Anda di halaman 1dari 27

BAB

P E N D A H U L U A N
1.1 Latar Belakang
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25
Sistem

Perencanaan

Pembangunan

Tahun 2004 tentang

Nasional

(SPPN)

dan

UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 terakhir dengan perubahan


UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintah Daerah,
pemerintah

perlu

menyiapkan

Rencana

Pembangunan

Jangka

Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)


dan Rencana

Tahunan atau Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang

dilaksanakan oleh unsur penyelenggaraan pemerintah di pusat


dan daerah dengan melibatkan masyarakat.
Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2011 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kabupaten Pesisir
Selatan

Tahun

substansinya

2010-2015
sebagai

adalah

Dokumen

penjabaran

visi,

Perencanaan
misi

dan

yang
arah

pembangunan daerah yang merupakan satu kesatuan dalam Sistem


Perencanaan

Pembangunan

Nasional.

Penyusunannya

dilakukan

secara terencana, bertahap, sistematis yang didasarkan pada


kondisi, potensi, proyeksi sesuai kebutuhan dalam kurun waktu
5 (lima) tahun

yang akan datang.

Visi Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Tahun


2010-2015

Visi
menyangkut

pada

hakekatnya

kemana

adalah

instansi

diarahkan agar dapat

pandangan

pemerintah

harus

jauh

kedepan

dibawa

dan

berkarya secara konsisten dan tetap

eksis, antisipatif, inovatif serta produktif.

Berpijak atas dasar di atas serta perkembangan situasi dan


tantangan di masa mendatang, maka visi Inspektorat Daerah
Kabupaten Pesisir Selatan adalah :
Terwujudnya Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang Taat
Hukum, Bersih, Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Visi ini mengandung pengertian bahwa dalam kurun waktu 5


tahun mendatang Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan
diharapkan akan mewujudkan keinginan dan amanat masyarakat
untuk

melakukan

pengawasan

yang

profesional

terhadap

penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan bertanggung


jawab guna mendapatkan hasil yang optimal dan bermanfaat dalam
upaya mencapai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Pesisir
Selatan Tahun 2010-2015.
Untuk

mewujudkan

instansi/organisasi
jelas.

Misi

visi

yang

pemerintah

adalah

sesuatu

telah

ditetapkan,

harus

mempunyai

yang

harus

setiap

misi

diemban

yang
atau

dilaksanakan oleh instansi pemerintah sebagai penjabaran visi


yang

telah

seluruh
dapat

ditetapkan.

anggota

Melalui

organisasi

mengetahui

instansi/organisasi

dan

dan

penjabaran
pihak

mengenal
tersebut

yang

misi,

berkepentingan

keberadaan
dalam

diharap

dan

peran

penyelenggaraan

pemerintahan.
Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, maka
Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan menyusun Misi
sebagai berikut :
1.Meningkatkan pengawasan fungsional oleh Aparatur Pengawasan
Fungsional.
2.Menunjang Pengawasan Legislatif/DPRD

3.Menunjang terwujudnya Pengawasan Masyarakat.


Peraturan
dan
perundangan
di
era
desentralisasi
memperlihatkan
kembali

komitmen

system,

politik

prosedur

dan

pemerintah
proses

untuk

menata

perencanaan

hingga

penganggaran daerah. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk


mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang lebih baik
dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Alur perencanaan pembangunan daerah menurut UndangUndang
Nomor 25

Tahun 2004 adalah Renja SKPD atau Rencana Kerja

Satuan Kerja Perangkat Daerah merupakan satu dokumen rencana


resmi daerah yang dipersyaratkan untuk mengarahkan program
dan kegiatan pelayanan SKPD khususnya dan pembangunan tahunan
daerah pada umumnya. Renja SKPD mempunyai fungsi penting dan
fundamental dalam sistem perencanaan daerah karena renja SKPD
adalah perencanaan pada unit organisasi terendah dan terkecil
di

pemerintah

daerah

yang

memberikan

masukan

utama

dan

mendasar bagi perencanaan diperingkat yang lebih atas seperti


RKPD, Renstra SKPD dan RPJM. Rencana Kerja SKPD berhubungan
langsung dengan pelayanan kepada Masyarakat yang merupakan
tujuan utama penyelenggaraan pemerintah daerah.

1.2 Landasan Hukum


Sejalan
Kabupaten

dengan

Pesisir

penjabaran
Selatan

telah

aturan

tersebut,

membentuk

Pemerintah

Peraturan

Daerah

Nomor 13 Tahun 2010 tentang Pembentukan Struktur Organisasi dan


Tata

Kerja

Inspektorat

Daerah

Kabupaten

Pesisir

Selatan.

Kedudukan Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan sebagai


aparat pengawasan internal pemerintah merupakan unsur pengawas
penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan
sebagaimana digariskan dalam Peraturan Daerah Nomor 13 tahun
2010 tentang Pembentukan Struktur Organisasi dan Tata Kerja

Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan pasal 3 ayat (1)


dan (2) yaitu:
1. Inspektorat Daerah merupakan unsur pengawas penyelenggaraan
pemerintahan daerah.
2. Inspektorat

Daerah

dalam

melaksanakan

tugasnya

bertanggungjawab langsung kepada Bupati dan secara teknis


administratif mendapat pembinaan dari Sekretaris Daerah.
Guna memposisikan eksistensinya sebagai lembaga pengawasan
di daerah, maka Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan
mempunyai tugas pokok melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan
urusan

pemerintahan

penyelenggaraan
tugas

pokok

di

daerah,

pemerintahan

tersebut,

pelaksanaan

daerah.

Inspektorat

Untuk

Daerah

pembinaan

atas

terselenggaranya
mempunyai

fungsi

sebagai berikut:
1.Inspektorat menyelenggarakan fungsi :
a.

Perencanaan program pengawasan.

b.

Perumusan kebijakan dan fasilitas pengawasan.

c.

Pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas


pengawasan pelaksanaan kebijakan, penegakan produk hukum
daerah.

2.Pelayanan

penunjang

untuk

kelancaran

penyelenggaraan

pemerintahan daerah.

Untuk

menyelenggarakan

fungsi

tersebut

diatas,

Inspektorat Daerah mempunyai kewenangan sebagaimana berikut


:
1.Pelaksanaan pemeriksaan terhadap tugas Pemerintah Daerah
Kabupaten yang meliputi bidang pemerintahan, pertanahan,
keuangan, perlengkapan dan peralatan, Badan Usaha Milik
Daerah/BUMD, pembangunan kesatuan bangsa dan perlindungan
4

masyarakat,

perekonomian

daerah

dan

kesejahteraan

masyarakat.
2.Pengujian dan penilaian atas kebenaran laporan berkala atau
sewaktu-waktu dari setiap tugas perangkat daerah.
3.Pengusutan

mengenai

kebenaran

laporan

atau

pengaduan

tentang hambatan, penyimpangan dan penyalahgunaan tugas


perangkat daerah.
4.Pembinaan

tenaga

fungsional

pengawasan

di

lingkungan

Inspektorat Daerah.
5.Evaluasi dan Pelaporan pelaksanaan tugas.

Dasar hukum yang digunakan dalam menyusun Rencana Kerja


Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan sebagai berikut
:
1.Undang-Undang

Nomor

17

Tahun

2003

tentang

Keuangan

Daerah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor


47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4286);
2.Undang-Undang
Perencanaan

Nomor

25

Tahun

Pembangunan

2004

Nasional

tentang

Sistem

(Lembaran

Negara

Republik Indonesia tahun 4004 Nomor 104, Tambahan Lembaran


Negara Republik Indonesia Nomor 4421) ;
3.Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4355) ;
4.Undang-Undang Nomor 15
Tanggung

Jawab

tahun 2004 tentang Pemeriksaan

Pengolahan

Keuangan

Negara

Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66 , Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);


5.Undang-Undang Nomor 32
tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4437) ;
Sebagaimana

telah

beberapakali

diubah

terakhir

dengan

Undang-Undang nomor 12 tahun 2008 tentang Perubahan kedua


atas Undang-Undang Nomor 32

tahun 2004 tentang Pemerintah

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008


Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4844) ;
6.Undang-Undang

Nomor

33

tahun

2004

tentang

Perimbangan

Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725) ;
7.Peraturan

Pemerintah

Nomor

Keuangan

Daerah

Pengelolaan

58

Tahun

(Lembaran

2005

Tentang

Negara

Republik

Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara


Republik Indonesia Nomor 4578) ;
8.Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 70
Tahun 2012 tentang Kebijakan Pengawasan di Lingkungan
Kementerian

Dalam

Negeri

dan

Penyelenggaraan

Pemerintahan Daerah Tahun 2013;


9.Peraturan Bupati Pesisir Selatan Nomor 19
tentang

Rencana

Pembangunan

Jangka

Tahun

Menengah

2011
Daerah

Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2011-2015;

1.3 Maksud dan tujuan

Maksud
Kabupaten

dan

tujuan

Pesisir

disusunnya

Selatan

Tahun
6

Renja

Inspektorat

2014

untuk

Daerah

melaksanakan

dokumen perencanaan satuan kerja perangkat daerah periode 1


(satu) tahun yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2014 dan
berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 serta menggambarkan
capaian kinerja yang dapat ditransformasikan ke dalam Renja
SKPD dan Rencana Kerja

Anggaran SKPD.

1.4 Sistematika Penulisan

BAB.I

BAB.II

Pendahuluan
1.1

latar Belakang

1.2

Landasan Hukum

1.3

Maksud dan Tujuan

1.4

Sistematika

Evaluasi Pelaksanaan Renja Inspektorat Tahun lalu


2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Inspektorat Tahun
lalu dan capaian Renstra Inspektorat
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Inspektorat
2.3 Isu-Isu Penting Penyelenggaraan tugas dan
fungsi SKPD
2.4 Penelaahan usulan program dan kegiatan
masyarakat

BAB.III

BAB. IV

Tujuan , Sasaran, Program dan Kegiatan


3.1

Telaahan terhadap Kebijakan Nasional

3.2

Tujuan dan sasaran Renja Inspektorat

3.3

Program dan kegiatan

Penutup

BAB.II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA INSPEKTORAT TAHUN LALU
2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Inspektorat Tahun 2012 dan Capaian
Renstra Inspektorat

Sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun


2008

tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan

Evaluasi

Pelaksanaan

Rencana

Pembangunan

Daerah,

setiap

dokumen perencanaan harus dievaluasi dalam pelaksanaannya.


Oleh karena itu Renja Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir
Selatan Tahun 2013 juga harus dilakukan evaluasi yang meliputi
3 (tiga) hal, yaitu ;
1.

Kebijakan perencanaan program & kegiatan,

2.

Pelaksanaan rencana program & kegiatan,

3.

Hasil rencana program & kegiatan.

Penyusunan Renja Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir


Selatan

Tahun

2014,

memperhatikan

beberapa

unsur

pokok

sebagai mana berikut :


a.

Masalah masalah yang dihadapi dan sumber daya yang


akan digunakan serta pengalokasiannya;

b.

Tujuan yang dikehendaki;

c.

Sasaran sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya;

d.

Kebijakan kebijakan untuk melaksanakannya serta seksi


pelaksana;

Penyusunan Renja Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir


Selatan Tahun 2014 juga memperhatikan hal hal sebagai
berikut :
8

a. Hasil evaluasi capaian kinerja tahun 2013 sebagai entry


point dalam penyusunan perencanaan tahun 2014;
b Memperhatikan keberlanjutan (sustainable development) untuk
menjaga stabilitas dan konsistensi pembangunan. Masalah

masalah

yang

dihadapi

dan

sumber

daya

yang

akan

digunakan serta pengalokasiannya;

Evaluasi pelaksanaan Renja Inspektorat Daerah Kabupaten


Pesisir Selatan sampai dengan tahun 2013 dapat dilihat dari
berbagai indikator pada setiap sasaran yang akan dicapai
Inspektorat

Kabupaten

Pesisir

Selatan

sebagai

berikut

(Tabel Evaluasi terhadap Pelaksanaan Renja Inspektorat Tahun


2013 Terlampir)

2.2 Analisis kinerja pelayanan Inspektorat

Dengan

capaian

secara

keseluruhan,

maka

kebijakan

yang

diterapkan dinilai sudah tepat, karena capaian sudah baik,


maka

dapat

disimpulkan

bahwa

program

yang

ditetapkan

dan

kebijakan ini perlu dipertahankan untuk pelaksanaan kinerja


berikutnya, ( Tabel Analisis Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD
Terlampir)

2.3 Isu-isu penting Penyelenggaraan tugas dan fungsi Inspektorat

Pelaksanaan
untuk

pembangunan

menyelesaikan

segala

daerah

pada

dasarnya

adalah

permasalahan-permasalahan

yang

dihadapi oleh daerah. Namun pada perkembangannya tentu akan


muncul

permasalahan-permasalahan

dinamika

tuntutan

masyarakat

baru

yang

sebagai

terus

akan

wujud

dari

berkembang.

Permasalahan-permasalahan

pokok

yang

masih

terjadi

pada

pengawasan di daerah adalah sebagai berikut :


Isu Pengawasan Yang Profesional

Isu pengawasan yang profesional sangat berkaitan dengan


ketersediaan

sarana

dan

prasarana

penunjang

kegiatan

pengawasan, ketersediaan SDM Inspektorat dan ketepatan waktu


pengawasan (pemeriksaan) terhadap obyek pemeriksaan (obrik).
Oleh

karena

luas

wilayah

Kabupaten

Pesisir

Selatan

yang

mencapai 5. 794,95 km2 yang terdiri dari 15 Kecamatan dan 182


Nagari,

ketersediaan

sarana

mobilitas

sangat

berpengaruh

terhadap lamanya waktu pengawasan. Pada saat ini Inspektorat


hanya memiliki 3 kendaraan dinas yang digunakan sebagai sarana
mobilitas untuk melakukan pengawasan di 15 Kecamatan dan 182
Nagari se-Kabupaten Pesisir Selatan, kondisi ini belum ideal
untuk mendukung pengawasan Kecamatan dan Nagari di Kabupaten
Pesisir Selatan , yang dilakukan oleh 4 Inspektur Pembantu
Wilayah

dan

Sekretariat

Inspektorat

namun

demikian

pemeliharaan kendaraan dinas yang belum ideal juga belum dapat


memacu pencapaian pengawasan yang profesional.

Ketersediaan SDM menjadi faktor utama dalam pencapaian


pengawasan

yang

profesional,

untuk

mencapai

hal

tersebut

Inspektorat dituntut untuk menyediakan sumberdaya manusia


yang

berkualitas

agar

dalam

menjalankan

tugas

pokok

dan

fungsinya dapat mencapai hasil yang optimal dan bermanfaat.


Usaha-usaha

yang

telah

dilakukan

adalah

megikutsertakan

aparatur Inspektorat untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan


struktural seperti Diklat Pim Tingkat IV, III, II dan Diklat
Fungsional seperti Diklat Jabatan Fungsional Auditor Tingkat
Terampil, Ahli, Ketua Tim serta diklatdiklat Lainnya seperti

10

Diklat Pembentukan Pengawas Pemerintahan, Diklat Penjenjangan


Jabatan Pengawas Pemerintahan Daerah. Penyusunan Peraturan
Perundang-undangan, Diklat Penilaian Angka Kredit, Diklat
Jaringan Dokumentasi dan Informasi, Diklat Pengadaan Barang
dan lain sebagainya.

Isu Peningkatan Akuntabilitas Kinerja


Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang
Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah pasal 26 ayat (4) disebutkan :
Inspektorat Kabupaten/Kota melakukan pengawasan terhadap :
a.

Pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah Kabupaten


/Kota;

b.

Pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintah


Nagari dan

c.

Pelaksaaan urusan pemerintahan Desa.

Kemudian dalam pasal 28 ayat (1) disebutkan : Aparat


Pengawas Intern Pemerintah melakukan pengawasan sesuai dengan
fungsi dan kewenangannya melalui :
a. Pemeriksaan dalam rangka berakhirnya masa jabatan kepala
daerah;
b. Pemeriksaan berkala atau sewaktu-waktu maupun pemeriksaan
terpadu;
c. Pengujian terhadap laporan berkala dan/atau sewaktu-waktu
dari unit/satuan kerja;
d. pengusutan atas kebenaran laporan mengenai adanya indikasi
terjadinya penyimpangan, korupsi, kolusi dan nepotisme;

11

e. penilaian

atas

manfaat

dan

keberhasilan

kebijakan,

pelaksanaan program dan kegiatan; dan


f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan di
daerah dan pemerintahan desa.

Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa


ruang lingkup pengawasan yang dilaksanakan oleh Inspektorat
adalah

mewujudkan

penyelenggaraan

negara

yang

bersih

dan

bebas dari KKN menuju tercapainya kepemerintahan yang baik


(good governance)

dalam mencapai visi dan misi Pemerintah

Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2011-2015.

Untuk

mencapai

meningkatkan

hal

kinerjanya

tersebut
berdasarkan

Inspektorat
rencana

berupaya

kinerja

yang

jelas dan sistematis dengan sasaran kinerja yang terukur dan


berkelanjutan

sebagai

realisasi

dari

Isu

Peningkatan

Akuntabilitas Kinerja Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir


Selatan, upaya tersebut yaitu :

a.

Perencanaan Kinerja
Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) merupakan acuan

Inspektorat dalam melakukan pengawasan secara sistematis,


didalam PKPT tersebut dijelaskan lingkup pengawasan terhadap
unit/satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir
Selatan,

dilaksanakan

(satu)

tahun

sekali

dan

dikoordinasikan dengan Aparat Pengawasan Fungsional lainnya


seperti

Inspektorat

Propinsi

Sumatera

Barat,

Inspektorat

Jenderal Depdagri, BPKP dan BPK-RI.


Selain

PKPT,

dalam

rangka

menuju

opini

Wajar

Tanpa

Pengecualian (WTP) yang merupakan salah satu agenda Pemda

12

Kabupaten Tahun 2014 dilakukan Review LKPD Tahun Anggaran


2013 yang dilakukan pada awal Tahun 2014.
b.

Sasaran Kinerja
Sasaran kinerja Inspektorat Kabupaten Pesisir Selatan

berdasarkan

PKPT

meliputi

Sekretariat

Daerah

Kabupaten

terdiri dari 9(Sembilan) Bagian, Sekretariat DPRD, 6 (Enam)


Badan, 13 (Tiga Belas) Dinas, 4 (Empat) Kantor, 15 (Lima
Belas) Camat, 12 (Dua Belas) UPTD Bidang Pendidikan, 16 (Enam
Belas) Puskesmas, 41 (Empat Puluh Satu) SMPN, 25 (Dua puluh
lima) SMAN, 6 (Enam) SMKN dan 182 (Seratus delapan puluh dua)
Nagari.
Isu Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Optimal dan Bermanfaat
Isu

Penyelenggaraan

Pemerintahan

Yang

Optimal

dan

Bermanfaat berkaitan erat dengan tercapainya Isu Pengawasan


yang Profesional dan Isu Peningkatan Akuntabilitas Kinerja.
Isu ini juga berkaitan dengan penggunaan anggaran Inspektorat
dalam rangka pelaksanaan pengawasan reguler ( berdasarkan
PKPT)

atas

pelaksanaan

tugas

pokok

dan

fungsi

(Tupoksi)

terhadap 354 (Tiga Ratus Lima Puluh Empat)

Obyek Pemeriksaan

(Obrik)

juga

di

Kabupaten

Pesisir

Selatan,

pelaksanaan

pengawasan/pemeriksaan khusus terhadap Serah Terima Jabatan


(Sertijab) pejabat yang memimpin unit kerja serta Camat,
ditambah dengan pelaksanaan pengawasan /pemeriksaan kasus
terhadap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh aparatur yang
diperkirakan mencapai 60 (Enam Puluh) kasus per tahunnya.

Produk yang dihasilkan dari pemeriksaan tersebut berupa


Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Nota Dinas (ND) dan Petunjuk
Bupati Pesisir Selatan yang berisikan gambaran pelaksanaan
tupoksi obrik dilihat dari aspek pengelolaan keuangan, aspek

13

sumber daya manusia serta aspek sarana dan prasarana yang


kemudian

dibandingkan

dengan

Peraturan

Perundang-Undangan

yang berlaku.
Pada umumnya gambaran dari pelaksanaan tupoksi tersebut sudah
berjalan

dengan

baik

namun

tidak

menutup

kemungkinan

terjadinya pelanggaran terhadap Peraturan Perundang-Undangan


yang

dilakukan

oleh

aparatur

dalam

penyelenggaraan

pemerintahan.
Berdasarkan

uraian

di

atas

dapat

diambil

kesimpulan

bahwa Inspektorat sebagai pengawas internal di Daerah dapat


melakukan

penilaian

terhadap

pencapaian

penyelenggaraan

pemerintahan yang optimal dan bermanfaat berdasarkan hasil


pengawasan/pemeriksaan

sekaligus

menjadi

Inspektorat dalam pencapaian kinerjanya.

14

tolok

ukur

BAB.III
TUJUAN , SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional

Berdasarkan Undang-undang Nomor 25


Sistem

Perencanaan

Pembangunan

Tahun 2004 tentang

Nasional

(SPPN),

dan

Undangundang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah,


Pemerintah

perlu

menyiapkan

Rencana

Pembangunan

Jangka

Panjang (RPJP), Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Tahunan


atau Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang dilaksanakan oleh
unsur penyelenggaraan pemerintahan di pusat dan daerah dengan
melibatkan masyarakat.

Rencana
Selatan

Kerja

Tahun

substansinya

Inspektorat

2014

sebagai

adalah

Daerah

Kabupaten

dokumen

penjabaran

Pesisir

perencanaan

visi,

misi

yang

dan

arah

pembangunan daerah Kabupaten Pesisir Selatan yang merupakan


satu kesatuan dalam Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
Penyusunannnya dilakukan secara terencana, sistematis yang
didasarkan pada kondisi, potensi, proyeksi sesuai kebutuhan.

Visi Pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan adalah


Terwujudnya Masyarakat Pesisir Selatan yang Sejahtera.
Sejalan dengan visi dimaksud, Inspektorat Daerah Kabupaten
Pesisir

Selatan

pengawasan

sebagai

salah

penyelenggaraan

satu

elemen

pemerintahan

dari
dan

sistem
sebagai

pengawasan fungsional internal pemerintah Inspektorat harus


mampu merespon dan bersinergi terhadap berbagai perubahan
yang terjadi dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten
Pesisir Selatan. Untuk itu Inspektorat telah menyusun visi
15

sebagai bentuk respon dan sinergi terhadap visi Kabupaten


Pesisir Selatan Tahun 2011-2015, visi Inspektorat Daerah
Kabupaten Pesisir Selatan adalah Terwujudnya
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Yang Taat Hukum, Bersih,
Bebas dari korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
Visi

ini

mengandung

pengertian

bahwa

ditahun

mendatang

Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan diharapkan akan


mewujudkan keinginan dan amanat masyarakat untuk melakukan
pengawasan
pemerintahan

yang
yang

profesional
transparan

terhadap
dan

penyelenggaraan

bertanggung

jawab

guna

mendapatkan hasil yang optimal dan bermanfaat dalam upaya


mencapai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.
Namun pada perkembangannya dalam upaya mencapai visi dan misi
Pemerintah

Kabupaten

Pesisir

Selatan

tentu

akan

muncul

permasalahan-permasalahan baru sebagai wujud dari dinamika


tuntutan masyarakat yang terus akan berkembang. Permasalahanpermasalahan pokok yang masih terjadi pada pengawasan di
Kabupaten Pesisir Selatan adalah sbb :

Pengawasan Yang Profesional

Pengawasan
ketersedian

yang

sarana

profesional
dan

sangat

prasarana

berkaitan

penunjang

dengan

kegiatan

pengawasan, ketersediaan SDM Inspektorat dan ketepatan waktu


pengawasan (pemeriksaan) terhadap obyek pemeriksaan (obrik).
Oleh

karena

luas

wilayah

Kabupaten

Pesisir

Selatan

yang

mencapai 5.794,95 km2, ketersediaan sarana mobilitas sangat


berpengaruh terhadap lamanya waktu pengawasan. Ketersediaan
SDM menjadi faktor utama dalam pencapaian pengawasan yang
profesional, untuk mencapai hal tersebut Inspektorat dituntut
untuk menyediakan sumberdaya manusia yang berkualitas agar

16

dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya dapat mencapai


hasil yang optimal dan bermanfaat.

Peningkatan Akuntabilitas Kinerja

Selain

itu

sesuai

dengan

visi

Inspektorat

Daerah

Kabupaten Pesisir Selatan berupaya meningkatkan kinerjanya


berdasarkan program dan kegiatan berdasarkan rencana kinerja
yang jelas dan sistematis dengan sasaran kinerja yang terukur
dan

berkelanjutan

sabagaimana

dimaksud

dalam

Permendagri

Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan


Daerah.

Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Optimal dan Bermanfaat

Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Optimal dan Bermanfaat


berkaitan erat dengan tercapainya Masalah
Pengawasan yang Profesional dan Peningkatan Akuntabilitas
Kinerja.

Pada

tersebut

sudah

kemungkinan

umumnya
berjalan

terjadinya

perundang-undangan

yang

gambaran

dari

dengan

baik

pelaksanaan
namun

pelanggaran
dilakukan

tidak

terhadap
oleh

tupoksi
menutup

peraturan

aparatur

dalam

penyelenggaraan pemerintahan didalam mengemban tugasnya.


Berdasarkan

uraian

di

atas

dapat

diambil

kesimpulan

bahwa Inspektorat sebagai pengawas internal di Daerah dapat


melakukan

penilaian

terhadap

pencapaian

penyelenggaraan

pemerintahan yang optimal dan bermanfaat berdasarkan hasil


pengawasan/pemeriksaan
Inspektorat

dalam

sekaligus

pencapaian

menjadi

kinerjanya

tolak
yang

ukur
optimal

terencana, terarah, terukur, efektif dan efesien serta dapat


dipertanggangjawabkan.
17

3.2 . Tujuan dan Sasaran Renja Inspektorat

Tujuan Renja Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan

Sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor


25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
(SPPN),

dan

Pemerintah

Undang-undang
Daerah,

Nomor

Pemerintah

32

Tahun

perlu

2004

tentang

menyiapkan

Rencana

Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Jangka Menengah ( RPJM)


dan Rencana Tahunan atau Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang
dilaksanakan oleh unsur penyelenggaraan pemerintahan di pusat
dan daerah dengan melibatkan masyarakat.

RPJM Daerah Kabupaten Pesisir Selatan disusun dengan


maksud menyediakan acuan resmi bagi Pemerintah Daerah dan
DPRD

dalam

menyusun

Renstra

SKPD.

Renja

SKPD

sekaligus

merupakan acuan penentuan pilihan-pilihan program kegiatan


tahunan

daerah

yang

akan

dibahas

dalam

rangkaian

forum

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah secara berjenjang.


Berdasarkan

pertimbangan

ini,

maka

RPJM

Kabupaten

Pesisir Selatan disusun dengan tujuan :


1. Mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan di Kabupaten
Pesisir Selatan
2. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi
baik antar daerah, antar waktu, antar fungsi Pemerintah
Daerah dan pusat.
3. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat Kab. Pesisir
Selatan
4. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya Kab.Pesisir
Selatan

yang

efisien.

berkelanjutan.
18

efektif,

berkeadilan.

dan

5. Menjaga kesinambungan pembangunan Kab. Pesisir Selatan


yang dilaksanakan perlima tahunan.
6. Menyediakan
Pemerintah

satu

acuan

Daerah

dan

resmi

DPRD

bagi

dalam

seluruh

menentukan

jajaran
prioritas

program dan kegiatan tahunan yang akan dibiayai dari APBD


setempat dan sumber pembiayaan APBN.
7. Menyediakan satu tolak ukur untuk mengukur dan melakukan
evaluasi kinerja tahunan setiap aturan kerja perangkat
daerah.

Di

dalam

pembangunan

RPJPD

yang

telah

mencakup

ditetapkan

pembangunan

beberapa
di

segala

tujuan
bidang

seperti isu pemenuhan kebutuhan dasar penduduk, isu daya saing


di

bidang

ekonomi

infrastruktur

sosial

pedesaan,

budaya

dan

ketertiban

dan

iptek,

kesehatan,

ketentraman,

dan

pelayanan publik & pemberdayaan aparatur daerah. Dalam hal


ini Inspektorat Kabupaten Pesisir Selatan sebagai aparat
pengawas internal pemerintah sesuai tugas pokok & fungsi dan
kewenangannya hanya melakukan pengawasan dan pembinaan baik
di dalam pelaksanaan pembangunan maupun hasil pembangunannya
agar hasil yang dicapai sesuai dengan waktu dan peraturan
perundang-undangan

yang

berlaku

serta

tepat

waktu

pelaksanaannya.

Sasaran Renja Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan

Pada Tahun 2014 yang akan datang sasaran pengawasan yang


akan dicapai, Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan
berupaya

meningkatkan

kinerjanya

berdasarkan

program

dan

kegiatan serta rencana kinerja yang jelas dan sistematis


dengan sasaran kinerja yang terukur dan berkelanjutan.
19

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang


Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah pasal 26 ayat (4) disebutkan :
Inspektorat Kabupaten/Kota melakukan pengawasan terhadap :
a.

Pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah


Kabupaten/Kota;

b.

Pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan Pemerintah


Nagari; dan

c.

Pelaksanaan urusan Pemerintahan Desa.

Kemudian dalam pasal 28 ayat (1) disebutkan : Aparat


Pengawas

Intern

pemerintah

melakukan

pengawasan

sesuai

dengan fungsi dan kewenangannya melalui :


a.

Pemeriksaan dalam rangka berakhirnya masa jabatan kepala


daerah;

b.

Pemeriksaan

berkala

atau

sewaktu-waktu

maupun

pemeriksaan terpadu;
c.

Pengujian terhadap laporan berkala dan/atau sewaktuwaktu


dari unit/satuan kerja;

d.

Pengusutan

atas

kebenaran

laporan

mengenai

adanya

indikasi terjadinya penyimpangan, korupsi, kolusi dan


nepotisme;
e.

Penilaian

atas

manfaat

dan

keberhasilan

kebijakan,

pelaksanaan program dan kegiatan; dan


f.

Monitoring dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan


di daerah dan Pemerintahan Desa.

Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa


ruang lingkup pengawasan yang dilaksanakan oleh Inspektorat
adalah mewujudkan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang
20

bersih dan bebas dari KKN menuju tercapainya kepemerintahan


yang baik (good governance) dalam mencapai visi dan misi
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2011-2015.

Untuk

mencapai

meningkatkan

hal

kinerjanya

tersebut

berdasarkan

Inspektorat

berupaya

program

kegiatan

dan

serta rencana kinerja yang jelas dan sistematis dengan sasaran


kinerja

yang

terukur

dan

berkelanjutan

sebagai

realisasi

program kerja ditahun 2014.

3.3 Program dan Kegiatan

Program kerja dan kegiatan Inspektorat Daerah Kabupaten


Pesisir Selatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam
Negeri

Nomor

13

Tahun

2006,

untuk

menjaga

kesinambungan

pembangunan di Kabupaten Pesisir Selatan disusunlah Rencana


Kinerja Tahunan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Tahun
Anggaran 2014 berdasarkan RPJPD Kabupaten Pesisir Selatan
Tahun 2011-2015 yang merupakan pedoman serta arahan aktivitas
tahunan

sebagai

diharapkan

dapat

penjabaran
dicapai

kegiatan

dari

dan

rencana

sasaran

stratejik

yang
dalam

mencapai tujuan. Rencana Kinerja mengandung segala aspirasi


masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan yang dihimpun melalui
penjaringan aspirasi masyarakat/partisipasi masyarakat oleh
legislatif dan eksekutif dalam menentukan prioritas program
dan

kegiatan

tahunan

Perundang-Undangan

yang

serta

berpedoman

berlaku,

Program

pada

Peraturan

dan

Kegiatan

tersebut yaitu :
1.Program

peningkatan

system

Pengawasan

Internal

dan

Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH dengan kegiatan :


a.Pelaksanaan Pengawasan Internal secara berkala.
b.Penanganan Kasus Pengaduan di Lingkungan Pemda.
21

c.Tindak Lanjut Hasil Temuan Pengawasan.


2.Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan
Aparatur Pengawasan.
Pengawasan

yang

ketersediaan

professional

dana

dan

sangat

prasarana,

berkaitan

penunjang

dengan
kegiatan

pengawasan serta ketersediaan SDM, guna ketepatan waktu


pengawasan
(obrik).

(pemeriksaan)
Untuk

terhadap

pengembangan

profesional SDM Pengawas

obyek

pemeriksaan

dan

peningkatan

karier

dilakukan pengisian aparatur

pengawas melalui kegiatan Pelatihan Pengembangan Kegiatan


Pelatihan
Pengawasan

Pengembangan
baik

Tenaga

pengembangan

Pemeriksa

terhadap

dan

Aparatur

Pejabat

Pengawas

Urusan Pemerintah Daerah (P2UPD) maupun Pejabat Fungsional


Auditor. Disamping itu dilaksanakan juga Pelatihan Kantor
Sendiri (PKS). Pelatihan Kantor Sendiri (PKS) bekerjasama
dengan BPK, BPKP dan Inspektorat Propinsi, baik pelatihan
yang diadakan ditingkat Propinsi maupun pelatihan yang
diadakan ditingkat pusat.
3.Program dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur
Pengawasan dengan kegiatan :
a.Penyusunan kebijakan system dan prosedur pengawasan.
b.Pemantapan,

Perencanaan,

Koordinasi

dan

Administrasi

Pengawasan.

Pengawasan Yang Profesional (SDM)


Disamping program-program yang telah ditetapkan yaitu
Program

Peningkatan

Pengendalian

Sistem

Pelaksanaan

Pengawasan

Kebijakan

Kepala

Internal
Daerah

dan
dengan

kegiatan-kegiatan :
a.

Pemeriksaan regular ( Pelaksanaan Pengawasan Internal


secara berkala)

22

b.

Penanganan Kasus Pengaduan di Lingkungan Pemerintah


Kabupaten Pesisir Selatan

c.

Tindak Lanjut Hasil Temuan Pemeriksaan

Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Optimal dan Bermanfaat.


Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Optimal dan Bermanfaat
berkaitan erat dengan tercapainya Pengawasan yang Profesional
dan Peningkatan Akuntabilitas Kinerja. Hal ini juga berkaitan
dengan

penggunaan

pelaksanaan

anggaran

pengawasan

Inspektorat

reguler

dalam

(berdasarkan

rangka

PKPT)

atas

pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) terhadap 354


(Tiga Ratus Lima Puluh Empat)
Kabupaten

Pesisir

Obyek Pemeriksaan (Obrik) di

Selatan,

juga

pelaksanaan

pengawasan/pemeriksaan khusus terhadap Serah Terima Jabatan


(Sertijab),ditambah

dengan

pelaksanaan

penanganan/pemeriksaan kasus terhadap pelanggaran hukum yang


dilakukan oleh aparatur.

BAB.IV
PENUTUP
Dalam

rangka

menjalankan

tugas

pengawasan

oleh

Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, selama tahun


2012 secara keseluruhan dapat dilihat bahwa pelaksanaan tugas
yang

diamanahkan

telah

dilakukan

dengan

baik.

Namun

bagaimanapun masih dijumpai beberapa kelemahan, sehingga pada


tahun

2012

dapat

disimpulkan

bahwa

terdapat

beberapa

belanja

terhadap

permasalahan yang dihadapi antara lain :


1.Masih

terbatasnya

pengalokasian

pelaksanaan pengawasan, sehingga dari 354 obrik yang ada


pada

Kabupaten

Pesisir

Selatan

diperiksa atau 70,05%.

23

hanya

248

saja

yang

2.Terbatasnya

sarana

transportasi

untuk

operasional

pengawasan.
3.Terbatasnya

belanja

pengembangan

SDM

untuk

pengiriman

peserta diklat JFA , Diklat P2UPD dan diklat penunjang


pengawasan.
4.Rendahnya

kesadaran

obrik

dalam

menindaklanjuti

hasil

pemeriksaan.
5.Rendahnya

kesadaran

masyarakat

memberikan

informasi

penyimpangan yang dilakukan aparat.


6.Realisasi pelaksanaan pengawasan pada objek pemeriksaan
yang tidak sesuai dengan jadwal yang tertera pada Program
Kerja Pengawasan Tahunan ( PKPT ).
Rencana

Kerja

Inspektorat

Daerah

Kabupaten

Pesisir

Selatan menjadi dasar untuk memberikan arah dan pedoman bagi


segenap personil Inspektorat agar dapat lebih meningkatkan
kinerjanya terutama dalam menunjang perwujudan pemerintahan
yang baik. Sebagai hasil dari kesepakatan dan

24

25

26