Anda di halaman 1dari 8

Teori Produksi

Produksi adalah berkaitan dengan cara bagaimana sumber daya (masukan)


dipergunakan untuk menghasilkan produk (keluaran). Menurut Joesron dan Fathorrozi
(2003), produksi merupakan hasil akhir dari proses atau aktivitas ekonomi dengan
memanfaatkan beberapa masukan atau input. Lebih lanjut Putong (2002) mengatakan
produksi atau memproduksi menambah kegunaan (nilai guna) suatu barang. Kegunaan
suatu barang akan bertambah bila memberikan manfaat baru atau lebih dari bentuk
semula.
Lebih

spesifik

lagi

produksi

adalah

kegiatan

perusahaan

dengan

mengkombinasikan berbagai input untuk menghasilkan output dengan biaya yang


minimum. Produksi juga merupakan suatu kegiatan yang dapat menimbulkan
tambahan manfaatnya atau penciptaan faedah baru. Faedah atau manfaat ini dapat
terdiri dari beberapa macam, misalnya faedah bentuk, faedah waktu, faedah tempat,
serta kombinasi dari beberapa faedah tersebut di atas. Dengan demikian produksi
tidak terbatas pada pembuatan, tetapi sampai pada distribusi. Namun komoditi bukan
hanya dalam bentuk output barang, tetapi
juga jasa. Menurut Salvatore (2001) produksi adalah merujuk pada transformasi dari
berbagai input atau sumber daya menjadi output beberapa barang atau jasa.

Hubungan antara Produksi Total (TP), produksi rata-rata (AP) dan Produk
Marjinal (MP) dalam jangka pendek untuk satu input (input lain dianggap konstan)
dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar di atas memperlihatkan bahwa antara titik A dan C adalah pertambahan produksi. Titik
C adalah total produksi mencapai maksimum artinya tambahan input tidak lagi menyebabkan
tambahan

output

atau produksi yang semakin

berkurang (law of diminishing marginal

productivity ) marjinal (MP) adalah nol (C 1 ). Sedangkan produksi rata-rata (AP) mencapai
maksimum adalah pada saat elastisitas sama dengan 1 dan AP berpotongan dengan MP artinya
rata-rata sama dengan tambahan output akibat tambahan 1 unit input produksi, dengan asumsi
faktor produksi lain dianggap konstan.

A. Biaya Produksi
Biaya produksi dalam pengertian ekonomi ialah semua beban yang harus ditanggung untuk
menghasilkan suatu produk yang hendak dijual. Perusahaan harus membayar semua faktor
produksi yang hendak dibawa ke pasar. Pada prinsipnya, terdapat tiga konsep biaya yang
penting dan erat hubungannya dengan produksi, yaitu: biaya total (total cost), biaya rata-rata
(average total cost), dan biaya marjinal (marginal cost).
Biaya total adalah jumlah seluruh biaya yang diperlukan untuk sejumlah output tertentu.
Biaya total ini dibedakan menjadi dua, yaitu biaya tetap total dan biaya total variabel
(Anonimous, 2014).
Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk
memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk
menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut. Untuk menghasilkan
barang atau jasa diperlukan faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, modal,
dan keahlian pengusaha.
Semua faktor-faktor produksi yang dipakai merupakan pengorbanan dari proses produksi
dan juga berfungsi sebagai ukuran untuk menentukan harga pokok barang. Input yang
digunakan untuk memproduksi output tersebut sering

disebut biaya oportunis. Biaya oportunis sendiri merupakan biaya suatu faktor produksi
yang memiliki nilai maksimum yang menghasilkan output dalam suatu penggunaan
alternatif.
Biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Bahan baku atau bahan dasar termasuk bahan setengah jadi


Bahan-bahan pembantu atau penolong
Upah tenaga kerja dari tenaga kerja kuli hingga direktur.
Penyusutan peralatan produksi
Uang modal, sewa
Biaya penunjang seperti biaya angkut, biaya administrasi, pemeliharaan,

biaya listrik,

biaya keamanan dan asuransi


7.
Biaya pemasaran seperti biaya iklan
8.
Pajak
( Holifah, 2013)
B.

Konsep Biaya
Konsep biaya yang penting antara lain:
1. Biaya Total (TC)
Biaya total adalah biaya yang diperlukan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu.
-

Biaya ini terdiri dari :


Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost/TFC)
Biaya yang besarnya tidak berubah dengan berubahnya output
Biaya Variabel Total (Total Variable Cost/TVC)
Yaitu biaya yang selalu berubah dengan berubahnya output yang diproduksi. Rumus

hubungan antara ketiganya adalah: TC = TFC + TVC.


2. Biaya Rata-rata (Average Cost/AC)
Yaitu biaya produksi total dibagi dengan output yang dihasilkan (biaya per unit output).
Biaya ini terdiri dari:
- Biaya Tetap Rata-rata (Average Fixed Cost/AFC)
Adalah biaya tetap total dibagi dengan jumlah output, TFC/Q.
- Biaya Variabel Rata-rata (Average Variable Cost/ AVC)
Adalah jumlah biaya variabel total dibagi dengan output, TVC/Q.
Sehingga Biaya Rata-rata (AC) = AFC + AVC.
3. Biaya Marjinal (Marginal Cost/ MC)
Yaitu perubahan biaya total akibat kenaikan output sebesar satu unit.
MC = TC/Q

MC = TVC/Q
MC = TVC/Q + TFC/Q

Kurva Biaya Total, Biaya Rata-rata, dan Biaya Marjinal.

C.

Hubungan Antar Kurva-Kurva Biaya


Berkaitan dengan kedua kurva diatas, antara kurva biaya marginal dengan kurva
biaya rata-rata maupun dengan kurva biaya variabel rata-rata terdapat hubungan
tertentu. Hubungan itu adalah:

1. Apabila MC < AVC, maka nilai AVC menurun (berarti kalau kurva MC dibawah
kurva AVC, maka kurva AVC sedang menurun).
2. Apabila MC > AVC maka nilai AVC akan semakin besar (berarti kalau kurva MC
diatas AVC, maka kurva AVC sedang menaik).

Sebagai akibat keadaan yang dinyatakan dalam (1) dan (2) maka kurva AVC
dipotong oleh kurva MC dititik terendah dari kurva AVC. Dengan cara yang sama
dapat dibuktikan bahwa kurva AC dipotong oleh kurva MC pada titik terendah kurva
AC. Secara singkat, hubungan itu dapat dikatakan bahwa kurva biaya marginal
senantiasa memotong kurva biaya rata-rata dari bawah dan tepat melalui titiknya
yang terendah (Aicholas, 1995).
Ketika produk rata-rata maksimum, maka biaya variabel rata-ratanya (AVC) akan
minimum. Kemudian dengan harga-harga faktor variabel tetap, jika produk marjinal
meningkat, maka biaya marjinal (MC) menurun (Rosyidi, 2005).

Pasar Persaingan sempurna adalah struktur pasar atau industry dimana terdapat
jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak, sehingga tidak ada satu pun penjual
atau pembeli yang bisa mempengaruhi harga.

Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan
saja dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti
yang sangat dekat.

Pasar monopolistis adalah pasar dimana terdapat banyak produsen yang


menghasilkan barang yang berbeda corak

Pasar oligopoli dari segi bahasa berasal dari kata olio yang berarti beberapa dan poli
yang artinya penjual adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh
beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari
sepuluh..

Keuntungan Maksimum
Keuntungan Maksimum adalah keuntungan penuh / total dari apa yg kita produksi.
keuntungan maksimum dapat di golongkan menjadi 3 golongan yaitu :
a.pendekatan total
b.pendekatan rata-rata
c.pendekatan marginal
A. pendekatan Total
Laba Total adalah perbedaan antara penerimaan total dan biaya total .Laba terbesar
terjadi pada selisih positif terbesar antara penerimaan total dan biaya total.Pada selisih
negative antara keduanya,perusahaan mengalami kerugian,sedangkan jika penerimaan =
biaya berada di titik impas dalam menentukan keuntungan maskimum ada 2 cara yaitu :
a) keuntungan maksimum dicari dengan jalan mencari selisih antara keuntungan
maksimum dengan ongkos

minimum.

b)keuntugan maksumum terjadi pada saat penerimaan marginal (MR) dan biaya marginal
(MC).

B. pendekatan Marginal
perusahaan memaksimumkan kentungan pada saat penerimaan marginal sama
dengan biaya marginal. Biaya margial adalah perubahan biaya total perunit perubuhan

output.Penerimaan marginal adalah perubahan penerimaan total perunit output atau


penjualan hasil penjualan marginal,satu konsep mengenai hasil penjualan yg sangat
penting untk diketahui dalam analisa penentuan harga dan produksi oleh suatu
perusahaan adalah pengertian hasil penjualan marginal,yaitu tambahan hasil perjualan yg
diperoleh perusahaan dari menjual barang yg diprouksinya.
C. pendekatan Rata-rata
Hasil penjualan rata-rata untuk suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna
hasil penjualan rata-rata(AR) adalah harga barang yg diproduksi perusahaan adlah
Rp2000 maka d 0 =AR 0 = MRQ adalah kurva permintaan yg dihadapi perusahaan.