Anda di halaman 1dari 3

Jumat, 11 Januari 2013

TAHU RAMAH LINGKUNGAN, tanpa limbah

Persoalan klasik dalam UKM Tahu adalah limbah yang


berlimpah (ampas dan air sisa penyaringan) sekaligus bau
menyengat yang dihasilkan karena whey yang digunakan.
Sebagian besar limbah tersebut dibiarkan mengalir di
sekitar tempat produksi. Di berbagai tempat, tidak sedikit
warga
yang
protes.
Berbagai jenis tahu dapat kita temukan di pasaran dalam
berbagai variasi bentuk, ukuran, warna dan nama tahu. Selain
tahu putih atau tahu biasa, di pasar juga dikenal beberapa
jenis tahu misalnya tahu sumedang, tahu bandung, tahu
takwa,
tahu
cina,
tahu
sutera,
dan
lain-lain.
Wajar saja
masyarakat
dasar tahu
mempunyai
diperlukan

banyak ragam jenis tahu di pasaran, karena


Indonesia sangat menyukai makanan berbahan
ini karena selain harganya yang murah juga
kandungan protein, vitamin dan mineral yang
oleh
tubuh.

Meskipun memiliki keragaman bentuk, ukuran, warna dan


nama, kesemua jenis tahu tersebut pada dasarnya adalah
gumpalan protein yang diperoleh dari filtrat kedelai yang
telah dipisahkan dari ampasnya. Selama ini, bahan
penggumpal (koagulan) yang lebih banyak dipergunakan
dalam proses pembuatan tahu adalah whey disamping bahan
penggumpal lain seperti asam cuka dan batu tahu.
Whey adalah cairan sisa proses penggumpalan dalam
pembuatan tahu yang masih dapat digunakan lagi sebagai
bahan penggumpal dalam proses penggumpalan selanjutnya.
Agar dapat digunakan untuk menggumpalkan protein dalam
pembuatan tahu, cairan sisa (whey) harus disimpan selama 1 x
24 jam untuk memberikan kesempatan kepada bakteri asam
cuka
untuk
memfermentasikannya.
Saat ini, di pasaran telah ada bahan penggumpal (koagulan)
lain yang dapat menghasilkan tahu dengan kandungan
Calcium, Magnesium, Vitamin B-12 dan Isoflavon yang lebih
tinggi dibandingkan dengan tahu yang selama ini ada di
pasaran, yaitu NIGARIN yang berasal dari sari air laut (SAL)
dan tahu yang dihasilkan kita kenal sebagai TAHU
NIGARIN.
Tahu nigarin ini berbeda dengan tahu lain yang
menggunakan cuka. Bisa langsung dimakan tanpa digoreng.
Karena memang tidak kecut Ujar Sujian Toro akrab disapa
Toro sebagai salah satu pengembang Tahu Nigarin asal
Gresik.
Saat dijumpai dalam kesempatan mengikuti kegiatan Safari
Ramadhan bersama Kadin Jatim di Kabupaten Pamekasan.

Bahkan air sisa pemerasan Tahu Nigarin dapat diminum


yang biasanya dibuang sebagai limbah di industri tahu
lainnya
ujarnya
lebih
lanjut.
Nigarin, selain dapat menghasilkan tahu dengan kandungan
mineral yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahu yang
selama ini ada di pasaran, juga dapat menghasilkan sisa air
tahu yang langsung dapat diminum. Selain kandungan
mineralnya yang lebih tinggi dibanding dengan tahu biasa,
sisa air tahu nigarin mempunyai pH yang netral sehingga
layak
diminum
secara
langsung.
Sebagai bahan penggumpal tahu, nigarin berasal dari sari air
laut (SAL) diperoleh dari sisa pembuatan garam yang dikenal
dengan sebutan Nigari karena rasanya pahit yang disebabkan
adanya kandungan mineral Magnesium (Mg) di dalamnya. Di
dalam nigarin terkandung lebih dari 80 jenis mineral, dengan
kandungan utama berupa magnesium dan kalium. Selain itu,
terdapat juga kandungan mineral lain seperti selenium, boron
dan
molybdenum
dalam
jumlah
mikro.
Di Jepang, nigarin sudah sejak lama digunakan sebagai
koagulan (bahan penggumpal) alami dalam pembuatan tahu
dan
bahan
pengawet/pendinginan
ikan.
SAL berasal dari limbah tambak garam yang biasa disebut
sebagai air tua (bittern) yang berada di atas kristal garam.
Petambak garam selalu membuang air tua tersebut, karena
jika tidak dibuang kristal garam tidak akan berwarna putih
dan rasanya kurang asin. Walaupun berasal dari bahan alami,
SAL tetap memerlukan sentuhan tangan manusia untuk
mengolahnya dari air laut menjadi SAL yang siap untuk
dikonsumsi.
Pembuatan SAL dapat dilakukan dengan cara bermacammacam, mulai dari cara yang sangat sederhana sampai
memerlukan peralatan yang agak rumit dan mahal. Hal
terpenting yang perlu diketahui bahwa kita harus menetapkan
kadar magnesium yang ingin kita hasilkan, sesuai dengan
tujuan
pembuatannya.
Saat ini tengah dilakukan proses pelatihan dan pengembangan
UKM Tahu Nigarin di seluruh daerah di Jawa Timur sebagai
bagian dalam program bersama Kadin Jawa Timur dan
Pemerintah Provinsi untuk mengangkat pengusaha baru.
Hingga akhir 2012 diharapkan seluruh kabupaten/kota di
Jawa Timur dapat menerapkan inovasi dan usaha Tahu
Nigarin ini ujar Dr. Nelson Sembiring, Wakil Ketua Kadin
Jatim. kita telah mendapatkan dukungan besar dari Gubernur
dan perusahaan-perusahan rekanan Kadin tandasnya.
(Rimba/Aria)

dikutip
dari
:
http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/08/23/tahutanpa-cuka-tahu-nigarin-481449.html
Diposkan oleh embasjori di Jumat, Januari 11, 2013 Tidak ada
komentar:

Membuat Sendiri Tahu Nigarin

Kedelai sebanyak 1 Kg gram


Dicuci secukupnya lalu direndam dahulu
selama 4 (empat) jam
Kedelai kemudian digiling bersama 7 Liter
air mentah
Dipanaskan sampai mendidih
Kemudian campurkan 40 CC Nigarin yang
sdh diencerkan dengan 120 CC air putih
Diaduk perlahan-lahan
Ambil tahu yang masih menggumpal
dengan serok kemudian letakkan di cetakan
Diamkan sampai agak dingin sampai suhu
50C

Diamkan beberapa saat di dalam


Kulkas (pendingin)
Tahu NIGARIN siap dikonsumsi

Cara lain:
Kedelai sebanyak 250 gram
direndam dahulu selama 1(satu) malam/20

Jam
Kedelai
dicuci
kemudian
diblender
ditambahkan dengan 2,5 liter air
Dipanaskan sampai mendidih
Disaring dengan Kain Mori (yg biasa
digunakan dlm pembuatan tahu)
Air Kedelai
dimasak lagi sampai
temperature 75C sampai 80C
Tuangkan perlahan 10 ml NIGARIN yg
sudah diencerkan dg 100 ml air

Diaduk perlahan-lahan
Setelah terjadi gumpalan
Diamkan sampai agak dingin sampai suhu
50C
Disaring lagi dengan Kain Mori
Langsung diperas (dapat disesuaikan
dengan kekerasan tahu yang diinginkan)
Masukkan ke dalam wadah yg telah
disediakan
Diamkan beberapa saat di dalam Kulkas
(pendingin)
Tahu NIGARIN siap dikonsumsi

Tahu sehat nigarin, produk


alami tanpa cuka
Minggu, 24 Maret 2013 14:23 WIB (1 year
yang lalu)Editor: Rizal Hasan
1Google +1 0 41
(Foto: Panji /LensaIndonesia.com)Proses
pembuatan tahu nigarin yang diklaim sehat
dan alami

LENSAINDONESIA.COM:
Tahu
Sehat
Nigarin adalah tahu yang menggunakan bahan
penggumpal Nigarin atau sari air laut sehingga
dapat menghasilkan tahu dengan calsium,
magnesium, vitamin B-12 dan isoflavon yang
lebih tinggi daripada menggunakan asam
cuka.
Tahu ini diyakini memiliki kandungan protein
yang sangat tinggi daripada tahu biasa.
Baca juga: Kadin Jatim rangkul daerah agar
kebijakan tak persulit pelaku usaha dan Ayo
manfaatkan! bunga kredit UMKM turun jadi 6
persen
Jika
pada
tahu
biasa
kandungan
magnesiumnya hanya sekitar 0,054, di tahu

nigarin kandungannya bisa mencapai 0,091.


Sementara kandungan calciumnya bisa
mencapai 0,21, Vitamin B-12 mencapai 4,56,
dan kandungan isoflavonnya mencapai 3,11,
ujar Business Developmen Center, Kholik
Yakin, di Surabaya, Minggu (24/3/2013).
Tahu ini selain sehat, juga ramah lingkungan,
sebab limbah air sari kedelai yang umumnya
dibuang ke sungai, bisa dijadikan bahan
produksi lain seperti jelly. Sedangkan
ampasnya bisa diproses menjadi tepung
dengan kadar gula rendah yang baik
dikonsumsi penderita diabet, bisa dijadikan
nugget dan bisa juga dibuat tempe menjes.
Pendamping UKM Kadin Jatim, Muhammad
Rifan Rahmatullah mengatakan, sebenarnya
Tahu Sehat Nigerin ini cukup bisa bersaing,
walaupun harganya lebih mahal karena
memiliki berbagai keunggulan. Satu potong
ukuran 5X9 centimeter dengan ketinggian 4
centimeter minimal harus dijual Rp2.500.
Kalau sudah menemukan pasarnya, saya
yakin harga tak lagi menjadi problem. Sebab,
sejauh ini, problem pemasaran tahu ini hanya
dari segi harga. Limbah kedelainya bisa
diminum juga dicampur dengan gula atau
sirup apapun, ujarnya.
Wakil Ketua Kadin Jatim, Bisang ESDM,
Nelson Sembiring mengungkapkan, Kadin
akan
terus
berupaya
menumbuhk
wirausahawan baru di seluruh Jatim. Kali ini,
Kadin Jatim juga mengajak wartawan yang
selama ini telah menjadi mitra Kadin dalam
mengawal aktivitas melalui pemberitaan.
Wartawan dari berbagai media, mulai dari
media cetak, online, TV dan radio bisa kami
beri kesempatan belajar Kantor Kadin Jatim
tentang bagaimana cara membuat Tahu Sehat
Nigarin.
Selain
lebih
sehat,
proses
pembuatannya pun lebih sederhana dan tidak
berlimba (nir limba) karena semua bisa
dimanfaatkan menjadi hasil produksi,
pungkasnya. @panji