
esul
t
sshowed t
hataver
age i
ndexofcompet
i
t
i
ve and compar
at
i
ve advant
ages
wer
e.
0,
97and0,
377.Thes
emeanst
hatt
hemar
ket
i
ngf
i
r
m hashi
ghadvant
ages.
Nowadays,t
hedec
r
eas
i
ngofcat
c
hment
shadt
o pusht
hel
ocalgover
nmentt
o
const
r
uctt
he st
r
engt
h pol
i
cyt
o mar
ketact
i
vi
t
i
es,wher
ei
st
he mar
ket
i
ng f
i
r
ms
shoul
d appl
yi
t
.The pol
i
cyr
el
at
ed t
ot
he ecomar
ketf
orl
obst
erst
ockt
hr
ough
empower
i
ngf
i
sher
menbyappl
y
i
ngcat
chi
ngecof
r
i
endl
yt
echnol
ogy.
key words : l
obst
er
,advant
ages,mar
ket
i
ngf
i
r
m

PENDAHULUAN
Pot
ensil
autPr
opi
ns
iBengkul
ucukupbesardengant
i
ngkatpemanf
aat
an
i
kanl
autmencapai31.
906,
6t
onpert
ahun,padapanj
anggar
i
spant
aimencapai
525 km yang membent
ang ke ar
ah l
autl
epas(
ZEE 200 mi
l
)
,di
mana pel
uang
penangkapani
kanmencapai94.
310,
4t
onpert
ahun(
74,
72%)
.I
nimenunj
ukkan
t
i
ngk
atpr
oduks
ii
kan l
est
ar
idil
autmencapai126.
217 t
on perhekt
ar
e.Jeni
s
komoi
t
asl
autyangdapatdi
konsumsidar
iper
ai
r
anBengk
ul
uant
ar
al
ai
ni
k
ant
una
besar
,c
akal
ang,t
ongkol
,t
enggi
r
i
,sent
uhuk,pedang,l
ayar
an,pel
agi
s kec
i
l
,
demer
sal
,udangpenai
de,l
obst
er
,cumi
cumi
,ser
t
ai
kankar
ang(
Apr
i
ant
y,2006)
.

1053

Jeni
si
kan diBengkul
ut
er
masuksal
ah sat
ukel
ompokkomodi
t
asyang ber
ni
l
ai
t
i
nggibai
k dipasarl
okal
/
domest
i
k maupun dipasarekspormenur
utDel
gado
(
2003)y
ai
t
ul
obst
erkel
ompokCrustacea yangmer
upakanj
eni
si
kant
er
kec
i
ldal
am
j
uml
ah penangkapan namun memi
l
i
k
ini
l
aij
ualt
i
nggidipasarperki
l
ogr
am.
Pr
oduksil
obs
t
ert
angk
apber
f
l
uk
t
uas
it
i
apl
i
mat
ahunmeski
punpr
oduks
it
er
t
i
nggi
ada diKot
a Bengkul
u.Pr
ospek per
mi
nt
aan l
obst
erke depan semaki
n bes
ar
sehi
ngga per
l
u peni
ngk
at
an pr
oduks
i
nya,padahalsebagi
an besarl
obst
erdi
Bengkul
u l
obst
er dar
i per
i
kanan t
angk
ap sebesar 60 per
sen. Fakt
or
pendukungnyaadal
ahper
k
embanganhar
ganomi
nall
obst
erdipasarl
i
mat
ahun
t
er
akhi
rdiPr
opi
ns
iBengkul
umenunj
ukkanpeni
ngk
at
ancukupbai
kdar
iRp.
52.
000
perkgt
ahun2001menj
adiRp.
165.
480perkgt
ahun2005(
RomdhondanKet
ut
,
2008)
.
Pel
aku us
aha komodi
t
as l
obst
ermenj
anj
i
kan t
i
ngkatl
aba yang besar
mengi
ngat pel
ak
u usaha diKot
a Bengkul
u sendi
r
ir
el
at
i
ft
er
bat
as.Juml
ah
per
usahaandibi
sni
sl
obst
erhanyaempatper
usahaans
al
ahsat
unyaCV.
EdiKot
o
sebagaiper
usahaanpenampungdanpemasarl
obst
ert
er
besar
,
sehi
nggat
i
ngkat
per
sai
ngan usaha pemasar
an l
obst
er sangat t
i
nggi
. Namun r
esi
ko

dan

ket
i
dapast
i
anusahayangdi
hadapipel
akuusahat
i
nggikar
enar
ant
aipemasar
an
panj
ang dan besarhi
ngga membut
uhkan bi
aya bes
arunt
uk mendi
st
r
i
busi
k
an
pr
odukny
akepadakons
umenyangl
okas
i
nyar
el
at
i
fj
auhant
ar
al
ai
nLampungdan
Jakar
t
a.Per
soal
anr
ant
aipemasar
anl
obst
eryangpanj
angi
nil
ahi
rdar
iadanya
ker
j
asama pr
oduksimaupun pemasar
an mul
aidar
it
i
ngkatnel
ayan,pedagang
besarsampaiekspor
t
i
rl
uardaer
ah.Ti
ngkatket
i
dakpast
i
an yang sangatt
i
nggi
kar
enapengar
uhi
k
l
i
m dancuacaber
pengar
uht
er
hadaphas
i
lt
angkapanl
obst
er
.
Kondi
s
ii
ni ber
dampak besar t
er
hadap keunggul
an kompet
i
t
i
f dan
kompar
at
i
fl
obst
erasalPr
opi
ns
iBengkul
u di
bandi
ngkan l
obs
t
ert
angkapan dar
i
daer
ahl
ai
nseper
t
ii
niPr
opi
ns
iNusaTenggar
aBar
at(
NTB)
.Lobs
t
erdaer
ahi
ni
j
ugamenghadapipesai
ngdar
iPr
opi
ns
iLampungdanwi
l
ayahwi
l
ay
ahpenghas
i
l
l
obst
erl
ai
nny
at
el
ah mampu membudi
dayakan l
obst
erk
ual
i
t
as ekspordengan
har
gayangber
sai
ng.Ket
i
dakst
abi
l
anhar
gal
obst
erdipasardomest
i
kdiJakar
t
a
danpas
arduni
adiCi
nadanJ
epangmenambahbes
art
i
ngkatper
sai
nganusaha
l
obst
er
.Ter
bukanya pasardiset
i
ap negar
a bagiber
bagaikomodi
t
as menj
adi
penanda dat
angnya er
a gl
obal
i
sas
iek
onomi
.Schuh (
1991)mengungkapkan

1054

bahwagl
obal
i
sas
it
el
ahmenyebabkanekonominasi
onalmenj
adimaki
nt
er
buk
a
dan t
er
gant
ung pada per
dagangan i
nt
er
nasi
onal
,sehi
ngga maki
nj
auh dar
i
i
nt
er
vens
ipemer
i
nt
ah.Aki
bat
nya,agarmampuber
s
ai
ng,pr
odukyangdi
pas
ar
kan
har
us memi
l
i
k
ikeunggul
an kompar
at
i
f dan keunggul
an kompet
i
t
i
f dipasar
i
nt
er
nas
i
onal
.Penel
i
t
i
an i
niber
t
uj
uan unt
ukmeni
l
aiKeunggul
an kompet
i
t
i
fdan
kompar
at
i
fusahapemasar
anl
obst
er
.
Keunggul
an kompet
i
t
i
fdan kompar
at
i
fsebagaikemampuan per
usahaan
meni
ngkat
kan pr
odukt
i
vi
t
asmel
al
uiupay
a ef
i
s
i
ens
it
ekni
sdan pr
osespr
oduks
i
(
Noval
i
a, 2005)
. Keunggul
an kompet
i
t
i
f dan kompar
at
i
fusaha di
uj
idengan
menggunakan f
or
mul
a pendekat
an uni
t bi
aya ekonomiyang di
aj
ukan ol
eh
Cockbur
nandSi
ggel(
1998,1999)seper
t
it
er
saj
ipadaper
samaan(
1)
.J
i
k
ani
l
ai
i
ndi
kat
or i
nikur
ang dar
isat
u, bi
aya l
ebi
hr
endah dar
ini
l
aipr
oduks
idan
per
usahaan memper
ol
eh keunt
ungan.I
mpl
i
k
asi
nya,uni
tbi
aya kur
ang dar
isat
u
maka di
i
nt
epr
est
as
i
kan sebagaii
ndi
kat
orkeunggul
an kompet
i
t
i
fdan kompar
at
i
f
yangt
i
nggi(
Cockbur
nandSi
ggel
,1998,1999)
.
Kedua keunggul
an i
ni dal
am usaha pemasar
an sebagai ukur
an
kemampuan per
usahaan memasar
kan pr
oduknya dengan penggunaan bi
aya
pemasar
anyangef
i
s
i
en.Sehi
nggaper
usahaandapatmenekanhar
gaj
ualpr
oduk,
agarpr
oduk dapatber
s
ai
ng dengan pr
oduk sej
eni
s.Fakt
or
f
akt
orpembent
uk
keunggul
an k
ompet
i
t
i
fdan kompar
at
i
fusahapemasar
an menur
utMal
i
an,etal
.
(
2004)t
er
di
r
idar
it
eknol
ogi
,pr
odukt
i
vi
t
as,har
gadanbi
ay
ai
nput
,st
r
ukt
uri
ndust
r
i
,
ser
t
akuant
i
t
asper
mi
nt
aandomest
i
kdaneks
por
.Fakt
or
f
akt
ori
nidi
bedakanat
as:
(
1)f
akt
ory
ang dapatdi
kendal
i
kan ol
eh uni
tusaha,seper
t
ist
r
at
egipr
oduk
,
t
eknol
ogi
,r
i
set dan pengembangan; (
2) f
akt
or yang dapat di
kendal
i
kan
pemer
i
nt
ah,seper
t
il
i
ngkungan bi
s
ni
s(
paj
ak,suku bunga,ni
l
ait
uk
aruang)
,
kebi
j
akan per
dagangan,kebi
j
akan r
i
s
etdan pengembangan,s
er
t
a pendi
di
k
an,
pel
at
i
handanr
egul
as
i
;(
3)f
akt
orsemit
er
k
endal
i
,seper
t
ik
ebi
j
akan har
gai
nput
dankuant
i
t
asper
mi
nt
aandomest
i
k;dan(
4)f
akt
oryangt
i
dakdapatdi
kendal
i
k
an,
seper
t
il
i
ngkunganal
am.
Fl
ukt
uas
ihar
ga t
er
sebutdapatber
sumberdar
if
l
ukt
uas
ipr
oduks
idal
am
neger
i
,f
l
uk
t
uas
ihar
gai
nt
er
nas
i
onaldan f
l
ukuasini
l
ait
ukar(
Si
mat
upang,
1999)
.
Zyl
ber
szt
aj
n dan Cl
audi
o(
2003)menyat
akan bahwa keunggul
ankompet
i
t
i
fdan
kompar
at
i
fpr
odukper
t
ani
andi
t
unj
ukkanol
ehkoor
di
nas
ipadat
i
apt
ahapanpr
oses

1055

pr
oduks
is
ampaipemasar
anyangdi
i
ndi
k
asi
k
anol
ehbesar
nyaper
mi
nt
aanpr
oduk
mel
al
ui i
ndi
kas
i kual
i
t
as, st
andar
i
sas
i dan ser
t
i
f
i
kas
i
. Rachman (
2002)
ber
pendapatpemer
i
nt
ahmener
apkani
nst
r
umenkebi
j
akankompr
ehensi
fmel
i
put
i
1)penet
apanhar
gadasarpembel
i
anpemer
i
nt
ah,2)penet
apant
ar
i
fbeamasuk
yang r
eal
i
st
i
kdan per
i
odi
k,
3)pengat
ur
anvol
ume i
mporyangkons
i
st
en,dan 4)
per
bai
kan st
r
ukt
urdan ef
i
s
i
ens
ipemasar
an ser
t
a pember
dayaan kel
embagaan
pemasar
andit
i
ngkatpet
ani
/
nel
ay
an.

BAHAN DAN METODE

Penentuan lokasi
Lokasipenel
i
t
i
an i
nidi
pi
l
i
h secar
a sengaj
a yakniCV.
EdiKot
o yang
ber
ger
akdal
am usahapenampungandanpemasar
ant
er
besardenganpr
oduks
i
t
angkapan 3,
2t
on diKot
a Bengkul
u yangsecar
a akt
i
fmel
akukan pemasar
an
l
obst
ersel
amat
i
gat
ahunt
er
ak
hi
r
.Sehi
nggadi
har
apkanakanmampumenunj
ang
ket
er
sedi
aandat
ayangdi
but
uhk
anunt
ukmenj
awabt
uj
uanpenel
i
t
i
an.

Metode Analisa Data


Dat
ayangdi
gunakandi
per
ol
ehmel
al
uipengumpul
andat
asek
underhar
i
an
per
usahaan ber
upa not
a dan f
akt
urpembel
i
an dan penj
ual
an l
obst
er
,l
apor
an
t
r
ansaks
i
,ser
t
adat
akeuanganl
ai
nnyasel
amal
i
mabel
asbul
ant
er
akhi
r
.Met
ode
yangdi
gunakandal
am pengukur
ankeunggul
ankompet
i
t
i
fdank
ompar
at
i
f
.

1)Keunggul
anKompet
i
t
i
f
Keunggul
ankompet
i
t
i
fdankompar
at
i
fdomest
i
kdi
ukurpadahar
gaout
put
dani
nputdomest
i
k.Rumusuni
tbi
ayat
er
sebutakanmenj
adi:

UC d =

TC d
TC d
=
VO d Q Pd 1

(
1)

ndi
kas
i
kant
ot
albi
ayapr
oduksipadahar
gapasardomest
i
k,Pd
di
manaTCd mengi
har
gapas
ardomest
i
k(
har
gayangdi
t
er
i
maPer
usahaanEdiKot
odar
ipenj
ual
an
Lobst
er
) per uni
tpr
oduk,Q adal
ah j
uml
ah l
obst
er yang di
j
ual
,VOd dal
ah
pener
i
maanpadat
i
ngk
athar
gadomest
i
k.

1056

2)Keunggul
ankompar
at
i
f
Anal
i
sa keunggul
an kompar
at
i
fdi
ukurdengan har
ga bayangan (
shadow
price)seper
t
iyangdi
s
ar
ankanol
ehCanh,etal(
2005)
.I
niber
ar
t
ir
umusuni
tbi
aya
akanmenj
adisebagaiber
i
k
ut
:

UC s =

TC s
TC s
=
VO s Q Ps 1

(
2)

di
manaTCsadal
aht
ot
albi
ayapr
oduks
ipadahar
gabayangan,Psadal
ahhar
ga
bayanganout
put
,Q adal
ahkuant
i
t
asyangdi
j
ual
,danVos adal
ahTot
alr
evenue
pada har
ga bayangan. Dal
am anal
i
sa uni
t cost
, pener
i
maan, bi
aya dan
keunt
ungan di
bedakan menur
uthar
ga pr
i
v
atdan har
ga bay
angan.Per
bedaan
keduahar
gai
nimer
upakandampakkebi
j
akanpemer
i
nt
ah,ser
t
at
er
j
adi
nyadi
st
or
si
dipasari
nputdan/
at
auout
put
.Har
gapr
i
vatadal
ahhar
gayangber
l
akudibawah
kondi
s
iak
t
ualkebi
j
akan pemer
i
nt
ah.Har
ga bayangann adal
ah har
ga di
mana
pasardal
am kondi
s
ief
i
s
i
en(
t
i
dakadadi
st
or
sipasar
)(
Mal
i
anetal
.
,2004)
.Uni
t
bi
ayamer
upakanr
as
i
oant
ar
at
ot
albi
ayapr
oduksidenganni
l
aiout
put
Ber
dasar
kan pendekat
an day
a sai
ng usaha Cohr
an dan Si
gel(
2005)
t
er
sebutmakadi
asumsi
kanbahwa:
1.Har
gabayanganadal
ahni
l
ait
er
t
i
nggidar
ipr
odukdal
am penggunaanal
t
er
nat
i
f
t
er
bai
k(
Rp)
.
2.Pener
i
maanber
s
i
hmer
upakanpendapat
anber
si
hCV.
EdiKot
o(
Rp/
t
r
i
wul
an)
.
3.Paj
akpendapat
anadal
ahni
l
aiyanghar
usdi
bayar
kanol
ehCV.
EdiKot
oat
as
pendapat
andar
iusahapemasar
anl
obst
er(
Rp/
t
r
i
wul
an)
4.Har
gai
nputbayangant
er
di
r
idar
ikomponenbahanbak
ar
,t
el
epondanl
i
st
r
i
k
di
per
hi
t
ungkanpadahar
ganonsubs
i
di(
Rp)
5.Har
ga out
putbayangan adal
ah har
ga FOB l
obst
erdipasari
nt
er
nas
i
onal
,
kar
enaI
ndones
i
apadas
aati
nisebagaieks
por
t
i
rl
obst
er
.
6. Bi
ayapenyusut
anat
asakt
i
vat
et
appadaCV.
EdiKot
odi
hi
t
ungdenganmet
ode
gar
i
sl
ur
us(
straight line method)di
manat
i
ngk
atsukubungadi
as
umsi
kant
et
ap
danni
l
aiakhi
rakt
i
vat
et
apadal
ahnol
.

1057

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kondi
s
ipemasar
anl
obs
t
erdiPr
ovi
ns
iBengk
ul
umul
aidar
inel
ayansampai
t
uj
uaneksporcukuppanj
angdanber
agam.Nel
ayandikot
aBengk
ul
uumumnya
l
angs
ung menj
uall
obst
ert
angkapannya l
angsung ke pedagang besar
.Namun
nel
ay
an dar
idaer
ah at
au kabupat
enl
ai
numumnya menj
al
i
n kemi
t
r
aan dengan
pedagangpengumpulset
empatyangmemi
l
i
kiakseskepadapedagangbesardi
kot
aBengkul
u.Sal
ur
anpemasar
anl
obst
eryangmel
i
bat
kanUD EdiKot
odapat
di
l
i
hatpadaGambar1.Lobst
ermat
ihanyadi
bel
iol
ehUDEdiKot
odar
ipedagang
pengumpul
.Sedangkanl
obs
t
ery
angdi
pasar
kankeJakar
t
aadal
ahl
obst
erdal
am
keadaanhi
dup.Lobst
ermat
ibai
kyangdi
bel
idal
am keadaanmat
imaupunmat
i
saatpemyi
mpananakandi
j
ualkepasarl
okalat
aukepadagangbesarl
ai
nny
adi
kot
aBengkul
u.

Gambar1.Sal
ur
anPemasar
anLobst
erdiPr
opi
ns
iBengkul
u

Dal
am sal
ur
anpemasar
anl
obst
erpadaUD EdiKot
opembent
ukanhar
ga
t
er
bent
uk ber
dasar
kan t
r
ansmi
sihar
ga dar
ipedagang eks
por
t
i
r
,ke pedagang
besar
,yangdi
t
er
uskanol
ehpedagangpengumpulkepadanel
ayan.UD EdiKot
o
sebagaipedagang besar menj
adipener
i
ma har
ga dar
iPT Vel
yn.Dar
isi
s
i
1058

pembel
i
an, UD Edi Kot
o menj
adi penent
u har
ga l
obst
er dar
i pedagang
pengumpul
.Kondi
s
ii
nimenyebabkankenai
k
anhar
gadit
i
ngk
atkonsument
i
dak
di
t
r
ans
i
mi
si
kan kepada nel
ay
an secar
a sempur
na. Si
st
em i
nimeni
mbul
kan
kekuat
an monopsoni
/
ol
i
gops
oniyang t
er
bent
uk mel
al
uipr
oses
:(
1) menj
al
i
n
ker
j
asama dan kemi
t
r
aan dengan nel
ayan at
au l
embaga pemasar
an penyal
ur
l
obst
er
,(
2) menci
pt
akan hambat
an pasar komodi
t
i
, dan (
3) menci
pt
akan
ket
er
gant
ungan pemasar
an l
obs
t
erk
epada pedagang t
er
t
ent
u.Mekani
sme i
ni
menyebabkant
i
ngk
atkeunt
unganpedagangl
ebi
hbesardar
ik
eunt
ungannel
ayan
maupunpedagangsebel
umnya.

Keunggulan Kompetitif
Pener
i
maan CV.
EdiKot
o ber
asaldar
ipenj
ual
an l
obst
erkepada mi
t
r
a
bi
sni
sny
a yai
t
u PT Vel
yn Lest
ar
idiJakar
t
a.Zyl
ber
szt
aj
n dan Cl
audi
o(
2003)
menyat
akan bahwa keunggul
an kompet
i
t
i
fdan kompar
at
i
fdi
i
ndi
kas
i
k
an ol
eh
besar
nyaper
mi
nt
aanpr
odukmel
al
uii
ndi
kas
ikual
i
t
as
,st
andar
i
sas
idanser
t
i
f
i
kas
i
.
Pr
oses sor
t
as
idan gr
adi
ng ol
eh CV.
EdiKot
o pada pr
osespembel
i
an l
obst
er
.
Kr
i
t
er
i
asor
t
asiy
angdi
t
er
apkanyai
t
u:Kel
engkapanor
gankak
i(
adat
i
dak
nyakak
i
yang pat
ah)
,
t
eks
t
urdan ker
as at
au l
unaknya kul
i
tl
obst
er
,kondi
s
il
eher
,
j
eni
s
l
obst
erdi
manal
obst
ermut
i
ar
aadal
ahj
eni
sy
angmemi
l
i
k
ini
l
aihar
gapal
i
ngt
i
nggi
bai
kdipasardomest
i
kmaupuni
nt
er
nas
i
onal ser
t
as
i
ze(
ukur
an)seper
t
it
er
saj
i
ada Tabel3.CV.
EdiKot
o mener
apkan dua si
st
em sor
t
as
idan gr
adi
ng pada
pembel
i
an l
obst
eryang di
t
ent
uk
an ol
eh musi
m l
obst
er
.Si
st
em gr
adi
ng pada
musi
m bi
asadapatdi
gambar
kanpadaTabel
1.
Tabel1.Si
st
em Gr
adi
ngLobst
erPadaMusi
m Bi
asa
No. Jeni
sCor
akLobst
er
1. Hi
j
auPasi
r(
Panulirus homarus)

2. Bat
u(
Panulirus penicilatus)

3. Bambu(
Panulirus versicolor)

Gr
adePembel
i
an(
Uk
ur
an)
Baby(
<0,
1kg)
Rut(
0,
10,
5kg)
5Up(
>0,
5k
g)
Baby(
<0,
1kg)
Rut(
0,
10,
5kg)
5Up(
>0,
5k
g)
Baby(
<0,
1kg)
Rut(
0,
10,
5kg)
5Up(
>0,
5k
g)

1059

4. Bat
i
k(
Panulirus cygnus)

5. Hi
t
am/
Paki
st
an(
Panulirus argus)

6. Mut
i
ar
a(
Panulirus ornatus)
7. Lobst
erMat
i(
s
emuaj
eni
s)

Baby(
<0,
1kg)
Rut(
0,
10,
5kg)
5Up(
>0,
5k
g)
Baby(
<0,
1kg)
Rut(
0,
10,
5kg)
5Up(
>0,
5k
g)
6/
9(
0,
60,
9kg)
Besar(
>0,
9)
Keci
l(
<0,
3kg)
Besar(
>0,
3k
g)

Sumber: data primer dan sekunder, 2008


Si
st
em sor
t
asipadamusi
m puncakl
ebi
ht
er
per
i
nc
ikar
enapr
opor
s
il
obst
er
ukur
ankec
i
ll
ebi
hbanyakdar
ipadal
obst
erdenganuk
ur
anl
ebi
hbesar
.Pol
ai
ni
di
l
akuk
an pada l
obst
er j
eni
s Hi
j
au Pasi
r dan Mut
i
ar
a kar
ena sel
ai
n ni
l
ai
ekonomi
snya t
i
nggi
,kedua j
eni
sl
obst
er i
nij
uml
ah pr
oduks
i
nya t
er
t
i
nggidi
Bengkul
u.Si
st
em gr
adi
ngl
obst
erpadamusi
m puncakdapatdi
l
i
hatpadaTabel2.

Tabel2.Si
st
em Gr
adi
ngLobst
erPadaMusi
m Puncak
No. Jeni
sCor
akLobst
er
Gr
adePembel
i
an(
Uk
ur
an)
1. Hi
j
au Pasi
r (
Panulirus Baby(
<0,
1kg);0,
10,
2Kg;0,
20,
3
homarus)
Kg;
0,
30,
5Kg;5Up(
>0,
5kg)
2. Bat
u
(
Panulirus Baby(
<0,
1kg);Rut(
0,
10,
5kg);5Up(
>
penicilatus)
0,
5kg)
3. Bambu
(
Panulirus Baby(
<0,
1kg);Rut(
0,
10,
5kg);5Up(
>
versicolor)
0,
5kg)
4. Bat
i
k(
Panulirus cygnus) Baby(
<0,
1kg);Rut(
0,
10,
5kg);5Up(
>
0,
5kg)
5. Hi
t
am/
Paki
st
an(
Panulirus Baby(
<0,
1kg);Rut(
0,
10,
5k
g)
;5Up(
>
argus)
0,
5kg)
6. Mut
i
ar
a
(
Panulirus 6/
9(
0,
60,
9kg);Besar(
>0,
9)
ornatus)
7. Lobst
er Mat
i (
semua Keci
l(
<0,
3kg);Besar(
>0,
3kg)
j
eni
s)
Sumber: data primer dan sekunder, 2008
Dengan s
i
st
em st
andar
i
sas
ikual
i
t
asi
ni
,maka pener
i
maan CV.
EdiKot
o
at
aspenj
ual
anl
obst
ermenur
utj
eni
sl
obst
ersel
ama November2006 Januar
i
2008dapatdi
l
i
hatpadaTabel3.

1060

Tabel3.Ni
l
aiPenj
ual
an CV.
EdiKot
o perTr
i
wul
an (
November2006 Januar
i
2008)
No Per
i
ode

Hi
j
auPasi
r

Jeni
s(
Rp.
)
Mut
i
ar
a
Lai
nnya

1. Tr
i
wul
an 2.
043.
307.
165 78.
239.
700
I
2. Tr
i
wul
an 1.
274.
207.
510 63.
505.
800
I
I
3. Tr
i
wul
an 1.
220.
237.
840 55.
354.
950
I
I
I
4. Tr
i
wul
an 928.
250.
465 2.
286.
200
I
V
5. Tr
i
wul
an 1.
792.
295.
050 27.
500.
250
V
Rat
ar
at
a 1.
451.
659.
606 45.
377.
380
%
93,
05
2,
91
Juml
ah
7.
258.
298.
030 226.
886.
900
Sumber: data sekunder (diolah), 2008

Juml
ah(
Rp)
Lobst
er
Mat
i
99.
581.
625 28.
878.
660 2.
250.
007.
150
36.
639.
430 11.
977.
400 1.
386.
330.
140
30.
376.
675

6.
243.
200 1.
312.
212.
665

27.
384.
585 10.
417.
700 968.
338.
950
51.
848.
840 12.
171.
500 1.
883.
815.
640
49.
166.
231 13.
937.
692 1.
560.
140.
909
3,
15
0,
89
100
245.
831.
155 69.
688.
461 7.
800.
704.
546

Ni
l
aipenj
ual
anl
obs
t
ert
er
t
i
nggiyangt
er
j
adipadaper
i
odet
r
i
wul
anIdi
sebabkan
ol
eh t
i
nggi
nya j
uml
ah l
obst
er t
er
ut
ama pada musi
m puncak l
obst
er yang
di
pas
ar
kanol
ehCV.
EdiKot
o.Rendahnyani
l
aipenj
ual
anl
obst
erpadat
r
i
wul
anI
V
ber
kai
t
andenganr
endahnyaj
uml
ahl
obst
ery
angdi
pas
ar
kankar
enamenur
unnya
i
nt
ensi
t
as penangk
apan l
obst
er ak
i
bat kondi
s
i c
uaca

s
er
t
a

s
i
k
l
us

per
kembangbi
ak
anl
obst
er
.
Keunggul
an k
ompet
i
t
i
f di
ukur dengan pendekat
an uni
t bi
aya di
mana
sel
ur
uh f
ak
t
ori
nputdan out
putdi
hi
t
ung pada har
ga domest
i
k(
har
ga pr
i
vat
)
.
Sehi
nggasel
ur
uhbi
ay
adanhas
i
lpr
oduks
idi
hi
t
ungpadat
i
ngk
atdi
manahar
gahar
gaber
adadi
bawahkebi
j
akanpemer
i
nt
ahseper
t
isubs
i
dimi
sal
nya.Tot
albi
aya
pr
oduks
i
,ni
l
aipener
i
maan,dan i
ndeks keunggul
an kompet
i
t
i
fdi
ukurdengan
pendekat
anuni
tbi
ayadal
am t
r
i
wul
andapatdi
l
i
hatpadaTabel4.
Tabel4.Tot
alCost
,Ni
l
aiOut
putdan Uni
tCostpada Har
ga Ri
i
lCV.
EdiKot
o
(
November2006Januar
i2008)
Ur
ai
an
Tr
i
wul
anI
Bi
aya
Pr
oduksi
B.Oper
as
i
B.

4.
740.
400
161.
560.
682

Tr
i
wul
anI
I

4.
724.
950
90.
406.
750

Per
i
ode
Tr
i
wul
anI
I
I

Tr
i
wul
anI
V

4.
740.
400
4.
740.
400
68.
586.
583 52.
651.
023

Tr
i
wul
anV

4.
740.
400
86.
943.
987

1061

Pemasar
an
B.
1.
974.
640.
225 1.
225.
325.
200 1.
172.
999.
950
Pembel
i
an
B. Tenaga
12.
000.
000
12.
000.
000
12.
000.
000
Ker
j
a
B.
8.
808.
997
8.
808.
997
8.
808.
997
Penyusut
an
Tot
al Cost 2.
161.
750.
304 1.
341.
265.
897 1.
267.
135.
930
(
TCd)
Ni
l
aiOut
put 2.
250.
007.
150 1.
386.
330.
140 1.
312.
212.
665
(
VOd)
Uni
t Cost
0,
961
0,
967
0,
966
(
UCd)
Sumber: data primer dan sekunder (diolah), 2008

863.
994.
200 1.
427.
774.
950
12.
000.
000

12.
000.
000

8.
808.
997

8.
808.
997

942.
194.
620 1.
540.
268.
334
968.
338.
950 1.
883.
815.
640
0,
973

0,
818

Ni
l
air
at
ar
at
ar
as
i
ouni
tc
ostusaha pemasar
anl
obst
erpadaCV.
EdiKot
o
sel
amal
i
mabel
asbul
ant
er
akhi
rl
ebi
hk
eci
ldar
i1,yai
t
u0,
937.Has
i
lanal
i
s
i
suni
t
costt
er
sebutmencer
mi
nkan bahwa secar
af
i
nansi
al
,usaha pemasar
an l
obst
er
padaCV.
EdiKot
omemi
l
i
k
ikeunggul
ankompet
i
t
i
f(
domest
i
k)yangr
el
at
i
ft
i
nggi
.
meski
pun ni
l
ai
nya f
l
ukt
uat
i
f
. Ar
t
i
nya CV.
EdiKot
o dapatdapatber
sai
ng dal
am
menj
ualpr
oduksej
eni
sdenganpes
ai
ngnya(
Romdhonet al,2008)
.
Fl
ukt
uas
ihar
ga t
er
sebutdapatber
sumberdar
if
l
ukt
uas
ipr
oduks
idal
am
neger
i
,f
l
ukt
uas
ihar
ga i
nt
er
nas
i
onaldan f
l
ukuasini
l
ait
uk
ar(
Si
mat
upang,
1999)
yangber
dampakpadaf
l
ukt
uas
it
i
ngkatkeunggul
ankompet
i
t
i
fusahapemasar
an
l
obst
er
.Ti
ngkatkeunggul
ankompet
i
t
i
ft
er
endaht
er
j
adipadaper
i
odet
r
i
wul
anI
V,
yai
t
upadabul
anAgust
us,Sept
ember
,danOkt
ober2007.I
nidi
kar
enakanpada
per
i
ode i
nij
uml
ah penangk
apan l
obst
ery
ang r
endah.Juml
ah t
r
ansaks
il
obst
er
yangl
ebi
hr
endahdar
ipadaj
uml
aht
r
ansaks
il
obst
erpadabul
anyangsamat
ahun
sebel
umnyadi
kar
enakani
nt
ens
i
t
aspenangk
apanl
obs
t
erpadaper
i
odet
r
i
wul
anV
t
er
ut
ama pada bul
an Desember2007 dan Januar
i2008.Penur
unan i
nt
ens
i
t
as
penangkapanl
obst
eri
nidi
ak
i
bat
kanol
ehkondi
s
icuacayangt
i
dakkondus
i
fl
okas
i
penangkapan bahk
an disebagi
an besarper
ai
r
an l
autdiI
ndones
i
a.Kondi
s
i
t
er
sebutmenyebabkan j
uml
ah t
angkapan l
obst
ermenur
un di
bandi
ngkan t
ahun
sebel
umnya,meski
pun har
ga l
obst
ermencapait
i
t
i
kt
er
t
i
nggit
i
dakber
pengar
uh
t
er
hadap t
i
ngk
atkeunggul
an kompet
i
t
i
fkar
ena har
ga l
obst
eryang t
i
nggiak
i
bat
menur
unnya t
i
ngkatpenawar
an.Habi
t
athi
dupnya l
obst
erber
uapa t
er
umbu
t
er
umbukar
angdanhut
anhut
anbany
akt
er
ancam aki
batal
i
hf
ungs
il
ahandan

1062

penangkapan y
ang t
i
dakl
est
ar
i
,denganmenggunakan per
al
at
anseper
t
ibom ,
j
ar
i
ngpukatdanl
ai
nl
ai
n.
Ti
ngkatkeunggul
ankompet
i
t
i
ft
er
t
i
nggit
er
j
adipadaper
i
odet
r
i
wul
anIdan
V,yai
t
upadabul
anbul
anNov
ember
,Desember
,danJanuar
i
,menur
utDel
gado
(
2003)k
ar
enahar
gaj
ualbai
kdi
pas
ardomest
i
kmaupuni
nt
er
nas
i
onalcukupt
i
nggi
.
Ti
nggi
nyat
i
ngkatkeunggul
ankompet
i
t
i
fsej
al
andengant
i
nggi
ny
aj
uml
ahl
obst
er
yang di
t
r
ansaks
i
kan.Ti
nggi
ny
at
i
ngkatkeunggul
an kompet
i
t
i
fdan pada per
i
ode
t
er
sebutj
ugadi
pengar
uhiol
eht
i
nggi
nyahar
gaj
uall
obst
erkhususny
aj
eni
shi
j
au
pasi
rdan mut
i
ar
a.Har
ga j
ualr
at
ar
at
al
obst
erj
eni
shi
j
au pasi
rmencapaiRp.
239.
000,
/
kg,sedangkanj
eni
sj
eni
smut
i
ar
ar
at
ar
at
aRp.302.
500,
-/
kg.Halyang
samat
er
j
adipadaper
i
odet
r
i
wul
anI
V(
Agust
us,Sept
ember
,danOkt
ober
)
.

Keunggulan Komparatif
Keunggul
an kompar
at
i
fusaha pemasar
an l
obst
er j
uga di
ukur dengan
pendekat
an uni
tbi
aya.Namun f
akt
ori
nputdan out
putdi
hi
t
ung pada har
ga
bayangan.Har
ga FOB l
obst
err
at
ar
at
a(
semua j
eni
s)pada per
i
ode November
2006Januar
i2008dapatdi
l
i
hatpadaTabel5.
Tabel5.Har
gaFOBLobst
er(
s
emuaj
eni
s)November2006Januar
i2008
Per
i
ode(
Rp.
/
k
g)
Tr
i
wul
anI Tr
i
wul
anI
I Tr
i
wul
anI
I
I Tr
i
wul
anI
V
Hi
dup
409.
925
411.
692
431.
058
414.
214
Mat
i
274.
659
269.
213
294.
341
272.
980
Rat
ar
at
a
342.
292
340.
452
362.
699
343.
597
Sumber: National Marine Fisheries Service USA (diolah)
Jeni
s

Tr
i
wul
anV
402.
564
260.
210
331.
387

Fakt
ori
nputusaha pemasar
an l
obst
eryang di
kenaisubs
i
diant
ar
al
ai
n:
bensi
n,sol
ar
,t
ar
i
fdas
arl
i
st
r
i
k dan t
ar
i
ft
el
epon.Komponen har
ga bayangan
l
ai
nny
adi
asumsi
kansamadenganhar
gadomest
i
knya.Har
gapr
i
vats
ebesarRp.
4.
500,
-perl
i
t
er
.Har
ga bayangan bens
i
n pada kur
un wakt
u November2006
Januar
i2008 ber
k
i
sarant
ar
a Rp.4.
780,
55 sampaiRp.7.
587,
7 perl
i
t
er
.Sol
ar
padahar
gadomest
i
kdi
bel
isehar
gaRp.4.
300,
-perl
i
t
er
.Har
gabayangansol
ar
ber
k
i
sarant
ar
aRp.5.
481,
-s
ampaiRp.8.
402,
5perl
i
t
er(
Per
t
ami
na,
2008)
.
Tar
i
fdasarl
i
st
r
i
k domest
i
k(
pr
i
v
at
)dengan 1.
300 vol
tpada pemakai
an
sampaidengan 20 kwh di
kenait
ar
i
fRp.385/
kwh,pada pemakai
an 2140 kwh

1063

di
kenait
ar
i
fRp.445/
kwh,danpadapemakai
anl
ebi
hdar
i40kwhdi
kenait
ar
i
fRp.
495/
kwh.Sedangkanpadahar
gabayangan(
bayangan)denganmenghi
l
angkan
komponen subsi
di
,t
ar
i
fdas
arl
i
st
r
i
kadal
ah Rp.970,
/
kwh pada semua t
i
ngkat
pemakai
an(
PLN,2007)
.Padakomponent
el
epon,t
ar
i
fper
cakapanl
okalpermeni
t
dibawah kebi
j
akan subs
i
diadal
ah Rp.173,
/
meni
t
.Dengan menghi
l
angk
an
komponen subsi
dipada pembent
ukan har
ga t
ar
i
ft
el
epon ak
an menj
adiRp.
313/
meni
tdengan asumsipenggunaan t
el
epon sepenuhny
a pada pemakai
an
per
cakapan l
ok
al
.Tot
albi
aya pr
oduks
i
,ni
l
aiout
put
,dan i
ndeks Keunggul
an
kompet
i
t
i
fdankompar
at
i
fyangdi
ukurdenganpendek
at
anuni
tbi
ayapadahar
ga
bayangandal
am per
i
odet
r
i
wul
andapatdi
l
i
hatpadaTabel6.

Tabel6.Tot
alCost
,Ni
l
aiOut
put
,danuni
tCostpadaHar
gaBay
angan(
Nov.2006
Jan.2008)
Ur
ai
an

Per
i
ode
Tr
i
wul
anI
I
I

Tr
i
wul
anI
Tr
i
wul
anI
I
Tr
i
wul
anI
V
Tr
i
wul
anV
Bi
aya
Pr
oduksi
B.Oper
as
i
5.
577.
264
5.
551.
810
5.
690.
221
5.
736.
231
5.
879.
355
B.
162.
019.
310
90.
822.
206
69.
086.
722
53.
237.
608
87.
754.
979
Pemas
ar
an
B.
1.
974.
640.
225 1.
225.
325.
200 1.
172.
999.
950 863.
994.
200 1.
427.
774.
950
Pembel
i
an
B. Tenaga
12.
000.
000
12.
000.
000
12.
000.
000
12.
000.
000
12.
000.
000
Ker
j
a
B.
8.
808.
997
8.
808.
997
8.
808.
997
8.
808.
997
8.
808.
997
Penyus
ut
an
Tot
al Cos
t 2.
163.
045.
796 1.
342.
508.
213 1.
268.
585.
889 943.
777.
035 1.
542.
218.
280
(
TCs)
Ni
l
aiOut
put 7.
138.
110.
293 3.
838.
445.
626 3.
041.
574.
520 2.
191.
495.
871 3.
630.
704.
561
(
VOs)
Uni
t Cos
t
0,
303
0,
350
0,
417
0,
431
0,
425
(
UCs)

Sumber: data primer dan sekunder (diolah), 2008


Hasi
lanal
i
s
i
suni
tcos
tpadahar
gabayangandi
ket
ahuimenunj
ukkanbahwa
ni
l
ai i
ndeks keunggul
an kompar
at
i
fr
at
ar
at
a sebesar 0,
385. Has
i
li
ni
mencer
mi
nkanbahwasecar
aekonomi
,usahapemasar
anl
obst
ermemi
l
i
k
it
i
ngkat
keunggul
an kompar
at
i
fyang r
el
at
i
ft
i
nggi
.Rasi
oi
nij
uga menunj
ukkan bahwa
t
anpa pr
ot
eks
ipemer
i
nt
ah pun,usaha pemasar
an l
obst
ermasi
h memi
l
i
kidaya
sai
ng t
i
nggi
,Hali
nidi
pi
cu ol
eh sel
i
s
i
h har
ga bel
idomest
i
kdengan har
ga j
ual
i
nt
er
nas
i
onalyangt
i
nggi
.
1064

KESIMPULAN
Ti
ngkatkeunggul
an kompet
i
t
i
fdan kompar
at
i
fusaha pemasar
an CV.
Edi
Kot
or
el
at
i
ft
i
nggimeski
punj
uml
ahpr
oduks
il
obst
eryangdi
t
r
ans
aks
i
kansemaki
n
menur
un di
mana r
at
ar
at
ai
ndekskeunggul
an kompet
i
t
i
fdan kompar
at
i
fCV.
Edi
Kot
ober
t
ur
ut
t
ur
utadal
ah0,
97dan0,
377.
Kecender
ungan penur
unan j
uml
ah t
angkapan l
obst
er di
sebabkan ol
eh
penur
unan kual
i
t
as ekos
i
st
em hi
dup l
obst
er
.Upaya pemel
i
har
aan ek
osi
s
t
em
t
er
umbu kar
ang har
usseger
a di
upayakan s
ecar
a sadardan bi
j
aksana sebagai
suat
ubent
uki
nvest
as
iunt
ukmenj
ami
nket
er
s
edi
aanl
obst
ert
angkap.Per
usahaan
j
uga per
l
us
eger
amener
apkan st
r
at
egiusaha unt
ukmenj
ami
n pasokan l
osbt
er
mi
sal
nyadenganmendor
ongnel
ayanunt
ukmener
apkant
eknol
ogipenangkapan
r
amahl
i
ngkunganser
t
as
i
st
em pembesar
anl
obs
t
erpadaker
ambaj
ar
i
ngapung
dandi
j
ualset
el
ahukur
anny
acukupbesar
.Lobst
erbet
i
nay
angsedangber
t
el
ur
j
ugadi
hi
ndar
iunt
ukdi
t
angk
apagarmampuber
kembangbi
ak.
DAFTAR PUSTAKA
Apr
i
ant
y,
H,
Hadi
,
S.
A,
Kooswar
dhono,M,
Endr
i
at
mo,dan Lal
a,M.
(
2006)
.St
r
ukt
ur
Sosi
alMasyar
akatNel
ayan Kot
a Bengkul
u :Kajian Struktural tentang
Kemiskinan Nelayan Kota Bengkulu.Jurnal Agrisep 4(
2)
:,
Mar
et.
Jur
usan
SOSEkUNI
B.
Bengkul
u.
Canh,etal
.
.2005.The Competitiveness of Ho Chi Minh's Food Processing
Industry.Resear
chRepor
t
.TheFac
ul
t
yofEconomi
cs,Facul
t
yofI
ndust
r
yat
Vi
et
nam Nat
i
onalUni
ver
s
i
t
yHoChiMi
nhCi
t
yandt
heI
nst
i
t
ut
ef
orEconomi
c
Resear
chofHCMC.
Cockbur
n,J.etal
.
.(
1998)
.Measuring competitiveness and its sources: the case
of Mali's manufacturing sector
,Wor
k
i
ngPaper
.CRFA:Uni
v
er
s
i
t
Laval
.
Del
gado,
C.
L,
Ni
kol
asw,Mar
kW.
R,
Si
etM,and Mahf
uzuddi
n A.
(
2003)
. Fish to
2020 : Supply and Demand in Changing World Markets.I
nt
er
nat
i
onalFood
Pol
i
cy Resear
ch I
nst
i
t
ut
e(
I
FPRI
)
.Wahi
ngt
on D.
C.Wor
l
d Fi
sh Cent
er
Penang,
Mal
ays
i
a.
Hawki
ns,R dan Mei
nder
t
sma J.
,
D.2004.Competitiveness and Comparative
Advantage: Key Concepts.I
CRALear
ni
ngMat
er
i
al
s(
www.
i
cr
aedu.
or
g)
.
I
r
awan,B.Nur
manaf
,R.Hast
ut
i
,E.
L.Musl
i
m,
C.Supr
i
at
na,danY.
V.Dar
wi
s.2001.
Kebijakan Pengembangan Agribisnis Komoditas Unggulan Hortikultura.
BadanPenel
i
t
i
andanPengembanganPer
t
i
ani
an,Bogor
.
I
r
awan,Bambang.2007.Fluktuasi Harga, Transmisi Harga dan Marjin Pemasaran
Sayuran dan Buah.Analisis Kebijakan Pertanian, 22(
4)Desember
:358373.

1065

Mal
i
an,etal
.
.2004.Per
mi
nt
aanEkspordanKeunggul
ankompet
i
t
i
fdankompar
at
i
f
Pani
l
iDiPr
ov
i
ns
iSul
awesiUt
ar
a.Jurnal Agro Ekonomi,22(
1)Mei
:2645.
Noval
i
a,Nur
kadi
na.2005. Anal
i
s
i
sKeunggul
ankompet
i
t
i
fdankompar
at
i
fI
ndust
r
i
Agr
oI
ndones
i
a.Jurnal Kajian Ekonomi,4(
1)Juni
:105127.
Rachman,
B dan Tahl
i
m Sudar
yant
o.
(
2002)
.Kemampuan Daya Sai
ng Si
st
em
Usahat
aniPadi
.Jurnal SOSIO EKONOMIKA,
8(
1)
,Juni2002,
3144.Fak
ul
t
as
Per
t
ani
anUni
ver
s
i
t
asLampung.
BandarLampung.
Romdhon,
M. dan Ket
ut S.
2008.
Daya Sai
ng dan Model Kemi
t
r
aan Usaha
Pemasar
an Lobst
er di Kot
a Bengkul
u (
l
apor
an penel
i
t
i
an t
i
dak di
publ
i
k
asi
k
an)
.Hi
bahKompet
i
siA2.Jur
usanSosekFak.Per
t
ani
anUni
ver
s
i
t
as
Bengkul
u.
Si
mat
upang,P danJSi
t
umor
ang.(
1998)Integrasi Pasar dan Keterkaitan Harga
Karet Indonesia dan Singapore.Jurnal Agro Ekonomi.Okt
ober1998.7(
2)
:
1229.
Schuh,G.E.1991.Open Economic: Implication for Global Agriculture.
Amer
i
can
Jour
nalofAgr
i
cul
t
ur
alEconomi
cs
.Hl
m 13221329.
Si
mat
upang,P,Sapt
ana,Supena,
andI
.
W.
Ruast
r
a.
(
1999)
.The Impact of Policy
Adjustment on Aricultural Input Market and Rice Farmer Income.Wor
kshop
onMacr
oFoodPol
i
cyandRur
alFi
nance.
Br
awi
j
ayaUni
ver
s
i
t
y.
Mal
ang.
Zyl
ber
szt
aj
n,DandCl
uadi
oA.
Pi
nhei
r
oM.
F.(
2003)
.Compet
i
t
i
venessofMeatAgr
i
FoodChai
ni
nBr
az
i
l
.Supply Management : An International Journal 8(
2)
:
155
165.

1066

KERAGAAN PERTUMBUHAN KEDELAI VARIETAS UNGGUL


DI LAHAN KERING SUMSEL

NP. Sri Ratmini, Rudy Soehendi dan Herwenita


Bal
aiPengkaj
i
anTek
nol
ogiPer
t
ani
anSumat
er
aSel
at
an
RINGKASAN
Luasar
ealpanendiI
ndonesi
amengal
amipenur
unan secar
at
aj
am r
at
ar
at
a 11 % per t
ahun dan 9,
66% per t
ahun Sel
ama per
i
ode 20002004.
Per
mi
nt
aankedel
ainas
i
onalcukupt
i
nggi
,namunt
i
dakdi
i
mbangiol
ehpr
oduks
i
dal
am neger
i
.Peni
ngk
at
anpr
oduks
idapatdi
l
akukandenganber
bagaicar
a,sal
ah
sat
unyadenganpemakai
anbeni
hunggulKegi
at
ani
nidi
l
aksanakandiDesaDes
a
Jaga Baya Kecamat
an Ki
ki
m Sel
at
an Kabupat
en Lahat
,dar
ibul
an Jul
isampai
Okt
ober2009,yang ber
t
uj
uan unt
uk memper
cepatpr
os
es di
semi
nas
ivar
i
et
as
unggulkedel
aiyang ber
pot
ens
it
i
nggidan dapatbedapat
as
ibai
k pada l
ahan
ker
i
ng Sumsel
. Kegi
at
an i
niber
ua demont
r
asit
eknol
ogivar
i
et
asunggulyang
menggunakan4var
i
et
asunggulkedel
aiyai
t
uSi
nabung,Tanggamus,Anj
asmor
o
dan Gr
obogan dengan t
ot
all
uasan 1 ha.Dat
a yang di
amat
iadal
ah t
i
nggi
t
anaman, umur ber
bunga, pr
oduks
idan anal
i
s
i
s usahat
ani
. Has
i
lanal
i
sa
usahat
anidi
dapat
kan bahwa pengembangan kedel
aidiKabupat
en Lahatl
ayak
unt
ukdi
kembangkan denganni
l
aiROIdanB/
Cr
at
i
o diat
as1. Var
i
et
asy
ang
pal
i
ngdi
r
es
pon pet
anidisek
i
t
arpenel
i
t
i
anadal
ahkedel
aivar
i
et
asAnj
asmor
o.
Kata Kunci:var
i
et
asunggul
,l
ahanker
i
ng,di
s
emi
nasidanusahat
ani

PENDAHULUAN
Kebut
uhankedel
aiNas
i
onalt
er
usmeni
ngkatsei
r
i
ngdenganper
t
ambahan
pendudukdanber
kembangnyai
ndus
t
r
ipanganol
ahan.Per
t
umbuhanper
mi
nt
aan
kedel
aisel
ama15t
ahunt
er
akhi
rcukupt
i
nggi
,namunt
i
dakmampudi
i
mbangiol
eh
pr
oduks
idal
am neger
i
,sehi
nggahar
usdi
l
akukani
mpordal
am j
uml
ahyangcukup
besar
,unt
ukmenanggul
angihali
nimakaper
l
udi
l
akukanpeni
ngkat
anpr
oduks
i
kedel
aiNasi
onal
. Pel
uangpeni
ngk
at
anpr
oduksikedel
aididal
am neger
imasi
h
t
er
buka l
ebar
,bai
k mel
al
uipeni
ngkat
an pr
odukt
i
vi
t
as maupun per
l
uasan ar
eal
t
anam.Pr
odukt
i
v
i
t
as r
at
ar
at
akedel
ainas
i
onalsaati
nibar
umencapai1,
28t
/
ha
dengan pencapai
n dit
i
ngkatpet
aniber
k
i
s
arant
ar
a 0,
6 2,
0t
/
ha,sedangkan
beber
apahas
i
lpenel
i
t
i
anmenunj
ukkanbahwapr
oduks
ikedel
aibi
samencapai1,
7
3,
2t
/
ha. Pr
oduks
ii
nimasi
h dapatdi
t
i
ngkat
kan dengan mener
apkan i
novas
i
t
eknol
ogi(
BadanLi
t
bang,2007;BadanLi
t
bang,2008; BPS,2005danSubandi
,
2007)
.
1067

Dat
a st
at
i
st
i
kdar
iFAO menunj
ukkan bahwa sel
ama per
i
ode 19901995,
ar
ealpanenkedel
aimeni
ngkatdar
i1,
33j
ut
ahapadat
ahun1990menj
adi1,
48
j
ut
ahapadat
ahun1995,at
aumeni
ngkatr
at
ar
at
a2,
06% pert
ahun.Sej
akt
ahun
1995,t
er
j
adipenur
unanar
ealpanensec
ar
at
aj
am dar
iseki
t
ar1,
48j
ut
ahamenj
adi
seki
t
ar0,
83j
ut
ahapadat
ahun2000,at
aumenur
unr
at
ar
at
a11% pert
ahun.
Sel
amaper
i
ode20002004,ar
ealpanenkedel
aimasi
ht
er
usmenur
unr
at
ar
at
a
9,
66% pert
ahun.Secar
akesel
ur
uhan,sel
amaper
i
ode15t
ahunt
er
akhi
r(
1990
2004)l
uasar
ealkedel
aidiI
ndones
i
amenur
unt
aj
am dar
isek
i
t
ar1,
33j
ut
ahapada
t
ahun1990menj
adi0,
55j
ut
ahapadat
ahun2004,at
aut
ur
unr
at
ar
at
a6,
14% per
t
ahun.
Padadekade19972007per
kembanganl
uaspanendanpr
oduks
ikedel
ai
diSumat
er
aSel
at
ant
er
usmenur
un(
BPS,2007)
.Pel
uangpeni
ngkat
anpr
oduks
i
kedel
aimel
al
uiper
l
uasanar
ealt
anam padal
ahanker
i
ngdiPr
ov
i
ns
iSumselcukup
besardengan pot
ens
iyang dapatdi
t
anamikedel
aimencapai285 r
i
bu ha dan
21.
433hat
er
dapatdiKabupat
en Lahat(
BPTP Sumsel
,2001)
.Hambat
anyang
di
hadapiant
ar
al
ai
n:ber
i
kl
i
m basah dengan cur
ah huj
an t
i
nggimengaki
bat
kan
t
i
ngk
atpencuc
i
an basabasa cukup i
nt
ens
i
fsehi
ngga kemasaman t
anah dan
kej
enuhanAldanFet
i
nggi
,dankes
ubur
anf
i
si
kk
i
mi
amenj
adir
endah(
Hi
dayatet
al.
,2000 dan Ut
omo,1997)
. Tuj
uan dar
ipenel
i
t
i
an i
niadal
ah memper
cepat
pr
oses di
semi
nasivar
i
et
as unggulkedel
aiyang ber
pot
ens
it
i
nggidan dapat
bedapat
as
ibai
kpadal
ahanker
i
ngSumsel
.

METODOLOGI

Kegi
at
an di
l
aksanak
an pada l
ahan ker
i
ng diDesa J
agabay
a Kabupat
en
Lahatdar
ibul
anJul
i
Okt
ober 2009.Var
i
et
asyangdi
per
agakan ada4(
empat
)
macam yai
t
u:Anj
asmor
o,Tanggamus,Si
nabung danGr
obogandengant
ot
all
uas
1 ha.

Komponen t
eknol
ogi y
ang di
t
er
apkan dengan pendekat
an PTT.

Pengol
ahant
anahdi
l
akukansempur
nadengandi
l
engk
apisal
ur
ankel
i
l
i
ngunt
uk
membant
umenj
agakel
embabandanaer
asit
anah.Kapuryangdi
gunak
anadal
ah
r
esi
dudar
ipengapur
anpadamusi
mt
anam sebel
umnyadengandosi
s500kg/
ha.
Pupukyang di
gunakan adal
ah pupukNPK maj
emukdengan dosi
s100 kg/
ha.
Dat
a yang di
kumpul
kan pada kegi
at
an i
nimel
i
put
i
:per
t
umbuhan t
anaman,

1068

ser
anganhamadanpenyak
i
t
,pr
oduks
ibi
j
ikedel
ai(
t
/
ha)ser
t
adat
asos
i
alek
onomi
mel
i
put
i
:vol
ume i
nputy
ang di
gunakan,har
ga i
nputdan ouput
,yang akan
menghasi
l
kanst
r
ukt
urbi
ay
a,danhas
i
lakhi
ranal
i
s
i
sus
ahat
ani
.
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Karakteristik Wilayah
Luaswi
l
ayahKecamat
anKi
ki
m sel
at
anseki
t
ar41.
085hayangt
er
s
ebardi
17desa,sal
ahsat
uny
aadal
ahDesaJagaBayadengant
ot
all
uasan1.
514ha
denganj
uml
ahpenduduk3343KK.Padaumumnyapemanf
aat
anl
ahandidaer
ah
Jaga Baya yai
t
u s
ebagai l
ahan pekar
angan, l
adang/
huma, Tegal
/
kebun,
per
kebunan,hut
an r
akyat
,hut
an negar
a,kol
am dan l
ai
nl
ai
n. Luas l
ahan
per
t
ani
andiDes
aJagaBayaadal
ah31hayangmer
upakanper
t
ani
andengan
i
r
i
gasiseder
hana. Pet
anididaer
ahi
nipadaumumnyamengusahakant
anaman
pangan dengan k
omodi
t
ipadi
,kedel
ai
,k
acang t
anah,j
agung,ubikayu dan
sayur
an. Kedel
emer
upakankomodi
t
ask
eduayangbany
akdi
usahakanpet
ani
set
el
aht
anamanpadi
.Padat
ahun2008t
ot
all
uaspanenkedel
aidiSumsel5.
352
hadengant
i
ngkatpr
oduks
i7.
305t
on(
BPS,2007)
.Di
l
i
hatdar
idat
adiat
asmaka
Lahatmempunyaipel
uangunt
ukpengembangankedel
aidiSumsel
.
B. Pertumbuhan Tanaman
Dar
i has
i
l pengamat
an ker
agaan per
umbuhan t
anaman sangat bai
k
t
er
ut
ama Anj
asmor
o (
Tabel1)
. Dar
idat
at
er
sebutdapatdi
ket
ahuibahwa
beber
apa var
i
et
as unggulyang di
per
agak
an mempunyaiadapt
as
iy
ang bai
k
t
er
hadapl
i
ngkungansek
i
t
arhali
nidapatdi
l
i
hatdar
iker
agaant
i
nggit
anamanl
ebi
h
bai
kdar
idat
a deskr
i
ps
ivar
i
et
asmasi
ngmasi
ng.Dar
i4 (
empat
)var
i
et
asyang
di
per
agak
an t
er
l
i
hatadanya gej
al
a kekur
angan unsurhar
a Ca dan Mg pada
var
i
et
asSi
nabung, namunt
i
dakmenyebabkanker
usakanpadat
anaman,hali
ni
di
sebabkan kar
ena t
anah dil
okas
iper
cobaan mempunyaini
l
aipH t
anah 5,
5,
sehi
nggabel
um ber
pengar
uht
er
hadapper
t
umbuhant
anaman.Pember
i
ankapur
sebanyak 500 k
g/
ha pada musi
m t
anam sebel
umnya t
er
nyat
a bel
um dapat
mencukupikebut
uhan Ca dan Mg t
er
ut
ama unt
uk var
i
et
as Si
nabung. Gej
al
a

1069

kahatCa di
mul
aipada daun muda yang di
t
andaidengan adanya bi
nt
i
kbi
nt
i
k
cokl
atat
au hi
t
am pada per
mukaaan daun.Bi
l
a kahatber
l
anj
utt
er
j
adinek
r
os
i
s
padaper
mukaanbawahdaun,sehi
nggadaunber
war
nacok
l
atdankadangdaun
nampakkr
i
t
i
ngmi
r
i
pgej
al
aser
anganv
i
r
us.KandunganCadapatdi
t
ukar(
Cadd)
sebesar10me/
100gt
er
masukr
endahdanper
l
upepupukanCa.Kekahat
anMg
di
t
andaidenganadanyak
l
or
os
i
syangber
awaldar
it
epidaun,kemudi
anmenj
al
ar
kebagi
ant
engahdi
ant
ar
at
ul
angdaun.Kekahat
anyangmeni
ngk
atmenyebabkan
per
ubahanwar
nat
epidaunmenj
adimer
ahkekuni
ngan,daungugur
,per
t
umbuhan
t
er
hambatdanhas
i
lr
endah. Bat
askr
i
t
i
sk
andunganMgdal
am t
anahadal
ah50
ppm Mg. Ki
sar
anni
l
aicuk
uppadadaunmudaadal
ah0,
261,
0%. KahatCa
dapatdi
at
as
idengandol
omi
tdank
apur
,sedangkankahatMgpadat
anahmasam
dapatdi
at
as
idenganpupukyangmengandungMgseper
t
ik
i
ser
i
t(
mgSO4)dan
dol
omi
t[
(
CaMg(
CO3)
]at
audenganpupukkandang(
Pus
l
i
t
bangt
an,2006)
Tabel1.Ker
agaanper
t
umbuhant
anamanpadakegi
at
andempl
otdiDesa
JagabayaKec.Ki
k
i
m KabLahat
,MK2009
No

Var
i
et
as

1. Si
nabung

*
5(
35hr
)

Ti
nggi
Tanaman
(
Cm)
*
68,
67(
66)

2. Tanggamus

*
5(
35hr
)

*
72,
50(
67)

*
7(
35,
739,
4hr
)

*
83,
33(
6468)

1,
505

1,
085

3. Anj
asmor
o
4. Gr
obogan

UmurBer
bunga
(
MST)

4(
3032har
i
)

Pr
oduksi(
t
/
ha)

1,
250

1,
385

59,
00(
5060)

Ket
er
angan:(
)
*=Umurpadadat
ades
k
r
i
ps
i
var
i
et
as

Dar
iTabel1t
er
l
i
hatbahwapr
oduks
idar
ikeempatvar
i
et
askedel
aiyang
di
cobakan menunj
ukkan bahwa var
i
et
as Gr
obogan mempunyaipr
oduks
iyang
pal
i
ng r
endah j
i
ka di
bandi
ngkan dengan var
i
et
as l
ai
nnya.Pr
oduks
it
er
t
i
nggi
di
per
ol
ehol
ehvar
i
et
asAnj
asmor
o,kemudi
anber
t
ur
utt
ur
utdi
i
kut
idenganvar
i
et
as
Si
nabung,Tanggamus,dan Gr
abogondengant
i
ngkatpr
oduks
imasi
ngmasi
ng
1,
505,1,
385,1,
250,dan 1,
085 t
/
ha. Rendahnya pr
oduks
il
ebi
h di
sebabkan
kar
ena pada saatber
bunga t
anaman mengal
amikeker
i
ngan ak
i
batadany
a
per
bai
kan sal
ur
an i
r
i
gas
idi
sampi
ng j
uga di
sebabkan hama pengger
ek pol
ong.
Wal
aupundi
t
anam bukanpadamusi
mnyat
er
nyat
at
i
ngkatser
anganhamasel
ai
n
pengger
ekpol
ongt
i
dakber
pengar
uht
er
hadappr
oduks
ihas
i
l(
Tabel2)
.Ser
angan

1070

hamapengger
ekpol
ongyangt
i
nggipadavar
i
et
asSi
nabungdanTanggamusl
ebi
h
di
sebabkank
ar
enaumurt
anamanyangl
ebi
hpanj
ang. Saatvar
i
et
asGr
obogan
danAnj
samor
ot
el
ah panen,Tanggamusdan Si
nabung masi
h hi
j
au sement
ar
a
t
i
ngk
atcur
ah huj
an sangatt
i
nggisehi
ngga akan sangatber
pengar
uh t
er
hadap
t
i
ngk
atser
anganhama.
Tabel2. Dat
a ser
angan hama pada kegi
at
an dempl
otdiDesa Jaga Baya
Kecamat
anKi
k
i
m kabupat
enLahat
,MK2009
No

Var
i
et
as

1. Si
nabung

Ul
at(
%) Bel
al
ang
(
%)
4,
8
3,
2

Kut
uDaun
(
%)
2,
8

Hamapengger
ek
pol
ong(
%)
45

2. Tanggamus

5,
4

3,
2

4,
2

25

3. Anj
asmor
o

2,
2

2,
5

5,
0

4. Gr
obogan

6,
8

2,
8

5,
6

Ukur
an bi
j
imenunj
ukkan bahwa var
i
et
as Gr
obogan mempunyaiukur
an
pal
i
ng besar
,sement
ar
a Anj
asmor
o dan Tanggamus ukur
an bi
j
isedang dan
Si
nabung ukur
an bi
j
ikec
i
l
. Seper
t
iyang di
kemukakan ol
eh Sut
omo dan Yuda
(
2008)danDur
yat
mo(
2008)
,var
i
et
asGr
oboganmempunyaiukur
anbi
j
ibesardan
bobot100but
i
rbi
j
idapatmencapai16g.Pr
oduksiGr
oboganpal
i
ngr
endahhali
ni
ber
kor
el
asidengan t
i
nggidan umurt
anaman yang pendek,sehi
ngga sangat
ber
pengar
uh t
er
hadap f
ot
os
i
nt
atyang di
hasi
l
kan j
uga kec
i
l
. Bahar
sj
ah,dkk.
(
1998)menyat
akan bahwa meni
ngkat
nya ener
gir
adi
as
imat
ahar
iyang dapat
di
t
er
i
ma t
aj
uk t
anaman kedel
ai menj
adi
k
an pr
oses f
ot
os
i
nt
es
i
s meni
ngk
at
sehi
ngga f
ot
os
i
nt
atyang di
has
i
l
kan l
ebi
ht
i
nggidan hasi
lakan meni
ngkat
.
Per
t
umbuhan t
anaman yang l
ebi
h bai
k dan f
ot
os
i
nt
es
i
s yang meni
ngkatak
an
memper
besarpasokan f
ot
os
i
nt
atke bagi
an l
i
mbung (
bi
j
i
)(
Wi
cks,dkk.
,2004)
.
Pr
odukt
i
v
i
t
ast
anaman kedel
aij
uga sangatt
er
gant
ung pada t
eknol
ogipr
oduks
i
,
panen dan pasca panen sel
ai
ns
i
f
atmor
f
ol
ogi
nya.Dis
ampi
ng i
t
u kondi
s
i
l
i
ngkunganmakr
oseper
t
it
i
nggit
empat
,j
eni
st
anah,suhu,kel
embabandanc
ur
ah
huj
an maupun kondi
s
il
i
ngkungan mi
kr
o seper
t
i pemupukan, j
ar
ak t
anam,
pengel
ol
aan OPT (
t
er
masuk gul
ma) yang opt
i
mal dapat meni
ngkat
kan
pr
odukt
i
v
i
t
ask
edel
ai(
Bai
hak
i
,2008danRahayu,2008)
.

1071

C. Analisa Usaha Tani


Pr
oduksibi
j
ikedel
aiy
angdi
per
ol
ehdar
il
uasar
ealt
anam 1hasel
amasat
u
musi
mt
anam (
3bul
an)diDesaJagaBaya1,
79t
/
hadenganhar
gaj
ualpadasaat
panen Rp 5.
000/
kg,maka pendapat
an yang di
per
ol
eh pet
aniRp 8.
950.
000
dengankeunt
unganRp4.
250.
000.
Peni
l
ai
an suat
u kel
ayak
an us
aha t
anidi
l
ak
ukan dengan beber
apa car
a,
ant
ar
al
ai
nreturn of investment (
ROI
)dan(
benefit cost ratio,B/
Cr
asi
o)
. ROI
mer
upakanukur
anper
bandi
nganant
ar
akeunt
ungandengant
ot
albi
ayapr
oduks
i
.
Car
ai
nidi
gunakan unt
ukmenget
ahuit
i
ngk
atef
i
s
i
ensipenggunaan modalat
au
mengukurkeunt
ungan us
aha t
anidal
am kai
t
annya dengan j
uml
ah modaly
ang
di
i
nvest
as
i
kan,sedangkanB/
Cr
asi
omer
upakan keunt
unganber
s
i
hdengant
ot
al
bi
ayapr
oduks
isehi
nggadapatdi
ket
ahuikel
ayakanusahat
ani
nya.Bi
l
ani
l
aiB/
C
r
asi
ol
ebi
h besardar
i1,ber
ar
t
iusaha t
anit
er
sebutl
ayakunt
ukdi
l
aksanak
an.
Sebal
i
knya,bi
l
ani
l
aiB/
Cr
as
i
ol
ebi
hkec
i
ldar
i1,usahat
anit
er
s
ebutt
i
dakl
ayak
unt
ukdi
j
al
ankan.Tabel3menuj
ukkanbahwani
l
aiROIusahat
anikedel
ai2,
9yang
menggambar
kan bahwa set
i
ap modalRp 1 yang di
kel
uar
kan unt
ukusaha t
ani
kedel
aiakanmenghasi
l
kankeunt
ungans
ebesarRp2,
9danni
l
aiB/
Cr
at
i
o>1
yai
t
u 1,
94 ar
t
i
nya,set
i
ap sat
uan bi
aya y
ang di
k
el
uar
kan akan di
per
ol
eh has
i
l
penj
ual
ansebesar1,
94kal
il
i
pat
.Has
i
li
nimenunj
ukkanbahwausahat
anikedel
ai
dikabupat
en Lahatl
ayakunt
ukdi
kembangkan dan ef
i
s
i
en dal
am penggunaan
modal
.
D. Respon Petani
Responpet
anit
er
hadapvar
i
et
asyangdi
gel
ar
kandapatdi
ket
ahuimel
al
ui
pel
aks
anaan t
emu l
apang.Dar
ihas
i
lt
emu l
apang t
er
hadap pet
anidan apar
at
di
nas set
empatdiket
ahuibahwa a[
et
anil
ebi
h menyukaivar
i
et
as Anj
asmor
o
di
bandi
ngkan dengan var
i
et
as l
ai
nnya. Beber
apa halal
asan pet
animemi
l
i
h
Anj
asmor
o kar
ena ker
agaan per
t
umbuhan dan pr
oduks
iyang di
per
ol
eh cukup
bai
k,ukur
an pol
ong besardan adapt
i
f
.Si
nabung mempunyait
i
ngkatpr
oduks
i
yangt
i
ngginamunt
i
dakdi
suk
aipet
anikar
enamempunyaiukur
anbi
j
iy
angk
eci
l
,
sedeangkanGr
obogant
i
dakdi
sukaiwal
aupunmempunyaiukur
anbi
j
ibes
ardan
umur pendek kar
ena ker
agaan per
t
umbuhan di l
apang kur
ang t
i
nggi
(
per
t
umbuhanpendek)
.
1072

Tabel3.Dat
aAnal
i
saUsahat
aniKedel
aidiDesaJagaBayaKecamat
anKi
k
i
m
kabupat
enLahat
,MK2009
No. Ur
ai
an
1.

Pengol
ahanTanah

2.

Sapr
odi:

3.

Bi
aya(
Rp.
000,
)
750

-Beni
h

240

-Pest
i
s
i
da

70

- PupukNPKMaj
emuk

250

Bi
aya
-Tanam

400

-Pemupukan

90

-Pember
ant
asanHapen

90

-Penyi
angan&pemel
i
har
aan

300

-Panen&pascaPanen

750

-Lai
nl
ai
n

100

4.

Tot
alBi
aya

3.
040

5.

Pr
oduksi(
t
/
ha)

1,
79

6.

Pendapat
an

8.
950

7.

Keunt
ungan

5.
91

8.

ROI

2,
9

9.

B/
Cr
at
i
o

1,
94

KESIMPULAN

Dar
ihas
i
lpengk
aj
i
ant
er
hadapkegi
at
andempl
otdiDesaJagaBayaKecamat
an
Ki
ki
m Kabuoat
enLahat
,dapatdi
s
i
mpul
kans
ebagaiber
i
k
ut
:
1. Budi
day
akedel
aidenganpendekat
anPTT diKabupat
enLahatl
ayakunt
uk
di
kembangkan,denganni
l
aiROI2,
9 dan1,
94diDesaJagaBaya.
2. Pemakai
anbeni
hungguldapatmeni
ngkat
k
anpr
oduks
ikedel
aidiKabupat
en
Lahat
. Adapt
as
iVar
i
et
asunggul
,pr
oduks
it
er
t
i
nggidi
per
ol
ehpadavar
i
et
as
Anj
asmor
oyai
t
u1,
5t
/
ha

1073

3. Var
i
et
asyangl
ebi
hdi
sukaipet
aniadal
ahAnj
asmor
odanTanggamusdengan
pr
oduks
idanadapt
i
bi
l
i
t
asyangl
ebi
ht
i
nggidi
bandi
ngkandenganl
ai
nnya.
DAFTAR PUSTAKA

BadanPusatSt
at
i
st
i
k,2005.St
at
i
st
i
kI
ndones
i
a2004.Bi
r
oPusatSt
at
i
st
i
k,Jakar
t
a.
BadanPusatSt
at
i
s
t
i
kPr
ov
i
ns
iSumat
er
aSel
at
an,2007.Sumat
er
aSel
at
anDal
am
Angka Pal
embang.Bi
r
oPusatSt
at
i
st
i
k,Pal
embang.
BadanLi
t
bangPer
t
ani
an.2002.I
novas
iTek
nol
ogiKacangKacangandanUmbi
umbi
anMenj
awabTant
anganKet
ahananPanganNas
i
onal
.BadanLi
t
bang
Per
t
ani
an,Jak
ar
t
a.
Badan Li
t
bang Per
t
ani
an.2008.Pr
os
pek Dan Ar
ah Pengembangan Agr
i
bi
sni
s
Kedel
ai
.
BadanLi
t
bangPer
t
ani
an,Jakar
t
a.
Bahar
sj
ah,J.
S.
,Di
di
,SdanI
r
s
al
,L.
,1998.HubunganI
k
l
i
m denganPer
t
umbuhan
Kedel
ai
.Bal
i
t
bangPer
t
ani
an.Pus
l
i
t
bangTanamanPangan,Bogor:87102.
Bai
hak
i
,
A.
,
2008.
Peni
ngkat
an
Pr
odukt
i
v
i
t
as
Kedel
ai
.
ht
t
p:
/
/
www.
t
r
ubusonl
i
ne.
c
o.
i
d.di
aks
espada2Mei2008.
Bal
aiPengkaj
i
anTek
nol
ogiPer
t
ani
an. 2001. Pet
aZonaAgr
oEkol
ogiPr
opi
ns
i
Sumat
er
aSel
at
an.Bal
aiPengkaj
i
anTek
nol
ogiPer
t
ani
an,Pal
embang.
Dur
yat
mo,S.
,2008.Gr
obogan Bukan Rei
nkar
nas
iMal
abar
.Error! Hyperlink
reference not valid..di
aksespada2Mei2008.
Hi
dayat
,A.
,Hi
kmat
ul
l
ahdan Dj
oko Sant
oso. 2000. Pot
ens
idan Pengel
ol
aan
LahanKer
i
ngDat
ar
anRendah.Dal
am BukuSumber
dayaLahanI
ndonas
i
a
danPengel
ol
aannya.PusatPenel
i
t
i
anTanahdanAgr
ok
l
i
mat
,Bogor
.
Hi
l
man,Y. 2004. I
nov
asiTek
nol
ogiPengembangan Kedel
aidiLahan Ker
i
ng
Masam.Pr
osi
di
ngLokakar
yaPengembanganKedel
aimel
al
uiPengel
ol
aan
Tanaman Ter
padu (
PTT)
diLahan Ker
i
ng Masam. PusatPenel
i
t
i
an dan
PengembanganSosi
alEkonomiPer
t
ani
an,Bogor
.
Pusl
l
i
t
bangt
an.2006.Hama,Penyaki
tdanMasal
ahHar
aPadaTanamanKedel
ai
.
I
dent
i
f
i
kas
idanpengendal
i
annya.BadanLi
t
bangPer
t
ani
an.Error!
Hyperlink reference not valid..
Rahayu,M.
,2008.Teknol
ogiBudi
dayaI
nt
ens
i
fTanamanKedel
aidiLahanSawah
Set
el
ahPadidiKecamat
anKempo,Kabupat
enDompu.Error! Hyperlink
reference not valid. t
ask=wi
ew&i
d=120&Hemi
d=141
<?xml
ver
si
on=
1.
0
encodi
ng=
i
so88591
?.di
aksespada7Mei2008.
Ri
wanodj
a dan T.Adi
sar
want
o. 2002. Apl
i
kas
ipupukOr
gani
kdan Anor
gani
k
NPK pdaKedel
aidiLahanSawah. Teknol
ogiI
novat
i
fTanamanKacang1074

Kacangan dan Umbi


Umbi
an. Badan Li
t
bang Per
t
ani
an,Pusl
i
t
bangt
an,
Bogor
.
Sal
eh,N.DanA.Kasno. 2002. Teknol
ogiAnekaTanamanKacangdanUmbi
Si
apUj
iAdapt
as
i
.Bal
i
t
k
abi
,Mal
ang.
Subandi
. 2007.Teknol
ogiPr
oduks
idanSt
r
at
egiPengembanganKedel
aiPada
LahanKer
i
ngMasam. Dal
am I
pt
ekTanamanPangan. Vol
ume2No.1.
PusatPenel
i
t
i
andanPengembanganTanamanPangan,Bogor
.
Suhar
t
i
na.2007.Desk
r
i
ps
iVar
i
et
asUnggulKacangkacangandanUmbi
umbi
an.
Bal
i
t
kabi
,Mal
ang.
Sut
omo, Y dan Yuda T.
, 2008. Kedel
aiKual
i
t
as UnggulAsalGr
obogan.
<ht
t
p:
/
/
www.
l
i
put
an6.
com/
new/
?i
d=15443&c_i
d=>.di
aks
es7Mei2008.
Tanj
ung,A.
,Akmal
,Yust
i
si
a,Azwi
r
,Suhar
t
onodanMar
zempi
.1992.Ki
pasPut
i
h
dan TGX 5624d: Gal
urHar
apan Kedel
aiUnt
ukLahan Ker
i
ng Masam.
RapatPel
epasanVar
i
et
asUnggul
,Bogor
.
Ut
omo,M. 1997. Tek
nol
ogiPemnaf
aat
an Lahan Ker
i
ng. Pr
os
i
di
ng Opt
i
masi
Pemanf
aat
an Sumber
daya Per
t
ani
an bagipeni
ngkat
an Kesej
aht
er
aan
dal
am Pel
i
t
aVI
I
.Per
hi
mpunanAgr
onomiI
ndonesi
a.
Wi
cks,G.
A.
,D.
A.
Cr
ut
cf
i
el
ddanO.
C.
Bur
ns
i
de,2004.I
nf
l
uenc
eofWheat(
Triticum
aestivum)St
r
aw Mul
ch and Met
al
achl
oron Cor
n(
Zea mays)r
owt
h and
Yi
el
d.WeedSci.42:141147.

1075

ANALISIS PERKEMBANGAN USAHA PUAP DI KABUPATEN MUSI


BANYUASIN SUMATERA SELATAN
Viktor Siagian
Bal
aiPengkaj
i
anTek
nol
ogiPer
t
ani
anSumat
er
aSel
at
an

ABSTRACTS
I
nt
he y
ear2008 amountof f
und ofSoc
i
et
yDi
r
ectRel
i
ef(
BLM)PUAP have
channel
ed i
nRegency MusiBany
uas
i
n(
Muba)Pr
ov
i
ns
iofSout
hSumat
r
aas
much Rp 3,
2 bi
l
l
i
on whi
ch i
s di
s
t
r
i
but
ed t
o 32 Gapokt
ans.The ai
msoft
hi
s
r
esear
chi
s1)Knowi
ngdevel
opment ofPUAP i
n MubaRegency,2)Anal
ys
i
ng
busi
nessofPUAP i
n Muba Regency,3)Knowi
ng pr
ospectand c
onst
r
ai
ntof
PUAPdevel
opment
.Met
hodofSur
veyi
scas
est
udy.Met
hodanal
ys
et
ouser
at
i
o
anal
ys
i
sanddesc
r
i
pt
i
ve.Res
ul
toft
hi
sr
esear
chi
s1)FundofPUAPi
n Kab.Muba
have i
ncr
eased i
nt
o Rp 3,
69 bi
l
l
i
on 2)Unt
i
lmont
h ofJ
une 2010 f
und have
i
ncr
easedi
nt
oRp190,
3mi
l
l
i
oni
n Tel
adanJ
ayaGapokt
an,andRp170,
7mi
l
l
i
on
i
n Ngest
iMakmurGapokt
an,and bot
h off
i
nance bal
ance sheet of such
Gapokt
ans i
shel
at
/
good,3)Pr
ogr
am ofPUAP hasgooddevel
opmentpr
ospect
,
t
heconst
r
ai
ntt
heamountoff
und r
el
at
i
vest
i
l
ll
ess.
I
t

sneedt
oi
nc
r
easet
hef
undof
PUAPi
nor
dert
hepr
oduct
i
v
eef
f
or
tofGapokt
ancan mor
eex
pand
Keywords: Analyze, business, development of rural agribusiness entrepreneur.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kabupat
enMus
iBanyuas
i
n,Pr
ov
i
nsiSumat
er
aSel
at
an mer
upakansal
ah
sat
u kabupat
en yang mener
i
ma dana Bant
uan Langsung Masyar
ak
at(
BLM)
Pengembangan Usaha Agr
i
bi
sni
s Pedesaan (
PUAP)
.Tuj
uan PUAP i
niadal
ah
mengur
angik
emi
ski
nan dan penganggur
an diper
desaan mel
al
uipeni
ngkat
an
kemampuan pel
akuusahaagr
i
bi
sni
s,danmenj
adimi
t
r
al
embagakeuanganunt
uk
akseskeper
modal
an(
Kement
an,2010)
.
Dana Bant
uan Langsung Masyar
akat(
BLM)PUAP adal
ah dana ber
gul
i
r
yang di
kel
ol
a ol
eh Gapokt
an (
Gabungan Kel
ompok Tani
)
.Pr
ov
i
nsiSumat
er
a
Sel
at
an padat
ahun2008t
el
ahmener
i
mapenyal
ur
andanaBLM PUAP sebesar
Rp 36,
2 mi
l
yaryang t
er
sebardi12 kabupat
en/
kot
a dan 362 Gapokt
an yang
t
er
di
r
idar
i2.
256 kel
ompokt
ani(
pokt
an)dan

42.
538 anggot
a(
Har
ni
sah dkk,

2010)
.Padat
ahun2009Kement
ant
el
ahmenyal
ur
kan danaBLM PUAPsebesar

1076

Rp 16,
8mi
l
yark
epada 168Gapokt
anyangt
er
sebardi13kabupat
en/
k
ot
ayang
t
er
di
r
idar
i982pokt
andan 22.
186anggot
a.
KhususdiKabupat
enMubaj
uml
ahGabunganKel
ompokTani(
Gapokt
an)
pener
i
ma danaPUAP padat
ahun2008ber
j
uml
ah32Gapokt
ant
er
sebardi32
desadan 6kecamat
an.Ke32Gapokt
ant
er
sebutt
er
di
r
idar
i154Kel
ompokt
ani
(
Pokt
an)dan1.
292anggot
a.Juml
ahdanaBLM PUAP Tahun2008yangt
el
ah
di
sal
ur
kan

ber
das
ar
kan Renc
ana Usaha Ber
sama (
RUB) adal
ah Rp

3.
182.
250.
000. (
sampaidengan Mar
et2010) dan

s
i
sa dana yang t
i
dak

t
er
sal
ur
k
an Rp13.
750.
000.Dar
idana yang t
el
ah di
s
al
ur
kan t
el
ah ber
kembang
menj
adiRp3.
689.
114.
000(
sesuaiLapor
anKeuangan pert
anggal31Desember
2009)
.Unt
ukpr
ogr
am PUAPt
ahun2009,j
uml
ahGapokt
an pener
i
maBLM PUAP
ber
j
uml
ah13buah t
er
sebardi 6kecamat
andan13desa.Juml
ahdanaBLM
yangsudahdi
sal
ur
k
ansesuaiRUB ber
j
uml
ahRp1,
3mi
l
yar
,dengant
ot
aldana
yangdi
per
t
anggungj
awabkan bar
uRp611j
ut
a.
Unt
ukmenget
ahuisej
auhmanaper
kembanganusahaPUAPdiKab.Muba,
ker
agaan usaha PUAP,ser
t
a pr
ospekdan kendal
a pengembangannya maka
per
l
udi
l
akukankaj
i
ansehi
nggadapatmenj
adimasukan unt
ukkebi
j
akanpr
ogr
am
PUAPsel
anj
ut
nya.
BAHAN DAN METODE

Metode Pelaksanaan
Met
oda yangdi
gunak
an dal
am kaj
i
ani
niadal
ahst
udik
asus.St
udik
asus
di
l
akuk
andiGapokt
anpener
i
madanaBLM PUAP yai
t
uTel
adanJayadiDesa
Muar
a Tel
adan Kecamat
an Sekayu dan Gapokt
an Ngest
iMakmurdiDesa
Tanj
ungKeput
r
an,Kecamat
an Pl
akatTi
nggi
. Par
amet
eryangdi
dal
amiadal
ah
ker
agaan usaha kedua l
embaga t
er
sebut
, per
kembangan penyal
ur
an BLM an
t
i
ngk
atpengembal
i
annya, danner
acakeuangankedual
embagat
er
sebut
.

Lokasi dan Waktu Pengkajian


Lokasipengk
aj
i
an seper
t
it
er
sebutdiat
asyang di
pi
l
i
h sec
ar
a sengaj
a
(
purposive) set
el
ah ber
konsul
t
as
i dengan Penyel
i
a Mi
t
r
a Tani (
PMT) dan

1077

BP2Tani
kanhutKab.Muba.Wakt
upengkaj
i
ani
nisel
ama t
i
gahar
i yai
t
udar
i
t
anggal2122J
ul
i2010.
Metode Analisis Data
Anal
i
s
i
s dat
a yang di
gunakan t
er
di
r
idar
ianal
i
s
i
s kual
i
t
at
i
fdan kuant
i
t
at
i
f
.
Anal
i
s
i
s kual
i
t
at
i
f menggunakan st
at
i
st
i
k deskr
i
pt
i
f
.

Anal
i
s
i
s kuant
i
t
at
i
f

menggunakan anal
i
sal
apor
ankeuangandenganmet
odaanal
i
s
i
sr
asi
o.
Mel
al
ui
anal
i
s
i
sr
as
i
o dapatdi
ket
ahuibai
kbur
ukny
a posi
s
ikeungan suat
u per
us
ahaan
(
Dj
ahi
di
n F.
,1985)
. Ada t
i
ga k
omponen ut
ama dal
am met
oda anal
i
sa r
as
i
o
(
Si
agi
an,1987;Sant
osoS.
,2001)
,yai
t
u:
1.Li
kui
di
t
as,yai
t
uk
emampuan per
usahaan unt
uk menyedi
akan al
at
al
at
yangl
i
kui
d(
yangmudahdi
uangkan/di
j
ual
)unt
ukmenj
ami
npengembal
i
an
hut
angj
angkapendekdanpanj
angyangj
at
uht
empo.
2.Sol
vabi
l
i
t
as,yai
t
u kemampuan per
usahaan unt
uk membayar sel
ur
uh
hut
anghut
angnya dengan akt
i
va yang di
mi
l
i
k
iseandai
ny
a per
usahaan
t
er
sebutbangk
r
ut
.
3.Rent
abi
l
i
t
as,yai
t
ukemampuan per
usahaanunt
ukmemper
ol
ehl
abadal
am
per
i
odet
er
t
ent
u.
Dat
ayangadadi
ol
ahsecar
akomput
er
i
s
asi
,unt
ukanal
i
s
i
st
abul
at
i
fdandan
kuant
i
t
at
i
fdi
ol
ahdenganpr
ogr
am Ex
cel
.
HASIL DAN PEMBAHASAN

Perkembangan Dana PUAP di Kabupaten Muba


Seper
t
iyangt
el
ahdi
j
el
askanpadaBabPendahul
uan bahwadana PUAP
yangdi
s
al
ur
kanpadat
ahun2008ber
j
uml
ahRp3,
2mi
l
yar
.Dana t
er
sebutt
el
ah
ber
kembang menj
adiRp 3.
689.
114.
000,di
ant
ar
any
at
er
dapatdana kas Rp
634.
110.
000,danabankRp448.
409.
000, dan pendapat
anl
ai
nRp37.
618.
000,
pendapat
an sapr
odiRp37.
495.
000.
Ber
dasar
kan j
eni
s usaha pr
odukt
i
ft
er
di
r
idana PUAP t
er
sebut t
el
ah
ber
kembang sebagai ber
i
kut
:1)Tanaman pangan dar
idana di
s
al
ur
kan Rp
281.
650.
000t
el
ahber
kembangmenj
adiRp333.
493.
000,2)Tanamanhor
t
i
k
ul
t
ur
a
dar
idana di
sal
ur
kant
el
ahber
kembang menj
adiRp214.
226.
000,3)Tanaman

1078

Per
kebunandar
idanadi
s
al
ur
kanRp1.
384.
223.
000t
el
ahber
kembang menj
adi
Rp 1.
619.
728.
000,4)Pet
er
nakan dar
idana di
sal
ur
kan Rp559.
800.
000 t
el
ah
ber
kembang menj
adi Rp 638.
491.
000,5)I
ndust
r
ir
umah t
angga dar
idana
di
sal
ur
kan

Rp 39.
277.
000 t
el
ah ber
kembang menj
adiRp 43.
286.
000, 6)

Pemasar
an hasi
l per
t
ani
an dar
i dana

di
sal
ur
kan Rp 718.
550.
000 t
el
ah

ber
kembangmenj
adiRp765.
103.
000,dan6)Usahal
ai
nnyadar
idanadi
s
al
ur
kan
Rp19.
000.
000menur
unmenj
adiRp2.
633.
000.
DanaPUAPt
er
sebutunt
ukusahapr
odukt
i
ft
anamanpangan,hor
t
i
k
ul
t
ur
a,
per
kebunanumumnyadi
gunakan unt
ukmembel
is
apr
odi
,peny
i
apanl
ahan,pagar
kebun.Unt
uk usaha pet
er
nakan di
gunakan unt
uk membel
ibi
bi
tayam pot
ong
(
d.
o.
c)
,bi
bi
tsapi(
pedet
)
,bi
bi
tkambi
ng.Unt
uk usahapr
odukt
i
fpemasar
anhas
i
l
per
t
ani
anumumnyaunt
ukmodalker
j
a.

Keragaan Umum Gapoktan Teladan Jaya, Desa Muara Teladan


Gapokt
an Tel
adan Jaya ber
di
r
it
anggal28 Febr
uar
i2008 dengan j
uml
ah
anggot
a256or
ang.DesaMuar
aTel
adan t
er
l
et
ak30km di
sebel
ahut
ar
a Kot
a
Sekayu dit
epij
al
an Sekayu Kel
uang at
au 150 km dar
iKot
a Pal
embang.
Ti
pol
ogi
nya adal
ahl
ahanker
i
ngdan t
anamandomi
nanadal
ahkar
et
,padil
ebak
danubikayu.Juml
ahpokt
anpener
i
maPUAP sebanyak6buah dar
i10pok
t
an
yangada.Ber
dasar
kanRUBnya j
eni
susahapr
odukt
i
f
nyaadal
ah Pet
er
nakan,
Per
kebunan,Tanaman Pangan dan Pemasar
an,dan saat i
nidi
t
ambah usaha
j
asa.Dar
idana PUAP sebesarRp 100 j
ut
a yang sudah di
s
al
ur
kan,saati
ni
vol
umeusahanya ber
ni
l
aiRp190.
288.
000.Tot
alt
abungananggot
asaati
niRp56
j
ut
a yang ber
asaldar
is
i
mpanan pokok Rp 20.
000/
bul
an,si
mpanan waj
i
b Rp
5.
000/
bul
andansi
mpanansukar
el
at
i
dakt
er
bat
as.
Pr
osedurpengaj
uan pi
nj
amanadal
ah:Mengaj
ukanRencanaUsahaAnggot
a
(
RUA)(
di
ni
l
aikel
ayakannnya ol
eh Ket
ua Kel
ompok)
,j
i
ka l
ayak di
aj
ukan ke
Pengur
us Gapokt
an,j
i
kal
ay
akmaka dana bant
uanPUAPdi
r
eal
i
sas
i
k
an dal
am
bent
uk t
unai
.Jangka pengembal
i
an maksi
mal10 bul
an,di
angsurt
i
ap bul
an
dengan bungat
et
ap(
f
l
at
)1%/
bul
an.

Tata Kerja dan Susunan Organisasi

1079

Unt
ukkel
acar
an or
gani
sas
idi
ber
i
k
an honor20% dar
ipendapat
an bunga
kepadapengur
ust
i
apbul
anyangdi
bagiat
as:Ket
uaGapok
t
an 40%,Sekr
et
ar
i
s
20%,Bendahar
a 20%,Ket
ua Pokt
an 20% (
di
bagi6 pokt
an)
.Saati
niKet
ua
Gapokt
andi
j
abatol
ehSuhat(
pendi
di
kant
ammatSLTA)
,Sekr
et
ar
i
sdi
j
abatol
eh
Mus Mul
yadi(
pendi
di
k
an t
ammatSLTP)
,Bendahar
a di
j
abatol
eh AmarMa
r
uf
(
t
ammatSLTA)
.Gapokt
an t
i
dakber
badanhukum,AD/
ART dankant
orsampai
saati
nibel
um ada.Per
t
emuandi
ant
ar
apengur
usdi
l
ak
ukant
i
apbul
ans
edangk
an
dengananggot
abar
u 2kal
i
.Al
atk
el
engkapanor
gani
sas
is
eper
t
ibukuanggot
a,
bukut
amu,bukukas,buk
us
i
mpanpi
nj
am,bukui
nv
ent
ar
i
s,dsbsudahl
engk
ap.

Perkembangan Usaha Produktif.


1.Pet
er
nak
an
Pi
nj
aman di
ber
i
kan unt
ukusaha t
er
padu i
k
an + t
er
nak. Tot
alpi
nj
aman
unt
ukmembel
ibeni
hi
kanni
l
adanpat
i
n Rp25j
ut
a/
5or
ang.Ni
l
aiRp5j
ut
aper
anggot
adi
gunakan unt
ukmembel
i1000ek
orbeni
hi
k
an dan pakani
kan.Saat
i
nis
udah7or
angyangmel
akukanpi
nj
amandansudahl
unasdanmer
ekasudah
mengaj
ukan pi
nj
aman l
agi
.Usahat
er
nakayam di
gunakanunt
ukmembel
ibi
bi
t
ayam pot
ong (
boi
l
er
)r
as (
d.
o.
c
)Rp 2 j
ut
a/
or
ang.Har
ga doc Rp 4.
900/
ekor
ber
umur1har
i
.Ayam boi
l
erdi
j
ualpadaumur45har
i
.Juml
ahpi
nj
amanRp4
j
ut
a/
2 or
ang dan sudah l
unas dan sudah mengaj
ukan

pi
nj
aman

l
agi
.

Per
masal
ahanusahai
niadal
ahhar
gapak
anyangr
el
at
i
f
t
i
nggi
.
2.Pemasar
an
Di
gunakan unt
uk j
ualbel
ibeni
hi
kandenganpi
nj
amanRp1j
ut
a/
or
ang
dar
isemul
a yang memi
nj
am 7 or
ang sekar
ang sudah ber
kembang menj
adi30
or
angdengank
i
sar
anpi
nj
amanRp15j
ut
a/
or
ang.Pi
nj
amansudahl
unasdan
anggot
as
udahmengaj
ukanpi
nj
amanl
agi
.
3.Bengkel
Ni
l
aipi
nj
amanRp5j
ut
aunt
uk1or
ang,danbar
udi
l
unas
iRp2,
5j
ut
a.
4.Per
kebunandanTanamanPangan
Unt
ukper
kebunanpi
nj
amandi
gunakanunt
ukmodalker
j
aseni
l
aiRp24j
ut
a
dengant
ot
alpemi
nj
am 15or
ang,bar
uber
l
angsung 23bul
an danbel
um l
unas.
Uangpi
nj
aman umumnyadi
gunakanunt
ukmembel
ikebut
uhans
apr
odi
.Unt
uk
t
anaman pangandi
gunakan unt
ukmembuatpagarkebunubikayuyai
t
uRp12

1080

j
ut
a/
or
angdan bel
um l
unas.Didesai
niser
anganhama babihut
anr
el
at
i
ft
i
nggi
sehi
nggakebunhar
usdi
pagar
.
Ji
ka di
r
i
ncidi
s
t
r
i
bus
ibant
uan menur
utmasi
ngmasi
ng Kel
ompok Tani(
Pokt
an)
,danaawalPUAP adal
ahsebagaiber
i
k
ut
:1)RencanaBar
usebesarRp
52.
000.
000,2)Pel
ung sebesarRp 33.
500.
000,3)Pal
u Raden s
ebesarRp
34.
500.
000,4)Har
apanUt
amasebesarRp32.
500.
000,5)PadangBesarsebesar
Rp43.
000.
000,6)SeiSer
nisebesarRp33.
500.
000.
Sebagaigambar
anumum diDesaMuar
aTel
adan,pr
odukt
i
v
i
t
asr
at
ar
at
a4
kw/
bul
an/
ha dengan har
ga k
ar
etbasah Rp 10.
500/
kg.Padil
ebak

dengan

pr
odukt
i
v
i
t
as3t
ongkp/
ha,sedangkanpadil
adang1,
8t
ongkp/
ha.Has
i
lpr
oduks
i
di
j
ualdal
am bent
uk ber
as dengan har
ga Rp 6.
000/
kg. Ubikayu dengan
pr
odukt
i
v
i
t
as15t
on/
ha,di
panen 67bul
an denganhar
gaj
ualRp500/
kgumbi
basah.Har
gaj
ualay
am pot
ongr
as (
hi
dup)adal
ahRp17.
000/
kg.

Analisa Laporan Keuangan


Mel
al
uianal
i
s
i
sr
as
i
o dapatdi
ket
ahuik
el
ayak
an usaha Gapok
t
an t
er
sebut
ber
dasar
kanner
acak
euangandiat
as.Adapunhas
i
l
nyasebagaiber
i
kut
:
1.Li
kui
di
t
as:
a.Cur
r
entRat
i
oat
auRas
i
oLanc
ar
:
Akt
i
vaLancar
Rp187.
408.
000
CR = _____________ = ________________ = 1,
87.
Hut
angLanc
ar
Rp 100.
000.
000
b.CashRat
i
o(
CHR)at
auRas
i
oPos
i
s
iKas
:
Kas+Bank
Rp3.
838.
000+Rp8.
900.
000
CHR =_________________ = __________________________ = 0,
13.
Tot
alPass
i
vaLancar
Rp100.
000.
000
Ras
i
oLancar(
CR)Gapokt
anni
l
ai
ny
a1,
87yangar
t
i
ny
aset
i
apRp100hut
ang
l
ancardapatdi
j
ami
ndenganRp187akt
i
val
ancar
.Ni
l
aii
nir
el
at
i
fbai
k, st
andar
r
asi
oadal
ah2(
Si
agi
an,1987)
.Ras
i
oPos
i
s
iKassangatr
endahyai
t
u0,
13ar
t
i
nya
set
i
apRp100hut
angl
ancar(
danaBLM di
angapsebagaihut
angl
ancar
)hanya
dapatdi
bayardengan uang kont
an sebes
arRp 13.Ni
l
aist
andarr
as
i
o yang
ber
l
akupadabankadal
ah0,
3,j
adimasi
hdi
bawani
l
aist
andar(
Si
agi
an,1987)
.
Dar
ikeduaal
atr
as
i
ot
er
s
ebutdapatdi
s
i
mpul
kanbahwaGapokt
anTel
adanJaya

1081

i
l
l
i
kui
d(
k
emampuan Gapokt
an membayarhut
angnya dengan al
atyang l
i
kui
d
r
el
at
i
fr
endah)
.
2.Sol
vabi
l
i
t
as
a.Ras
i
o ModalSendi
r
idenganTot
alAkt
i
v
a(
S1)
:
Tot
alModalSendi
r
i
Rp90.
288.
000
S1 = _________________ x100% = ________________ x100% =
47,
4%
Tot
alAkt
i
va
Rp190.
288.
000
b.Ras
i
oTot
alAkt
i
vadenganTot
alHut
ang(
S3)
Tot
alAkt
i
va
Rp190.
288.
000
S2 = _______________ x100% = _________________ x100% =
190,
3%.
Tot
alHut
ang
Rp100.
000.
000
Rasi
o ModalSendi
r
i(
S1)ni
l
ai
ny
a 0,
47,ni
l
aii
nimendekat
i ni
l
aist
andar
yai
t
u50% ar
t
i
nyakemampuanmembayarhut
angnyadenganmodalsendi
r
ir
el
at
i
f
bai
k.Ni
l
ai Ras
i
o S2 adal
ah 190,
3% diat
asni
l
aist
andar100%,kemampuan
membayarsel
ur
uhhut
angnyadenganakt
i
vayangdi
mi
l
i
kimasi
hl
ebi
hbes
ar
.Jadi
dapat di
s
i
mpul
kan bahwa Gapok
t
an masi
h s
ol
vabel (
mampu

membayar

hut
angnyadenganakt
i
vay
angdi
mi
l
i
k
iseandai
nyabangk
r
ut
)
.
3.Rent
abi
l
i
t
as
a. Ret
ur
n on NetWor
t
h(
RONW)at
au Rasi
o Mar
gi
n Laba Ber
si
h(
SHU)
dengan
ModalSendi
r
i
LabaBer
si
h(
SHU)
RONW = ________________ x 100%
31,
3%.
ModalSendi
r
i

Rp28.
234.
000
= ______________x100% =
Rp90.
288.
000

b.Ret
ur
nOnI
nvest
ment(
ROI
)at
auRas
i
oLabaBer
s
i
hdengan Tot
alAkt
i
va
LabaBer
s
i
h(
SHU)
Rp 28.
234.
000
ROI = ___________________ x100% = _______________ x100% =
14,
8%.
Tot
alAkt
i
va
Rp190.
288.
000
Ni
l
ai RONW sebes
ar31,
3% ar
t
i
nya set
i
ap modalsendi
r
isebesarRp 100
mampu

menghasi
l
kan SHUsebesarRp31,
3(
t
i
dakadani
l
aist
andarr
as
i
onya)
,

ar
t
i
nyar
el
at
i
fbai
k.Ni
l
aiROIsebesar14,
8% ar
t
i
nyaset
i
apakt
i
vasebesarRp100
mampu menghasi
l
kan SHU sebesarRp 14,
8 ni
l
aii
nimasi
h diat
asr
at
ar
at
a

1082

bungabank10%/
t
ahun,j
adikemampuanmenghas
i
l
kanl
abadengant
ot
alakt
i
va
l
aba r
el
at
i
fbai
k.
Dar
ikedua al
atr
as
i
ot
er
sebutdi
s
i
mpul
kan Gapokt
an adal
ah
r
ent
abel
.

Tabel1ber
i
kutmenj
abar
kan ner
acakeuanganGapokt
anTel
adan

Jaya.
Tabel1.Ner
aca Gapokt
an Tel
adanJ
aya Per31Juni2010
No.

AKTI
VA

31JUNI No.
2010(
Rp)

KEWAJI
BANDAN
MODAL
KEWAJI
BAN

31JUNI
2010(
Rp)

AKTI
VA
LANCAR
1. Kas
3.
838.
000 6. MODAL
2. Bank
8.
900.
000 7. Donasi
100.
000.
000
3. Pi
ut
ang
174.
670.
000 8. Si
mpananPokok
2.
760.
000
4. Per
sedi
aan
mpananWaj
i
b
7.
665.
000
0 9. Si
Bar
ang
Juml
ahAkt
i
va 187.
408.
000 10. Si
mpananSwakar
sa
46.
309.
000
Lancar
10. DanaCadangan
5.
320.
000
AKTI
VA
TETAP
5. Per
al
at
an
2.
880.
000 11. SHUThn2009
15.
907.
000
Juml
ahAkt
i
va
2.
880.
000 12. SHUThnBer
j
al
an
12.
327.
000
Tet
ap
JUMLAH PASSI
VA
190.
288.
000
JUMLAH
190.
288.
000
AKTI
VA
Sumber
:Lapor
anTengahTahunGapok
t
anTel
adanJaya,2010.
Keragaan Umum Gapoktan Ngesti Makmur, Desa Tanjung Keputran
Gapokt
an Ngest
iMakmurber
di
r
it
anggal13 Desember2007,dengan
angot
a 16 pokt
an dan 469 anggot
a. Sampaisaati
nibar
u 7 pokt
an yang
mener
i
ma dana BLM PUAP.Gapokt
an ber
ada diDesa Tanj
ung Keput
r
an,
Kecamat
anPl
akatTi
nggiyangber
j
ar
ak70km disebel
ahbar
at Kot
aSekayu
at
au 190 km dar
iKot
a Pal
embang.Ti
pol
ogil
ahannya adal
ah l
ahan ker
i
ng
dengant
anaman domi
nanadal
ahkar
etdan padil
adang. Luasdesa2.
200ha
denganj
uml
ahpenduduk3.
171j
i
wayangt
er
di
r
idar
i597kk.Luast
anamankar
et
1.
800 ha sedangk
an padi l
adang 80 ha. Pr
odukt
i
v
i
t
as kar
et adal
ah 200
kg/
ha/
bul
andenganhar
gaRp 10.
000/
k
gbas
ah.Har
gaj
ualpadiadal
ahRp3.
000
3.
500/
k
ggkg,s
edangk
anber
asadal
ahRp6.
500/
kg. Desai
nit
er
masukDesa
peser
t
aSLPTT.
Dana PUAP yangdi
t
er
i
ma t
ahun2008sebesarRp100j
ut
adansaati
ni
sudahber
kembangmenj
adiRp170.
700.
000.Tunggakan bel
um adadan modal

1083

sudahdi
put
arduakal
i
.Uni
tusahaGapok
t
anadal
ahs
i
mpanpi
nj
am.Jeni
susaha
pr
odukt
i
fy
ang di
bi
ayaiadal
ah:1) Pet
er
nakan,2)Pemasar
an,3)Tanaman
Pangan,4)Per
kebunan.
Tot
alt
abungan anggot
a saati
niadal
ah Rp 8.
178.
000 perbul
an Mar
et
2010.Tabungant
er
s
ebutber
asaldar
isi
mpanan pokokRp10.
000/
or
ang/
bul
an,
si
mpanan waj
i
b Rp 5.
000/
or
ang/
bul
an dan si
mpanan sukar
el
a dengan besar
an
t
i
dak t
er
bat
as. Pr
osedurpengaj
uan pi
nj
aman sama seper
t
ipada Gapokt
an
Muar
aTel
adan.Jangkawakt
upengembal
i
an pi
nj
amanadal
ah10bul
an,di
angsur
t
i
apbul
an dengant
i
ngkatbunga(
f
l
at
)2%/
bul
an.Hasi
lbungat
er
sebutsebesar1%
unt
ukkasdan1% l
agiunt
ukhonordan oper
as
i
onalpengur
us.Juml
ahkasper
t
anggal31desember2009adal
ahRp1.
981.
000.
Tata Kerja dan Susunan Organisasi
Unt
uk kel
ancar
an or
gani
sas
imaka dar
idana 1% t
er
sebutdi
bagi
kan
kepada pengur
us sebagaiber
i
k
ut
:

Ket
ua dengan honorRp 110.
000/
bul
an,

Sekr
et
ar
i
s dengan honor Rp 135.
000/
bul
an,Bendahar
a dengan honor Rp
85.
000/
bul
an,Seks
iLKM Rp 75.
000/
bul
an, Ti
m Pengar
ah Idengan honorRp
30.
000/
bul
an,Ti
m Pengar
ah I
Idengan

honorRp 15.
000/
bul
an,Pel
i
ndung

(
Kades)denganhonorRp20.
000/
bul
an,Ket
uaPokt
an(
7or
ang)denganhonor
masi
ngmasi
ngRp60.
000/
bul
an.

Saati
niKet
uadi
j
abatol
ehKar
t
omul
yono

(
pendi
di
kant
ammatSR)
,Sekr
et
ar
i
sdi
j
abatol
ehMuwar
diSP(
pendi
di
kant
ammat
Sar
j
ana)
,Bendahar
a di
j
abatol
eh Sol
ehani(
t
ammatSLTP)
.Gapokt
an t
i
dak
ber
badan hukum,Anggar
an Dasar
/
Anggar
an Rumaah Tangga sudah ada,
kant
orsampaisaati
nibel
um adat
apipondokper
t
emuansudahada.Per
t
emuan
di
ant
ar
apengur
usdi
l
ak
ukant
i
apbul
ans
edangkandengananggot
abar
u 2kal
i
.
Al
atkel
engk
apanadmi
ni
st
r
asis
eper
t
ibukuanggot
a,buk
ut
amu,bukukas,buku
si
mpanpi
nj
am,bukui
nv
ent
ar
i
s,dsbsudahl
engkap.Pendampi
ngGapokt
anSdr
.
Sar
i
manSP (
j
ugaPPLset
empatsudahper
nahmendapatpel
at
i
han sebany
ak3
kal
iyang ber
kai
t
an dengan PUAP yai
t
u:LKMA (
Lembaga Keuangan Mi
kr
o
Agr
i
bi
sni
s
)
,Pendampi
nganPUAP,danSosi
al
i
sasiPengembanganPUAP.

1084

Perkembangan Usaha Produktif.


2.
2.
1.Pet
er
nakan
Pi
nj
amandi
gunakanunt
ukmembel
ibi
bi
tsapidan kambi
ng. Unt
ukbi
bi
t
sapi(
pedet
)besarpi
nj
aman Rp3j
ut
a/
or
ang/
ekor
.J
uml
ahpemi
nj
am sebanyak7
or
angper7kel
ompokt
ani(
pokt
an)
.Unt
ukk
ambi
ngpi
nj
amanRp1,
5j
ut
a/
or
ang
dan ni
l
ait
er
sebutdapatmembel
i2 ekorkambi
ng bakal
an.Pi
nj
aman sudah
menyebardi7 pokt
an. Unt
ukayam pot
ong bur
asRp 1,
5j
ut
a/
or
ang dengan
j
uml
ahpemi
nj
am 1or
ang.Har
gabi
bi
tay
am adal
ahRp20.
000/
ek
or
.
2.
2.
2.Pemasar
an
Pi
nj
amandi
gunakan unt
ukmodalker
j
aber
dagangs
ayur
an,dandi
ber
i
kan
ke t
i
ap kel
ompok dengan ni
l
aipi
nj
aman Rp 1 j
ut
a/
or
ang.Dar
ini
l
ait
er
sebut
anggot
abi
s
amendapat
kan pendapat
anRp600.
000/
bul
an.
2.
2.
3.TanamanPangandan Hor
t
i
kul
t
ur
a
Unt
ukt
anamanpanganpi
nj
amandi
gunakanunt
ukmembel
ipupukdengan
ni
l
aipi
nj
amanRp1j
ut
a/
or
angdanmenyebardiset
i
apkel
ompok.Unt
ukt
anaman
hor
t
i
kul
t
ur
api
nj
amandi
gunakanunt
ukmembel
isapr
odidenganni
l
aipi
nj
amanRp
1,
5j
ut
a/
or
angdant
i
dakset
i
appokt
ans
udahmener
i
manya.
2.
2.
4.TanamanPer
kebunan
Pi
nj
amandi
gunakanunt
ukmembel
isapr
odidanpeny
i
apanl
ahandengan
ni
l
aipi
nj
amanRp2j
ut
a/
or
angdandi
ber
i
kandiset
i
appokt
an.
Ji
kadi
r
i
nc
ipermasi
ngmasi
ngpokt
andi
st
r
i
busibant
uan,danaawalPUAP
adal
ah sebagaiber
i
kut
:1)
.Si
do mul
ung sebesarRp 16.
500.
000,2)Ngest
i
Rahayu sebesarRp 17.
100.
000,3)SuburMakmursebesarRp 20.
500.
000,4)
Ci
pt
aKar
y
aLaksanasebesarRp34.
500.
000,5)Sukar
el
asebesarRp31.
500.
000,
6)Si
domul
yosebesarRp24.
800.
000,7)TaniMaj
usebesarRp29.
500.
000.Tot
al
dana awal Rp 174.
400.
000 (
sudah per
put
ar
an 2 kal
i
)dan ni
l
aiakhi
r
nya
sekar
angadal
ahRp177.
108.
000.
Analisa Laporan Keuangan
Mel
al
uianal
i
s
i
sr
as
i
o dapatdi
ket
ahuik
el
ayak
an usaha Gapok
t
an t
er
sebut
ber
dasar
kanner
acak
euangandiat
as.Adapunhas
i
l
nyasebagaiber
i
kut
:
1.Li
kui
di
t
as:
a.Cur
r
entRat
i
oat
auRas
i
oLanc
ar
:

1085

Akt
i
vaLancar
Rp120.
331.
000
CR = _____________ = ________________ = 1,
20.
Hut
angLanc
ar
Rp 100.
000.
000
b.CashRat
i
o(
CHR)at
auRas
i
oPos
i
s
iKas:
Kas+Bank
Rp1.
961.
000+Rp113.
000.
000
CHR = ___________________ = ____________________________ =
1,
15.
Tot
alPassi
v
aLancar
Rp100.
000.
000
Ras
i
oLancar(
CR)Gapokt
anni
l
ai
ny
a1,
20yangar
t
i
ny
aset
i
apRp100hut
ang
l
ancardapatdi
j
ami
ndenganRp120akt
i
val
ancar
,masi
hl
ebi
hr
endahdar
ini
l
ai
st
andarr
as
i
oyai
t
u2.Rasi
oPos
i
s
iKassangatr
endahyai
t
u1,
15ar
t
i
nyas
et
i
apRp
100 hut
ang l
ancardapatdi
bay
ardengan uang kont
an sebesarRp 115.Ni
l
ai
st
andarr
as
i
oyangber
l
akupadabankadal
ah0,
3,j
adij
auhdiat
asni
l
aist
andar
.
Dar
ik
eduaal
atr
as
i
ot
er
s
ebutdapatdi
s
i
mpul
kanbahwaGapokt
anTaniSej
aht
er
a
l
i
kkui
d(
mampumembayarhut
angnyadenganal
atyangl
i
kui
d)
.
2.Sol
vabi
l
i
t
as
a.Ras
i
o ModalSendi
r
idenganTot
alAkt
i
v
a(
S1)
:
Tot
alModalSendi
r
i
Rp32.
987.
000
S1 = _________________ x100% = ________________x100% =
24,
8%
Tot
alAkt
i
va
Rp132.
987.
000
b.Ras
i
oTot
alAkt
i
vadenganTot
alHut
ang(
S2)
Tot
alAkt
i
va
Rp132.
987.
000
S2 = _______________ x100% = _________________ x100% =
133,
0%.
Tot
alHut
ang
Rp100.
000.
000
Rasi
oModalSendi
r
i(
S1)ni
l
ai
nya0,
25,ni
l
aii
nimasi
hdi
bawahni
l
aist
andar
yai
t
u50% ar
t
i
nyakemampuanmembayarhut
angnyadenganmodalsendi
r
imasi
h
r
endah. Ni
l
ai Rasi
oS2 adal
ah 133% diat
asni
l
aist
andar100%,kemampuan
membayarsel
ur
uhhut
angny
adenganakt
i
vayngdi
mi
l
i
k
imasi
hl
ebi
hbesar
.Jadi
dapat di
s
i
mpul
kan bahwa Gapokt
an masi
h s
ol
v
abel
.(
mampu membayar
hut
angnyadenganakt
i
vay
angdi
mi
l
i
k
iseandai
nya bangk
r
ut
)
.
3.Rent
abi
l
i
t
as
a. Ret
ur
n on NetWor
t
h(
RONW)at
au Rasi
o Mar
gi
n Laba Ber
si
h(
SHU)
dengan
ModalSendi
r
i
1086

LabaBer
si
h(
SHU)
RONW = _______________ x 100%
82,
7%.
ModalSendi
r
i

Rp27.
294.
000
= _______________x100% =
Rp32.
987.
000

b.Ret
ur
nOnI
nvest
ment(
ROI
)at
auRas
i
oLabaBer
s
i
hdengan Tot
alAkt
i
va
LabaBer
s
i
h(
SHU)
Rp27.
294.
000
ROI = ___________________ x100% = ______________ x100% =
20,
5%.
Tot
alAkt
i
va
Rp132.
987.
000
Ni
l
ai RONW sebes
ar82,
7% ar
t
i
nya set
i
ap modalsendi
r
isebesarRp 100
mampu

menghasi
l
kan SHUsebesarRp82,
7(
t
i
dakadani
l
i
ast
andarr
as
i
ony
a)
,

ni
l
aii
nir
el
at
i
fbai
k.Ni
l
aiROIsebes
ar14% ar
t
i
nyaset
i
apak
t
i
v
asebesarRp100
mampu menghasi
l
kan SHU sebesarRp 20,
5 ni
l
aii
nimasi
h diat
asr
at
ar
at
a
bunga bank 10%/
t
ahun,j
adi dapatdi
s
i
mpul
kan Gapokt
an t
er
sebutr
ent
abel
,
kemampuanmenghasi
l
kanl
abar
el
at
i
fbai
k. Tabel2ber
i
kutmenj
abar
kanner
aca
keuangan Gapokt
anNgest
iMakmur
.
Tabel2.Ner
aca Gapokt
an Ngest
iMakmur Per31Desember2009
No.

1.
2.
3.
4.

5.

AKTI
VA

AKTI
VA
LANCAR
Kas
Bank
Pi
ut
ang
Per
sedi
aan
Bar
ang
Juml
ahAkt
i
va
Lancar
Bi
ayabi
aya
AKTI
VA
TETAP

31
No. KEWAJI
BANDAN
DESEMB
MODAL
2009(
Rp)
KEWAJI
BAN
1.
961.
000
113.
330.
000
0
5.
040.
000

6.
7.
8.
9.

MODAL
Donasi
Si
mpananPokok
Si
mpananWaj
i
b

120.
331.
000 10. Si
mpananSwakar
sa
12.
656.
000 10. DanaCadangan
11. SHUThn2009

31
DESEMB
2009(
Rp)

100.
000.
000
1.
100.
000
1.
594.
000
1.
119.
000
0
27.
294.
000

12. Pendapat
anl
ai
n
1.
520.
000
13. Pendapat
anSapr
odi
360.
000
132.
987.
000
JUMLAH PASSI
VA 132.
987.
000

JUMLAH
AKTI
VA
Sumber
:Lapor
anAkhi
rTahunGapokt
anNgest
iMakmur
,2010.

Ber
dasar
kananal
i
sal
apor
ankeuangan,keduaGapokt
ant
er
sebutmemi
l
i
k
i
ner
aca keuangan yang sehat
/
bai
k.Di
per
l
uk
an audi
t(
pemer
i
ksaan)l
ebi
hl
anj
ut

1087

unt
uk menget
ahuiapakah akt
i
va/
pass
i
va t
er
sebutbenaradanya sesuaiyang
di
l
apor
kan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1.DanaBLM PUAPdiKabupat
enMusiBany
uasi
npadat
ahun2009t
el
ah
ber
kembangdar
iRp3,
2mi
l
yarmenj
adiRp3,
69mi
l
yar
.Uni
tUsahapr
odukt
i
f
t
er
besaryangmener
i
madanaadal
ahper
kebunansebes
arRp1,
38mi
l
y
art
el
ah
ber
kembang menj
adiRp1,
62mi
l
yar
.
2.DanaBLM PUAPdiGapokt
anTel
adanJ
aya sudahber
kembangdar
iRp100
j
ut
amenj
adiRp190,
3j
ut
asampaipada31Juni2010,sedangkanpadaGapokt
an
Ngest
iMakmursudahber
kembangmenj
adiRp170,
7j
ut
aper31Juni2010.
Keduaner
ac
akeuanganGapokt
ant
er
sebutadal
ahsehat
,mampumembayar
kewaj
i
bankewaj
i
banya.
3.Pr
ogr
am PUAPmemi
l
i
k
ipr
ospekpengembanganr
el
at
i
fbai
k,k
endal
anya
besar
andanar
el
at
i
fmasi
hkur
ang.
Saran
1.Per
l
udukungandar
ipemer
i
nt
ahpusatdan daer
ahbai
k unt
ukmemper
besar
modalker
j
aGapokt
ansehi
nggasel
ur
uhanggot
aPokt
andapatmeni
kmat
idana
PUAP sebagai sumber per
modal
an

us
aha, dan j
uga pengawal
an dan

pengawasanagardanaPUAPdapatt
er
j
ami
npenggunaannya.

DAFTAR PUSTAKA
Anoni
m,2010.Lapor
an Akhi
rTahunGapokt
anNgest
iMakmur
.Gapokt
anNgest
i
Makmur
,Tanj
ungKeput
r
en.
Anoni
m,2010.Lapor
anTengahTahunGapok
t
anTel
adanJayaTahun2010.
Gapokt
anTel
adanJaya,t
el
adanJ
aya.
Dj
ahi
di
nF.
,1985.Anal
i
saLapor
anKeuangan.CVGhal
i
aI
ndonesi
a,Jakar
t
a.
Har
ni
sah, dkk, 2010. Lapor
an Akhi
r Tahun Pengembangan Sumber
daya
I
nf
or
masi
I
pt
ek,Di
semi
nasidanJar
i
nganUmpanBal
i
k.Bal
aiPengkaj
i
anTek
nol
ogi
Per
t
ani
anSumsel
,Pal
embang.
1088

Kement
an,2010.PedomanUmum UsahaAgr
i
bi
s
ni
sPedesaan.Kement
er
i
an
Per
t
ani
an,Jak
ar
t
a.
Sant
osoS.
,2001.Apl
i
k
as
iEx
celdal
am Manaj
emenKeuangan.PTEl
exMedi
a
Komput
i
ndo,J
akar
t
a.
Si
agi
anV.
,1987.Anal
i
saKeadaanUs
ahaKoper
as
iUni
tDesa.Skr
i
ps
iS1,Jur
usan
I
l
mui
l
muSosi
alEkonomi
,Fakul
t
asPer
t
ani
an,I
nst
i
t
utPer
t
ani
anBogor
,
Bogor
.

1089

KONDISI (SOSEKBUD) MASYARAKAT PESISIR DALAM KAWASAN LINDUNG


DAN PEMAHAMANNYA TERHADAP UPAYA KONSERVASI EKOSISTEM
MANGROVE DI TAMAN NASIONAL SEMBILANG, SUMSEL.
Yetty Hastiana 1), Fachrurrozie Sjarkowi 2), Dinar DAP

2)

, M. Rasjid Ridho 2)

1)

Uni
ver
s
i
t
asMuhammadi
yahPal
embang,FKI
P,Jur
usanPMI
PA,Pr
ogr
am Pend.
St
udiBi
ol
ogi
;
2)
Uni
ver
s
i
t
asSr
i
wi
j
ayaPal
embang,Pr
ogr
am PascaSar
j
ana,Bi
dang I
l
mu
Li
ngk
ungan

ABSTRAK
Lahanbasahy
angdomi
nanpadakawasanTamanNasi
onalSembi
l
angber
upa
ekosi
st
em mangr
ove.Luasanhut
anmangr
oveyangt
er
s
i
samer
upakankawasan
mangr
ovet
er
l
uasdiPes
i
s
i
rTi
murSumat
er
a.Kel
est
ar
i
anTN Sembi
l
angbeser
t
a
sumber
dayahayat
i
nyasangatdi
pengar
uhibeber
apaf
akt
or
.Sel
ai
nf
akt
oral
ami
ah,
kegi
at
anmasyar
akatdisek
i
t
ar
nyamember
i
k
anandi
lt
er
hadapupayapel
est
ar
i
an.
Rendahnya t
i
ngkat pendi
di
k
an, l
emahnya penegakan hukum, kur
angnya
kesadar
an l
i
ngkungan,dan f
akt
orkemi
ski
nan masyar
akatdaer
ah penyangga,
semaki
n memper
cepatt
er
j
adi
nya per
usak
an hut
an Taman Nasi
onal(
Yuswandi
dkk,2003)
.Pot
ens
iSDA didaer
ah penyanggaTaman Nasi
onaldapatmenj
adi
f
akt
orpenent
ut
er
j
adi
nya t
ekanan t
er
hadap pel
est
ar
i
an SDA Taman Nasi
onal
.
Ti
ngkatkesadar
andankepedul
i
ani
ndi
v
i
dut
er
hadapkonser
vas
idanpel
est
ar
i
an
l
i
ngkungan,er
atkai
t
annya dengan or
i
ent
as
i penget
ahuan,pemahaman,si
kap
danper
i
l
akuseseor
ang.Di
dugaper
seps
idankondi
s
isos
i
alekonomidanbudaya
masyar
akat akan mempengar
uhi t
i
ngk
at par
t
i
s
i
pasi masyar
akat dal
am
mel
est
ar
i
kanhut
andiseki
t
ar
nya.Ber
dasar
kanhalt
er
sebut
,akandi
l
akukansuat
u
kaj
i
an dan pengamat
an mengenai Kondi
si(
Sosekbud) Masyar
akatPesi
s
i
r
Kawasan Li
ndung dan Pemahamannya Ter
hadap Konser
vas
i Ekos
i
st
em
Mangr
ove.Dat
apengamat
andi
kumpul
kanmenggunak
ant
ekni
kt
r
i
angul
as
i
,yai
t
u
menggabungkan dat
a wawancar
a, obser
vasil
apangan non par
t
i
s
i
pas
i dan
dokument
asi
.Sel
ai
n wawancar
a di
l
akukan j
uga t
ekni
k focus group discussion
(
FGD)
.Sumber dat
a yang di
gunakan adal
ah dat
a pr
i
mer dan sekunder
,
sedangkanj
eni
sdat
ayangdi
ambi
ladal
ahdat
akual
i
t
at
i
fdankuant
i
t
at
i
f
.Popul
as
i
dar
ipenel
i
t
i
ani
niadal
ahmasyar
akatDesaTanahPi
l
i
hdiseks
iI
I
IkawasanTaman
Nasi
onalSembi
l
ang,mel
i
put
it
i
gadusunyai
t
uDusunSat
u,DusunDuadanDusun
Ter
usan Dal
am.Dat
a hasi
lwawancar
a dan obser
vas
ipada set
i
ap i
ndi
kat
or
var
i
abeldi
anal
i
s
i
ssec
ar
akuant
i
t
at
i
fdenganc
ar
ascor
i
ngdal
am bent
ukor
di
naldan
i
nt
er
vall
al
udi
ni
l
aidenganper
s
ent
as
i
.Ber
dasar
kandat
ast
at
i
st
i
k,s
aati
nij
uml
ah
penduduk 202 KK,dengan mat
a pencahar
i
an masyar
akatsaati
nir
at
ar
at
a
sebagainel
ayan,pet
ani
,danpet
er
nakwal
et
.Sej
ar
ahDesaTanahPi
l
i
hber
awal
sej
akt
ahun1970t
uj
uhor
angsukuBugi
sdat
angkekawasanpes
i
s
i
rSembi
l
ang
dekatSungaiBenu.Daer
ahasalmer
ekaadal
ahTel
ukBoneSul
awesiSel
at
an.
Per
t
amakal
iyangmer
ekaker
j
akansaatadal
ahmembukaar
ealper
sawahandan
per
kebunanyangt
er
l
et
akant
ar
asungaiTer
usanDal
am hi
nggaS.Benu.Dar
ihas
i
l

1090

wawancar
at
er
nyat
a 93,
33 % r
esponden t
ahu bahwa hut
an yang ada di
seki
t
ar
nyaber
s
t
at
usTamanNasi
onal
,per
s
ent
er
sebuti
dent
i
kdenganni
l
ai158,
di
mana ni
l
aii
t
u masuk pada kr
i
t
er
i
a sangatpaham.Pemahaman masyar
akat
t
er
hadap f
ungs
ihut
an mangr
ove t
er
masuk kr
i
t
er
i
a paham,di
mana ni
l
aiyang
di
dapatadal
ah158i
dent
i
kdengan65,
83%,dar
idel
apankel
ompokyangdi
j
adi
kan
par
amet
erpenguk
ur
anpemahamanmasyar
akatt
er
hadapf
ungs
ihut
anmangr
ove,
masyar
akatmemahamiempatsampait
uj
uhmacam f
ungsi
.Adasat
uf
ungs
ihut
an
mangr
ove yang bel
um di
pahami masyar
akat
, yai
t
u hut
an mangr
ove dapat
memper
cepatper
l
uasanpant
aimel
al
uipengendapan.Penget
ahuanmasyar
akat
t
er
hadapj
eni
sdi
kel
ompokkanmenj
adiduay
ai
t
upenget
ahuant
er
hadapveget
as
i
domi
nandanveget
as
idi
l
i
ndungi
.

Kata Kunci: Ekosistem mangrove, konservasi, sosekbud masyarakat pesisir,


Taman Nasional Sembilang.

PENDAHULUAN

TamanNasi
onalSembi
l
ang(
TNS)mer
upak
ansal
ahsat
uTamanNasi
onal
yangt
er
l
et
akdiSumat
er
aSel
at
anyangmemi
l
i
k
ikar
akt
er
i
st
i
kl
ahanbasah. Dar
i
l
uasant
er
s
ebut 45% mer
upakanekos
i
st
i
m mangr
ove,42% r
awabel
akang,9%
r
awa ai
rt
awardan gambut
,si
s
anya mer
upakan dat
ar
an l
umpurdan pant
ai
ber
pas
i
r
.Lahanbasahyangdomi
nanpadakawasanTamanNasi
onalSembi
l
ang
adal
ah ek
os
i
st
em mangr
ove.Hut
an mangr
ove t
er
masuk pada ekos
i
st
em yang
mempunyaif
ungs
iekol
ogi
s,ek
onomi
sdansosi
alyanguni
k.
Konsep ek
ol
ogi
s humani
s
t
i
k ber
us
aha menempat
kan manus
i
as
ebagai
i
nt
egr
als
ebuahek
os
i
s
t
em,di
manamak
hl
ukhi
dupmempuny
aipel
uangyangs
ama
bes
ar
nyaunt
ukmenj
agadanmer
usakal
am.Begi
t
uj
ugadenganmas
yar
ak
ats
ek
i
t
ar
TNS mempuny
aipot
ens
iy
ang sama ant
ar
a memel
i
har
a dan mer
us
ak al
am
k
hus
us
ny
ahut
andal
am k
awas
anTNS.Kec
ender
unganunt
ukmengek
s
pl
oi
t
as
ij
eni
s
s
umberday
a hut
an didal
am k
awas
an s
ec
ar
a ber
l
ebi
han,dapatmengur
angi
k
el
es
t
ar
i
an s
umberday
a hay
at
iTNS.Has
i
lpenel
i
t
i
an Ri
y
ant
o(
2005)
,di
k
et
ahui
t
er
dapati
nt
er
aks
iant
ar
a masy
ar
ak
ats
ek
i
t
ar hut
an dengan Taman Nas
i
onal
.
Beber
apaf
ak
t
ory
angi
k
utmember
i
k
ank
ont
r
i
bus
ibagit
er
j
adi
ny
ak
er
usak
anhut
andi
Taman Nas
i
onaladal
ah f
akt
or s
os
i
alek
onomibuday
a mas
yar
ak
ats
et
empat
.
Rendahny
at
i
ngk
atpendi
di
k
an,l
emahny
apenegak
anhuk
um,k
ur
angny
ak
es
adar
an
1091

l
i
ngk
ungan, dan f
akt
or k
emi
sk
i
nan masy
ar
ak
at daer
ah peny
angga, semak
i
n
memper
c
epatt
er
j
adi
ny
aper
usak
anhut
anTamanNas
i
onalt
er
s
ebut(
Yuswandidkk,
2003)
.Pot
ens
iSDAdidaer
ahpeny
anggaTamanNas
i
onaldapatj
ugamenj
adif
ak
t
or
penent
ut
er
j
adi
nyat
ek
anant
er
hadappel
est
ar
i
anSDAy
angadadidal
am k
awas
an
TamanNas
i
onal
.
Ti
ngk
at k
es
adar
an dan k
epedul
i
an i
ndi
v
i
du t
er
hadap k
ons
er
vas
i dan
pel
es
t
ar
i
anl
i
ngk
ungan,sec
ar
at
eor
i
t
i
st
er
k
ai
ter
atdenganor
i
ent
as
i
, penget
ahuan,
pemahaman,s
i
k
apdanper
i
l
ak
uy
angdi
mi
l
i
k
i
ses
eor
ang.
Di
duga t
i
ngkat pemahaman masy
ar
akat ak
an mempengar
uhi t
i
ngk
at
par
t
i
s
i
pas
imasy
ar
ak
atdal
am mel
es
t
ar
i
k
an hut
an s
ebagaik
awas
an k
ons
er
vas
i
.
Ber
das
ar
k
anur
ai
andiat
as
,y
angmenj
adif
ok
usper
masal
ahandal
am penel
i
t
i
andan
k
aj
i
ani
ni
,y
ai
t
ubagai
manak
ondi
s
i(
s
os
ekbud)masy
ar
ak
atpes
i
s
i
rdal
am k
awas
an
l
i
ndung dan pemahamannya t
er
hadap upay
ak
ons
er
v
as
iekos
i
s
t
em mangr
ove di
TamanNas
i
onalSembi
l
ang,SumSel
.Set
el
ahdi
l
ak
uk
ans
er
angk
ai
anpengamat
an
dank
aj
i
anmengenaik
ondi
s
idanpemahamanmasy
ar
ak
atpes
i
s
i
rk
awas
anl
i
ndung
t
er
hadapupayak
ons
er
v
as
iek
os
i
s
t
em mangr
ov
e,di
har
apk
andapatdi
k
et
ahuik
ondi
s
i
s
os
ekbud dan pemahaman masy
ar
ak
att
er
hadap upay
ak
ons
er
v
as
iek
os
i
s
t
em
mangr
ov
edik
awas
anTamanNas
i
onalSembi
l
ang,SumSel
.Adapunmanf
aatl
ebi
h
l
anj
utadal
ah unt
uk mer
anc
ang pol
a pengel
ol
aan k
awas
an ek
os
i
s
t
em mangr
ov
e
s
ec
ar
aber
k
el
anj
ut
an.
A.

Metode Penelitian
1. Teknik Pengumpulan Data
Dat
a pengamat
an di
kumpul
kan menggunakan t
ekni
kt
r
i
angul
as
i
,yai
t
u

menggabungkan dat
a wawancar
a, obser
vasil
apangan non par
t
i
s
i
pas
i dan
dokument
asi
. Wawancar
a di
l
akukan dengan t
ekni
k wawancar
at
er
st
r
ukt
ur
ber
kai
t
an dengan as
pek yang ak
an di
uk
ur pada set
i
ap var
i
abel
.Sel
ai
ni
t
u
di
l
akuk
an j
uga t
ekni
k focus group discution (
FGD)
,obser
vas
il
apangan non
par
t
i
s
i
pas
idi
l
ak
ukanunt
ukmenget
ahuipemanf
aat
anpot
ensisumberdayaal
am
yangdi
kel
ol
adansumberdayamanusi
ayangmengel
ol
anya.Hal
halyangt
er
l
i
hat
sebagaipendukungdat
a di
cat
atdandi
dokument
as
i
kan.

1092

2. Sumber dan Jenis Data


Sumber dat
a yang di
gunakan adal
ah dat
a pr
i
merdan dat
a sekunder
sedangkanj
eni
sdat
ayangdi
ambi
ladal
ahdat
akual
i
t
at
i
fdankuant
i
t
at
i
f
.Popul
as
i
dar
ipenel
i
t
i
an i
niadal
ah masyar
akatDes
a Tanah Pi
l
i
h. Dal
am r
ancangan
penet
apanzonas
iTamanNasi
onalSembi
l
ang,DesaTanahPi
l
i
hmer
upakandesa
yangdi
usul
k
anunt
ukmenj
adikawasanzonat
r
adi
s
i
onal
. Des
at
anahPi
l
i
ht
er
di
r
i
dar
it
i
gadusunyai
t
uDusunSat
u,DusunDuadanDusunTer
usanDal
am.Pada
dat
apr
of
i
ldesat
ahun2009j
uml
ahpendudukDesaTanahPi
l
i
ht
er
di
r
idar
i202KK,
25KK adadiDus
unTer
usanDal
am dansi
s
anyaadadiDusunSat
udanDusun
Dua.Respondenyangdi
j
adi
k
an sampl
eadal
ahset
i
apKepal
aKel
uar
ga(
KK)yang
adadit
i
gadus
undenganj
uml
ahsampl
e30KKdi
l
akukandengant
ekni
kpur
pos
i
ve
sampl
i
ng dengan i
nt
ens
i
t
as sampl
i
ng l
ebi
h dar
i10%. Kepal
a kel
uar
ga yang
di
maksud adal
ah bapak at
au i
bu yang mewaki
l
idar
iker
agaman pr
of
es
iy
ai
t
u
pet
ani
,nel
ayan,pej
abatst
r
uk
t
ur
aldesa,pedagang,t
ok
ohmasyar
akatdanagama.
Sedangkan unt
uk dat
a sosekbud masyar
akatsel
ai
n dar
ihas
i
lpengamat
an
l
apangannonpar
t
i
s
i
pat
i
f
,s
ebagi
anbesarber
upadat
apr
i
mer.
3. Variabel Penelitian
Var
i
abelpenel
i
t
i
anadal
ahpemahamanmasyar
akatt
er
hadapper
anTaman
Nasi
onalyang di
ukurdengan pemahaman st
at
us kawasan hut
an. I
ndi
kat
or
pemahamanpadast
at
uskawasan,di
ukurdenganmasyar
akatmampuat
aut
i
dak
menyebut
kan bahwa st
at
ushukum kawasan t
er
sebutadal
ah Taman Nasi
onal
.
Unt
ukmemper
t
aj
am pemahamant
er
hadapper
anTamanNasi
onalmakai
ndi
kat
or
sel
anj
ut
nyaadal
ahmengukurpemahamant
er
hadapsi
kapmasyar
akatt
er
hadap
beber
apaper
nyat
aanyangber
hubungandenganper
anTamanNasi
onal
.Penel
i
t
i
mengaj
akr
espondenber
par
t
i
s
i
spas
iunt
ukdapatmember
i
kansuat
usi
kapSet
uj
u,
Net
r
aldanTi
dakSet
uj
uat
asbeber
apaper
nyat
aan.
Var
i
abell
ai
n dar
ipemahaman adal
ah mengukurpemahaman t
er
hadap
f
ungs
ihut
an mangr
ove,ada del
apan f
ungsihut
an mangr
ove yang di
j
adi
k
an
deskr
i
ps
idar
ii
ndi
kat
ort
er
sebutdi
ant
ar
anya:(
1)Pel
i
ndunggar
i
spant
aidar
iabr
as
i
,
(
2) Memper
cepatper
l
uasanpant
aimel
al
uipengendapan,(
3) Mencegahi
nt
r
us
i
ai
rl
aut
,(
4)Tempatber
l
i
ndung dan ber
kembang bi
ak j
eni
s i
kan, bur
ung,
mamal
i
a,r
ept
i
l
e,dans
er
angga,(
5) Sebagaipengat
uri
k
l
i
m mi
kr
o,(
6) Penghas
i
l
1093

keper
l
uanr
umaht
angga(
kayubakar
,ar
ang,bahanbangunan,bahanmakanan,
obat
obat
an)
,(
7) Penghas
i
lkeper
l
uan i
ndust
r
i(
bahan baku ker
t
as, t
ekst
i
l
,
kosmet
i
k,penyamakkul
i
t
,pewar
na)
,(
8)
Par
i
wi
sat
a,penel
i
t
i
andanpendi
di
kan.
Var
i
abelpenget
ahuan j
eni
sveget
as
idan s
at
wa di
ukurdengan i
ndi
kat
or
pengenal
an t
er
hadap veget
asidomi
nan dan veget
as
idi
l
i
ndungisedangkan
penget
ahuan t
er
hadap sat
wa di
ukur dengan pengenal
an j
eni
s sat
wa yang
di
l
i
ndungimel
i
put
ij
eni
spr
i
mat
a,avesdanmamal
i
abesar
Var
i
abell
ai
n adal
ah per
i
l
aku masyar
akatt
er
hadap kel
es
t
ar
i
an Taman
Nasi
onalSembi
l
ang dengan i
ndi
kat
orper
an masyar
akatdal
am pemanf
aat
an
sumber
dayahut
ankayudanbukankay
udal
am kawasan.
4. Metode Analisis Data
Dat
ahas
i
lwawancar
adanobser
v
asipadai
ndi
kat
orunt
ukmengukurset
i
ap
var
i
abeldi
anal
i
s
i
ssec
ar
akuant
i
t
at
i
fdenganc
ar
ascor
i
ngdal
am bent
ukor
di
naldan
i
nt
er
vall
al
udi
ni
l
aidenganper
sent
asi
,sedangkandat
al
ai
nnyadi
anal
i
s
i
ssecar
a
deskr
i
f
t
i
fkual
i
t
at
i
fdengancar
at
abul
as
i
.
Car
a per
hi
t
ungan var
i
abel pemahaman masyar
akat pada i
ndi
kat
or
pemahaman t
er
hadap st
at
us k
awasan di
deskr
i
ps
i
k
an menj
adienam kel
ompok
kemungki
nan masyar
akatmenj
awab yai
t
ut
aman nasi
onal
,hut
an konser
vas
i
,
suakamar
gasat
wa,hut
anl
i
ndung,st
at
ushut
anl
ai
nnyadant
i
dakt
ahu,l
al
udi
ber
i
poi
ntsecar
a ber
ur
ut
an dengan ni
l
ai5,
4,
3,
2,
1 dan 0. Ni
l
aidar
imasi
ngmasi
ng
deskr
i
ps
idi
kal
i
kandenganj
uml
ahr
espondenyangmenj
awabdeskr
i
ps
iber
i
kutl
al
u
di
per
sent
asi
k
an.Dal
am mengukurpemahamanmasyar
akatt
er
hadapper
ant
aman
nasi
onal
,apabi
l
a per
nyat
aan pos
i
t
i
fmaka pember
i
an skorSet
uj
u=3,Net
r
al
=2,
Ti
dak Set
uj
u=1 t
et
apiapa bi
l
a per
ny
at
aannya negat
i
fpember
i
an skormenj
adi
Set
uj
u=1,Net
r
al
=2,Ti
dakSet
uj
u=3. Dar
iset
i
apskoryangdi
dapatl
al
udi
k
al
i
kan
denganj
uml
ahr
espondenyangmenyat
akansi
kapt
er
t
ent
ut
er
sebut
.
Padai
ndi
k
at
orf
ungs
ihut
anmangr
ove,ada8f
ungs
ihut
anmangr
oveyang
menj
adideskr
i
ps
i
nya s
ehi
ngga ni
l
aiber
k
i
sar ant
ar
a 80. Pengenal
an j
eni
s
veget
as
idomi
nandi
desk
r
i
ps
i
kanmenj
adi13j
eni
sdank
i
sar
anni
l
aidar
i13-0,
pengenal
anj
eni
sveget
as
idi
l
i
ndungiber
ni
l
aiant
ar
a3-0,pengenal
anj
eni
ssat
wa
di
l
i
ndungiunt
uk k
el
ompok pr
i
mat
a ber
ni
l
aiant
ar
a 1 - 0,sedangkan unt
uk
kel
ompokavesber
ni
l
ai10,dank
el
ompokmamal
i
abesarber
ni
l
ai12-0.

1094

Set
el
ah di
l
ak
ukan per
hi
t
ungan l
al
u di
masukan pada i
nt
er
valskor
,bi
l
a
di
konv
er
s
i
kanpadani
l
aiper
sent
as
imakani
l
ai0% -20% t
er
masuksangatt
i
dak
paham,21% -40% t
i
dakpaham,41% -60% cukuppaham,61% 80%
paham dan81% -100% sangatpaham.

B.

Hasil Penelitian
1. Keadaan Umum Lokasi
Secar
aGeogr
af
i
sWi
l
ay
ahDesaTanahPi
l
i
ht
er
l
et
akpadaMuar
aSungai

Benu yang ber


bat
as
an dengan Pr
opi
ns
iJambi
,sedangkan sec
ar
a admi
ni
st
r
asi
pemer
i
nt
ahanber
adadiwi
l
ay
ahKecamat
anBanyuas
i
nI
IKabupat
enBanyuas
i
n
denganl
uas70.
000Ha, adapunbat
asbat
aswi
l
ay
ahDesaTanahpi
l
i
hadal
ah
sebel
ahUt
ar
a SungaiBenu,sebel
ahSel
at
an SungaiTi
r
am danDesaSungsang
I
V,sebel
ah Ti
mur LautCi
na Sel
at
an dan sebel
ah Bar
at Kabupat
en Musi
Banyuasi
ndanPr
opi
ns
iJambi(
TNS,2008)
. Aksesi
bi
l
i
t
asmenuj
uDesaTanah
Pi
l
i
hdar
iKot
aPal
embangdapatdi
capaidenganmenggunakank
apalspeed boat
mel
al
uiSungaiMusidal
am wakt
u5 jam. Dapat juga dicapai dari Mentok Pulau
Bangka dengan menggunakan speed boat besar dengan waktu yang diperlukan
kira-kira 3 hingga 4 jam. Disamping itu dapat juga ditempuh dari Nipah Panjang
Propinsi Jambi dengan memakai speed boat dalam waktu tempuh kira-kira 3 -4
jam (Profile Desa Tanah Pilih, STN 3 TNS, 2009).
Kawasan Taman Nasional Sembilang umumnya memiliki iklim tropis
dengan rata-rata curah hujan tahunan 2.455 mm. Musim kemarau biasanya terjadi
dari bulan Mei hingga Oktober, musim hujan dengan angin barat laut yang keras
dan membawa butiran hujan dari November hingga April. Iklim dapat dijabarkan
sesuai dengan Zona C : 5 hingga 6 bulan berturut-turut bulan basah dan 3 bulan
atau kurang berturut-turut bulan kering, (TNS, 2008). Kawasan TN. Sembilang,
merupakan bagian dari lahan rawa yang lebih luas dengan formasi sedimen
Pelembang. Saat ini ditutupi oleh tanah liat merin muda dan sedimen sungai.
Sebagian kawasan ini sebagian besar didominasi oleh sedimen alluvial (termasuk
sedimen marin dan sedimen organik di pesisir, dan deposit organik, biasanya
sebagai kubah gambut jauh di daratan). Tanah umumnya terdiri dari jenis histosol
dan inceptisol.

1095

Sebagian besar TN Sembilang terdiri dari habitat estuarin. Sejumlah


sungai yang relatif lebih pendek menyalurkan air dari rawa air tawar tadah hujan
dan hutan rawa gambut yang terletak jauh ke daratan dalam sebuah pola menyirip
(pinnate) ke wilayah pesisir Taman Nasional. Sungai terpanjang di Desa Tanah
Pilih adalah Sungai Benu hulunya bersumber dari hutan rawa primer dan rawa
gambut, sedangkan sungai lainnya memberikan kontribusi pada formasi habitat
estuarin. Substrat sungai berupa organik pada bagian hulu (gambut), pada bagian
hilir liat. Substrat pantai lumpur dan sebagian pasir. Partikel lumpur tersuspensi
dalam air sungai, di daerah berarus deras substrat yang tertinggal berupa substrat
kasar, sedangkan di daerah berarus lemah, substrat yang tertinggal adalah
substrat halus.

Gambar 1. Peta Kawasan Taman Nasional Sembilang (sumber : Balai


TNS, 2008)
2. Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat
Sejarah Desa Tanah Pilih berawal sejak tahun 1970 tujuh orang suku
Bugis (Daeng Pasoreh, Haji Aras, Mencak, Hamzah, Bedu, Darisek dan Baru)
datang ke kawasan pesisir Sembilang dekat Sungai Benu. Daerah asal mereka
adalah Teluk Bone Sulawesi Selatan. Pada umumnya Masyarakat Teluk Bone
meninggalkan Sulawesi menuju Sumatera, antara lain yang dituju adalah Jambi.
Karena lahan garapan di Jambi sudah mulai berkurang, maka mereka mencari
lahan garapan baru. Mereka mendapatkan ijin dari Pesirah di Sungsang untuk
mendirikan pemukiman pertama di Tanah Pilih dan membuka areal hutan
mangrove dan hutan rawa untuk pertanian (padi dan kelapa). Pertama kali yang
mereka kerjakan saat tiba di tanah Pilih adalah membuka areal persawahan dan

1096

perkebunan yang terletak antara sungai Terusan Dalam hingga S. Benu (sumber :
informasi personal, 2009 ; Profile Desa Tanah Pilih, STN 3 TNS, 2009).
Kesuksesan menggarap padi di sawah dan kelapa di kebun mengukir
sejarah Desa Tanah Pilih, hingga orang Bugis berduyun-duyun berdatangan
menetap di Desa Tanah Pilih untuk menggarap sawah dan kebun. Orang Bugis
tersebut ada yang datang dari Jambi dan ada yang datang langsung dari
Sulawesi. Tahun 1993 adalah puncaknya keramaian hingga mencapai 5000 jiwa
belum termasuk yang tinggal di wilayah Terusan.

Sejak tahun 1990 hasil

pertanian mulai berkurang, disebabkan karena adanya hama yang membludak


yaitu beruang dan tikus. Dampak dari kejadian itu ada masyarakat yang kembali
ke Jambi, kembali ke Sulawesi dan sebagian lagi turun ke daerah muara beralih
profesi menjadi nelayan (sumber : informasi personal, 2009).
Pada tahun 2000, Desa Tanah Pilih mengalami musibah (air pasang,
badai ombak besar) yang memisahkan dan merusakkan perumahan warga.
Sehingga sebagian besar (70%) warga membuat pemukiman baru dengan sisa
bahan dari kerusakan rumah mereka yaitu di lokasi sekitar Sungai Benu. Sejak
Tahun 2000 Muara Sungai Benu telah menjadi desa Definitif yaitu Desa Tanah
Pilih dengan luas 70.000ha. Menurut data Statistik saat ini jumlah penduduk
adalah 202 KK dengan jumlah mata pilih hampir 400 orang. Daerah Sungai
Terusan Dalam termasuk bagian dari Desa Tanah Pilih. Dengan jumlah kepala
keluarga sekitar 25 KK. Mata Pencaharian Masyarakat Desa Tanah Pilih saat ini
rata-rata adalah

nelayan, bertani, dan yang mulai menjamur adalah peternak

walet. Hasil perikanan dan kebun dipasarkan ke Jambi dan Sungsang (sumber :
Profile Desa Tanah Pilih, STN 3 TNS, 2009).
Adat istiadat yang ada di Desa Tanah Pilih dikelola oleh 5 orang
sesepuh/pemangku adat, meliputi (Sumber : Informasi personal, 2009 ; Profile
Desa Tanah Pilih, STN 3 TNS, 2009 ):
a. Bersih desa/syukuran desa
Dilakukan

setahun

sekali

setiap

bulan

Maret.

Waktu

tersebut

diselenggarakan pada saat panen raya. Acara tersebut wajib diikuti oleh
setiap masyarakat. Tujuan kegiatan bersih desa adalah (1) Bersykur atas
hasil panen yang dicapai (2) Tolak bala terhadap hal-hal yan tidak

1097

diinginkan, (3) Meningkatkan kebersamaan dan silaturahim antar warga,


(4) Membicarakan permasalahan desa dan harapan-harapannya.
b. Acara pernikahan
Upacara pernikahan harus memakai adat Bugis tidak dibolehkan
mengambil adat dari daerah lain. Dalam menentukan waktu pelaksanaan
pernikahan ditentukan hari baik dan bulan baik oleh 5 pemuka adat
melalui musyawarah. Tujuan dari ketentuan tersebut adalah (1)
Mempetahankan adat Bugis agar tidak punah oleh desakan budaya
modern, (2) Merupakan kekayaan budaya bagi anak cucu sebaagi ahli
waris, (3) Sebagai perisai terhadap pengaruh luar yang mungkin tidak /
bertentangan dengan budaya masyarakat Bugis.
c. Membakar ladang
Dalam melakukan pembakaran lahan garapan ada beberapa aturan yang
disepakati yaitu. (1) Apabila melakukan pembakaran lahan / ladang harus
diawasi dan dibuat sekat bakar agar tidak meluas, (2) Harus dilakukan
secara bergantian, tidak dilakukan secara serentak.
d. Pertengkaran
Kalau ada pertengkaran atau percekcokan diantara warga yang dianggap
sudah sangat memprihatinkan, maka untuk penyelesaiannya ada
semacam sanksi yaitu

(1) Memotong kambing, (2) Membuat surat

perjanjian mengikat dan sanksi yang lebih berat.


Tingkat pendidikan masyarakat Desa Tanah Pilih rata-rata lulusan SD.
Rendahnya

tingkat

pendidikan

ini

disebabkan

oleh

belum

fasilitas/sarana prasarana dan kekurangan tenaga pendidik.

tercukupinya
Untuk fasilitas

pendidikan hanya ada 1 (satu) gedung SD. Masyarakat Desa Tanah Pilih
seluruhnya memeluk agama Islam yang merupakan masyarakat asli Bugis.

3. Pemahaman Masyarakat

Terhadap Status TNS dan Fungsi

Ekosistem Mangrove
Hasil penelitian dari variabel pemahaman masyarakat diawali dengan
mengukur pemahaman masyarakat terhadap status kawasan memakai beberapa
indikator. Metode yang dipakai untuk mengukur indikator itu adalah wawancara
kepada 30 responden.

Berdasarkan hasil wawancara ternyata 93,33 %

1098

responden tahu bahwa hutan yang ada di sekitarnya berstatus Taman Nasional,
persentase tersebut identik dengan nilai 158, dimana nilai itu masuk pada kriteria
sangat paham. Hasil tersebut lebih jelas terlihat pada Gambar 1.
Pemahaman masyarakat terhadap status kaw asan

Taman Nasional

6.67%

Hutan Konservasi
Suaka Margasatw a
Hutan Lindung
Lain-lain
Tidak Tahu

93.33%

Gambar

1.
Pemahaman Masyarakat Terhadap Status Kawasan TN. Sembilang
Status Taman Nasional sangat familiar dengan masyarakat, terbukti
93,33% dari responden tahu dengan nama Taman Nasional dan hanya 6,67%
saja yang tidak tahu.

Masyarakat tidak mengerti status kawasan yang lain,

padahal sebelum ditetapkan menjadi Taman Nasional status kawasan adalah


Suaka Margasatwa, Hutan Lindung dan Hutan Produksi. Tetapi hal ini tidak
familiar dengan masyarakat masyarakat hanya mengenal Taman Nasional.
Setelah mereka tahu atau mampu menyebutkan bahwa status hutan
yang berada di sekitarnya adalah Taman Nasional, maka peneliti ingin tahu lebih
jauh apakah masyarakat paham dengan peran Taman Nasional itu sendiri.
Masyarakat diberikan beberapa pernyataan yang berhubungan dengan peran
Taman Nasional lalu diminta untuk memberikan penilain sikap setuju, netral dan
tidak setuju. Ada dua pernyataan yaitu pernyataan positif dan pernyataan negatif.
Respon masyarakat dari setiap pernyataan yang dimaksud tercantum pada
Gambar 2.
Kayu tidak boleh
diambi/dimanfaatkan

100
90
80
70
Nilai

Satwa harus dilindungi

60
50
40
30
20

Hasil hutan buka kayu


boleh dimanfaatkan
Ikan, burung, satwa
yang bisa dimanfaatkan
boleh diambil

10
0
Pernyataan

Boleh menggarap kebun


dan tambak

1099

Gambar 2. Respon Masyarakat Terhadap Peran Taman Nasional


Dalam UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam
Hayati dan Ekosistemnya pasal 33 ayat 3 menyebutkan bahwa Setiap orang
dilarang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan
dan zona lain dari Taman Nasioanl, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam.
Kalau merujuk aturan tersebut, sebenarnya masyarakat tidak diperkenankan untuk
memanfaatkan kayu karena kalau menelaah lebih lanjut tentang batasan dari zona
pemanfaatan tradisional, masyarakat di sekitar hutan hanya boleh memanfaatkan
hasil hutan dengan tidak menebang atau membudidaya.
Pada pernyataan Satwanya harus dilindungi, semua responden
menyatakan setuju, sehingga nilai yang didapat adalah satu dan masuk pada
kriteria sangat paham. Jadi selama masyarakat tidak dapat mengambil
manfaatnya maka sumber daya tersebut tidak akan di manfaatkan dalam modus
apapun. Penilaian ini saling berhubungan dengan pernyataan Ikan, burung, dan
satwa lainnya yang bisa dimanfaatkan boleh diambil.

Pada pernyataan ini

masyarakat memberikan sikap dengan poin nilai 0,50, padahal pernyataan yang
dilontarkan hampir sama yaitu pemanfaatan satwa, tetapi pada pernyataan yang
kedua ada kalimat tambahan yaitu yang bisa dimanfaatkan, maka ada penilaian
pergeseran respon dari masyarakat.

Hal ini lebih terbukti bahwa terlibatnya

masyarakat dalam pemeliharaan atau sebaliknya dalam pengrusakan sangat erat


hubungan dengan memberikan manfaat atau tidak terhadap masyarakat. Selama
sumberdaya itu tidak memberikan manfaat maka masyarakat tidak akan
mengganggunya tetapi bila sumberdaya itu memberikan manfaat, maka
masyarakat akan berusaha untuk memanfaatkannya.
Nilai yang didapat dari masyarakat dalam menyikapi pernyataan dari
hasil hutan bukan kayu boleh dimanfaatkan adalah 0,50 masuk pada kriteri
cukup paham.

Masyarakat memberikan penilaian tersebut karena masyarakat

menilai apa yang sedang terjadi pada dirinya, dimana masyarakat sering
memanfaatkan hasil hutan bukan kayu seperti daun nipah digunakan untuk atap
rumah, rotan untuk mengikat, dan nibung untuk tiang-tiang rumah dan bangunan
lainnya. Dalam pemanfaatan hasil hutan bukan kayu sebenarnya masyarakat
punya

payung

hukum,

dimana

dalam

syarat

penetapan

sebagai

zona

pemanfaatan tradisional bila pada zona tersebut memiliki potensi dan kondisi

1100

sumberdaya alam hayati non kayu tertentu yang telah dimanfaatkan secara
tradisional oleh masyarakat setempat guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Desa
Tanah Pilih tengah diusulkan menjadi zona pemanfaatan tradisional, berarti
pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang telah biasa masyarakat manfaatkan
dibenarkan secara hukum. Namun demikian nilai yang didapat hanya 0,50, disini
terlihat sifat kehati-hatian masyarakat dalam menyikapi pemanfaatan sumberdaya
dan peran Taman Nasional. Dalam sejarah masyarakat Desa Tanah Pilih mata
pencahariannya adalah bertani padi dan kelapa setelah adanya serangan hama
yang hebat yaitu beruang dan tikus, masyarakat beralih menjadi nelayan dan
sekarang selain nelayan masyarakat menjamur mendirikan sarang walet. Jadi
masyarakat dalam menyikapi pernyataan boleh menggarap kebun/ladang dan
tambak disikapi dengan positif karena masyarakat sendiri tidak mempunyai
kepentingan dengan penggarapan lahan tersebut.
Pemahaman masyarakat terhadap fungsi hutan mangrove termasuk
kriteria paham, dimana nilai yang didapat adalah 158 identik dengan 65,83, dari
delapan kelompok yang dijadikan parameter pengukuran pemahaman masyarakat
terhadap fungsi hutan mangrove, masyarakat memahami empat sampai tujuh
macam fungsi.

Ada tiga fungsi hutan mangrove yang secara keseluruhan

masyarakat atau (100 %) dari jumlah responden paham diantaranya fungsi


mangrove sebagai pelindung garis pantai dari abrasi; sebagai tempat berlindung
dan berkembang biak jenis ikan, burung, mamalia, reptil dan serangga dan
sebagai pengatur iklim mikro.

Menyusul kemudian 90 % dari responden

memahami bahwa fungsi hutan mangrove adalah sebagai penghasil keperluan


rumah tangga. Fungsi mangrove sebagai pencegah intrusi air laut dipahami oleh
66,67 % responden sedangkan fungsi mangrove sebagai parawisata, pendidikan
dan penelitian dipahami oleh 40 % responden. Hanya 26,67 % dari masyarakat
yang memahami bahwa fungsi hutan mangrove adalah sebagai penghasil
keperluan industri (bahan baku kertas, tekstil, kosmetik, penyamak kulit, pewarna).
Ada satu fungsi hutan mangrove yang benar-benar masyarakat belum paham
yaitu dengan adanya hutan mangrove dapat mempercepat perluasan pantai
melalui pengendapan, padahal kemampuan mangrove untuk mengembangkan
wilayahnya ke arah laut merupakan salah satu peran penting mangrove dalam
pembentukan lahan baru. Akar mangrove mampu mengikat dan menstabilkan

1101

subtrat lumpur, pohonnya mengurangi energi gelombang dan memperlambat arus,


sementara vegetasi secara keseluruhan dapat menahan sedimen (davies and
Claridge, 1993 dalam Noor Rusila, 2006).
Tegakan mangrove menyukai suasana lingkungan yang memungkinkan
terjadinya penimbunan tanah dan perluasan lahan, dengan perakaran yang khas
yang berkembang mengikuti penimbunan tanah yang terjadi (Pramudji, 1996
dalam Arief 2003). Permudaan alam yang berasal dari alam dan keberadaannnya
ditentukan oleh variabel permudaan alam sangat membantu dalam perluasan
lahan baru.

Seringkali di kawasan ini terbentuk daratan baru karena adanya

perakaran yang menghunjam ke dalam lumpur pantai sehingga membentuk


dinding vegetasi yang dapat menampung serasah dan lumpur. Oleh karena itu,
tumbuhan mangrove mampu tumbuh secara agresif dan cepat menyebar
menutupi dataran estuaria. Dengan bentuk akar yang rapat mangrove dapat
menangkap lumpur sehingga mendorong pengendapan lumpur serta memperkuat
ketahanan terhadap erosi.
4. Pengetahuan Masyarakat Terhadap Jenis Vegetasi dan Satwa
Deskripsi pengetahuan masyarakat terhadap jenis vegetasi dan satwa
terlihat pada Gambar 3. Pengetahuan masyarakat terhadap jenis dikelompokkan
menjadi dua yaitu pengetahuan terhadap vegetasi dominan dan vegetasi
dilindungi. Parameter pengetahuan terhadap jenis vegetasi dominan dirangkum
menjadi 13 jenis vegetasi dominan yang menyusun kawasan pantai Taman
Nasional Sembilang diantaranya Rhizopora spp (bakau), Avicennia spp (Api-api),
Ceriops sp (tengar), Excoecoria sp (buta-buta), Xylocarpus (Nyirih), Bruguiera
(tumu), Sonneratia sp (pedada), Oncosperma tigilarium (nibung), Casuarina
junghuhniana (cemara laut), Nimpa pructican (Nipah), Pandanus spp (Pandan),
Terminalia catappa (ketapang), Hibiscus sp (waru).

1102

70.00%
60.00%
50.00%
40.00%
30.00%
20.00%
10.00%
0.00%
Indikator

Gambar 3.

Pengetahuan
masyarakat
terhadap vegetasi
dominan
Pengetahuan
masyarakat
terhadap vegetasi
dilindungi
Pengetahuan
masyarakat
terhadap primata
dilindungi
Pengetahuan
masyarakat
terhadap aves
dilindungi
Pengetahuan
masyarakat
terhadap mamalia
besar dilindungi

Pengetahuan Masyarakat Terhadap Jenis Vegetasi dan

Satwa

Jumlah jenis yang di kenal masyarakat berkisar antara 5 13 jenis


dengan rata-rata yang mereka kenal 6 8 jenis. Secara umum semua jenis di
kenal oleh masyarakat tetapi ada lima jenis yang secara keseluruhan masyarakat
mengetahuinya yaitu bakau, api-api, pedada, nibung dan nipah. Jenis ini dikenal
oleh seluruh masyarakat baik laki-laki maupun perempuan. Alasan masyarakat
lebih mengenal dengan jenis ini adalah karena jenis ini berada sangat dekat
dengan tempat pemukiman, bahkan sudah menjadi pemandangan sehari-hari
seperti bakau, pedada, api-api dan nipah sedangkan nibung adalah kayu yang
sering masyarakat manfaatkan untuk tiang bangunan.
Selain vegetasi dominan,

pengetahuan masyarakat terhadap jenis

diukur juga pengetahuan masyarakat terhadap vegetasi dilindungi.

Hasil

penelitian menunjukkan masyarakat tidak paham dengan jenis vegetasi dilindungi,


hal ini dicirikan dengan nilai yang didapat adalah 21 yang identik dengan 23,33 %.
Jenis yang dijadikan parameter adalah jenis yang ada pada kawasan Taman
Nasional Sembilang yang sudah termasuk katagori langka dan dilindungi PP No. 7
tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa. Jenis yang di maksud
adalah Shorea palembanica (tengkawang), Nephentes spp (kantong semar) dan
Dendrobium spp (anggrek jamrud dan anggrek Hartina)
Pengetahuan masyarakat terhadap jenis satwa diukur dengan tiga
indikator yaitu primata, aves dan mamalia besar. Hasil penelitian menunjukkan
masyarakat tidak paham pada satwa dilindungi, hal ini ditunjukkan dengan nilai 10
atau 33,33% untuk primata, 18 atau 60% untuk aves dan 110 atau 30,56% untuk

1103

mamalia besar. Pengetahuan masyarakat terhadap primata dan mamalia besar


dilindungi termasuk pada kriteria tidak paham, namun pengetahuan masyarakat
terhadap aves dilindungi masuk pada kriteria cukup paham.
5. Perilaku Masyarakat
Perilaku masyarakat yang diteliti hanya dibatasi pada perilaku masyarakat
dalam memanfaatkan sumberdaya hutan yang termasuk pada hasil hutan kayu
dan bukan kayu.

Dari hasil wawancara dan observasi, masyarakat masih

memanfaatkan hasil hutan kayu untuk kayu bakar dan bahan bangunan. Semua
jenis kayu yang ada disekitarnya tanpa dipilih dimanfaatkan oleh masyarakat
untuk kayu bakar,

sedangkan kayu yang digunakan untuk bahan bangunan

adalah jenis meranti dan jenis kayu berkelas lainnya,


digunakan masyarakat untuk tiang-tiang rumah.

jenis nibung dan nyirih

Bahan bangunan yang masih

memerlukan kayu adalah rumah tinggal, sarana ibadah, sekolah, gudang, perabot
rumah tangga dan jembatan. Nibung merupakan jenis kayu yang sangat populer
di kalangan masyarakat pesisir yang pemanfaatannya untuk tiang rumah atau
bangunan lainnya yang terkena pasang surut.

Hasil hutan bukan kayu yang

sering dimanfaatkan masyarakat adalah daun nipah yang digunakan untuk atap
dan pengikatnya kadangkala masyarakat menggunakan rotan. Daun nipah
merupakan hasil hutan bukan kayu yang paling banyak dimanfaatkan oleh
masyarakat, bahkan di Desa Maju Ria dan Desa Jati Sari masyarakat hanya
memanfaatkan hasil hutan bukan kayu berupa daun nipah.
DAFTAR PUSTAKA

Arief Arifin.
2003.
Hutan Mangrove Fungsi dan Manfaatnya.
Kansius.
Yogyakarta
Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Jaringan. Pusat Bahasa
Departemen
Pendidikan
Nasional,
(http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php. Jakarta, diakses 2 Mei
2009).
Gonner, C dan Wibowo, P. 2002. Rencana Pengelolaan 25 Tahun Taman
Nasional Sembilang Propinsi Sumatera Selatan (buku-2). Wetlands
International Asia Pacific-Indonesia Programme.
Harmoko. 2008. Inventarisasi Vegetasi Hutan Pantai Di Kawasan Taman Nasional
Sembilang Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Skripsi . Fakultas
Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang

1104

Muhlisin. 2006. Persepsi Siswa SMP Terhadap Pemanfaatan Zat Aditif Pada
Makanan di Kec. Inderalaya Kab. OI. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan. Unsri.
Noor Rusila Y, M. Khazali, dan I N.N. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di
Indonesia. PHKA/WI-IP. Bogor
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999. Tentang
Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
Peraturan Mentri Kehutanan No.P. 56 tahun 2006. tentang Pedoman Zonasi
Taman Nasional Mentri Kehutanan.
Qum Zaidan Marhani. 2007. Persepsi dan Sikap dalam Hubungannya dengan
Prilaku Masyarakat Industri Pandai Besi di Desa Limbung Jaya kab. OI (studi
kasus masyarakat dalam pengelolaan limbah serbuk besi).
Riduwan. 2002. Varabel-Variabel Penelitian. Alfabeta. Bandung
Riyanto, B. 2005. Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan Dalam Perlindungan
Kawasan Pelestarian Alam, Lembaga Pengkajian Hukum Kehutanan dan
Lingkungan, Bogor.
Rodi Edi. 2007. Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Kimia Lingkungan
dengan Sikap Mahasiswa Terhadap Lingkung-an Berdasarkan Jenis Kelamin
di FKIP Kimia dan FMIPA Kimia UNSRI.
Suharto, Y. 2008. Konservasi Hutan dan Sikap Masyarakat dalam Upaya
Pelestarian Hutan di Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro. Universitas
Negeri Malang, Jawa Timur, (http://journal.um.ac.id/index.php/ilmupengetahuan- osial/article/view/1414. diakses, 24 November 2008)
Suriasumantri, J. S. 1985. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Popular. Sinar
Harapan, Jakarta.
Taman Nasional Sembilang. 2008. Renstra Zonasi Taman Nasional Sembilang.
Taman Nasional Sembilang. 2009. Profil Desa Tanah Pilih Kecamatan Banyuasin
II.
Undang-Undang Nomor. 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumberdaya Alam
Hayati dan Ekosistimnya.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 tahun 1999 Tentang Kehutanan.
Yuningsih, L. 2009. Studi Potensi Masyarakat Dalam Menunjang Pembangunan
Desa Konservasi Pada Daerah Penyangga Taman Nasional Sembilang.
Tesis. Pascasarjana. Universitas Sriwijaya
Yuswandi, Hari dan Cahyoadi Bowo.
2003. Pemberdayaan Kelembagaan
Tradisional Masyarakat Daerah Penyangga Hutan untuk Pelestarian Taman
Nasional Meru Betiri. FISIP Universitas Jember.

1105

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM CORPORATE


SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT MEDCO E&P INDONESIA
DI KABUPATEN MUSI BANYUASIN SUMATERA SELATAN
Yulian Junaidi dan M. Yamin Hasan
Abstract
This paper is focusing on community empowerment through Corporate Social
Responsibility (CSR). The objectives are to Analyze and evaluate community
empowerment program that was done PT Medco E & P Indonesia-Rimau Asset in
Musi Banyuasin District as part of corporate social responsibility, and Formulate
recommendations based on evaluations conducted for the community
empowerment program in the future.
The method that used in this research is survey method, The samples in this
evaluation, using purposive sampling method. Primary data collection method was
used is indepth interviews and observation in the field. Secondary data collection
is done by a search of documents from parties concerned. The data obtained are
grouped according to predetermined parameters, then analyzed by tabulation and
descriptive.
The research result showed (1) Community empowerment programs
conducted by PT Medco E & P Indonesia Rimau Asset-is that corporate social
responsibility has a dimension of development grant to explore the potential
socioeconomic conditions. (2) Community empowerment through SRI-organic
program implemented under the principle of participation and independence. The
program has provided benefits to the community include: increasing revenue,
improving environmental quality, enhance independence, and establishment of
cooperation between communities.(3) Empowering communities through programs
duck farm has benefited the community, among others, to increase revenue,
increase knowledge and skills. In practice there are several obstacles, among
others, the inability of farmers to provide feed during moulting ducks which
resulted in some participants withdraw from the program. (4) To strengthen
community self-reliance and sustainability of the program required the
development of institutional, technical assistance optimally, marketing network,
and periodic monitoring and evaluation
A. Latar Belakang
Kehadiran perusahaan skala besar, selain menciptakan pertumbuhan
ekonomi dan kesempatan kerja,

juga berdampak negatif

pada masyarakat

sekitarnya akibat degradasi lingkungan dan terciptanya dual society karena


beroperasi secara enclave.

Degradasi lingkungan akan menurunkan manfaat

sumberdaya alam dan meningkatkan biaya lingkungan, sedangkan dual society


akan menciptakan kecemburuan sosial akibat adanya kesenjangan sosial
ekonomi antara pihak perusahaan dan masyarakat. Dampak tersebut jika tidak

1106

dikelola dengan baik akan menimbulkan ledakan konflik yang dapat merugikan
semua pihak. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan komitmen
perusahaan untuk mempertanggungjawabkan dampak operasinya dalam dimensi
sosial, ekonomi dan lingkungan. Konsep CSR bukan hanya charity atau filantropi
yang memberikan hibah sosial untuk mengatasi persoalan dalam jangka pendek,
tetapi merupakan konsep investasi untuk akumulasi modal sosial melalui hibah
pembangunan jangka panjang dengan melakukan pemberdayaan masyarakat.
Menurut Sepahvand (2009), CSR tidak bertentangan dengan tujuan profit
perusahaan,

justru CSR merupakan bagian penting dari strategi perusahaan

untuk memaksimalkan keuntungan dalam jangka panjang.


Menurut Suparjan dan Suyatno (2003), kata pemberdayaan masyarakat
sangat terkait erat dengan konsep pembangunan
development).

alternatif (alternative

Kegagalan pembangunan model pertumbuhan ekonomi dalam

upaya pengentasan kemiskinan ataupun mewujutkan keberlanjutan lingkungan


mendorong lahirnya

konsep pembangunan alternatif. Konsep ini, menuntut

adanya demokrasi, pertumbuhan ekonomi yang menjamin kepentingan rankyat


banyak kesamaan gender dan keadilan antar generasi, Self reliance, direct
(participatory)

democracy,

and

melalui

proses

belajar

secara

sosial.

Pemberdayaan pada hakekatnya mencakup dua aspek yaitu to give or autbority to


dan to give ability or to enable. Dalam pengertian pertama, pemberdayaan
memiliki makna memberi kekuasaan, mengalihkan kekuatan, dan mendelegasikan
otoritas ke pihak lain. Sedangkan dalam pergertian yang kedua, pemberdayaan
diartikan sebagai upaya untuk memberi kemampuan atau keberdayaan.
Berdirinya PT Medco E&P Indonesia-Rimau Asset di Kabupaten Musi
Banyuasin diawali pada tahun 1996, saat itu masih bernama PT Expan Sumatera.
Pertama kali ditemukannya cadangan minyak yang besar di lapangan Kaji
Semoga, blok Rimau. Pada tahun 2004, tepatnya tanggal 19 April 2004 PT Expan
Sumatera berubah nama menjadi PT Medco E&P Indonesia-Rimau Asset.
Hadirnya perusahaan di tengah masyarakat

menyebabkan adanya tanggung

jawab sosial perusahaan (CSR) di sekitar wilayah operasi kerja, sehingga


perusahaan membuat program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk
membantu masyarakat di sekitar wilayah kerja agar menjadi lebih mandiri dan
sejahtera.

1107

Paper ini merupakan hasil evaluasi program pemberdayaan masyarakat yang


dilakuan PT Medco E&P Indonesia-Rimau Asset pada tahun 2009 dengan dua
kegiatan utama yaitu Program System Rice Intensification (SRI) Organik dan
Program peternakan itik petelur.
B. Tujuan dan Kegunaan
B.1. Tujuan
1. Menganalisis dan mengevaluasi program pemberdayaan masyarakat

yang

dilakuan PT Medco E&P Indonesia-Rimau Asset pada tahun 2009 sebagai


bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan
2. Merumuskan rekomendasi berdasarkan evaluasi yang dilakukan untuk
program pemberdayaan masyarakat dimasa yang akan datang.
B.2. Kegunaan
Hasil evaluasi program pemberdayaan masyarakat diharapkan :
1. Menjadi bahan masukan untuk melaksanakan program pemberdayaan
masyarakat di masa mendatang.
2. Menjadi

bahan

pertimbangan

bagi

pemerintah

setempat

dalam

mensinergikan pembangunan wilayah.


3. Menjadi bahan informasi dan referensi bagi pihak yang terkait dengan
program pemberdayaan masyarakat

C. Metode Evaluasi
Metode yang digunakan dalam evaluasi ini adalah metode survey.
Penentuan sampel dalam evaluasi ini, menggunakan metode Purposive sampling.
Dengan kriteria terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat dan mengikuti
seluruh proses yang dianjurkan dalam program ini. Pengumpulan data primer
dilakukan dengan metode wawancara secara mendalam (dept interview) dengan
dipandu dengan daftar pertanyaan, menyebarkan kuisioner yang dibantu oleh
enumerator dan melakukan observasi di lapangan. Sedangkan pengumpulan data
sekunder dilakukan dengan penelusuran dokumen dari pihak yang terkait. Data
yang diperoleh dikelompokkan berdasarkan parameter yang telah ditentukan,
kemudian dianalisis secara tabulasi dan deskriptif.

1108

D. Hasil dan Pembahasan

Program System Rice Intensification (SRI) Organik


Program SRI organik yang dilaksanakan oleh PT Medco E&P IndonesiaRimau Asset merupakan komitmen perusahaan tersebut dalam Pemberdayaan
Masyarakat dan perbaikan kondisi lingkungan hidup. Program ini dilaksanakan di
Desa Teluk Betung Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin. Tujuan dari
program ini adalah melakukan perubahan sistem usahatani padi konvensional
yang menggunakan pupuk dan pestisida kimia menjadi sistem usahatani padi
yang dilakukan secara intensif dengan menggunakan pupuk dan pestisida
organik, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan perbaikan
lingkungan hidup.
Peserta program pada tahap awal (perencanaan sampai pelatihan)
berjumlah 31 orang, tetapi setelah pelaksanaan program peserta bertambah
menjadi 47 orang. Beberapa petani sekitar wilayah kegiatan ikut menanam padi
SRI walaupun pada awalnya tidak mengikuti pelatihan. Mereka tertarik dengan
program SRI karena melihat keberhasilan budidaya padi dengan system tersebut,
dan adanya pendampingan yang dilakukan pada kegiatan tersebut. Pada kegiatan
evaluasi ini responden yang diwawancarai berjumlah 24 orang atau 51 persen dari
peserta program.
1. Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui program SRI
organik ini diawali dengan perencanaan, sosialisasi, pelatihan, pelaksanaan
program, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Setiap tahapan kegiatan
tersebut melibatkan pihak yang kompeten. Seperti pada Tabel 1 di bawah ini.
Tabel 1. Tahapan kegiatan program SRI organik
No.
1.

2.

Tanggal

Uraian kegiatan

Keterangan

23 25 Des 2009 Perencanaan


dan Hadir
31
sosialisasi
(pemetaan
petani
lahan dan pertemuan)
di
Desa
Betung
26 Des 2009
Penyampaian
laporan Ditentukan
hasil kegiatan pemetaan
pelatihan

orang
Teluk
tgl

1109

3.

3-7 Januari 2010

4.

Mulai
2010

5.

21 Januari 2010
sampai sekarang

6.

Mulai 21 Januari
2010
sampai
sekarang

21

Jan

dan sosialisasi
Pelatihan

Di PT Medco E&P
Desa Sumber
Peserta 36 orang
Pelaksanaan program
Di
Desa
Teluk
(penanaman bibit padi,
Betung Kec. Pulau
pembuatan kompos dan
Rimau
Kab.
pembuat MOL)
Banyuasin
Masih
terus
berlangsung sampai
sekarang dan telah
bertambah menjadi
47 orang
Pendampingan
Tenaga pendamping
2 orang
Tenaga ahli dari
Aliksa
Monitoring dan evaluasi
Tenaga ahli dari
Aliksa
Tim CD PT Medco

Kegiatan dalam program SRI organik di atas telah memenuhi prinsip


Pemberdayaan Masyarakat. Menurut Tonny (2002), dalam pelaksanaannya
pemberdayaan mengandung dua unsur pokok, yaitu partisipasi dan kemandirian.
Pemberdayaan dilakukan agar anggota kelompok mampu berpartisipasi untuk
mencapai kemandirian.
Kegiatan program SRI organik diawali dengan perencanaan dan sosialisasi,
dimana dalam perencanaan dilakukan secara partisipatif dengan mengajak petani
melakukan pemetaan lahan dan pertemuan untuk membahas rencana kerja
program. Kemudian dilakukan konfirmasi kembali ke calon peserta program
mengenai hasil dari perencanaan tersebut dan pada saat itu juga disepakati
tanggal pelatihan.
Kegiatan selanjutnya melakukan pelatihan. Dalam pelatihan ini diajarkan
mengenai prinsip-prinsip dan teknis budidaya SRI organik serta teknik pembuatan
kompos dan Mikro Organisme Lokal (MOL). Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta sehingga mampu
melaksanakan program tersebut secara mandiri. Dalam pelatihan ini PT Medco
E&P Indonesia-Rimau Asset didukung oleh tenaga ahli dari Aliksa Foundation
yang mempunyai kapasitas dan pengalaman dalam Pemberdayaan Masyarakat
melalui program SRI organik. Pentingnya kapasitas pelaku pemberdayaan sejalan
1110

dengan pendapat Sidu (2006), bahwa paradigma baru pemberdayaan menuntut


adanya pelaku pemberdayaan yang memiliki kemampuan dalam menjalankan
tugas-tugasnya di lapangan dengan baik. Mereka tidak hanya dituntut memiliki
pengetahuan dan keterampilan dalam mendesain program pemberdayaan,
melainkan dituntut pula untuk memiliki komitmen yang tinggi terhadap kepentingan
masyarakat, terutama dalam menggali, menumbuhkan, mengembangkan dan
memanfaatkan sumberdaya lokal.
Pada saat pelatihan ini peserta program ditingkatkan kapasitasnya dalam
menggali potensi dan memanfaatkan sumberdaya lokal terutama dalam
pembuatan kompos dan MOL. Bahan-bahan pembuatan kompos terdiri dari sisasisa tanaman dan kotoran hewan yang dipelihara oleh petani, sedangkan MOL
dibuat dari bahan yang ada di lingkungan petani seperti buah maja atau labu kayu,
kulit jengkol, rebung, nasi, bonggol pisang dan keong. MOL ini digunakan sebagai
pengurai kompos dan zat perangsang tumbuh.
Dalam pelaksanaan program, sejak pengolahan lahan, pembuatan bibit,
penanaman, serta pembuatan kompos dan MOL dilakukan sendiri oleh
masyarakat secara swadaya. PT Medco E&P Indonesia-Rimau Asset hanya
menyediakan pendamping 2 orang yang berasal dari Aliksa Foundation untuk
mengawal proses pelaksanaan program. Pendamping tersebut ditempatkan
bersama masyarakat untuk mengatasi persoalan yang muncul dan terus menerus
memberikan motivasi kepada masyarakat. Dengan motto Sabar, Ridho, Ikhlas
pendamping meyakinkan masyarakat bahwa program SRI ini dapat memberikan
hasil akhir berupa kesejahteraan, kemandirian dan perbaikan kualitas lingkungan
hidup.
Kemandirian masyarakat ini terbangun karena program dilaksanakan
berdasarkan prinsip partisipasi. Menurut Bessette (2004), partisipasi dibutuhkan
untuk mendapatkan dukungan masyarakat dalam proyek pembangunan yang
didefinisikankan oleh pemerintah, LSM atau para ahli. Indikator partisipasi yang
baik apabila rakyat mengambil tanggungjawab untuk melaksanakan inisiatif
pembangunan.

Hal ini berarti rakyat tidak hanya mengambil bagian dalam

aktivitas-aktivitas yang ada, tetapi juga dalam proses pengambilan keputusan dari
seluruh rangkaian inisiatif pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan,
sampai monitoring dan evaluasi.

1111

Kegiatan monitoring dilakukan secara berkala oleh PT Medco E&P


Indonesia-Rimau Asset dan tenaga ahli dari Aliksa Foundation. Monitoring ini
dilaksanakan untuk melihat apakah program tersebut dapat berjalan sesuai
dengan yang direncanakan. Dari hasil monitoring ini terdapat beberapa kendala
dalam pelaksanaan SRI Organik antara lain: di beberapa lahan, ketinggian air
pasang sulit dikendalikan sehingga menenggelamkan bibit padi yang baru
ditanam, selain itu adanya serangan hama yang merusak sebagian tanaman.
Untuk mengatasi masalah ini pendamping menyarankan kepada petani untuk
menanam ulang tanaman tersebut dan membuat perangkap hama.

2. Manfaat bagi Masyarakat


Program SRI organik telah memberikan manfaat pada masyarakat. Manfaat
program SRI organik yang dirasakan masyarakat antara lain mengatasi masalah
sosial ekonomi, menumbuhkan kemandirian, dan membangun kerjasama dalam
masyarakat.
Masalah ekonomi yang dihadapi petani antara lain kurangnya modal dalam
membeli input produksi seperti pupuk dan pestisida kimia. Keterbatasan modal ini
dikarenakan produktivitas lahan sudah semakin menurun dan tingginya biaya
produksi sehingga pendapatan usahatani menjadi rendah. Pendapatan yang
rendah ini mengakibatkan petani sering tidak mampu membeli input produksi.
Program SRI

organik

mampu

menyelesaikan

persoalan

sosial

ekonomi

masyarakat karena semua input produksi dibuat sendiri oleh petani. Selain itu
produktivitas lahan meningkat karena penggunaan pupuk organik dan mikro
organisme lokal (MOL). Produksi yang dihasilkan dari sistem SRI ini mencapai
antara 6 - 8 ton gabah kering panen (GKP)per hektar. Sedangkan dengan
menggunakan sistem konvensional yang dilakukan sebelumnya hanya mencapai
3-4 ton GKP per hektar. Dengan peralihan sistem konvensional ke sistem SRI
organik dapat meningkatkan produktifitas lahan dua kali lipat dari sebelumnya.
Peningkatan produktifitas tersebut tentunya akan diikuti dengan peningkatan
pendapatan petani secara proporsional dengan asumsi harga output tetap.
Kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan dalam program ini
telah mampu menumbuhkan kemandirian masyarakat. Hal ini terlihat dari petani
secara swadaya menyediakan tenaga, bahan dan alat yang diperlukan dalam

1112

penanaman padi, pembuatan kompos dan MOL. Dalam pelaksanaan program ini
PT Medco E&P Indonesia-Rimau Asset tidak memberikan bantuan berupa uang
dan barang. Pembuatan rumah kompos dan pembelian alat seperti gentong untuk
pembuatan MOL dibeli sendiri oleh petani. Selain itu, pendamping dan tenaga ahli
yang disediakan perusahaan telah mampu meningkatkan kapasitas petani
membuat kompos dan MOL dari berbagai bahan yang ada disekitar petani
sehingga petani tidak lagi tergantung dari input luar yang harganya semakin
mahal. Dengan kemandirian yang sudah dibangun sejak awal ini sebagian besar
petani mengungkapkan akan tetap melanjutkan program ini ditahun-tahun
mendatang, tetapi masih berharap mendapatkan pendampingan dari perusahaan,
terutama dalam mengembangkan potensi ekonomi yang ada di pedesaan terkait
dengan model pertanian terpadu yang berkelanjutan.
Program SRI organik ini juga telah menumbuhkan kerjasama di dalam
masyarakat. Keterlibatan berbagai etnis yang ada di wilayah ini seperti etnis Jawa,
Sumsel, Bugis, Sunda telah mendorong terjalinya integrasi masyarakat, selain itu
adanya pihak ketiga untuk mendukung program ini juga bermanfaat dalam
membangun jaringan kerjasama antara petani dan pihak-pihak lain. Hanya saja
kelembagaan petani belum terbangun dengan baik.

Menurut Uphoff (1986),

kelembagaan lokal harus dikembangkan karena sangat erat kaitannya dengan


pengembangan kapasitas manusia dan pembangunan perdesaan. Terminologi
kelembagaan ini merujuk pada persoalan struktur, prosedur, dan kemampuan
kinerja yang abstrak. Kelembagaan tersebut dibangun dari pikiran orang-orang,
keahlian,

motivasi, dan kemampuan personal.

Sedangkan pengertian lokal

hampir selalu disamakan dengan community level (tingkat desa), walaupun untuk
beberapa tempat karena kepentingan pengorganisasian, tingkatannya dapat
diturunkan menjadi group level atau dinaikkan menjadi locality level (beberapa
desa yang mempunyai kesatuan sosial ekonomi).
Program Peternakan Itik Petelur

Program

peternakan

itik

petelur

merupakan

salah

satu

kegiatan

Pemberdayaan Masyarakat yang telah dilaksanakan oleh PT Medco E&P


Indonesia-Rimau Asset yang dimulai dari tahun 2009 di sekitar wilayah operasi

1113

perusahaan. Program tersebut bertujuan memberikan pengetahuan mengenai


cara beternak itik yang baik dan benar kepada masyarakat, selain itu diharapkan
juga dapat memahami teknologi yang lebih baik mengenai beternak itik.
Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pemberian paket bantuan ternak itik
petelur. Paket bantuan tersebut terdiri dari itik yang siap bertelur, pembuatan
kandang dan pemberian pakan selama 2 (dua) bulan. Selain itu diberikan juga
pelatihan peternakan itik petelur bagi petani tentang teknik budidaya, penyediaan
pakan dan pengolahan pasca panen. Melalui paket bantuan ini diharapkan dapat
meningkatkan pendapatan, taraf hidup dan lapangan pekerjaan masyarakat
sehingga terjadi kemandirian secara ekonomi. Program peternakan itik petelur
dilaksanakan di beberapa daerah antara lain di Dusun Tabuan (Kecamatan
Betung) dan Desa Langkap (Kecamatan Sungai Lilin).

1. Pelaksanaan Kegiatan
Program

peternakan

itik

petelur

merupakan

salah

satu

kegiatan

Pemberdayaan Masyarakat yang dilaksanakan di beberapa daerah di sekitar


wilayah kerja PT Medco E&P Indonesia Rimau Asset, di antaranya di Dusun
Tabuan (Kecamatan Betung) dan Desa Langkap (Kecamatan Sungai Lilin).
Program ini merupakan kompensasi atas hilangnya kesempatan kerja akibat
lahannya digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan.
Berdasarkan data perusahaan, langkah awal yang dilakukan adalah
mengidentifikasi permasalahan yang ada di masyarakat. Hal tersebut dilakukan
untuk mengetahui kondisi masyarakat dan lingkungannya, problematika yang ada,
pihak-pihak yang berpengaruh dalam masyarakat serta karakteristik masyarakat.
Hasil dari pra-kondisi dan penjajakan kebutuhan tersebut didiskusikan dengan
masyarakat dan pemerintah setempat. Tahapan selanjutnya adalah perusahaan
menyusun Work, Program and Budget (WP&B) tahunan. Setelah itu, perusahaan
menerima proposal dari masyarakat dan melakukan pengecekan informasi pada
proposal tersebut. Dari hasil evaluasi pada tahap perencanaan, perusaan telah
merencanakan

program

secara

partisipatoris

dengan

memperhitungkan

keragaman masyarakat dan telah sesuai dengan Standar Operating Procedure


(SOP).

1114

PT Medco E&P IndonesiaRimau Asset telah melakukan kesepahaman


bersama (Memorandum of Understanding-MoU) dengan pemerintah dan pihakpihak lain. Kesepahaman bersama tersebut dilakukan agar sejalan dengan
program atau kegiatan pembangunan pemerintah atau pihak lain. Dengan
demikian, diharapkan dapat menjadi komplemen dan suplemen dari kegiatan
pembangunan yang dilakukan pemerintah atau pihak lain. Begitupun juga dengan
program peternakan itik petelur sudah sejalan dengan program atau kegiatan
pembangunan pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.
Program dan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat peternakan itik petelur
yang dilakukan oleh PT Medco E&P IndonesiaRimau Asset sudah dilakukan
bersama-sama dengan masyarakat dan pihak lain yang berkompetensi.
Masyarakat dalam hal ini khususnya adalah peserta program, misalnya kelompok
peternak Tabuan (Dusun Tabuan), Sehati (Desa Langkap), Mitra Bersama (Desa
Langkap). Untuk pelaksanaan kegiatan ini, perusahaan bekerjasama dengan
pihak yang berkompetensi di bidang peternakan, yaitu Agro Techno Park (ATP) di
Sumatera Selatan.
Jumlah karyawan atau personil PT Medco E&P IndonesiaRimau Asset yang
mengurusi program pemberdayaan masyarakat hanya berjumlah empat orang
termasuk supervisor. Selain

mengerjakan tugas-tugas untuk Pemberdayaan

Masyarakat, karyawan tersebut juga melaksanakan tugas-tugas kehumasan.


Dengan sedikitnya jumlah personil dan adanya kelebihan beban kerja (overload),
maka kegiatan pendampingan dan pemantauan pada program itik petelur yang
dilakukan oleh perusahaan tidak bisa secara rutin. Oleh karena itu, untuk kegiatan
pendampingan dan pemantauan, perusahaan menjalin kerjasama lagi dengan
pihak luar, yaitu ATP.
Untuk melihat keberhasilan dari program dan kegiatan Pemberdayaan
Masyarakat yang telah dilakukan selama satu tahun, perusahaan melakukan
evaluasi secara internal. Dari hasil pemantauan dan evaluasi dapat diketahui
kesalahan dan hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan program peternakan itik
petelur. Selain itu, hasil dari evaluasi tahunan tersebut digunakan untuk
memperbaiki program tersebut di masa datang.
Hasil survei di lapangan menunjukkan bahwa dalam program itik petelur,
pihak

perusahaan belum memanfaatkan sumberdaya alam lokal yang bisa

1115

dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak itik, seperti buah karet dan keong. Hal
ini menyebabkan peternak harus membeli pakan ternak. Kondisi tersebut menjadi
hambatan peternak terutama saat terjadi masa moulting (rontok bulu). Masa
moulting yang dialami itik terjadi selama kurang lebih dua bulan. Selama kurun
waktu tersebut itik tidak menghasilkan telur, ini artinya tidak ada penerimaan yang
didapatkan oleh peternak. Sedangkan biaya produksi, terutama untuk pakan harus
terus dikeluarkan. Pada saat moulting, banyak peserta program peternakan itik
petelur yang mengundurkan diri karena tidak mampu membeli pakan. Melihat
kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program peternakan itik petelur
tersebut,

untuk

selanjutnya

sebaiknya

perusahaan

lebih

memperhatikan

sumberdaya alam lokal yang dapat digunakan sebagai pakan.


Selain memperhatikan sumberdaya alam lokal sebagai pakan, perusahaan
juga harus mengajarkan peternak mengenai manajemen produksi yang baik
dalam usaha ternak itik petelur, misalnya memanajemen untuk mengatasi
masalah moulting. Pada saat moulting, itik tidak memproduksi telur sehingga
petani tidak mendapatkan pendapatan. Solusi dari permasalahan tersebut
sebaiknya perusahaan memberikan bantuan itik secara bertahap agar masa
moulting tidak terjadi secara bersamaan.
Kendala

lain

yang

dihadapi

peserta

program

adalah

kurangnya

pendampingan. Pendampingan untuk program itik petelur hanya dilakukan satu


bulan sekali, sehingga masyarakat tidak dapat berkonsultasi apabila ada
permasalahan dalam usaha itik petelurnya. Solusi dari kendala ini adalah
sebaiknya perusahaan memiliki tenaga ahli khusus yang siap mendampingi
masyarakat yang diberikan bantuan sampai masyarakat tersebut bisa mandiri.

2. Manfaat bagi Masyarakat


Menurut Servaes dalam White (2004), pemberdayaan adalah usaha untuk
menjamin bahwa rakyat mampu menolong diri mereka sendiri. Dengan adanya
program Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan oleh perusahaan misalnya
program peternakan itik petelur ini, diharapkan dapat membuat masyarakat
mandiri secara sosial ekonomi. Dalam pelaksanaannya, program peternakan itik
petelur yang telah dilaksanakan oleh perusahaan, dilihat secara Pemberdayaan
Masyarakat dapat dikatakan kurang berhasil. Hal ini dapat dilihat dengan adanya
1116

sebagian masyarakat yang mengundurkan diri karena tidak mampu membeli


pakan pada saat itiknya rontok bulu (moulting), tidak dimanfaatkannya
sumberdaya alam lokal untuk pakan, belum adanya manajemen produksi yang
baik, dan tidak optimalnya pendampingan.
Meskipun demikian, program itik petelur telah memberikan manfaat untuk
peserta yang masih mengikuti program tersebut. Hal ini dapat dilihat dari
kontribusi pendapatan usaha itik petelur sebesar rata-rata Rp. 446.139,- per
bulan. Analisis pendapatan usaha ternak itik petelur dalam program ini dapat
dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Rata-rata produksi, harga, penerimaan, biaya dan pendapatan peternak
itik petelur
Uraian

Rata-rata per Bulan

Produksi (butir)

Rata-rata per Tahun

564

16.917

1.400

1.400

Penerimaan (Rp)

764.028

22.920.833

Biaya (Rp)

317.889

9.536.667

Pendapatan (Rp)

446.139

13.384.167

Harga (Rp/butir)

Sumber: data primer yang diolah

Manfaat lain yang diperoleh masyarakat dengan adanya program peternakan


itik petelur ini adalah meningkatnya keterampilan masyarakat. Paket bantuan
peternakan itik petelur tidak hanya terdiri dari material yang dibutuhkan saja tetapi
juga termasuk pelatihan peternakan itik petelur tentang teknik budidaya, pakan
dan pengolahan pasca panen. Dengan adanya pelatihan tersebut, keterampilan
dan pengetahuan masyarakat menjadi bertambah.

E. Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan
1.

Program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh PT Medco E&P


Indonesia-Rimau Asset merupakan tanggung jawab sosial perusahaan yang

1117

berdemensi hibah pembangunan untuk menggali potensi sosial ekonomi


masyarakat.
2.

Pemberdayaan masyarakat melalui program SRI organik dilaksanakan


berdasarkan prinsip partisipasi dan kemandirian. Program tersebut telah
memberikan

manfaat

bagi

pendapatan,

memperbaiki

masyarakat
kualitas

antara

lingkungan

lain:

meningkatkan

hidup,

meningkatkan

kemandirian, dan terjalinnya kerjasama antar masyarakat.


3.

Pemberdayaan masyarakat melalui program itik petelur telah memberikan


manfaat bagi masyarakat antara lain peningkatan pendapatan, menambah
pengetahuan dan keterampilan. Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa
kendala antara lain ketidakmampuan peternak dalam menyediakan pakan
pada

masa

itik

moulting

yang

mengakibatkan

sebagian

peserta

mengundurkan diri dari program tersebut.

Saran
1.

Untuk memantapkan kemandirian masyarakat dan keberlanjutan program


diperlukan pengembangan kelembagaan, khususnya ditingkat lokal seperti
kelompok tani, kelompok wanita tani, dan koperasi.

2.

Perlu adanya pendampingan secara optimal dalam program petelur itik


petelur agar masyarakat mampu mengelola usaha itik petelurnya dengan
baik,

misalnya

perlu

adanya

pelatihan

pembuatan

pakan

dengan

memanfaatkan sumberdaya alam lokal, pelatihan manajemen produksi dan


manajemen keuangan.
3.

Perlu dibangun jaringan pemasaran khusus untuk beras organik dan telur
agar mendapatkan harga yang lebih layak sehingga usaha tersebut dapat
berkelanjutan.

4.

Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memperbaiki


kelemahan

dan

meningkatkan

keberhasilan

program

pemberdayaan

masyarakat

1118

DAFTAR PUSTAKA
Bessette, G. 2004.
Involving The Community, A Guide to Participatory
Development Communication. International Develovment Research Centre.
Jointly Published by Southbound, Penang, Malaysia.
Sepahvand, M. 2009. Analyzing The Concept of Corporate Social Responsibility:
with
the
monetary
and
ethical
approach.
http://www.essays.se/essay/20677c6bda/
Sidu, D. 2006. Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kawasan Hutan Lindung
Jompi Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara. Disertasi. Sekolah
Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (Tidak dipublikasikan).
Suparjan dan Suyatno, H.
2003.
Pengembangan Masyarakat,
pembangunan Sampai Pemberdayaan. Aditya media, Jakarta.

Dari

Tonny. F. 2002. Pengembangan Masyarakat, Creating Community Alternatives


Vision, Analisis and Practice . Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Uphoff, N. 1986. Local Institutional Development. Kumarian Press, West Harford,
Connecticut.
White, R. A. 2004.
Is Empowerment The Answer? : Current Theory And
Research On Development Communication. Gazette: The International
Journal
For
Communication
Studies
Copyright

Sage
Publications.London, Thousand Oaks & New Delhi 0016-5492 Vol 66(1): 7
24. Doi: 10.1177/0016549204039939. Www.Sagepublications.Com

1119

HUBUNGAN MODAL SOSIAL DAN MODAL MANUSIA DENGAN TINGKAT


PENDAPATAN PETANI KARET DI KECAMATAN TANJUNG BATU
KABUPATEN OGAN ILIR

Nukmal Hakim1, Henny Malini2, Selly Oktarina3


Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya
Jl Palembang- Prabumulih Km 32 Indralaya OI, 30662

ABSTRAK
Hubungan Modal Sosial dan Modal Manusia dengan Tingkat Pendapatan
Petani karet di Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, tujuan dari
penelitian ini adalah Menganalisis berapa besar Modal Sosial dan Modal Manusia
yang dimiliki petani karet dan Menghitung pendapatan Petani Karet, serta
menganalisis hubungan modal manusia dan modal sosial dengan tingkat
pendapatan Petani Karet dan Mengidentifikasi upaya yang dilakukan oleh petani
karet di Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir didalam meningkatkan
Modal Sosial dan Modal Manusia. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode survey.
Modal Sosial yang dimiliki oleh petani karet di Kelurahan Tanjung Batu ini
adalah sebesar 45,57 yang berada pada kriteria sedang dan Modal Manusia yang
dimiliki oleh petani karet ini adalah sebesar 14,36 yang juga berada pada taraf
atau kriteria sedang. Rata-rata pendapatan usahatani karet petani karet di
Kelurahan Tanjung Batu ini adalah sebesar Rp. 32.305.181,41 per hektar/thn dan
pendapatan totalnya rata-rata 35.051.848,07 per tahunnya.
Hasil uji korelasi
dengan menggunakan alat uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak
terdapat hubungan antara modal sosial petani dengan pendapatan petani karet di
Kelurahan Tanjung Batu Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, artinya
semakin tinggi modal sosial petani maka tidak akan mempengaruhi pendapatan
petani begitu pun juga sebaliknya.
Hasil uji korelasi dengan menggunakan uji korelasi Sperarman juga,
menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara modal manusia dengan tingkat
pendapatan petani karet di kelurahan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir
Upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan modal sosial yaitu
dengan memperbanyak interaksi sosial dengan masyarakat lingkungan setempat
dan lingkungan luar sehingga akan memperoleh masukan-masukan yang
bermanfaat dan upaya untuk meningkatkan modal manusia yaitu dengan rajin
mengikuti pelatihan maupun kursus-kursus yang bermanfaat untuk kehidupan
mereka, senantiasa menjaga kesehatan diri maupun lingkungan.

1,2, 3 Staf Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Unsri

1120

PENDAHULUAN

Kontribusi tanaman karet dalam perekonomian Sumatera Selatan, antara


lain sebagai sumber pendapatan dan pekerjaan bagi 450.856 Kepala Keluarga
(Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, 2008) dan memberikan
kontribusi yang cukup besar dalam menghasilkan devisa bagi perekonomian di
Sumatera Selatan.

Tahun 2007 volume ekspor karet Sumatera Selatan

sebesar 592.134,92 Ton dengan nilai US $ 1.133.051,680 atau memberikan


kontribusi 79,53 % dari total ekspor komoditi perkebunan sebesar US $
1.424.663,920 (Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera
Selatan, 2008).
Bappeda Kabupaten Ogan Ilir (2007) menyatakan bahwa pendapatan
penduduk tertinggi adalah berasal dari usaha kebun karet dan perdagangan
yang dapat mencapai

Rp. 9,5 juta perkapita per tahun, sedangkan

pendapatan terendah adalah penduduk dengan usahatani padi lebak dan ikan
tangkap. Kenyataan ini menunjukkan pentingnya sektor perkebunan karet di
wilayah Kabupaten Ogan Ilir, khususnya di karena adalah salah satu sentra
pengembangan karet, akan tetapi apabila dilihat dari harga yang diterima oleh
petani, maka keuntungannya yang diterima oleh petani masih sangat jauh
sekali bila dibandingkan dengan keuntungan yang diterima oleh pihak lain,
harga yang diterima oleh petani masih sangat rendah hal ini disebabkan masih
rendahnya mutu bokar yang dihasilkan oleh petani, selain faktor penyebab
lainnya adalah hubungan sosial petani (modal sosial) dengan pihak lainnya dan
modal manusianya.
Modal sosial berpengaruh kuat pada perkembangan sektor-sektor ekonomi
lainnya seperti sektor perdagangan, jasa, konstruksi, pariwisata dan beberapa
yang lain. Apapun pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor trust,
reciprocity, positive externalities, dan nilai-nilai etis merupakan penopang yang
akan menentukan perkembangan dan keberlanjutan beragam aktifitas usaha di
setiap sektor perekonomian (Mawardi M, 2007)
Disamping modal sosial, modal manusia (pendidikan, kesehatan dan
interaksi sosial) pun sangat kuat pengaruhnya terhadap perkembangan sektorsektor ekonomi.

1121

Melihat kenyataan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan


penelitian tentang hubungan antara modal sosial dan modal manusia dengan
tingkat pendapatan petani karet di Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan
Ilir.

METODE PENELITIAN

A.

Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten

Ogan Ilir, Karena mengingat Kecamatan

ini merupakan salah satu dari

beberapa Kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan yang sebagian


besar masyarakatnya mempunyai mata pencaharian sebagai petani karet.
Waktu penelitian pada Bulan Juni sampai dengan Desember 2010

B. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
survey. Metode survey ini diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai
fakta yang terjadi di lapangan dengan cara melakukan penarikan sampel untuk
mewakili populasi dan mengumpulkan data melalui wawancara langsung
kepada responden dengan berpedoman kepada kuisioner.
C. Metode Penarikan Contoh
Metode penarikan contoh pada penelitian ini adalah metode acak
sederhana (Simple Random Sampling) terhadap petani karet yang ada di
Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir. Hal ini bertujuan agar seluruh
petani karet tersebut memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel
dalam penelitian ini. Sampel yang diambil berjumlah 30 orang dari populasi
sejumlah 104 orang.
D. Metode Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan didalam penelitian ini adalah data primer dan
data sekunder.

Data primer merupakan data yang diperoleh berdasarkan

wawancara langsung dengan petani karet di Kecamatan Tanjung Batu dengan

1122

menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan (Quesioner) dan


dilanjutkan dengan observasi lapangan dalam mempertajam penilaian. Data
sekunder diperoleh dari instansi/ lembaga Pemerintah yang menjadi sampel
didalam penelitian ini.

E. Metode Pengolahan Data


Data yang diperoleh dari lapangan diolah secara tabulasi dan diuraikan
secara deskriptif yaitu dengan memaparkan hasil dalam bentuk uraian yang
sistematis pada pembahasan. Adapun untuk menjawab tujuan pertama yaitu
mengukur modal sosial

dan Modal Manusia yang dimiliki petani karet di

Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir dilihat dari 4 indikator, yaitu
partisipasi dalam suatu jaringan, resiprositas, kepercayaan, dan norma sosial.
Indikator-indikator tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam interval kelas
dengan pemberian skor 3 untuk kriteria tinggi, skor 2 untuk kriteria sedang, dan
skor 1 untuk kriteria rendah.
Untuk menjawab pertanyaan kedua yaitu menghitung pendapatan
usahatani karet petani karet di Kecamatan Tanjung Batu yaitu dengan
menggunakan rumus
Pn

= Y x Hy

Bp

= Bt + Bv

PdU

= Pn Bp

Pdtotal= PdU + Pd non-U


Dimana:
Pn

= Penerimaan petani (Rp/Ha/Th)

PdU

= Pendapatan usahatani (Rp/Ha/Th)

Bp

= Biaya produksi (Rp/Ha/Th)

Bt

= Biaya total (Rp/Ha/Th)

Bv

= Biaya variabel (Rp/Ha/Th)

Hy

= Harga jual hasil produksi (Rp/Ha/Th)

= Produksi karet (Kg/Ha/Th)

Pdtotal

= Pendapatan Total (Rp/Th)

PdnonU

= Pendapatan non-usahatani (Rp/Th)

(Hernanto, 1996).

1123

Untuk menjawab tujuan ketiga yaitu menganalisis hubungan modal sosial dan
modal manusia dengan tingkat pendapatan dengan menggunakan dilakukan uji
Statistik Koefisien Peringkat Spearman dengan taraf nyata 0,05 dan dipaparkan
dalam bentuk uraian secara sistematis.
Untuk menjawab pertanyaan terakhir yaitu mengidentifikasi upaya-upaya
yang dilakukan oleh petani karet di Kecamatan Tanjung Batu yaitu diolah
secara tabulasi dan di analisis secara deskriptif dan mendalam.
C. Modal Sosial
Di era kemajuan teknologi komunikasi dan informasi seperti sekarang ini
keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh modal dalam bentuk fisik
saja seperti jalan, bangunan, lahan, kendaraan dan modal fisik lainnya, tetapi
modal sosial dan modal manusia memegang peranan penting didalam
meningkatkan pendapatan petani di suatu daerah.
Dari Hasil Penelitian terhadap Petani Karet di Kelurahan Tanjung Batu,
maka rata-rata modal Sosial yang dimiliki oleh petani di Kelurahan Tanjung
Batu ini adalah tergolong sedang dengan skor 45,57. didalam penelitian ini
modal sosial diukur dari indikator partisipasi dalam suatu jaringan (networks),
kepercayaan(trust),

resipirositas

(Recipirocity),

dan

Norma

Sosial.

Perbandingan rata-rata tingkat modal sosial petani contoh yaitu petani karet
yang tergabung dalam kelompok Tani P4S ini dapat dilihat pada Tabel 1 berikut
ini.
Tabel 1. Rata-rata tingkat modal sosial petani contoh, 2010
No.
1
2
3
4

Modal Sosial
Skor
Kriteria
Partisipasi dalam suatu jaringan
10,17
S
(Networks)
Resiprositas (Reciprocity)
11,70
T
Kepercayaan (Trust)
13,00
T
Norma sosial (Norms)
10,70
S
Jumlah
45,57
S
Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa secara umum modal sosial yang

dimiliki oleh petani contoh di Kelurahan Tanjung Batu ini pada kriteria sedang.
Kualitas modal sosial dibangun oleh indikator partisipasi dalam suatu jaringan,
Resiprositas, kepercayaan, dan norma sosial. Partisipasi petani contoh didalam
suatu jaringan, serta norma sosial yang dimiliki oleh petani contoh tergolong

1124

dalam kriteria sedang. Resiprositas dan Kepercayaan petani contoh tergolong


dalam kriteria tinggi.
Secara umum tingkat partisipasi yang terbangun pada petani contoh
tergolong dalam kriteria sedang dengan nilai skor 10,17.
Partisipasi petani contoh dalam suatu jaringan berhubungan dengan
keaktifan dalam organisasi dan jangkauan hubungan sosial atau pergaulan
antar masyarakat.

Pada umumnya petani hanya mau berpartisipasi pada

lembaga yang ada hubungannya dengan kegiatan produksi pertanian saja,


sedangkan partisipasi petani contoh pada lembaga-lembaga sosial lainnya
maupun lembaga politik sangat terbatas.
Resipirositas atau sering disebut juga solidaritas petani contoh dapat
dilihat dari

bagaimana petani contoh membantu penyelenggaraan acara

tetangga, kegiatan jaga malam, dan kegiatan gotong royong pembersihan


siring. Pengukuran terhadap ketiga bentuk resiprositas tersebut berada pada
kriteria tinggi dengan skor 11,70. hal ini berarti solidaritas yang terbentuk dari
petani terhadap kerabat dan lingkungan petani contoh tergolong tinggi.

Di

Kelurahan Tanjung Batu ini suasana keakraban antar tetanga dan lingkungan
sangat terasa sekali.

Hal ini dapat dilihat dari antusiasme mereka didalam

membantu anggota dari masyarakat yang mempunyai hajatan, dan juga bisa
dilihat dari bagaimana mereka mau secara bergiliran didalam kegiatan jaga
malam untuk keamanan lingkungan di daerah mereka serta gotong royong atau
saling tolong menolong demi kepentingan mereka bersama.
Tingkat kepercayaan (trust) petani contoh di Kelurahan Tanjung Batu ini
tergolong tinggi dengan skor 13,00. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana mereka
menaruh kepercayaan pada sesama warga masyarakat di lingkungan mereka,
kepada para tokoh masyarakat, tokoh-tokoh adat setempat, ketua organisasi/
kelompok yang mereka ikut serta dalam keanggotaannya,

para penyuluh

lapangan dan pemerintah setempat.


Bentuk-bentuk norma sosial yang diteliti pada penelitan ini adalah
bagaimana tingkat kepatuhan petani contoh terhadap lembaga adat setempat,
bagaimana kepatuhan mereka terhadap perjanjian bagi hasil antara pemilik dan
penggarap usahatani karet petani contoh,

kepatuhan terhadap sanksi yang

dikenakan kepada mereka apabila mereka melakukan pelanggaran. Kepatuhan

1125

petani contoh terhadap orang-orang yang dituakan di kelurahan Tanjung Batu


serta kepatuhan mereka terhadap aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah
setempat.
Berdasarkan penelitian, tingkat kepatuhan petani contoh terhadap norma
sosial yang berlaku di masyarakat tergolong sedang dengan skor 10,70.

D. Modal Manusia
Modal manusia dalam penelitian ini diukur melalui indikator tingkat
pendidikan, tingkat kesehatan dan kemampuan interaksi sosial. Perbandingan
rincian rata-rata modal manusia petani contoh berdasarkan masing-masing
indikator dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini.
Tabel 2. Rincian rata-rata modal manusia petani contoh di Kelurahan Tanjung
Batu, 2010
No.
Modal manusia
Skor
Kriteria
1
Tingkat Pendidikan
3,83
Sedang
2
Tingkat Kesehatan
5,1
Tinggi
3
Kemampuan Interaksi Sosial
5,43
Tinggi
Jumlah
14,36
Sedang
Kriteria : 2- 3,33 = Rendah ; 3,34 4,67 = Sedang ; 4,68 6,00 = Tinggi.

Berdasarkan Tabel 2 diatas menunjukkan bahwa secara umum modal


manusia yang dimiliki oleh petani contoh di Kelurahan Tanjung Batu berada
pada kriteria sedang. Kualitas modal manusia pada kriteria sedang dibangun
oleh indikator tingkat pendidikan, tingkat kesehatan dan kemampuan interaksi
sosial. Parameter pendidikan dilihat dari tingkat Pendidikan Formal dan Non
Formal, dari hasil penelitian didapatkan skor untuk tingkat pendidikan adalah
3,83 yang berada pada kriteria sedang.
Selain tingkat pendidikan, tingkat kesehatan juga sangat penting artinya
bagi pengembangan modal manusia, kesehatan yang baik dapat meningkatkan
hasil dalam pendidikan maupun meningkatkan hubungan dengan lingkungan,
karena dengan kondisi tubuh dan jiwa yang sehat, merupakan faktor utama
yang mempengaruhi petani agar dapat memperoleh pembelajaran, khususnya
pendidikan non formal untuk dapat menambah pengetahuan didalam kegiatan
usahatani karetnya, yang mana akan berdampak pada peningkatan taraf hidup

1126

mereka. Kondisi kesehatan petani contoh secara umum rata-rata berada pada
kriteria Tinggi dengan skor 5,1.
Disamping kedua modal manusia diatas, ada satu hal lagi yang tidak
kalah pentingnya yaitu modal

kemampuan interaksi sosial, kemampuan ini

dilihat dari penguasaan bahasa dan akses terhadap media.

Kemampuan

berbahasa Indonesia, selain bahasa daerah akan meningkatkan kemampuan


petani didalam berinteraksi dengan orang lain diluar lingkungan mereka,
dengan adanya mereka berinteraksi dengan lingkungan diluar mereka, maka
akan menambah wawasan dan pengetahuan petani karet, untuk menerima
suatu perubahan baik itu perubahan pola pikir yang lebih baik, maupun
peningkatan pengetahuan petani tentang semua hal, khususnya pengetahuan
didalam kegiatan usahatani karet mereka. Selain itu akses terhadap media
akan mempermudah petani karet dikelurahan Tanjung Batu ini ini dan
mempercepat berinteraksi/berhubungan dengan dunia luar. Adapun skor modal
manusia didalam kemampuan interaksi sosial pada penelitian ini adalah 5,43
yang berada pada kriteria Tinggi, yang berarti kemampuan berinteraksi sosial
petani karet di Kelurahan Tanjung Batu ini secara umum Tinggi.

E. Pendapatan Petani Karet di Kelurahan Tanjung Batu

1. Pendapatan Usahatani
Pendapatan usahatani rata-rata yang diterima oleh petani karet di
Kelurahan Tanjung Batu untuk satu hektar lahan adalah sebesar Rp
32.305.181,41. yang didapatkan dari penerimaan sebesar Rp 36.081.553,34
per hektar dikurangi

dengan biaya produksi sebesar Rp 3.776.371,93 per

hektar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3 berikut ini.
Tabel 3. Pendapatan usahatani petani karet di Kelurahan Tanjung Batu tahun
2010
No. Uraian
1
Penerimaan
2
Biaya total
Pendapatan usahatani

Rata-rata (Rp/Ha/Th)
36.081.553,34
3.776.371,93
32.305.181,41

1127

2. Pendapatan Luar-usahatani
Pendapatan luar usahatani atau pendapatan

non usahatani adalah

pendapatan yang diperoleh oleh petani dari kegiatan non usahatani.


Adapun pendapatan non usahatani dari beberapa petani contoh di
Kelurahan Tanjung Batu ini diperoleh pekerjaan sampingan seperti pedagang
dan pengrajin. Pendapatan rata-rata dari pekerjaan sampingan petani adalah
sebesar Rp 2.746.666,66.

Pendapatan petani contoh sebagai pedagang

diperoleh dari membuka warung manisan kecil-kecilan, dan jenis usaha


kerajinanyang dilakukan oleh

petani contoh di dalam penelitian ini adalah

membuat kerajinan emas dan perak, akan tetapi bersifat musiman dan sesuai
dengan banyaknya pesanan.
3. Pendapatan Total
Pendapatan Total adalah penjumlahan pendapatan bersih dari usahatani
karet ditambah dengan pendapatan bersih dari luar usahatani karet (non
Usahatani) Rata-rata penerimaan, biaya total produksi, dan pendapatan petani
di Kelurahan Tanjung Baru dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini.
Tabel 4. Rata-rata penerimaan, biaya total, dan pendapatan usahatani petani di
Kelurahan Tanjung Batu tahun 2010
No.
Uraian
Rata-rata
1
Pendapatan usahatani (Rp/Ha/Th)
32.305.181,41
2
Pendapatan non-usahatani (Rp/Th)
2.746.666,66
Pendapatan total (Rp/Th)
35.051.848,07
Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa rata-rata pendapatan total yang
diperoleh petani adalah sebesar Rp 35.051.848,07 per tahunnya.
F. Hubungan antara Modal Sosial Petani dengan Tingkat Pendapatan
Petani Karet di Kelurahan Tanjung Batu
Berdasarkan hasil perhitungan, Karena rs hitung < rs tabel yaitu 0,213 <
0,365. Maka terima Ho, artinya tidak terdapat hubungan yang positif antara
modal sosial dengan pendapatan petani karet di Kelurahan Tanjung Batu
Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, artinya modal sosial tidak
mempengaruhi secara langsung pendapatan petani karet di kelurahan Tanjung
Batu Kabupaten Ogan Ilir.

Sehingga semakin tinggi modal sosial petani maka

1128

pendapatan petani tidak akan berubah/tetap karena keduanya tidak saling


mempengaruhi satu sama lainnya.
G.

Hubungan antara Modal Manusia dengan Tingkat Pendapatan Petani


Karet di Kelurahan Tanjung Batu
Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan bahwa rs hitung < rs tabel

yaitu 0,24 < 0,372. Maka terima Ho, artinya tidak terdapat hubungan yang
positif antara pendapatan petani dengan Modal Manusia petani karet di
Kelurahan Tanjung Batu Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, artinya
modal manusia tidak mempengaruhi pendapatan petani karet di Kelurahan
Tanjung Batu ini, apabila modal manusia semakin meningkat maka tidak akan
berpengaruh terhadap pendapatan petani.
H.

Upaya-Upaya didalam meningkatkan Modal Sosial dan Modal


Manusia pada petani karet di Kelurahan Tanjung Batu Kabupaten
Ogan Ilir

Upaya- upaya petani di Kelurahan Tanjung Batu didalam meningkatkan


modal sosial (partisipasi dalam suatu jaringan, resiprositas, kepercayaan dan
norma sosial) yaitu dengan memperbanyak frekuensi berinteraksi/pertemuan
rutin dengan masyarakat lingkungan setempat dan lingkungan luar daerah
dalam suatu wadah atau organisasi guna berbagi pengalaman maupun
informasi yang bermanfaat untuk kehidupan mereka

dan kegiatan mereka

dalam berusahatani karet.


Upaya untuk meningkatkan ketaatan/kepatuhan mereka terhadap norma
sosial yaitu dengan pemberian sanksi-sanksi yang tegas atas perbuatan yang
sudah melampaui batas dan melanggar norma di dalam masyarakat setempat,
sehingga akan membuat lingkungan di daerah mereka menjadi aman dan
tenteram.
Adapun upaya-upaya yang dilakukan oleh petani karet di Kelurahan
Tanjung Batu ini didalam meningkatkan modal manusia (pendidikan, kesehatan
dan kemampuan interaksi sosial) yang mereka miliki adalah yaitu dengan
mengikuti secara aktif pelatihan-pelatihan yang bermanfaat menambah
pengetahuan mereka didalam kegiatan usahatani karet, mengikuti seminar

1129

maupun kursus-kursus yang akan membuka wawasan mereka, serta untuk


petani karet setempat yang masih buta huruf yaitu dengan mengikuti program
pemerintah Kejar Paket A dsb, Sedangkan untuk meningkatkan kesehatan di
lingkungan petani karet tersebut yaitu dengan senantiasa menjaga kebersihan
dan pola hidup yang sehat. Apabila terkena suatu penyakit yang agak berat
harus segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat, dan
upaya didalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial yaitu dengan
membiasakan diri berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah
setempat dan Bahasa Indonesia yang baik untuk berkomunikasi dengan orang
luar daerah. sehingga akan mengurangi kesalahpahaman dan memudahkan
untuk berinteraksi.
DAFTAR PUSTAKA

Bappeda Kabupaten Ogan Ilir. 2007. Pendapatan Masyarakat. Diakses pada 4


Februari 2010 (http://bappeda.oganilirkab.go.id).
Dinas Perindustrian dan Perdagangan. 2008. Pemerintahan Provinsi Tingkat I
Sumatera Selatan. Palembang.
Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan. 2008. Laporan Tahunan 20032007. Pemerintahan Provinsi Tingkat I Sumatera Selatan. Palembang.
Daniel, Manurung. 2002. Pengantar Ekonomi Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta

Hernanto, F. 1996. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta


Mawardi, M. 2007. Peranan Social Capital dalam Pemberdayaan Masyarakat.
Diakses pada 16 januari 2010 (http://komunitas.wikispaces.com).
Soekartawi, 1990. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. Teori dan Aplikasinya.
Rajawali Press. Jakarta

1130

ANALISIS PERMINTAAN BIBIT KELAPA SAWIT BERDASARKAN TREND


PERKEMBANGAN LUAS AREAL DAN PROSPEK USAHA PEMBIBITAN
DI SUMATERA SELATAN
M. Yamin Hasan dan Maryadi
Staf Dosen Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas
Pertanian Universitas Sriwijaya, Jl. Raya Palembang Prabumulih Km 33
Indralaya, Ogan Ilir Telp 0711-580662 Email: maryadi_sep@yahoo.com
ABSTRAK
Sumatera Selatan merupakan salah satu propinsi dengan perkebunan
kelapa sawit terbesar ketiga setelah Sumatera Utara. Pada tahun 2009 luas
lahan kelapa sawit di Sumatera Selatan adalah seluas 775,502.66 hektar,
sehingga pada tahun 2009 saja ada penambahan luas lahan sebesar 85.118
hektar jika kerapatan per hektar 121 pohon, maka dibutuhkan bibit kelapa sawit
sebanyak 10.299.357,86 batang bibit per tahun. Kebutuhan bibit yang besar
tersebut sebagian besar masih di datangkan dari luar propinsi Sumatera
Selatan, terutama di datangkan dari Medan. Penelitian ini dilaksanakan di
Propinsi Sumatera Selata dengan menggunakan metode studi literatur dan
survey kepada sampel. Data yang dikumpulkan meliputi primer dan data
sekunder.
Trend pertumbuhan luas areal perkebunan kelapa sawit dapat di
analaisis dalam 3 bentuk model rehresi yaitu linear, kuadratik, dan kubik
dengan nilai R2 yang hampir sama yaitu sebesar 92%, yang berarti bahwa 92%
nilai variasi luas lahan mampu dijelaskan oleh variabel waktu (tahun). Dengan
trend linear permintaan bibit kelapa sawit di sumatera selatan setiap tahunnya
adalah konstan yaitu sebesar 4.410.450 batang bibit per tahun. Permintaan
bibit kelapa sawit dengan trend kuadratik diperkirakan meningkat sebesar
1.47% per tahun. Sedangkan untuk model kubik permintaan bibit meningkat
dengan penurunan sekitar sebesar sekitar 6,5% setiap tahunnya. Dari analisis
Net Present Value (NPV), diperoleh nilai NPV sebesar Rp 117.059.124. Hal ini
berarti bahwa usaha pembibitan kelapa sawit sangat layak dengan prospek
yang sangat menguntungkan karena nilai NPV jauh lebih besar dari nol.
Kata kunci: Permintaan bibit kelapa sawit, trend luas lahan, trend
permintaan
I. PENDAHULUAN
Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) saat ini merupakan salah
satu jenis tanaman perkebunan yang menduduki posisi penting di sektor
pertanian umumnya, dan sektor perkebunan khususnya, hal ini disebabkan
karena dari sekian banyak tanaman yang menghasilkan minyak atau lemak,

1131

kelapa sawit yang menghasilkan nilai ekonomi terbesar per hektarnya di dunia
(Balai Informasi Pertanian, 1990).
Kelapa sawit termasuk produk yang banyak diminati oleh investor karena
nilai ekonominya cukup tinggi. Para investor mengivestasikan modalnya untuk
membangun perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit. Selama tahun
1990 2000, luas areal perkebunan kelapa sawit mencapai 14.164.439 ha atau
meningkat 21,5% jika dibandingkan akhir tahun 1990 yang hanya 11.651.439
ha. Rata-rata produktivitas kelapa sawit mencapai 1,396 ton/ha/tahun untuk
perkebunan

rakyat

dan

3,50

ton/ha/tahun

untuk

perkebunan

besar.

Produktivitas kelapa sawit tersebut dinilai cukup tinggi bila dibandingkan


dengan produktivitas komoditas perkebunan lain (Yan Fauzi, dkk, 2004).
Sumatera Selatan merupakan salah satu propinsi dengan perkebunan
kelapa sawit terbesar ketiga setelah Sumatera Utara. Perkembangan luas areal
perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan pada tahun 2006 luasnya
mencapai 618.000 hektar dan tumbuh pesat menjadi 682.730 hektar pada
tahun 2007.

Dalam kurun tahun 2006 2007 luas areal tumbuh sebesar

64.730 hektar, jika kerapatan per hektar 128 s/d 143 pohon, maka dibutuhkan
bibit kelapa sawit paling tidak antara 8 9 juta batang bibit per tahun.
Kebutuhan bibit yang besar tersebut sebagian besar masih di datangkan dari
luar propinsi Sumatera Selatan, terutama di datangkan dari Medan. Jumlah
yang besar tersebut membuat harga bibit sawit berkualitas cukup tinggi dan
sulit didapat, serta banyaknya beredar bibit palsu yang merugikan petani. Untuk
itu pengembangan bibit sawit secara lokal sangat diperlukan dan mempunyai
prospek usaha yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan daerah.
Permasalahan
Dari uraian di atas beberapa permasalahan penting yang perlu dikaji
dalam penelitian seputar permintaan dan prospek usaha pembibitan kelapa
sawit adalah sbb:
1. Berapa besar pertumbuhan areal perkebunan kelapa sawit setiap tahunnya
di Sumatera Selatan?

1132

2. Berapa besar kebutuhan bibit kelapa sawit di sumatera selatan dan


bagaimana cara memenuhi kebutuhan itu setiap tahunnya?
3. Berapa besar peluang usaha dan tingkat kelayakan pembibitan kelapa sawit
di Sumatera Selatan?

Tujuan
Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya,
secara khusus penelitian bertujuan untuk:
1. Menentukan trend pertumbuhan luas areal perkebunan kelapa sawit di
Sumatera Selatan.
2. Menentukan tingkat kebutuhan bibit kelapa sawit berdasarkan permintaan
efektif.
3. Menganalisis prospek kelayakan usaha pembibitan kelapa sawit di Sumatera
Selatan.
Manfaat Penelitian
Bagi pengambil kebijakan diharapkan penelitian dapat menjadi masukan
dalam menjamin pasokan kebutuhan bibit kelapa sawit yang bermutu dengan
jumlah yang mencukupi bagi kebutuhan usaha pengembangan tanaman kelapa
sawit di Sumatera Selatan. Bagi masyarakat dan dunia usaha penelitian ini di
harapkan dapat berguna sebagai informasi penting tentang peluang usaha
pembibitan kelapa sawit di Sumatera Selatan.

Sedangkan bagi penelitian,

informasi awal ini bisa melahirkan penelitian baru di bidang kajian efisiensi
usaha pembibitan dengan menggunakan bermacam model pembibitan kelapa
sawit yang ada.

II. METODE PENELITIAN

Penelitian

ini

dilakukan

di

Propinsi

Sumatera

Selatan,

dengan

pertimbangan Sumatera Selatan merupakan propinsi ketiga terbesar areal


perkebunan kelapa sawitnya setelah Riau dan medan.

Penelitian ini

dilaksanakan pada bulan Mei s/d Desember 2010, dengan tahapan kegiatan
mencakup proses persiapan dan perizinan, studi literatur, pengumpulan dan

1133

kompilasi data sekunder, pengumpulan dan pengolahan data primer, analisis


data dan penyusunan laporan hasil penelitian.
Metode Penelitian dan Pengambilan Data
Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan metode survey,
karena data yang diperlukan merupakan gabungan antara data primer dan data
sekunder.

Data

sekunder

yang

digunakan

meliputi

publikasi

tentang

perkebunan kelapa sawit di 11 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

Data

primer yang dikumpulkan adalah sebagai pelengkap data sekunder yang


sekaligus merupakan pengecekan silang data sekunder yang akan diambil dari
dua perusahaan inti dan beberapa orang tokoh kunci petani plasma.
Metode Analisis Data
Data yang dikumpulkan akan analisis baik secara kuantitatif maupun
kualitatif. Secara kuantitatif perhitungan akan dilakukan dengan menggunakan
persamaan trend yang secara matematis dapat dirumuskan sbb:
1. Y = a + bX (untuk trend yang linear)
Dimana: Y = Variabel permintaan
X = Varibel Tahun (time series data selama 20 tahun
terakhir)
2. Y = a + bX + cX2 (untuk trend kuadratik)
2. Y = a + bX + cX2 + dX3 (untuk trend kubik)
3. Y = abx (untuk trend simple exponential)
Data trend akan diolah dengan menggunakan metode regresi linear sederhana
dengan teknik OLS (Ordinary Least Square) lalu diambil garis trend yang paling
mendekati keadaan aktual dengan nilai R2 terbesar. Pengolahan data akan
dilakukan dengan menggunakan program komputer SPSS versi 16.
Untuk meramalkan kebutuhan bibit kelapa sawit di Sumatera Selatan
dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang didasarkan pada trend luas
lahan sepanjang tahun. Kemudian di hitung besar peningkatan luas lahan
setiap tahunnya. Kebutuhan bibit dihitung berdasarkan penambahan luas lahan

1134

per tahun dikalikan dengan jumlah bibit yang dibutuhkan per hektar (121
batang, dengan asumsi jarak tanam 11 x 11 meter) sehingga rumus kebutuhan
bibit pertahun dapat dihitung sbb:
PBt = (Lt Lt-1) x 121
Dimana: Pt

= Permintaan bibit kelapa sawit di Sumatera Selatan pada tahun

t
Lt

= Luas Lahan kelapa sawit di Sumatera Selatan pada tahun t

Lt-1 = Luas Lahan kelapa sawit di Sumatera Selatan pada tahun t-1

Tingkat kelayakan usaha pembibitan kelapa sawit akan dilakukan


dengan menghitungan nilai bersih kini atau Net Present Value (NPV), The
Internal Rate of Return (IRR),

Net B/C ratio, Gross B/C ratio dan The

Profitability Ratio (P/R).


Secara umum rumus matematis persamaan Net Present Value dapat
disajikan sebagai berikut:
Dimana :
B = manfaat
C = biaya
r = discount rate per tahun i = waktu ke-i
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Sumatera Selatan memiliki areal perkebunan kelapa sawit tebesar ketiga
setelah Riau dan Sumatera Utara. Pada tahun 2009 perkebunan kelapa sawit di
Sumatera Selatan memiliki luas lahan sebesar 775.502,66 ha dengan luas areal
untuk tanaman belum menghasilkan (TBM) sebesar 208.486,51 ha, tanaman
menghasilkan (TM) sebesar 561.399,29 ha, dan tanaman tua (TT) sebesar
5.616,86 ha. Dari luas areal perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan
pada tahun 2009, perkebunan swasta memiliki luas areal terbesar, yaitu
454.590 ha atau 58,62% dari total luas areal yang ada, sedangkan plasma
hanya 236.401 ha atau 30,48% dan perkebunan rakyat sebesar 84.511,66 ha
atau 10,90% dari total luas areal perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan.
Kelapa sawit di Sumatera Selatan merupakan salah satu penyumbang
hasil produksi yang besar dalam produksi kelapa sawit nasional dengan tujuan

1135

pasar internasional. Hasil produksi kelapa sawit Sumatera Selatan pada tahun
2009 adalah 2.035.553,65 ton.
3.1. Pertumbuhan Luas Areal Perkebunan Kelapa Sawit di Sumatera
Selatan
Dari hasil pengumpulan data dari berbagai instansi terkait perkembangan
luas lahan perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan setiap tahun
mengalami fluktuasi dengan trend yang terus meningkat.

Data luas lahan

perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan selama kurun waktu tahun 1989
2009 dapat dilihat secara rinci pada Tabel 1.
Dari Tabel 1 terlihat bahwa sejak tahun 1989 hingga tahun 2009 luas
lahan perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan menunjukkan trend yang
terus meningkat. Dalam periode 1989 2009, luas lahan perkebunan kelapa
sawit di Sumatera Selatan mengalami peningkatan sebesar 723.269,27 hektar
atau meningkat sebesar 1.384%. Perkembangan luas lahan yang sangat pesat
dalam kurun 20 tahun terakhir ini disebabkan semakin banyaknya perkebunan
besar nasional dan swasta, serta perkebunan rakyat yang bergerak di bidang
perkebunan kelapa sawit yang sangat menguntungkan.

Secara grafis,

perkembangan luas lahan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Sumatera


Selatan dapat dilihat pada Gambar 1.
Tabel 1. Luas lahan Perkebunan Kelapa Sawit di Sumatera Selatan 1989-2009
No.

Tahun

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002

Luas Lahan
(Ha)
52.233,39
76.696,29
88.945,60
71.513,24
54.747,21
161.645,37
141.105,99
140.532,76
444.722,36
315.673,50
457.634,00
491.810,00
412.534,00
422.812,50

1136

15
16
17
18
19
20
21

2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009

429.666,02
488.693,00
551.651,00
618.752,42
682.730,00
690.384,00
775.502,66

Grafik Perkembangan Luas Lahan Perkebunan Kelap


Sawit di Sumatera Selatan 1989 - 2009
900,000.00
800,000.00
700,000.00
600,000.00
500,000.00
400,000.00
300,000.00
200,000.00
Gambar 1. Grafik Perkembangan Luas Lahan Perkebunan Kelapa Sawit di
Provinsi
Sumatera selatan 1989-2009
Untuk melihat kecenderungan (trend) pertumbuhan luas lahan dilakukan
pengolahan data dengan menggunakan SPSS Versi 16 terhadap kemunkinan
trend perkembangan luas lahan kelapa sawit di Sumatera Selatan. Dari data
perkembangan luas lahan yang ada diperoleh 3 (tiga) trend perkembangan luas
lahan, yaitu : linear, kuadratik, dan kubik dengan nilai R2 yang sebanding
sebesar 0,92. Ini berarti ketiga model ini mampu menjelaskan bahwa variasi
perkembangan luas lahan 92% dijelaskan oleh perubahan waktu (tahun). Hasil
pengolahan data dengan SPSS secara rinci dapat di lihat dalam Tabel 2 berikut
ini.

Tabel 2. Hasil regresi trend perkembangan luas lahan kelapa sawit di


Sumatera Selatan dengan model linear, kuadratik, dan kubik
1137

R
Equation Square
F
df1 df2
Sig.
Constant
Linear
0,92
213,438 1
19 0,00000 -40.470
Quadratic
0,92
103,871 2
18 0,00000 -13.860

b1
36.450
29.510

Cubic

24.650

0,92

65,533

17

0,00000

-3.941

b2
315,567

b3
854,604 16,334

Dari hasil tersebut terlihat bahwa ketiga model tersebut sama baiknya
dalam menjelaskan variasi luas lahan seiring dengan perjalan waktu (tahun).
Secara statistik model-model tersebut menunjukkan hasil yang sangat signifikan
dengan selang kepercayaan hampir mendekati 100%. Secara matematis ketiga
model tersebut dapat di tulis dalam persamaan sebagai berikut:
a) Linear
b) Kuadratik
c) Kubik

: Y = -40.470 + 36.450 X
: Y = -13.860 + 29.510 X + 315,567 X2
: Y = -3.941 + 24.650 X + 854,604 X2 16,334 X3

Dalam model trend yang linear terlihat bahwa pertambahan luas lahan
setiap tahunnya meningkat dengan jumlah yang konstan yaitu sebesar 36.450
hektar. Sedangkan untuk model kuadratik peningkatan luas lahan setiap tahun
mengalami peningkatan, dimana pada tahun 1989 1991 luas lahan meningkat
sebesar 30,456.70 hektar dan tahun berikutnya bertambah sebesar

631.13

hektar menjadi 31,087.84 hektar dan peningkatan bertambah setiap tahun


berikutnya sebesar 631,13 hektar.

Sedangkan untuk model kubik justru

peningkatan luas lahan semakin menurun setiap tahunnya. Pada tahun 1989
1991 luas lahan meningkat sebesar 27.099,47 hektar dan tahun berikutnya
pertambahan luas lahan meningkat sebesar 1.513,20 hektar menjadi 28.612,67
hektar dan peningkatan tahun berikutnya turun sebesar 98 hektar menjadi
hanya 1,415.20, dan demikian seterusnya pada tahun-tahun berikutnya
peningkatan luas lahan turun sebesar 98 hektar. Gambar trend peningkatan
luas lahan secara grafis dapat dilihat pada gambar 2.

1138

Gambar 1. Grafik Trend Perkembangan Luas Lahan Perkebunan Kelapa Sawit


di Provinsi Sumatera selatan 1989-2009
Dengan menggunakan rumus trend di atas perkembangan luas lahan
kelapa sawit pada tahun 2011-2020 dan seterusnya dapat diramalkan luasnya
sebagai dapat di lihat dalam tabel berikut.
Tabel 3. Perkiraan luas areal perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan,
tahun 2011 2020

Tahun
2011
2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018
2019
2020

Luas Areal (ha)


utk trend Linear
797.880
834.330
870.780
907.230
943.680
980.130
1.016.580
1.053.030
1.089.480
1.125.930

Luas Areal (ha)


utk trend
Luas Areal (ha) utk
Kuadratik
trend Kubik
831.805
816.359
876.147
854.110
921.119
891.218
966.723
927.585
1.012.958
963.113
1.059.825
997.705
1.107.322
1.031.261
1.155.450
1.063.685
1.204.210
1.094.877
1.253.601
1.124.741

Selanjutnya trend pertumbuhan luas lahan perkebunan kelapa sawit di


Sumatera Selatan pada tahun 2010 - 2035. secara jelas dapat dilihat dalam
gambar berikut ini.

1139

Gambar 2. Grafik Trend Perkembangan Luas Lahan Perkebunan Kelapa Sawit


di Provinsi Sumatera selatan. tahun 2010 - 2035
Dari grafik di atas terlihat bahwa trend perkembangan luas secara linear
dan kuadratik terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Trend

peningkatan luas lahan secara kuadratik terlihat lebih besar dibanding trend
yang linear dan kubik. Sedangkan trend peningkatan luas lahan secara kubik
peningkatannya terus mengalami penurunan dan mencapai optimal pada tahun
2034. dan pada tahun 2035 sudah mulai menurun.
Trend dengan model kubik lebih realistis dengan kondisi riil dimana
ketersediaan lahan yang cenderung terbatas. sehingga pada titik terjenuh akan
mengalami kejenuhan dimana luas areal tidak dapat bertambah lagi karena
lahan yang tersedia tidak ada lagi.

Pada saat ini ektensifikasi tidak dapat

dilakukan lagi. dan program pengembangan hanya bisa dilakukan dengan


intensifikasi. Dan jika data yang dapat mewakili kondisi riil yang ada maka pada
tahun 2034 pertambahan luas areal sudah mencapai maksimal.
3.2. Kebutuhan Bibit Kelapa Sawit di Sumatera Selatan
Analisis permintaan bibit kelapa sawit seharusnya dapat di analisis dari
data permintaan setiap tahun. karena kendala ketidak tersediaan data
permintaan dari instansi terkait yang ada di Sumatera Selatan. maka
pendekatan perhitungan kebutuhan bibit kelapa sawit dilakukan melalui trend
perkembangan luas lahan yang telah di bahas di muka.
Untuk menghitung kebutuhan bibit kelapa sawit di gunakan rumus
sebagaimana yang telah diuraikan dalam analisis data. yaitu : PBt = (Lt Lt-1) x

1140

121. Dimana disini diasumsikan bahwa kebutuhan bibit per hektar adalah 121
batang. dengan asumsi jarak tanam yang digunakan adalah 9 x 9 meter.
Berdasarkan persamaan trend luas lahan dan persamaan kebutuhan
bibit kelapa sawit di atas maka kebutuhan bibit kelapa sawit untuk tahun 2011
dan seterusnya dapat diramalkan kebutuhannya. Kebutuhan bibit kelapa sawit
di Sumatera Selatan pada tahun 2011 2020 dapat di lihat secara jelas dalam
tabel berikut ini.
Tabel 4. Perkiraan kebutuhan bibit kelapa sawit di Sumatera Selatan, tahun
2011 2020
Tahun
2011
2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018
2019
2020

Linear
4.410.450
4.410.450
4.410.450
4.410.450
4.410.450
4.410.450
4.410.450
4.410.450
4.410.450
4.410.450

Kuadratik
5.288.972
5.365.340
5.441.707
5.518.074
5.594.441
5.670.808
5.747.176
5.823.543
5.899.910
5.976.277

Kubik
4.633.796
4.567.865
4.490.076
4.400.428
4.298.921
4.185.556
4.060.333
3.923.251
3.774.311
3.613.512

Secara grafik trend permintaan bibit kelapa sawit di Sumatera Selatan


yang dihitung berdasarkan trend perkembangan luas lahan dan persamaan
kebutuhan bibit pada tahun 2010 - 2035 secara jelas dapat dilihat dalam
gambar berikut ini.

1141

Gambar 3.Grafik Trend Perkembangan kebutuhan bibit Kelapa Sawit di Provinsi


Sumatera selatan, tahun 2010 - 2035
Dengan trend linear permintaan bibit kelapa sawit di sumatera selatan
setiap tahunnya adalah konstan yaitu sebesar 4.410.450 batang bibit per tahun.
Permintaan bibit kelapa sawit dengan trend kuadratik diperkirakan pada tahun
2011 adalah sebesar 5.288.972 batang dan selanjutnya setiap tahunnya
meningkat sebesar 76.367 batang atau meningkat sebesar 1.47% per tahun.
Sedangkan untuk model kubik permintaan bibit pada tahun 2011 diperkirakan
sebesar 4.633.796 batang bibit lalu turun pada tahun berikutnya sebesar 65.931
batang menjadi 4,567,865 dan tahun berikutnya penurunan itu terus bertambah
setiap tahunnya sebesar 11.858 batang.
Dari gambar di atas permintaan bibit kelapa sawit cenderung menurun
dari tahun ke tahun, hal ini dikarenakan trend pertambahan luas lahan dengan
model kubik yang cenderung menurun.

Jika data yang dikumpulkan dapat

mempresentasikan keadaan riil di lapangan maka diperkirakan permintaan bibit


kelapa sawit akan menurun ke titik terendah pada tahun 2034, dan pada tahun
2035 permintaan bibit kelapa sawit menjadi nol untuk pertambahan luas areal
yang sudah mencapai stagnan.

Namun permintaan bibit kelapa sawit akan

tetap ada dari peremajaan kebun kelapa sawit yang telah berumur 20 25

1142

tahun yang sudah dianggap tanaman tua yang tidak produktif lagi atau dari
tanaman mati dan gagal.

3.3. Prospek Usaha Pembibitan Kelapa Sawit di Sumatera Selatan


Besarnya potensi kebutuhan bibit kelapa sawit di Sumatera Selatan
membuka peluang usaha pembibitan dengan prospek yang amat menjanjikan.
Dari data perkiraan yang di analisis, kebutuhan bibit kelapa sawit di Sumatera
Selatan saat ini sekitar 4 juta batang. Dengan masih cukup tersedia lahan
untuk perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan usaha pembibitan
memberikan

prospek

usaha

dengan

tingkat

keuntungan

yang

cukup

menjanjikan.
Dari hasil analisis kelayakan usaha untuk pembibitan kelapa sawit seluas
1 hektar diperlukan biaya investasi sebesar Rp 45.773.000 yang meliputi biaya
lahan dan peralatan. Biaya operasional sebesar Rp 289.221.250 per tahun
yang meliputi biaya bahan habis pakai dan biaya tenaga kerja.
Jumlah produksi dari kegiatan pembibitan kelapa sawit ini dihasil
sebanyak 12.000 bibit kelapa sawit yang siap salur. Jika diasumsikan harga
bibit kelapa sawit yang dipakai dalam perhitungan penelitian ini adalah Rp
27.500.00.

Penerimaan

setiap

tahun

pertama

menghasilkan

Rp

330.000.000.00.
Dengan menggunakan analisis Net Present Value (NPV), dengan siklus
usaha selama 5 tahun dan discount faktor sebesar 11%, diperoleh nilai NPV
sebesar Rp 117.059.124. Hal ini berarti bahwa usaha pembibitan kelapa sawit
yang dilakukan sangat menguntungkan karena nilai NPV jauh lebih besar dari
nol.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN


Dari uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan dari hasil
penelitian ini:
1. Trend pertumbuhan luas areal perkebunan kelapa sawit dapat di analaisis
dalam 3 bentuk model rehresi yaitu linear, kuadratik, dan kubik dengan nilai

1143

R2 yang hampir sama yaitu sebesar 92%, yang berarti bahwa 92% nilai
variasi luas lahan mampu dijelaskan oleh variabel waktu (tahun).
2. Dengan trend linear permintaan bibit kelapa sawit di sumatera selatan setiap
tahunnya adalah konstan yaitu sebesar 4.410.450 batang bibit per tahun.
Permintaan bibit kelapa sawit dengan trend kuadratik diperkirakan meningkat
sebesar 1.47% per tahun. Sedangkan untuk model kubik permintaan bibit
meningkat dengan penurunan sekitar sebesar sekitar 6,5% setiap tahunnya.
3. Dari analisis Net Present Value (NPV), diperoleh nilai NPV sebesar Rp
117.059.124. Hal ini berarti bahwa usaha pembibitan kelapa sawit sangat
layak dengan prospek yang sangat menguntungkan karena nilai NPV jauh
lebih besar dari nol.
DAFTAR PUSTAKA
Dinas Perkebunan, 2007. Luas Areal dan Produksi Kelapa Sawit Sumatera
Selatan. Kantor Dinas Perkebunan Sumatera Selatan. Palembang.
Dinas Perkebunan, 2008. Luas Areal dan Produksi Kelapa Sawit Sumatera
Selatan. Kantor Dinas Perkebunan Sumatera Selatan. Palembang.
Direktorat Jenderal Perkebunan, 2000. Pertemuan koordinasi teknis komoditas
perkebunan: karet, kelapa, kelapa sawit, dan lada, Palembang, 27-28
Oktober 2000/Dirjenbun. Palembang.
Direktorat Jenderal Perkebunan, 2008.
Wilayah Potensi Kelapa Sawit
berdasarkan Kabupaten/Kota. Jakarta.
Direktur Perbenihan, 2000. Pemikiran mengenai strategi dan kebijaksanaan
penyediaan benih karet, kelapa, kelapa sawit dan lada /Direktur
Perbenihan. Pertemuan Koordinasi Teknis Komoditas Perkebunan.
Direktur Produksi Perkebunan, 2000. Kebijakan pengembangan produksi
perkebunan karet, kelapa, kelapa sawit dan lada/ Direktur Produksi
Perkebunan. Pertemuan Koordinasi Teknis Komoditas Perkebunan.
Drajat, Bambang, 2003. Peramalan figure perkelapasawitan 2004-2008 dan
Tinjauan Komoditas Perkebunan: Karet, Kopi, Gula, Teh, Kelapa Sawit
dan Umum.
Fauzi, Yan, dkk, 2004, Budidaya Kelapa Sawit Pemanfaatan Hasil dan Limbah
Analisis Usaha dan Pemasaran, Penebar Swadaya, Jakarta
Girsang Annel, 2005. Pedoman Pembibitan Kelapa Sawit Pre-Nursery dan
Main-Nursery. PPKS Unit Usaha Marihat. Pematang Siantar.

1144

Lubis Adlin U, 1993. Pengadaan Benih Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Kelapa
Sawit. Medan
Muhidin, S. A, Maman Abdurahman, 2007. Analisis Korelasi, Regresi Dan Jalur
Dalam Penelitian. Pustaka Setia. Bandung
Pahan, Iyung, 2007, Panduan Lengkap Kelapa Sawit Manajemen Agribisnis
dari Hulu Sampai Hilir. Penebar Swadaya, Jakarta
Sastroyono Selardi, 2003, Budidaya Kelapa Sawit. Agromedia Pustaka.
Jakarta
Tim Pengembangan Materi LPP, 2007. Buku Pintar Mandor (BPM). Seri
Budidaya. Tanaman Kelapa Sawit. Lembaga Pendidikan Perkebunan.
Yogyakarta.

1145

PEMBANGUNAN SDM INDONESIA DITENGAH DAYA SAING NEGARANEGARA LAIN DAN DI ERA AC-FTA
NURLINA TARMIZI

ABSTRAK
Kajian tentang Pembangunan SDM Indonesia di tengah Daya Saing NegaraNegara Lain dan di Era AC-FTA dalam upaya mengetahui sejauhmana
keberhasilan pembangunan SDM Indonesia di tengah keberhasilan negaranegara lain dan langkah/strategi yang perlu ditempuh agar Indonesia mampu
bersaing di Era AC-FTA. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia masih
tertinggal dalam peningkatan pembangunan SDM. Di tingkat Asean, IPM
Indonesia, lebih rendah dari Malaysia, Thailand dan Filipina. Di luar Asean,
lebih rendah dari negara Amerika Latin dan Karibia. Rendahnya kualitas SDM
menyebabkan Indonesia kalah bersaing dalam perdagangan bebas ditunjukkan
oleh competitiveness index Indonesia yang lebih rendah dari beberapa negara
Asean dan China. Strategi yang perlu dilakukan adalah lebih mengoptimalkan
pembangunan SDM terutama peningkatan kualitas pendidikan.
PENDAHULUAN

Pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan suatu strategi yang


dilakukan banyak negara dalam upaya memperlihatkan posisi keberhasilan
pembangunan negara-negara tersebut. Pemberdayaan SDM adalah sebuah
konsep pembangunan ekonomi yang

merangkup nilai-nilai sosial. Sebuah

masyarakat dinyatakan telah berdaya ketika masyarakat suatu negara telah


menunjukkan performance kualitas yang cukup tinggi dibandingkan masyarakat
di negara lain. Dengan demikian, outcome dari pemberdayaan SDM adalah
sejauhmana SDM memainkan peran aktif dalam pembangunan sehingga ada
perubahan besar dalam ekonomi, struktur sosial, sikap masyarakat yang dapat
mempercepat pertumbuhan ekonomi, utamanya dalam menghadapi persaingan
global yang semakin menguat.

Konsep pembangunan SDM berbeda dengan konsep pembangunan ekonomi.


Paradigma pembangunan ekonomi meletakkan dasar pembangunan pada
pertumbuhan ekonomi dengan konsep trickle down effect (tetesan ke bawah)
dengan harapan kesejahteraan masyarakat di masa depan semakin meningkat.

1146

Akan tetapi pendekatan kesejahteraan hanya meletakkan manusia sebagai


objek (pengambil manfaat) bukan sebagai subjek (peserta aktif) pembangunan.
Apalagi konsep trickle down effect ternyata membuat ketimpangan pendapatan
semakin melebar, antar kelompok masyarakat dan antar daerah. Sementara
paradigma pembangunan manusia bertitik tolak dari pemahaman bahwa
pembangunan dapat memperluas pilihan. Seperti pilihan untuk umur panjang,
hidup di lingkungan yang layak sehingga kesehatannya dan keluarga terjamin,
memperoleh pendidikan, mempunyai akses pada sumber daya ekonomi, dan
lain-lain.
Ini berarti, pembangunan manusia merupakan pembangunan multidimensi yang
mengaitkan dimensi ekonomi, pendidikan, kesehatan,

sekaligus dengan

prasyarat pembangunan lingkungan eksternal: lingkungan hidup, lingkungan


sosial dan lingkungan global. Karena itu, proses pembangunan harus dapat
merealisasikan keinginan-keinginan tersebut.

Pembangunan manusia yang multidimensi merealisasikan juga pembangunan


sosial dan budaya. Outcome pembangunan SDM adalah adanya perubahan
besar dalam ekonomi, struktur sosial, sikap masyarakat sehingga dapat
mempercepat pertumbuhan ekonomi, pemerataan distribusi pendapatan dan
dengan itu akan terjadi peningkatan kesejahteraan.

Indonesia melakukan upaya terus menerus meningkatkan pembangunan SDM.


Upaya Indonesia memperoleh kemajuan yang cukup signifikan, namun harus
terus dilakukan, sebab ketika Indonesia telah dapat meningkatkan performance
kualitas SDM nya, negara-negara lain juga terus memacu kemajuan kualitas
SDM mereka. Ini berarti daya saing negara-negara lain cukup tinggi, terutama
memasuki era perdagangan bebas.

Dalam era ini, Indonesia perlu

meningkatkan basic requirement, efisiensi dan inovasi. Ketiga hal ini dapat
dicapai jika peningkatan SDM berhasil secara optimal.

1147

Pertanyaan yang muncul, sejauhmana keberhasilan pembangunan SDM


Indonesia di tengah keberhasilan negara-negara lain dan langkah/ strategi
yang perlu ditempuh agar Indonesia mampu bersaing di Era AC-FTA.
PEMBANGUNAN SDM

Indikator yang memperlihatkan pembangunan SDM suatu negara, dimana


didalamnya terangkum keberhasilan ekonomi dan sosial, adalah

indeks

pembangunan manusia (IPM) atau human development index (HDI). IPM


merupakan suatu indeks melingkupi kondisi manusia yang dilihat dari dimensi
dasar pembangunan manusia, yakni, pertama, dimensi hidup sehat dan
panjang umur yang diukur dengan harapan hidup saat lahir. Usia harapan hidup
saat lahir (life expectancy) mencerminkan tingkat kesehatan dan gizi yang baik.
Kedua, dimensi pengetahuan yang diukur dengan angka melek huruf mereka
yang berumur 15 tahun. Angka ini menunjukkan kemampuan untuk menuju
dunia pengetahuan yang lebih tinggi. Ketiga, dimensi ekonomi, standar hidup
yang layak dilihat dari GDP perkapita Untuk dapat membandingkan dengan
daerah/negara lain maka indikator yang digunakan adalah kemampuan daya
beli (purchasing power parity); dengan indikator ini dapat diukur sejauhmana
kemampuan daya beli di satu daerah/ negara dapat dibandingkan dengan
kemampuan daya beli daerah/negara lain.

Namun untuk mencapai IPM yang unggul adalah tidak mudah. Terdapat dua
tantangan yang dihadapi suatu negara yaitu, tantangan dari dalam (internal)
dan tantangan dari luar (eksternal). Tantangan bersifat internal adalah
rendahnya tiga indikator komposit IPM, sedangkan tantangan bersifat eksternal
yaitu globalisasi dan liberalisasi ekonomi. Tantangan kedua tidak dapat diatasi
ketika permasalahan pada tantangan pertama tidak terselesaikan, dan kedua
tantangan ini harus diselesaikan secara bersamaan.

Bagaimana posisi IPM Indonesia? Posisi Indonesia seperti yang dilaporkan


UNDP adalah sebagai berikut. Tahun 2005, Indonesia menempati posisi ke
110 dari 177 negara dengan indeks 0,697, lebih rendah dari Vietnam yang

1148

menempati posisi 108 dengan indeka 0,704 dan jauh lebih rendah dari Filipina
(84/0,758), Thailand 73/0,778) dan
Indonesia

Malaysia (61/ 0,796).

Tahun 2006,

mengalami kemajuan dengan mencapai indeks IPM 0,711 dan

berada di urutan ke 108 mengalahkan Vietnam.


Indonesia meningkat menjadi 0,734.

Pada tahun 2007, IPM

Variabel yang mengkontribusi IPM tahun

2007 menjadi bertambah lebih baik, adalah angka harapan hidup hidup sejak
dilahirkan, 70,5, jumlah penduduk Indonesia berumur 15 tahun telah melek
huruf 92,0%, enrollment ratio 68,2% dan angka GDP per kapita US$ 3,712.
Namun demkian, sepanjang tahun 2005, 2006 dan 2007, posisi Indonesia
selalu dibawah Thailand, China, Filipina, bahkan di bawah Palestina (Tabel 1).

Bagaimana bila dibandingkan dengan negara-negara lain diluar negara ASEAN.


Jika dibandingkan dengan negara-negara Sub-Saharan Africa, Asia Selatan
dan Arab (Gambar 1), IPM Indonesia tahun 2005 masih lebih baik, tetapi
dibandingkan dengan negara-negara Karibia, Asia Timur dan Pasific, IPM
Indonesia masih di bawah posisi negara-negara tersebut (Gambar 1).

Gambar 1
IPM Indonesia dan Negara-negara Lainnya Tahun 2005

1149

Tabel 1
HDI 1980-2007
HDI Country
rank
code Country name
1980 1985
VERY HIGH HUMAN DEVELOPMENT (OR DEVELOPED)
23
SGP
Singapore
0.785 0.805
30
BRN
Brunei Darussalam
0.827 0.843
HIGH HUMAN DEVELOPMENT (OR DEVELOPING)
66
MYS
Malaysia
0.666 0.689
MEDIUM HUMAN DEVELOPMENT (OR DEVELOPING)
87
92
105

THA
CHN
PHL

Thailand
0.658 0.684
China
0.533 0.556
Philippines
0.652 0.651
Occupied Palestinian
110
PSE
Territories
..
..
111
IDN
Indonesia
0.522 0.562
116
VNM
Viet Nam
.. 0.561
134
IND
India
0.427 0.453
137
KHM
Cambodia
..
..
138
MMR
Myanmar
.. 0.492
148
PNG
Papua New Guinea
0.418 0.427
LOW HUMAN DEVELOPMENT (OR DEVELOPING)
162
TMP
Timor-Leste
..
..

1990

1995

2000

2005

2006

0.851 0.884
..
.. 0.942 0.944
0.876 0.889 0.905 0.917 0.919 0.920
0.737 0.767 0.797 0.821 0.825 0.829

0.706 0.727 0.753 0.777 0.780 0.783


0.608 0.657 0.719 0.756 0.763 0.772
0.697 0.713 0.726 0.744 0.747 0.751
..
0.624
0.599
0.489
..
0.487
0.432

..
0.658
0.647
0.511
..
0.506
0.461

..

..

..
0.673
0.690
0.556
0.515
..
..

0.736
0.723
0.715
0.596
0.575
0.583
0.532

0.737
0.729
0.720
0.604
0.584
0.584
0.536

pembangunan manusia harus dilakukan berkesinambungan.

Diharapkan,

Indonesia dapat memainkan peran penting, terutama menghadapi persaingan


yang semakin mengglobal.

Namun, perjuangan untuk dapat memainkan peranan global, tidak hanya


terkonsentrasi meningkatkan angka IPM. Perlu berbagai kebijakan yang saling
Dalam konteks pencapaian keberhasilan pembangunan, maka

pembangunan harus diletakkan pada 3 faktor utama, yakni pro-growth, pro-job


dan pro-poor.

0.737
0.734
0.725
0.612
0.593
0.586
0.541

.. 0.488 0.484 0.489

Deskripsi kuantitatif indeks komposit IPM di atas memberikan pelajaran bahwa

mendukung.

2007

Pembangunan yang hanya menfokuskan pada pertumbuhan

ekonomi tinggi memang akan menghasilkan pendapatan per kapita yang tinggi.
Namun pendapatan per kapita tinggi tidak mencerminkan kesejahteraan yang
relatif merata untuk seluruh masyarakat. Hasil penelitian (Nurlina, 2003)

1149

menunjukkan bahwa di Sumatera Selatan pada tahun 2003 terjadi ketimpangan


pendapatan yang cukup tinggi, 20% kelompok kaya menerima lebih dari 40%
pendapatan, sedangkan 40% dari kelompok berpendapatan rendah hanya
menerima 13-19% dari pendapatan.

Berikut, Gambar 2 menunjukkan suatu fenomena menarik. Tahun 2007, GDP per
kapita Indonesia US $ 3,700 sedangkan Filipina hanya US$ 3,400, yang berarti
Indonesia dapat dikategorikan negara yang lebih kaya dari Filipina. Akan tetapi
indeks komposit pembangunan manusia Indonesia ternyata lebih rendah dari
Filipina. Fenomena ini memperlihatkan bahwa program pertumbuhan ekonomi
tinggi hanya dinikmati sebagian kecil masyarakat.
tidak

diarahkan

untuk

meningkatkan

keseluruhan terutama masyarakat miskin.

Program yang pro-growth

kesejahtaraan

masyarakat

secara

Atau dengan kata lain, kekayaan

Indonesia tidak terdistribusi secara merata. Ini merupakan ketidakefisienan dalam


pengelolaan hasil-hasil pembangunan.

Gambar 2
HDI dan GDP per kapita Indonesia dan Filipina
Tahun 2007

1150

FREE TRADE AREA/AC-FTA

Free Trade Area (FTA) menggambarkan dunia tanpa batas. Setiap negara dapat
mengekspor/mengimpor barang dan jasa tanpa hambatan tariff dan juga
hambatan non tariff.

Dasar pemikiran membentuk kerjasama perdagangan

dengan keinginan agar setiap negara dapat memperoleh manfaat

melalui

spesifikasi produksi yang diunggulkan masing-masing negara. Negara-negara


Asean (Indonesia, Malaysia, Philippina, Thailand dan Singapore

atas prakarsa

PM Thailand (Anand Panyarachun) tahun 1992 di Kuala Lumpur membentuk


ASEAN Free Trade Area (AFTA). Blok perdagangan AFTA ini bertujuan untuk
memajukan local manufacturing

semua negara ASEAN. Untuk itu ASEAN

menentukan besarnya tarif 0-5% untuk barang dan jasa dari negara ASEAN yang
masuk ke negara ASEAN lainnya (termasuk negara CMLV. Cambodia, Myanmar,
Laos dan Vietnam).

Namun, ide dasar untuk dapat memperoleh manfaat dari terbentuknya FTA tidak
berjalan mulus. Fakta menunjukkan perdagagan bebas dapat menimbulkan
dampak negatif, seperti terjadi eksploitasi

terhadap negara yang lebih lemah,

rusaknya industri lokal dan faktor keamanan yang kurang terjamin. Selain itu pula
negara yang lebih efisien akan lebih menguasai perdagangan, meskipun

1151

agreement yang disepakati tampaknya menguntungkan negara-negara yang


tergabung dalam asosiasi tersebut.

Selain membentuk blok perdagangan

sesama negara Asean, Indonesia juga

membentuk blok perdagangan dengan China dengan Framework Agreement on


Comprehensive

Economic

Co-operation

(AC-FTA).

Kerangka

kerja

ini

memperlihatkan bahwa perdagangan bebas antara keduanya akan menghasilkan


manfaat antara kedua belah pihak. Untuk meningkatkan kerjasama ekonomi maka
disepakati: a) penghapusan tariff dan hambatan non-tariff dalam perdagangan
barang, b) liberalisasi secara progresif perdagangan jasa, c) membangun regim
investasi yang kompetitif dan terbuka dalam kerangka AC-FTA. Tujuan dari
framework agreement tersebut: a) memperkuat dan meningkatkan kerjasama
ekonomi,

perdagangan

dan

investasi

kedua

pihak,

b)

meliberalisasikan

perdagangan barang, jasa dan investasi, c) mencari area baru


mengembangkan

kerjasama

ekonomi

yang

saling

dan

menguntung-kan,

d)

memfasilitasi integrasi ekonomi yang lebih efektif dengan negara anggota baru
ASEAN dan menjembatani gap yang ada di kedua belah pihak.

Untuk kasus Indonesia, data lapangan menunjukkan

kerjasama yang terjadi

hanya menguntungkan China. Nilai ekspor Non Migas Indonesia ke China jauh
lebih rendah dari nilai impor barang yang sama dari China (Gambar 3). Dengan
demikian produk non migas China mempunyai keunggulan dari produk non migas
yang dihasilkan Indonesia.

Tabel 2 mendukung hal di atas, selama

2 tahun

terakhir nilai ekspor ke China relatif lebih kecil dibanding dengan nilai impor dari
China.

Dengan kata lain Indonesia tidak memperoleh value added yang tinggi

dari perdagangan bebas ini.

1152

Tabel 2
Ekspor dan Impor Indonesia ke dan dari China
2007 dan 2008 (dalam juta US $)
Ekspor
No.
HS
2007
2008
1
15
1520,6
2119,1
2
40
762,1
901,2
3
47
510,9
742,3
4
26
613,1
649,2
5
29
549,9
335,1
6
74
330,2
315,5
7
85
217,9
279,1
8
84
276,6
255,7
9
48
194,9
195,1
10
44
194,7
157,9
Sumber: Mutakin dan Salam, 2009

HS
84
85
72
73
29
28
39
31
52
08

Impor
2007
2008
1503,8
3394,2
1255,0
3281,0
858,2
1026,2
366,3
872,9
371,6
511,5
269,8
466,6
182,5
335,2
106,5
323,2
86,4
299,6
255,4
248,0

Keterangan:
HS: produk-produk highly sensitive
15: lemak dan minyak hewan/nabati dan produk disosiasinya
40: karet dan barang daripadanya
47: pulp dari kayu, kertas atau kertas kartom yang diputihkan
26: biji logam, terak dan abu
29: bahan kimia oeganik
74: tembagadan barang daripadanya
85: mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, perekam, preproduksi
gambar dan suara televisi, dan bagian asesoris dari barang tersebut
84: reactor nuklir, ketel, mesin dan peralatan mekanis dan bagian daripadanya
48: kertas dan kertas karton, barang dari pulp kertas, dari kertas atau dari
kertas karton
44: kayu dan barang dari kayu, arang kayu
72: besi dan baja besi
73: barang dari besi dan baja
29: bahan kimia organic
28: bahan kimia organic, senyawa organic atau anorganik, dari logam mulia,
dari logam tanah lengka, dari unsure radio aktif atau dari isotop
39: plastic dan barang daripadanya
31: pupuk
52: kapas
08: buah dan buah tempurung yang dapat dimakan, kulit dari buah jeruk atau
melon

Gambar 3
Neraca Perdagangan Non Migas Indonesia China 2004-2008
(dalam miliar Rupiah)
1153

Indonesia kalah bersaing dari China. Laporan the World Economic Forum tentang
The Global Competitiveness Report (GCR) tahun 2008-2009 memperlihatkan
kelemahan Indonesia dari 3 sisi, basic requirement, efisiensi dan inovasi, masingmasing menduduki rangking 78, 49 dan 45. Sementara China untuk ketiga hal
tersebut berada di rangking 42, 40, 32.

Ketiga hal tersebut membentuk overall

index, Indonesia berada di ranking ke 55 dengan overall index 4,09, sedangkan


China pada rangking ke 30 dengan overall index 4,70. China menempati posisi
30 top dunia, Posisi China pada tahun 2009-2010 meningkat menempati urutan
ke 29 dengan index 4,74 dan tahun 2010-2011 menempati rangking 27 dengan
index 4,84.

Negara Asean lainnya yang mengalahkan Indonesia adalah

Singapura (menempati posisi 5) Malaysia (posisi 21), Thailand (posisi 34)

1154

Hal di atas

menyimpulkan bahwa

adanya persetujuan tentang perdagangan

bebas tanpa hambatan tariff dan non tariff, tetap menguntungkan suatu Negara
dan merugikan Negara lainnya. Sebab kekuatan ekonomi antar Negara sangat
timpang. Ketimpangan ini dikontribusi oleh kekurangmampuan dalam inovasi dan
ketidakefisienan dalam setiap usaha/tindakan.

Namun demikian, kondisi ini tidak perlu ditakuti, karena roda globalisasi

dan

liberalisasi terus berjalan dan tidak ada suatu negara yang dapat mengisolasi diri
dari kondisi tersebut. Untuk dapat bersaing di era ACFTA maka salah satu cara
memperkuat daya saing dengan cara meningkatkan kualitas pelaku pembangunan
melalui pendidikan dan melalui kemampuan dalam sains dan teknologi.

1155

STRATEGI DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING

Banyak strategi untuk dapat meningkatkan daya saing. Namun ujung tombak dari
strategi tersebut adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama
melalui peningkatan kualitas pendidikan. Sebab dalam komponen pendidikan,
tercakup secara tidak langsung komponen kesehatan dan ekonomi, karena itu
pendidikan memerlukan perhatian serius.

Pendidikan merupakan jendela untuk meraih dunia. Tanpa pendidikan yang lebih
baik yang dipunyai rata-rata penduduk maka Indonesia susah bersaing di pasar
global. Dalam era informasi sekarang ini, dimensi pendidikan tidak hanya berkutat
pada melek huruf tetapi jangkauannya sudah semakin meningkat, bahwa yang
diperlukan adalah manusia yang berkualitas tinggi serta mampu bersaing dalam
berbagai bidang.

Paradigma pendidikan mengalami pergeseran. Pada masa lalu, diutamakan


adalah orang-orang yang memiliki pendidikan dan ketrampilan tinggi; sedangkan
paradigma pendidikan

masa kini adalah sejauhmana pendidikan mampu

meningkatkan sumber daya bangsa menjadi semakin bermartabat.

Dengan

demikian keberhasilan peningkatan kualitas pendidikan adalah keberhasilan


memadukan pendidikan yang memfokuskan pada hard skil (paradigma lama) dan
soft skill. Pendidikan yang mengutamakan hard skill membuat seseorang
menguasai pengetahuan yang jika dipadu dengan pendidikan yang memuat soft
skill akan membentuk karakter yang mau bekerja keras, kepercayaan diri tinggi,
mempunyai visi ke depan dan memiliki keilmuan yang tinggi.

Oleh karena itu, peningkatan pembangunan manusia lewat pendidikan

yang

memuat hard skill dan soft skill akan mempercepat keberhasilan dalam
pembangunan. Sebab, kedua hal tersebut merupakan dasar untuk melakukan
inovasi dan pengembangan sains dan teknologi. Rendahnya competitiveness
indeks Indonesia dibandingkan China disebabkan rendahnya kemampuan sains
dan teknologi.

1156

Peran sains dan teknologi dalam pembangunan berkelanjutan adalah sangat


penting. Peran sains dan teknologi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun
2007 hanya 1,38%, berarti pertumbuhan ekonomi nasional masih di dominasi oleh
faktor modal bukan oleh sains dan teknologi. Sentuhan sains dan teknologi untuk
barang-barang Indonesia yang di ekspor ke China relatif rendah karena yang di
ekspor merupakan bahan mentah. Sementara yang di impor dari China
merupakan barang yang memiliki value added tinggi.

Perkembangan ekonomi yang berakar pada kemampuan teknologi dan inovasi


tidak hanya memberikan

kekuatan untuk bersaing di kancah perdagangan

internasional, namun yang terutama dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat


(Kardiman, tanpa tahun).

KESIMPULAN

Pembangunan SDM di Indonesia secara kontinyu harus terus dilakukan. IPM


Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara lain. Sepanjang tahun 20052007, posisi IPM Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara Asean
lainnya, seperti Thailand, Filipina dan Malaysia. Di tengah kancah dunia, IPM
Indonesia di bawah Amerika Latin dan Karibia.

Rendahnya IPM Indonesia, yang berarti rendahnya kualitas SDM Indonesia,


berdampak pada rendahnya inovasi dan efisiensi.

Rendahnya kemampuan

melakukan inovasi dan rendahnya tingkat efisiensi dibandingkan, antara lain


dengan Singapura, Malaysia dan China, menyebabkan Indonesia menduduki
rangking 55 dalam persaingan ekonomi global.

Oleh karena itu, Indonesia harus melakukan percepatan dalam peningkatan IPM,
terutama kualitas pendidikan. Jika tantangan internal ini (peningkatan kualitas
pendidikan) ini sudah dapat diatasi maka

Indonesia mampu menghadapi

tantangan external berupa globalisasi dan liberalisasi ekonomi

1157

DAFTAR RUJUKAN

GDP - Country Comparison. http://www.indexmundi.com/g/r.aspx. Diakses 8


November 2010.
Kadirman, Kusmayanto. Membangun Daya Saing, Kemandirian Sains dan
Teknologi Bangsa. Diakses 13 Oktober 2010.
Mutakin, Firman & AR Salam, 2009. Dampak Penerapan Asean China Free
Trade Agreement bagi Perdagangan Indonesia. Economic Review, 218,
2009.
Nurlina Tarmizi, 2003. Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Agihan Masa
Pekerja Keluarga Wanita: Kajian Kes Propinsi Sumatera Selatan
Indonesia. Tesis Program Doktor. Bangi: Universiti Kebangsaan
Malaysia.
Nurlina Tarmizi, 2005. Gejolak Ekonomi, Kemiskinan dan Alternatif Kebijakan
Pengentasan. Pidato Pengukuhan Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu
Ekonomi pada FE UNSRI.
Nurlina Tarmizi, 2009.
Sriwijaya.

Ekonomi Ketenagakerjaan. Badan Penerbit Universitas

Porter, Michael E & Klaus Schwab, 2008. The Global Competitiveness Report
2008-2009. Geneva: World Forum. Diakses 12 Oktober 2010.
Solihat,

Eneng
dkk,
2010.
Angka
Harapan
Hidup
Indonesia,
http://nezz33.blogspot.com/2010-Angka-harapan-hidup.html. Diakses 8
November 2010.

The

Grey
Chronics.
http://reyadel.word
press.com/2009/06/27//asian
competitiveness. Diakes, 13 Oktober 2010.

UNDP, 2009. Human Development Report 2009. Diakses 9 Oktober 2010.


UNDP, HDI Trend. Diakses 11 Oktober 2010.
Wikipedia, Asean Free Trade Area, http://en.wikipedia.org/wiki/ASEAN
Free_Trade_Area. Diakses. 9 Oktober 2010.
Yustiana, CB, 2010. Soft Skill dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia.
Diakses 6 Oktober 2010.

1158

Kajian Penguatan Badan Usaha Milik Daerah


(BUMD) Provinsi Sumatera Selatan.

TIM UNSRI:
Prof. H. Syamsurijal, AK, PhD, H. Isnurhadi, PhD, Kosasih M. Zen, Msi
Subardin, Msi, Welly Nailis, MM, M. Husni Thamrin, MM
Eko Fitrianto, MSi
TIM BALITBANGDA:
Zaleha
Lamazi
Balitbang Sumatera Selatan dan Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya

I, PENDAHULUAN
I.1

Latar Belakang
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dibentuk berdasarkan UU No. 5 tahun

1962 tentang Perusahaan Daerah yang diperkuat UU no. 32 tahun 2004 tentang
Otonomi Daerah. Tujuan dibentuknya BUMD tersebut adalah untuk melaksanakan
pembangunan

daerah

melalui

pelayanan

jasa

kepada

masyarakat,

penyelenggaraan kemanfaatan umum dan peningkatan penghasilan pemerintah


daerah.
Dapat dikemukakan lebih lanjut bahwa BUMD itu berdasarkan kategori
sasarannya dapat dibedakan dua golongan yaitu perusahaan daerah untuk
melayani kepentingan umum dan perusahaan daerah untuk tujuan peningkatan
penerimaan daerah dalam Pendapatan Asli daerah (PAD) nya. BUMD bergerak
dalam berbagai bidang usaha, yaitu jasa keuangan dan perbankan (bank Sumsel),
jasa air bersih (PDAM) dan berbagai jasa dan usaha produktif

lainnya pada

industri, perdagangan dan perhotelan, pertanian perkebunan, perparkiran,


percetakan dan lain-lain.
Sumatera Selatan saat ini memiliki 6 (enam) BUMD yang bergerak
diberbagai bidang. Antara lain yaitu PT. Bank SUMSEL BABEL, PT BPR Sriwijaya

1159

Primadana (di bidang perbankan), PD. PDE (di bidang Pertambangan dan
Energi). PD. Prodexim (di bidang Perdagangan Ekspor dan Impor), PD.
Percetakan Meru (di bidang Percetakan), PD. Hotel Swarna Dwipa (di bidang
Perhotelan). Dalam perkembangannya BUMD di lingkungan SUMSEL memiliki
peran yang cukup baik seperti PT Bank SUMSEL Babel yang merupakan Bank
Pembangunan Daerah dengan sistem yang cukup baik, saat ini jangkauan
operasional perusahaan telah mencakup 2 (dua) provinsi sekaligus yaitu
Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Hotel Swarna Dwipa juga merupakan
BUMD yang mulai menunjukkan pertumbuhan yang positif, hal ini ditunjang dari
program pariwisata yang mulai digalakkan oleh pemerintah daerah baik Provinsi
Sumatera Selatan sendiri maupun pemerintah kota Palembang sebagai kota
tempat basis usaha.
Namun dalam perjalanannya tidak semua BUMD mengalami pertumbuhan
usaha yang baik, seperti PD. Prodexim dan PD. Percetakan Meru memiliki
masalah pada operasional perusahaan dan dikategorikan sakit (Data Biro
Perekonomian

Provinsi

SUMSEL).

Sehingga

dibutuhkan

suatu

metode

penanggulangan yang baik berdasarkan kajian riset ekonomi dan kondisi


manajemen usaha, serta riset potensi pasar bagi BUMD yang ada.
I.2

Perumusan Masalah
1. Seberapa baik kinerja BUMD selama 5 tahun terakhir?
2. Faktor apakah yang dominan mempengaruhi kinerja BUMN tersebut?
3. Bagaimana potensi pasar Sumatera Selatan pada umumnya dan pasar
Palembang pada khususnya dalam upaya mendukung perkembangan
BUMD tersebut?

I.3

Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui bagaimana kondisi dan kinerja BUMD milik Pemda
Sumatera Selatan.
2. Mengetahui faktor apa yang mempengaruhi kinerja BUMD tersebut.
3. Mengetahui potensi pasar tempat BUMD tersebut menjalankan operasinya.

I.4

Manfaat Penelitian

1160

Dengan mengetahui dan memahami kondisi dan kinerja BUMD serta faktor
yang menjadi penyebabnya maka pimpinan atau manajemen BUMD dapat
merumuskan strategi manajemen yang lebih optimal dalam mencapai tujuan dan
sasaran perusahaan seperti yang dikehendaki oleh Pemda Sumatera Selatan.

I.5

Sasaran Penelitian
Sasaran dari kajian ini adalah BUMD-BUMD yang menjadi milik Pemda

Provinsi Sumatera Selatan yang masih berstatus Perusahaan Daerah atau PD,
antara lain :
1. PD Hotel Swarna Dwipa (Perhotelan)
2. PD. PDE (Pertambangan dan Energi)
3. PD Meru (Percetakan)
4. PD Prodexim (Ekspor-Impor)

I. 6

Kerangka Pemikiran
Salah satu tujuan didirikannya perusahaan secara umum adalah untuk

dapat menghasilkan laba. Dengan laba tersebut perusahaan dapat berkembang.


Laba juga akan memberikan pembagian keuntungan kepada Pemda dalam
bentuk dividen. Untuk dapat menghasilkan laba dan berkembang dengan baik
maka perusahaan dalam bentuk apapun harus dikelola dengan baik.
Namun selain manajemen yang baik, diperlukan juga kondisi yang
mendukung dalam hal ini adalah perekonomian atau lebih konkritnya adalah
aspek pasar. Apakah pasar Sumatera Selatan atau Palembang pada khususnya
mendukung perkembangan BUMD tersebut. Dengan kombinasi potensi pasar
yang besar dengan manajemen BUMD yang baik maka akan tercipta sinerji yang
baik sehingga BUMD dapat berkembang dan menghasilkan laba yang baik pula
yang pada akhirnya akan memberikan sumbangan terhadap Pemda Sumatera
Selatan. Sinerji yang baik ini pula pada akhirnya akan mampu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.

1161

I.7

Metode Penelitian

I.7.1

Rancangan Penelitian
a.

Penelitian ini merupakan suatu penelitian terapan (applied research)


yaitu penyelidikan yang hati-hati, sistematis terhadap suatu masalah
dengan tujuan untuk digunakan segera demi keperluan tertentu.

b.

Penelitian

ini

juga

merupakan

penelitian

observasional

yaitu

pengamatan terhadap objek yang diteliti, berusaha mengumpulkan


data dari fenomena yang telah muncul untuk memberikan penafsiran
yang diperoleh melalui data primer dalam pengumpulan data.

I. 7.2 Populasi dan Sampel


Populasi dalam penelitian adalah seluruh karyawan pada Perusahan
Daerah Milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Sedangkan sampel data
yang diambil adalah berupa data kinerja perusahaan pada 5 (lima) tahun terakhir
meliputi data karyawan, data pemasaran dan data keuangan.
I.7.3

Metode Pengambilan Data


Metode penelitian menggunakan dua jenis data yaitu data primer dan data

sekunder.
1. Data Primer
Alat yang digunakan adalah metode interview dan diskusi yang mendalam (indepth interviews) dengan panduan kuesioner untuk daftar pertanyaan yang
digunakan untuk mengumpulkan informasi dari responden.
Adapun responden penelitian ini adalah pengambil keputusan setingkat
dibawah pimpinan utama (Direktur Utama) semisal Direktur Pemasaran untuk
Aspek Pemasaran, Direktur Keuangan untuk Aspek Keuangan, dan Direktur
SDM untuk Aspek SDM. Enumerator yang bertugas mengumpulkan data di
lapangan adalah staf peneliti dari Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan
dengan koordinasi langsung oleh Tim Peneliti dari Universitas Sriwijaya.
2. Data Sekunder
Data sekunder terdiri dari data Jumlah Penduduk Sumatera Selatan dan
Palembang saat ini, PDB tahun 2005-2009, PAD tahun 2005-2009, DAU tahun

1162

2005-2009 untuk aspek kajian ekonomi makro. Dan data keuangan


perusahaan yang meliputi Laporan Laba-Rugi, Neraca Keuangan dan laporan
lain yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.
I.8

Bidang Kajian
Adapun jenis kajian yang dilakukan pada penelitian ini sebagai berikut:
1.

Kajian Potensi Pasar (aspek ekonomi) Sumatera Selatan secara umum


dan Palembang secara khusus tempat dimana BUMD-BUMD tersebut
beroperasi.

2.

Kajian di bidang Manajemen Keuangan

3.

Kajian di bidang Manajemen Pemasaran

4.

Kajian di bidang Manajemen Sumberdaya Manusia

II. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAERAH


II.1

Gambaran Umum BUMD


Sebagaimana yang diamanatkan dalam GBHN 1999 dan Undang-undang

No. 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas) Tahun


2000 2004 adalah bahwa perwujudan otonomi daerah dalam pertumbuhan
ekonomi dan pemerataan antar daerah dilaksanakan melalui berbagai arah
kebijakan, utamanya adalah: (a) mengembangkan otonomi daerah secara luas,
nyata, dan bertanggung jawab dalam rangka pemberdayaan masyarakat, serta
berbagai lembaga ekonomi dan masyarakat di daerah; (b) melakukan pengkajian
dan saran kebijakan lebih lanjut tentang berlakunya otonomi daerah bagi daerah
provinsi, daerah kabupaten dan kota serta daerah perdesaan; dan (c)
mewujudkan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah secara adil dengan
mengutamakan kepentingan daerah yang lebih luas melalui desentralisasi
perizinan dan investasi serta pengelolaan sumber daya di daerah.
Dalam hubungan

ini,

sebagai

sumber-sumber

penerimaan

daerah

keseluruhannya dalam pelaksanaan otonomi dan desentralisasi ini adalah: (a)


Pendapatan Asli Daerah; (b) Dana Perimbangan; (c) Pinjaman Daerah dan (d)
Lain-lain Penerimaan yang sah. Dan sumber PAD tersebut meliputi; (a) hasil pajak
daerah; (b) hasil retribusi daerah; (c) hasil perusahaan milik daerah dan hasil
kekayaan daerah lainnya yang dipisahkan dan (d) lainlain PAD yang sah.

1163

Sehubungan dengan itu, sesungguhnya usaha dan kegiatan ekonomi


daerah yang bersumber dari hasil badan usaha milik daerah (BUMD) telah
berjalan sejak lama. BUMD tersebut dibentuk berdasarkan UU No. 5 Tahun 1962
tentang Perusahaan Daerah, yang diperkuat oleh UU No. 5 Tahun 1974 tentang
Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah (Nota Keuangan dan RAPBN, 1997/1998).
Tujuan dibentuknya BUMD tersebut adalah untuk melaksanakan pembangunan
daerah

melalui

pelayanan

jasa

kepada

masyarakat,

penyelenggaraan

kemanfaatan umum dan peningkatan penghasilan pemerintah daerah.

II. 2

BUMD di Sumatera Selatan


Sumatera Selatan saat ini memiliki 6 (enam) BUMD yang bergerak

diberbagai bidang. Antara lain yaitu PT. Bank SUMSEL BABEL, PT BPR Sriwijaya
Primadana (di bidang perbankan), PD. PDE (di bidang Pertambangan dan
Energi). PD. Prodexim (di bidang Perdagangan Ekspor dan Impor), PD.
Percetakan Meru (di bidang Percetakan), PD. Hotel Swarna Dwipa (di bidang
Perhotelan).

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1.

ASPEK EKONOMI
Salah satu sumber pembiayaan alternatif bagi pembangunan adalah

pengembangan

BUMD..

Sehubungan

dengan

hal

ini,

ada

dua

model

pengembangan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, BUMD bekerjasama


dengan pihak swasta membentuk perusahan dengan masing-masing pihak turut
memberikan modal sesuai kesepakatan bersama. Kedua, pemerintah daerah
secara langsung bekerjasama dengan pihak swasta, membentuk perusahan baru
dengan modal yang disepakati. Kedua model ini diperkirakan dapat memicu
pembangunan dan pengelolaan infrastruktur dasar strategis di daerah yang
diperkirakan dapat memberikan manfaat ekonomi dan keuangan cukup signifikan
bagi Sumsel di masa mendatang.
Menilik potensi perekonomian Sumsel yang berkembang pesat, maka
peluang pengembangan BUMD berpotensi untuk meningkatkan PAD. Hanya saja
diperlukan upaya-upaya penguatan kelembagaan untuk menciptakan iklim usaha
kompetitif bagi BUMD. Pengembangan manajerial dan SDM Profesional yang

1164

akan mengelola BUMD dilakukan dengan berbagai pelatihan dan rekrutmen untuk
menjaring tenaga berkualitas.
Kegiatan

pembangunan

termasuk

pengembangan

BUMD

sangat

bergantung pada ketersediaan dana sebagai salah satu input dalam proses
pembangunan. Keberhasilan pembangunan ditentukan pula oleh kemampuan
dalam menggali dan mengelola dana pembangunan baik yang berasal dari
sumber lokal maupun dari berbagai sumber lainnya.
Pengembangan BUMD dapat dilakukan dengan model yang menunjukkan
adanya partisipasi antar aktor ekonomi. Model kerjasama (kemitraan) yang
menunjukkan hubungan antara sektor publik dengan sektor swasta atau
masyarakat dalam rangka menggali sumber dana untuk membiayai investasi
pengembangan BUMD melalui partisipasi sektor publik dan swasta serta
masyarakat.
Bentuk kerjasama antara sektor publik dan sektor swasta serta partisipasi
masyarakat dalam penyediaan dana tergantung kepada bentuk hubungan yang
dijalin antara lembaga/sektor (pelaku-pelaku ekonomi). Kerjasama dapat saja
berbentuk kemitraan dan partisipasi atau bentuk lainnya. Bentuk-bentuk
kerjasama tersebut dapat berupa Joint venture; Venture capital; build, operate,
and transfer (BOT); build, transfer, and operate (BTO); production sharing
agreement (PSA); special purpose company (SPC); konsesi; penciptaan dan
penjualan obligasi dan saham melalui initial public offering (privatisasi perusahaan
publik).
Kerjasama dalam pembiayaan investasi melalui venture capital (kongsi)
sangat menguntungkan, karena ide-ide yang hebat tidak dapat dikonversi kedalam
produk yang dapat dipasarkan tanpa adanya pembiayaan. Sebagai contoh,
Perusahaan BUMD yang menciptakan barang cetakan (PD Grafika Meru)
memerlukan dukungan pembiayaan yang besar untuk membayar programmer
yang mendesain lay out, membiayai promosi, membayar tenaga penjual,

dan

biaya lain-lain dalam menjalankan perusahaan. Tanpa adanya hubungan dengan


user maka perusahaan tersebut tidak akan mampu menawarkan jasanya.
Berbagai model pembiayaan bagi pengembangan BUMD dapat ditempuh
oleh pemerintah daerah untuk memanfaatkan potensi ekonomi yang ada. Potensi
ekonomi Sumsel seperti pada sektor pertambangan dan energi sebenarnya bisa

1165

dikelola sendiri oleh pemerintah daerah dengan mengembangkan BUMD. Dengan


demikian benefit dari sumberdaya alam tersebut dirasakan manfaatnya langsung
oleh masyarakat Sumatera Selatan.
3.2

ASPEK SUMBER DAYA

1.

PDPDE
Berdasarkan hasil pembahasan pada bagian terdahulu, dapat diketahui

dalam bidang MSDM, PDPDE belum berjalan sebagaimana mestinya. Beberapa


fungsi MSDM masih perlu dibenahi, terutama untuk mendapatkan kinerja unggul
dan mampu bersaing. Penerimaan dan penempatan pegawai masih perlu
dibenahi, dibutuhkan persayaratan prilaku disamping syarat pengetahuan.
Pelaksanaan pelatihan pegawai tidak disesuaikan berdasarkan analisis
kebutuhan pelatihan. Pemberian kompensasi belum berdasarkan capaian kinerja
karyawan. Penilaian kinerja memang dilakukan tapi sasaran bukan pada
peningkatan kinerja perusahaan. Pelaksanaan manajemen karir belum berjalan
dengan baik, kedepan masih perlu disempurnakan. Struktur birokrasi yang dipakai
juga

menghambat PDPDE dalam meningkatkan kinerja terutama dalam

menghadapi persaingan global


Pengelolaan Organisasi dan SDM belum berjalan sebagaimana mestinya.
Perlu pembenahan jika PDPDE akan meningkatkan kinerjanya, terutama untuk
menghadapi persaingan.

2.

PD Swarna Dwipa Palembang


Dari hasil pembahasan pada bagian terdahulu, dapat diketahui bahwa

pengelolaan SDM di PD Hotel Swarna Dwipa belum berjalan sebagaimana


mestinya. Hampir semua fungsi MSDM belum dijalankan secara baik. Hal ini
terlihat dari :
1.

Penerimaan pegawai masih belum dilakukan secara terencana

2.

Penempatan pegawai tidak dilakukan secara baik.

3.

Pelaksanaan

pelatihan

pegawai

tidak

disesuaikan

berdasarkan

kebutuhan.
4.

Pemberian kompensasi belum berdasarkan tujuannya dan syaratsyarat jabatan.

1166

5.

Penilaian kinerja memang dilakukan tapi sasaran bukan pada


peningkatan kinerja perusahaan.

6.

Pelaksanaan manajemen karir belum berjalan dengan baik.

7.

Struktur birokrasi yang dipakai juga menghambat PD Hotel Swarna


Dwipa dalam meningkatkan kinerja dan menghadapi persaingan
dengan perusahaan lain.

Pengelolaan

SDM

belum

berjalan

sebagaimana

mestinya.

Perlu

pembenahan dalam pengelolaan SDM jika PD Hotel Swarna Dwipa akan


meningkatkan kinerjanya, terutama untuk menghadapi persaingan dengan
perusahaan sejenis.

3.

PD Meru
PD Meru merupakan Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Sumatera Selatan

yang bergerak dibidang percetakan. Namun dalam pelaksanaan beberapa tahun


terakhir, perusahaan ini tidak memiliki aktivitas yang rutin, sehingga tidak didapati
laporan atau data-data yang dapat dianalisis. Berdasarkan hasil survey, PD Meru
memiliki rencana usaha kedepan.
4.

PD Prodexim
PD Prodexim merupakan Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Sumatera

Selatan yang bergerak dibidang perdagangan ekspor dan impor. Namun dalam
penelitian ini, tidak didapati data-data keuangan perusahaan sehingga tidak dapat
diketahui kinerja perusahaan.
Dalam hasil survey didapati informasi mengenai usaha yang berjalan yaitu
agen distribusi pupuk non subsidi dari PT Pusri dan agen distirbusi Semen
Baturaja, SPBU yang dikelola oleh anak perusahaan PT PDPDE Hilir kerjasama
dengan PD PDE, dan penjualan batubara. Rencana usaha yang akan dilakukan
oleh PD Prodexim, yaitu pemanfaatan gedung bekas asrama haji milik Pemprov
Sumsel, dan rencana pembangunan real estate di tanah milik Pemprov Sumsel di
wilayah Kabupaten Banyuasin.

1167

3.ASPEK PEMASARAN
1.

Hotel Swarna Dwipa


Fokus dengan bisnis perhotelan, hendaknya komposisi pendapatan paling
tidak sama dengan komposisi penjualan makanan dan minuman, hal ini
ditujukan untuk focus dalam penggunaan dan pemanfaatan sumberdaya
secara lebih efektif dan efisien. Selain itu hotel Swarna Dwipa dapat
memposisikan diri sebagai hotel sejarah dan kebudayaan dikarenakan Hotel
Swarna Dwipa memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan kota
Palembang dan Sumatera Selatan, dalam focus memposisikan diri sebagai
hotel sejarah, hendaknya tampilan, kegiatan dan segala sesuatu mengacu
pada sejarah dan kebudayaan Sumatera Selatan.

2.

PD PDE : PD PDE memiliki kekuatan sebagai perusahaan milik pemerintah


provinsi, maka jika ada komitmen dari pimpinan daerah, maka PD PDE
sangat berpeluang untuk dapat menjual produk jasanya. Namun kedepan
perusahaan harus menjadi lebih professional, dan tidak mengandalkan dari
komitmen pimpinan daerah, dikarenakan perusahaan luar dengan skala lebih
besar, memiliki sumber daya yang lebih besar dan menawarkan harga yang
bersaing akan menjadi ancaman serius bagi PD PDE. PD PDE harus memiliki
daya saing yang tinggi agar dapat memenangkan persaingan.

3.

PD Meru : Memiliki kekuatan yang didukung oleh perusahaan besar


percetakan dari Bandung, dengan dukungan tersebut PD Meru dapat
menghasilkan hampir semua jenis produk cetakan, tentunya ini menjadi nilai
tambah dibanding pesaing. PD Meru diharuskan mengembangkan jaringan
pada sekolah-sekolah, perguruan tinggi dan pada dinas-dinas pemerintah
kota maupun provinsi.

4.

Prodexim : Sebagai perusahaan daerah komitmen dari pemimpin daerah


adalah kekuatan yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain. Namun kedepan
pengelolaan yang professional harus diutamakan agar dapat bersaing dengan
perusahaan luar.

1168

4. ASPEK KEUANGAN
Berdasarkan analisis data di atas dapat disimpulkan bahwa PD PDE
merupakan perusahaan yang masih mampu melanjutkan kegiatan usahanya.
Namun dibutuhkan kebijakan perusahaan untuk terus mengembangkan jenis
usaha dalam skala yang lebih besar, karena posisi pertumbuhan perusahaan
(growth) yang masih labil, hal ini sangat dipengaruhi oleh jenis usaha PD PDE
yang bergerak di bidang energi terkait dengan fluktuasi harga minyak di dunia.
PD Hotel Swarna Dwipa Palembang adalah perusahaan daerah milik
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang bergerak dibidang perhotelan.
Kondisi keuangan perusahaan ini dinilai cukup baik, dan menjanjikan dalam
pengembangan usahanya di kemudian hari. Namun tentu pertumbuhan usaha
harus dilakukan demi mempertahankan posisi perusahaan dalam kondisi baik.
Dan upaya perbaikan sistem manajemen harus terus dilakukan terkait semakin
membaiknya posisi DER yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
membayar utang perusahaan.
PD Meru merupakan Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Sumatera Selatan
yang bergerak dibidang percetakan. Namun dalam pelaksanaan beberapa tahun
terakhir, perusahaan ini tidak memiliki aktivitas yang rutin, sehingga tidak didapati
laporan atau data-data yang dapat dianalisis. Berdasarkan hasil survey, PD Meru
memiliki rencana usaha kedepan.
PD Prodexim merupakan Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Sumatera
Selatan yang bergerak dibidang perdagangan ekspor dan impor. Namun dalam
penelitian ini, tidak didapati data-data keuangan perusahaan sehingga tidak dapat
diketahui kinerja perusahaan.
Dalam hasil survey didapati informasi mengenai usaha yang berjalan yaitu
agen distribusi pupuk non subsidi dari PT Pusri dan agen distirbusi Semen
Baturaja, SPBU yang dikelola oleh anak perusahaan PT PDPDE Hilir kerjasama
dengan PD PDE, dan penjualan batubara. Rencana usaha yang akan dilakukan
oleh PD Prodexim, yaitu pemanfaatan gedung bekas asrama haji milik Pemprov
Sumsel, dan rencana pembangunan real estate di tanah milik Pemprov Sumsel di
wilayah Kabupaten Banyuasin.

1169

IV. KESIMPULAN
1. Aspek Ekonomi
Salah

satu

sumber

pengembangan

pembiayaan

BUMD..

alternatif

Sehubungan

dengan

bagi
hal

pembangunan

adalah

ini,

model

ada

dua

pengembangan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, BUMD bekerjasama


dengan pihak swasta membentuk perusahan dengan masing-masing pihak turut
memberikan modal sesuai kesepakatan bersama. Kedua, pemerintah daerah
secara langsung bekerjasama dengan pihak swasta, membentuk perusahan baru
dengan modal yang disepakati. Kedua model ini diperkirakan dapat memicu
pembangunan dan pengelolaan infrastruktur dasar strategis di daerah yang
diperkirakan dapat memberikan manfaat ekonomi dan keuangan cukup signifikan
bagi Sumsel di masa mendatang.
2. Aspek SDM
Pengelolaan Organisasi dan SDM belum berjalan sebagaimana mestinya. Perlu
pembenahan jika BUMD akan meningkatkan kinerjanya, terutama untuk
menghadapi persaingan pada perusahaan sejenis.
3. Aspek Pemasaran
Pengembangan jaringan dan penguatan aspek pemasaran pada core business
harus terus dilakukan, seperti halnya Hotel Swarna Dwipa dan PD Meru yang
memiliki basis persaingan usaha yang sangat terbuka sehingga harus memiliki
keunggulan perusahaan, sedangkan untuk PD PDE dan Prodexim yang
dukungan kinerja yang profesional akan sangat membantu perusahaan untuk
terus berkembang.
4. Aspek Keuangan
Berdasarkan analisis laporan keuangan dapat disimpulkan bahwa BUMD yang
ada merupakan perusahaan yang masih mampu melanjutkan kegiatan usahanya.
Namun dibutuhkan kebijakan perusahaan untuk terus mengembangkan jenis
usaha dalam skala yang lebih besar, karena posisi pertumbuhan perusahaan
(growth) yang masih labil, hal ini sangat dipengaruhi oleh jenis usaha yang
dijalankan.

Namun

tentu

pertumbuhan

usaha

harus

dilakukan

demi

mempertahankan posisi perusahaan dalam kondisi baik. Dan upaya perbaikan

1170

sistem manajemen harus terus dilakukan terkait semakin membaiknya posisi DER
yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar utang perusahaan.
4.2

Saran dan Rekomendasi


Berdasarkan hasil penelitian di atas, beberapa saran dapat menjadi

rekomendasi untuk pengembangan BUMD antara lain :


1. Aspek Ekonomi
Pertama, BUMD bekerjasama dengan pihak swasta membentuk perusahan
dengan masing-masing pihak turut memberikan modal sesuai kesepakatan
bersama. Kedua, pemerintah daerah secara langsung bekerjasama dengan pihak
swasta, membentuk perusahan baru dengan modal yang disepakati. Kedua model
ini diperkirakan dapat memicu pembangunan dan pengelolaan infrastruktur dasar
strategis di daerah yang diperkirakan dapat memberikan manfaat ekonomi dan
keuangan cukup signifikan bagi Sumsel di masa mendatang.

2. Aspek SDM
Perlu dilakukan berbagai perbaikan di sektor SDM berkaitan dengan sistem kerja
pegawai, sistem pembayaran kompensasi, dan juga pengembangan karir, hal ini
kaitannya dengan peningkatan kinerja pegawai yang menjadi acuan dari sisi
SDM dalam peningkatan kinerja BUMD.
3. Aspek Pemasaran
Pengembangan jaringan dan penguatan aspek pemasaran pada core business
harus terus dilakukan sehingga harus memiliki keunggulan perusahaan, kinerja
yang profesional akan sangat membantu perusahaan untuk terus berkembang.
BUMD sudah harus mempertimbangkan pentingnya segementasi perusahaan
dan bagaimana marketing mix (4 P) yang diterapkan oleh perusahaan yang
memiliki kinerja yang baik. Untuk itu sebaiknya BUMD memiliki rencana strategis
berdasarkan analisis SWOT perusahaannya.
4. Aspek Keuangan
Keuangan perusahaan daerah harus dikelola dengan baik. Cash ratio, growth,
firm size, DTA, dan DER yang menjadi acuan penilaian kinerja keuangan
perusahaan menunjukkan angka yang belum stabil. Untuk itu, perlu dilakukan
perbaikan-perbaikan khususnya pada pengelolaan kas dan piutang, serta
penetapan target dividen agar menjadi pemicu kinerja perusahaan.

1171

REFERENSI
BPS SumSel, Sumatera Selatan dalam Angka 5 tahun terakhir.
BPS Palembang, Palembang dalam Angka 5 tahun terakhir.
Handoko, T. Hani, Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia,
BPFE, Yogyakarta.
Kosasih, T.S, 1988, Manajemen Pemerintahan dalam Sistem dan Struktur
Administrasi Negara Baru, Idola Remaja, Doa Ibu, Bandung.
Ravianto, J., dkk, 1988, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi AKsara,
Jakarta.
Ross, Steven A, dkk, 2008. Modern Corporate Finance, Prentice Hall,
Singapore.
Sugiono, 1999. Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung.
Kotler, Phillip, Principle of Marketing, 2005, Thomson Publishing, New York.
Siregar, Sylvia Veronica N.P. dan Utama Siddharta, (2005), Pengaruh
Struktur

Kepemilikan,

Governance

Terhadap

Ukuran

Perusahaan,

Pengelolaan

Laba

dan

Praktek

(Earnings

Corporate

Management)

Simposium Nasional Akuntansi VIII, IAI, 2005


Siswanto, H.B. 2006. Pengantar Manajemen, Bumi Aksara, Jakarta.

1172

Efisiensi Pemasaran Bahan Olah Karet Rakyat (Bokar) di Wilayah


Eks-PIRBUN PTPN XIII Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat
Oleh
Lina Fatayati Syarifa, Sinung Hendratno dan Dwi Shinta Agustina
Staf Peneliti di Balai Penelitian Sembawa, PO. BOX 1127 Palembang
Email: lina_fsy@yahoo.com

Abstrak
Di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat umumnya pemasaran karet
dilakukan secara tradisional melalui tengkulak. Penelitian dilakukan untuk melihat
keragaan dan efisiensi pemasaran karet di Kab. Sintang Kalimantan Barat.
Penelitian dilakukan secara survei terhadap petani yang lokasinya dekat dengan
pabrik dan jauh dari pabrik, dengan menelusuri rantai pemasaran karet yang
dimulai dari prosesor/eksportir, dilanjutkan ke pedagang dan ke petani sebagai
produsen. Dari hasil survei bagian harga fob di tingkat petani yang memilih rantai
pemasaran yang panjang masing-masing 64% dan 62%. Sedangkan bagian
harga fob di tingkat petani yang memilih rantai pemasaran yang pendek masingmasing 71% dan 69%. Sementara total marjin pemasaran di tingkat petani yang
memilih rantai pemasaran yang panjang masing sebesar Rp 8.126,/kg dan
Rp 8.576,-/kg. Sedangkan total marjin pemsaran di tingkat petani yang memilih
rantai pemasaran yang pendek masing-masing sebesar Rp 6.519,-/kg dan
Rp 7.031,-/kg. Hal ini merupakan indikasi bahwa semakin pendek rantai
pemasaran karet akan lebih efisien. Karena itu untuk memperoleh bagian harga
yang lebih baik di tingkat petani, disarankan agar petani berkelompok
memasarkan bokarnya langsung ke pabrik.
Kata kunci : Pemasaran tradisional, rantai pemasaran, fob, marjin
pemasaran

PENDAHULUAN

Sektor perkebunan, khususnya perkebunan karet merupakan salah satu


sektor yang banyak menopang hidup penduduk Indonesia. Kalimantan Barat
merupakan salah satu sentra perkebunan karet di Indonesia dengan total areal

1173

389 ribu hektar.

Dari total areal tersebut, areal perkebunan karet rakyat

mendominasi areal perkebunan karet di Kalimantan Barat yaitu seluas 380 ribu
hektar atau sekitar 97% dari total areal karet. Dengan begitu, perkebunan karet di
Kalimantan Barat merupakan salah satu industri yang bukan saja sebagai
penyedia devisa bagi negara tapi juga merupakan industri yang banyak menyerap
tenaga kerja dan menjadi sumber mata pencaharian bagi sekitar 200 ribu KK atau
sekitar 800 ribu penduduk di Kalimantan Barat (Statistik Perkebunan Indonesia,
2009). Kebijakan pemerintah dalam pengembangan industri karet tidak hanya
bertujuan untuk meningkatkan devisa bagi negara, tapi diarahkan sebagai upaya
peningkatan pendapatan petani. Pendapatan petani sendiri merupakan refleksi
dari produktivitas kebun dan mutu bahan olah karet yang dihasilkan serta aspek
pemasaran bokar yang menentukan pendapatan bersih yang diterima petani.
Pada awal program pengembangan perkebunan karet rakyat melalui pola
PIRBUN di Kalimantan Barat, khususnya di Kab. Sintang, telah dibentuk
kelembagaan pemasaran bokar yang formal antara lain kelompok tani, KUD, atau
kelompok usaha bersama dan kemitraan. Selain itu juga telah lama berkembang
di masyarakat sistem pemasaran tradisional melalui pedagang atau tengkulak.
Awalnya kelembagaan pemasaran formal mampu memberikan bagian harga yang
lebih tinggi dibandingkan pemasaran tradisional (Nancy, 1988; Hendratno, 1986;
Hendratno, 1996). Namun lama kelamaan kelembagaan tersebut memperlihatkan
keragaan yang kurang menggembirakan. Petani kembali cenderung memilih
pemasaran tradisional. Saat ini, umumnya petani karet di Kalimantan Barat,
khususnya Kab. Sintang memasarkan bokarnya secara tradisional melalui
tengkulak

dan

tidak

lagi

ditemukan

pola

pemasaran

bokar

secara

formal/terorganisir. Karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui keragaan


pemasaran bokar serta pendapatan atau bagian harga yang diterima petani karet
yang memilih sistem pemasaran tradisional tersebut. Makalah ini akan mengkaji
keragaan dan efisiensi pemasaran bahan olah karet (bokar) secara tradisional
yang akan menentukan bagian bersih yang diterima petani di Kab. Sintang.

METODOLOGI

1174

Penelitian dilakukan secara survey pada bulan Nopember 2010 di lokasi eks
PIRBUN

Kabupaten

Sintang,

Kalimantan

Barat.

Data

diperoleh

melalui

wawancara langsung dengan petani karet, pedagang, prosesor/eksportir yang


terpilih menjadi responden. Penarikan contoh dilakukan dengan menelusuri rantai
pemasarannya yang dimulai dari prosesor/eksportir yang dipilih secara sengaja.
Kemudian secara acak dipilih pedagang yang menjual ke prosesor tersebut.
Selanjutnya penarikan contoh petani responden dilakukan secara acak di masingmasing lokasi pemasaran yaitu lokasi pemasaran yang dekat

(< 70 km)

dari pabrik karet remah dan lokasi pemasaran yang jauh dari pabrik (>70 km).
Masing-masing kelompok lokasi diambil sampel sebanyak 30 responden.
Survei dilakukan pada desa-desa yang terletak pada lokasi yang dekat dan
lokasi yang jauh dari pabrik karet remah. Data yang diperoleh dari hasil
wawancara dengan petani di desa yang lokasinya dekat dengan pabrik yaitu desa
Taok dan desa Terusan di Kec. Dedai dan petani di desa yang lokasinya jauh
dengan pabrik yaitu desa Lundang Jaya, dan desa Bayah Betung, Kec. Sei
Tebelian.

Efisiensi pemasaran dapat didekati dengan pengukuran marjin

pemasaran. Kinerja kelembagaan pemasaran bokar dapat diukur dengan marjin


pemasaran (Hendratno, 1986; Nancy, 1988).

Marjin pemasaran adalah

perbedaan harga di tingkat produsen (harga beli) dengan harga di tingkat


konsumen (harga jual).

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Pengolahan Bokar
Harga karet kering di tingkat pabrik berbeda-beda untuk setiap jenis mutu
bokar. Untuk sleb yang baik biasanya diberikan harga yang tinggi, sedangkan
untuk sleb bermutu rendah dikenakan penalti atau potongan, sehingga harganya
lebih murah.

Penyusutan akibat pengangkutan dari kebun ke pedagang tidak

tercatat, karena petani tidak pernah menimbang bokarnya di kebun. Mutu bokar
yang dihasilkan erat kaitannya dengan teknologi pengolahan yang dilakukan oleh
petani (Tabel 1).

1175

Tabel 1. Teknologi Pengolahan Bokar di Petani


Desa

Desa dekat
Taok
Terusan
Rata-rata
Desa jauh
Lundang
Jaya
Bayah
Betung
Rata-rata

Pembeku

Alami
Alami

Tempat
pembekuan (%)
Kotak
kayu
Mangkok

Kualitas bokar
(%)
Bersih

Kotor

Penyimpanan
bokar (%)
Direndam

kebun

0
0
0

100
100
100

0
25
8.3

100
75
91.7

55
53.3
56.1

45
46.7
43.9

100

12.5

87.5

100

0
0

100
100

20
16.3

80
83.8

53.3
76.7

46.7
23.4

Alami
Alami

Umumnya petani yang lokasinya dekat dengan pabrik (91.7%) maupun yang
jauh dari pabrik (83.8%) menghasilkan lump mangkok yang kotor dan bermutu
rendah karena sebagian besar direndam yaitu 56.1% di desa dekat pabrik dan
76.7% di desa jauh dari pabrik. Semua petani responden tidak menggunakan
pembeku untuk membekukan bokarnya. Bokar yang dihasilkan petani dibekukan
secara alami.
Umumnya bokar di Propinsi Kalimantan Barat tidak saja dibedakan
berdasarkan usia simpan (KKK) tetapi juga dibedakan berdasarkan tingkat
kebersihan bokar (mutu A dan mutu B). Mutu A adalah jenis bokar yang bersih
(tanpa campuran) sedangkan mutu B adalah jenis bokar yang terdapat campuran
(Gambar 1). Namun sebagian besar bokar yang dihasilkan oleh petani adalah
mutu B atau campuran.

1176

Gambar 1. Jenis bahan olah karet mutu B (kiri) dan jenis bahan olah karet
mutu A (kanan)

B. Pemasaran Bokar
Sementara pemasaran bokar yang dihasilkan petani di Kab. Sintang yang
memasarkan bokarnya secara tradisional, didominasi oleh pedagang perantara,
tidak ada petani atau kelompok tani yang langsung menjual ke pabrik. Hal ini
disebabkan oleh berbagai keterbatasan yang dimilikinya seperti; lokasi yang
terpencil,

kurangnya

sarana

dan

prasarana

angkutan

serta

rendahnya

pengetahuan petani. Secara umum saluran pemasaran bokar secara tradisional


melalui pedagang perantara di Kab. Sintang dapat dilihat pada gambar berikut:

Petani

Pedagang
kecil/desa

Pedagang
Besar

Prosesor

Eksportir

Gambar 2. Saluran Pemasaran Bokar di Kab. Sintang

Rata-rata volume bokar setiap kali penjualan yang dilakukan oleh para
pedagang besar yang dijadikan sample adalah sebesar 15-20 ton, baik pada saat
musim hujan maupun pada saat musim kemarau. Pedagang besar berusaha
mempertahankan pasokan bokar ke pabrik tetap stabil meskipun pada saat musim
hujan maupun saat musim kemarau. Harga penjualan dari pedagang besar ke
pabrik bervariasi antara Rp 8.500,- - Rp 9.500,-. Rata-rata volume bokar per
1177

penjualan di tingkat pedagang kecil adalah 4 ton. Bokar di tingkat pedagang besar
dan pedagang kecil rata-rata direndam selama 1-2 minggu sebelum dijual. Harga
pembelian bokar dari pedagang besar di tingkat pedagang kecil berkisar antara
Rp 7.400,- sampai Rp. 8.000,-. Sedangkan harga pembelian bokar dari pedagang
kecil di tingkat petani di masing-masing desa juga bervariasi bergantung pada
tingkat KKK dan kebersihan bokar. Harga pembelian bokar dari pedagang kecil di
tingkat petani adalah Rp 6.500,- 7.500,- per kg
Tabel 2. Biaya pemasaran di tingkat petani
Desa
Sewa
gudang
Desa dekat
Taok
Terusan
Rata-rata
Desa jauh
Lundang Jaya
Baya Betung
Rata-rata

Biaya Pemasaran (Rp/kg)


Pikul
Klp
muat
Transport tani

Total
Retribusi

(Rp/kg)

0
0
0

0
0
20

184.4
136.7
252.4

0
0
0

0
0
0

184.4
136.7
252.4

0
0
0.0

0
0
0.0

110
184.4
202

0
0
0.0

0
0
0.0

110
184.4
202

Setiap pedagang umumnya membeli bokar dari 20-40 petani.

Pedagang

umumnya ada yang mengambil bokar langsung di rumah petani, dan ada juga
yang menunggu petani mengantar bokar ke rumahnya. Untuk melakukan kegiatan
pembelian bokar tersebut, pedagang memiliki beberapa fasilitas seperti truk
dengan kapasitas 4 5 ton dan timbangan. Penjualan sleb oleh petani kepada
pedagang masih dilakukan atas dasar penimbangan berat basah, penentuan KKK
dilakukan berdasarkan perkiraan pedagang. Hal ini mengakibatkan tingginya
resiko karena banyak faktor yang sulit diduga seperti kadar air dan kotoran. Mutu
bokar yang rendah tidak hanya disebabkan oleh tingginya kadar air, tetapi juga
karena tingginya kadar kotoran.

Untuk mengatasi resiko tersebut pedagang

biasanya menekan harga di tingkat petani. Penentuan harga oleh pedagang tidak
semata-mata berdasarkan umur simpan bokar, tapi lebih dilihat dari kebersihan
bokarnya.

Kadang-kadang ada bokar yang disimpan selama sebulan pun

harganya sama saja dengan harga seminggu. Namun saat ini karena tingginya

1178

persaingan antara pedagang karet, pedagang tidak bisa terlalu banyak menekan
harga. Selain itu dikarenakan tingginya tingkat teknologi komunikasi saat ini,
informasi harga sangat mudah diperoleh pedagang langsung dari pabrik.
C. Efisiensi Pemasaran
Pengukuran efisiensi pemasaran dapat dilakukan dengan menggunakan
marjin pemasaran.

Marjin pemasaran terdiri dari biaya pemasaran dan

keuntungan lembaga pemasaran.

Dalam laporan ini akan diuraikan marjin

pemasaran mulai dari tingkat produsen yaitu petani karet sampai tingkat eksportir.
Biaya pemasaran meliputi biaya transportasi, biaya sortir, bongkar muat dan
pungutan-pungutan, biaya penyusutan dan biaya pengolahan.

Sedangkan

keuntungan lembaga pemasaran terdiri dari keuntungan yang diperoleh pedagang


dan prosesor/eksportir.
Ongkos angkut per kg bokar bervariasi dan tidak stabil setiap per penjualan,
karena ditentukan oleh biaya sewa mobil dan kapasitas angkut mobil tersebut.
Biaya sewa mobil dibedakan berdasarkan jarak angkut dan muatan angkut mobil
tersebut. Bila jarak angkut, semakin jauh, maka ongkos angkutnya menjadi mahal.
Selain itu bila muatan truk kurang dari kapasitas angkut bokar, maka ongkos per
kg bokar menjadi mahal. Bila muatan melebihi kapasitas angkut, akan diperoleh
persentase susut yang tinggi karena pengaruh tekanan/beban yang berlebihan.
Penyusutan terjadi karena berkurangnya kandungan air dalam bokar akibat
proses

pengeringan

yang

disebabkan

oleh

tekanan

atau

penyimpanan.

Sedangkan kandungan karetnya sendiri tidak berubah. Akibatnya apabila terjadi


penyusutan, maka KKK akan meningkat. Penyusutan akan semakin tinggi dengan
semakin

tingginya

kadar

air

bokar.

Biaya

pemasaran

dari

rumah

pedagang/tempat pembelian bokar ke pabrik dan biaya penyusutan pada waktu


pengangkutan ditanggung oleh pedagang.

Persentase penyusutan yang tidak

menentu dan penentuan KKK secara visual oleh pedagang, menyebabkan


berfluktuasinya marjin keuntungan yang diterima pedagang, dimana pedagang
adakalanya beruntung dan adakalanya merugi. Penjualan bokar yang dilakukan
pedagang di pabrik diperhitungkan atas dasar taksiran KKK dan harga 100% sleb
yang telah ditentukan oleh prosesor. Harga 100% sleb atau harga karet kering
adalah harga FOB SIR 20 setelah dikurangi biaya pengolahan pabrik, biaya

1179

pemasaran prosesor/eksportir dan keuntungan prosesor. Sementara harga FOB


SIR 20 ditentukan berdasarkan harga yang terjadi di pasar internasional, setelah
dikurangi uang ongkos angkut, jasa angkutan laut, asuransi serta biaya-biaya
lainnya.

Selanjutnya di tingkat pabrik pengolah, sleb mengalami proses

pengolahan, lalu dihasilkan produk SIR 20.


Yang dimaksud biaya pemasaran tingkat eksportir meliputi bunga bank, biaya
pengangkutan pabrik-pelabuhan, biaya L/C, komisi bank, biaya administrasi, iuran
Gapkindo dan sebagainya. Secara terperinci penyebaran bagian harga fob dan
marjin pemasaran berdasarkan lokasi dapat dilihat pada Tabel 3.
Dari Tabel 3. terlihat bahwa, pada tingkat petani yang berlokasi di desa yang
jaraknya dekat yaitu desa Taok dan desa Terusan, memilih dua rantai pemasaran
yang berbeda. Petani di desa Taok memilih rantai pemasaran yang panjang, yaitu
petani pedagang kecil/desa pedagang besar pabrik. Sedangkan petani di
desa Terusan memilih rantai pemasaran yang pendek yaitu: petani pedagang
besar pabrik. Dari hasil analisis, bagian harga fob di tingkat petani di desa Taok
yang memilih rantai pemasaran yang pendek sebesar 64% dengan marjin
pemasaran sebesar Rp 8.126,-/kg. Sedangkan bagian harga fob di tingkat petani
yang memilih rantai pemasaran yang panjang masing-masing 71% dengan marjin
pemasaran sebesar Rp 6.519,-/kg. Sementara pada tingkat petani yang berlokasi
di desa yang jaraknya jauh dari pabrik yaitu desa Lundang Jaya dan desa Bayah
Betung, juga memilih dua rantai pemasaran yang berbeda. Dari hasil analisis,
bagian harga fob di tingkat petani di desa Lundang Jaya yang memilih rantai
pemasaran yang pendek sebesar 69% dengan marjin pemasaran sebesar Rp
7.031,-/kg. Sedangkan bagian harga fob di tingkat petani di desa Bayah Betung
yang memilih rantai pemasaran yang panjang masing-masing 62% dengan marjin
pemasaran sebesar Rp 8.576,-/kg.
Hasil analisis tersebut menunjukkan indikasi bahwa semakin pendek rantai
pemasaran karet dan semakin dekat jarak lokasi ke pabrik, pemasaran akan lebih
efisien. Jika dikaji rincian data pada Tabel 3. terdapat komponen biaya yang bisa
diefisienkan yaitu biaya pemasaran (yang terdiri dari biaya penyusutan dan
transport) dan biaya jasa lembaga/pedagang. Semakin tinggi KKK bokar yang
dihasilkan maka biaya penyusutan dan transport juga akan semakin kecil.
Semakin pendek rantai pemasarannya maka biaya untuk jasa lembaga/ pedagang

1180

juga akan bisa dikurangi. Oleh karena itu untuk memperoleh bagian harga yang
lebih baik di tingkat petani, disarankan agar petani memperbaiki kualitas bokarnya
serta memperpendek rantai pemasarannya. Dalam upaya memperpendek rantai
pemasarannya, petani bisa membentuk kelompok pemasaran dan menjual
karetnya ke pabrik bersama-sama. Faktor-faktor penghambat yang selama ini
menyebabkan ketergantungan petani terhadap tengkulak perlu dicarikan solusinya
antara lain dengan mengembangkan usaha simpan pinjam untuk petani dari
lembaga ekonomi milik kelompok tani yang dapat menghimpun bantuan dana dari
program CSR, pihak lembaga swasta atau pemerintah. Dengan pinjaman dari
kelompok tani tersebut, petani dapat memperoleh uang untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya sebelum bokar terjual. Melalui cara ini, diharapkan perlahanlahan petani bisa melepaskan diri dari ketergantungannya terhadap tengkulak.

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Bagian harga fob di tingkat petani yang memilih rantai pemasaran yang
panjang yaitu desa Taok dan desa Bayah Betung masing-masing 64% dan
62%.

Sedangkan bagian harga fob di tingkat petani yang memilih rantai

pemasaran yang pendek yaitu desa Terusan dan desa Lundang Jaya masingmasing 71% dan 69 %. Sementara total marjin pemasaran di tingkat petani
yang memilih rantai pemasaran yang panjang masing sebesar

Rp

8.126,-/kg dan Rp 8.756,-/kg. Sedangkan total marjin pemasaran di tingkat


petani yang memilih rantai pemasaran yang panjang masing-masing sebesar
Rp 6.519,-/kg dan Rp 7.031,-/kg. Hal ini merupakan indikasi bahwa semakin
pendek rantai pemasaran karet akan lebih efisien.
2. Dari kesimpulan diatas, untuk memperoleh bagian harga dan pendapatan
yang lebih baik disarankan agar petani membentuk suatu kelompok
pemasaran bersama dan kemudian menjual karetnya secara bersama ke
pabrik.

Hal ini selain dapat memperpendek rantai pemasaran juga dapat

meningkatkan posisi tawar petani di tingkat pabrik. Upaya tersebut juga harus
didukung

oleh

komitmen

kelompok

yang

berkesinambungan

untuk

menghasilkan karet yang berkualitas dengan kadar karet kering (KKK) yang

1181

tinggi, yang dihasilkan dengan pembeku lateks yang dianjurkan, berukuran


seragam, bersih dari kotoran dan tidak direndam.

1182

Tabel 3. Bagian harga FOB dan marjin pemasaran bokar di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat
Uraian

Desa Dekat Pabrik


Taok
Harga (Rp/Kg)

Biaya pengolahan
(beku)
Biaya pemasaran
Harga Tk. Petani
Biaya Pemasaran
Keuntungan Pedagang
Harga Tk. Pedagang
kecil
Biaya Pemasaran
Keuntungan Pedagang
Harga Tk. Pedagang
besar
Biaya pengolahan
(Biaya pemasaran
keuntungan Prosesor)
Harga Tk. Exportir
Marjin Pemasaran

KKK

KKK

48%

100%

184.4
6,936.0

384.2
14,450.0

400.0
564.0

Desa Jauh dari Pabrik

Terusan
Harga (Rp/Kg)
%
FOB

KKK

KKK

47%

100%

1.7
64.0

136.7
7,547.0

290.9
16,057.4

833.3
1,175.0

3.7
5.2

7,800.0

16,250.0

72.0

1,000.0
500.0

2,083.3
1,041.7

9.2
4.6

979.9
573.1

2,084.9
1,219.4

9,300.0

19,375.0

85.8

9,100.0

1,602.0

7.1

1,598.9
22,575.9
8,125.9

7.1
100.0

Lundang Jaya
Harga (Rp/Kg)
%
FOB

KKK

KKK

47%

100%

110.0
7,306.0

234.0
15,544.7

9.2
5.4

1,144.0
650.0

2,434.0
1,383.0

19,361.7

85.8

9,100.0

1,602.0

7.1

1,612.2
22,575.9
6,518.5

7.1
100.0

1.3
71.1

Baya Betung
Harga (Rp/Kg)
%
FOB

%
FOB

KKK

KKK

45%

100%

184.4
6,300.0

409.8
14,000.0

1.8
62.0

500.0
400.0

1,111.1
888.9

4.9
3.9

7,200.0

16,000.0

70.9

10.8
6.1

1,000.0
500.0

2,222.2
1,111.1

9.8
4.9

19,361.7

85.8

8,700.0

19,333.3

85.6

1,602.0

7.1

1,602.0

7.1

1,612.2
22,575.9
7,031.2

7.1
100.0

1,640.6
22,575.9
8,575.9

7.3
100.0

1.0
68.9

1183

DAFTAR PUSTAKA

Haris, U. A, Anwar. I, Gonarsyah dan B, Juanda. 1998. Analisis Ekonomi


Kelembagaan Tataniaga Bahan Olah Karet Rakyat. Jurnal Penelitian
Karet. 16 (1-3): 35-58.
Hendratno, S. 1986. Analisis Organisasi Pemasaran Primer Karet Rakyat.
Laporan Penelitian, 1 (2 dan 3), 5-11.
Nancy, C. 1988. Efisiensi Pemasaran Untuk Meningkatkan Daya Saing Karet
Alam Indonesia. Bulletin Perkebunan Rakyat, 4(2), 43-47
Statistik Perkebunan Indonesia. 2009. Karet 2008-2010. Direktorat Jenderal
Perkebunan. Jakarta.

1184

RINTISAN USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG SEBAGAI ALTERNATIF


MENGURANGI AKTIVITAS PEMBAKARAN LAHAN DAN HUTAN
DI KABUPATEN OKI SUMATERA SELATAN
(Studi Kasus di Desa Ujung Tanjung Kecamatan Tulung Selapan)
Oleh :
Jauhari Efendy1, Waluyo2 dan Tumarlan Thamrin2
1)

Loka Penelitian Sapi Potong


Jln. Pahlawan No. 2 Grati Pasuruan Jawa Timur
2)

BPTP Sumatera Selatan


Jln. Kol. H. Burlian Km-6 Palembang
ABSTRAK
Selama ini masyarakat pedesaan yang tinggal di lahan agroekosistem lahan kering
dan lebak wilayah Sumatera Selatan sudah biasa melakukan aktivitas pembakaran lahan
dan hutan untuk membuka lahan baru walaupun dengan resiko cukup tinggi. South
Sumatera Forest Fire Management Project (SSFFMP) yang merupakan salah satu lembaga
bidang pelestarian lahan dan hutan merasa bertanggungjawab untuk menjaga kelestarian
alam khususnya hutan melalui program pemberdayaan masyarakat (community
development) dalam bentuk usaha penggemukan sapi potong skala usaha 8 ekor (sistem
kereman) dengan lama penggemukan 5 bulan. Sapi bakalan yang digunakan adalah sapi
Bali jantan berumur 1,5 tahun dengan bobot badan awal 206,34 3,44 kg. Pakan yang
digunakan terdiri atas rumput (rumput alam + rumput kumpai) dan legume (gamal,
lamtoro dan turi) ditambah dedak padi sebanyak 3 kg per ekor per hari. PBBH yang
dicapai sebesar 0,41 0,072 kg. Berdasarkan analisis ekonomi, kegiatan penggemukan
sapi potong ini mampu menambah pendapatan keluarga sebesar 20% atau dengan nilai R/C
= 1,2. Walaupun secara ekonomis tidak terlalu besar, namun petani berkeinginan untuk
mengembangkan usaha penggemukan sapi potong di masa yang akan datang karena
kegiatan ini tidak mengganggu pekerjaan pokok sebagai petani.
Kata kunci : penggemukan sapi potong, pemberdayaan masyarakat, sumberdaya lokal

PENDAHULUAN
Meningkatnya jumlah pengangguran dan menurunnya pendapatan riil dapat
memicu masyarakat untuk mencari sumber penghasilan baru dengan cara yang mudah dan
murah. Sebagai contoh, setiap musim kemarau tiba banyak masyarakat pedesaan yang
tinggal di lahan rawa lebak membuka hutan dengan cara menebang dan membakar untuk
kemudian ditanami padi sonor (Anne, 1999). Namun di sisi lain, apabila praktek
pembukaan lahan tersebut dibiarkan maka dalam jangka panjang dapat menimbulkan
dampak negatif terhadap kelestarian lingkungan maupun hutan itu sendiri.
Salah satu upaya mengurangi praktek perladangan berpindah adalah dengan
menciptakan kegiatan yang dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat
1185

pedesaan. Namun demikian, melihat kemampuan sumberdaya modal masyarakat yang


masih rendah maka strategi pendekatannya dapat dilakukan melalui pengembangan
kemampuan permodalan dengan memberikan stimulus berupa bantuan bergulir dimana
dalam implementasinya berdasarkan tujuh prinsip pembinaan yaitu pendekatan kelompok,
keserasian, kepemimpinan, kemitraan, swadaya, belajar sambil bekerja serta pendekatan
keluarga (Lestari, 1998).
Berdasarkan potensi dan sumberdaya (manusia dan alam) yang tersedia serta
keadaan ekonomi masyarakatnya, maka usaha penggemukan sapi potong dapat menjadi
solusi untuk menciptakan kegiatan baru serta memiliki prospek pasar yang baik. Hal ini
karena usaha tersebut tidak memerlukan waktu yang lama (4-6 bulan) sehingga perputaran
modal cepat berkembang dan pengelola (petani/peternak) dapat segera menikmati hasilnya
serta tidak banyak menyita waktu petani.
Secara umum pengkajian ini bertujuan menciptakan lapangan pekerjaan sebagai
sumber pendapatan baru bagi masyarakat pedesaan serta meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan melakukan usaha penggemukan sapi yang prospektif dan berwawasan
lingkungan. Adapun keluaran yang diharapkan adalah tumbuh dan berkembangnya usaha
penggemukan sapi potong menggunakan pakan lokal serta memanfaatkan kotoran sapi
sebagai pupuk organik.

METODOLOGI
Pendekatan
Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif dimana petani dilibatkan
sejak tahap perencanaan, pelaksanaan sampai akhir kegiatan. Metode statistik yang
digunakan adalah deskriptif analisis, dimana data hasil kegiatan ditabulasi dan diolah untuk
mendapatkan nilai rata-ratanya.
Lokasi Kegiatan
Pengkajian ini dilaksanakan di Desa Ujung Tanjung Kecamatan Tulung Selapan
Kabupaten OKI Sumatera Selatan. Jadwal pelaksanaan dari bulan Maret-Desember 2007.
Materi dan Bahan yang Digunakan serta Skala Kegiatan
Kegiatan ini menggunakan 8 ekor sapi Bali jantan sebagai bakalan, satu unit
kandang kelompok serta satu paket peralatan kandang. Bahan yang digunakan terdiri atas
satu paket pakan konsentrat (dedak padi), satu paket obat-obatan (obat cacing) serta 100

1186

bibit tanaman gamal (Glyricidia maculata). Materi dan bahan tersebut berasal dari bantuan
South Sumatera Forest Fire Management Project (SSFFMP).
Untuk mempermudah manajemen dan pengawasan maka kegiatan ini dikelola oleh
Kelompok Tani-Ternak Maju Jaya yang beranggota 16 orang dengan sistem bergulir.
Mekanisme pergulirannya ditetapkan sebagai berikut, 8 anggota mendapatkan bantuan sapi
potong terlebih dahulu yang dipilih secara acak. Kemudian 8 anggota lainnya mendapatkan
sapi potong bakalan pada periode pemeliharaan berikutnya setelah sapi-sapi potong
tersebut dijual. Pembagian serta besarnya keuntungan didasarkan pada kesepakatan yang
sudah ditetapkan secara musyawarah oleh kelompok tani-ternak.
Teknologi yang Diterapkan
No.
1.
2.

Paket teknologi**
Sistem pemeliharaan
Sistem perkandangan

3.
4.

Bangsa sapi bakalan


Manajemen pakan*

5.
6.

Air minum
Obat-obatan

Uraian/jenis teknologi
Intensif (kereman)
Kandang kelompok (komunal). Luas kandang
12 m2 atau (1,5 x 2) m2 per ekor.
Sapi Bali jantan, umur antara 1,5-2 tahun.
Rumput alam :
Jumlah pemberian 15% dari bobot badan per
ekor per hari.
Pakan tambahan (dedak padi) :
Jumlah pemberian 3 kg per ekor per hari
Ad-libitum
Obat cacing Verm-O

Keterangan
Rumput dan dedak padi
diberikan 2 kali sehari,
pagi dan sore hari.

Obat cacing diberikan


satu minggu setelah sapi
tiba di lokasi. Dosis
pemberian 1 tablet per
ekor.
7.
Penanaman HPT
Gamal (Glyricidia maculata)
Ditanam di sekitar
kandang sebagai
pagar/pelindung serta
pakan ternak sapi.
* : target produksi pertambahan bobot badan harian (PBBH) 0,5 kg per ekor per hari
** : masa pemeliharaan 5 bulan

HASIL DAN PEMBAHASAN


Potensi Sumberdaya Alam
Desa Ujung Tanjung merupakan wilayah pedesaan dengan bentangan alam berupa
lahan kering, hutan bekas penebangan serta lahan rawa lebak. Lahan kering maupun rawa
lebak memiliki areal yang cukup luas dimana sebagian besar diantaranya (terutama lahan
rawa lebak) belum dimanfaatkan untuk kegiatan usahatani.
Potensi sumberdaya pakan di Desa Ujung Tanjung dan sekitarnya berupa rumput
alam dengan berbagai jenis baik yang tumbuh di daratan maupun perairan/lebak. Pada

1187

umumnya rumput yang tumbuh daratan terdiri atas rumput teki, rumput paitan dan rumput
bento (Leersia hexandra). Sedangkan khusus di daerah lebak didominasi oleh rumput
kumpai yang terdiri atas tiga jenis, yaitu kumpai tembaga, kumpai padi dan kumpai
minyak. Namun dari ketiga jenis kumpai tersebut yang terbanyak adalah kumpai padi dan
tembaga. Selama ini rumput kumpai tersebut sudah biasa dikonsumsi ternak kerbau yang
memang sudah menjadikan lahan rawa lebak sebagai areal penggembalaannya.
Selain berbagai rumput alam, sumber pakan lainnya yang memiliki potensi cukup
besar adalah tanaman legume. Sebagaimana rumput, tanaman legume juga tumbuh secara
liar dan tidak beraturan di berbagai tempat seperti sekitar areal perkebunan karet, pinggir
jalan desa, lahan tegalan serta pekarangan rumah penduduk. Beberapa jenis legume yang
banyak terdapat di Desa Ujung Tanjung antara lain lamtoro (Leucaena leucocephala),
gamal (Glyricidia maculata) dan turi (Sesbania glandiflora). Selama ini keberadaan
berbagai tanaman legume tersebut luput dari perhatian masyarakat sehingga banyak
diantaranya yang ditebang/dibuang terutama yang tumbuh di sekitar rumah-rumah
penduduk karena dianggap sebagai tanaman tidak produktif.
Implementasi Teknologi Penggemukan Sapi Potong
Bagi sebagian besar masyarakat di Desa Ujung Tanjung, usaha penggemukan sapi
potong merupakan aktivitas yang relatif baru. Selama ini aktivitas keseharian penduduk
setempat terfokus pada usaha pertanian tanaman pangan (padi gogo + padi sonor) dan
perkebunan karet yang umumnya sebagai petani penggaduh/penggarap. Disamping itu,
terdapat juga aktivitas sambilan yang dilakukan sebagian masyarakat yaitu mencari kayu
bakar di bekas areal penebangan hutan. Dengan melihat kondisi masyarakat tersebut, maka
rintisan kegiatan penggemukan sapi potong membutuhkan bimbingan dan pendampingan
yang cukup intensif, mulai dari tahap perencanaan usaha, pemilihan sapi bakalan,
pembuatan kandang, pemberian pakan, manajemen pemeliharaan sampai pemasaran.
Sapi bakalan
Dalam usaha penggemukan sapi potong, pemilihan sapi bakalan merupakan faktor
yang sangat menentukan keberhasilan usaha. Secara teknis, pemilihan sapi bakalan
diarahkan pada beberapa faktor, yaitu ketersediaan bibit di pasaran, harga sapi bakalan,
potensi pakan lokal serta preferensi petani maupun konsumen. Berkaitan dengan berbagai
pertimbangan di atas, maka bibit/bakalan sapi potong yang dipilih adalah sapi Bali jantan
berumur sekitar 1,5 tahun dengan bobot badan awal kegiatan sebesar 206,34 3,44 kg.

1188

Pemilihan sapi Bali sebagai bakalan sapi potong, disamping atas dasar
pertimbangan di atas juga karena memiliki tingkat adaptasi yang baik terhadap kondisi
lingkungan serta produktivitasnya cukup tinggi. Banyak laporan dari beberapa hasil
penelitian menunjukkan bahwa sapi Bali memiliki sifat-sifat dan kemampuan produksi
yang cukup tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu indikator seleksi. Beberapa
indikator sifat-sifat produksi yang dapat dilihat diantaranya bobot dewasa, laju
pertambahan bobot badan serta persentase dan kualitas karkas (Pane, 1991).
Manajemen Pakan dan Performans PBBH
Dalam usaha penggemukan sapi potong, komponen pakan merupakan biaya
terbesar setelah pembelian bibit/bakalan. Pemberian pakan ad-libitum adalah tindakan
pemborosan disamping menguras tenaga kerja, sebaliknya pemberian pakan sesuai
kebutuhan nutrisi ternak merupakan langkah tepat dan bijaksana mengingat sumberdaya
pakan di alam tersedia dalam jumlah terbatas.
Pakan yang diberikan terdiri dari dua jenis, yaitu hijauan (rumput alam + legume)
dan konsentrat (dedak padi). Jumlah pemberian hijauan sebanyak 15% dari bobot badan
per ekor per hari, sedangkan dedak padi sebanyak 3 kg per ekor per hari dengan frekuensi
pemberian 2 kali sehari pagi dan sore hari.
Untuk meningkatkan efisiensi dan kecernaan ransum, pemberian konsentrat
dilakukan dua jam sebelum hijauan. Pemberian hijauan yang hampir bersamaan dengan
konsentrat akan berakibat pada penurunan kecernaan bahan kering dan bahan organik
ransum. Hal ini karena mikroorganisme dalam rumen mempunyai preferensi untuk
mencerna konsentrat terlebih dahulu yang lebih banyak mengandung pati (Siregar, 2002).
Dari implementasi pemberian pakan tersebut diperoleh PBBH rata-rata 0,41 +
0,072 kg per ekor per hari (dari target 0,50 kg per ekor per hari). Berdasarkan beberapa
hasil penelitian sebelumnya, maka PBBH yang telah dicapai termasuk dalam kategori
cukup tinggi. Amril et al. (1990) melaporkan bahwa sapi Bali yang diberi pakan rumput
lapangan saja menghasilkan PBBH sebesar 0,177 kg per ekor per hari, sedangkan yang
diberi pakan rumput lapangan ditambah konsentrat menghasilkan PBBH sebesar 0,314 kg
per ekor per hari. Sementara itu, sapi Bali yang diberi pakan rumput dan pucuk tebu
ditambah konsentrat 1% dari BB menghasilkan laju pertambahan bobot badan harian
sebesar 0,69-0,82 kg per ekor (Soemarmi et al., 1985). Tingginya PBBH yang dicapai
dalam pengkajian ini karena pakan yang diberikan cukup beragam, kuantitas sesuai

1189

kebutuhan ternak serta memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi terutama pada
legume dan rumput kumpai (Tabel 1).
Tabel 1. Kandungan nutrisi beberapa hijauan pakan ternak
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nama hijauan
Rumput lapang
Rumput kumpai padi (Hymenache interupta)
Rumput kumpai tembaga (Ischaenum aristatum)
Daun gamal (Glyricidia maculata)
Daun lamtoro (Leucaena leucosephala)
Daun turi (Sesbania glandiflora)

PK
13,13
13,03

Kandungan nutrisi (%)


SK
LK
27,69
27,87

Abu
16,19
8,25

Dengan kondisi saat ini dimana jumlah populasi sapi potong di Desa Ujung
Tanjung masih rendah yaitu 126 ekor (tahun 2007), masih memungkinkan bagi peternak
untuk dapat memberikan hijauan dengan berbagai jenis serta jumlah yang cukup. Namun
ke depan apabila populasi sapi potong maupun ternak ruminansia lainnya meningkat maka
tidak saja dibutuhkan hijauan yang cukup, tetapi juga dituntut kesadaran masyarakat bahwa
beberapa jenis hijauan yang ada di Desa Ujung Tanjung dan sekitarnya merupakan
sumberdaya alam yang potensial dalam usaha pengembangan ternak ruminansia khususnya
sapi. Hal ini perlu ditekankan agar penduduk setempat tidak lagi membuka lahan dengan
cara membakar supaya sumberdaya pakan tetap terjaga kelestariannya.
Sistem perkandangan
Dalam kegiatan usaha penggemukan sapi potong sistem kereman, kandang tidak
saja sebagai tempat berlindung tetapi sebagai salah satu faktor produksi. Artinya,
keberhasilan atau kegagalan dalam usaha penggemukan sapi potong ditentukan juga oleh
fungsi kandang.
Kandang menggunakan tipe individu kapasitas 8 ekor. Ukuran per ekor : panjang
2,0 meter dan lebar 1,0 meter. Perlengkapan kandang terdiri atas palungan (tempat pakan),
ember (tempat minum), tempat penampungan pakan (hijauan), kandang jepit/kandang
penimbangan ternak (berukuran 2 m x 0,75 m) serta selokan.
Bahan kandang terdiri atas kayu dan bambu serta bahan-bahan lain yang tersedia di
lokasi peternakan. Atap menggunakan bahan genting dengan model shade. Dinding
kandang dibuat semi terbuka agar sirkulasi udara dapat berjalan dengan lancar. Lantai
kandang terbuat dari tanah yang dipadatkan dan pada bagian atas dilapisi semen dengan
posisi miring ke belakang. Untuk memudahkan dalam membersihkan kotoran, peternak
dilengkapi berbagai macam peralatan diantaranya sepatu boot, sekop, lori dan cangkul.

1190

Analisa Usahatani dan Respon Petani Kooperator (Peternak)


Total komponen biaya penggemukan sapi potong adalah sebesar 30.500.000,-,
terdiri atas 1) pembelian sapi bakalan, 2) penyusutan kandang, 3) pakan konsentrat (dedak
padi) dan 4) obat-obatan. Sedangkan total penerimaan sebesar Rp 35.500.000,- yang
berasal dari penjualan ternak sapi. Berdasarkan hasil analisa usahatani maka diperoleh
angka R/C sebesar 1,2. Artinya, kegiatan penggemukan sapi potong (skala usaha 8 ekor
dengan lama penggemukan 5 bulan) memberikan keuntungan sebanyak 20% dari modal
usahatani atau Rp 5.000.000,-. Secara ekonomis, besarnya keuntungan yang diterima setiap
peternak dalam satu periode pemeliharaan tidak terlalu besar, yaitu Rp 625.000,- (Rp
125.000,- per peternak per bulan). Namun demikian, peternak (petani kooperator)
memberikan respon positif terhadap kegiatan ini yang ditunjukkan dengan keinginannya
untuk mengembangkan usaha penggemukan sapi potong di waktu mendatang.
Tumbuhnya minat dan keinginan peternak untuk mengembangkan usaha
penggemukan sapi potong karena dua alasan pokok. Pertama, aktivitas ini tidak banyak
menyita waktu dan tenaga, dimana dalam sehari hanya dibutuhkan waktu sekitar 3 jam (1
jam membersihkan kandang, 2 jam mencari rumput). Dengan demikian, secara umum
usaha penggemukan sapi potong tidak mengganggu aktivitas pokok sebagai petani padi
maupun petani penggarap di perkebunan karet. Alasan kedua, walaupun keuntungan yang
diperoleh tidak terlalu besar, tetapi secara ekonomis dapat menambah pendapatan keluarga
20% per bulan dari total pendapatan yang berkisar antara Rp 600.000-750.000,-.

KESIMPULAN
Dengan melihat potensi sumberdaya (alam + manusia) yang tersedia di Desa Ujung
Tanjung maka usaha penggemukan sapi potong merupakan salah satu cabang usahatani
yang prospektif untuk dikembangkan. Sapi Bali yang digemukkan selama 5 bulan mampu
memberikan PBBH sebesar 0,41 + 0,072 kg dengan komposisi pakan hijauan (rumput dan
legume) sebanyak 15% dari bobot badan per ekor per hari dan konsentrat (dedak padi)
sebanyak 3 kg per ekor per hari.
Walaupun secara ekonomis sumbangannya terhadap pendapatan keluarga sebesar
Rp 125.000,- per bulan, namun petani merasa bahwa kegiatan usaha penggemukan sapi
potong cukup membantu ekonomi keluarga karena secara umum aktivitas ini tidak
mengganggu pekerjaan pokok sebagai petani.

1191

Dampak positif yang diharapkan dari kegiatan pengkajian ini disamping sebagai
upaya untuk pemberdayaan masyarakat (meningkatkan pengetahuan dan menambah
pendapatan keluarga) juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa hijauan yang
tumbuh di Desa Ujung Tanjung merupakan bahan lokal yang harus dijaga kelestariannya.

DAFTAR PUSTAKA
Amril, M.A., S. Rasjid dan S. Hasan. 1990. Rumput Lapangan dan Jerami Padi Ammoniasi
Urea sebagai Sumber Hijauan dalam Penggemukan Sapi Bali Jantan dengan
Makanan Penguat. Prosiding Seminar Nasional Sapi Bali Tanggal 20-22
September 1990. Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Denpasar.
Anne, G. 1999. The Suistainable Development of Tree Crops and The Prevention of
Vegetation Fires in South Sumatera-Indonesia. European Union Ministry of
Forestry and Estate Crop. Forest Fire Prevention and Control Project. Palembang.
Lestari, B. 1998. Metode Penyuluhan Efektif untuk Pembentukan Kelompok Tani-Ternak
Mandiri. Prosiding Seminar Nasional Jilid II (hal 835-840). Pusat Penelitian dan
Pengembangan Peternakan. Bogor.
Pane, I. 1991. Produktivitas dan Breeding Sapi Bali. Prosiding Seminar Nasional Sapi Bali
Tanggal 2-3 September 1991. Fakultas Peternakan Universitas Hasanudin. Ujung
Pandang.
Siregar, S.B. 2002. Penggemukan Sapi Cetakan ke-7. PT. Penebar Swadaya. Jakarta.
Soemarmi, A. Musofie dan N.K. Wardhani. 1985. Pengaruh Pemberian Wafer Pucuk Tebu
terhadap Pertambahan Berat Badan Sapi Bali Jantan. Prosiding Seminar
Pemanfaatan Limbah Tebu untuk Pakan Ternak. Lokakarya Nasional Sapi Potong
2004. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Bogor.

TANAMAN SELA SEBAGAI TAMBAHAN PENDAPATAN


BAGI PETANI KARET
(Studi Kasus di Desa Lubuk Bandung, Kabupaten Ogan Ilir,
Provinsi Sumatera Selatan)
Dwi Shinta Agustina, L.F. Syarifa, C. Nancy, dan M.J. Rosyid
Balai Penelitian Sembawa, PO BOX 1127 Palembang 30001
ABSTRAK
Salah satu alternatif untuk meningkatkan pendapatan petani karet rakyat
adalah adanya komoditas pendukung yang diusahakan secara mix-cropping
dengan tanaman karet. Tanaman nenas merupakan salah satu jenis tanaman sela
yang dianjurkan ditanam di antara tanaman karet sebelum berumur tiga tahun.
Salah satu desa di Provinsi Sumatera Selatan yang mengusahakan tanaman sela
1192

nenas sebagai sumber pendapatan tambahan adalah Desa Lubuk Bandung


Kabupaten Ogan Ilir. Tulisan ini menampilkan gambaran usahatani karet dengan
tanaman sela nenas yang dilakukan oleh petani karet rakyat di Desa Lubuk
Bandung.
Petani di Desa Lubuk Bandung merupakan petani proyek sehingga telah
mempunyai minat dan motivasi yang kuat untuk menerapkan teknologi anjuran. Hal
ini terlihat dari produksi tanaman karet yang cukup tinggi serta input yang diberikan
pada tanaman karet dan tanaman sela sudah sesuai dengan anjuran. Tanaman sela
yang umum diusahakan oleh petani meliputi padi dan nenas. Produksi yang
diperoleh dari tanaman padi digunakan petani untuk memenuhi konsumsi keluarga
sedangkan produksi nenas memberikan pendapatan sebesar Rp 12,2 juta. Rata-rata
pendapatan usahatani di Desa Lubuk Bandung adalah Rp 21,2 juta per tahun.
Kata kunci : Hevea brasiliensis, usahatani karet, tanaman sela nenas
PENDAHULUAN
Provinsi Sumatera Selatan merupakan sentra perkebunan karet rakyat
terbesar di Indonesia. Luas areal karet Provinsi Sumatera Selatan pada tahun
2003 mencapai 928 ribu ha, terdiri dari 866 ribu ha perkebunan karet rakyat (93%
dari total luasan karet) dan sisanya merupakan perkebunan besar (Dinas
Perkebunan Provinsi Sumsel, 2006). Permasalahan umum yang dihadapi pada
perkebunan karet rakyat adalah rendahnya produktivitas perkebunan karet rakyat.
Hal ini disebabkan antara lain oleh : 1). Masih banyak petani yang menggunakan
bibit seedling sebagai bahan tanam, 2). Kurangnya pemeliharaan kebun sehingga
kondisinya lebih mirip hutan karet, 3). Masih luasnya areal kebun karet tua yang
perlu diremajakan, dan 4). Kerusakan bidang sadap akibat penyadapan yang
terlalu berat.
Untuk mengoptimalkan usahatani karet, pengusahaan tanaman sela di
antara tanaman karet dapat menjadi salah satu alternatif teknologi bagi
perkebunan karet rakyat. Penanaman tanaman sela diantara tanaman karet
terutama pada masa tanaman karet belum menghasilkan dapat menambah
sumber pendapatan petani, meningkatkan produktivitas lahan serta meningkatkan
intensitas pemeliharaan kebun (Rosyid, 2006).
Di Indonesia, sistem tumpang sari tanaman setahun maupun tanaman
tahunan dengan berbagai tanaman perkebunan juga merupakan salah satu
contoh yang baik, seperti tumpang sari tanaman pangan, vanili atau kakao di
antara kelapa (Darwis, 1988 dalam Rosyid dkk., 1992); cengkeh dengan kopi dan

1193

vanili di Bali; tanaman pangan, buah-buahan, tanaman tahunan lainnya di antara


karet (Barlow dan Muharminto, 1982; Wibawa dkk., 1985; Rosyid dkk., 1987;
Gouyon dan Nancy, 1989; Rosyid dkk., 1993).
Petani karet di Sumatera Selatan baik petani proyek maupun non-proyek
telah melakukan diversifikasi usahataninya baik dengan tanaman palawija
maupun tanaman tahunan; seperti kopi, kakao, melinjo, duku, dan tanaman
lainnya yang dinilai menguntungkan (Rosyid dkk., 1992). Salah satu jenis tanaman
sela yang dianjurkan untuk ditanam di antara karet sebelum berumur tiga tahun
adalah tanaman nenas.
Pola usahatani karet dengan tanaman sela nenas telah dipraktekkan oleh
petani di Desa Lubuk Bandung Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan.
Tulisan ini menampilkan gambaran usahatani karet dengan tanaman sela nenas
yang dilakukan oleh petani karet rakyat di Desa Lubuk Bandung.

KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PETANI DESA LUBUK BANDUNG

Sebagian besar petani di Desa Lubuk Bandung sudah menanam bibit karet
unggul, karena mereka pernah mengikuti proyek pembangunan demonstrasi plot
oleh Balai Penelitian Sembawa pada tahun 1994 dan proyek kehutanan pada tahun
2004. Pekerjaan pokok mereka adalah petani karet sehingga pendapatan utama
petani diperoleh dari hasil karet.
Rata-rata total pemilikan lahan petani adalah 2 ha, terdiri dari 1 ha lahan karet
belum menghasilkan (TBM) dan 1 ha lahan karet menghasilkan (TM). Pada lahan
karet TBM mayoritas petani sudah menanam bibit karet okulasi sedangkan pada
lahan karet TM yang umurnya antara 6 16 tahun, jenis bibit yang ditanam petani
masih beragam yaitu seedling, okulasi dan bibit campuran.

KARAKTERISTIK USAHATANI KARET DI DESA LUBUK BANDUNG

Usahatani karet di Desa Lubuk Bandung telah menerapkan teknis budidaya


karet sesuai dengan rekomendasi. Sebagai sumber pendapatan selain karet
terutama pada masa tiga tahun tanaman belum menghasilkan, petani di Desa Lubuk

1194

Bandung menanam tanaman sela di antara tanaman karet. Teknologi tanaman sela
yang dilaksanakan oleh petani pada umumnya sesuai dengan rekomendasi. Hal ini
karena pada saat pelaksanaan proyek pembangunan demonstrasi plot oleh Balai
Penelitian Sembawa pada tahun 1994, petani sudah mendapatkan pengetahuan
mengenai teknis budidaya karet dengan tanaman sela.
Pada tiga tahun pertama masa tanaman karet belum menghasilkan, petani
menanam tanaman sela di antara karet berupa padi dan nenas. Setelah pembukaan
lahan, petani langsung menanami lahan mereka dengan nenas. Kegiatan ini
berlangsung pada bulan September. Kemudian pada bulan Oktober, petani mulai
menanam padi dan dilanjutkan dengan penanaman karet pada bulan November.
Pemilihan jenis tanaman sela perlu mempertimbangkan faktor sosial ekonomi
petani, peluang pasar disamping faktor agronomis dan ketahanan terhadap
naungan. Selain itu, faktor persaingan antara tanaman sela dengan tanaman karet
perlu menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan jenis tanaman sela.
Persaingan antara karet dengan tanaman sela tertentu akan dapat terjadi
secepatnya setelah tahun pertama (Wibawa dkk., 1999). Untuk menghindari
persaingan antara tanaman sela dan tanaman karet, perlu dilakukan pengaturan
jarak tanam. Balai Penelitian Sembawa (2003) menganjurkan jarak tanaman sela
terdekat dengan tanaman karet untuk tanaman nenas adalah 100 cm. Keragaan
pertumbuhan tanaman karet dengan tanaman sela nenas di Desa Lubuk Bandung
ditampilkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Keragaan Pertumbuhan Tanaman Karet dengan Tanaman Sela Nenas


di Desa Lubuk Bandung, Kabupaten Ogan Ilir

1195

Dari Gambar 1 terlihat bahwa petani telah terlebih dahulu menanam nenas
sebelum menanam karet. Penanaman tanaman sela nenas diberi jarak dengan
tanaman karet sehingga tidak terjadi persaingan dalam pertumbuhan masingmasing tanaman. Usahatani karet dengan tanaman sela nenas pada umumnya
dilakukan sampai dengan tanaman karet berumur tiga tahun.

PENDAPATAN USAHATANI

Pendapatan usahatani merupakan total pendapatan yang diterima petani


dari berbagai cabang usahatani yang diusahakannya. Cabang usahatani yang
umum ditemukan di Desa Lubuk Bandung adalah usahatani karet dengan
tanaman sela padi dan nenas.
Produksi padi yang diperoleh dari dua kali panen di Desa Lubuk Bandung
masing-masing adalah 60 dan 20 kaleng (1 kaleng sama dengan 20 kg). Produksi
padi pada umumnya dikonsumsi sendiri oleh keluarga petani sehingga petani tidak
memperoleh pendapatan dari usahatani tanaman sela padi. Oleh karena itu pada
tulisan ini tidak dibahas mengenai analisis input-output tanaman sela padi secara
rinci.
Berbeda dengan tanaman sela padi, produksi tanaman sela nenas yang
diperoleh dari tiga kali panen, memberikan pendapatan bagi petani. Pemanenan
buah nenas dilakukan sebanyak tiga kali dalam satu periode tanam. Pemanenan
pertama adalah pemanenan buah induk, pemanenan kedua adalah pemanenan
buah anak, dan panen ketiga adalah panen buah catok. Produksi terbesar
diperoleh petani pada saat pemanenan buah anak sedangkan produksi terendah
diperoleh pada saat pemanenan buah induk. Namun ukuran buah induk lebih
besar dibandingkan dengan ukuran buah anak. Besar kecilnya ukuran buah ini
menentukan tingkat harga jual masing-masing buah. Harga jual buah induk lebih
tinggi dibandingkan dengan harga jual buah anak dan buah catok. Analisis inputoutput usahatani tanaman sela nenas di Desa Lubuk Bandung disajikan pada
Tabel 1.

1196

Tabel 1. Analisis Input Output Usahatani Nenas di Desa Lubuk Bandung


Komponen Biaya

Biaya
Produksi
Penerimaan
Pendapatan
(Rp/ha/tahun)
(buah)
(Rp/tahun)
(Rp/tahun)
Persiapan lahan
1.990.000
-1.990.000
Penanaman
1.000.000
- 1.000.000
Pengkarbitan I
40.000
- 40.000
Panen buah induk
1.280.000
16.000
8.000.000
6.720.000
Pengkarbitan II
96.000
- 96.000
Panen buah anak
3.200.000
40.000
10.000.000
6.800.000
Pengkarbitan III
192.000
- 192.000
Panen buah catok
100.000
25.000
3.125.000
3.025.000
Pembersihan
1.000.000
- 1.000.000
8.898.000
21.125.000
12.227.000
Total
Keterangan : Harga buah induk Rp 500,00
Harga buah anak Rp 250,00
Harga buah catok Rp 125,00
Harga yang berlaku adalah harga pada tahun 2006 di tingkat desa
Lubuk Bandung

Data pada Tabel 1 menunjukkan bahwa usahatani tanaman sela nenas di


antara tanaman karet memberikan pendapatan bagi petani sebesar Rp 12,2 juta
per tahun. Pendapatan ini diperoleh setelah dikurangi biaya usahatani sebesar Rp
8,9 juta per tahun. Nilai R/C ratio (nilai perbandingan antara penerimaan dan
biaya) dari usahatani nenas di Desa Lubuk Bandung adalah 2,37. Nilai ini
menunjukkan

bahwa

secara

ekonomis

usahatani

tanaman

sela

nenas

menguntungkan karena nilai R/C ratio yang diberikan adalah > 1.


Dari Tabel 1 juga terlihat bahwa secara keseluruhan komponen biaya yang
terbesar dalam usahatani tanaman sela nenas adalah pada kegiatan panen buah
anak. Hal ini ditimbulkan oleh biaya tenaga kerja panen yang cukup besar karena
buah yang dipanen cukup banyak. Pada umumnya tenaga kerja dibayar dengan
sistem borong dan tenaga kerja keluarga tidak diperhitungkan sebagai biaya.
Perincian biaya produksi usahatani tanaman sela nenas di Desa Lubuk Bandung
disajikan pada Tabel 2.

1197

Tabel 2. Perincian Biaya Produksi Usahatani Tanaman Sela Nenas di Desa


Lubuk Bandung
Kegiatan
Persiapan
lahan
Penanaman
Pengkarbitan I
Panen
buah
induk
Pengkarbitan II
Panen
buah
anak
Pengkarbitan III
Panen
buah
catok
Pembersihan
Total Biaya

Unit
HOK

Tenaga Kerja
Jumlah
Biaya
78
1.950.000

Jenis
Kawat ikat

HOK
HOK
HOK

0
0
borong

0
0
1.280.000

Bibit nenas
Karbit
-

HOK
HOK

0
borong

0
3.200.000

HOK
HOK

0
borong

0
100.000

HOK

borong
1.000.000
7.530.000 (85)

Bahan
Unit
Jumlah
kg
4
rumpun
kg
-

20000
3
-

Karbit

kg

Karbit

kg

16

Biaya
40.000

Total
Biaya
1.990.000

1.000.000
40.000
-

1.000.000
40.000
1.280.000

96.000
-

96.000
3.200.000

192.000
-

192.000
100.000

1.368.000 (15)

1.000.000
8.898.000

Keterangan : Angka dalam kurung menunjukkan persentase terhadap total

Dari data yang ditampilkan pada Tabel 2 terlihat bahwa biaya produksi
terbesar adalah komponen biaya tenaga kerja yang menyerap biaya sekitar 85%
dari total biaya produksi sedangkan sisanya sebanyak 15% merupakan biaya
bahan. Biaya bahan yang terbesar adalah biaya pembelian bibit nenas kemudian
biaya pembelian karbit dan biaya pembelian kawat untuk pemagaran. Pembelian
karbit dilakukan sebanyak tiga kali dengan jumlah pembelian yang bervariasi
dimana jumlah pembelian terbesar adalah pada saat pemanenan buah catok.
Produksi rata-rata dari hasil karet di Desa Lubuk Bandung adalah 1482
kg/ha/tahun. Dari sejumlah produksi tersebut, rata-rata pendapatan yang diterima
petani adalah Rp 9 juta per tahun. Pendapatan tersebut diterima setelah dikurangi
biaya usahatani rata-rata sebesar Rp 579 ribu per tahun. Pendapatan dari
usahatani karet diperoleh selama 25 tahun dan dimulai pada saat tanaman karet
berumur 6 tahun. Grafik produksi tanaman karet di Desa Lubuk Bandung mulai
tahun sadap pertama (umur tanaman 6 tahun) sampai dengan tahun sadap ke 25
(umur tanaman 30 tahun) dapat dilihat pada Gambar 2.

1198

2500
2000
1500
Produksi tahun ke1000
500
0
1

9 11 13 15 17 19 21 23 25

Gambar 2. Grafik Produksi Tanaman Karet di Desa Lubuk Bandung

Rata-rata produksi tanaman karet yang diperoleh oleh petani di Desa Lubuk
Bandung cukup tinggi karena pada umumnya petani sudah menanam bibit karet
okulasi dan pemeliharaan yang dilakukan cukup intensif. Dari Gambar 2 terlihat
bahwa produksi karet petani di Desa Lubuk Bandung mulai dari tahun pertama
sadap sampai dengan tahun ke 25 sadap berfluktuasi dari tahun ke tahun dengan
pola yang cenderung menurun.
Secara keseluruhan, pendapatan usahatani petani di Desa Lubuk Bandung
dari karet dan nenas tergolong tinggi yaitu rata-rata Rp 21,2 juta per tahun.
Kontribusi tanaman sela nenas cukup besar terhadap total pendapatan usahatani
yaitu 58% dari total pendapatan sedangkan tanaman karet memberikan kontribusi
42% terhadap total pendapatan usahatani.
Ditinjau dari kelayakan untuk memenuhi standar upah minimum regional
Provinsi Sumatera Selatan, pendapatan total usahatani karet dengan tanaman
sela sudah memenuhi kriteria tersebut. Upah minimum regional Provinsi Sumatera
Selatan adalah Rp 720 ribu per bulan (Keputusan Depnaker, 2007). Dilihat dari
pendapatan usahatani yang diterima petani di Desa Lubuk Bandung diketahui
bahwa pendapatan usahatani yang diterima telah memenuhi standar upah
minimum regional Provinsi Sumatera Selatan. Dengan demikian dapat dikatakan
bahwa pengusahaan tanaman sela di antara tanaman karet layak dari sisi
pendapatan.

1199

SIMPULAN DAN SARAN

Pengusahaan tanaman sela nenas di antara tanaman karet memberikan


keuntungan bagi petani. Rata-rata pendapatan usahatani karet dengan tanaman
sela yang diperoleh petani di Desa Lubuk Bandung adalah Rp 21,2 juta per tahun.
Petani di Desa Lubuk Bandung sudah menerapkan teknologi karet dan tanaman
sela sesuai dengan anjuran. Kontribusi pendapatan dari tanaman sela nenas
cukup besar yaitu 58% terhadap total pendapatan usahatani. Pendapatan
usahatani ini telah memenuhi standar upah minimum regional Provinsi Sumatera
Selatan sehingga pengusahaannya layak dari sisi pendapatan.
Dari hasil penelitian dapat disarankan agar pengusahaan tanaman sela
nenas di antara tanaman karet dapat dilaksanakan lebih intensif dan
berkesinambungan sebagai sumber pendapatan bagi petani terutama selama
tanaman karet berumur tiga tahun.

DAFTAR PUSTAKA
Balai Penelitian Sembawa, 2003. Sapta Bina Usahatani Karet. Balai Penelitian
Sembawa, Pusat Penelitian Karet.
Barlow, C dan Muharminto. 1982. Smallholder Rubber in South Sumatra. Toward
Economic Improvement. Doc. BPP Bogor dan ANU, 78 pp.
Gouyon, A dan C. Nancy. 1989. Increasing the Productivity of Rubber
Smallholders in Indonesia : A Study of Agro-economic Constrains and
Proposals. Paper for the Rubber Growers Conference, 26 pp.
Keputusan Menteri Tenaga Kerja. 2007. Ketetapan UMR 2007. Jakarta.
Rosyid, M.J., G. Wibawa, U. Junaidi, dan A. Gunawan. 1992. Pengujian
Diversifikasi Beberapa Tanaman Tahunan di Antara Tanaman Karet.
Risalah Seminar Hasil Penelitian Balai Penelitian Sembawa Tahun
1992/1993. h. 105-125.
Rosyid, 2006. Budidaya Tanaman Sela Berbasis Karet. Makalah disampaikan
pada acara Gelar Teknologi di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, 31 Mei
1 Juni 2006. Balai Penelitian Sembawa, Pusat Penelitian Karet.

1200

Rosyid, M.J., G. Wibawa, dan A. Gunawan, 1993. Pola Usahatani Terpadu pada
Perkebunan Karet untuk Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Lahan.
Makalah disajikan pada Temu Aplikasi Paket Teknologi Usahatani di BIP,
Aceh, 45 pp.
Rosyid, M.J., G. Wibawa, U. Junaidi, dan A. Gunawan. 1992. Pengujian
Diversifikasi Beberapa Tanaman Tahunan di Antara Tanaman Karet.
Risalah Seminar Hasil Penelitian Balai Penelitian Sembawa Tahun
1992/1993. h. 105-125.
Rosyid, M.J., G. Wibawa, dan S. Arifin. 1987. Hasil dan Rencana Penelitian Pola
Usahatani Lahan Kering di Sembawa dan Batumarta. Dalam : Mahyudin
Syam, et al. 1987. Risalah Lokakarya Pola Usahatani, Buku 2. Badan
Litbangtan.
Wibawa, G, M.J. Rosyid, Suryatna Effendi, dan T. Subagio. 1985. Increasing of
Land Productivity of Red Yellow Podzolic Soil through Rubber Based
Farming System. Proceeding of International Workshop on Cropping/
Farming System, Sukarame, Indonesia.
Wibawa, G, A. Gunawan, dan M.J. Rosyid. 1999. Pola Tumpangsari berbasis
karet sebagai alternatif potensial untuk pengembangan karet rakyat di
Sumatera Selatan. Prosiding Seminar Nasional Pertanian Terpadu,
Palembang, 13 Februari 1999. h. 73-92.

1201