Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas berkat dan hadirat kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas berkat dan kemurahanNya karya ilmiah ini dapat diselesaikan sesuai yang
diharapkan. Dalam karya ilmiah ini saya mengangkat sebuah topik yang berjudul
Manfaat Buah Naga Merah bagi Kesehatan.
Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari karya ilmiah ini, baik
dari materi maupun penyajian dan bahasa tulisan, mengingat kurangnya
pengetahuan dan pengalaman saya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun sangat saya harapkan. Demikian karya ilmiah ini saya buat, semoga
bermanfaat.

Palangka Raya, 17 April 2015

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................

ii

DAFTAR ISI..............................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................


1.1 Latar Belakang Masalah ...............................................................
1.2 Rumusan Masalah......................................................................
1.3 Tujuan Penulisan .......................................................................
1.4 Manfaat Penulisan .....................................................................
1.5 MetodePenulisan........................................................................

1
1
2
2
2
2

BAB II PENGAMATAN BUAH NAGA MERAH........................


2.1 Sejarah Singkat Buah Naga Merah.................................................
2.2 Morfologi Buah Naga ................................................................
2.3Jenis jenis Buah Naga................................................................

3
2
4
6

BAB III PEMBAHASAN............................................................


3.1 Manfaat Umum Buah Naga Merah ...............................................
3.2 Khasiat Serat Buah Naga Merah bagi kesehatan...............................

7
7
8

BAB IV PENUTUP.....................................................................
KESIMPULAN............................................................................
A SARAN...................................................................................
B DAFTAR PUSTAKA...............................................................

9
9
9
10

iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Masalah


Indonesia dikenal dengan daerah tropis oleh sebab itu semua jenis tumbuhan

bisa tumbuh subur. Di Indonesia telah dibudidayakan salah satu jenis tanaman
dengan buah berwarna merah menyala dan bersisik hijau, nama tidak asing lagi
bagi kita yakni buah naga. Selama ini, Banyak diantara kita yang belum mengenal
buah naga ? Apa manfaat umum dari buah naga merah tersebut ? Apa saja Khasiat
serat dari buah naga?
Masyarakat China Kuno menganggap buah naga lebih dari sekadar buah
dengan beragam manfaat. Buah dengan kulit yang menyerupai sisik ular besar ini
sering menjadi pendamping dua patung di meja altar persembahan. Setiap
perayaan tahun Baru Imlek buah ini juga disajikan, dan menjadi salah satu sajian
yang wajib ada karena diyakini membawa berkah.
Buah naga berasal dari beberapa negara yang memiliki nama umum pittaya,
dragon fruit, strawberry pear, atau night blooming cereus. Nama lain di beberapa
negara seperti di Meksiko, Guatemala Amerika Tenggara dikenal sebagai pitaya,
pitahaya, pitajaya, pitaya roja, dan pitahaya de Cardn. (Luders dan McMahon
2006).
Perkembangan buah naga besar-besaran di beberapa negara Asia yaitu dalam
Taiwan, Vietnam, dan Thailand. Permintaan konsumen yang begitu tinggi,
sehingga usaha budidaya naga sangat menguntungkan (Kristanto, 2008).
Kebanyakan Buah Naga yang ditanam pada saat itu adalah yang jenisnya
berwarna putih. Sedangkan untuk di Indonesia sendiri, buah ini mulai ditanam
secara komersil pada tahun 2000 dan mulai dikembangkan sekitar tahun 2001
dibeberapa daerah di Jawa Timur di antaranya Mojokerto, Pasuruan, Jember dan
sekitarnya.

1.2 Rumusan Masalah


Membicarakan Buah Naga Merah sangat luas cakupannya, tetapi saya disini
merumuskan pokok masalah yang akan dituangkan dalam karya ilmiah ini,
yakni :
1. Darimanakah asal buah naga ?
2. Apa sajakah jenis-jenis buah naga ?
3. Apa sajakah manfaat Buah Naga Merah ?
4. Apa sajakah Khasiat serat Buah Naga Merah ?

1.3 Tujuan Penulisan


Buah naga yang banyak beredar di pasaran ternyata mempunyai banyak
manfaat jika mengkonsumsinya, tujuan penulisan ini agar semua orang tau
manfaat umum dari buah naga dan maanfaat buah naga merah bagi kesehatan.
1.4 Manfaat Penulisan
Setelah mengetahui buah naga merah ternyata dapat menyembuhkan berbagai
penyakit, jadi kita tidak perlu lagi mengkonsumsi obat-obatan karena bisa
berdampak buruk bagi kesehatan. Kita hendaknya bisa lebih memanfaatkan
buah yang bernilai tinggi khasiatnya ini.

1.5 Metode Penulisan


Metode yang dipakai dalam karya ilmiah ini adalah :
Metode Pustaka yaitu dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan
data dari pustaka yang berhubungan dengan alat, baik berupa buku maupun
internet

BAB II
PENGAMATAN BUAH NAGA MERAH

2.1 Sejarah Singkat Buah Naga Merah


Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga
Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah
dan Amerika Selatan namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia
seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia. Buah ini juga dapat
ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan. Hylocereus
hanya mekar pada malam hari. Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang
Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan
orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu
diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna
merah buah terlihat mencolok di antara warna naga-naga yang hijau. Dari
kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh
budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Istilah Thang loy kemudian
diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon
fruit (buah naga). Sedangkan untuk di Indonesia sendiri, buah ini mulai ditanam
secara komersil pada tahun 2000 dan mulai dikembangkan sekitar tahun 2001
dibeberapa daerah di Jawa Timur di antaranya Mojokerto, Pasuruan, Jember dan
sekitarnya.
Buah Naga atau yang dalam ilmu biologi dikenal dengan nama Hylocereus
Undotus, merupakan buah dengan sejarah awal yang panjang. Banyak yang
percaya, buah dengan kulit berwarna cerah ini berasal dari Meksiko dan kawasan
Amerika Selatan juga Tengah. Tapi tak sedikit pula yang meyakini buah ini
berasal dari daratan Asia sebab sejak dahulu kala masyarakat Tionghoa sudah
mengenalnya sebagai buah persembahan yang diletakkan di antara patung naga.
Meski asalnya masih simpang siur, pada faktanya buah ini telah berhasil
disemaikan dan dibudidayakan di seluruh dunia termasuk Indonesia.

3
2.2 Morfologi Buah Naga
a. Batang
Batang buah naga berwarna hijau kebiru-biruan atau keunguan.
Batang tersebut berbentuk siku atau segitiga dan mengandung air dalam
bentuk lender dan berlapiskan lilin bila sudah dewasa. Dari batang ini
tumbuh cabang yang bentuk dan warnanya sama dengan batang dan
berfungsi sebagai daun untuk proses asimilasi dan mengandung kambium
yang berfungsi untuk pertumbuhan tanaman. Pada batang dan cabang
tanaman ini tumbuh duri-duri yang keras dan pendek, letak duri pada tepi
siku-siku batang maupun cabang dan terdiri dari 4-5 buah duri di setiap
titik tubuh. cabang berbentuk segi tiga dan berwarna hijau kebiru-biruan
atau ungu.

b.Bunga
Bunga buah naga berbentuk corong memanjang berukuran
sekitar 30 cm, akan mulai mekar di sore hari dan mekar sempurna
pada malam hari. Setelah mekar warna mahkota bunga bagian dalam
putih bersih dan di dalamnya terdapat benangsari berwarna kuning dan
mengeluarkan bau yang harum. Bunga yang telah mekar dan
menyebarkan bau yang sangat harum. Bau harum yang tersebar akan
menarik perhatian hewan-hewan untuk datang dan membantu
penyerbukan bunga tersebut. Hewan yang biasanya membantu
penyerbukan bunga naga antara lain kelelawar dan serangga pengisap madu.

4
c. Buah
Buah naga merah berbentuk bulat lonjong mirip buah nanas,
namun memiliki sirip. Kulitnya berwarna merah jambu, dan dihiasi
sisik-sisik yang berwarna hijau seperti sisik naga. Buah naga
mempunyai daging buah seperti buah kiwi. Daging buahnya yang
berwarna putih, merah, atau merah tua (keunguan), bertaburan biji
hitam kecil-kecil. Rasa buah naga manis, segar, dan sedikit asam.
Ketebalan kulit buah naga mencapai 2-3 cm, permukaan kulit buah
naga terdapat jumbai atau jambul berukuran 1-2 cm.
d. Akar
Perakaran buah naga bersifat epifit, merambat dan menempel
pada tanaman lain. Dalam pembudidayaannya, dibuat tiang penopang
untuk merambatkan batang tanaman buah naga ini. Perakaran buah
naga tahan terhadap kekeringan tetapi tidak tahan dalam genangan air
terlalu lama. Meskipun akar dicabut dari tanah, masih bisa hidup
dengan menyerap makanan dan air dari akar udara yang tumbuh pada
batangnya. Perakaran buah naga bisa dikatakan dangkal, saat
menjelang produksi hanya mencapai kedalaman 50-60 cm, mengikuti
perpanjangan batang berwarna coklat yang di dalam tanah.
e. Biji
Biji buah naga berbentuk bulat berukuran kecil dan berwarna
hitam, kulit biji sangat tipis tetapi keras. Biji ini dapat digunakan untuk
perbanyakan tanaman secara generatif tetapi cara ini jarang dilakukan
karena memerlukan waktu yang lama sampai berproduksi. Biasanya
biji digunakan para peneliti untuk memunculkan varietas baru. Setiap
buah mengandung biji lebih dari 1000.

2.3 Jenis jenis Buah Naga


* Hylocereus undatus, Hylocereus undatus yang lebih popular dengan sebutan
white pitaya adalah buah naga yang kulitnya berwarna merah dan daging
berwarna putih. Warna merah buah ini sangat kontras dengan warna danging
buah. Pada kulit buah terdapat sisik atau jumbai berwarana hijau. Di dalam buah
terdapat banyak biji berwarna hitam. Berat buah rata-rata 400-500 g, bahkan ada
yang dapat mencapai 650 g. Rasa buanhya masam bercampur manis. Dibanding
jenis lainya, kadar kemanisannya tergolong rendah, sekitar 10-13 briks. Tanaman
ini lebih banyak dikembangkan di negara-negara produsen utama buah naga
dibanding jenis lainnya karena buahnya cenderung lebih banyak diekspor.
*

Hylocereus

polyrhizus,

Hylocereus

polyrhizus

yang

lebih

banyak

dikembangkan di Cina dan Australia ini memiliki buah dengan kulit berwarna
merah dan daging berwarna merah keunguan. Kulitnya terdapat sisik atau jumbai
hijau. Rasa buah lebih manis dibanding Hylocereus undatus, kadar kemanisan
mencapai 13-15 briks. Tanamannya lebih kekar dibanding Hylocereus undatus.
Duri pada batang dan cabang berjarak lebih rapat. Tanaman ini tergolong jenis
yang sangat rajin berbunga, bahkan cenderung berbunga sepanjang tahun.
* Selenicereus megalanth, Selenicereus megalanthus berpenampilan berbeda
dibanding jenis anggota genus Hylocereus. Kulit buahnya berwarna kuning tanpa
sisik sehingga cenderung lebih halus. Walaupun tanpa sisik, kulit buahnya masih
menampilkan tonjolan-tonjolan. Rasa buahnya jauh lebih manis dibanding buah
naga lainnya karena memiliki kadar kemanisan mencapai 15-18 briks.

* Hylocereus costaricensis,Hylocereus costaricensis sepintas memang mirip buah


Hylocereus polyrhizus. Namun, warna daging buahnya lebih merah. Itulah
sebabnya tanaman ini disebut buah naga berdaging super merah.

BAB III
PEMBAHASAN
A.

Manfaat Umum Buah Naga

Buah naga biasanya dikonsumsi dalam bentuk buah segar sebagai


penghilang dahaga karena buah naga mengandung kadar air tinggi. Adapun
manfaat buah naga secara umum adalah : sebaga anti kanker dan antioksidan,
menyembuhkan rematik dan asam urat,menyeimbangkan kadar gula darah,
meningkatkan kesehatan mata, melancarkan pencernaan, dan mencegah
konstipasi, perlindungan kesehatan mulut, mengurangi kolesterol, pencegahan
pendarahan serta mengobati keluhan keputihan.
Selain manfaat tersebut, tentu saja buah naga masih memiliki beragam
manfaat lainnya. Bahkan setiap nutrisi atau zat gizi pada buah naga memiliki
manfaat tersendiri bagi kesehatan, kecerdasan, dan kecantikan. Adapun
manfaat dari setiap nutrisi atau zat pada buah naga merah adalah : protein yang
mampu meningkatkan metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan jantung,
serat yang bermanfaat untuk mencegah kanker usus dan kencing manis serta
membantu program diet, karoten yang bermanfaat bagi kesehatan mata
menguatkan otot mencegah masuknya penyakit, kalsium yang bermanfaat
untuk menguatkan tulang, zat besi untuk menambahkan darah, vitamin
mencegah demam, menambah selera makan, menurunkan kolesterol serta
vitamin kehalusan dan mencegah jerawat.

B.

Khasiat Serat Buah Naga Merah Bagi Kesehatan


1. Buah naga merah memiliki kandungan serat yang cukup tinggi, jika ingin
terhindar dari penyakit penyakit maka tidak salah mengkonsumsi buah
naga merah. Adapun manfaat buah naga merah adalah :
2.
Serat berguna menurunkan kadar kolesterol dan mencegah
konstipasi(sembelit) karena
menyerap air ketika melewati saluran
pencernaan sehingga tekstur feses menjadi lunak. Agar terbebas dari
masalah sembelit, konsumsi serat harus diimbangi dengan asupan air yang
cukup.
3. Serat tidak hanya membuat perut terasa lebih penuh, tetapi juga
mengurangi masalah pencernaan, termasuk memangkas kanker kolon.
7

4. Asupan serat tinggi terbukti memperlambat timbulnya plak atau kolesterol


pada wanita yang menderita penyakit jantung.
5. Beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa dalam jumlah besar, serat
bisa membantu mengatur kadar gula darah dan insulin. Maka orang yang
sering mengkonsumsi serat cenderung lebih langsing.
6. Konsumsi serat yang cukup akan melindungi jantung dengan menurunkan
kolesterol jahat (LDL), tanpa mengurangi kadar kolesterol baik (HDL). Ini
dikarenakan pangan tinggi serat umumnya rendah kandungan lemak jenuh
dan kolesterol.
7. Serat membuat makan jadi lebih lambat dan perut cepat terasa lebih penuh
sehingga cocok untuk metode menurunkan berat badan dan mengontrol
kalori
8. Adanya serat meningkatkan pelepasan enzim pencernaan dan mengatur
hormon pankreas.
9. Serat yang cukup membantu kerja usus, mengurangi resiko divertikulosis
(terbentuknya kantong tidak normal pada dinding usus), wasir, serta
meningkatkan kecepatan melenyapkan zat-zat bahaya dalam makanan.
10. Serat yang larut sangat lembut dan dapat menolong orang yang mengalami
iritasi pada usus.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jika dulu makan hanya dianggap sebagai sumber energi, ternyata adanya
hubungan antara konsumsi serat dan insiden timbulnya beragam penyakit,
buah-buahan dan sayuran menjadi primadona untuk makanan tinggi serat.Serat
merupakan karbohidrat kompleks yang terdapat dalam sumber makanan nabati
seperti biji-bijian, sayuran dan buah-buahan, serat tidak dapat dicerna oleh
tubuh namun sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk mengatasi gangguan
kesehatan dan mencegah berbagai penyakit. Namun meskipun serat sangat
baik untuk kesehatan masih banyak orang yang tidak mengkonsumsi serat
dengan cukup kebanyakan mereka hanya mengkonsumsi serat sebanyak 15
gram saja setiap harinya padahal ahli gizi sangat menyarankan untuk
mengkonsumsi serat sebanyak 25 gram setiap harinya, anda bisa mencoba
menambah buah-buahan dan sayuran segar dalam setiap menu makanan anda.
Tak hanya buah yang umum dikenal di pasar, namun berbagai buah aneh atau
asing pun ditawarkan seperti halnya buah naga merah yang kaya akan khasiat
bila mengkonsumsinya

B. Saran
Setelah mengetahui bahwa disetiap bagian buah naga merah mengandung
zat gizi dan manfaat tersendiri, kita bisa mencoba menambah buah-buahan dan
sayuran segar dalam setiap menu makanan. Maka kita hendaknya mau
menjadikan buah naga merah sebagai makanan sehat keluarga.

DAFTAR PUSTAKA

Putra, Satiavana Rizem. 2011. Buah Naga. Jogjakarta : Laksana.


Wirakusumah, Emma S. 2007. Jus Buah Dan Sayur. Jakarta : Penebar Swadaya
Cahyono, B. 2009. Buku Terlengkap Sukses Bertanam Buah Naga. Jakarta :
Pustaka Mina.
http://id.wikipedia.org/wiki/Buah_Naga

10