Anda di halaman 1dari 8

Vaksinasi Dewasa - Adult Vaccination

Banyak orang dewasa yang salah mengira bahwa vaksinasi yang mereka dapatkan saat kecil dulu, akan memberikan proteksi terhadap penyakit
untuk sepanjang hidupnya. Hal ini memang benar untuk beberapa macam penyakit seperti polio. Tapi banyak penyakit yang vaksinasinya harus
diulang secara berkala untuk mempertahankan imunitas atau kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut. Kemudian ada pula penyakit yang
vaksinnya memang belum ada saat mereka kecil dulu. Malahan ada vaksin yang memang diperuntukkan untuk orang dewasa, karena untuk
penyakit tertentu memang justru memiliki resiko tinggi pada usia dewasa.
Di negara maju saja, seperti di Amerika Serikat (yang kesadaran masyarakatnya sudah tinggi) masih menghabiskan lebih dari sepuluh miliar dolar
setiap tahun untuk mengatasi dan mengobati penyakit yang sebenarnya sudah ada vaksinnya. Dapat kita bayangkan bagaimana halnya dengan di
Indonesia.
Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, pada tahun 2013 dengan juga didukung oleh persatuan dokter ahli alergi dan imunologi (PERLAMUNI),
memberikan rekomendasi jadwal vaksinasi untuk dewasa seperti di bawah ini. Saya sertakan juga penjelasan yang dibagi berdasarkan penyakitpenyakitnya

Influenza

9. Hepatitis B

Semua orang dewasa dianjurkan untuk vaksinasi Influenza


satu kali setiap tahun.

Vaksinasi semua orang dewasa tanpa terkecuali; dianjurkan


untuk memeriksa HbsAg terlebih dahulu.

Beberapa kelompok/kondisi yang sangat dianjurkan untuk


mendapatkan vaksinasi Influenza: gangguan sistem
pernapasan kronik, penyakit ginjal kronik, gangguan
kardiovaskular (gagal jantung, penyakit jantung koroner,
sindroma koroner akut, hipertensi, aritmia, gangguan katup
jantung,
defek
kongenital),
diabetes
melitus,
imunokompromais (HIV/AIDS, kanker, dll.), kanker,
anemia/hemoglobinopati,
obesitas
morbid,
lansia,
karyawan/pekerja, tenaga kesehatan, perokok, pelancong
(traveller), orang yang tinggal di panti jompo/tempat
penampungan, dan calon jemaah haji/umrah.

Perhatian khusus harus diberikan kepada kelompok risiko


tinggi: tenaga kesehatan, pengguna Narkoba, orang dengan
partner seksual multipel, kondisi imunokompromais, pasien
dengan gangguan hati kronik, dan pasien dengan gangguan
ginjal kronik termasuk yang sedang hemodialisis.

Khusus pads individu imunokompromais atau pasien


hemodialisis, berikan vaksin 2 dosis (2 x 20ug/ml) setiap kali
penyuntikan pads bulan 0, 1, 2, dan 6.

Pada individu imunokompeten, tidak ada rekomendasi untuk


memberikan dosis penguat (booster).

Pada individu imunokompromais, pemeriksaan titer antibodi


anti-HbsAg pascavaksinasi dilakukan secara berkala
(booster diberikan bila titer <= 10 mIU/mL).

Perlu diingat
nonresponder.

Pada individu imunokompeten, pemeriksaan titer antibodi


anti-HbsAg pascavaksinasi dilakukan pads 1-3 bulan setelah
vaksinasi terakhir (protektif bila titer >= 10 mIU/mL).
Pemeriksaan yang dilakukan lebih dari 6 bulan
pascavaksinasi kurang memiliki manfaat dan dapat
menimbulkan kesalahan interpretasi.

Untuk ibu hamil (terutama pada masa pandemi)

Vaksin Influenza dapat diberikan sepanjang tahun.

2. Tetanus, Difteri, Pertusis (Td/Tdap)

Pemberian boosterTd/Tdap sangat penting sehubungan


dengan wabah Difteri yang terjadi di beberapa daerah dan
waning immunity pascavaksinasi Pertusis.
Orang dewasa menggunakan Vaksin Td/Tdap, yang
merupakan vaksin DTP dengan reduksi antigen Difteri dan
Pertusis. Tdap menggunakan komponen pertusis aseluler
(bukan whole-cell), sehingga kurang reaktogenik.

terdapat

fenomena

responder

dan

10. Hepatitis A dan Hepatitis B (kombinasi)

Untuk mencegah Tetanus Neonatorum, status imunisasi


Tetanus bagi WUS (Wanita Usia Subur) dan calon pengantin
perempuan juga harus diperhatikan.

3. Varicella (Cacar Air)

Vaksin Varicella merupakan vaksin hidup.

Semua orang dewasa yang tidak terbukti pemah mengalami


Cacar Air atau tidak memiliki kekebalan terhadap Varicella,
dianjurkan untuk vaksinasi.

Manifestasi klinis Cacar Air pads orang dewasa umumnya


lebih berat daripada anak-anak.

Sangat dianjurkan bagi tenaga kesehatan.

Varicella dapat menyebabkan cacat janin bila infeksi primer


terjadi pada trimester pertama kehamilan, sehingga
dianjurkan diberikan sebelum menikah/hamil. Diperlukan
waktu minimal 4 minggu untuk boleh hamil setelah vaksinasi
terakhir.

Vaksinasi HPV untuk perempuan dapat menggunakan vaksin

Bila tersedia, gunakan vaksin kombinasi Hepatitis A dan


Hepatitis B. Selain lebih ekonomis, kesempatan untuk
meningkatkan cakupan imunisasi lebih besar.

11. Thyphoid Fever (Demam Tifoid)

Sebagai negara endemis, vaksin ini dianjurkan untuk semua


orang dengan atau tanpa riwayat Demam Tifoid.

12. Pneumokokal Polisakarida (PPSV23) /Pneumonia

Vaksinasi semua orang berusia 60 tahun ke atas.

Vaksinasi orang berusia 60 tahun ke bawah dengan kondisi


berikut: perokok aktif, gangguan sistem pernapasan kronik
(PPOK dan asma), gangguan sistem kardiovaskular, diabetes
melitus, gagal ginjal kronik, sindroma nefrotik, gangguan
hati kronik (termasuk sirosis), alkoholisme, implan koklea,
kebocoran cairan serebrospinal, imunokompromais, asplenia,
dan orang yang tinggal di panti jompo/tempat penampungan.

Vaksinasi seluruh calon jemaah haji dan umrah; perlu


diperhatian agar vaksinasi telah memberikan proteksi
sebelum jemaah haji/umrah berangkat.

Bila vaksin diberikan pads usia 19-60 tahun, diperlukan 1


dosis ulangan 5 tahun kemudian. Semua individu yang
imunokompromais harus memperoleh 1 dosis ulangan,
berapapun usianya saat vaksinasi dosis pertama.

Jangan berikan kepada ibu hamil.

4. Human Papillomavirus (HPV) untuk Perempuan

HPV bivalent atau quadrivalent

Waktu pemberian terbaik untuk memperoleh efektivitas


maksimal adalah usia 9-26 tahun dan/atau sebelum aktif
secara seksual.

Bila vaksin diberikan pada usia 60 tahun ke atas, dosis


ulangan tidak diperlukan (tidak berlaku pads kondisi
imunokompromais).

Beberapa kondisi memerlukan vaksinasi PPSV23 dan


PCV13 (lihat poin nomor 13).

Vaksin dapat diberikan hingga usia 55 tahun.

Vaksinasi tidak menggantikan Pap Smear (yang tetap harus


dilakukan minimal setiap 3 tahun).

Tidak direkomendasikan untuk ibu hamil.

13. Pneumokokal Polisakarida (PPSV23) /Pneumonia

Vaksinasi semua orang berusia 50 tahun ke atas.

Vaksinasi orang berusia 19 tahun ke atas dengan kondisi


berikut: imunokompromais (immuno-defisiensi bawaan atau
dapatan, HIV/AIDS, gagal ginjal kronis, sindroma nefrotik,
leukemia, limfoma, Hodgkin disease, kanker, immunosupresi
iatrogenik, pasien yang mendapatkan transplantasi organ,
mieloma multipel), asplenia fungsional atau anatomis (sickle
cell disease / kelainan hemoglobin lain), pasien dengan
implan koklea, dan kebocoran cairan serebrospinal.

5. Human Papillomavirus (HPV) untuk Laki-laki

Vaksinasi HPV untuk laki-laki hanya menggunakan vaksin


HPV quadrivalent.

Untuk usia 9-21 tahun, vaksin diberikan kepada semua


individu.

Untuk usia 22-26tahun, vaksin terutama diberikan kepada


individu homoseksual yang belum vaksinasi. Individu non
homoseksual juga dapat menerima vaksinasi hingga usia 26
tahun.

Mereka yang termasuk dalam kelompok di atas dan belum


perah vaksinasi PPSV23, dianjurkan untuk vaksinasi 1 dosis
PCV13 terlebih dulu. Lanjutkan dengan vaksinasi PPSV23
minimal 8 minggu setelah pemberian vaksin PCV13.

Vaksinasi seluruh calon jemaah haji dan umrah; perlu


diperhatian agar vaksinasi telah memberikan proteksi

6. Zoster
sebelum jemaah haji/umrah berangkat.

Berikan 1 dosis vaksin Zoster kepada semua individu berusia


60 tahun ke atas, dengan atau tanpa episode Zoster
sebelumnya.

Vaksin Zoster merupakan vaksin hidup.

Vaksin akan tersedia di Indonesia setelah proses registrasi.

7. Measles / Campak, Mumps / Gondongan, Rubella / Campak


Jerman (MMR)

Vaksin MMR merupakan vaksin hidup.

Sangat dianjurkan bagi tenaga kesehatan, pelancong, dan


orang yang tinggal di asrama/ lingkungan padat, dan saat
terjadi wabah

Dosis kedua diperlukan karena 2-5% populasi normal tidak


merespons 1 dosis MMR.

Vaksin MMR dapat mencegah sindroma Rubella Kongenital,


berikan kepada perempuan sebelum menikah/hamil.
Diperlukan waktu minimal 4 minggu untuk boleh hamil
setelah vaksinasi terakhir. Jangan berikan kepada ibu hamil.
Diperlukan waktu minimal 4 minggu untuk boleh hamil
setelah vaksinasi terakhir.

Jangan diberikan kepada ibu hamil.

Bila sebelumnya sudah pemah vaksinasi PPSV23, berikan


vaksin PCV13 dengan jeda minimal 1 tahun setelah
pemberian vaksin PPSV23.

14. Meningitis Meningokokal

Vaksinasi Meningitis Meningokokal tidak diberikan secara


rutin.

Vaksin ini hanya diberikan kepada calon jemaah haji/umrah


dan calon pelancong ke negara-negara tertentu, sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

Vaksin ini boleh diberikan kepada ibu hamil (dengan


pertimbangan manfaat yang diperoleh lebih besar dari risiko)
dan ibu menyusui.

15. Yellow Fever (Demam Kuning)

Vaksin Yellow Fever merupakan vaksin hidup.

Vaksin Yellow Fever tidak diberikan secara rutin.

Vaksin ini hanya diberikan kepada calon pelancong ke


negara-negara tertentu, sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.

8. Hepatitis A

Vaksin ini dianjurkan untuk semua individu.

Perhatian khusus harus diberikan kepada pelancong dan


penjamah makanan (food handler).