Anda di halaman 1dari 56

SOSIALISASI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

DAN BPJS KESEHATAN


HARY SOEBIJAKTO
KEPALA CABANG

PT. Askes (Persero)

Unit Kerja
PT. Askes (Persero) Cabang Bojonegoro
Jl. Basuki Rahmad No. 65 Bojonegoro

Agenda
Pengantar
Kepesertaan
Iuran
Manfaat Jaminan Kesehatan
Koordinasi Manfaat
Fasilitas Kesehatan
PT. Askes (Persero)

MOU ASKES KORPRI -1


MOU ASKES KORPRI -2
MOU ASKES KORPRI -3
MOU ASKES KORPRI -4
MOU ASKES KORPRI -5
PT. Askes (Persero)

Kegiatan Pengalihan Program JPK Jamsostek


7 MARET 2013

PENANDATANGANAN KERJASAMA
PENGALIHAN PROGRAM

13 JUNI 2013

PENYUSUNAN JUKNIS

MOU JAMSOSTEK
PT. Askes (Persero)

Kegiatan Pengalihan Program JPK TNI/POLRI

KESEPAKATAN BERSAMA TNI

NOTA KESEPAHAMAN ANTARA PT ASKES


DENGAN POLRI
PT. Askes (Persero)

PENGALIHAN PROGRAM JAMKESMAS

08 SEPTEMBER 2013

PT. Askes (Persero)

I
PENGANTAR

PT. Askes (Persero)

Sistem Jaminan Sosial Nasional


Hak konstitusional setiap orang

Pasal 28 H ayat 3
UUD 45
Pasal 34 ayat 2
UUD 45
Konvensi ILO 102
tahun 1952

Wujud tanggung jawab negara

Setiap orang berhak atas Jaminan Sosial yang memungkinkan


pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang
bermanfaat".

"Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh


rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak
mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan".

Standar minimal Jaminan Sosial (Tunjangan kesehatan, tunjangan


sakit, tunjangan pengangguran, tunjangan hari tua, tunjangan
kecelakaan kerja, tunjangan keluarga, tunjangan persalinan,
tunjangan kecacatan, tunjangan ahli waris

Mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur


PT. Askes (Persero)

Sistem Jaminan Sosial Nasional

3 Azas

Kemanusiaan
Manfaat

Keadilan sosial
bagi seluruh
rakyat
Indonesia

5 Program 9 Prinsip
Jaminan
Kesehatan

Kegotong-royongan
Nirlaba
Keterbukaan

Jaminan
Kecelakaan Kerja

Kehati-hatian

Jaminan Hari Tua

Portabilitas

Jaminan Pensiun
Jaminan
Kematian

PT. Askes (Persero)

Akuntabilitas
Kepesertaan wajib
Dana amanat
Hasil pengelolaan dana
digunakan seluruhnya
untuk pengembangan
program dan sebesarbesarnya untuk
kepentingan peserta

UU SJSN dan UU BPJS

1 JANUARI 2014, PT ASKES (PERSERO) MENJADI BPJS KESEHATAN


PT. Askes (Persero)

PERTANYAANNYA: SIAPAKAH
BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN?
Jawabannya: PT Askes (Persero) yang BERTRANSFORMASI
Menjadi BPJS Kesehatan Per 1 Januari 2014
2013

2014 - 2019

CAKUPAN
SEMESTA 2019

ASKES
Badan Hukum PRIVATE
Di bawah Menteri BUMN
Semula Hanya Untuk Jaminan
Kesehatan PNS dan Pensiunan
TNI/POLRI + Prts Kem + Vet

Badan Hukum PUBLIK


Langsung Bertanggung Jawab Kepada PRESIDEN
Untuk Mengelola Jaminan Kesehatan
SELURUH RAKYAT INDONESIA
PT. Askes (Persero)

Roadmap menuju BPJS Kesehatan


BPJS

Q4 : Penutupan KeuanganAskes
Q4 : Inventarisasi Aset & Liabilitas

2014

Q1 Q2 : Pengembangan Aplikasi Kepesertaan Tunggal


Q2 - Q3 : Penyusunan RKAP BPJS
Q1 Q4 : Pengembangan SIM
Q1 - Q3 : Penyediaan Sarana/Prasarana
Q1 - Q3 : Penyusunan Pedoman Teknis

Q1 - Q3 : Penyusunan RJPP BPJS


Q2 Q4 : Revaluasi Aset Askes

2013
Q4 : Penetapan RPP/RPerpres

Q2 12 Q4 13 : Proses Pengalihan JPK Jamsostek

Q2 Q3 : Profiling Provider, Mapping Faskes

Q2 12 Q4 13 : Proses Pengalihan JPK TNI/POLRI


Q2 12 - Q4 13 : Sosialisasi Eksternal

2012
ASKES

Q3 : OPT

Q2 12 - Q4 13 : Proses Pengalihan Aset & Liabilitas Askes


Q2 12 Q4 13 : Proses Pengalihan Program Jamkesmas

Q2 - Q3 : Penyusunan Usulan/Masukan RPP


Q2 : Penyusunan Strategi Operasionalisasi BPJS
Q1 Q3 : Sosialisasi Internal

KANTOR PT ASKES (PERSERO)


Regional I
Regional II

Regional X
Regional VIII

Regional III
Regional IV
Regional VI
Regional V

Regional IX

Regional VII
Regional XI

1.
2.
3.

12 Kantor Regional.
104 Kantor Cabang.
Kantor Kabupaten/Kota di Seluruh Indonesia
PT. Askes (Persero)

Regional XII

PT ASKES (PERSERO) REGIONAL VII

KC
BOJONEGORO

KCU
SURABAYA

KC
PAMEKASAN

KC
MOJOKERTO

KC MADIUN

KC
PASURUAN

KCU KEDIRI

KC JEMBER

KEDIRI

KC MALANG

PT. Askes (Persero)

KC
BANYUWANGI

II
KEPESERTAAN JAMINAN KESEHATAN

PT. Askes (Persero)

Perpres Jaminan Kesehatan no 12/2013


(pasal 2 & 4)
Peserta Jaminan Kesehatan meliputi :
1. PBI (Penerima Bantuan Iuran) Jaminan Kesehatan
a. Fakir miskin
b. Orang tidak mampu
2. Bukan PBI Jaminan Kesehatan
a. Pekerja Penerima Upah dan Anggota Keluarganya
b. Pekerja
Bukan Penerima Upah dan Anggota
Keluarganya
c. Bukan Pekerja dan Anggota Keluarganya

KELOMPOK PESERTA JAMINAN KESEHATAN


KELOMPOK PESERTA JAMINAN KESEHATAN

a. PNS (Pusat & Daerah)


b. Anggota TNI
Pekerja Penerima
Upah (PPU)

c. Anggota Polri
d. Pejabat Negara
e. Pegawai Pemerintah Non PNS
f. Pegawai Swasta
g. Pekerja yang tidak termasuk huruf a sd f yang menerima upah

PENERIMA
BANTUAN IURAN
(PBI) JK
BUKAN PBI JK

Pekerja Bukan
Penerima upah
(PBPU)

Pekerja Mandiri
Sektor Informal
a. Investor
b. Pemberi Kerja
c. Penerima Pensiun

Bukan Pekerja
(BP)

d. Veteran
e. Perintis Kemerdekaan
f. bukan Pekerja yang tidak termasuk huruf a
sampai dengan huruf e yang mampu
membayar iuran

Bagi Pekerja Penerima Upah dan Pekerja Bukan Penerima Upah termasuk warga negara asing yang bekerja di Indonesia paling
singkat 6 (enam) bulan
Peserta bukan PBI Jaminan Kesehatan dapat mengikut sertakan anggota keluarga yang lain

Kepesertaan
1.Jumlah peserta dan anggota keluarga yang
ditanggung oleh jaminan kesehatan paling
banyak 5 (lima) orang.
2.Peserta yang memiliki jumlah keluarga lebih dari
5 (lima) orang termasuk peserta, dapat
mengikutsertakan anggota keluarga yang lain
dengan membayar iuran tambahan.

Anggota Keluarga Peserta


Isteri/Suami yang sah
dari peserta

Anak kandung, anak


tiri dan/atau anak
angkat yang sah dari
peserta
Tidak atau belum
pernah menikah atau
tidak mempunyai
penghasilan sendiri

Belum berusia 21 (dua


puluh satu) tahun atau
belum berusia 25 (dua
puluh lima) tahun yang
masih melanjutkan
pendidikan formal
Peserta Bukan PBI JK, dapat mengikutsertakan anggota keluarga yang lain
PT. Askes (Persero)

Anggota keluarga : (Pasal 5 Perpres Jaminan


Kesehatan):
Anggota keluarga sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 4 ayat (1) huruf a meliputi:
istri atau suami yang sah dari peserta; dan
anak kandung, anak tiri dan/atau anak angkat yang
sah dari peserta, dengan kriteria:
- tidak atau belum pernah menikah atau tidak
mempunyai penghasilan sendiri; dan
- belum berusia 21 (dua puluh satu) tahun atau
belum berusia 25 (dua puluh lima) tahun yang
masih melanjutkan pendidikan formal;

Pentahapan Kepesertaan
Jaminan Kesehatan

Tahap
pertama
mulai
tanggal 1
Januari
2014

PBI
(Jamkesmas)
TNI/POLRI
dan
Pensiunan
PNS &
Pensiunan
JPK
JAMSOSTEK

Tahap
Selanjutnya

PT. Askes (Persero)

Seluruh
penduduk
yang belum
masuk sebagai
Peserta BPJS
Kesehatan
paling lambat
tanggal 1
Januari 2019

PHK dan Cacat Total Tetap


Peserta
Bukan PBI
PHK/Cacat
Total Tetap
Tidak bekerja kembali
dan tidak mampu
bayar iuran (6 bulan)

Bekerja kembali
(6 bulan)

Perpanjang status
kepesertaan dan
bayar iuran

PBI

PT. Askes (Persero)

Tempat Pendaftaran Peserta


1. Melalui Kantor BPJS Kesehatan
- Alamat kantor ada di www.ptaskes.com
- Pilih menu Info peserta

2. Pendafataran Melalui web


www.bpjs-kesehatan.go.id
3. Melalui Mobile Customer Service /
BPJS Corner
14

Pendaftaran Peserta
1. Melalui Kelompok/ Kolektif

- Mengisi Formulir daftar isian peserta


- Melampirkan foto peserta dan anggota keluarga 1 lembar
ukur 3 x 4 cm
- Pengantar dari unit kerja

2. Perorangan / Datang Langsung ke Kantor BPJS


Kesehatan

- Mengisi formulir daftar isian peserta


- Melampirkan foto peserta dan anggota keluarga 1 lembar
ukur 3 x 4 cm
- Menunjukan persyaratan
PT. Askes (Persero)

III
IURAN

PT. Askes (Persero)

Iuran
PBI

Dibayar oleh
pemerintah

Dibayar oleh Pemberi


Pekerja
Penerima Upah Kerja dan Pekerja
Pekerja Bukan Dibayar oleh peserta
Penerima Upah yang bersangkutan

PT. Askes (Persero)

Besaran Iuran
Iuran JK bagi Peserta PPU yang terdiri dari PNS,
anggota TNI, anggota Polri, pejabat negara, dan
pegawai pemerintah non pegawai negeri
sebesar 5% (lima persen) dari Gaji atau Upah
per bulan, dengan ketentuan sebagai berikut:
1. 3% (tiga persen) dibayar oleh pemberi kerja
(Pemerintah); dan
2. 2% (dua persen) dibayar oleh peserta.
PT. Askes (Persero)

Pendaftaran Anggota Keluarga Lainnya


1.Tambahan Anggota Keluarga dari Pekerja Penerima Upah
(PPU):
a.Keluarga tambahan dari PPU terdiri dari anak ke 4 dan
seterusnya, ayah, ibu dan mertua, besaran iuran
sebesar 1% dari dari gaji atau upah per orang per
bulan
b. Peserta tambahan lainya dari PPU seperti keponakan,
kerabat lain, asisten rumah tangga dan lainnya,
ditetapkan sesuai dengan manfaat yang dipilih :
1)Kelas III sebesar Rp.25.500,- per orang per bulan.
2)Kelas II sebesar Rp.42.500,- per orang per bulan.
3)Kelas I sebesar Rp.59.500,- per orang per bulan

PT Askes (Persero) bersama dengan PT Bank Mandiri (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) membuat nota kesepahaman (Memorandum
of Understanding) atas Pengelolaan Dana, Pemanfaatan Produk dan Pelayanan Jasa Perbankan
untuk era BPJS tahun 2014.

PT. Askes (Persero)

Kerjas ama Bank


unt uk Pendaftaran dan Pembayaran I uran

Bank BRI
Bank BNI46
Bank Mandiri

PT. Askes (Persero)

Contoh Disain Kartu BPJS Kesehatan

PT. Askes (Persero)

31

IV
MANFAAT JAMINAN KESEHATAN

PT. Askes (Persero)

Manfaat Jaminan Kesehatan


Bersifat pelayanan kesehatan perorangan, mencakup pelayanan
promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, pelayanan obat, bahan medis
habis pakai sesuai dengan indikiasi medis yang diperlukan

1. Manfaat Medis yang tidak terikat dengan besaran iuran yang


dibayarkan
2. Manfaat non medis yang ditentukan berdasarkan skala besaran
iuran yang dibayarkan, termasuk didalamnya manfaat akomodasi

Ambulans diberikan untuk pasien rujukan dari fasilitas kesehatan


dengan kondisi tertentu yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan

PT. Askes (Persero)

Pelayanan Kesehatan Yang Dijamin


Pelayanan Kesehatan Tingkat
Pertama (RJTP dan RITP)
Pelayanan Kesehatan Rujukan
Tingkat Lanjutan (RJTL dan RITL)
Pelayanan Kesehatan Lain yang
ditetapkan oleh Menteri

PT. Askes (Persero)

Manfaat Akomodasi

Peserta
Bukan
Penerima Bantuan Iuran (PBI)

Penerima Bantuan
Iuran (PBI)

Pekerja
Penerima
Upah

Pekerja
Bukan
Penerima
Upah

Bukan
Pekerja

Fakir Miskin

Orang Tidak
Mampu

Kelas I dan
II

Kelas I, II
dan III

Kelas I, II
dan III

Kelas III

Kelas III

PT. Askes (Persero)

Pelayanan Kesehatan Yang Tidak Dijamin


a. pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melalui prosedur
sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku;
b. pelayanan kesehatan yang dilakukan di Fasilitas Kesehatan yang tidak
bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kecuali untuk kasus gawat
darurat;
c. pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan
kecelakaan kerja terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan
kerja atau hubungan kerja;
d. pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri;
e. pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik;
f. pelayanan untuk mengatasi infertilitas;
g. Pelayanan meratakan gigi (ortodensi);
h. gangguan kesehatan/penyakit akibat ketergantungan obat dan/atau
alkohol;
PT. Askes (Persero)

Pelayanan Kesehatan Yang Tidak Dijamin


i. gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri, atau akibat
melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri;
j. pengobatan komplementer, alternatif dan tradisional, termasuk
akupuntur, shin she, chiropractic, yang belum dinyatakan efektif
berdasarkan penilaian teknologi kesehatan (health technology
assessment);
k. pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan
(eksperimen);
l. alat kontrasepsi, kosmetik, makanan bayi, dan susu;
m. perbekalan kesehatan rumah tangga;
n. pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat,
kejadian luar biasa/wabah;
o. biaya pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan Manfaat
Jaminan Kesehatan yang diberikan.
PT. Askes (Persero)

Alur Pelayanan Kesehatan


Peserta
Faskes Primer

Rujuk / Rujuk Balik

Rumah Sakit

Emergency

Klaim

BPJS
Branch Office

PT. Askes (Persero)

ERA BPJS: MENATA SISTEM PELAYANAN KESEHATAN

GATE KEEPER CONCEPT PROMOTIF PREVENTIF


Memperkuat Posisi Pelayanan Primer dalam Piramida Layanan: Sebagai Pintu Masuk
Sistem Yankes BERJENJANG

Persentase Biaya Pelkes

Askes

NHS
England

NHI
Taiwan

76 %

67 %

24 %

33 %

28 %

INA CBGs

56 %

Kapitasi

Gate Keeper
15 %

PT. Askes (Persero)

Surat Mendagri Kapitasi.bmp


7920. Mekanisme Pembayaran Kapitasi di
Puskesmas.pdf

PT. Askes (Persero)

V
KOORDINASI MANFAAT

PT. Askes (Persero)

Koordinasi Manfaat
ASURANSI KESEHATAN
KOMERSIAL

Manfaat
Tambahan

Coordination
of Benefit
(COB)

Pelkes Lain
yang
ditetapkan
oleh Menteri
Pelkes Rujukan
Tingkat
Lanjutan

BPJS
KESEHATAN

Pelkes Tingkat
Pertama

PT. Askes (Persero)

VI
FASILITAS KESEHATAN

PT. Askes (Persero)

Penyelenggara Pelayanan Kesehatan


Fasilitas
Kesehatan
milik
Pemerintah

memenuhi persyaratan
(credentialing)
wajib bekerjasama dengan
BPJS Kesehatan

Fasilitas
Kesehatan
milik swasta

memenuhi persyaratan
(credentialing)
dapat menjalin kerjasama
dengan BPJS Kesehatan

PT. Askes (Persero)

KREDENSIALING
Definisi
Kredensialing adalah proses seleksi awal melalui
penilaian terhadap pemenuhan persyaratan bagi
fasilitas kesehatan yang akan bekerjasama dengan
BPJS Kesehatan.

Tujuan
Kredensialing bertujuan untuk memperoleh
fasilitas kesehatan yang berkomitmen dan mampu
memberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan
efisien melalui metode dan standar penilaian yang
terukur dan objektif.
PT. Askes (Persero)

KREDENSIALING
Sasaran
1. Kredensialing dan rekredensialing dilakukan kepada keseluruhan fasilitas
kesehatan yang akan dan masih berkerjasama dengan BPJS Kesehatan, baik
faskes tingkat pertama maupun tingkat lanjutan.
2. Kredensialing dan rekredensialing dilakukan kepada keseluruhan fasilitas
kesehatan milik Pemerintah maupun Swasta / Perorangan.

Waktu Pelaksanaan
1.
2.
3.

Kredensialing masa transisi peralihan program dilakukan pada triwulan III IV


tahun 2013 kepada seluruh fasilitas kesehatan yang telah dan masih
bekerjasama dengan PT Askes, Jamkesmas, PT Jamsostek, TNI dan POLRI
Selanjutnya Kredensialing dilakukan sepanjang tahun sesuai kebutuhan
penambahan fasilitas kesehatan sejalan dengan pertambahan peserta.
Rekredensialing dilakukan setiap 1 (satu) tahun pada 3 (tiga) bulan sebelum
berakhirnya masa perjanjian kerjasama
PT. Askes (Persero)

FASKES TINGKAT PERTAMA


KRITERIA PENILAIAN KREDENTIALING DOKTER KELUARGA

Kriteria Administratif
Surat Ijin Praktek dokter/dokter gigi
SIPA bagi apoteker ,dan sip/sik unt tenaga medis lain
Surat Ijin Operasional ( Bagi Klinik Pratama,
Puskesmas dan fasilitas kesehatan lain yang
ditetapkan Menteri Kesehatan)
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Kontrak kerjasama dengan jejaring (jika diperlukan)
Surat Pernyataan Kesediaan mematuhi ketentuan
Program Jaminan Kesehatan Nasional.
Sesuai permenkes No 71 tahun 2013

FASKES TINGKAT PERTAMA


Kriteria Teknis
a. Sumber Daya Manusia : ketenagaan, pelatihan kompetensi,
pengalaman kerja, pengalaman kerjasama dengan asuransi,
penghargaan yang dimiliki.
b. Sarana dan Prasarana : bangunan, ruangan pendukung,
perlengkapan praktek, perlengkapan penunjang administrasi dan
perlengkapan penunjang umum.
c. Peralatan Medis dan Obat-obatan : peralatan medis mutlak,
peralatan kedaruratan, obat-obatan, peralatan medis tambahan,
peralatan kunjungan rumah dan perlengkapan edukasi.
d. Lingkup Pelayanan : konsultasi/pemeriksaan, pelayanan gigi,
pelayanan obat, pelayanan laboratorium sederhana, pelayanan
imunisasi, pelayanan KB, promosi kesehatan dan kunjungan rumah.
e. Komitmen Pelayanan : pemenuhan jam praktek, penggunaan
aplikasi SIM, kepatuhan terhadap panduan klinik, penyelenggaraan
prolanis, mendukung aktifitas kesehatan masyarakat yang
dilaksanakan BPJS Kesehatan.
PT. Askes (Persero)

REKREDENSIALING
Definisi
Rekredensialing adalah proses seleksi ulang terhadap
pemenuhan persyaratan dan kinerja pelayanan bagi fasilitas
kesehatan yang telah dan akan melanjutkan kerjasama dengan
BPJS Kesehatan. .
Tujuan
Rekredensialing bertujuan untuk memperoleh fasilitas
kesehatan yang berkomitmen dan mampu memberikan
pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien melalui metode
dan standar penilaian yang terukur dan objektif.

Kapan dilakukan Rekredensialing faskes tingkat


pertama?
Proses Rekredensialing dilakukan 3 bulan sebelum kontrak
dengan faskes berakhir.
PT. Askes (Persero)

FASKES TINGKAT PERTAMA


Kriteria Penilaian Rekredensialing
Kriteria Administratif
Updating Surat Ijin Praktek dan Surat Ijin Operasional

Kriteria Teknis
a. Sumber Daya Manusia (updating) :
b. Sarana dan Prasarana (updating) :
c. Peralatan Medis dan Obat-obatan (updating) :
d. Lingkup Pelayanan (updating) :
e. Realisasi Komitmen Pelayanan : pemenuhan jam praktek,
penggunaan aplikasi SIM, kepatuhan terhadap panduan klinik,
penyelenggaraan prolanis, mendukung aktifitas kesehatan
masyarakat yang dilaksanakan BPJS Kesehatan.
f. Kinerja Faskes : Angka kepuasan pasien, angka rujukan, angka
keberkunjungan prolanis, ketepatan waktu penyampaian laporan

DAFTAR PENYAKIT YANG BISA DISELESAIKAN


DI FASKES PRIMER
Saat Ini
Belum diatur

BPJS
Daftar minimal penyakit yang dapat diselesaikan di
pelayanan kesehatan primer adalah daftar penyakit
yang terdaftar di dalam Lampiran 3 Peraturan
Konsil Kedokteran Indonesia nomor 11 tahun 2012
tentang Standar Kompetensi Dokter Indonesia pada
level kompetensi minimal 4a.
Terdapat 144 Daftar Penyakit yang termasuk level
kompetensi 4a dalam SKDI (Standar Kompetensi
Dokter Indonesia) tahun 2012

PROGRAM RUJUK BALIK


Saat Ini

BPJS

Delivery obat
dilakukan
IF/Apotek
Pembiayaan obat
di luar kapitasi/fee
for service

PRB akan tetap dilaksanakan


Obat yang termasuk dalam Obat Rujuk Balik adalah:
Obat-obat kronis yang diresepkan oleh dokter spesialis/sub-spesialis di
Faskes Rujukan Tingkat Lanjutan dan tercantum pada Daftar Obat
Formularium Nasional untuk Program Rujuk Balik.
Obat pendamping sesuai Daftar Obat Formularium Nasional yang
berlaku. Obat Pendamping juga diresepkan oleh dokter spesialis/sub
spesialis.
Obat pendamping adalah obat yang diberikan kepada pasien bukan
untuk mengobati penyakit yang diderita tetapi untuk mengatasi efek
samping dari obat utama atau obat untuk mengoptimalkan fungsi
organ tubuh.
Obat PRB diberikan untuk kebutuhan maksimal 30 (tiga puluh) hari
dan harus sesuai dengan ketentuan restriksi dan peresepan maksimal
Obat PRB dapat diperoleh di Apotek yang dikontrak BPJS Kesehatan
untuk memberikan pelayanan Obat RB.

PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS


Saat Ini
Fokus pada
PPDM dan
PPHT

BPJS
Tetap dijalankan sebagai salah satu keunggulan
kompetitif BPJS
Fokus tahun 2014 penyakit DM Tipe 2 dan HT
Berlaku untuk seluruh peserta BPJS
Pembiayaan diluar kapitasi
Akan dikembangkan untuk penyakit kronis lainnya
misalnya Asma dan penyakit kardiovaskular lainnya

Tujuan utama pencegahan komplikasi penyakit (kardiovaskular, ginjal)

Tantangan Faskes Primer


Ketersediaan tenaga kesehatan di daerah remote area untuk menjamin
portabilitas pelayanan. Penumpukan tenaga kesehatan di daerah urban
regulasi oleh Pemerintah dan dukungan Pemerintah Daerah
Standarisasi fasilitas kesehatan, kompetensi tenaga kesehatan, pelayanan
medik, dan pembiayaan belum tersedia
Peningkatan upaya promotif dan preventif di Dokter pelayanan primer.
Perbaikan pola koordinasi antara Dokter pelayanan primer dengan
Dokter Spesialis dalam sistem rujukan timbal-balik.
Validitas Masterfile
Ketersediaan data utilisasi, morbiditas dan mortalitas di pelayanan dasar
Kebijakan daerah dalam pengelolaan pembayaran kapitasi (Puskesmas
menjadi PAD)
SIM di Faskes Primer

Pelayanan Informasi
Halo

Askes

TELEKONSULTING
JUMAT SEHAT PROLANIS
PKL 07.00-21.00 WIB

500 400

Hotline Service ..
Web : www.ptaskes.com
Askes Center Rumah Sakit
Kantor Cabang .
Kantor Operasional Kabupaten/Kota ..

Terima Kasih

PT. Askes (Persero)