Anda di halaman 1dari 18

BAB 1

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

1.1. KONSEP DASAR PERSAMAAN DIFERENSIAL


Persamaan diferensial adalah persamaan yang melibatkan suatu fungsi yang dicari dan
turunannya. Persamaan diferensial perlu dipelajari karena fenomena fisis persoalan keteknikan
yang mengandung perubahan, dapat dimodelkan oleh persamaan diferensial. Secara umum
persamaan diferensial terbagi atas 2, yaitu :
1. Persamaan Diferensial Biasa (PDB), bila turunan fungsi hanya terhadap 1 variabel, misalnya
terhadap x atau t saja.
2. Persamaan Diferensial Parsial (PDP), bila turunan fungsi terhadap 2, 3, ... variabel. Misalnya
terhadap x dan t, atau terhadap x, y, dan z.
Persamaan diferensial muncul dalam banyak aplikasi keteknikan dan aplikasi lainnya sebagai
model matematis dari bermacam-macam sistem fisik dan sistem yang lain.

Gbr. 1.1. Contoh Aplikasi Persamaan Diferensial

Model-model persamaan diferensial termasuk juga contoh yang terdapat dalam Gbr. 1.1.
membutuhkan solusi yang dapat diperoleh dengan berbagai metode, yang akan kita bahas
selanjutnya secara sistematis.
Pembahasan ini kita mulai dengan komponen-komponen dari persamaan diferensial biasa.
Persamaan diferensial biasa terdiri dari 4 komponen, yaitu:

MATEMATIKA TEKNIK

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

1.
2.
3.
4.

Turunan suatu fungsi, misalnya turunan y terhadap x, yang dinotasikan , atau lebih praktis
dituliskan .
Fungsi yang dicari, misalnya
yang biasanya cukup dituliskan . Dalam hal ini, adalah
variabel independen.
Fungsi lain dengan variabel independen yang sama, misalnya
atau
.
Konstanta, misalnya atau .

Ekspresi matematis
masing-masing digunakan untuk menuliskan
turunan pertama, kedua, ketiga, keempat, ..., ke- dari terhadap variabel independen yang
dimaksud. Jadi,
melambangkan

melambangkan

jika variabel independennya adalah

jika variabel independennya adalah

, tapi

. Perhatikan bahwa tanda kurung

digunakan dalam penulisan


untuk membedakannya dari pangkat ke- ,
. Jika yang
menjadi variabel independen adalah waktu, biasanya dilambangkan oleh , tanda petik biasanya
digantikan dengan titik. Jadi, , , dan masing-masing melambangkan

1.1.1. Klasifikasi PDB


Persamaan diferensial biasa dapat dikelompokkan berdasarkan orde, operator, dan fungsi lain.
PDB Berdasarkan Orde
Pengelompokan PDB berdasarkan orde bisa dilihat dari turunan orde tertinggi yang ada
pada persamaan tersebut. Contohnya :
a. PDB Orde 1
b. PDB Orde 2
c. PDB Orde n

PDB Berdasarkan Operator


Dalam hal ini, PDB dibagi berdasarkan ada tidaknya operator linier, yaitu terdiri dari:
a. PDB Linier, contohnya :

b. PDB Non-linier, contohnya :

PDB Berdasarkan r(x)


a. PDB Homogen, jika

b. PDB Non-homogen, jika

. Misalnya :

. Misalnya :

1.1.2. Konsep Solusi


Solusi dari persamaan diferensial dalam fungsi
yang tidak diketahui dengan variabel
independen pada interval , adalah fungsi
yang memenuhi persamaan diferensial secara
identik untuk semua dalam .

MATEMATIKA TEKNIK

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

CONTOH 1.1
Tentukan apakah

adalah solusi dari persamaan diferensial

Penyelesaian
Dengan mendiferensiasi , diperoleh :

Substitusi ke PD :

Terjadi identitas, sehingga adalah solusi dari PD.

CONTOH 1.2
Tentukan apakah

adalah solusi dari

Penyelesaian
Dengan mendiferensiasi , diperoleh :



Substitusi ke PD :

Terjadi identitas, sehingga adalah solusi dari PD.

1.1.3. Masalah Nilai Awal


Masalah nilai awal yang kita maksudkan di sini adalah ketika kita mencari solusi dari persamaan
diferensial dengan kondisi-kondisi awal yang diberikan. Dalam hal ini suatu persamaan
diferensial memiliki solusi umum dan solusi khusus. Solusi pertama yang dapat diperoleh dari
suatu persamaan diferensial adalah solusi umum yang masih mengandung suatu konstanta
sembarang, misalnya . Kemudian dengan kondisi-kondisi awal yang diberikan kita bisa
memperoleh nilai dari konstanta tersebut yang dapat disubstitusikan ke solusi umum agar
memperoleh solusi khususnya.
CONTOH 1.3
Carilah solusi khusus dari

persamaan diferensial ini adalah

;
, jika solusi umum untuk
, dimana adalah konstanta sembarang.

Penyelesaian
Karena

, maka :

MATEMATIKA TEKNIK

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

Substitusi konstanta ke solusi umum :



3

Dengan demikian maka solusi khususnya adalah

SOAL LATIHAN 1.1


1. Tentukanlah orde, fungsi yang dicari, dan variabel independen dari dari setiap persamaan
diferensial berikut ini.
a.

b.


7
c.

d.

e.



f.

2. Buktikan bahwa :

a.
b.

solusi dari
solusi dari

3. Manakah di antara fungsi-fungsi berikut yang merupakan solusi dari persamaan diferensial

a.

b.

c.

d.

e.

4. Manakah di antara fungsi-fungsi berikut yang merupakan solusi dari persamaan diferensial

a.

b.

c.

d.

e.

5. Tentukan solusi khusus dari suatu persamaan diferensial dengan solusi umum
dengan kondisi awal yang diberikan.
a.
b.
c.

6. Carilah nilai dan sehingga fungsi-fungsi yang diberikan memenuhi kondisi-kondisi awal
yang ditentukan.
a.

b.

3
c.

MATEMATIKA TEKNIK

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

1.2. PERSAMAAN DIFERENSIAL TERPISAHKAN


Dengan sedikit manipulasi aljabar, banyak PDB orde-1 yang dapat diubah ke dalam bentuk
(1.1)
Kemudian kita bisa mengintegralkan kedua ruas terhadap , menghasilkan

Dengan perhitungan kalkulus,

(1.2)

, maka persamaan ini menjadi

(1.3)

Persamaan semacam ini disebut persamaan diferensial dengan peubah-peubah terpisahkan,


atau Persamaan Terpisahkan (separable equation), sebab di dalam persamaan (1.2) ini peubahpeubah dan dipisahkan sehingga hanya muncul di ruas kanan dan di ruas kiri. Bila dan
kontinu, kedua integral dalam persamaan (1.3) ini ada, dan dengan mengitung integralintegral tersebut, kita akan memperoleh solusi umum bagi persamaan (1.1).

CONTOH 1.4
Pecahkan persamaan diferensial
9

Penyelesaian
Dengan memisahkan kedua peubah, kita memperoleh
9

Dengan mengintegralkan kedua ruas, kita memperoleh solusi umum


9

atau

Solusinya berupa persamaan elips.

CONTOH 1.5
Pecahkan persamaan diferensial

Penyelesaian
Dengan memisahkan kedua peubah, kita memperoleh

MATEMATIKA TEKNIK

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

ta

ar ta

CONTOH 1.6
Tentukan solusi

Penyelesaian
Dengan memisahkan kedua peubah, kita memperoleh

Maka solusi umum dari persamaan ini adalah

Dengan menerapkan kondisi awal, maka

Sehingga solusi khususnya adalah

MATEMATIKA TEKNIK

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

SOAL LATIHAN 1.2


1.

Tentukan solusi umum dari persamaan-persamaan diferensial berikut ini.


a.

b.

c.

d.

2.

Tentukan solusi khusus dari persamaan-persamaan diferensial berikut ini.


a.

b.
,
c.

, 1

d.

,
0

1.3. PERSAMAAN DIFERENSIAL EKSAK


1.3.1. Persamaan Eksak
Ingatlah bahwa jika suatu fungsi
memiliki diferensial parsial, maka diferensial total atau
diferensial eksak dari persamaan ini adalah

Berdasarkan persamaan ini, jika


3
Contohnya, jika

, maka

, maka
3

Atau
3

yaitu suatu PDB yang bisa kita selesaikan dengan cara sebaliknya. Dalam hal ini suatu PDB
orde-1,

dengan

, kita kalikan kedua ruas dengan

, maka persamaan ini menjadi


(1.4)

Persamaan ini disebut persamaan diferensial eksak. Jika suatu bentuk diferensial adalah eksak,
maka bentuk ini adalah diferensial
(1.5)

MATEMATIKA TEKNIK

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

dari suatu fungsi

. Maka persamaan (1.4) dapat ditulis

Dengan pengintegralan, maka kita dapat memperoleh solusi umum dari persamaan (1.4), yaitu

Solusi ini disebut solusi implisit. Berbeda dengan solusi


disebut solusi eksplisit.

, seperti pada bagian 1.1, yang

Kemudian dengan membandingkan persamaan (1.4) dan (1.5), maka kita menyimpulkan bahwa
persamaan (1.4) adalah persamaan diferensial eksak jika terdapat suatu fungsi
sedemikian sehingga
(1.6a)
(1.6b)
Setelah itu dengan diferensiasi parsial dari persamaan (1.6),
(1.7)
Berdasarkan persamaan inilah maka persamaan diferensial dengan bentuk persamaan (1.4)
dapat dibuktikan apakah eksak atau tidak.
Jika (1.4) eksak, maka fungsi
sebagai solusi dari persamaan ini dapat diperoleh dengan
cara sistematis berikut ini. Kita bisa mengintegralkan persamaan (1.6a) terhadap , menjadi

(1.8a)

Dalam integrasi ini, dianggap sebagai konstanta, dan


berperan sebagai konstanta dari
integral tersebut. Untuk menentukan
, kita menurunkan
dari (1.8), gunakan (1.6b)
untuk memperoleh
, dan integrasikan
untuk memperoleh .
Dalam hal ini persamaan (1.8) kita peroleh dari persamaan (1.6a). Dengan cara yang sama, dari
persamaan (1.6b), kita bisa memperoleh

(1.8b)

Kemudian dengan cara serupa pula kita bisa memperoleh nilai .

MATEMATIKA TEKNIK

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

CONTOH 1.7
Ujilah apakah persamaan diferensial di bawah ini adalah eksak, kemudian selesaikan.

Penyelesaian
Untuk menguji keeksakan, perhatikan bahwa

Maka

Sehingga terbuktilah bahwa persamaan diferensial tersebut adalah eksak. Persamaan


(1.8a) menyatakan bahwa

Untuk menentukan , kita turunkan persamaan ini terhadap , dan gunakan


persamaan persamaan (1.6b), menghasilkan

Kemudian substitusikan nilai , sehingga kita memperoleh solusi implisit

MATEMATIKA TEKNIK

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

1.3.2. Reduksi ke Bentuk Eksak dengan Faktor Integrasi


Ide dari metode faktor integrasi ini adalah sederhana. Kita kadang-kadang memiliki suatu
persamaan tidak eksak yang berbentuk
(1.9)
Tetapi jika kita mengalikannya dengan suatu fungsi
persamaan baru yang eksak

yang sesuai, akan menghasilkan

(1.10)
Fungsi
kemudian disebut faktor integrasi dari persamaan (1.9). Perhatikan bahwa
persamaan (1.10) adalah persamaan eksak
dengan
dan
,
sehingga kriteria keeksakan (1.7) menjadi

(1.11)

Misalkan

, maka

dan

, sehingga persamaan (1.11) berubah

menjadi

dibagi dengan

, menjadi
(

Dalam hal ini (

(1.12)

) kita singkat dengan .

Theorema 1. Faktor Integrasi


Jika persamaan (1.9) sedemikian sehingga
persamaan ini memiliki faktor integrasi

hanya terdiri dari variabel


, dimana

Dengan cara yang sama, jika

, maka

(1.13)

, maka kita akan memperoleh

Dalam hal ini (

) kita singkat dengan

(1.14)

MATEMATIKA TEKNIK

10

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

Theorema 2. Faktor Integrasi


Jika persamaan (1.9) sedemikian sehingga
persamaan ini memiliki faktor integrasi

hanya terdiri dari variabel


, dimana

, maka

(1.15)

CONTOH 1.8
Tentukan solusi khusus dari persamaan diferensial berikut ini.
+

Penyelesaian
Sebelumnya periksa dulu apakah persamaan ini eksak atau tidak.

Karena

, maka berarti bahwa persamaan ini tidak eksak.

Dengan Teorema 1,


( )

Karena mengandung variabel dan , maka kita tidak bisa menggunakan Teorema 1
untuk menentukan faktor integrasi. Coba Teorema 2,


( )

Maka faktor integrasi dari persamaan ini adalah


MATEMATIKA TEKNIK

11

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

Kemudian kalikan persamaan dengan faktor integrasi,

Dengan demikian dapat dibuktikan persamaan terakhir ini adalah eksak, yang
berbentuk
dengan dan , dimana

turunkan terhadap ,

Maka solusi umumnya adalah


Dengan kondisi awal yang diberikan,

Maka solusi khususnya adalah

SOAL LATIHAN 1.3


1. Tunjukkan bahwa persamaan diferensial berikut ini adalah eksak dan tentukan solusi
umumnya.
a.
b. 3

c.
d.

2. Apakah persamaan berikut ini eksak? Tentukan solusi khususnya.
a.

,
/

b.

MATEMATIKA TEKNIK

12

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

3. Ujilah apakah persamaan ini eksak atau tidak, kemudian selesaikan.


a.
h

h
b.
c. 9

d.

1.4. PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA LINIER


Suatu PDB orde pertama dikatakan linier jika dapat ditulis dalam bentuk
(1.16)
Dalam bidang keteknikan,
biasanya disebut input, dan
pada input (dan kondisi awal, jika ada).

disebut output atau respon

PDB Linier Homogen. Suatu persamaan diferensial biasa yang homogen


(1.17)
Dengan pemisahan variabel dan pengintegralan kita akan memperoleh

l | |

Maka penyelesaian dari (1.17) adalah


(1.18)

PDB Linier Nonhomogen. Untuk menyelesaikan PDB linier nonhomogen, kita memerlukan
faktor integrasi yang hanya bergantung pada . Kita dapat menemukan faktor
ini dengan
Teorema 1. Untuk tujuan ini kita menuliskan persamaan (1.16) dengan

Ini berbentuk
(1.12) menjadi

, dimana

dan

. Sehingga dengan persamaan

dengan pemisahan variabel dan pengintegralan menghasilkan

MATEMATIKA TEKNIK

13

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

l | |

Maka faktor integrasinya adalah

Kemudian dengan mengalikannya pada kedua ruas persamaan (1.16), kita memperoleh

Maka penyelesaian dari persamaan (1.16) adalah


(

(1.19)

1.5. PEMODELAN : RANGKAIAN LISTRIK


Pemodelan dalam hal ini berarti penyusunan model matematis dari suatu sistem secara fisik
atau sistem yang lain. Pada bagian ini kita akan memodelkan suatu rangkaian listrik. Rangkaian
listrik yang paling sederhana terlihat pada Gambar 1.2, yaitu suatu rangkaian seri dimana
terdapat suatu sumber energi listrik seperti generator atau batere, dan suatu tahanan,
contohnya lampu. Jika kita menutup saklarnya, arus listrik akan mengalir melalui resistor, dan
akan menyebabkan jatuh tegangan, dimana, potensial listrik di kedua ujung resistor akan
berbeda.
Sesuai Hukum Ohm, jatuh tegangan
pada suatu resistor adalah proporsional dengan arus
spontan , yaitu
(1.20)
Dimana konstanta proporsional disebut resistansi dari resistor. Arus listrik diukur dalam
satuan Ampere, resistansi dalam satuan ohm, dan tegangan
dalam satuan volt.
Dua elemen penting lainnya dalam rangkaian yang lebih rumit adalah induktor dan kapasitor.
Induktor melawan perubahan arus listrik dan memiliki efek inersia dalam kelistrikan sama
seperti massa dalam mekanis. Jatuh tegangan
pada induktor proportional dengan kecepatan
perubahan arus spontan terhadap waktu, yaitu
(1.21)
Dimana konstanta proporsional disebut induktansi dari induktor dan diukur dalam satuan
Henry, sedangkan waktu diukur dalam satuan detik.
Kapasitor adalah suatu elemen yang menyimpan energi. Jatuh tegangan
adalah proporsional dengan muatan listrik sesaat dalam kapasitor, dimana

pada kapasitor

(1.22*)

MATEMATIKA TEKNIK

14

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

Dimana disebut kapasintansi dan diukur dalam satuan Farad, sedangkan muatan listrik
dalam Coulomb. Karena
(1.22)
maka kita bisa menuliskan

(1.22)

Arus listrik
dalam rangkaian dapat ditemukan dengan memecahkan persamaan yang
dihasilkan dari aplikasi hukum fisika berikut ini.
Hukum Tegangan Kirchhoff
Penjumlahan aljabar dari semua jatuh tegangan spontan di sekitar loop tertutup adalah nol,
atau tegangan yang diberikan pada suatu loop tertutup sama dengan jumlah jatuh tegangan di
loop tersebut.
Rangkaian RL
Berikut ini kita akan memodelkan rangkaian RL dalam Gambar 1.3 dan memecahkan
persamaan yang dihasilkan untuk sumber tegangan konstan dan sumber tegangan
periodik.

Gambar 1.3. Rangkaian - RL

Pemodelan
Berdasarkan persamaan (1.20) dan (1.21), serta aplikasi hukum Kirchhoff, maka jumlah
jatuh tegangan di resistor dan induktor sama dengan tegangan di sumber tegangan,
sehingga

Solusi dari Pemodelan


Dari persamaan di atas kemudian kita menentukan faktor integrasi dan menyelesaikannya
sama seperti persamaan (1.19), dengan
,
,
, dan
,
menghasilkan
[
dimana

(1.23)

.
MATEMATIKA TEKNIK

15

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

Kasus A. Sumber Tegangan DC.


Untuk rangkaian yang menggunakan sumber tegangan DC, sumber tegangannya konstan,
maka
0 . Sehingga persamaan (1.23) akan berubah menjadi
0

(1.24)

Berdasarkan persamaan yang terakhir, jika


; secara praktis, bahwa semakin lama
maka kuat arus akan menjadi konstan sama dengan 0 , sebagaimana yang disebutkan
dalam Hukum Ohm. Gambaran ini terlihat jelas pada Gambar 1.4.

Gambar 1.4. Kuat Arus dalam Rangkaian RL dengan Sumber Tegangan DC

Kasus B. Sumber Tegangan AC.


Dengan sumber tegangan AC, maka
adalah

. Maka kuat arus pada rangkaian ini

Dengan integral parsial, menghasilkan


0

( )

Persamaan ini dapat ditulis dengan


0

( )

dimana
ta
Suku ekponensial akan mendekati nol saat mendekati tak hingga. Artinya setelah
beberapa waktu kuat arus
akan berosilasi secara harmonic.

MATEMATIKA TEKNIK

16

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

Gambar 1.5. Kuat Arus dalam Rangkaian RL dengan Sumber Tegangan AC.

Rangkaian RL
Selanjutnya kita akan memodelkan rangkaian RC dalam Gambar 1.6 dan memecahkan
persamaan yang dihasilkan untuk sumber tegangan konstan dan sumber tegangan
periodik.

Gambar 1.6. Rangkaian RC

Pemodelan
Berdasarkan persamaan (1.20) dan (1.22), serta aplikasi hukum Kirchhoff, maka jumlah
jatuh tegangan di resistor dan kapasitor sama dengan tegangan di sumber tegangan,
sehingga

Untuk menghilangkan tanda integral, maka kita mendiferensialkan persamaan terhadap ,


sehingga memperoleh

Solusi Persamaan
Setelah pembagian dengan , maka berdasarkan (1.19), solusi dari persamaan ini adalah
/

Kasus A. Sumber Tegangan DC.


Untuk rangkaian yang menggunakan sumber tegangan DC, sumber tegangannya konstan,
maka
, sehingga solusinya adalah
/

dimana

disebut konstanta waktu kapasitif dari rangkaian.

MATEMATIKA TEKNIK

17

PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE PERTAMA

UNIVERSITAS SAM

Kasus B. Sumber Tegangan AC.


Dengan sumber tegangan AC, maka

. Untuk

ini, maka

Maka solusi untuk kasus ini adalah


0

dimana ta

MATEMATIKA TEKNIK

18