Anda di halaman 1dari 2

Berasal dari kata gaster (lambung), karena pada tahap ini dibentuk bakal saluran

pencernaan. Pada tahap ini terjadi dinaminasi daerah-daearh bakal pembentuk alat pada
blastula, diatur dan dideretkan sesuai dengan bentuk dan susunan tubuh. Gastrulasi pada Aves
hampir mirip dengan gastrulasi pada mamalia, oleh karena itu, sebgai perbandingan
disediakan
video
animasi
Gastrulasi
pada
mamilia
di
atas.
Ciri utama dari gastrulasi Aves adalah adanya daerah unsur primitif (primitive streak). Daerah
ini mula-mula tampak sebagai suatu penebalan pada bagian tengah dari area pelucida bagian
posterior yang disebabkan karena adanya migrasi sel-sel dari daerah posteriolateral ke bagian
tengah area pelucida. Bagian penebalan menyempit, bergerak ke anterior dan mengerut
membentuk suatu parit yang disebut daerah unsur primitif. Lekukannya disebut lekukan
primitif dan berperan sebagai blastoporus. Pada ujung anterior terjadi penebalan disebut
nodus Hensen (Hensen node). Bagian tengah nodus Hensen berbentuk sebagai suatu sumur
dan melalui tepinya akan dilalui oleh sel-sel yang masuk ke rongga blastula.

Gambar 1. Tahapan Awal Gastrulasi


Gastrulasi pada Aves dilaksanakan oleh sel-sel yang bergerak secara sendiri-sendiri serta
terkoordinasi, dari luar masuk ke dalam embrio, bukan melalui gerakan sel bersama dalam
bentuk suatu lempengan. Gastrulasi pada Aves tidak membentuk archentron sejati. Setelah
endoderm dibentuk, yang menjadi archentron adalah rongga subgerminal yang bagian
atasnya dibatasi oleh endoderm, sedang dasarnya adalah yolk. Sel-sel yang pertama
bermigrasi melalui daerah unsur primitif adalah sel yang akan menjadi endoderm. Sel-sel ini
bergerak ke anterior, bergabung dengan hipoblas dan akhirnya menggantikan hipoblast pada
bagian anterior dari embrio. Sel berikutnya yang masuk melalui nodus Hensen juga bergerak
ke anterior, tetapi tidak bergerak sejauh bakal endoderm. Sel-sel ini tetap berada di antara
epiblast dan endoderm untuk membentuk mesoderm kepala dan notochord. Sel-sel yang
masuk ini semua bergerak ke anterior, mendorong epiblast bagian tengah ke atas sehingga
akhirnya terbentuk lipatan kepala. Sementara itu, makin banyak sel-sel bermigrasi masuk
melalui daerah unsur primitif yang setelah masuk kedalam rongga blastula mereka
memisahkan diri menjadi dua arah, satu masuk lebih dalam dan bergabung dengan hipoblast
serta mendorong hipoblast ke tepi. Sel-sel ini akan membentuk semua organ-organ
endodermal dan sebagian besar selaput ekstra-embrio. Kelompok kedua menyebar
membentuk suatu lembaran yang terbentang diantara epiblast dan hipoblas. Lembaran ini
yang membentuk bagian mesoderm dari embrio dan selaput ekstra-embrio.

Gambar 2. Tiga Dimensis Gastrulasi


Sementra pembentukan mesoderm berlangsung, daerah unsure primitif mulai memendek
sehingga nodus Hensen berpindah letak dari di tengah area pelusida menjadi berada di bagian
posterior. Dengan perkataan lain, nodus Hensen bergerak ke posterior dan notokord posterior
terbentuk. Akhirnya nodus bergeser mencapai posisinya yang paling posterior dan
membentuk daerah anal. Pada tahap ini epiblast seluruhnya terdiri atas bakal sel-sel ektoderm
yang berepiboli hingga mengelilingi yolk. Gastrulasi telah selesai dengan dibentuknya
eksoderm, digantinya hipoblas dengan endoderm dan terletaknya mesoderm di antara kedua
lapisan ini.

Gambar 3. Peta Nasib (Fate map) Gastrulasi