Anda di halaman 1dari 8

SENGON

1.
Tahun 2013, harga 1 batang pohon sengon ukuruan diameter 40cm (usia 4 tahunan) adalah sekitar
Rp 500.000,- . Tetapi kalau Anda mau melepasnya di tangan tengkulak (Anda tidak perlu repot-repot
mengangkutnya ke pasar), Anda bisa menerima Rp 300.000 - Rp 350.000 per batang.
Jika satu hektar ada sekitar 3000 batang yang dipanen. Penghasilan Anda adalah 3000 x Rp
350.000 = Rp 1.050.000.000,SATU hektar lahan produktif bisa ditanmami oleh 4000 batang bibit sengon, dengan asumsi Lost
(penyusutan) sekitar 12%, maka kemungkinan besar sekitar 3300 - 3500 batang sengon bisa
dipanen pada akhirnya...
Sementara, biaya Operasional tanam per 1000 pohon Rp 12.000.000,- untuk 4000 pohon Anda
hanya butuh Rp 48.000.000,SILAHKAN HITUNG SENDIRI PRESENTASE KEUNTUNGAN ANDA!!

2.
'' BUDIDAYA TANAMAN SENGON "
Budidaya sengon tentunya membutuhkan tanah kebun yang cukup luas, kalau hanya beberapa
meter tentunya hasilnya tidak akan signifikan.
Berapa lahan yang dibutuhkan untuk budidaya sengon?

Jawabannya bisa bermacam-macam, itu tergantung perhitungan kita masing-masing, tetapi di sini
saya akan berikan gambaran umumnya agar para pembaca sekalian ada sedikit gambaran.
1. Jarak tanam, anda bisa menanam sengon dengan jarak tanam 3 x 3 M
2. Jika lahan anda 1 Ha berarti anda bisa menanam + 1.100 pohon
Dua gambaran di atas tentunya sudah dapat dijadikan acuan untuk menjawab berapa lahan yang
dibutuhkan untuk budidaya sengon.
Dua poin di atas itu pun masih banyak perbedaan pendapat, artinya tidak semua orang mengacu
jarak 3x3M untuk tanam pohon, tetapi di atas adalah mayoritas pendapat. Ada juga yang
berpendapat 2x3M, kemudian nanti setelah umur sengon dewasa dilakukan pengurangan pohon
agar jaraknya lega, dan pohon yang ditebang itu pun bisa dijual walau harganya masih murah.
Oke, jadi memang banyak literatur online mengenai konsep jarak tanam itu, silakan anda cari aja di
Google nanti akan banyak gambarannya.
Kalau begitu, budidaya sengon membutuhkan tanah yang cukup luas dong?
Boleh dikatakan begitu, karena menanam kayu harus di tanah, tidak seperti menanam sayur yang
bisa dilakukan di atas air misalnya.
Menanam kayu tentunya bukan iseng, harus dihitung jangka panjang karena ini termasuk investasi,
beberapa sumber mengatakan bahwa dengan 1 Ha, jarak tanam 3x3, kemungkinan panen
menghasilkan antara Rp.200.000.000 sampai Rp.400.000.000 per hektar.
Jadi kalau lahan cuma 1/8 ha tentunya kurang signifikan hasilnya.
Solusinya "Beli Lahan Kebun Murah"
Itulah kesimpulannya, kalau beli lahan yang mahal BEP-nya akan jadi lama dong.
Perhitungan Laba/Rugi Budidaya Sengon per 1 Hektare
Asumsi-asumsi
1. Biaya Produksi per hektare per tahun Rp6 juta (Rp30 juta per ha per 5 tahun)
2. Jumlah pohon per ha 3.300 (dengan jarak tanam 1m X 3m)
3. Harga jual dalam bentuk kayu log per m3;
a. Diameter 15 Cm, umur 3 tahun Rp.300 ribu (harga sekarang Rp600 ribu)
b. Diameter 20 Cm, umur 4 tahun Rp.400 ribu (harga sekarang Rp700 ribu)
c. Diameter 25 Cm, umur 5 tahun Rp.500 ribu (harga sekarang Rp800 ribu)
4. Pemenuhan Kubikasi
a. Diameter 15 Cm memerlukan 4 pohon.
b. Diameter 20 Cm memerlukan 3 pohon.
c. Diameter 25 Cm memerlukan 2 pohon.
5. Potential Lost 12%
I. Biaya Produksi
a. Penanaman Sengon seluas 1 ha
1 ha X Rp 30 juta Rp 30.000.000
(Angka ini akan terus naik setiap tahun)
II. Pendapatan
a. Penjarangan tahap I (umur 3 tahun)

Diameter 15 Cm atau untuk mencapai 1m3 perlu 4 pohon


Dipanen 660 pohon (20% dari pohon tertanam)
660 : 4 X 300.000 Rp 49.500.000
b. Penjarangan tahap II (umur 4 tahun)
Diameter 20 Cm atau untuk mencapai 1m3 perlu 3 pohon
Dipanen 660 pohon (20% dari pohon tertanam)
660 : 3 X 400.000 Rp 88.000.000
c. Panen Keseluruhan (umur 5 tahun)
Diameter 20 Cm atau untuk mencapai 1m3 perlu 2 pohon
Dipanen 1980 pohon (60% dari pohon tertanam)
1980 : 2 X 500.000 Rp 495.000.000
III. Laba/Rugi
a. Total Pendapatan (a+b+c) Rp 632.500.000
b. Potential lost 12% Rp 75.000.000
c. Biaya Produksi Rp 30.000.000
d. Keuntungan bersih Rp 527.500.000
IV. Bagi Hasil
a. Anda (sebagai investor) : 60% dari Keuntungan bersih
60% X Rp 527.500.000 Rp 316.500.000
(Atau pendapatan Rp 5,2 juta per bulan)
CATATAN :
1. Asumsi harga yang kita pakai adl harga pesimis (50% di bawah harga pasar yang sesungguhnya)
#Salam... Sahabat Wana Tani..#

3.
Sengon Solomon, Sang Pohon Raksasa
Penghasil Uang
REP | 22 January 2015 | 10:40

Dibaca: 283

Komentar: 3

Di Desa Kebonsari, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa


Tengah siang itu terdengar suara gergaji mesin menderu kencang , hanya
Dalam hitungan menit, sebatang pohon sengon ambruk ke tanah. Hari itu

bapak Agus Sumarmo menebang 100 batang pohon sengon Solomon yang
berumur 5 tahun secara borongan.pak Agus menjual borongankarena lebih
praktis.

sengon solomon

Sistemnya Pemborong datang, menaksir, membayar, lalu ketika dia


menebang saya tinggal pulang, ucap Agus.
Pemborong membeli kayu sengon Solomon itu Rp2-juta per batang
berdiameter 50 cm. Jika diameter 30 cm harganya Rp750.000 dan diameter
25 cm, Rp450.000 per batang. Agus bungah meraup omzet Rp80-juta pada
pengujung 2012 itu. Pohon berumur 5 tahun diameter batang 50 cm? Harap
maklum karena pak Agus memang menanam sengon solomon, bukan
sengon biasa! Diameter sengon biasa pada umur 5 tahun itu rata-rata hanya
25 cm.
Asli dari kepulauan solomon
Dalam hitungan pak Agus, sebatang pohon sengon solomon berumur 5
tahun itu dengan batang bebas cabang sepanjang 15-20 meter mampu
menghasilkan 0,9-1,1 m3. Agus mendapati 10 pohon berdiameter 50 cm
sehingga setara 9-11 m3. Bandingkan dengan kubikasi sengon lokal pada

umur 5 tahun dengan tinggi batang bebas cabang rata-rata hanya 8-10 meter.
Oleh karena itu sebatang sengon lokal hanya menghasilkan 0,7-0,9 m3.
Meski meraksasa, biaya produksi sengon solomon relatif sama dengan
sengon biasa. Agus hanya mengeluarkan biaya perawatan rata-rata Rp2.500
per pohon per tahun.
Ketika panen, dari 100 pohon terdapat 10 pohon berdiameter batang 50 cm.
Artinya sengon solomon di kebun Agus memang bongsor. Riap tumbuh ratarata 10 cm per tahun. Itu dua kali lipat riap tumbuh sengon lokal. Di kebun
Agus masih tersisa 400 pohon solomon hasil penanaman pada 2006-2007.
Pohon-pohon yang kini berumur 7-8 tahun itu berdiameter 60-75 cm. pak
Agus belum berencana untuk memanen karena pohon-pohon itu akan
dijadikan indukan.
Pekebun sengon sejak 2004 itu memperoleh benih solomon dari Dr Eko
Bhakti Hardiyanto, peneliti di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
pada 2006. Adapun Eko Bhakti mendapatkan benih dari Pusat Benih
Tanaman Kehutanan Asean (AFTSC, Asean Forest Tree Seed Centre,
sekarang menjadi Asean-Canada Forest Tree Seed Centre, red.) di Saraburi,
Thailand, pada 1994. Pada 2002, seorang rekan di Kepulauan Solomon,
Pasifik, mengirim sekilogram benih sengon solomon terdiri atas 20.00025.000 biji kepada Eko. Menurut alumnus Departemen Kehutanan Michigan
State University, Amerika Serikat itu harga benih solomon mencapai puluhan
juta per kilograam.

bibit sengon solomon

Saat itu harga benih sengon lokal baru sekitar Rp50.000 per kg. Selain
memberikan kepada para kolega seperti Agus,prof Eko Bhakti juga menanam
benih-benih itu di Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan dan
tumbuh menjadi 49 pohon. Dalam 5 tahun terakhir, Eko mengamati
pertumbuhan sengon solomon di lahan Agus Sumarmo dan di Pare, Kediri.
Albasia pendatang itu terbukti bongsor. Pertambahan tinggi dan diameter
mendahului sengon laut alias sengon lokal yang ditanam dengan perlakuan
sama.
akan tetapi pekebun perlu waspada karena BANYAK PEDAGANG MENJUAL
BENIH SENGON SOLOMON PALSU DAN BIBIT SENGON SOLOMON
PALSU. untuk membedakannya perlu jeli

Gambar atas sengon solomon. Bawah sengon lokal terlihat benih sengon
solomon lebih panjang dari sengon lokal

kiri sengon lokal 12 hari, kanan sengon solomon 12 hari lebih bongsor

tertarik berkebun sengon solomon? untuk mendapat benih dan bibitnya bisa
googling dengan kata kunci SENGON SOLOMON