Anda di halaman 1dari 43

Bronkhiolitis dd klinis asma serangan

pertama dd pnemonia
Pembimbing:
dr. Isna Nurhayati, Sp.A, M.Kes

OLEH
Mifaul Azmi
J 500 070 032

IDENTITAS PASIEN

Nama lengkap : An. A.B


Tempat tanggal lahir : Sukoharjo, 26 Desember 20
11
Jenis kelamin : perempuan
Umur
: 7 bulan
Nama ayah
: Bp.P
Umur
: 27 tahun
Pekerjaan ayah
: pegawai PLN
Pendidikan ayah : SMK
Nama ibu
: Ny.P
Umur
: 25 tahun
Pekerjaan ibu : Ibu rumah tangga
Pendidikan ibu
: SMA
Alamat rumah : jebugan 1/4 dukuh, sukoharjo

ANAMNESIS
KELUHAN UTAMA :
sesak nafas
KELUHAN TAMBAHAN :
demam, batuk, pilek, muntah

Alloanamnesis dari
ayah dan ibu pasien

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


1 HARI SMRS
Pasien mengalami demam yang timbul mendadak, naik turun, tidak menggigil,
tidak disertai kejang dan penurunan kesadaran. Selang beberapa saat kemudian
pasien mengalami sesak nafas, disertai hidung kembang kempis, nafas cepat.
Pasien juga muntah 1x sebanyak gelas belimbing berisi ASI dan dahak. Batuk
(-), pilek (-). Pasien langsung rewel, minum ASI (+), tersendak (-). Berak dan
kencing tidak ada keluhan. Nafsu makan menurun.

HMRS
Sesak terlihat semakin berat, hidung kembang kempis, nafas
cepat, dada naik turun dengan cepat. Sesak disertai batuk
dengan dahak yang sulit keluar, hidung tersumbat. Sesak tidak
dipengaruhi cuaca dan aktivitas. Ngik-ngik (-), rewel (+).
Demam sumer-sumer, tidak menggigil, tidak disertai kejang dan
penurunan kesadaran. Muntah 1x sebanyak gelas belimbing
berisi ASI dan dahak. Minum Asi (+), tersendak (-). Berak dan

KESAN:
Sesak nafas mendadak , hidung kembang kempis, nafas
cepat, dada naik turun dengan cepat. Sesak nafas tidak
dipengaruhi cuaca dan aktivitas. Batuk dengan dahak yang
sulit keluar, hidung tersumbat. Demam sumer-sumer, tidak
menggigil, tidak disertai kejang dan penurunan kesadaran.
Muntah 1x sebanyak gelas belimbing berisi ASI dan
dahak.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat

penyakit serupa sebelumnya : disangkal


sesak nafas
: disangkal
alergi
: disangkal
muntah makanan sblmnya : disangkal
tersendak
: diasngkal
kejang tanpa demam
: disangkal
kejang disertai demam : disangkal

Kesan : Tidak terdapat riwayat penyakit dahulu yang


berhubungan dengan penyakit sekarang

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA yang dirunkan dan lingk

ungan yang ditularkan

Riwayat batuk pilek di keluarga


: didapat
(pada kakak pasien)
Riwayat alergi di keluarga
: disangkal
Riwayat penyakit asma dalam keluarga :
disangkal
Riwayat flek paru dalam keluarga
:
disangkal
Riwayat batuk pilek pada lingkungan : didapat
Riwayat flek paru pada lingkungan
:
disangkal
KESAN : Terdapat riwayat penyakit penyakit
keluarga dan lingkungan yang ditularkan yang

RIWAYAT KELUARGA

27 thn

Keterangan :

25 thn

2 tahun

Perempuan
Laki-laki

7 bulan

Riwayat batuk pilek


Pasien

KESAN : Terdapat riwayat penyakit keluarga yg


ditularkan yg berhubungan dg peny. sekarang

RIWAYAT KEHAMILAN & PERSALINAN


a. RIWAYAT KEHAMILAN IBU PASIEN
Ibu hamil G2P1Ao hamil anak kedua saat usia 25 tahun, jarak kehamilan
pertama dan kedua 1,5 tahun, Ibu pasien rutin memeriksakan
kehamilannya di bidan desa tempat ia tinggal. Saat kontrol selalu
ditimbang dan ditensi dan dinyatakan normal. Perkembangan janin juga
dikatakan normal. Ibu mendapatkan vaksin TT sebanyak 2 x selama
kehamilannya di bidan desa tempat ia tinggal. Sewaktu hamil baik yang
pertama maupun yang kedua ibu pasien tidak pernah mengalami
penyakit saat kehamilan. Kenaikan berat badan saat hamil dinyatakan
normal, dan perkembangan kehamilan dinyatakan normal. Tidak ada
riwayat perdarahan, trauma, maupun infeksi saat kehamilan.

RIWAYAT KEHAMILAN & PERSALINAN


b. RIWAYAT PERSALINAN IBU PASIEN

Ibu pasien melahirkan di RSU PKU Muhammadiyah


Sukoharjo dibantu oleh bidan, persalinan spontan normal, bayi
lahir cukup bulan.
c. RIWAYAT PASKA LAHIR PASIEN

Bayi laki-laki lahir dengan berat badan 2600 gram, langsung


menangis setelah dilahirkan, warna kulit kemerahan , tidak
kuning, tidak demam, tidak kejang, ASI langsung keluar pada
hari ke 0 dan bayi langsung menetek.
KESAN : Riwayat ANC baik, persalinan dan PNC baik.

RIWAYAT MAKANAN
a. Umur 0 5 bulan

: ASI semaunya

b. Umur 5 bulan - sekarang : ASI semaunya + bubur


susu+ pisang atau pepaya yng dikerok
KESAN :

Kuantitas cukup, kualitas cukup, makanan

tidak sesuai usia, tidak mendapat ASI eksklusif

PERKEMBANGAN & KEPANDAIAN


Motorik Kasar

Motorik Halus

Bahasa

Personal-sosial

Tengkurap, angkat
kepala
(3 bulan)

Menggerakan kepala
kekiri dan kekanan
(2,5 bulan)

Menoleh ke
sumber suara
(5 bulan)

Tersenyum
(1 bulan)

Memegang benda
(5 bulan)

KESAN :
Perkembangan dan kepandaian baik
sesuai usia

Takut kepada orang


asing
(7 bulan)

RIWAYAT imunisasi
DASAR
Hepatitis B 4 kali

Pada umur : 0, 2, 4, 6
bulan

Di rumah sakit dan


bidan

BCG

1 kali

Pada umur : 1 bulan

Skar : 2 cm

DPT

3 kali

Pada umur : 2, 4, 6

Di bidan

Polio

4 kali

Pada umur : 0, 2, 4, 6

Di rumah sakit dan


bidan

Campak

Pada umur : -

Kesan : Imunisasi dasar lengkap sesuai usia menurut PPI

SOSIAL, EKONOMI & LINGKUNGAN


SOSIAL EKONOMI:
Ayah pasien seorang pekerja di PLN dengan penghasilan per bulan sekitar Rp
1.000.000,- sampai Rp 1.500.000,- sedangkan ibu pasien adalah ibu rumah tangga.
Penghasilan keluarga menurut ibu pasien cukup untuk memenuhi kebutuhan seha
ri-hari.

LINGKUNGAN :
Orangtua pasien masih tinggal menumpang di rumah orangtua dari ibu pasie
n, sehingga selain serumah dengan kedua orangtuanya dan kakaknya, pasien juga
serumah dengan kedua kakek-neneknya dan adik dari ibu pasien. Kakek, ayah dan
paman pasien mempunyai kebiasaan merokok. Rumah terdiri dari ruang tamu, 4 k
amar tidur, dan dapur yang jaraknya 2 meter dari kamar mandi. Lantai berupa u
bin, atap rumah langsung genting dengan ventilasi cukup. Pasien terbiasa tidur ter
tiup kipas angin.
PERSONAL HEYGIENE: pasien suka memasukan benda kemulutnya

KESAN: keadaan sosial ekonomi cukup, lingkungan kurang, person


al heygiene kurang

ANAMNESIS SISTEM
Serebrospinal : kejang (-), demam (+), penurunan kesadaran
(-)
Kardiopulmoner : tidak ada keluhan
Respiratorius
: batuk (+), pilek (+), sesak napas (+)
Gastrointestinal : mual (-), muntah (+), tidak mau minum (-)
Urogenital
: tidak ada keluhan
Integumentum : tidak ada keluhan
Muskuloskeletal : tidak ada keluhan

KESAN: terdapat masalah pada sistem serebrospinal, respiratori


us, gastrointestinal.

PEMERIKSAAN FISIK
(3 Agustus 2012)

Status Generalis
Keadaan umum : lemah, tampak sesak
Kesadaran
: compos mentis
Heart rate
: 142 x/menit
Respirasi
: 52 x/menit
Suhu
: 360C
Status Gizi
o BB/TB/LKep
: 7,2 kg / 64cm / 39 cm
o Indeks Quetelet :
BB (kg) / TB (cm) x 100% = 7,2/64 x 100% = 11,25%
o BMI:
BB (kg) / [TB (m)]2 = 7,2/(0,64)2 = 17,57 kg/m2
o BB//U
: -2 SD sd median (gizi baik)
o TB//U
: -2 SD sd median (gizi baik)
o BB//PB : median sd +1SD (gizi baik)
o BMI//U : -1 SD sd median (gizi baik)
o Lkep//U : -3 SD (kurang berdasarkan sesuai usia)

KESAN :
Status Generalis
tampak sesak

KESAN :
Status Gizi baik
menurut WHO
Pertumbuhan
Lkep kurang
berdasarkan usia

Berat Badan Menurut Umur

Tinggi Badan Menurut Umur

Berat Badan Menurut Panjang


Badan

BMI menurut Umur

Lingkar Kepala Menurut Umur

Kulit

: warna sawo matang, petekie (-), ikterik (-)

Kelenjar limfe
Otot

: tidak didapatkan pembesaran limfonodi

: tidak didapatkan kelemahan, atrofi, maupun


hipertrofi

Tulang

: tidak didapatkan deformitas tulang

Sendi

: gerakan bebas

KESAN : kulit, kelenjar limfe, otot, tulang, sendi dalam batas norm
al

PEMERIKSAAN KHUSUS
Leher
: tidak ada pembesaran limfonodi leher, tidak teraba m
assa abnormal
Jantung : Inspeksi: Iktus kordis tak tampak
Palpasi: Kuat angkat
Batas jantung
Kanan atas : SIC II LPS dekstra
Kanan bawah : SIC IV LPS dekstra
Kiri atas
: SIC II LPS sinistra
Kiri bawah
: SIC IV-V LMC sinistra
Suara jantung: Suara jantung 1-2 interval reguler, bising jantung t
ak didapatkan
KESAN: leher dan jantung dalam batas normal

PEMERIKSAAN FISIK :

Paru

Inspeksi : bentuk dada normal, simetris (+), ketinggalan


gerak (-), retraksi substernal (+), retraksi sub costa (+)
Palpasi :

Ketinggalan gerak :

Anterior
Anterior ::

Posterior
Posterior ::
-

Fremitus:

Anterior
Anterior ::

NPosterior
Posterior ::
N

Perkusi

Anterior :

SPosterior :

S
S

Auskultasi

Anterior :

Vs

VsPosterior :

Vs

Vs

Vs

Wheezing

Wh

Vs

Vs

Wh
Posterior :

vs

Wh

Vs

Wh
Wh

Wh
Wh

Vs

Wh

Wh

Wh

Auskultasi

Anterior :

Rhonki

krepitasi

Posterior :

Kesan
Kesan :: pada
pada pemeriksaan
pemeriksaan paru:
paru: terdapat
terdapat retraksi
retraksi
substernal),
substernal), didapatkan
didapatkan suara
suara tambahan
tambahan wheezing
wheezing
lapang
lapang paru
paru

(subcostal,
(subcostal,
pada
pada kedua
kedua

EKSTREMITAS & STATUS NEUROLOGIS

STATUS NEUROLOGIS

Edema (-/-) , sianosis (-/-), akral hangat, a.dorsalis pedis


teraba kuat
KESAN : Ekstremitas dalam batas normal
Lengan

Tungkai

Kana
n

Kiri

Kanan

Kiri

Gerakan

Bebas

Bebas

Bebas

Bebas

Tonus

Normal

Normal

Normal

Normal

Trof

Eutrofi

Eutrofi

Eutrofi

Eutrofi

Klonus

Negatif

Negatif

Refleks
fsiologis

Biceps (+)
Triceps (+)

Patella (+)
Aschilles (+)

Refleks
Patologis

Hoffman (-)
Tromner (-)

Babinski (-), Chaddock


(-), openheim (-),
gordon (-)

Meningeal
sign

Kaku kuduk (-), burdzinsky I & II (-), kernig (-)

Sulitnormal
dievaluasi
KESAN : Sensibilitas
Status neurologis: dalam batas

27

PEMERIKSAAN
KHUSUS
Kepala : ukuran mikrochepal, rambut warna hitam.
Bentuk : mesocephal
Ubun-ubun besar : belum menutup sempurna
Mata : mata cowong (-/-), fotofobia (-), isokor, sekret (-), air mata (+/+), C
A (-/-), SI (-/-).
Hidung : sekret (-/-), epistaksis (-/-), nafas cuping hidung (+).
Mulut : mukosa bibir kering (-), sianosis daerah bibir dan hidung (-),
Pharynx: sulit dievaluasi
Gigi : decidui mulai tumbuh
-

II

I
-

II

I
Kesan : nafas cuping
hidung (+)

28

LABORATORIUM
Pemeriksaan

Hasil

Nilai rujukan

Hemoglobin

11,7

10.5-13.0

Eritrosit

5,49

3.7-4.9

Hematokrit

34,9

33-38

Leukosit

27,3

6.0-17.0

Trombosit

363

250-600

MCV

63,4

70-84

MCH

21,3

23-30

MCHC

33,6

31-37

Limfosit

23,4

45-76

Monosit

3,0

3-6

Granulosit

73,6

KESAN: peningkatan eritrosit, leukosit


penurunan MCV, MCH, limfosit

RINGKASAN ANAMNESIS & PEMERIKSAAN


JASMANI
ANAMNESIS

Sesak disertai batuk dengan


dahak yang sulit keluar,
hidung tersumbat. Demam
sumer-sumer, tidak
menggigil, tidak disertai
kejang dan penurunan
kesadaran.Muntah 1x
sebanyak gelas belimbing
berisi ASI dan dahak.
Terdapat riwayat penyakit
penyakit keluarga dan
lingkungan yang ditularkan
yang berhubungan dengan
penyakit pasien sekarang
Keadaan lingkungan kurang,
personal heygiene kurang
Riwayat makan Kuantitas
cukup, kualitas cukup,
makanan tidak sesuai usia

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum: lemah,


tampak sesak
Heart rate: 142 x/menit
Respirasi: 52 x/menit
Suhu: 360C
Lkep kurang
berdasarkan umur
Pulmo retraksi (+)
sub costal dan sub
sternal,
wheezing
(+)
Terdapat
nafas
cuping hidung (+)

PEMERIKSAAN
LAB
peningkatan
eritrosit,
leukosit
penurunan
MCV,
MCH,
limfosit

DAFTAR MASALAH
AKTIF

Batuk (+) berdahak yang sulit keluar


Hidung tersumbat
Sesak napas (+)
Keluhan diawali demam sumer-sumer
Retraksi (+) subcostal dan substernal,
wheezing (+)
Hasil laboratorium darah rutin
menunjukan peningkatan eritrosit,
leukositosis, penurunan kadar MCV,
MCHC, dan limfositopeni
Lingkar kepala kurang berdasarkan usia

INAKTIF

Keadaan
lingkungan
kurang,
personal
heygiene
kurang
Kuantitas
makanan
cukup,
kualitas
makanan
cukup,
makanan
yang
diberikan
tidak sesuai
dengan usia
pasien

Kemungkinan Penyebab Masalah


Bronkhiolitis dd klinis asma serangan pertama dd pnemonia

32

Masalah
Bronkhioliti
s

RENCANA PENGELOLAAN
Rencana
Tindakan

Rencana
Diagnostik

Rencana Terapi

Pemeriksaa
n pulse
oximetery
dan analisis
gas darah
Foto thorak
AP ataa
lateral
Kultur virus
melalui
bilasan
nasofaring
Antigen
RSV
menggunak
anELISA

Nilai dan
perbaiki
airway,
breathing,
circulation
Observasi KU,
vital sign dan
kendalikan
suhu
Oksigenasi
adekuat
sampai suhu
stabil
Monitor
tanda
sesak(peruba
han warna
kulit, retraksi)

O2 nasal 1-2
liter/menit
Cairan rumatan
100x7,2 kg =
720cc/24 jam =
D1/4 S 30 tpm
mikro
Antipiretik
Paracetamol 1015 mg/kgBB/4-5
jam (bila demam)
Mukolitik: 3
dosis/tiap 8 jam
ambroxol 0,5
mg/kgBB/kali
salbutamol 0,10,15mg/kgBB/kali
Nebu: ventolin
+ NacL 2 cc/6j
Fisioterapi dada

Rencana
Edukasi

Menjelaskan
kepada
orang tua
pasien ttg
penyakit
yang
diderita
Kompres air
hangat atau
berikan obat
penurun
panas setiap
anak panas
Berikan
minum yang
banyak
untuk
menurunkan
panas.
Memberikan
33
pengertian
saat minum
posisi

Masalah
Pnemonia

RENCANA PENGELOLAAN
Rencana
Tindakan

Rencana
Diagnostik

Rencana Terapi

Foto thorak
AP ataa
lateral
Hitung LED
Pemeriksaa
n CRP
Biakan
darah

Nilai dan
perbaiki
airway,
breathing,
circulation
Observasi KU,
vital sign dan
kendalikan
suhu
Oksigenasi
adekuat
sampai suhu
stabil
Monitor
tanda
sesak(peruba
han warna
kulit, retraksi)

O2 nasal 1-2
liter/menit
Cairan rumatan
100x7,2 kg =
720cc/24 jam =
D1/4 S 30 tpm
mikro
Antipiretik
Paracetamol 1015 mg/kgBB/4-5
jam (bila demam)
Mukolitik: 3
dosis/tiap 8 jam
ambroxol 0,5
mg/kgBB/kali
salbutamol 0,10,15mg/kgBB/kali
Nebu: ventolin
+ NacL 2 cc/6j
Antibiotik
cefotaxim 25
mg/kgbb/8 jam
200 mg/8 jam

Rencana
Edukasi

Menjelaskan
kepada
orang tua
pasien ttg
penyakit
yang
diderita
Kompres air
hangat atau
berikan obat
penurun
panas setiap
anak panas
Berikan
minum yang
banyak
untuk
menurunkan
panas.
Memberikan
34
pengertian
saat minum
posisi

Masalah
Klinis asma
serangan
pertama

RENCANA PENGELOLAAN
Rencana
Tindakan

Rencana
Diagnostik

Pemeriksaa
Nilai dan
n pulse
perbaiki
oximetery
airway,
dan analisis
breathing,
gas darah
circulation
Observasi KU, Foto thorak
AP ataa
vital sign dan
lateral
kendalikan
suhu
Oksigenasi
adekuat
sampai suhu
stabil
Monitor
tanda
sesak(peruba
han warna
kulit, retraksi)

Rencana Terapi

Rencana
Edukasi

O2 nasal 1-2
lt/menit
2 agonis
salbutamol 0,1
mg/kgbb
kortikosteroid
metil prednisolon
0,5-1 mg/kgbb

Menjelaskan
kepada
orang tua
pasien ttg
penyakit
yang
diderita
Memberikan
pengertian
saat minum
posisi
kepala lebih
tinggi dan
jangan
sampai
tersedak
Menghindari
paparan
asap rokok.
35

Masalah
Mikrochepa
l

RENCANA PENGELOLAAN
Rencana
Tindakan

Rencana
Diagnostik

Rencana Terapi

Rencana
Edukasi

-Pengukuran lingkar
kepala secara
berkala
-pemberian
makanan yang
bergizi

Menjelaskan
kepada
orang tua
pasien ttg
penyakit
yang
diderita
Memotivasi
ibu untuk
memberikan
ASI dan PASI
sesering
mungkin
Memotivasi
ibu untuk
makan
makanan
yng bergizi
sehingga
ASI yang
36
diproduksi
bergizi

3 agustus 2012
S

batuk , dahak sulit keluar, sesak (+) , demam (-), menangis kuat,
muntah (-)berak (-), kencing (-)

VS: HR: 140, RR:44, S:36,5


Ku : CM, rewel, tampak sesak
K/L : anemis (-), Iketeri(-), napas cuping
hidung (-), PKGB (-), sianosis
berkurang.
T
: retraksi (+) intercosta turun
C/ Sj 1-2 norm, Bj (-)
P/ SDV +/+, Rh (-),Wh (+)

- Bronkhiolitis dd klinis asma serangan pertama dd pnemonia

O2 nasal 1-2 liter/menit


D1/4 S 30 tpm mikro
Paracetamol 10-15 mg/kgBB/4-5 jam (bila demam)
Puyer batuk 3x1
ambroxol 3 mg/kgBB/kali
salbutamol 0,8mg/kgBB/kali
efedrin 1/6 tab
Nebu: ventolin + pulmicort +NacL 2 cc/6j
cefotaxim 25 mg/kgbb/8 jam 200 mg/8 jam
37
Fisioterapi dada

4 agustus 2012
S

batuk , dahak sulit keluar, sesak (-), demam (-), menangis kuat, muntah
(-)berak (-), kencing (-)

VS: HR: 136, RR: 46, S: 36


Ku : CM, rewel, tampak sesak
K/L : anemis (-), Iketeri(-), napas cuping
hidung (-), PKGB (-), sianosis
berkurang.
T
: retraksi (-)
C/ Sj 1-2 norm, Bj (-)
P/ SDV +/+, Rh (-),Wh (+)

-Bronkhiolitis dd klinis asma serangan pertama


-BLPL

O2 nasal 1-2 liter/menit


D1/4 S 30 tpm mikro
Paracetamol 10-15 mg/kgBB/4-5 jam (bila demam)
Puyer batuk 3x1
ambroxol 3 mg/kgBB/kali
salbutamol 0,8mg/kgBB/kali
efedrin 1/6 tab
Nebu: ventolin + pulmicort +NacL 2 cc/6j
38
cefotaxim 25 mg/kgbb/8 jam 200 mg/8 jam

ANALISIS KASUS BRONKHIOLITIS


Repliksai virus pada
nasofaring
Epitel saluran nafas dan aspirasi sekresi
nasofaring
Dr atas turun ke bawah
Kolonisasi dan rplikasi virus di bronkus dan
bronkhiolus
Nekrosis sel epitel
silia

Udem sub mukosa


dan debris dan
fibrin ke lumen
bronkhiolus

Gerakan
mukosiliar dan
mukus tertimbun
pd bronkhiolus

Saraf aferen
Neuropeptid
(neurokinin
dan subtance
P)
Kontraksi otot polos

Ekspresi ICAM
1 dan produksi
sitokin

Eosinofil dan
sel2 inflamasi

LANJUTAN
Kapasitas
fungsi residu
complience
Respon paru

Tahanan
saluran nafas
Dead space
shunt

Kerja sistem
nafas
-batuk
-wheezing
-obstruksi saluran
nafas
-hiperaerasi
-Atelektasis
-hipoksia
-hiperkapneu
-asidosis metabolik
-gagal nafas

ANALISIS KASUS ASMA SERANGAN PERTAMA


Repliksai virus pada
nasofaring

Epitel saluran nafas dan aspirasi sekresi


nasofaring
Kolonisasi dan replikasi virus di bronkus dan
bronkhiolus
Nekrosis sel epitel
silia
Absorbsi
aeroalergen

Degranulasi sel
mast

Pembentukan
antibodi Ig E spesifik
RSV

Mediator saluran
nafas
Spasme bronkus

Penumpukan sel
eosinofil

Mikroorganisme
Mikroorganisme

ANALISIS KASUS PNEMON

Hambatan
Hambatan difusi
difusi O2
O2
Kosentrasi
Kosentrasi O2
O2

Kematian
Kematian seluler
seluler

chemoreceptor
chemoreceptor

Gagal
Gagal nafas
nafas

SSP
SSP
bradipneu
bradipneu

takipneu
takipneu takikardi
takikardi Retraksi
Retraksi otot
otot

fatiq
fatiq

Tidak
Tidak terkompensasi
terkompensasi

kejang
kejang

Hipoksia
Hipoksia
sianosis
sianosis

Feed
Feed back
back (-)
(-)

terkompensasi
terkompensasi

bradikardi
bradikardi

ATP
ATP

Gangguan
Gangguan
pertukaran
pertukaran elektrolit
elektrolit

Tidak
Tidak
terkompensasi
terkompensasi

Feed
Feed back
back (+)
(+)

Thank you